You are on page 1of 25

Penampang Stratigrafi

5 Pengukuran Penampang Stratigrafi
5.1 Pengertian Penampang Stratigrafi
Penampang stratigrafi adalah suatu gambaran urutan vertikal lapisan-lapisan
batuan sedimen pada lintasan yang dipilih. Setiap titik dalam aturan mengikuti
kaidah hukum superposisi.
Dalam penelitian geologi suatu daerah yang merupakan bagian dari suatu
cekungan sedimentasi data mengenai jenis litologi, variasinya serta vertikal
dan lateral serta ketebalan masing-masing satuan stratigrafi merupakan data
yang penting untuk diketahui. Setiap lokasi yang menunjukkan urutan dan
kontak batuan yang jelas dianjurkan untuk mengadakan pengukuran
penampang terukur
Secara umum tujuan pengukuran penampang stratigrafi dapat dikemukakan
sebagai berikut :
1. endapatkan data litologi terperinci dari urutan-urutan perlapisan suatu
satuan stratigrafi !formasi,kelompok, anggota, dan sebagainya".
#. endapatkan ketebalan yang teliti dari tiap-tiap satuan stratigrafi atau
lapisan yang menjadi obyek penelitian !misalnya batubara".
$. %ntuk mendapatkan dan mempelajari hubungan stratigrafi antar satuan
batuan dan urutan-urutan sedimentasi dalam arah vertikal secara detail..
&. %ntuk menafsirkan lingkungan pengendapan dengan memperhatikan
profil dan pola urutan vertikal batuan.
Penuntun Geologi Lapangan
'1
Penampang Stratigrafi
Data-data tersebut biasanya dituangkan dalam bentuk gambar yang disebut
sebagai kolom stratigrafi. (erhubungan dengan keadaan singkapan,
pengukuran suatu penampang stratigrafi secara langsung kadang agak sulit
dilakukan di )ndonesia, dalam keadaan tersebut ketebalan ditentukan dengan
pembuatan penampang struktur. *etapi mengingat pentingnya data tersebut,
maka disarankan untuk berusaha mengukur penampang pada singkapan-
singkapan yang menerus terutama yang meliputi satu atau lebih satuan-
satuan stratigrafi yang resmi.
5.2 Prosedur Pelaksanaan Lapangan
)dealnya pengukuran penampang stratigrafi dilakukan pada tahap akhir
pemetaan geologi, dimana informasi mengenai penyebaran satuan batuan
dan struktur geologi sudah diketahui, sehingga dapat dipilih lintasan-lintasan
yang ideal !lintasan menerus, tidak terganggu struktur dan lain-lain". +amun
dalam praktek, mengingat efisiensi ,aktu dan biaya, pengukuran penampang
stratigrafi seringkali dilakukan bersamaan dengan ,aktu pemetaan, terutama
pada daerah-daerah yang sulit dijangkau.
-da empat tahapan utama yang harus ditempuh dalam pengukuran
penampang stratigrafi yaitu : perencanaan, pengumpulan data, pengolahan
data dan penyajian.
5.2.1. Perencanaan lintasan
%ntuk mendapatkan hasil yang baik, setelah satuan urut-urutan singkapan
secara keseluruhan diperiksa untuk hal-hal sebagai berikut :
Penuntun Geologi Lapangan
'#
Penampang Stratigrafi
1. .edudukan lapisan !strike/dip", apakah curam, landai, vertikal, atau
horisontal. -rah lintasan yang akan diukur sedapat mungkin tegak lurus
terhadap jurus.
#. 0arus diperiksa apakah jurus atau kemiringan lapisan itu terus-
menerus tetap atau berubah-ubah. 0al-hal tersebut diatas adalah penting
dalam menentukan metode dan perhitungan pengukuran. .emungkinan
adanya struktur sepanjang penampang seperti sinklin, antiklin, sesar,
perlipatan, dan sebagainya. 0al ini penting untuk menentukan urutan-
urutan stratigrafi yang betul.
$. Penentuan superposisi dari lapisan, sesuatu yang sangat penting,
tetapi kadang-kadang tidak diperhatikan. .riteria untuk superposisi ini
umumnya diperoleh dari struktur sedimen yang ada.
