David Harvey : Time-Space Compression

dan Dunia Kapitalisme Lanjut
Oleh: In Nugroho Budisantoso
*
Abstrak
Time space compression merupakan sebuah perspektif manusia masa kini yang berkaitan
erat dengan kemajuan material yang menyentuh hampir segala aspek kehidupan. Harvey
memandang bahwa capaian teknologi yang berkaitan dengan kemajuan material tidak dapat
dipisahkan dari modus produksi kapitalis. Penguasaan atas uang, waktu, dan ruang membentuk
mata rantai substansial dari kekuatan sosial dan menjadi elemen penting dalam usaha mencari
keuntungan. Dalam kapitalisme lanjut, memproduksi imaji-imaji menjadi fokus inovasi. Harvey
mengaitkan fokus ini dengan simulacrum, suatu kondisi yang merupakan replika sempurna di
mana titik keaslian dan kepalsuannya sulit ditunjukkan.
Kata-kata kunci: time-space compression, profit, fordisme, akumulasi fleksibel, imaji,
simulacrum, jouissance.
Pendahuluan
Tulisan ini tidak bermaksud untuk secara menyeluruh membeberkan pemikiran David
Harvey. aksud tulisan ini sebatas untuk meninjau sejenak pemikiran David Harvey yang
bersentuhan dengan konsep waktu-ruang dan kondisi kapitalisme mutakhir yang rupa-rupanya
berjalan beriringan dengan munculnya rasa perasaan baru yang khas. !ebelum melangkah lebih
jauh, kiranya baik bila kita berkenalan dengan Harvey terlebih dahulu.
Harvey dikenal luas sebagai seorang ahli geografi yang sangat dipengaruhi oleh
pemikiran Marx. Pada tahun "#$", ia mendapatkan gelar doktor dari !t. %ohn &ollege
&ambridge. Tahun-tahun sesudahnya, ia banyak melakukan penelitian yang berkaitan dengan
metodologi geografi dan kajian geografi historis. Pada tahun "#$#, ia menerbitkan Explanation
on Geography. 'emudian ia pindah ke (altimore, )merika !erikat. 'epindahannya ini
bertepatan dengan pergeseran perhatian penelitiannya, dari bidang yang tergolong positivis ke
bidang yang menyangkut pemikiran mar*is. Titik berat penelitiannya adalah masalah-masalah
seputar urbanisasi, pemiskinan, dan rasisme. Pada tahun "#+,, ia menerbitkan Social Justice and
the ity. Pada masa-masa sesudahnya, bersama para mahasiswanya, Harvey banyak menggarap
permasalahan hubungan antara perubahan politik ekonomi dan proses urbanisasi dalam negara
kapitalis maju -ad!anced capitalist state.. Publikasi yang dihasilkan Harvey pada saat itu adalah
The "imits to apital -"#/0., The #rbani$ation of apital -"#/1., dan onsciousness and the
#rban Experience -"#/1..
'epindahannya ke 2*ford rupanya diikuti dengan perluasan perhatian penelitiannya. 3a
tidak lagi hanya memusatkan perhatian pada masalah kota beserta urbanisasinya, tetapi
memperluas perhatiannya hingga menyangkut perihal perubahan budaya dan masalah-masalah
lingkungan hidup secara mondial. Dalam konteks ini, ia menerbitkan The ondition of
%ostmodernity -"#/#. dan Justice, &ature, and the Geography of 'ifference -"##$.. (uku The
ondition of %ostmodernity yang menjadi sumber utama tulisan ini dipilih oleh The "ondon
(ndependent sebagai salah satu dari lima puluh karya non fiksi terpenting sejak "#41.
"
II. Waktu dan Ruang ang Di!erebutkan
Time-space compression merupakan kata kunci yang disampaikan Harvey untuk
menunjukkan kondisi yang kini dihayati orang mengenai waktu dan ruang. Time-space
compression tersebut dapat dikatakan merupakan sebuah perspektif tertentu manusia masa kini
yang terkait erat dengan kemajuan material yang menyentuh hampir segala aspek kehidupan.
)dapun kemajuan material itu bersangkut paut dengan capaian teknologi yang bertambah hari
bertambah canggih. Dalam pandangan Harvey, capaian teknologi tersebut tidak terpisahkan dari
modus produksi kapitalis. )da tiga gambaran modus produksi kapitalis yang diangkat Harvey
dari gagasan ar*, yaitu bahwa -". kapitalisme selalu berorientasi pada pertumbuhan )gro*th-
oriented+, -0. pertumbuhan yang maksimal mengandaikan adanya eksploitasi terhadap buruh, dan
-,. kapitalisme pada dasarnya membutuhkan suatu kondisi dinamis dan inovatif secara teknologis
dan organisatoris. )danya serangkaian inovasi yang tiada henti dalam bidang transportasi dan
telekomunikasi menyajikan suatu kondisi yang menomorsatukan dipercepatnya segala sesuatu.
!egala sesuatu yang dipercepat ini berjalan beriringan dengan runtuhnya batas-batas ruang
spasial.
