You are on page 1of 10

Pasal Materi Sanksi

Pasal 10A ayat 8


Orang yang mengeluarkan barang impor dari
kawasan pabean atau tempat lain yang dalam hal
tertentu diperlakukan sama dengan tempat
penimbunan sementara, setelah memenuhi
semua ketentuan tetapi belum mendapat
persetujuan pengeluaran dari pejabat bea dan
cukai.
Denda sebesar Rp 25.000.000,00
Pasal 11A ayat 6
Eksportir yang tidak melaporkan pembatalan
ekspor kepada pejabat bea dan cukai terhadap
barang yang telah diberitahukan dengan
pemberitahuan pabean.
Denda sebesar Rp 5.000.000,00
Pasal 45 ayat 3
Orang yang mengeluarkan barang dari tempat
penimbunan berikat sebelum diberikan
persetujuan oleh pejabat bea dan cukai tanpa
bermaksud mengelakkan kewajiban pabean.
Denda sebesar Rp 75.000.000,00
Pasal 46 ayat 3
Orang yang mengeluarkan barang dari tempat
penimbunan berikat sebelum diberikan
persetujuan oleh pejabat bea dan cukai.
Denda sebesar Rp 5.000.000,00
Pasal 52 ayat 1
Importir, eksportir, pengusaha tempat
penimbunan sementara, pengusaha tempat
penimbunan berikat, pengusaha pengurusan jasa
kepabeanan, atau pengusaha pengangkutan
yang tidak menyelenggarakan pembukuan.
Denda sebesar Rp 50.000.000,00
Pasal 52 ayat 2
Importir, eksportir, pengusaha tempat
penimbunan sementara, pengusaha tempat
penimbunan berikat, pengusaha pengurusan jasa
kepabeanan, atau pengusaha pengangkutan
tidak melakukan ketentuan pembukuan.
Denda sebesar Rp 25.000.000,00
Pasal 81 ayat 3
Pengangkut atau pengusaha yang tidak
memberikan bantuan yang layak apabila tidak
tersedianya akomodasi kepada pejabat bea dan
cukai ke atas sarana pengangkut atau tempat
lain berisi barang di bawah pengawasanpabean.
Denda sebesar Rp 5.000.000,00
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2006 jo UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 1995
Pasal 82 ayat 3b
Tidak dipenuhinya permintaan pejabat bea dan
cukai kepada importir, eksportir, pengangkut,
pengusaha tempat penimbunan sementara,
pengusaha tempat penimbunan berikat, atau
yang mewakilinya, dalam hal menyerahkan
barang untuk diperiksa, membuka sarana
pengangkut, atau bagiannya, dan membuka
setiap bungkusan atau pengemas yang akan
diperiksa.
Denda sebesar Rp 25.000.000,00
Pasal 86 ayat 2
Importir, eksportir, pengusaha tempat
penimbunan sementara, pengusaha tempat
penimbunan berikat, pengusaha pengurusan jasa
kepabeanan, atau pengusaha pengangkutan
yang menyebabkan pejabat bea dan cukai tidak
dapat menjalankan kewenangan audit
kepabeanan.
Denda sebesar Rp 75.000.000,00
Pasal 89 ayat 4
Barangsiapa yang menyebabkan Pejabat Bea dan
Cukai tidak dapat melaksanakan ketentuan
dalam pasal 87 dan pasal 88.
Denda sebesar Rp 5.000.000,00
Pasal 90 ayat 4
Orang yang tidak melaksanakan perintah
pembongkaran oleh pejabat bea dan cukai dari
sarana pengangkut, apabila ternyata barang yang
dibongkar tersebut melanggar ketentuan yang
berlaku.
Denda sebesar Rp 25.000.000,00
Pasal 91 ayat 4
Pengangkut yang menolak untuk memenuhi
permintaan Pejabat Bea dan Cukai sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan/atau ayat
(3) pasal 91.
Denda sebesar Rp 5.000.000,00
Pasal 114 ayat 1
Semua pelanggaran yang oleh undang-undang ini
diancam dengan sanksi administrasi berupa
denda yang dihitung berdasarkan persentase
dari Bea Masuk, jika tarif atau tarif akhir Bea
Masuk atas barang yang berkaitan dengan
pelanggaran tersebut nol persen, maka atas
pelanggaran tersebut, si pelanggar dikenai sanksi
administrasi.
