You are on page 1of 11

Laporan Kerja Praktek

PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

BAB VI
STEAM HEATER
6.1 Pengertian Steam Heater
Steam heater merupakan sebuah alat pemanas yang sering digunakan
dalam dunia industri. Di PT. Petrokimia Gresik, steam heater berfungsi
sebagai pemanas atau pelebur pada bahan kimia padat. Medium pemanas
yang dipakai pada steam heater adalah uap lewat panas (super heated steam).
Steam heater diranang sebisa mungkin agar pemanasan atau peleburan dapat
berlangsung seara efisien. !leh karena itu, bahan yang digunakan harus
mempunyai klasifikasi khusus untuk menahan pressure dan temperature yang
tinggi pada saat alat tersebut digunakan.
Pemanasan ter"adi karena adanya kontak antara fluida pemanas
dengan dinding pipa sehingga ter"adi kenaikan suhu pada material yang
dipanaskan. Steam heater sering dipakai dalam industri pupuk. Salah satu
ontoh dari penggunaan steam heater adalah untuk meleburkan sulpur dimana
sulpur dari bahan padat men"adi air karena adanya pemanasan oleh steam
heater, yang mana padatan sulpur men"adi air pada suhu #$% & #'(
o
), oleh
karena itu steam heater ini akan beker"a pada suhu tersebut.
Proses fabrikasi pada steam heater menyangkut proses*proses seperti
cutting, forming, marking, welding, dan lain*lain. Setelah proses fabrikasi,
maka perlu dilakukan suatu inspeksi dan pengu"ian untuk men"aga keamanan
dan mengetahui kelayakan dari alat tersebut. Steam heater mempunyai
beberapa bentuk, yaitu spiral, dan meman"ang.
+dapun tu"uan pemanas menggunakan steam heater antara lain,
a. Menaikkan suhu
b. Merubah fase (menguapkan, melarutkan, melelehkan)
Proses perpindahan panas tersebut dapat dilakukan seara langsung dan tidak
langsung. Maksudnya ialah,

'-
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

a. +lat penukar panas kontak langsung
Pada alat ini fluida yang panas akan berampur seara langsung
dengan fluida dingin (tanpa adanya pemisah) dalam suatu be"ana atau
ruangan. Misalnya e"etor, daerator dan lain*lain.
b. +lat penukar panas kontak tak langsung
Pada alat ini fluida panas tidak berhubungan langsung (indiret
ontat) dengan fluida dingin. .adi proses perpindahan panasnya itu
mempunyai media perantara, seperti pipa, plat, atau peralatan "enis
lainnya. Misalnya kondensor, ekonomizer air preheater, dan lain*lain.
6.2 Prinsip Kerja Steam Heater
6. 2. 1 Prinsip dan Teori Dasar Perpindaan Panas
Panas adalah salah satu bentuk energi yang dapat dipindahkan
dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi tidak dapat diiptakan atau
dimusnahkan sama sekali. Dalam suatu proses, panas dapat
mengakibatkan ter"adinya kenaikan suhu suatu /at dan atau perubahan
tekanan, reaksi kimia dan kelistrikan.
Proses ter"adinya perpindahan panas dapat dilakukan seara
langsung, yaitu fluida yang panas akan berampur seara langsung
dengan fluida dingin tanpa adanya pemisah dan seara tidak langsung,
yaitu bila diantara fluida panas dan fluida dingin tidak berhubungan
langsung tetapi dipisahkan oleh sekat*sekat pemisah. Pada umumnya
perpindahan panas dapat berlangsung melalui % ara, yaitu seara
konduksi, kon0eksi, dan radiasi.
a. 1onduksi (hantaran)
Merupakan perpindahan panas antara molekul*molekul yang
saling berdekatan antar yang satu dengan yang lainnya dan tidak
diikuti oleh perpindahan molekul*molekul tersebut seara fisik.
Molekul molekul benda yang panas bergetar lebih epat
2(
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

