You are on page 1of 16

Calcium Metabolism

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. KALSIUM
Kalsium merupakan jenis mineral yang paling berlimpah dalam tubuh manusia. Total
rata-rata banyaknya kalsium pada tubuh manusia dewasa kurang lebih mencapai 1 kg,
dimana 99% terdapat pada tulang dan gigi, lalu 1% sisanya ada pada cairan tubuh dan
aliran darah. Walaupun terkesan sangat sedikit, sisa 1% ini sebenarnya berperan penting
dalam transmisi sistem saraf, konstraksi otot, pengaturan tekanan darah, dan pelepasan
hormon.
Jika kekurangan akan berakibat tidak maksimalnya pertumbuhan tulang dan gigi serta
rendahya tingkat intelegensia, tapi bila kelebihan juga dapat menimbulkan kematian.
Disimpulkan bahwa asupan kalsium tinggi (di atas 850 mg) bisa mengurangi risiko gejala
batu ginjal. Hal ini karena kalsium memiliki efek protektif dengan mengikat oksalat di
usus dan mencegah penyerapan oksalat yang bisa membentuk batu. Yang lebih penting
lagi, kalsium juga berpengaruh terhadap masa depan kesehatan bayi.
Kalsium tidak dijumpai dalam semula jadi dalam bentuk unsurnya. Kalsium dijumpai
dalam sistem tanah biasanya dalam bentuk batu kapur, gipsum dan fluorit. Stalagmit dan
stalaktit mengandungi kalsium karbonat. Oleh sebab ia merupakan zat makro dalam diet
manusia, amalan pemuliharaan tanah selalunya mengambil kira keseimbangan lestari
kepekatan kalsium dalam tanah.
Kalsium, bergabung dengan fosfat untuk membentuk hidroksilapatit, yaitu bagian
mineral dalam gigi dan tulang manusia dan hewan. Bagian mineral setengah batu karang
juga boleh terbentuk menjadi hidroksilapatit.
Kalsium oksida (kapur) digunakan dalam kebanyakan proses penapis kimia dan
dihasilkan dengan memanaskan dan mencampurkan air secara berhati-hati kepada batu
kapur. Apabila kapur bercampur dengan pasir, ia mengeras menjadi mortar dan diubah
menjadi plaster melalui pengambilan karbon dioksida. Jika dicampur dengan sebatian-
sebatian lain, kapur membentuk bahagian penting dalam simen Portland.



Calcium Metabolism
2

A. MANFAAT KALSIUM
Kalsium mempunyai peran vital pada tulang sehingga dapat mencegah timbulnya
osteoporosis. Namun kalsium yang berada di luar tulang pun mempunyai peran yang
besar, antara lain mendukung kegiatan enzim, hormon, syaraf dan darah. Berikut
beberapa manfaat kalsium bagi tubuh :
 Mengaktifkan syaraf / Menghantarkan signal ke dalam sel-sel saraf
 Melancarkan peredaran darah
 Melenturkan otot / mengatur kontraksi otot
 Menyeimbangkan keasaman/kebasaan darah
 Menjaga keseimbangan cairan tubuh
 Mencegah Osteoporosis (keropos tulang)
 Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
 Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
 Mengatasi Kaki tangan kering dan pecah-pecah
 Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka
 Membantu transport ion melalui membran
 Sebagai komponen penting dalam produksi hormon dan enzim yang mengatur proses
penceRNaan, energi dan metabolisme lemak
Hasil penelitian membuktikan bahwa kalsium lebih banyak dibutuhkan oleh kaum wanita
daripada pria, alasannya:
 Menghindari Ancaman Osteoporosis, saat menopouse wanita akan
kehilangan sejumlah besar hormon estrogen yang bisa mengakibatkan penyakit
osteoporosis.
 Membantu pembentukan tulang dan gigi, 99 persen kalsium dalam tubuh tersimpan
dalam tulang dan gigi.
 Membantu pembekuan darah, tanpa kalsium darah tidak bisa membeku bila terjadi
luka.
 Menghindari sindrom pramenstruasi, pada siklus haid ketiga gejala PMS bisa
dikurangi hingga 48 persen pada wanita yang menelan kalsium
 Mengurangi resiko gejala batu ginjal, kalsium memiliki efek protektif yang mencegah
penyerapan oksalat yang bisa membentuk batu di ginjal.
Calcium Metabolism
3