Denda sebesar Rp 5.000.000,00
Pasal Materi Sanksi
Pasal 7A ayat 7
Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan datang
dari luar daerah pabean atau dalam daerah pabean yang
mengangkut barang impor, barang ekspor, dan/atau
barang asal daerah pabean yang diangkut ke tempat lain
daam daerah pabean melalui luar daerah pabean, tidak
memberitahukan Rencana Kedatangan Sarana
Pengangkut (RKSP) ke kantor pabean tujuan sebelum
kedatangan sarana pengangkut, kecuali sarana
pengangkut darat.
Minimal Rp
5.000.000,00
maksimal Rp
50.000.000
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2006 jo UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 1995
Pasal 7A ayat 8
a.) Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan datang
dari luar daerah pabean atau dalam daerah pabean yang
mengangkut barang impor, barang ekspor, dan/atau
barang asal daerah pabean yang diangkut ke tempat lain
daam daerah pabean melalui luar daerah pabean, tidak
menyerahkan pemberitahuan pabean mengenai barang
yang diangkut sebelum melakukan pembongkaran.
b.) Pengangkut yang tidak segera melakukan
pembongkaran tidak melaksanakan kewajiban
pemberitahuan pabean paling lambat 24 jam sejak
kedatangan sarana pengangkut melalui laut, paling
lambat 8 jam sejak kedatangan sarana pengangkut
melalui udara, atau pada saat kedatangan sarana
pengangkut melalui darat.
c.) Sarana pengangkut dalam keadaan darurat
membongkar barang terlebih dahulu tanpa melaporkan
keadaan darurat tersebut ke kantor pabean terdekat
pada kesempatan pertama dan tidak menyerahkan
pemberitahuan pabean paling lambat 72 jam sesudah
pembongkaran
Minimal Rp
10.000.000,00
maksimal Rp
100.000.000
Pasal 8A ayat 2
Pengangkutan barang impor dari tempat penimbunan
sementara atau tempat penimbunan berikat dengan
tujuan tempat penimbunan sementara atau tempat
penimbunan berikat lainnya yang telah diberitahukan ke
kantor pabean namun jumlah barang impor yang
dibongkar kurang dari yang diberitahukan dalam
pemberitahuan pabean oleh Pengusaha atau Importir
dan tidak dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut
terjadi diluar kemampuannya
Minimal Rp
25.000.000,00
maksimal Rp
250.000.000,00
Pasal 8A ayat 3
Pengangkutan barang impor dari tempat penimbunan
sementara atau tempat penimbunan berikat dengan
tujuan tempat penimbunan sementara atau tempat
penimbunan berikat lainnya yang telah diberitahukan ke
kantor pabean namun jumlah barang impor yang
dibongkar lebih dari yang diberitahukan dalam
pemberitahuan pabean oleh Pengusaha atau Importir
dan tidak dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut
terjadi diluar kemampuannya
Minimal Rp
25.000.000,00
maksimal Rp
250.000.000,00
Pasal 8C ayat 3
Jumlah barang impor barang tertentu yang telah
diberitahukan kepada kantor pabean yang ditetapkan
pada waktu kedatangan atau keberangkatan kurang atau
lebih dari yang diberitahukan oleh Pengangkut dan tidak
dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut terjadi
diluar kemampuannya
Minimal Rp
50.000.000,00
maksimal Rp
500.000.000,00
Pasal 8C ayat 4
Pengangkut tidak memenuhi kewajiban berupa
melindungi barang tertentu dengan dokumen yang sah
dalam pengangkutannya.
Minimal Rp
25.000.000,00
maksimal Rp
250.000.000,00
Pasal 9A ayat 3
Pengangkut tidak menyerahkan pemberitahuan pabean
atas barang yang diangkutnya sebelum keberangkatan
sarana pengangkut menuju luar daerah pabean atau
dalam daerah pabean yang mengangkut barang impor,
barang ekspor, dan/atau barang asal daerah pabean
yang diangkut ke tempat lain daam daerah pabean
melalui luar daerah pabean.