dibandingkan molekul*molekul benda yang berada dalam keadaan
dingin. Getaran*getaran yang epat ini, tenaganya dilimpahkan
kepada molekul di sekelilingnya sehingga menyebabkan getaran
yang lebih epat maka akan memberikan panas.
Panas dipindahan sebagai energi kinetik dari suatu molekul
ke molekul lainnya, tanpa molekul tersebut berpindah tempat. )ara
ini nyata sekali pada /at padat. Daya hantar panas konduksi (k) tiap
/at berbeda*beda. Daya hantar tinggi disebut penghantar panas
(konduktor panas) dan yang rendah adalah penyekat panas (isolator
panas).
3 4 k 5 + 5 (T
#
*T
6
) 7 8
+ , luas bidang perpindahan panas
8 , Pan"ang "alan perpindahan panas(tebal)
T , Perbedaan suhu
3 , Panas yang dipindahkan
b. 1on0eksi (aliran7edaran)
Perpindahan panas dari suatu /at ke /at yang lain disertai
dengan gerakan partikel atau /at tersebut seara fisik. Panas
dipindahkan oleh molekul molekul yang bergerak (mengalir). !leh
karena adanya dorongan bergerak. Disini keepatan gerakan (aliran)
memegang peranan penting. 1on0eksi hanya ter"adi pada fluida
3 4 h 5 + 5 (T
6
& T
#
)
h 4 koefisien perpindahan panas suatu lapisan fluida.
3 4 panas yang dipindahkan
+ 4 luas perpindahan panas
Dalam melaksanakan operasi perpindahan panas, perlu
diperhitungkan,
• "umlah panas yang dipindahkan (9)
• perbedaan suhu (T)
• tahanan terhadap perpindahan panas (:).
2#
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

Persamaan utama yg menghubungkan besaran & besaran diatas
adalah,
9 4 + 5 (T
6
& T
#
) 7 : 4 ; 5 + 5 (T
6
& T
#
)
9 4 "umlah panas yang dipindahkan
: 4 tahanan terhadap perpindahan panas
; 4 #7: 4 1oefisien perpindahan panas keseluruhan, gabungan
antara konduksi dan kon0eksi (k.<7m
6
. )). =arga ; atau :
tergantung pada ,
• .enis /at (daya hantar)
• 1eepatan aliran
• +da tidaknya kerak
. :adiasi (panaran)
Perpindahan panas tanpa melalui media (tanpa melalui
molekul).Suatu energi dapat dihantarkan dari suatu tempat ke tempat
lainnya (dari benda panas ke benda yang dingin) dengan panaran
gelombang elektromagnetik dimana tenaga elektromagnetik ini akan
berubah men"adi panas "ika terserap oleh benda yang lain. Panas
dipanarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Perpindahan
seperti ini tidak memerlukan /at antara7media.
3 4 > . T
?

3 4 "umlah panas yang dipanarkan
T 4 suhu mutlak
> 4 tetapan Stefan & @olt/man, 4 ?,-6 kkal 7 ("am. m
6
.1
?
)
#. =ubungan ; dengan k dan h
#7; 4 #7ha A 57k A #7hb
+tau
: 4 :a A :k A :b
+danya kotoran7endapan (kerak) akan memperbesar
tahanan terhadap perpindahan panas atau memperkeil ;,
sehingga persamaan men"adi,
26
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

#7; 4 : 4 :a A :k A :b A :f
:f , tahanan karena fouling (kotoran)
6. Bsolasi Panas
Menegah kehilangan panas alat &alat, pipa*pipa
steam7gas yang bersuhu tinggi ke sekeliling yang suhunya lebih
rendah, atau sebaliknya. ;ntuk alat*alat dengan suhu rendah,
isolasi menegah masuknya panas karena suhu sekitarnya yang
lebih tinggi.Bsolasi "uga menegah bahaya yang dapat timbul bila
orang menyentuh permukaan benda yang panas atau dingin
sekali.
@ahan Bsolasi, * daya hantar panas rendah
* dapat menahan arus kon0eksi
* disesuaikan dengan suhu
Permukaan datar, makin tebal, makin sedikit panas yang hilang
%. Perbedaan Suhu :ata*rata
Dalam perpindahan panas perbedaan suhu mengendalikan
la"u pemindahan panas. Suhu fluida dalam alat sering tidak tetap.
;ntuk perhitungan digunakan perbedaan suhu rata*rata.
Perbedaan suhu ini disebut perbedaan suhu rata*rata logaritma
(log mean temperature diffrene) disingkat CMTD
3 4 ; 5 + 5 (D T)
6. 2. 2 Komponen Steam Heater
+lat pemanas dalam steam heater dilakukan dengan
mengkontakkan fluida melalui suatu bidang pemanas. Eluida pemanas
berada di dalam pipa. Cuas bidang pemanas harus ukup (sesuai
persamaan perpindahan panas dan kebutuhan panas). +dapun
komponen*komponen utama dari steam heater antara lain,
2%
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