&. eneliti akan adanya lapisan penunjuk !key beds" yang dapat diikuti
di seluruh daerah !misalnya lapisan batubara, lapisan bentonit".
1apisan penunjuk ini penting sebagai referensi untuk mengikat !to tie in"
penampang stratigrafi ini pada sistem ,ilayah !region" yang resmi. -dalah
sangat baik jika dapat diikat pada jalur-jalur biostratigrafi.
5.2.2 Pengambilan Data
-da dua hal penting dalam tahapan ini yaitu pengukuran tidak langsung
maupun langsung ketebalan perlapisan batuan dari pemerian pada tiap-tiap
langkah pengukuran.
Penuntun Geologi Lapangan
'$
Penampang Stratigrafi
5.2.2.1 Pengukuran
2ara-cara mengukur penampang stratigrafi banyak sekali ragamnya, dan
metode yang digunakan sangat tergantung pada keadaan medan dan
singkapan yang ada, namun pada dasarnya pengukuran ini dilakukan untuk
mendapatkan data ketebalan satuan stratigrafi. Disini hanya akan dibahas
salah satu cara yang sering diterapkan di )ndonesia, yaitu pengukuran
dengan memakai pita ukuran dan kompas. etode ini diterapkan terhadap
singkapan yang menerus atau sejumlah singkapan-singkapan yang dapat
disusun menjadi satu penampang. Pengukuran ini sebaiknya dilakukan oleh
sekurang-kurangnya dua orang.
2ara mengukur ini dapat dilihat dalam gambar 3.1. Sebaliknya diusakan agar
arah pengukuran tegak lurus pada jurus lapisan, untuk menghindari koreksi-
koreksi yang rumit. Peletakan posisi patok satu terhadap patok berikutnya
seharusnya mempertimbangkan perubahan jenis litologi, dan bukan
ketersediaan panjang tali. -dapun data yang harus dicatat yang akan dipakai
untuk menghitung ketebalan adalah :
1. 4arak terukur antar patok
#. -5imuth !arah" lintasan
$. .emiringan lereng
&. 4urus dan kemiringan lapisan
*ahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
1. ulailah pengukuran dari dasar penampang yang akan diukur.
#. *entukan satuan-satuan litologi yang akan diukur. (erilah patok-patok
atau tanda lainnya pada batas-batas satuan litologi ini. 4ika satuan-
satuan litologi ini tebal semuanya kurang dari 3 meter, lebih praktis jika
Penuntun Geologi Lapangan
'&
Penampang Stratigrafi
pita ukuran membentangkan pita ukuran dari alas satuan sampai atap
satuan tersebut. ini dibentangkan sepanjang-panjangnya, kemudian tebal
semu diperoleh dengan mengurangkan pembacaan pada alas. 4ika
satuan litologi yang diukur tebal semuanya 3 m atau lebih ambillah
pengukuran satuan demi satuan dengan membentangkan pita ukuran
dari alas satuan sampai atap satuan tersebut.
6ambar 3.1. 2ara pengukuran penampang stratigrafi !2ompton, 17'3"
$. (aca a5imuth arah pengukuran !arah bentangan pita ukuran", dan
besarnya sudut lereng !slope 8 s
o
".
&. %kur kedudukan lapisan !jurus dan kemiringan", jika jurus dan
kemiringan dari tiap satuan berubah-ubah sepanjang penampang,
sebaiknya pengukuran jurus dan kemiringan !-5, dip8" dilakukan pada
alas dan atap dari satuan ini dan dalam perhitungan dipergunakan rata-
ratanya.
3. (aca jarak terukur 8 dt !tebal semu" darisatuan yang sedang diukur
pada pita meter.
Penuntun Geologi Lapangan
'3
Penampang Stratigrafi
.emudian buatlah pemerian litologinya, untuk teknik pemerian lihat sub bab
selanjutnya yaitu pengamatan dan deskripsi.