Minimal Rp
10.000.000,00
maksimal Rp
100.000.000
Pasal 10A ayat 3
Pengangkut yang membongkar barang impor di kawasan
pabean atau ditempat lain yang mendapat izin kepala
kantor pabean dan telah memberitahukan RKSP namun
jumlah barang impor yang dibongkar kurang dari yang
diberitahukan dalam pemberitahuan pabean dan tidak
dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut terjadi
diluar kemampuannya
Minimal Rp
25.000.000,00
maksimal Rp
250.000.000,00
Pasal 10A ayat 4
Pengangkut yang membongkar barang impor di kawasan
pabean atau ditempat lain yang mendapat izin kepala
kantor pabean dan telah memberitahukan RKSP namun
jumlah barang impor yang dibongkar lebih dari yang
diberitahukan dalam pemberitahuan pabean dan tidak
dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut terjadi
diluar kemampuannya
Minimal Rp
25.000.000,00
maksimal Rp
250.000.000,00
Pasal Materi Sanksi
Pasal 7A ayat 7
Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan datang
dari luar daerah pabean atau dalam daerah pabean
yang mengangkut barang impor, barang ekspor,
dan/atau barang asal daerah pabean yang diangkut ke
tempat lain daam daerah pabean melalui luar daerah
pabean, tidak memberitahukan Rencana Kedatangan
Sarana Pengangkut (RKSP) ke kantor pabean tujuan
sebelum kedatangan sarana pengangkut, kecuali
sarana pengangkut darat.
Minimal Rp 5.000.000,00
maksimal Rp 50.000.000
Pasal 7A ayat 8
a.) Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan
datang dari luar daerah pabean atau dalam daerah
pabean yang mengangkut barang impor, barang
ekspor, dan/atau barang asal daerah pabean yang
diangkut ke tempat lain daam daerah pabean melalui
luar daerah pabean, tidak menyerahkan
pemberitahuan pabean mengenai barang yang
diangkut sebelum melakukan pembongkaran.
b.) Pengangkut yang tidak segera melakukan
pembongkaran tidak melaksanakan kewajiban
pemberitahuan pabean paling lambat 24 jam sejak
kedatangan sarana pengangkut melalui laut, paling
lambat 8 jam sejak kedatangan sarana pengangkut
melalui udara, atau pada saat kedatangan sarana
pengangkut melalui darat.
c.) Sarana pengangkut dalam keadaan darurat
membongkar barang terlebih dahulu tanpa
melaporkan keadaan darurat tersebut ke kantor
pabean terdekat pada kesempatan pertama dan tidak
menyerahkan pemberitahuan pabean paling lambat 72
jam sesudah pembongkaran
Minimal Rp 10.000.000,00
maksimal Rp 100.000.000
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2006 jo UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 1995
Pasal 8A ayat 2
Pengangkutan barang impor dari tempat penimbunan
sementara atau tempat penimbunan berikat dengan
tujuan tempat penimbunan sementara atau tempat
penimbunan berikat lainnya yang telah diberitahukan
ke kantor pabean namun jumlah barang impor yang
dibongkar kurang dari yang diberitahukan dalam
pemberitahuan pabean oleh Pengusaha atau Importir
dan tidak dapat membuktikan bahwa kesalahan
tersebut terjadi diluar kemampuannya
Minimal Rp 25.000.000,00
maksimal Rp 250.000.000,00
Pasal 8A ayat 3
Pengangkutan barang impor dari tempat penimbunan
sementara atau tempat penimbunan berikat dengan
tujuan tempat penimbunan sementara atau tempat
penimbunan berikat lainnya yang telah diberitahukan
ke kantor pabean namun jumlah barang impor yang
dibongkar lebih dari yang diberitahukan dalam
pemberitahuan pabean oleh Pengusaha atau Importir
dan tidak dapat membuktikan bahwa kesalahan
tersebut terjadi diluar kemampuannya
Minimal Rp 25.000.000,00
maksimal Rp 250.000.000,00
Pasal 8C ayat 3
Jumlah barang impor barang tertentu yang telah
diberitahukan kepada kantor pabean yang ditetapkan
pada waktu kedatangan atau keberangkatan kurang
atau lebih dari yang diberitahukan oleh Pengangkut
dan tidak dapat membuktikan bahwa kesalahan
tersebut terjadi diluar kemampuannya
Minimal Rp 50.000.000,00
maksimal Rp 500.000.000,00
Pasal 8C ayat 4
Pengangkut tidak memenuhi kewajiban berupa
melindungi barang tertentu dengan dokumen yang sah
dalam pengangkutannya.
