You are on page 1of 46

TRANSFUSI DARAH

Bagian/SMF Anestesiologi FK Unhas
RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
2/3 dari transfusi darah diberikan pada masa
perioperatif  kebanyakan di kamar operasi

Pada saat operasi U/ proses homeostasis
Transfusi trombosit dan komponen plasma

Menjamin oksigenasi jaringan  transfusi
darah lengkap & PRC

Pengetahuan transfusi darah sangat penting
bagi seorang perawat/petugas kesehatan
PENDAHULUAN
Transfusi darah  Indikasi harus jelas

Komplikasi yang paling ditakuti 
Transmisi penyakit Sekarang ini HIV

Infeksi lain :
HCV (terbanyak akibat transfusi),HTLV-I,
CMV
Berdasarkan sistem antigen  terdapat 20 sistem
golongan darah

Untuk kepentingan klinik  yg paling penting 2
sistem : Sistem ABO & Sistem Rhesus

Di Barat sebagian besar Rh + (85%), Rh – (15%)
Di Indonesia hampir 100% Rh (+)
JENIS GOLONGAN DARAH ABO
______________________________________________________
Jenis Antibodi Kekerapan
______________________________________________________
Golongan A Anti B 45%
Golongan B Anti A 8%
Golongan AB - 4% (resipien universal)
Golongan 0 Anti A,Anti B 43% (donor universal)
VOLUME DARAH
Volume darah  tergantung dari berat badan
Makin aktif fisik seseorang  makin meningkat volume darah/
kgBB
______________________________________________________
USIA ml/kgBB
______________________________________________________
Prematur 95
Cukup Bulan 85
Anak kecil 80
Anak Besar 75-80
Dewasa
Pria 75
Wanita 65
______________________________________________________
VOLUME DARAH
Volume darah  tergantung dari berat badan
Makin aktif fisik seseorang  makin meningkat volume darah/
kgBB
______________________________________________________
USIA ml/kgBB
______________________________________________________
Prematur 95
Cukup Bulan 85
Anak kecil 80
Anak Besar 75-80
Dewasa
Pria 75
Wanita 65
______________________________________________________
INDIKASI TRANSFUSI DARAH

1. Anemia pada perdarahan akut setelah didahului
penggantian volume dengan cairan

2. Anemia kronis jika Hb tidak dapat ditingkatkan
dengan cara lain

3. Gangguan pembekuan darah karena defisiensi
komponen

4. Plasma loss atau hipoalbuminemia jika tidak dapat
lagi diberikan plasma subtitute atau larutan albumin
Dalam pedoman WHO (Sibinga, 1995) disebutkan :

1. Transfusi tidak boleh diberikan tanpa indikasi kuat
2. Transfusi hanya diberikan berupa komponen darah
pengganti yang hilang/kurang

Berdasarkan tujuan di atas  komponen darah harus
sesuai kebutuhan

Perlu pedoman pemberian komponen darah  efek
samping transfusi minimal
Lansteiner, perintis transfusi mengatakan :

Transfusi darah tidak boleh diberikan, kecuali
manfaatnya melebihi resikonya

Pada anemia transfusi baru diberikan :
Jika terdapat tanda “oxygen need”
- rasa sesak
- Mata berkunang
- Berdebar (palpitasi)
- Pusing
- Gelisah
- Hb<6 gr/dl
Transfusi darah Hb>10 gr/dl  tidak perlu
Hb 6-10 gr/dl  atas indikasi keadaan oksigenasi pasien


Kehilangan sampai 30 % EBV dapat diatasi dengan
pemberian cairan elektrolitLebih dari itu lanjutkan
dengan transfusi jika Hb <8 gr/dl

R
e
l
a
t
i
v
e

O
x
y
g
e
n

T
r
a
n
s
p
o
r
t


C
a
p
a
c
i
t
y

(
P
e
r
c
e
n
t
)

Viscocity
Centipoise
Hematocrit
25.0
20.0
15.0
10.0
5.0
Hb 7-15
20
40
60
80
100
120
20 40 60 80
Viscocity
0
0
R
e
l
a
t
i
v
e

O
x
y
g
e
n

T
r
a
n
s
p
o
r
t


C
a
p
a
c
i
t
y

(
P
e
r
c
e
n
t
)

Viscocity
Centipoise
Hematocrit
25.0
20.0
15.0
10.0
5.0
Hb 7-15
20
40
60
80
100
120
20 40 60 80
Viscocity
0
0

Hb = 12 ??