5.2.2.2 Pengamatan dan Deskripsi
Pada pengukuran stratigrafi setiap satuan litologi harus dideskripsikan secara
detail dan harus diingat bah,a satuan litologi disini tidak sama dengan
satuan peta. Semua fakta yang menurut pengamatan lapangan dapat
digambarkan di kolom pada skala 1 : 1.999 atau pada skala yang lebih besar
lagi harus diperiksakan secara teliti dan terperinci. Dalam pembuatan
deskripsi ini sebaiknya dilakukan mulai dari kenampakan yang pada skala
singkapan kemudian dipertajam dengan pengamatan yang lebih detail.
Satuan stratigrafi atau satuan sedimentasi dapat terdiri dari satu jenis batuan
atau terdiri dari selang-seling beberapa lapisan litologi berlainan, atau satu
litologi utama dengan sisipan-sisipan !interkalasi tipis sebagai litologi".
Pembagian satuan sangat tergantung pada skala yang akan digunakan
se,aktu menggambar kolom. Pada skala 1 : 1.999, satu satuan batuan tebal
minimumnya 19 m !19 mm pada kolom".
Setiap satuan litologi yang diukur harus diberi pemerian selengkapnya.
Dianjurkan supaya cara pemerian dilakukan secara beraturan dan sistematik
dari kenampakan yang lebih besar !singkapan" ke yang lebih detail !tekstur
komposisi". Di ba,ah ini diberikan urutan susunan pemerian yang dianjurkan:
1. +ama satuan batuan !jika bisa ditentukan di lapangan"
#. (atuan utama dan sisipan atau perselingan serta organisasi antar
lapisan begitu pula struktur sedimen.
$. Pemerian litologi setiap lapisan !,arna, tekstur, komposisi".
Penuntun Geologi Lapangan
':
Penampang Stratigrafi
&. 0ubungan dengan satuan di ba,ahnya.
Nama satuan batuan
+ama untuk satuan batuan sebaiknya memakai ciri umum dari satuan
batuan. Dalam hal ini perlu diperhatikan sifat sisipan atau perselingan antara
batuan yang dominan !main lithology" dan batuan yang merupakan sisipan
atau selingan. .adang karena sulitnya medan, penentuan nama ini dilakukan
setelah pengeplotan lintasan selesai. (atuan utama dan sisipan atau
perselingannya serta organisasi antar lapisan begitu pula struktur sedimen.
%ntuk mendeskripsikan masalah tersebut dapat dibantu dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan misalnya :
a. -pakah terdiri dari satu jenis litologi atau lebih.
b. 4ika lebih dari satu litologi apakah bersifat perselingan atau sisipan.
c. -pakah sisipan atau perselingan hanya terdiri atas satu litologi atau
lebih.
d. 4ika lapisan utama atau sisipan itu adalah klastik kasar !konglomerat,
breksi batu pasir/lanau atau karbonat" maka pertanyaan yang penting
adalah : apakah lapisan bersifat massive, tebal, tipis, atau berlaminasi.
.eadaan perlapisan sebaiknya diperikan secara kuantitatif, misalnya
dengan klasifikasi c. .ee dan ;eir !173$". )stilah <bedding=, dalam
bahasa )ndonesia dapat digunakan : berlapis tebal, berlapis tipis, dan
sebagainya, sedangkan <lamination= dapat dipakai istilah : berlapis halus
atau berlapis sangat halus.
Penuntun Geologi Lapangan
'>
Penampang Stratigrafi
.emudian perhatikan organisasi antar lapisan yang ada. ?ang dimaksud
dengan organisasi perlapisan adalah bagaimana sifat perselingan lapisan
atau sisipan lapisan itu dari ba,ah ke atas apakah bersifat :
1. Sisipan makin menebal ke atas !thickening upward sequence"
#. enipis ke atas !thinning upward sequence" atau
$. Seragam
Pada tahap ini perlu dicatat tebal lapisan selang-seling rata-rata berapa tebal
rata-rata batuan sisipan dan berapa spasinya. Pengamatan organisasi
vertikal lapisan-lapisan ini menjadi sangat penting karena berkembangnya
konsep stratigrafi sikuen !se@uen stratigraphy". Pada konsep tersebut
pengenalan <system tract= diidentifikasi dengan cara analisis urutan vertikal.