BAB II
PEMBAHASAN

B. METABOLISME KALSIUM
Tubuh orang dewasa diperkirakan mengandung 1000 gram kalsium. Sekitar 99% kalsium
ini berada didalam tulang di dalam bentuk hidroksiapatit dan 1% lagi berada didalam cairan
ekstraselular dan jaringan lunak. Didalam cairan ekstarselular, konsentrasi ion kalsium
(Ca2+) adalah 103 M, sedangkan didalm sitosol 106 M.
Kalsium memegang 2 peranan fisiologik yang penting didalm tubuh didalam tulang
garam-garam kalsium berperan dalam menjaga integritas struktur kerangka, sedangkan
didalam cairan ekstraselular dan sitosol, Ca2+ sangat berperan dalam berbagai proses
biokimia tubuh. Kedua kompartemen tersebut selalu berada dalam keadaan yang seimbang.
Didalam serum, kalsium berada dalam 3 fraksi yaitu Ca2+ sekitar 50%, kalsium yang terikat
albumin sekitar 40%, dan kalsium dalam bentuk kompleks, terutama sitrat dan fosfat adalah
10%. Kalsium ion dan kalsium kompleks mempunyai sifat dapat melewati membran
semipermeabel, sehingga akan difiltrasi diglomerulus secara bebas. Reabsorpsi kalsium di
tubulus ginjal terutama terjadi di tubulus proksimal yaitu sekitar 70%, kemudian 20% di ansa
henle dan sekitar 8% ditubulus distal.
Pengaturan ekskresi kalsium di urin, terutama terjadi ditubulus distal. Sekitar 90%
kalsium yang terikat protein , terikat pada albumin dan sisanya terikat pada globulin. Pada pH
7,4 setiap gr/dL albumin akan mengikat 0,8 mg/dL kalsium. Kalsium ini akan terikat pada
gugus karboksil albumindan ikatannya sangat tergantung pada pH serum, pada kasus asidosis
yang akut, ikatan ini akan berkurang sehingga kadar Ca+ akan meningkat, dan sebaliknya
pada alkalosis akut. Secara fisiologis Ca2+ ekstraselular memegang peranan yang sangat
penting yakni:
 berperan sebagi kofaktor pada proses pembekuan darah, misalnya untuk factor VH, IX,X,
dan protrombin.
 Memelihara mineralisasi tulang
 Berperan dalam stabilisasi membran plasma dengan berikatan pada fosfolipid dan
menjaga permeabilitas membran plasma terhadap ion Na+. penurunan kadar Ca 2+ serum
Calcium Metabolism
4

akan meningkatkan permeabilitas membran plasma terhadap Na+ dan menyebabkan
peningkatan respons jaringan yang mudah terangsang. Kadar Ca2+ didalam serum diatur
oleh 2 hormon penting yaitu PTH dan 1,25 (OH)2 vitamin D. di dalam sel pengaturan
homeostasis kalsium sangat kompleks, sekitar 90-99% kalsium intrasel, berada didalam
mitokondria dan mikrosom. Rendahnya kadar Ca2+ di dalm sitosol diatur oleh 3 pompa
yang terletak pada membran plasma, membran mikrosomal , dan membran mitokondria
yang sebelah dalam.
Pada otot rangka dan otot jantung, kalsium berperan pada proses eksitasi dan
kontraksi jaringan tersebut. Pada otot rangka, mikrosom berkembang sangat baik menjadi
retikulum sarkoplasmik dan merupakan gudang kalsium yang sangat penting didalam sel
yang bersangkuatan. Depolarisasi membran plasma akan diikuti dengan masuknya
sedikitCa2+ ekstraselular kedalam sitosol dan hal ini akan mengakibatkan terlepasnya
Ca2+ secara berlebihan dari reticulum sarkoplasmik kedalam sitosol. Kemudian Ca2+
akan bereaksi dengan troponin yang akan memngakibatkan interaksi aktin –miosin dan
terjadilah kontraksi otot. Sedangkan prose relaksasi otot akan didahului oleh reakumulasi
Ca2+ oleh vesikel reticulum secara cepat dari dalam sitosol, sehinggga kadar Ca2+
didalam sitosol akan kembali normal.
Sel utama kelenjar paratiroid sangat sensitive dengan kadar Ca2+ didalam serum.
Peran PTH pada reabsorbsi Ca didalam tubulus distal, resorpsi tulang dan peningkatan
absorbsi kalsium di usus melalaui peningkatan 1,25 dihidroksikolekalsiferol vitamin D,
sangat penting untuk menjaga kadar Ca++ didalam serum. Selain itu peningkatan PTH
akan menurunkan renal tubular phosphate threshold (TmP/GFR) sehingga fosfat yang
diserap dari usus dan dimobilisasi dari tulang akan diekskresi oleh ginjal.