Hb = 10
SPECIAL
CASE

Hb = 8
OPTIMAL tua > 60 th,
sepsis

Hb = 5
TOLERABLE DM, stroke
CRITICAL
perlu transfusi
Dapat disebutkan bahwa :
Hb sekitar 5 gr/dl adalah CRITICAL
Hb sekitar 8 gr/dl adalah TOLERABLE
Hb sekitar 10 gr/dl adalah OPTIMAL


Transfusi mulai diberikan pada saat Hb
CRITICAL dan
Dihentikan setelah mencapai batas
TOLERABLE atau OPTIMAL

DONOR DARAH

TUJUAN SELEKSI DONOR :
- Melindungi kesehatan donor
- Melindungi resipien dari resiko peny. Menular & efek
merugikan lainnya.
Syarat Donor :
1. Berusia 18-65 tahun
2. BB minimal 50 kg
3. Suhu badan tidak > 37,5oC
4. Denyut nadi reguler, jantung normal, frek. 50-100 X/menit
5. TD Sistolik tidak > 180 mmHg
6. TD Diastolik tidak > 100 mmHg
7. Hb min. u/ laki2 13,5 gr/dl, wanita 12,5 gr/dl
8. Frekuensi pendonoran 2-3 kali setahun
9. Volume pendonoran tidak > 13% Vol.darahcegah reaksi
vasovagal
DONOR DARAH

TUJUAN SELEKSI DONOR :
- Melindungi kesehatan donor
- Melindungi resipien dari resiko peny. Menular & efek
merugikan lainnya.
Syarat Donor :
1. Berusia 18-65 tahun
2. BB minimal 50 kg
3. Suhu badan tidak > 37,5oC
4. Denyut nadi reguler, jantung normal, frek. 50-100 X/menit
5. TD Sistolik tidak > 180 mmHg
6. TD Diastolik tidak > 100 mmHg
7. Hb min. u/ laki2 13,5 gr/dl, wanita 12,5 gr/dl
8. Frekuensi pendonoran 2-3 kali setahun
9. Volume pendonoran tidak > 13% Vol.darahcegah reaksi
vasovagal
TEHNIK TRANSFUSI

Perika sifat dan jenis darah
Plasma warna hitam/keruhtanda hemolisis

Pasang infus jarum besar #16-18. Jarum kecil #23 -25
hemolisis
Transfusi set baku tdp saringan dgn pori-pori 170
mikron Menghalangi bekuan fibrin & partikel debris

1 Transfusi set digunakan untuk 2-4 unit darah

Vena terbaikbagian dorsal tangan
Keadaan darurat venaseksijamin kelancaran
transfusi

Sebelum transfusi Beri NaCl 0,9% 50-100 ml
Larutan lain jangan  merugikan

Lar.Dekstrose dan garam hipotonik hemolisis

RL mengandung kalsium  koagulasi

Obat tidak boleh dimasukkan ke dlm darah yg
Ditransfusikan  pH berbeda  hemolisis

Sulit menentukan jika terjadi reaksi transfusi
TEHNIK TRANSFUSI ( LANJUTAN )
Jika transfusi dalam jumlah besar  darah harus
hangat
Darah dingin  aritmia ventrikel  kematian
Menghangatkan darahair suhu 37-39oC>40oC
Eritrosit akan rusak

KECEPATAN TRANSFUSI
Pada 100 ml pertama  hati2 dan perlahan-lahan
Deteksi dini reaksi transfusi

Transfusi set  1ml = 15 tetes
Laju tercepat  60 ml/menit
Laju transfusi  Tergantung status kardiopulmoner

TEHNIK TRANSFUSI ( LANJUTAN )
Status Cardiopulmoner normal : 10-15 ml/kgBB
dlm 2-4 jam Jika tidak ada hemovolemia  batas aman
1 ml/kgBB/jam (1 unit ± 3 jam) atau 1000 ml dalam
24 jam.

Jika terdapat gagal jantung  tidak boleh > 2ml /kgBB /jam

Transfusi 1 unit darah tidak boleh > 5 jam  resiko
proliferasi Bakteri meningkat.