.emudian juga penting untuk diamati sifat batas atas dan batas ba,ah
lapisan, apakah bersifat :
1. (atas berangsur !transisi"
#. (atas tegas
$. (atas erosi
%ntuk mengamati organisasi lapisan ini disarankan menggunakan teknik
pengamatan agak menjauh dari singkapan !$-3 meter dari obyek yang
diamati". Pada tahap ini juga perlu dicatat struktur sedimen yang berkembang
pada batuan utama dan pada selingan atau sisipan. Struktur sedimen yang
umum dijumpai adalah : perlapisan, perlapisan bersilang !cross bedding",
perlapisan bersusun !graded bedding", gelembur gelombang, rekah kerut
!mud crack", kikisan erosi, jejak organisme, bekas erosi !scour mark", struktur
pembebanan !load cast", struktur imbrikasi, struktur distorsi !slump,
convolute", dan lain-lain. Struktur non sedimen, misalnya konkresi !rijang,
Penuntun Geologi Lapangan
''
Penampang Stratigrafi
lempung gampingan, nodule, bola batubara !styllolit", struktur organik dan
lain-lain.
Deskripsi litologi setiap lapisan.
4ika satuan terdiri dari selang-seling beberapa macam batuan, periksakanlah
dulu batuan utama secara lengkap dan kemudian baru batuan lainnya.
Sebutkan hubungan batuan pertama terhadap kedua, ketiga dan seterusnya.
Pengamatan ini untuk mendapatkan gambaran sifat litologi dari masing-
masing penyusun singkapan yaitu meliputi ,arna, tekstur, fragmen
pembentuk, semen atau massa dasar, mineral sedikit, kandungan fosil,
porositas dan kekerasan.
Warna
;arna batuan merupakan hal yang paling a,al dapat dikenali. Dalam hal ini
berikanlah ,arna yang paling cocok. .adang-kadang terdapat ,arna
campuran, beraneka ,arna, berbintik-bintik atau garis dll.
Tekstur
Pengamatan tekstur, terutama mengenai besar butir, bentuk butir, pemilahan
dan kemas.
Besar butir (ukuran butir)
(esar butir atau <grain si5e= hanya dapat dibedakan pada klastika kasar dan
kadang-kadang pada karbonat. %ntuk konglomerat dan breksi nyatakan
dalam ukuran rata-rata sebagai millimeter atau sentimeter dan juga ukuran
maksimumnya.
Penuntun Geologi Lapangan
'7
Penampang Stratigrafi
)stilah-istilah yang dipakai untuk ukuran batupasir :
− berbutir sangat kasar !bsk" !# - 1 mm"
− berbutir kasar !bk" !1 - A mm"
− berbutir sedang !bs" !1/# - B mm"
− berbutir halus !bh" ! B - 1/' mm"
− berbutir sangat halus !bsh" !1/' C 1/1: mm"
%ntuk batuan karbonat, jika macam fragmen/butir pembentuk adalah
sublitografi maka besar butir tidak perlu diberikan lagi.
Dalam hal besar butir ini sering terjadi variasi secara vertikal dalam satu
lapisan klastik kasar, dalam hal ini dikenal istilah :
1. Seragam !tidak ada perubahan"
#. enghalus ke atas !fining upward sequence"
$. engkasar ke atas !coarsening upward sequence"
Bentuk butir !grain shape"
Sifat ini hanya dimiliki batuan klastik kasar. Pakailah istilah-istilah
membundar, membundar baik, membundar tanggung, bersudut tanggung,dan
menyudut.
Pemilahan !sorting"
Pemilahan hanya dapat diteliti pada batuan klastik kasar. Pakailah istilah-
istilah : terpilah sangat baik jika butiran sama besar, terpilah baik jika terdapat
kisaran besar butir tetapi suatu besar butir rata-rata masih dapat dilihat,
terpilah buruk apabila tidak dapat dilihat adanya besar butir rata-rata
Penuntun Geologi Lapangan
79
Penampang Stratigrafi
Kemas (fabric)
%ntuk klastik halus kemas tidak diamati. %ntuk breksi dan konglomerat
pakailah istilah kemas terbuka atau kemas tertutup atau imbrikasi.