Harvey mengemukakan bahwa "aktu dan ruang merupakan kategori dasar keberadaan
manusia. !edangkan, penguasaan atas uang, waktu, dan ruang membentuk mata rantai yang
substansial dari kekuatan sosial yang ada. Ditegaskan oleh Harvey bahwa pencatat waktu dan
peta yang akurat yang disertai dengan penguasaan atas waktu dan ruang merupakan elemen maha
penting dalam rangka mencari keuntungan -menumpuk uang sebanyak-banyaknya.. 'etika
sirkulasi uang semakin meluas dan organisasi perdagangan sungguh semakin menguasai ruang-
ruang baru, ada kebutuhan mendesak dari para pedagang untuk mempunyai ukuran waktu yang
memadai dan padat dipakai untuk memperkirakan segala sesuatu demi kelancaran bisnis yang
dijalankan. Di sini, terkandung konsep bahwa waktu sungguh berharga dalam kaitan dengan
eksplorasi terhadap uang. engenai hal ini Harvey menggarisbawahi dua hal penting. %ertama,
ditemukan dan dikembangkannya ukuran waktu dan ukuran ruang dalam bisnis. Pada mulanya,
kalender dan ukuran waktu hanya sebatas digunakan para biarawan untuk menjamin kedisiplinan
hidup religius. 'emudian, digunakan para borjuis demi pengorganisasian kota-kota abad
pertengahan demi temuan-temuan baru dan kerja sekular. )dapun mengenai ruang, pemetaan bola
dunia yang semakin detail dan menyeluruh, membuka jalan bagi usaha-usaha penggunaan ruang-
ruang secara eksklusif. aka, tidak mengherankan bahwa dalam iklim persaingan yang sengit -di
antara orang-orang (arat. untuk mencapai 3ndia yang kaya raya -di Timur., peta amat sangat
bernilai. ,edua, pada akhirnya disadari pula pentingnya mengubah terus-menerus cara
penggunaan dan pemahaman waktu dan ruang dalam kaitan dengan pencarian keuntungan
-profit..
!eperti diketahui, waktu dan kerja buruh berkaitan satu sama lain. Harvey melihat
keduanya dalam kerangka pemikiran yang sudah disampaikan oleh ar*. 5aktu selalu
diperebutkan oleh pemilik modal dan pemilik tenaga kerja. !ejak awal, dasar dari keuntungan
seorang pemilik modal adalah waktu lebih dari buruh yang tidak dibayar. )khirnya, pihak pemilik
kerja menyadari bahwa waktu itu penting dan berharga. aka, ada tuntutan yang menyangkut
waktu kerja dan semacamnya seperti tercermin dalam tuntutan akan hak pensiun, hak istirahat,
dan hak libur. Pemilik modal dapat cenderung berusaha memperpendek waktu kerjanya. Dalam
hal ini, satu dasar terpenting yang mesti dilihat juga adalah perihal upah. Harvey menunjukkan
bahwa ar* memandang upah sebagai alasan terjadinya sejumlah revolusi. 6pah berkaitan
dengan te#ri nilai lebih.
0
Teori nilai lebih memperlihatkan bahwa keuntungan yang diperoleh pemilik modal
senyatanyalah hanya hasil kerja para buruh yang tidak dibayarkan. isalnya, waktu kerja sehari
buruh adalah delapan jam dengan gaji 7p. "8.888,88. 6ntuk menghasilkan sebuah barang
tertentu, ternyata buruh hanya membutuhkan waktu separuhnya -empat jam..
%adi, dalam sehari kerja ia dapat menghasilkan dua buah barang. 6pah yang semestinya
diterima buruh secara penuh sebagai ganti waktu bekerja dan tenaganya untuk menghasilkan
suatu barang yang dapat diselesaikan adalah sebesar 7p 08.888,88. 9amun, separuhnya -7p
"8.888,88. tidak dibayarkan kepada buruh, melainkan masuk kantong pemilik modal. :ungsi
teori nilai lebih ini adalah untuk menunjukkan ketidakadilan sistem kapitalisme dan -dengan
demikian. merupakan legitimasi moral perjuangan kaum buruh melawan kaum pemilik modal.
Dengan demikian, kesadaran akan berharganya waktu memaksa kedua belah pihak untuk
bersitengang terus menerus dalam upaya memuaskan masing-masing pihak.
Tentang ruang ter-peta-kan yang membangkitkan hasrat-hasrat peguasaan dan pemakaian
secara eksklusif, Harvey menggarisbawahi perspektivisme yang digunakan dalam menggambar
pertama kali peta bumi dari kota )le*andria ke kota :lorence oleh Pt#l#$eus. Dikatakan oleh
Harvey bahwa Ptolomeus mengimajinasikan dunia sebagai suatu keseluruhan yang dilihat dari
luar. 3mplikasi dari ;revolusi Ptolomeus< ini adalah -". munculnya kemampuan untuk melihat
dunia sebagai sebuah totalitas yang dapat diketahui. Dan -0. diterapkannya prinsip-prinsip
matematika yang pada akhirnya menunjukkan bahwa bumi dapat diukur dan -untuk kemudian.
ditaklukkan demi tujuan-tujuan manusia. =alu, Mercat#r meneruskan usaha Ptolomeus tersebut,
dan berhasil membuat sebuah peta yang dapat menempatkan keseluruhan bumi dalam sebuan
bingkai ruang yang tunggal. enurut Harvey, pada gilirannya perspektivisme yang ditawarkan
oleh ercator dam para pembuat peta bumi mau tidak mau mempengaruhi pemikiran-pemikiran
yang berkaitan dengan pengaturan populasi penduduk dan sistem politik selain tentu saja
langkah-langkah ekonomi. Perspektivisme membantu dalam usaha abstraksi kondisi sehingga
lebih dapat dibaca dan dikenali.