Gambar : Homeostasis kalsium, hubungan kalsium ekstraseklular dan tulang.
Calcium Metabolism
5

C. HORMON DAN METABOLISME KALSIUM
Metabolisme kalsium diatur oleh 3 hormon utama yaitu dua hormone polipeptida
masing– masing hormone paratiroid dan kalsitonin dan satu hormone sterol yaitu 1,25
dihidroksikolekalsiferol ( 1,25 (OH)2D3).
Cara Kerja 3 hormon utama pada Tulang, Ginjal dan Usus Halus
Tulang Ginjal Usus Halus
Hormon Paratiroid Meningkatkan
absopsi kalsium
& fosfat
Meningkatkan reabsorpsi
kalsium, menekan reabsorpsi
fosfat & bikarbonat.
Meningkatkan perubahan
25 (OH) D3 ke 1,25 (OH)2D3
Tidak ada efek
langsung
Vitamin D Mempertahankan
transport ion C
Menurunkan reabsorpsi
kalsium

Meningkatkan
absorpsi kalsium &
fosfat
Calcitonin Menekan absorpsi
kalsium & fosfat
Menurunkan reabsorpsi
kalsium & fosfat. Efek terhadap
metabolism vitamin D
Tidak ada efek
langsung

D. HORMON PARATIROID
I. KELENJAR PARATIROID
a. ANATOMI
Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat
dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub
inferiornya. Namun, letak masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi,
jaringan paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum.
Setiap kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter, lebar 3 milimeter, dan tebalnya
dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman. Kelenjar
paratiroid orang dewasa terutama terutama mengandung sel utama (chief cell) yang
mengandung apparatus Golgi yang mencolok plus retikulum endoplasma dan granula
sekretorik yang mensintesis dan mensekresi hormon paratiroid (PTH).
Calcium Metabolism
6

Sel oksifil yang lebih sedikit namun lebih besar mengandung granula oksifil dan sejumlah
besar mitokondria dalam sitoplasmanya.
Pada manusia, sebelum pubertas hanya sedikit dijumpai, dan setelah itu jumlah sel ini
meningkat seiring usia, tetapi pada sebagian besar binatang dan manusia muda, sel oksifil ini
tidak ditemukan. Fungsi sel oksifil masih belum jelas, sel-sel ini mungkin merupakan
modifikasi atau sisa sel utama yang tidak lagi mensekresi sejumlah hormon
Sel darah merah Sel oksifil Sel utama (chief cell).
b. SINTESIS DAN METABOLISME HORMON PARATIROID (PTH)
Hormon paratiroid (PTH) manusia adalah suatu polipeptida linear dengan berat molekul
9500 yang mengandung 84 residu asam amino. Strukturnya sangat mirip dengan PTH sapi
dan babi. PTH disintesis sebagai bagian dari suatu molekul yang lebih besar yang
mengandung 115 residu asam amino (prapo-PTH). Setelah prapo-PTH masuk ke dalam
retikulum endoplasma, maka leader sequence yang terdiri dari 25 residu asam amino
dikeluarkan dari terminal N untuk membentuk polipeptida pro-PTH yang terdiri dari 90 asam
amino. Enam residu asam amino lainnya juga dikeluarkan dari terminal N pro-PTH di
apparatus Golgi, dan produk sekretorik utama chief cells adalah polipeptida PTH yang terdiri
dari 84 asam amino.
Kadar normal PTH utuh dalam plasma adalah 10-55 pg/mL. Waktu paruh PTH kurang dari
20 menit, dan polipeptida yang disekresikan ini cepat diuraikan oleh sel-sel Kupffer di hati
menjadi 2 polipeptida, sebuah fragmen terminal C yang tidak aktif secara biologis dengan
berat molekul 2500.
c. EFEK HORMON PARATIROID
PTH bekerja langsung pada tulang untuk meningkatkan resorpsi tulang dan memobilisasi
Ca2+. Selain meningkatkan Ca2+ plasma dan menurunkan fosfat plasma, PTH meningkatkan
ekskresi fosfat dalam urin. Efek fosfaturik ini disebabkan oleh penurunan reabsorpsi fosfat di
tubulus proksimal. PTHjuga meningkatkan reabsorpsi Ca2+ di tubulus distal, walaupun
ekskresi Ca2+ biasanya meningkat pada hiperparatiroidisme karena terjadi peningkatan
jumlahyang difiltrasi yang melebihi efek reabsorpsi. PTH juga meningkatkan pembentukan
1,25 dihidroksikolekalsiferol, metabolit vitamin D yang secara fisiologis aktif. Hormon ini
meningkatkan absorpsi Ca2+ dari usus, tetapi efek ini tampaknya disebabkan hanya akibat
stimulasi pembentukan 1,25 dihidroksikolekalsiferol.
Calcium Metabolism
7