Fragmen Pembentuk
(ermacam-macam fragmen/butir pembentuk adalah berlainan untuk tiap
macam batuan.
Sebagai contoh :
1. .onglomerat, breksi dan aglomerat : sebutkan macam batuannya
!andesit, basalt, kuarsa dan sebagainya"
#. (atupasir, sebutkan susunan mineral utama yang menyolok seperti :
kuarsa, feldspar, fragmen batuan, glaukonit, dan lain-lain.
$. *ufa : a. 4enis butir !kristal, gelas, fragmen batuan, batuapung"
b. Petrologi/mineralogi !andesit, basalt, hornblende, dsb"
&. .arbonat, gamping, dan dolomit :
.erangka !skeletal", fragmental, coc@uina, oolit, kristalin, atau bisa
disebutkan macam kerangka fosil pembentuk :koral, foram, ganggang, dan
sebagainya.
Semen atau massa dasar (matriks)
%ntuk batuan seperti konglomerat dan breksi, dapat hadir sebagai semen
karbonat, atau berupa massa dasar batupasir, lempung atau tufa. %ntuk
batupasir, macam semen adalah gampingan, kersikan, breksian, dan macam
massa dasar adalah lempungan, detritus D kadang-kadang tak dapat
dibedakan dari campuran.
Penuntun Geologi Lapangan
71
Penampang Stratigrafi
Kandungan Fosil
.andungan fosil sedapat mungkin diidentifikasi sampai ke genus atau
spesiesnya . .adang kadang cukup dengan menyebut mengandung bryo5oa,
mollusca, foraminifera dsb.
Penuntun Geologi Lapangan
7#
Penampang Stratigrafi
6ambar 3.#. 2ontoh pengambilan data fosil dilapangan !Pringgopra,iro dan
.apidd, 1777"
ineral!mineral sedikit
-danya mineral-mineral sedikit tetapi masih bisa diamati dengan kaca
pembesar !loupe" kadang-kadang sangat penting sebagai penunjuk
lingkungan pengendapan sedimen atau batuan asal. ineral-mineral ini
misalnya: pirit, glaukonit, keping-keping karbon atau mika. .adang-kadang
mineral sedikit ini begitu menyolok dan menjadi sangat penting dalam
pemetaan batuan, sehingga ditempatkan di muka sebagai macam fragmen
atau butir pembentuk.
*abel 3.1 Daftar batuan Sedimen yang %mum !0arsolumakso, #991"
Nama
Sebagai
Campuran
Name
Sebagai
Campuran
.onglomerat
(reksi
-glomerat
(atupasir
*ufa
(atulanau
Serpih
1empung
+apal
6amping
Dolomit
(atubara
an
an
an
an
an
an
an
an
an
an
an
an
.arbonan
2onglomerate
(reccia
-gglomerate
Sandstone
*uff
Siltstone
Shale
2lay
arl
1imestone
Dolomite
2oal
2hert
ic,pseph
ous
ic
sandy,
arenaceous
aceous
silty
ey
ey
y
limy,
calcareous
ic
y
y
Porositas
Penuntun Geologi Lapangan
7$
Penampang Stratigrafi
enyatakan porositas dapat dilakukan dengan mempergunakan istilah :
Porositas istime,a, porositas sedang, porositas dapat diabaikan. %ntuk
menduga porositas dapat diketahui dengan meneteskan air diatas batuan.
(erbeda halnya dengan porositas yang digunakan dalam batuan karbonat,
lebih cenderung menggunakan istilah genetik !gambar 3. $" terutama dalam
batuan karbonat reef.
Penuntun Geologi Lapangan
7&
Penampang Stratigrafi
6ambar 3.$. 2ontoh porositas khusus pada batuan karbonat !2ho@uette and
Pray, 17>9"
Kekompakan dan kekerasan
Pakailah istilah- istilah :
1embek, lunak, dapat diremas, keras, padat, getas, dan kompak.
"ubungan dengan satuan diatasn#a
0ubungan dengan satuan diatasnya juga harus disebutkan dengan jelas,
misalnya hubungan yang tegas atau tajam, berangsur, batas erosi, atau
ketidakselarasan, kontak patahan dsb.