9amun demikian, perspektivisme peta bumi tersebut mengundang penghapusan pernik-
pernik kehidupan sosial yang beraneka ragam. Dalam hal ini, Harvey mengangkat pandangan
%erteau bahwa pada dasarnya bumi mengandung homogenisasi dari kekayaan yang beragam dari
ruang-ruang di permukaan bumi. Harvey menunjukkan bahwa proses homogenisasi itu
menghilangkan jejak-jejak kehidupan sosial yang sedang terus menjadi. Pada akhirnya, kondisi
seperti itu menghasilkan sifat represif dari praktik-praktik yang dijalankan di bawah kibaran
bendera gagasan Pencerahan. Dalam hal inilah, menurut Harvey, terletak kritik postmodern
terhadap totalitaritas pemikiran Pencerahan dan tirani perspektivisme.
III. Intensi&ikasi Pengala$an Waktu dan Ruang
Harvey mengungkapkan bahwa dua tiga dekade terakhir ini tata kehidupan manusia
ditandai oleh intensi&ikasi di dalam mengalami waktu dan ruang. 'ondisi ini berdampak serius
pada perilaku ekonomi-politik dan kehidupan sosial budaya. Harvey menunjukkan adanya
pergeseran-pergeseran dalam ranah kehidupan sosial manusia. Pergeseran mencolok terjadi dalam
ranah ekonomi-politik yang disebut sebagai pergeseran dari sistem &#rdis$e ke sistem
aku$ulasi &leksibel.
-ordisme, dalam pandangan Harvey, merupakan sistem koordinasi produksi dan
konsumsi yang dijalankan dalam perusahaan mobil -ord oleh pemiliknya, Henry :ord, sejak
tahun "#", yang mempunyai tujuan stabilisasi keuntungan yang dapat dicapai. Dalam sistem ini,
,
Henry :ord berupaya agar di antara buruh tidak terjadi gejolak. Diharapkan terjadi asimilasi yang
produktif antara kaum buruh dan pemilik modal dalam usaha ini. !elanjutnya, fordisme ini pada
masa setelah Perang Dunia 33 dikaitkan dengan gagasan-gagasan dari '#hn Maynard Keynes
-keynesianisme. sehingga sering disebut sebagai fordisme-keynesianisme. 'eynesianisme pada
dasarnya dimengerti sebagai suatu paham ekonomi yang mendasarkan diri pada teori 'eynes
yang memandang pemerintah sebagai faktor utama yang mampu mengoreksi kegoncangan-
kegoncangan yang melekat pada sistem ekonomi pasar.
:ordisme pasca Perang Dunia 33 ini menampakkan wajahnya yang sangat internasional.
!uasana kehancuran pasca perang sungguh menggantungkan diri perbaikannya pada mengalirnya
investasi internasional dan perdagangan dunia. Hal ini berkaitan pula, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dengan arshal Plan dan aliran investasi )merika !erikat yang
menyusul. Hal ini membuka ruang bagi )merika !erikat yang tidak tersentuh oleh bau mesiu dan
desing peluru perang untuk berinvestasi di luar negeri, terutama di >ropa yang rusak berat dan
remuk redam karena perang. Dengan demikian, kemampuan produksi yang surplus di )merika
!erikat dapat diserap di tempat lain. aka, dalam waktu yang bersamaan, bergeraknya fordisme
secara internasional itu membangun pasar massal yang global dan menyerap masyarakat di
seluruh dunia untuk masuk ke dalam suatu jenis baru dari kapitalisme -a ne* kind of capitalism..
Dengan demikian, mau tidak mau perkembangan fordisme pasca perang itu terjamin dapat
berlangsung di bawah payung hegemonis kekuatan ekonomi )merika !erikat yang didukung oleh
dominasi militer. )dapun perjanjian (rettton 5oods pada tahun "#44, yang menjadikan dolar
)merika sebagai mata uang dunia dan yang mengikat perkembangan ekonomi dunia dengan
pelbagai kebijakan )!, semakin memperkuat payung hegemonis )merika !erikat. )merika
!erikat menjadi semacam bintang pedoman yang memberi arah, bukan menentukan arah
perekonomian dunia.
Pembangunan besar-besaran pasca perang misalnya sangat kelihatan sekali pada apa yang
dikembangkan (e %#rbusier dan Mies van der R#le, arsitek-arsitek modernis, dalam
merevitalisasi kota-kota dan pembaharuan kehidupan urban, dalam menyusun kembali sistem
transportasi, dalam membangun pabrik-pabrik, rumah sakit, sekolah, dan perumahan-perumahan.
!emuanya direncanakan dalam skala luas -large-scale planning. dan diiringi dengan teknik-
teknik mesin yang canggih. Harvey menilai bahwa pada fase ini mesin-mesin canggih yang
bekerja secara efisien semakin menjadi mitos. ?aya massal, datar, seragam, dan kaku dapat
ditemui di mana-mana. Dalam kerangka perkembangan modernisme, modernsime pada fase ini
disebut Harvey sebagai $#dernis$e universal. odernisme itu sendiri dapat dimengerti sebagai
suatu derap langkah gagasan untuk menjadikan tata hidup nan tercerahkan yang dalam banyak hal
berurusan dengan bahasa representasi estetika untuk menanggapi kondisi sosial real yang dalam
pandangan Harvey melaui proses crati!e destruction. odernisme yang pada awalnya
mendorong usaha mencabut keterikatan orang pada mitos, justru kembali membantu lahirnya
mitos-mitos baru. @ang paling buruk adalah bahwa modernisme pasca Perang Dunia 33
menghasilkan tidak lebih dari monumen-monumen dan kekuatan negara-negara dan perusahaan-
perusahaan internasional. (ahkan, menghasilkan .merican 'reams sebagai mitos yang layak
direferensi.