TEHNIK TRANSFUSI ( LANJUTAN )
Pemberian secara rutin antihistamin,
antipiretika, diuretika Sebelum Transfusi
untuk mencegah reaksi  tdk boleh
Reaksi panas  tanda reaksi transfusi

Diuretikahanya pd anemia kronis yg perlu
transfusi sampai 20 ml/kgBB/24 jam

TEHNIK TRANSFUSI ( LANJUTAN )
CARA-CARA MENINGKATKAN KECEPATAN
TRANSFUSI

Letakkan botol darah setinggi mungkin. Peningkatan
2X kec. Meningkat 2 X

Pergunakan Jarum/kanula sebesar mungkin

Memompakan darah meningkatkan tek. Udara.

Memompakan darah pada kateter bawah
(memakai Three way connector)
DARAH DAN KOMPONENNYA

Darah lengkap komponen2nya sentrifugasi
Kebutuhan pasien hanya pada 1/bbrp komponen saja
Pasien perdarahan  semua komponen hilang  yg plg
perlu volume dan eritrosit
Faktor pembekuan dpt berjalan baik  20% dari normal


Manfaat Terapi komponen :
1. Pasien hanya menggunakan yg perlu saja
2. Mengurangi volume transfusi
3. Mengurangi resiko reaksi transfusi


DARAH LENGKAP (WHOLE BLOOD)

1. DARAH SEGAR
< 6 jam dr pengambilan
Keuntungan :
- Fk pembekuan masih lengkap trmsk fk labil (V & VIII)
- Fx eritrosit masih relatif baik
Kerugian :
- Sulit diperoleh dlm waktu yg tepat  pem.golongan, rx
silang, transportasi kurang lebih 4 jam
- Resiko penularan penyakit tinggi

2. DARAH BARU
- 6 Jam-6 hari sesudah pengambilan
- Faktor pembekuan sudah hampir habis
- Peningkatan kadar kalium, amonia, & asam laktat


3. DARAH SIMPAN


Darah simpan >6 hari
Keuntungan :
- Mudah tersedia setiap saat
- Bahaya lues dan CMV hilang

Kerugian :
- Fk pembekuan sudah habis
- Penurunan kadar 2,3 DPGafinitas Hb thd oksigen
tinggi  Oksigen sukar dilepas ke jaringan
- Kadar kalium, amonia, & asam laktat tinggi

INDIKASI PEMBERIAN DARAH LENGKAP :


1. Perdarahan > 30% TBV (syok hemovolemik)
stabilkan dulu dgn cairan elektrolit.

2. Pada bayi  perdarahan >10% TBV transfusi

3. Bedah mayor dgn perdarahan > 1500 ml
DARAH LENGKAP

Mengandung 450 ml darah % 63 ml antikoagulan
(CPDA-1), masa simpan 35 hari

Mengandung hematokrit 35 %

Pd org dewasa transfusi 1 unit (500 ml)  naikkan
Hb kira-kira 1 gr% atau hematokrit 3-4%

Selama penyimpanan  trombosit, fagosit,
faktor pembekuan  tidak aktif.

Tujuan praktis  terdiri dr eritrosit dan plasma
PACKED RED SEL (PRC)

Sebagian besar (2/3) dr plasma dibuang
1 unit berasal dr 500 ml WB volumenya = 200-250 ml
Daya angkut oksigen 2X> dr 1 Unit WB

Kadar Hematokrit 70-80%,Vol plasma 15-25 ml, volume
antikoagulan 10-15 ml

Untuk naikkan Hb 1 gr/dl  perlu PRC 4 ml/kgBB
1 unit naikkan hematokrit 3-5%

Dipakai pada : anemia yg tdk disertai penurunan volume
yg disertai tanda “oksigen need” (sesak, mata berkunang,
palpitasi, pusing, gelisah)


RUMUS U/ MEMPERKIRAKAN MAKS. KEHILANGAN
VOL.DARAH YG BISA DITOLERIR TUBUH (MKDT):

EBV x (HCT pasien - HCT min.ditolerir tubuh
__________________________________________
MKDT = HCT pasien


Mis: Anak BB 10 kg, EBV=10X70 ml=700 ml.HCTpasien 42%
HCT min ditolerir tubuh 25%.