Minimal Rp 25.000.000,00
maksimal Rp 250.000.000,00
Pasal 9A ayat 3
Pengangkut tidak menyerahkan pemberitahuan
pabean atas barang yang diangkutnya sebelum
keberangkatan sarana pengangkut menuju luar daerah
pabean atau dalam daerah pabean yang mengangkut
barang impor, barang ekspor, dan/atau barang asal
daerah pabean yang diangkut ke tempat lain daam
daerah pabean melalui luar daerah pabean.
Minimal Rp 10.000.000,00
maksimal Rp 100.000.000
Pasal 10A ayat 3
Pengangkut yang membongkar barang impor di
kawasan pabean atau ditempat lain yang mendapat
izin kepala kantor pabean dan telah memberitahukan
RKSP namun jumlah barang impor yang dibongkar
kurang dari yang diberitahukan dalam pemberitahuan
pabean dan tidak dapat membuktikan bahwa
kesalahan tersebut terjadi diluar kemampuannya
Minimal Rp 25.000.000,00
maksimal Rp 250.000.000,00
Pasal 10A ayat 4
Pengangkut yang membongkar barang impor di
kawasan pabean atau ditempat lain yang mendapat
izin kepala kantor pabean dan telah memberitahukan
RKSP namun jumlah barang impor yang dibongkar
lebih dari yang diberitahukan dalam pemberitahuan
pabean dan tidak dapat membuktikan bahwa
kesalahan tersebut terjadi diluar kemampuannya
Minimal Rp 25.000.000,00
maksimal Rp 250.000.000,00
Pasal 10B ayat 6
Orang yang tidak melunasi bea masuk atas barang
impor untuk dipakai dan tidak memberikan jaminan
dalam jangka waktu yang ditetapkan.
Wajib membayar bea masuk
yang terutang dan dikenai
sanksi administrasi sebesar
10% dari bea masuk yang
wajib dilunasi
Pasal 10D ayat 5
Orang yang terlambat mengekspor kembali barang
impor sementara dalam jang waktu yang diizinkan.
Denda sebesar 100% dari bea
masuk yang seharusnya
dibayar.
Pasal 10D ayat 6
Orang yang tidak mengekspor kembali barang impor
sementara dalam jangka waktu yang diizinkan.
Denda sebesar 100% dari bea
masuk yang seharusnya
dibayar.
Pasal 45 ayat 4
Pengusaha tempat penimbunan berikat yang tidak
dapat mempertanggungjawabkan barang yang
seharusnya berada dalam tempat tersebut.
Denda sebesar 100% dari bea
masuk yang seharusnya
dibayar.
PERDIRJEN
NOMOR PER - 2
/BC/2012 Pasal 28
ayat 5
Pengusaha Kawasan
Berikat atau PDKB dalam hal hasil penelitian
mendalam oleh pejabat bea dan cukai menunjukkan
selisih kurang,
Melunasi Bea Masuk, Cukai,
dan PDRI
yang terutang dan denda
sebesar 100% dari Bea Masuk
yang seharusnya dibayar.
Peraturan Perundangundangan Di Bawah Undang-Undang
Pasal Materi Sanksi
Pasal 16 ayat 4
Importir yang salah memberitahukan nilai pabean untuk
penghitungan bea masuk sehingga mengakibatkan
kekurangan pembayaran bea masuk.
Denda paling sedikit 100%
paling banyak 1000% dari
bea masuk yang kurang
dibayar
Pasal 17 ayat 4
Penetapan kembali tarif dan nilai pabean untuk
penghitungan bea masuk oleh Direktur Jenderal diakibatkan
oleh adanya kesalahan nilai transaksi yang diberitahukan
sehingga mengakibatkan kekurangan pembayaran bea
masuk.