Dalam konteks itulah, gerakan anti modernis merebak pada "#$8-an. ?ambaran-
gambaran yang bersifat birokratis, teknis, dan monolitis seperti tampak dalam perusahaan-
perusahaan, negara, dan bentuk-bentuk lembaga birokratis dilawan dengan kampanye budaya
yang lebih menekankan pernyataan diri -self-reali$ation.. Perlawanan dengan kampanye budaya
yang mau tidak mau menyebut di dalamnya gerakan )e" (e&t ini berpusat pada universitas-
universitas, institut-institut seni, komunitas-komunitas pinggiran, dan jalanan yang kemudian
4
memuncak pada bagai kekacauan global pada tahun "#$/ di sejumlah kota besar penting di dunia.
Dengan tajam, Harvey merangkum bahwa perlawanan global dari gerakan anti modernis itu
muncul karena pretensi-pretensi universal modernitas yang dikombinasikan dengan kapitalisme
liberal dan imperialisme, yang tentu saja diwarnai gelora fordisme-keynesianisme.
9amun demikian, mulai akhir tahun "#$8-an dan terlebih lagi pada awal "#+8-an,
fordisme-keynesianisme menunjukkan tanda-tanda tidak mampu lagi berdiri kokoh. 3nflasi
menyerang. Dolar )merika dicabut konvertabilitasnya. 7esesi tajam yang diperburuk dengan
melonjakknya harga minyak bumi menghantam keseimbangan sistem fordisme yang tampak
sudah sedemikian kaku -mengalami rigiditas.. 'ondisi ini memaksa munculnya terobosan-
terobosan baru yang sifatnya eksperimental. Percobaan-percobaan ini membawa ke persiapan
kondisi pada reAim akumulasi yang baru, yang sejalan dengan sistem politis dan sosial yang
berbeda. Harvey menyebut reAim akumulasi baru tersebut sebagai aku$ulasi &leksibel.
!angat berbeda dengan rigiditas yang semula muncul dalam fordisme, sistem akumulasi
baru ini berdasarkan fleksibilitas atau kelenturan yang respek pada proses kerja, proses produksi,
dan pola konsumsi. Hal ini ditandai dengan munculnya sektor-sektor baru produksi, jalan-jalan
baru penyediaan finansial, pasar baru, danBlebih dari semuaBadalah besarnya tingkat
intensifikasi dari inovasi komersial, teknologis, dan organisatoris. Harvey menyebut dua
pengaruh dari intesifikasi tersebut, yaitu berkembangnya pekerjaan sektor jasa dan tidak
terelakkannya time-space compression di mana bumi semakin terasa menyusut-kecil dan waktu
menjadi serasa begitu panjang dilewatkan. Pada sistem akumulasi fleksibel dengan sektor-sektor
barunya itu, menurut Harvey, terdapat suatu proses struktural yang lebih rumit dibandingkan pada
fordisme.
!istem kerja mengalami restrukturisasi secara radikal. enghadapi mudah berubahnya
pasar, persaingan yang sengit, dan batas selisih keuntungan yang tipis, para pengusaha
mengambil keuntungan dari situasi itu untuk mendorong hadirnya tata kerja dan kontrak kerja
yang jauh lebih lentur. !etiap perusahaan menjalankan kelenturan secara khusus menurut
kebutuhan yang konkrit-mendesak-dan relevan pada perusahaan yang bersangkutan. 6mumnya
sistem kerja 48 jam per minggu tetap dipertahankan, tetapi pada waktu permintaan memuncak
para buruh harus bekerja lebih lama dan sebagai kompensasi pada waktu permintaan kendur para
pekerja diperkenankan bekerja lebih singkat. !istem ini menjadi sangat biasa. @ang mengejutkan
adalah adanya pergeseran signifikan dari sistem pekerjaan reguler -regular employment. menuju
pekerjaan atas dasar kesepakatan pengerjaan secara paruh waktu, termporer, atau pekerjaan yang
disubkontrakkan -dikontrakkan kepada pihak lain dalam waktu tertentu.. (erkenaan dengan itu,
suatu gambaran struktur baru muncul, yang disebut sebagai tata kerja yang lentur -flexible
patterns of *ork. pada suatu badan kerja atau badan usaha. Dalam tata kerja itu, dibedakan
bagian pusat dan bagian tepian suatu badan kerja. /agian pusat merupakan mereka yang bekerja
purna waktu, dan merupakan bagian pokok demi keberlangsungan perusahaan di masa depan.
)dapun bagian tepian meliputi dua kelompok yang berbeda. 'elompok pertama terdiri dari para
pekerja purna waktu dengan kemampuan yang siap pakai berkenaan dengan tugas-tugas
kesekretariatan dan kerja tangan lainnya. !edangkan, kelompok yang kedua menyediakan banyak
tenaga yang fleksibel, termasuk di dalamnya para pekerja paruh waktu, pekerja sementara,
subkontraktor, serta para magang.