Penuntun Geologi Lapangan
73
Penampang Stratigrafi
6ambar 3.&. Sketsa kolom stratigrafi terukur yang menunjukkan sifat
perlapisan dan struktur sedimen.
Penuntun Geologi Lapangan
7:
Penampang Stratigrafi
6ambar 3.3. 2ara pengambara penampang terukur, simbol-simbol yang
umum digunakan dalam pembuatan penampang terukur
!;ithnall,177$"
5.2.. !eng"itung ketebalan
Dari data mentah berupa pengukuran dilapangan untuk menjadi kolom
stratigrafi harus melalui tahapan perhitungan satuan-satuan yang diukur
untuk mendapatkan data ketebalan sebenarnya.
*ebal lapisan adalah jarak terpendek antara bidang alas / bottom dan bidang
atas/top. -da berbagai variasi cara pengukuran, namun pada dasarnya,
perhitungan ketebalan lapisan yang tepat harus dilakukan dalam bidang yang
tegak lurus jurus lapisan.
(ila pengukuran dilapangan tidak dilakukan dalam bidang yang tegak lurus
maka jarak terukur yang diperoleh harus dikoreksi terlebih dahulu dengan
rumus sebagai berikut :
D 8 dt E cosinus F, dimana
F 8 sudut antara arah kemiringan dengan arah pengukuran !a5imuth"
Demikian juga halnya dengan sudut lereng ! <slope=". Didalam menghitung
tebal lapisan, sudut lereng yang dipergunakan adalah sudut yang terukur
pada arah pengukuran yang tegak lurus jurus lapisan. %ntuk ini, apabila
Penuntun Geologi Lapangan
7>
Penampang Stratigrafi
cukup besar, perlu dilakukan koreksi untuk mengembalikan besaran sudut
lereng yang tegak lurus jurus. .oreksi tersebut antara lain dapat dilakukan
dengan menggunakan tabel < koreksi dip < untuk pembuatan penampang.
Sudut lereng terukur dapat disamakan dengan < apparent dip < dan adalah
penyiku sudut antara jurus dan arah penampang.
5.2..1. Pengukuran pada daera" datar # lereng $
o
%
6ambar 3.:. Posisi pengukuran pada daerah datar
Pengukuran di daerah datar, apabila jarak terukur adalah jarak tegak
lurus !gambar 3.:a" ketebalan * langsung didapat dengan perhitungan : * 8
dt E sin G ! gambar 3.:b", dimana dt 8 jarak terukur dilapangan dan G 8 sudut
kemiringan lapisan.

5.2..2. Pengukuran pada medan berlereng
*erdapat dua kemungkinan lapisan posisi lapisan terhadap lereng yaitu
berla,anan dan searah dengan lereng ! gambar 3.> dan 3.'".
Penuntun Geologi Lapangan
7'
Penampang Stratigrafi
Kemiringan lapisan searah dengan lereng
(ila kemiringan jelas !G" lebih besar daripada sudut lereng !s" dan arah
lintasan tegak lurus jurus maka perhitungan ketebalan adalah * 8 d sin !GCs"
!gambar 3.>b"
(ila kemiringan lapisan lebih kecil daripada lereng perhitungan ketebalan
adalah : * 8 d sin ! s C G " ! gambar 3.>c"
6ambar 3.>. Posisi pengukuran pada lereng yang searah dengan kemiringan
Kemiringan lapisan berlawanan arah dengan kemiringan lereng
Penuntun Geologi Lapangan
77
Penampang Stratigrafi
-pabila jumlah sudut lereng dan sudut kemiringan lapisan adalah 79
o
!lereng
berpotongan tegak lurus dengan lapisan " maka * 8 d ! gambar 3.'c"
(ila kemiringan lapisan membentuk sudut lancip terhadap lereng maka
* 8 d sin !G H s " gambar 3.'b
(ila kemiringan lapisan membentuk sudut tumpul terhadap lereng maka
* 8 d sin ! 1'9
o
C G C s " 6ambar 3.'d
(ila lapisannya mendatar maka * 8 d sin s
6ambar 3.'. Posisi pengukuran pada lereng yang berla,anan dengan
kemiringan
5.. Penggambaran
Penuntun Geologi Lapangan
199
Penampang Stratigrafi
0asil suatu pengukuran penampang stratigrafi dapat disajikan dalam bentuk
gambar kolom yang la5im disebut kolom stratigrafi atau penampang
stratigrafi. 6ambar 3.& merupakan contoh penampang stratigrafi sedangkan
gambar 3.7 merupakan contoh kolom hasil pengukuran penampang
stratigrafi.