#. Pipa
Pipa berfungsi sebagai bidang pemanas yang dilalui fluida
pemanas.
6. Elange
Sambungan yang berfungsi sebagai "alan masuk dan keluarnya
fluida pemanas
%. @olt ;
@erfungsi sebagai pengikat antara pipa dengan support. Selain itu,
bolt ; "uga diranang dengan tu"uan agar tidak ter"adi lengkungan
pada pipa.
?. Support
Support berfungsi sebagai penyangga pipa.
6.! Materia" Steam Heater
Pemilihan material yang digunakan pada steam heater ini harus
mempunyai klasifikasi yang sesuai dengan +SMF. =al ini dilakukan untuk
mempertimbangkan faktor keamanan dari alat tersebut karena steam heater
digunakan untuk bahan*bahan kimia yang mempunyai tingkat korosi yang
tinggi. @erikut adalah "enis material yang digunakan pada steam heater.
#o. Part #ame Materia"
#. Pipe +%.Gr+
6. -(
(
long elbow +6%?Gr<P@
% #2(
(
long elbow +6%?Gr<P@
?. :eduer +6%?Gr<P@
$. Slee0e +$%.Gr+
G. Elange + * #($
'. Support +62%Gr+
Tabel 6.1 Material Steam Heater
6.$ Prosed%r &a'ri(asi dan Ren)ana Pemeri(saan %nt%( Steam Heater di
PT. Petro(imia *resi(
#. ;M;M
#.# Prosedur ini menerangkan tentang metode fabrikasi, inspeksi dan
batas*batas toleransi dalam pembuatan Steam heater di bengkel
Eabrikasi Departemen Peralatan dan Permesinan.
#.6 Pengu"ian dan pemeriksaan akan mengau kepada gambar ker"a dan
standar umum yang berlaku.
2?
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

6. )!DF D+H ST+HD+:T
6.# +SMF )!DF Se. BB part +, Se, IBBB, se. I, dan Se. B8.
%. M+TF:B+C
%.# Material yang digunakan untuk membuat steam heater ini adalah
sesuai dengan yang terantum dalam gambar ker"a. D<G H! , CS
BBB*S+*F*#(((* (% Sheet)
%.6 Setiap material yang akan digunakan untuk fabrikasi harus diperiksa
kebenaran "enis, ukuran dan seara 0isual material harus tidak aat
dan teridentifikasi dengan "elas, yang harus sesuai dengan P!S Ho. ,
P!S*%((2#6*#G('
%.% Bdentifikasi material harus dibuktikan dengan sertifikat atau label asli
dari pembuatnya
?. M+:1BHG (PFH+HD++H)
?.# Sebelum dilakukan pemotongan, pengepresan, pembentukan,
mahining atau pengelasan, material harus ditandai (marking)
terlebih dahulu kemudian hasil penandaan diperiksa oleh bagian
3.).
?.6 +pabila material akan dipotong men"adi beberapa bagian, maka
identitas material asli dan arah pengerolan harus dipindahkan ke
masing*masing potongan sehingga "enis material untuk tiap & tiap
komponen teridentifikasi dengan "elas.
$. PFM!T!HG+H
$.# Pemotongan plate, pipa atau rod bisa dilakukan dengan
menggunakan blander potong untuk "enis )S, atau gerinda.
$.6 Pemotongan atau pembuatan kampuh las dengan menggunakan
blander pemotong harus dibersihkan dengan gerinda.
G. PFM@FHT;1+H
G.# Pembengkokan pipa -(
o
dilakukan dengan mesin :ol
G.6 Pembuatan Elange dilakukan dengan mesin bubut.
G.% Syarat*syarat pembuatan head harus sesuai dengan permintaan dalam
JPurhase order SpesifiationK head.
'. EBTTBHG D+H PFHGFC+S+H
'.# Eitting butt "oint harus selalu memperhatikan bentuk7sudut kampuh,
kelurusan, renggang akar las dan lain*lain. Sebelum dilakukan
pengelasan, hasil fitting las diperiksa dahulu oleh bagian 3.).
a. 1etidaklurusan (Mis +ligment) 4 L tebal plate
b. :enggang akar untuk pipa (:oot Gap) 4 6,$ mm
2$
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