700 X (42-25) 700 X 17
MKDT =_____________ = ___________
42 42

= 285 ml
RUMUS U/ MEMPERKIRAKAN MAKS. KEHILANGAN
VOL.DARAH YG BISA DITOLERIR TUBUH (MKDT):

EBV x (HCT pasien - HCT min.ditolerir tubuh
MKDT =
HCT pasien

Mis: Anak BB 10 kg, EBV=10X70 ml=700 ml.HCTpasien 42%
HCT min ditolerir tubuh 25%.

700 X (42-25) 700 X 17
MKDT = =
42 42

= 285 ml
RUMUS U/ MEMPERKIRAKAN VOL. PRC YG HARUS
DIBERIKAN PADA PERDARAHAN :

(HCTyg diinginkan-HCTsekarang) X EBV
VOL RBC = ______________________________________
HCT RBC


Mis: Anak BB 10 kg, HCT turun hingga 23%, HCT yg diinginkan
35%, HCT RBC 70%


(35-23) X (70 X 10)
Vol RBC = _________________
70

= 120 ml

RUMUS U/ MEMPERKIRAKAN VOL. PRC YG HARUS
DIBERIKAN PADA PERDARAHAN :

(HCTyg diinginkan-HCTsekarang) X EBV
VOL RBC =
HCT RBC

Mis: Anak BB 10 kg, HCT turun hingga 23%, HCT yg diinginkan
35%, HCT RBC 70%


(35-23) X (70 X 10)
Vol RBC =
70
= 120 ml
KEUNTUNGAN PRC :

1. Kemungkinan overload sirkulasi minimal
2. Rx transfusi akibat komponen plasma minimal
3. Rx transfusi akibat antibodi donor minimal
4. Efek samping volume antikoagulan berkurang
5. Sisa plasma dapat dibuat menjadi komponen lain

KERUGIAN :
1. Masih cukup banyak plasma , lekosit,& trombositbentuk
Antibodi
2. Mengurangi efek samping bagi pasien yg perlu transfusi
berulang PRC yg dicuci (washed PRC) dgn normal saline
3X u/ hilangkan antibodi


KONSENTRAT TROMBOSIT

Didapat dari darah segar dgn metode pemutaran dgn
waktu tertentu

Volume 25-40 ml/unit

1 unit menaikkan jumlah platelet 9000-11.000/mm3

Trombositopenia berat butuh 8-10 unit
Trombosit harus ditransfusikan dlm waktu 2 jam

Diberikan sampai perdarahan berhenti atau Bleeding
Time pd 2 X nilai kontrol normal

Kemungkinan komplikasi : menggigil, demam, alergi

Dapat menyebabkan allo imunisasi  pasien
refrakter thd transfusi berikutnya.
PLASMA

Dari 250 ml darah diperoleh 125 ml darah

Digunakan Untuk :

1. Mengatasi gangguan koagulasi yg tdk disebabkan
oleh trombositopenia
2. Mengganti plasma yg hilang
3. Defisiensi imunoglobulin
4. Overdosis obat antikoagulan (warfarin, dsb)

TERSEDIA SEBAGAI :

1. Plasma segar (Fresh Plasma)
 Dari darah lengkap segar (<6 jam)
 Berisi semua faktor pembekuan (juga fk.labil)
& trombosit
 Harus diberikan dalam 6 jam

2. Plasma Segar Beku (Fresh Frozen Plasma)
 Didpt dr pemisahan darah segar (<6 jam)
 Dengan metode pemutaran, kemudian dibekukan
 Disimpan pd temperatur –30°C
 Krn dibuat dr darah segar  semua fk.pembekuan
masih utuh
KRITERIA PEMBERIAN FRESH FROZEN PLASMA


1. Perdarahan yg tidak dpt dihentikan dgn jahitan
bedah atau kauter.
2. Peningkatan PT atau APTT minimal 1,5 kali
dr nilai normal
3. Hitung trombosit > 70.000/mm3 (u/ menjamin
bahwa trombositopenia bukan merupakan penyebab
perdarahan).
REKOMENDASI ASA U/ PEMBERIAN FFP :