Efek hormon paratiroid terhadap konsentrasi kalsium dan fosfat dalam cairan
ekstraselular.
Naiknya konsentrasi kalsium terutama disebabkan oleh dua efek berikut ini:
1. efek hormon paratiroid yang menyebabkan terjadinya absorpsi kalsium dan fosfat dari
tulang.
2. efek yang cepat dari hormon paratiroid dalam mengurangi ekskresi kalsium oleh ginjal.
Sebaliknya berkurangnya konsentrasi fosfat disebabkan oleh efekyang sangat kuat dari
hormon paratiroid terhadap ginjal dalam menyebabkan timbulnya ekskresi fosfat dari
ginjal secara berlebihan, yang merupakan suatu efek yang cukup besar untuk mengatasi
peningkatan absorpsi fosfat dri tulang.
Absorpsi Kalsium dan Fosfat dari tulang yang disebabkan oleh hormon paratiroid
Hormon paratiroid mempunyai dua efek pada tulang dalam menimbulkan absorpsi kalsium
dan fosfat. Pertama merupakan suatu tahap cepatyang dimulai dalam waktu beberapa menit
dan meningkat secara progresif dalam beberapa jam. Tahap ini diyakini disebabkan oleh
aktivasi sel-sel tulangyang sudah ada (terutama osteosit) untuk meningkatkan absorpsi
kalsium dan fosfat. Tahap yang kedua adalah tahap yang lebih lambat, dan membutuhkan
waktu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu untuk menjadi berkembang penuh; fase ini
disebabkan oleh adanya proses proliferasi osteoklas,yang diikuti dengan sangat meningkatnya
reabsorpsi osteoklastik pada tulang sendiri, jadi bukan hanya absorpsi garam fosfat kalsium
dari tulang.
 Fase cepat absorpsi kalsium dan fosfat (osteolisis) Bila disuntikan sejumlah besar hormon
paratiroid, maka dalam waktu beberapa menit konsentrasi ion kalsium dalam darah akan
meningkat, jauh sebelum setiap sel tulangyang baru dapat terbentuk. Hormon paratiroid
dapat menyebabkan pemindahan garam-garam tulang dari dua tempat didalam tulang:
1. dari matriks tulang disekitar osteosit yang terletak didalam tulangnya sendiri
2. disekitar osteoblas yang terletak disepanjang permukaan tulang.
Pada membran sel osteoblas dan osteosit memiliki protein reseptor untuk mengikat
hormon paratiroid. Hormon paratiroid dapan mengaktifkan pompa kalsium dengan kuat,
sehingga menyebabkan pemindahan garam-garam kalsium fosfat dengan cepatdari kristal
tulang amorf yang terletak dekat dengan sel. Hormon paratiroid diyakini merangsang
pompa ini dengan meningkatkan permeabilitas ion kalsium pada sisi cairan tulang dari
Calcium Metabolism
8

membran osteositik, sehingga mempermudah difusi ion kalsium ke dalam membran sel
cairan tulang. Selanjutnya pompa kalsium di sisi laindari membran sel memindahkan ion
kalsium yang tersisa tadi kedalam cairan ekstraselular.
Fase lambat absorpsi tulang dan pelepasan kalsium dan fofat (aktivasi osteoklas)
Suatu efek hormon paratiroid yang lebih banyak dikenal dan yang penjelasannya lebih
baik adalah aktivasi hormon paratiroid terhadap osteoklas. Namun osteoklas sendiri tidak
memiliki protein reseptor membran untuk hormon paratiroid. Sebaliknya diyakini bahwa
osteoblas dan osteosit teraktivasi mengirimkan suatu sinyal sekunder tetapi tidak dikenali
ke osteoklas, menyebabkan osteoklas memulai kerjanyayang biasa, yaitu melahap tulang
dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Aktivasi sistem osteoklastik terjadi dalam dua tahap:
1. Aktivasi yang berlangsung dari semua osteoklas yang sudah terbentuk,
2. Pembentukan osteoklas yang baru. Kelebihan hormon paratiroid selama beberapa hari
biasanya menyebabkan sistem osteoklastikberkembang dengan baik, tetapikarena
pengaruh rangsangan hormon paratiroidyang kuat, pertumbuhan ini berlangsung terus
selama berbulan-bulan. Setelah beberapa bulan, resorpsi osteoklastik tulang dapat
menyebabkan lemahnya tulang dan menyebabkan rangsangan sekunder pada
osteoblasyang mencoba memperbaiki keadaan tulang yang lemah. Oleh karena itu,
efek yang terakhir dari hormon paratiroid yang sebenarnya adalah untuk
meningkatkan aktivitas dari osteoblastik dan osteoklastik. Namun, bahkan pada tahap
akhir, masih terjadi lebih banyak absorpsi tulang daripada pengendapan tulang
dengan adanya kelebihan hormon paratiroidyang terus menerus.
Bila dibandingkan dengan jumlah total kalsium dalam cairan ekstraselular (yang
besarnya kira-kira 1000 kali), ternyata tulang mengandung banyak sekali kalsium,
bahkan bila hormon paratiroid menyebabkan peningkatan konsentrasi kalsium yang
sangat besar dalam cairan ekstraselular, tidaklah mungkin untuk memperhatikan
adanya efek yang berlangsung dengan segera pada tulang. Pemberian atau sekresi
hormon paratiroid yang diperlama (dalam waktu beberapa bulan atau tahun) akhirnya
menyebabkan absorpsi seluruh tulang yang sangat nyata dengan disertai pembentukan
rongga-rongga yang besar yang terisi dengan osteoklas besar berinti banyak.
Calcium Metabolism
9