. Sudut kampuh untuk pipa 4 '(
o
M $
o
d. Tinggi bidang sentuh untuk pipa 4 #,$ mm
'.6 Pada waktu fitting, harus dipertimbangkan pula penyusutan akibat
pengelasan.
'.% Cas kaning (tak weld) boleh dilakukan oleh filter yang berkualitas
baik.
'.? Pengelasan dilakukan sesuai dengan prosedur pengelasan (<PS
Ho.(6(##?*#'(?)
'.$ Tukang las7operator mesin las harus dipilih yang berkualifikasi.
(bersertifikat)
'.G Pengelasan hanya boleh dilakukan apabila sudah ada i"in dari bagian
3.).
'.' +pabila pengelasan dilakukan dari dua sisi maka root pass harus di
gouging dan atau digerinda dan diperiksa dengan penetrant test.
'.2 =asil pengelasan diperiksa seara 0isual, pengukuran, penetran
sesuai kebutuhan desain.
Toleransi hasil lasan adalah sebagai berikut ,
a. Tinggi muka las (bead) 4 ma5. 6,? & %,6 mm
b. ;nder ut 4 ma5. (,$ mm
. !0erlap 4 min. (,$ mm
d. :etak 4 ( mm
2. BHSPF1SB
2.# Pemeriksaan Dimensional
Pemeriksaan dimensional harus dilakukan pada setiap bagian dari
peralatan yang dibuat dengan mengau gambar ker"a yang telah
disetu"ui dan toleransi dimensi sesuai lampiran gambar yang telah
disetu"ui.
2.6 Penetran Test
a. Penetran test dilakukan pada alur gouging untuk pengelasan dua
sisi.
b. Penetran test "uga dilakukan pada sambungan las fillet dan
sambungan lain yang diperlukan penetrant tes seperti terantum
dalam <PS.
. Methode yang digunakan Sol0ent :emo0able.
d. 1riteria lulus test menurut +SMF IBBB. Di0. # appendi5 2.
2G
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

2.% =ydrostati
a. Sebelum hydrostati test semua no//le pad dan sadle pad harus
diperiksa dengan udara tekanan ',$ 1g7)m
6
G.
b. Tekanan hidrostati atau pneumati test mengikuti tata ara
prosedur hydrostati test (Do. Ho. , =ST*(6(##?*#'($)
. +ir yang digunakan untuk hydrostati test adalah air bersih
dengan P= antara G s7d 2.
d. Penun"ukan tekanan digunakan range antara #,$ s7d % kali tekanan
test.
2.? Pengukuran Dimensi +khir
Dimensi akhir dari e9uipment harus sesuai dengan gambar ker"a
yang telah disetu"ui dan sesuai dengan standar toleransi serta sesuai
pada gambar ranangan awal.
-. PFC+P!:+H
Semua hasil pemeriksaan akan dibuatkan laporan (Bnspetion :eport)
yang akan dipakai sebagai file dokumen dan digunakan untuk kelengkapan
administrasi peri"inan bahwa alat tersebut layak dipakai.
6.+ Proses Penge"asan Steam Heater
Proses pengelasan merupakan proses penyambungan dua potong
logam dengan pemanasan sampai keadaan plastis atau air, dengan atau tanpa
tekanan (Daryanto, 6(#6, #). Proses pengelasan yang paling umum, terutama
untuk mengelas ba"a struktural, memakai energi listrik sebagai sumber panas
yang paling banyak digunakan adalah busur listrik (nyala). @usur nyala
adalah panaran arus listrik yang relatif besar antara elektroda dan bahan
dasar yang dialirkan melalui kolom gas ion hasil pemanasan. 1olom bahan
yang melintasi busur dengan tanpa diberi tekanan.
Flektrode yang digunakan dalam las busur dapat dibedakan men"adi
tiga "enis, yaitu elektrode polos, elektrode inti, dan elektrode terbungkus.
a. Flektode polos adalah elektrode yang tidak menggunakan fluks, sehingga
hanya berbentuk kawat yang ditarik. Dengan demikian elektrode ini tidak
dapat menegah masuknya udara masuk ke dalam airan logam lasan.
+kibatnya hasil sambungan men"adi rapuh. @usur api yang dihasilkan
2'
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