1. Segera setelah terapi warfarin
2. U/ koreksi defisiensi fk. Koagulasi dimana fk. Yg diperlukan
tidak tersedia.
3. Untuk koreksi perdarahan dgn peningkatan PT atau APTT
>1,5 kali nilai normal.
4. U/ koreksi perdarahan akibat defisiensi fk. Koagulasi akibat
transfusi darah masif dan jika pemeriksaan PT & APTT tidak
dapat dilakukan pada saat itu.
5. FFP sebaiknya diberikan dlam dosis yg diperhitungkan men-
capai konsentrasi plasma minimum 30% (biasanya tercapai
dgn pemberian 10-15 ml/kgBB). Setelah pemberian warfarin
dosis 5-8 ml/kgBB biasanya cukup.
6. FFP dikontraindikasikan untuk terapi peningkatan volume
plasma atau konsentrasi albumin.
PLASMA BIASA (PLASMA SIMPAN)

 Mengandung fk stabil fibrinogen, albumin & globulin
 Di dpt dari darah lengkap yg telah mengalami penyimpanan
 Dari 250 cc darah lengkap diperoleh 125 cc plasma
 Dpt bertahan selama 2 bulan pd suhu 4°C

Indikasi :
1. U/ mengatasi syok sebelum darah datang
2. Memperbaiki volume sirkulasi darah
3. Mengganti protein plasma yg hilang pd luka bakar luas
4. Mengganti & menambah jumlah faktor2 tertentu yg hilang.
Misalnya fibrinogen, albumin, dan globulin.

 Indikasi ini sekarang tidak dianjurkan lagi krn lebih aman
menggunakan lar.koloid atau albumin yg bebas resiko
transmisi penyakit.
KRIOPRESIPITAT

 Di dapat dari pemisahan FFP yg dicairkan pd suhu 4°C
dgn metode pemutaran dgn waktu & kecepatan tertentu.
 Diperoleh supernatan dgn volume 30-40 ml.
 Mgdg Fk.VIII, fibrinogen ,protein plasma, & Fk.XIII
 Jika disimpan pd suhu -30°C dpt bertaha selama 12
bulan
 Bila akan dipakai, dicairkan pd suhu 4°C & segera
diberikan sebelum 6 jam

Rekomendasi ASA u/ pemberian Kriopresipitat:

Rekomendasi ASA u/ pemberian Kriopresipitat:
1. Profilaksis pd pasien perioperatif tanpa perdarahan
atau pasien peripartum dgn defisiensi fibrinogen
kongenital atau peny. Von
Willebrand yg tdk berespon thd DDAVP.
2. Pasien-pasien perdarahan dgn peny.Von Willebrand
3. Koreksi pasien2 dgn perdarahan mikrovaskuler yg
ditransfusi masif dgn konsentrasi fibrinogen <80-100
mg/dl (atau bila konsentrasi fibrinogen tidak dpt
diukur pd saat itu.

INDIKASI TRANSFUSI KRIOPRESIPITAT :

1. Hemofilia A (defisiensi fk.VIII)
2. Penyakit Von Willebrands
3. Hipofibrinogenemia
4. Defisiensi fk.VIII yg didapat (DIC dan
transfusi masif dilusi)
5. Defisiensi fk. XIII
KONSENTRAT GRANULOSIT

1. Pend. neutropenia dgn febris yg tinggi yg gagal dgn
antibiotik.
2. Anemia aplastik dgn lekosit <2000/ml
3. Penyakit2 keganasan

 Kapan saat yg tepat pemberian granulosit  belum
pasti
 Klinisi menganjurkan  pend.neutropenia dgn
panas yg tinggi dan gagal dgn antibiotik lebih dr
48 jam
 Efek pemberian granulosit  penurunan suhu badan
penderita 1-2 jam setelah transfusi

TRANSFUSI DARAH MASIF

Transfusi darah masif adalah transfusi 1 atau 2X dr jumlah
Volume darah pasien. Untuk pasien dewasa sebanding dgn
10-20 unit.
Hal-hal yg mungkin terjadi :
1. Koagulopati
 Trombositopenia
- Terjadi setelah transfusi darah simpan >80 ml/kgBB
- Trombosit <50.000/mm3beri trombosit
- Setiap transfusi 4 unit darah simpan beri 1 unit
darah segar.
 Turunnya fk.koagulasi labil (fk.V & fk.VIII)
Diatasi dgn pemberian 1 unit FFP setiap transfusi 5 unit
WB/PRC
2. Keracunan Sitrat
 Tubuh memiliki kemampuan besar u/ metabolisme sitrat
kecuali pd keadaan shock, peny.hati, & lanjut usia
 Terapi : Calcium Glukonas 10% 1 gr IV pelan2 setiap transfusi
4 unit darah