Efek hormon paratiroid terhadap ekskresi fosfat dan kalsium oleh ginjal
Pemberian hormon paratiroid menyebabkan pelepasan fosfat dengan segera dan cepat
masuk kedalam urin karena efek dari hormon paratiroid yng menyebabkan berkurangnya
reabsorpsi ion fosfat pada tubulus proksimal.
Hormon paratiroid juga meningkatkan reabsorpsi tubulus terhadap kalsium pada waktu
yang sama dengan berkurangnya reabsorpsi fosfat oleh hormon paratiroid. Selain itu,
hormon ini juga menyebabkan meningkatnya kecepatan reabsorpsi ion magnesium dan
ion hydrogen, sewaktu hormon ini mengurangi reabsorpsi ion natrium, kalium dan asam
amino dengan cara yang sangat mirip seperti hormon paratiroid mempengaruhi fosfat.
Peningkatan absorpsi kalsium terutama terjadi di bagian akhir tubulus distal, duktus
koligentes, dan bagian awal duktus koligentes.
Bila bukn oleh karena efek hormon paratiroid pada ginjal yang meningkatkan reabsorpsi
kalsium, pelepasan kalsium yang berlangsung terus menerus pada akhirnya akan
menghabiskan mineral tulang ini dari cairan ekstraselular dan tulang.
Efek hormon paratiroid pada absorpsi kalsium dan fosfat dalm usus
Hormon paratiroid sangat berperan dalam meningktkan absorpsi kalsium dan fosfat dari
usus dengan cara meningkatkan pembentikan 1,25 dihidroksikolekalsiferol dari vitamin
D. Efek vitamin D pada tulang serta hubungannya dengan aktivitas hormon paratiroid
Vitamin D memegang peranan penting pada absorpsi tulang dan pengendapan tulang.
Pemberian vitamin D yang banyak sekali menyebabkan absorpsitulang yang sangat mirip
dengan pemberian hormo paratiroid. Juga, bila tidak ada vitamin D, maka efek hormon
paratiroid dalam menyebabkan absorpsi tulang sangat berkurang atau malahan dihambat.
Mekanisme kerja vitamin D ini belum diketahui, tetapi diyakini merupakan hasil dari efek
1,25 dihidroksikalsiferol (yang merupakan produk utama dari vitamin D) dalam
meningkatkan pengangkutan kalsium melewati membran sel.
Vitamin D dalam jumlah yang lebih kecil meningkatkan kalsifikasi tulang. Salah satu
cara yang dapat dipakai untuk meningkatkan kalsifikasi adalah dengan cara meningkatkan
absorpsi kalsium dan fosfat dari usus. Akan tetapi, bahkan bila tidak ada peningkatan,
absorpsi akan tetap meningkatkan proses mineralisasi tulang. Sekali lagi, mekanisme
terjadinya efek ini tidak diketahui, tetapi mungkin disebabkan oleh kemampuan 1,25
Calcium Metabolism
10