Perubahan struktur tata kerja yang terjadi paralel dengan pergeseran serupa di dalam
organisasi industrial membuka kesempatan untuk pembentukan bisnis-bisnis kecil. Dan di
dalamnya, terdapat sistem-sistem yang lebih bersifat kekeluargaan dan patriarkal. 'enyataannya,
bisnis-bisnis kecil ini bukan merupakan embel-embel dari sistem produksi besar, tetapi lebih
1
mengungkapkan munculnya centrepieces atau adanya pusat di mana-mana. Harvey melihat
bahwa bangkitnya bengkel-bengkel produksi di sejumlah kota besar dunia pada pertengahan
"#+8-an dan yang semakin menjamur pada tahun "#/8-an, serta pertumbuhan yang luar biasa dari
perekonomian informal muncul bersamaan sebagai lokus-lokus baru ekonomi. !ementara itu, di
sejumlah tempat lain muncul tata ekonomi para imigran. !emuanya itu memperlihatkan adanya
suatu strategi bertahan baru dalam perekonomian. Dalam restrukturisasi organisasi ini, Harvey
melihat adanya perubahan dari proses-proses produksi yang berskala besar -economy of scala.
yang pada umumnya seluruh proses dikerjakan di satu tempat menuju proses-proses produksi
yang lebih tersebar dan terdesentralisiasi -economy of scope.. aksudnya, dalam proses produksi
desentralisasi itu, produk suatu perusahaan komponen-komponennya dibuat di pelbagai lokasi.
%aringan produksi bahkan dapat meluas ke sejumlah tempat di dunia.
Tugas utama dari restrukturisasi-restrukturisasi yang dijalankan adalah untuk semakin
mempercepat waktu perputaran -turno!er time.. engenai hal ini, Harvey menunjukkan bahwa
untuk mempercepat waktu perputaran yang menyangkut produksi, dikembangkan tata produksi
yang mengurangi sebanyak mungkin waktu tunggu dalam proses produksi atau menciptakan
manajemen ;just in time.< Hal ini sangat nyata dalam percepatan transportasi dan dihapuskannya
sistem pergudangan
!edangkan untuk mempercepat waktu perputaran yang menyangkut konsumsi,
diusahakan agar umur barang produksi semakin diperpendek sehingga meningkatkan orang untuk
membeli barang lagi. enurut Harvey, di bawah sistem fordisme, umur barang produksi dapat
mencapai lima sampai tujuh tahun, tetapi di bawah sistem akumulasi fleksibel, umur produk
diperpendek hingga separuhnya. (ahkan, untuk produk-produk piranti lunak -soft*are. umumnya
dapat ditekan dan diperpendek lagi mencapai hitungan bulan. Dengan demikian, barang-barang
produksi di bawah sistem akumulasi fleksibel pada umumnya cepat usang sehingga konsumen
-dipaksa. harus mengeluarkan kocek agar dapat memperoleh pengganti barang-cepat-usang itu.
enurut Harvey, dalam konsumsi ini usaha mempercepat perputaran -turno!er time. membawa
suatu pergeseran penting dalam memproduksi suatu hal tertentu. 'alau sebelumnya yang dilihat
dalam produksi semata-mata cenderung pada barang, kini sektor jasa mulai dilirik. Pertumbuhan
produksi sektor jasa dicatat Harvey meningkat pesat setelah tahun "#+0. Hal ini tidak dapat
dilepaskan dari kenyataan bahwa sektor jasa menjanjikan kondisi produksi yang relatif lebih
stabil dibandingkan dengan produksi barang, (ahkan, produksi sektor jasa dalam bidang
pertunjukan atau pengorganisasian acara tertentu -e!ents organi$ation. mempunyai perputaran
atau umur produk yang teramat sangat pendek atau dapat dikatakan instan.
Dalam kondisi akumulasi fleksibel, Harvey melihat ada suatu alternatif sistem kerja yang
meskipun beresiko tetapi mempunyai peluang dan kesempatan yang besar dalam rangka berdiri di
atas dan menguasai krisis. !alah satu resikonya tentu saja tidak tepatnya modus kerja itu sendiri
dalam rangka menyesuaikan diri terhadap krisis yang sewaktu-waktu muncul. 'alau krisis dapat
dikuasai, keuntungan sebagai buah dari jerih payah dapat dipetik. 9amun, timbunan keuntungan
dalam uang tidak kalis dari situasi yang mudah berubah. !eperti diketahui, uang merupakan suatu
nilai. Tetapi, uang tidak pernah jelas dalam merepresentasikan nilai. Pada uang, terletak sumber
utama ketidakamanan -insecurity. dan ketidaktentuan -incertainty..
'etidakamanan dan ketidaktentuan ini semakin menjadi-jadi kalau dikaitkan dengan
kondisi pergeseran nilai yang selalu berubah dari waktu ke waktu. !istem akumulasi fleksibel
memang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan menakjubkan dari pasar uang sejak
diberlakukannya suatu sistem nilai tukar mengambang -floating exchange rates. sebagai ganti
dari sistem nilai tukar tetap -fixed exchange rates. yang menempatkan dolar )merika pada
$
peranan sentral. Di sinilah ruang untuk terobosan-terobosan baru -yang fleksibel berubah menurut
hitungan waktu dan menurut situasi konteks tempat. dalam menciptakan keuntungan terbuka luas.