tidak tenang dan terputus*putus, sehingga penyulutannya sukar dilakukan.
Pada proses pengelasan banyak menimbulkan perikan, hasil penetrasi
(dampak bakar) dangkal, dan tidak menghasilkan terak maupun gas.
1euntungan dari penggunaan elektrode polos adalah "alur sambungan las
dapat diamati dengan "elas, penyusutan relatif keil. Flektrode polos lebih
ook untuk mesin las arus searah dengan penggunaan beban relatif keil.
b. Flektrode inti adalah kawat yang ditengahnya terdapat inti yang berfungsi
sebagai fluks. Perikan yang ditimbulkan elektrode ini relatif lebih sedikit
dibandingkan elektrode polos. Flektrode ini tidak tahan terhadap lembab.
=asil pengelasan mempunyai kekuatan yang ukup tinggi, tetapi pada
daerah lasan mempunyai penyusutan yang lebih besar daripada elektrode
polos.
. Flektrode terbungkus adalah kawat polos yang dibungkus dengan bahan
fluks. Flektrode dengan lapisan fluks yang tipis biasanya digunakan untuk
mesin las arus D), sedangkan lapisan fluks yang tebal biasanya untuk
mesin las arus +) (Daryanto, 6(#6, %().
Flektroda ba"a lunak dan ba"a paduan rendah untuk las busur listrik
menurut klasifikasi +<S (+merian <elding Soiety) dinyatakan dengan
tanda F 8888 yang artinya sebagai berikut,
E menyatakan elektroda busur listrik
,, (dua angka) sesudah F menyatakan kekuatan tarik deposit las
dalam ribuan lb7in
6
lihat tabel.
, (angka ketiga) menyatakan posisi pengelasan. +ngka # untuk
pengelasan segala posisi. +ngka 6 untuk pengelasan posisi datar
dibawah tangan.
, (angka keempat) menyatakan "eis selaput dan "enis arus yang
ook dipakai untuk pengelasan lihat tabel.
-onto. E 6/1!
+rtinya,
22
Laporan Kerja Praktek
PT. Petrokimia Gresik
Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Malang

1ekuatan tarik minimum deposit las adalah G(.((( lb7in
6
atau ?6
kg7mm
6
. Dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi. .enis selaput
elektroda :util*1alium dan pengelasan dengan arus +) atau D) A atau D)
(Daryanto, 6(#6, G#).
;ntuk pengelasan pada penger"aan steam heater adalah menggunakan
pengelasan busur listrik SM+< dengan menggunakan elektrode terbungkus
dengan tanda F '(#2 yang mempunyai fluks low hydrogen potassium, iron
powder.
;ntuk "enis pengelasan yang digunakan terdapat beberapa maam.
Pada "enis pengelasan tersebut di"elaskan melalui simbol pengelasan untuk
memudahkan pembaaannya. @erikut adalah ontoh dari simbol pengelasan.
a!
b!
"ambar 6.1 a!. Simbol pengelasan untuk kampuh # terbuka, b!. Simbol
pengelasan untuk double fillet
2-