Dalam penggambaran kolom ada dua bagian penting yang harus ada yaitu D
keterangan gambar dan gambar kolom stratigrafi.
5..1. &eterangan gambar
6ambar ini terdiri dari beberapa lajur dari yang umumnya meliputi kolom
berikut ini : !gambar 3.7"
Kolom umur
.olom ini dimaksudkan untuk memberikan keterangan umur batuan, untuk
mengisi kolom ini biasanya harus dilakukan analisis umur baik berdasarkan
fosil maupun radiometri. %ntuk keperluan tersebut yang standar biasanya
dilakukan analisis paleontologi untuk itu harus dipilih contoh batuan yang
mengandung fosil ! biasanya lempung, serpih atau batugamping ". Sebaiknya
penentuan umur paling tidak dilakukan pada tiga level !ba,ah, tengah, atas"
dari satuan.
Kolom satuan batuan
.olom ini disi dengan penamaan resmi ! .elompok, Iormasi, -nggota, dll ",
atau pun tak resmi ! berdasarkan ciri umumnya " dari satuan yang ada.
Penuntun Geologi Lapangan
191
Penampang Stratigrafi
Kolom Ketebalan
Diisi berdasarkan data hasil perhitungan ketebalan, untuk menghindari
kekeliruan ploting yang berulang disarankan untuk mengeplot secara
kumulatif dari suatu datum tertentu.
Penuntun Geologi Lapangan
19#
Penampang Stratigrafi
6ambar 3.7. .olom stratigrafi terukur umum suatu daerah penelitian
!2omptom, 17'3"
Kolom besar butir dan struktur sedimen
Diisi berdasarkan hasil deskripsi lapangan mengenai besar butir dan struktur
sedimen perlu diperhatikan letak persis dari perubahan besar butir dan
struktur sedimen. 6unakan simbol struktur sedimen yang sudah baku.
Simbol litologi
Simbol litologi digambarkan berdasarkan data litologi yang diamati
dilapangan. )kutilah simbol-simbol yang sudah baku kalau ada simbol-simbol
yang perlu ditambahkan, misalnya adanya fosil foram, sisa tumbuhan, dll
sebaiknya diletakkan pada bagian ini.
$kspresi topografi
)de pencantuman ekspresi topografi barangkali untuk memberikan gambaran
yang identik antara besar butir yang simetris terhadap ekspresi topografi mirip
dengan bentuk log SP yang biasanya simetris terhadap log resistivity. 0al ini
biasanya digunakan dalam industri minyak bumi untuk mengetahui geometri
batuan reservoir.
Kolom deskripsi
.olom deskripsi seyogyanya diberikan menurut kebutuhan. 0al ini bisa
sangat detail pada masing-masing lapisan yang dianggap penting, namun
Penuntun Geologi Lapangan
19$
Penampang Stratigrafi
juga deskripsi bersifat umum yang me,akili ciri satuan batuan/hal ini
biasanya digunakan untuk keperluan pemetaan.
Kandungan Fosil
.andungan fosil yang dicantumkan pada kolom ini sebaiknya hanya fosil-
fosil yang diagnostik / untuk umum dan lingkungan pengendapan, hal
tersebut untuk memperkuat penafsiran umur dan lingkungan pengendapan.
Lingkungan Pengendapan
1ingkungan pengendapan dapat ditentukan setelah melalui analisis baik yang
berdasarkan urutan vertikal/analisis stratigrafi atau analisis fosil bentos.
Penuntun Geologi Lapangan
19&
Penampang Stratigrafi
Penuntun Geologi Lapangan
193