dihidroksikolekalsiferol untuk menyebabkan timbulnya pengangkutan ion kalsium
melewati membran sel.
Sebagian besar efek hormon paratiroid pada organ sasarannya diperentarai oleh siklik
adenosin monofosfat (cAMP) yang bekerja sebagai mekanisme second messenger. Dalam
waktu beberapa menit setelah pemberian hormon paratiroid, konsentrasi cAMP di dalam
osteosit, osteoklas, dan sel-sel sasaran lainnya meningkat. Selanjutnya, cAMP mungkin
bertanggung jawab terhadap beberapa fungsi osteoklas seperti sekresi enzim dan asam-
asam sehingga terjadi reabsorpsi tulang, pembentukan 1,25 dihidroksikolekalsiferol di
dalam ginjal dan sebagainya. Mungkin masih ada efek-efek langsung lain dari hormon
paratiroid yang efeknya tidak bergantung pada mekanisme second messenger.
Pengaturan sekresi paratiroid oleh konsentrasi ion kalsium
Bahkan penurunan konsentrasi ion kalsium yang paling sedikit pun dalm cairan
ekstraselular akan menyebabkan kelenjar paratiroid meningkatkan kecepatan sekresinya
dalam waktu beberapa menit; bila penurunak konsentrasi ion kalsium menetap, kelenjar
paratiroid akan menjadi hipertrofi, sering lim kali atau lebih. Contohnya, kelenjar
paratiroid akan menjadi sangat besar pada Rikets, dimana kadar kalsium biasanya hanya
tertekan sedikit; juga, kelenjar akan menjadi sangat besar saat hamil, walaupun penurunan
konsentrasi ion kalsium pada cairan ekstraselular ibu sangat sulit diukur; dan kelenjar
sangat membesar selama laktasi karena kalsium digunakan untuk pembentukan air susu
ibu. Sebaliknya, setiap keadaan yang meningkatkan konsentrasi ion kalsium diatas nilai
normal akan menyebabkan berkurangnya aktivitas dan ukuran kelenjar paratiroid.
Beberapa keadaan tersebut meliputi:
1. Jumlah kalsium yang berlebihan dalam diet
2. meningkatnya vitamin D dalam diet,
3. Absorpsi tulang yang disebabkan oleh faktor-faktor yang berbeda dengan hormon
paratiroid (contohnya absorpsi tulang yang disebabkan oleh tidak digunakannya
tulang itu). Kontrol dari hormone Paratiroid Sekresi dari hormon paratiroid
tergantung dari suatu negative feed-back mechanism yang diatur oleh kadar ion
kalsium dalam plasma. Juga ada hormon lain yang ikut mengatur kadar kalsium
dalam serum yaitu calcitonin atau thyrocalcitonin. Hormon ini diproduksi oleh
kelenjar tiroid.

Calcium Metabolism
11

E. VITAMIN D

Vitamin D memiliki efek yang poten untuk meningkatkan absorpsi kalsium dari
usus, Vitamin ini juga memiliki efek yang penting bagi pembentukan dan absorpsi tulang,
Akan tetapi vitamin D itu sendiri bukanlah zat aktif yang menimbulkan efek – efek
tersebut. Bahkan vitamin D terlebih dulu harus diubah melalui rangkaian reaksi di hati
dan ginjal untuk membentuk produk akhir yaitu 1,25-dihidroksikolekalsiferol, yang juga
disebut 1,25(OH)
2
D
3.


a. Kolekalsiferol (Vitamin D3) dibentuk di kulit

Jumlah senyawah yang berasal dari sterol termasuk dalam golongan Vitamin D,
dan semuanya kurang lebih menjalankan fungsi yang sama. Vitamin D3 (yang disebut
kolekalsiferol) adalah yang terpenting dari senyawa – senyawa tersebut dan dibentuk di
kulit akibat radiasi 7-dehidrokolesterol, yaitu suatu zat yang normalnya dijumpai di kuliy,
oleh sinar ultraviolet dari matahari. Akibatnya, paparan sinar matahari yang sesuai
mencegah terjadinya defisiensi vitamin D.

















*Sintesis dan tempat kerja vitamin D
b. Kolekalsiferol diubah di Hati Menjadi 25-Hidroksikolekalsiferol
Calcium Metabolism
12