Denda paling sedikit 100%
paling banyak 1000% dari
bea masuk yang kurang
dibayar
Pasal 82 ayat 5
Setiap orang yang salah memberitahukan jenis dan/atau
jumlah barang dalam pemberitahuan pabean atas impor
yang mengakibatkan kekurangan pembayaran bea masuk
Denda paling sedikit 100%
paling banyak 1000% dari
bea masuk yang kurang
dibayar
Pasal 82 ayat 6
Setiap orang yang salah memberitahukan jenis dan/atau
jumlah barang dalam pemberitahuan pabean atas ekspor
yang mengakibatkan tidak terpenhinya pungutan negara di
bidang ekspor
Denda paling sedikit 100%
paling banyak 1000% dari
pungutan negara di bidang
ekspor yang kurang dibayar
Pasal 86A
Dalam pelaksanaan audit kepabeanan ditemukan adanya
kekurangan pembayaran bea masuk yang disebabkan oleh
kesalahan pemberitahuan jumlah dan/atau jenis barang.
Wajib membayar bea masuk
yang kurang dibayar dan
denda paling sedikit 100%
paling banyak 1000% dari
bea masuk yang kurang
dibayar
PERDIRJEN
NOMOR PER- 16
/BC/2012
Pasal 21 ayat 4
Dalam hal berdasarkan hasil audit ditemukan selisih lebih
antara saldo fisik dengan saldo berdasarkan laporan
pertanggungjawaban atas Bahan Baku yang belum
dipertanggungjawabkan,
Wajib membayar bea masuk
yang kurang dibayar dan
denda paling sedikit 100%
paling banyak 1000% dari
bea masuk yang kurang
dibayar
Peraturan Perundangundangan Di Bawah Undang-Undang
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2006 jo UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 1995
Pasal Materi Sanksi
Pasal 25 ayat 4
Orang yang tidak memenuhi ketentuan tentang pembebasan
bea masuk yang ditetapkan menurut Undang-Undang.
wajib membayar bea
masuk yang terutang dan
Denda paling sedikit 100%
paling banyak 500% dari
bea masuk yang
seharusnya dibayar
Pasal 26 ayat 4
Orang yang tidak memenuhi ketentuan tentang pembebasan
atau keringanan bea masuk yang ditetapkan menurut Undang-
Undang.
wajib membayar bea
masuk yang terutang dan
Denda paling sedikit 100%
paling banyak 500% dari
bea masuk yang
seharusnya dibayar
PERDIRJEN
NOMOR PER- 16
/BC/2012 Pasal
26 ayat 1
Perusahaan:
a. tidak membongkar dan/atau menimbun Bahan Baku
yang mendapat Pembebasan di lokasi yang tercantum
dalam NIPER Pembebasan atau di lokasi lain yang telah
mendapat persetujuan Kepala Kantor Wilayah atau Kepala KPU
penerbit NIPER Pembebasan, sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 12 ayat (1) dan Pasal 12 ayat (2);
b. tidak melakukan sendiri seluruh pengolahan, perakitan,
dan/atau pemasangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13;
c. tidak mengekspor Hasil Produksi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 15 atau t+B4idak melaporkan sampai dengan
periode pembebasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17
ayat (8);
d. tidak mengolah Bahan Baku dengan mendapatkan
Pembebasan sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 17 ayat (9);
e. sampai dengan batas periode Pembebasan, laporan
pertanggungjawaban Ekspor tidak disampaikan atau
ditolak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (10);
f. tidak memenuhi ketentuan subkontrak sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 13; dan/atau
g. ditemukan selisih fisik Bahan Baku melebihi laporan
Bahan Baku yang sudah dipertanggungjawabkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (4).
Denda
sebesar paling sedikit 100%
(seratus persen) dan paling
banyak 500% (lima ratus
persen) dari bea masuk
yang
seharusnya dibayar
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2006 jo UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 1995
Peraturan Perundangundangan Di Bawah Undang-Undang