3. Hiperkalemia
 Kalium dlm darah simpan 21 hari dpt naik setinggi 32 mEq/L
 Infus kalium yg aman  20 mEq/jam
 Hiperkalemia  aritmia  fibrilasi ventrikel  cardiac arrest
mencegah Calcium Glukonas 5 mg/kgBB IV pelan-pelan.
Maksud pemberian Calcium  Calcium merupakan antago-
nis terhadap hiperkalemia.
2. Keracunan Sitrat
 Tubuh memiliki kemampuan besar u/ metabolisme sitrat
kecuali pd keadaan shock, peny.hati, & lanjut usia
 Terapi : Calcium Glukonas 10% 1 gr IV pelan2 setiap transfusi
4 unit darah

3. Hiperkalemia
 Kalium dlm darah simpan 21 hari dpt naik setinggi 32 mEq/L
 Infus kalium yg aman  20 mEq/jam
 Hiperkalemia  aritmia  fibrilasi ventrikel  cardiac arrest
mencegah Calcium Glukonas 5 mg/kgBB IV pelan-pelan.
Maksud pemberian Calcium  Calcium merupakan antago-
nis terhadap hiperkalemia.
TRANSFUSI SANGAT DARURAT

Pasien dgn perdarahan hebat  waktu u/ uji silang lengkap
Terlalu lama/ tdk tersedia darah dgn golongan yg sama.

Pilihan yg dpt diberikan :
 PRC golongan O tanpa uji silang (donor universal)
 Resipien AB  jika PRC O tdk ada  beri gol. A atau B
 Jika pasien telah ditransfusi dgn gol.darah O sebanyak
4 unit & perlu transfusi lagi dlm jangka 2 minggu tetap
diberi gol O kecuali terbukti titer anti-A dan anti-B telah
turun <1/200
 Hampir seluruh populasi di Indonesia Rhesus (+) shg
semua unit O dpt digunakan.
KOMPLIKASI TRANSFUSI DARAH
1. Reaksi hemolitik
 Terjadi 1/6000 akibat destruksi eritrosit donor o/ antibodi
Resipien atau sebaliknya.
 Jika transfusi <5% vol.darah, reaksi tak begitu gawat
 Pasien sadar : demam, menggigil, nyeri dada-panggul,mual.
 Pasien dlm anestesi : demam, takikardi tak jelas asalnya,
hipotensi, perdarahan merembes di daerah operasi, syok,
spasme bronkus, & selanjutnya Hb-uria, dan ikterus.
2. Infeksi
 Virus (hepatitis, HIV, CMV, HTLV)
 Bakteri (stafilokokus, Yesteria, Citrobakter)
 Parasit (malaria)

3. Lain-lain
Demam, urtikaria, anafilaksis, edema paru non kardial, purpura,
Intoksikasi sitrat , hiperkalemia, dan asidosis

KOMPLIKASI TRANSFUSI DARAH

1. Reaksi hemolitik
 Terjadi 1/6000 akibat destruksi eritrosit donor o/ antibodi
Resipien atau sebaliknya.
 Jika transfusi <5% vol.darah, reaksi tak begitu gawat
 Pasien sadar : demam, menggigil, nyeri dada-panggul,mual.
 Pasien dlm anestesi : demam, takikardi tak jelas asalnya,
hipotensi, perdarahan merembes di daerah operasi, syok,
spasme bronkus, & selanjutnya Hb-uria, dan ikterus.

2. Infeksi
 Virus (hepatitis, HIV, CMV, HTLV)
 Bakteri (stafilokokus, Yesteria, Citrobakter)
 Parasit (malaria)
3. Lain-lain
Demam, urtikaria, anafilaksis, edema paru non kardial, purpura,
Intoksikasi sitrat , hiperkalemia, dan asidosis

PENANGGULANGAN REAKSI TRANSFUSI

1. Stop transfusi
2. Naikkan tekanan darah dgn koloid, kristaloid,
atau
Bila perlu tambahan inotropik
3. Beri oksigen 100%
4. Manitol 50 mg atau furosemid 10-20 mg
5. Antihistamin
6. Steroid dosis tinggi
7. Jika perlu exchange transfusion
Terima Kasih