Demikianlah, pasar uang telah mencitakan sistem finansial global yang mendorong terjadinya
fleksibilitas secara temporal dan spasial-geografis. Dengan demikian, fleksibilitas yang
ditemukan dalam produksi, pasar tenaga kerja, dan konsumsi merupakan hasil-hasil pencarian
jalan keluar dan serangkaian kecenderungan munculnya krisis yang dalam sistem finansial yang
baru ini. 3novasi dalam sistem finansial dibutuhkan untuk mengatasi krisis dalam perekonomian
yang pada dasarnya bersifat historis dan geografis, menyangkut waktu dan ruang.
I*. +angkitnya Rasa Perasaan +aru
(ukan suatu kebetulan jika perasaan postmodern hadir dalam suasana ini. )kumulasi
fleksibel disempurnakan oleh perkembangan super cepat dari bentuk-bentuk organisasional yang
baru dan teknologi baru dalam produksi. Pada dasarnya, kunci pokoknya terdapat pada
pengurangan waktu perputaran dalam sektor produksi yang diikuti dengan hal yang sama dalam
sektor konsumsi dan sistem nilai tukar. Pengurangan waktu perputaran sebesar mungkin tersebut
memberikan konsekuensi-konsekuensi dan berefek luas. Harvey menyebut konsekuensi-
konsekuensi itu sebagai cara berpikir, merasa, dan bekerja secara postmodern. @ang pertama
perlu disebut dalam konsekuensi itu adalah menonjolnya kesementaraan di dalam fashion,
produk, teknik-teknik produksi, proses bekerja, gagasan-gagasan dan ideologi, nilai-nilai dan
perilaku-perilaku mapan.
Dalam bidang produksi, muncul produk-produk instan -cepat saji. dan ce!at buang. Di
sini, Harvey mengutip apa yang disampaikan oleh Alvin ,#&ler mengenai masyarakat pembuang
-thro* a*ay society.. Di dalam masyarakat, yang dibuang -ternyata. tidak hanya barang, tetapi
juga nilai-nilai, gaya hidup, relasi-relasi mapan, serta ikatan-ikatan pada tempat dan orang. Dalam
kondisi itu, perubahan mendalam sungguh terjadi pada taraf kejiwaan seorang individu. Di dalam
masyarakat dan individu seperti itu, terdapat kesementaraan -temporaries. sistem nilai yang pada
gilirannya menyediakan ruang yang luas untuk hadirnya konsensus yang lemah dan
keanekaragaman nilai di dalam masyarakat yang terpecah-pecah. aka, dalam konteks semacam
itu, sangat susah menjalankan sesuatu dalam kerangka rencana jangka panjang -long-term
planning.. =ebih rasional menjalankan rencana-rencana jangka pendek. !elanjutnya, aktivitas
produksi kesementaraan itu membutuhkan $ani!ulasi rasa dan #!ini. Dalam hal ini, konstruksi
sistem tanda dan imaji atau citra baru menjadi kajian yang dapat dilihat dari pelbagai sudut. 3klan
dan media massa menjadi sesuatu yang sungguh penting. .d!ertising tidak sekedar memberitahu
-informing., atau mempromosikan -promoting., tetapi meningkat menjadi usaha memanipulasi
-manipulating. hasrat dan rasa melalui imaji-imaji yang bisa atau -sama sekali. tidak
berhubungan dengan produk yang ditawarkan. (ahkan, imaji-imaji itu sendiri menjadi komoditas.
emproduksi imaji-imaji itu merupakan fokus inovasi dalam dunia kapitalisme lanjut
-ad!anced capitalism *orld.. 3maji yang lebih baik, tampangnya juga harus lebih keren. :okus
inilah yang menurut Harvey dapat dikaitkan dengan apa yang muncul dalam postmodernisme
sebagai simulacrum. Simulacrum dapat dimengerti sebagai suatu kondisi yang nyaris merupakan
replika sempurna yang susah ditunjukkan titik perbedaan keaslian dan kepalsuannya. (ahkan,
Harvey menegaskan bahwa simulacra pada gilirannya justru dialami sebagai kenyataan. 3novasi-
inovasi teknologis yang canggih sanggup mendandani kenyataan-kenyataan real, dan wajah yang
didandani itu ditampilkan secara lebih cantik dan sempurna lagi dalam layar-layar elektronik
yang menarik mata, seakan-akan tidak ada cacat cela. 3nilah wajah dari kenyataan yang penuh
daya kecoh -!irtual reality.. !emua didandani dan ditampilkan sedemikian rupa sehingga
tampang keren-nya dapat mempesona semakin banyak orang. Dalam kondisi bertubi-tubinya
+
perubahan yang super cepat laksana derasnya hujan meteorit antara yang nyata dan yang maya
dengan tiada disadari tetapi selalu dihidupi dan dikonsumsi setiap hari, pada diri orang terjadi
suatu kepanikan tertentu. 2rang pun pada gilirannya mudah terkena ;penyakit< schi$ofrenia,
yaitu suatu kondisi di mana orang tidak dapat dengan mudah menbedakan antara kenyataan dan
bayangan. 2rang menjadi terbelah mentalnya, dan selalu merasa bingung dalam memegang jati
diri identitasnya. enurut Harvey, dalam diri orang tersebut dialami apa yang disebut
keter!ecahan.