Langkah pertama dalam aktivasi kolekalsiferol adalah pengubahannya menjadi
25-hidroksikolekalsiferol, hal ini terjadi di hati. Proses ini ada batasnya, karena 25-
kolekalsiferol memiliki efek umpan balik penginhibisi pada reaksi pengubahan. Efek
umpan balik ini sangat penting karena dua alas an berikut :
1. Mekanisme umpan balik secara tepat mengatur kosentrasi 25-
hidroksikolekalsiferol dalam plasma, asupan vitamin D3 dapat meningkatkan
beberapa kali namun kosentrasi 25-hidroksikolekalsiferol hamper normal.
Pengaturan umpan balik ini mencegah kerja vitamin D yang berlebihan ketika
asupan vitamin D3 berubah dalam kisaran yang luas.
2. Konversi terkontrol dari vitamin D3 menjadi 25-hidroksikolekalsiferol ini
akan mempertahankan vitamin D yang disimpan di hati untuk penggunaan
lebih lanjut. Begitu vitamin D dikonversi, Vitamin d tersebut akan berada
dalam tubuh hanya untuk waktu beberapa minggu, sedangkan dalam bentuk
Vitamin D, vitamin tersebut dapat disimpan di hati selama berbulan – bulan.

c. Pembentukan 1,25-Dihidroksikolekalsiferol di Ginjal dan pengaturannya oleh
hormone Paratiroid (PTH)
25-hidroksikolekalsiferol menjadi 1,25-dihidrokolekalsiferol di tubulus proksimal
ginjal. Zat terakhir ini merupakan bentuk yang paling aktif dari Vitamin D. konversi 25-
hidroksikolekalsiferol menjadi 1,25-dihidrokolekalsiferol membutuhkan PTH, hamper
tidak ada 1,25-dihidrokolekalsiferol yang dibentuk oleh karenanya, PTH berpengaruh
penting dalam menentukan efek fungsional vitamin D dalam tubuh.
d. Efek hormonal Vitamin D untuk meningkatkan Absorpsi kalsium oleh usus
1,25-dihidroksikolekalsiferol berfungsi sebagai suatu jenis “hormone” untuk
meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus. Zat ini bertindak terutama dengan
meningkatkan pembentukan protein pengikat kalsium di sel epitel usus selama periode
sekitar 2 hari. Protein ini berfungsi di brush border sel – sel tersebut untuk mengangkut
kalsium ke dalam sitoplasma sel, dan selanjutnya kalsium bergerak melalui membrane
basolateral sel dengan cara difusi. Kecepatan absorpsi kalsium berbanding lurus dengan
jumlah protein pengikat kalsium ini. Protein ini tetap berada dalam sel selama beberapa
minggu setelah 1,25-dihidrokolekalsiferol dibuang dari tubuh, sehingga menimbulkan
efek yang berkepanjangan terhadap absorpsi kalsium.
Calcium Metabolism
13

e. Vitamin D meningkatkan Absorbsi fosfat oleh Usus
Meski fosfat biasanya diabsorpsi dengan mudah, aliran masuk fosfat melalui epitel
saluran cerna akan diperkuat oleh vitamin D. diyakini bahwa hal ini terjadi akibat efek
langsung 1,25-dihidrokolekalsiferol, namun efek ini juga dapat dihasilkan secara tidak
langsung dari kerja hormone ini terhadap absorpsi kalsium, dan kalsium selanjutnya
bertindak sebagai mediator transport untuk fosfat.
f. Vitamin d mengurangi Ekskresi kalsium dan fosfat
Vitamin d juga meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat oleh epitel tubulus
ginjal, sehingga cenderung untuk mengurangi ekskresi zat – zat ini dalam urin. Akan
tetapi, efek ini sangat lemah dan kemungkinan tidak banyak manfaatnya dalam
pengaturan konsentrasi zat – zat ini dalam cairan ekstrasel.
g. Efek Vitamin D terhadap Tulang dan aktivitas PTH
Vitamin D berperan penting dalam absorpsi tulang dan pembentukan tulang.
Pemberian vitamin D dalam jumlah yang ekstrem mengakibatkan absorpsi tulang. Bila
tidak ada vitamin D, efek PTH dalam menimbulkan absorpsi tulang akan sangat
berkurang atau bahkan dicegah, Mekanisme kerja vitamin D ini tidak diketahui, namun
diyakini terjadi akibat efek 1,25-dihidrokolekalsiferol untuk meningkatkan transport
kalsium melalui membrane.
Vitamin D dengan jumlah yang lebih kecil meningkatkan kalsifikasi tulang. Salah
satu cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan meningkatkan absorpsi kalsium dan
fosfat dari usus. Akan tetapi, meskipun tidak terjadi peningkatan, vitamin D
meningkatkan mineralisasi tulang.
H. VITAMIN D (Kalsitriol) DAN KALSIUM
Fungsi dari kalsitriol adalah meningkatkan kadar kalsium dan fosfat dalam
plasma, dengan demikian mempertahankam keadaan agar mineralisasi tulang tetap
terjamin. Vitamin D bekerja pada 3 alat yaitu:
1. Di usus, kalsitriol meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfat dan dianggap
sebagai fungsi utama kalsitriol dalam metabolisme kalsium.
Calcium Metabolism
14