&itra-citra atau imaji-imaji mempunyai fungsi lain juga. 3maji menjadi penting dalam
kawasan di luar ekonomi praktis, seperti dunia politik dan intelektual. 3maji menjadi sangat
penting bukan hanya melalui pengakuan merek, tetapi juga karena hubungannya dengan
kehormatan, gengsi, mutu baik, prestise, ketahanan uji kepercayaan, dan pengakuan terobosan
baru atau inovasi. 'ompetisi menjadi aspek vital di dalam membangun imaji. aka, investasi
dalam membangun imaji seperti mensponsori kegiatan-kegiatan seni, amal, dan semacamnya
sama pentingnya dengan investasi dalam mesin-mesin produksi. 3maji semacam itu mendukung
mantapnya identitas. 3maji merupakan elemen sangat penting dalam menunjukkan diri -dalam
pasar tenaga kerja.. Dan, dengan begitu juga merupakan elemen dalam pencapaian identitas
individual, pernyataan diri dan pencapaian makna. aka, tidak mengherankan, dalam kondisi
yang mengedepankan citra dan penampilan lahiriah itu, ;menipu<, ;berbohong<, ;manipulating<,
;ketidaksesuaian antara luar dan dalam atau antara lahir dan batin< bukan barang asing. Persetan
dengan norma moral. Dengan demikian, dalam arti tertentu, estetika $engatasi etika.
7asa perasaan postmodern juga ditandai oleh diskontinuitas historis. Diskontinuitas yang
berkaitan dengan waktu historis ini menurut Harvey sangat ekspresif sekali dalam kenyataan
memperlakukan masa lalu. Postmodernisme memperlakukan sejarah sebagai sesuatu yang dapat
dihadirkan kembali pada masa kini dengan mengambil kepingan-kepingan dari masa lalu, entah
itu gaya atau bentuk, dan mencampurkannya dalam kolase atau montase. 6saha memilih
kepingan-kepingan dan merangkainya menjadi satu rangkaian campursari ini sering disebut
sebagai bentuk dari eklektisisme. Diskontinuitas historis ini menyangkut pula perihal nilai dan
kepercayaan, termasuk penilaian estetis. enurut Harvey, postmodernisme menolak penilaian
estetika yang standar dan otoritatif. !atu penilaian dasar estetika yang kemudian hadir adalah
nilai spektakuler dan fantastisnya. Hal yang spektakuler dan fantastis ini dapat disejajarkan
dengan pengalaman jouissance atau kebahagiaan fisik dan mental yang berbeda dari pleasure
-kesenangan.. Pengalaman jouissance ini menurut Harvey mengandung efek orgasmik.
'eterputusan historis yang ditambah dengan pencarian cara yang serba instan -cepat.
menunjukkan adanya kehilangan kedala$an. Hal ini sangat berkaitan erat dengan perhatian
pada kulit luar atau permukaan saja. 'ehilangan kedalaman ini semakin didorong dengan
kemungkinan yang disediakan oleh teknologi multi media, seperti oleh televisi misalnya. Televisi
memuat beragam gambar secara montase dari seluruh pelosok dunia yang mengalir tanpa henti
dan mencabut para penontonnya dari kondisi sebenarnya untuk berkelana di a*ang-a*ang.
enurut Harvey, kenyataan dalan citra-citra elektronik ini pada dasarnya memberikan
kesempatan ;mengalami< sesuatu tanpa harus secara langsung mengalaminya. !egala bentuk
pengalaman, entah itu berkaitan dengan peristiwa-peristiwa dunia, musik, hiburan, maupun film,
sekarang ini sangat mungkin untuk dinikmati kapan dan di mana pun tanpa secara langsung
kontak dengan kenyataannya sendiri karena dapat dihadirkan di layar kaca.
Dalam kaitan dengan ini, Harvey lebih jauh menegaskan bahwa kesementaraan yang
muncul dalam kondisi time-space dan kapitalisme lanjut mengandung arti hilangnya rasa akan
masa depan -the loss of sense of the future.. !ebagai akibat dari serangkaian percepatan dalam
/
waktu perputaran. Hilangnya rasa akan masa depan tersebut menimbulkan rasa was-was dan
ketidaknyamanan. Dalam kondisi semacam ini, muncul kecenderungan dan sentimen yang
melawannya yang dapat dikatakan sebagai usaha mencari aman atau sekuritisasi -securiti$ation..
Di sini, dijalankan serangkaian teknik untuk mengitung masa depan pada saat ini, untuk melawan
dan menghindari kejutan-kejutan di masa depan -future shocks.. Dapat dikatakan bahwa semakin
sementara kondisinya, semakin orang mencari sesuatu yang abadi, sesuatu yang lebih memberi
jaminan keamanan. Dalam konteks ini, Harvey menunjukkan kebangkitan religius yang terjadi
sejak akhir "#$8-an dan pencarian otentisitas dan otoritas dalam berpolitik, bangkitnya institusi-
institusi dasar seperti keluarga atau agama, dan pencarian akar historis.
Dalam permasalahan ruang, sistem komunikasi satelit yang diluncurkan sejak awal "#+8-
an semakin memudahkan orang saling berkomunikasi. enjadi sangat mungkin menjalankan
suatu hal secara simultan untuk tujuan tertentu dari sejumlah tempat yang berbeda. !ementara itu
meningkatnya kepemilikan televisi secara massal-karena adanya satelit-komunikasi-membuat
2limpiade, Piala Dunia, jatuhnya seorang diktator, pertemuan-pertemuan politik, dan bencana
alam dapat disaksikan jutaan pasang mata secara langsung di depan televisi yang siaran selama 04
jam. Dengan duduk santai dan tenang-tenang saja sambil menikmati softdrink dan popocorn,
orang sudah dapat memperoleh banyak informasi dari perangkat elektronis di kamarnya. Dunia
global menjadi semacam kampung -global !illage..
9amun demikian, bukan berarti dengan jatuhnya batas-batas ruang itu atau dengan
terjadinya annihilation of space through time, arti penting dari ruang menjadi merosot
-decreasing.. Dalam proses yang terjadi dalam kapitalisme, pengurangan batas-batas spasial
memberikan kekuatan dan kesempatan untuk mengeksploitasi ruang yang ada secara maksimal.
9ilai atau arti dari ruang justru meningkat -increasing., Terlebih lagi, penguasaan atas ruang
merupakan suatu kondisi yang penting dalam perjuangan kelas. obilitas geografis dan
desentralisasi melawan suatu bentuk yang lebih tradisional dan terpusat. !ementara itu,
perpindahan kapital -capital flight., deindustrialisasi di sejumlah negara dan industrialisasi di
sejumlah negara lainnya, ditambah perusakan kelas pekerja tradisional akibat berkembangnya
modus-modus bekerja secara baru menjadi kekuatan besar untuk suatu transformasi sosial yang
berdimensi spasial.
enurut Harvey, begitu batas-batas ruang terhapuskan, manusia menjadi lebih sensitif
terhadap hal-hal yang menyangkut apa yang dikandung dan terjadi dalam ruang-ruang yang ada
-bahkan yang ;tersisa< sekalipun. di dunia. Dalam hal ini, Harvey menyebut munculnya strategi-
strategi lokal dalam mencoba bertahan di dalam arus kapitalisme global. !trategi-strategi itu
sangat khas berkenaan dengan tempatnya atau lokasinya. Perlawanan terhadap kapital secara
lokal terhadap gerak kapitalisme yang mendunia -a uni!ersali$ing capitalism. terjadi. Dalam
kaitan dengan ini, slogan ;think globally and act locally< populer. Pergerakan perlawanan mereka
ini bersangkut paut dengan identitas yang berhubungan dengan tempat -placed-bound identity..
3dentitas ini berhubungan sangat erat dengan kekuatan tradisi vernakular dan lokal.
!ituasi seperti ini dapat diungkapkan dengan suatu kondisi di mana kualitas place
-tempatClokasi. berdiri-mencuat sedemikian rupa di tengah meningkatnya abstraksi space -ruang..
!emakin ruang spasial disadari dan dirasakan menyata -dan menyapu warna-warni kebhinekaan
pernik muka bumi berikut penghuninya. semakin penting pula kualitas fragmentasi yang terjadi
berkaitan dengan jati diri identitas dan aksi sosial-lokal. Dengan kata lain, begitu dunia ini terasa
menyusut, setiap kekuatan lokal berlomba dalam menerapkan strategi-strategi yang
menempatkannya begitu special di dalam globalisasi. %adi, dalam derap bola dunia yang semakin
menjadi satu muncul gerakan militan untuk menunjukkan identitas l#kal tertentu. 3dentitas lokal
#
diteguhkan dalam berkembangnya abstraksi ruang spasial -sebagai konsekuensi dan kuatnya
perpektivisme.. 3nilah konsekuensi geopolitis dari peta mental yang terbangun pada diri manusia
masa kini.
Harvey menujukkan bahwa di sini terdapat suatu paradoks, yaitu bahwa keunikan
menjadi lebih bersinar ketika batas-batas wilayah terhapuskan. aka, semakin tipis dan lemah
pentingnya batas-batas wilayah, semakin lebar dan kuat sensitivitas kapital pada suatu kawasan
lokal tertentu dalam ruang spasial yang lebih luas. )kibatnya, menurut Harvey, terjadi
fragmentasi dan ketidakamanan di dalam suatu ruang spasial ekonomi global. Di sini, Harvey
seperti memberi simpulan bahwa time-space compression mengandung peluang sekaligus bahaya.
Da&tar Pustaka
&arter, %ohn dan Trevor %ones, Social Geography, =ondon dst.D >dward )rnold, "#/#.
Harvey, David, The ondition of %ostmodernity, &ambridgeD (asil (lackwell, "##+.
Harvey, David, ;&apitalismD The :actory of :ragmentation<, dalam Timmons 7oberts dan )my
Hite, -rom 0oderni$ation to Globali$ation, 2*fordD (lackwell, 0888.
agnis-!useno, :rans, %emikirian ,arl 0arx1 'ari Sosialisme #topis ke %erselisihan
2e!isionisme, %akartaD ?ramedia, "###.
7itAer, ?eorge, %ostmodern Social Theory, 9ew @ork dst.D c?raw-Hill, "##+.
!udrajat, 3wan, ;Diskursus Postmodernisme !eorang ?eografer ar*is<, dalam /asis 9o. 8"-
80, Th. 'e-4#, %anuari-:ebruari 0888.
httpDCCwww.jhu.eduC-doggeCharvey.html
E Penulis adalah alumnus !T: Driyarkara dan sekarang menjadi pengajar di !6 )dhi =uhur-'olese =e
&ocg dF)rmandville, 9abire, Papua.
ang tidak terduga.
"8