2. Di tulang, vitamin D mempunyai reseptor pada sel osteoklas, oleh karena itu
vitaminD mempunyai efek langsung pada tulang yang kerjanya mirip dengan
hormone paratiroid yaitu mengaktifkan sel osteoklas.
3. Di ginjal, sendiri kalsitriol menurunkan reabsorbsi kalsium di tubuli ginjal.
I. KALSITONIN
Kalsitonin adalah hormon yang diproduksi oleh sel parafolikular dari kelenjar
tiroid. Kalsitonin dapat mengurangi kadar kalsium dalam aliran darah dengan
menghambat aksi perombakan sel tulang oleh osteoklas, sel-sel yang menghancurkan
matrix ekstraseluler. Sekresi hormone kalsitonin mengontrol umpan balik negative.
Peningkatan kosentrasi kalsium Plasma Merangsang sekresi kalsitonin, Stimulus
utama sekresi kalsitonin adalah peningkatan kosentrasi ion kalsium plasma. Hal ini
berlawanan dengan sekresi PTH, yang distimulus oleh penurunan kosentrasi kalsium.
Ketika kalsium dalam darah tinggi, kalsitonin menurunkan kalsium dan fosfat
dalam darah dengan menghambat resorbsi tulang (pemecahan/penghancuran matrix
extraseluler tulang) oleh osteoklas dan meningkatkan uptake kalsium dan fosfat ke
dalam matrix ekstraseluler tulang.

Kalsitonin diproduksi oleh sel C kelenjar tiroid, juga memiliki pengaruh pada
kadar kalsium plasma. Seperti PTH, kalsitonin memiliki dua efek pada tulang, tetapi
dalam hal ini kedua efek menurunkan kadar kalsium plasma. Pertama dalam jangka
pendek kalsitonin menurunkan perpindahan kalsium dari cairan tulang ke dalam
plasma. Kedua, dalam jangka panjang kalsitonin menurunkan resorpsi tulang
menurunkan kadar fosfat serta mengurangi konsentrasi kalsium plasma. Efek
hipokalsemik dan hipofosfatemik kalsitonin seluruhnya disebabkan oleh efek hormon
ini pada tulang. Hormon ini tidak berefek pada ginjal atau usus.

Seperti pada PTH, regulator utama pelepasan kalsitonin adalah konsentrasi
kalsium bebas dalam plasma, tetapi berbeda dengan efeknya pada pelepasan PTH,
peningkatan kalsium plasma merangsang sekresi hormone kalsitonin dan penurunan
kalsium plasma menghambat sekresi kalsitonin. Karena kalsitonin menurunkan kadar
kalsium plasma, maka sistem ini membentuk control umpan balik negative sederhana
kedua atas konsentrasi kalsium plasma, sistem yang berlawanan dengan sistem PTH.
Calcium Metabolism
15

BAB III
PENUTUP


 KESIMPULAN

Kalsium masuk ke plasma melalui absorbsi dari usus halus, tulang dan reabsorbsi dariginjal.
Sebaliknya kalsium keluar dari plasma melalui saluran cerna (100-200 mg/hari), air seni(50-
300mg/ hari), disimpan kembali ke dalam tulang melalui keringat (100mg/hari).Tulang
adalah suatu jaringan tubuh yang dinamik dan mengalami perubahansepanjang kehidupan
merupakan tempat penyimpanan kalsium yang terbesardan mineral lainseperti magnesium,
fosfor, natrium dan ion.
Metabolisme kalsium diatur oleh tiga hormone utama yaitu dua hormone polipeptida yaitu
paratiroid, kalsitonin dan satu hormone sterol yaitu 1,25 dihidrokolekalsiferol dimana ketiga
hormone ini berperan penting dalam proses metabolism kalsium.














Calcium Metabolism
16

DAFTAR PUSTAKA


Guyton, Arthur C. 2012. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN. Jakarta : EGC
Ganong, William.F.2008. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN, Jakarta: EGC

Sudoyo, W. Aru. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi V, Interna
Publishing,Jakarta.
Sherwood,L.2011. FISIOLOGI MANUSIA dari sel ke system. Jakarta : EGC
Murray, K. Robert,dkk. 2012. Biokimia. Jakarta: EGC

Sulistyawati S.ST, Dewi ; http://dinkeskebumen.wordpress.com/2013/04/18/manfaat-
kalsium-bagi-tubuh-anda/ diakses : senin, 6-05-2013