TUGAS AKHIR

APLIKASI PROGRAM BASIS DATA DI PERUSAHAAN UMUM ( PERUM ) PEGADAIAN KABUPATEN KUDUS DENGAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0

Disusun Oleh: Nama NIM Program Studi Jurusan : Fahruddin Hendi Hidayat : 4151303027 : Statistika Terapan dan Komputasi : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

i

ABSTRAK

Fahruddin Hendi Hidayat, 2006. Aplikasi Program Basis Data Di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus Dengan Microsoft Visual Basic 6.0, Semarang, TA, Statistika Terapan Dan Komputasi. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang.

Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian adalah Badan Usaha Milik Negara yang melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat di bidang penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai yang memerlukan dukungan dari masyarakat. Kegiatan yang dilakukan di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian merupakan rangkaian kegiatan yang tidak lepas dari kegiatan mencatat, mengumpulkan, dan menyimpan sesuatu untuk kemajuan bersama. Data yang ada berupa setumpuk kertas atau rekaman yang disimpan dalam rak-rak berkas. Dalam tugas akhir ini tidak seluruh proses administrasi yang ada di Pegadaian dibuat program basis datanya. Tetapi berdasarkan pertimbangan waktu maka hanya dibuat basis data Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. Kegiatan yang dilakukan ditempuh dengan mengumpulkan data baik dengan metode literatur, metode observasi, metode laboratorium, maupun dokumentasi yang ada di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus selanjutnya dilakukan perancangan program basis data. Pemrograman yang dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebuah program basis data yang dapat membantu pihak Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus dalam melakukan pengelolaan data. Basis data yang dibuat adalah basis data Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang. Hasil metode observasi dalam kegiatan ini terbuatnya program aplikasi database dengan Microsoft Visual Basic Versi 6.0 dan Crystal Report untuk pengelolaan data Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. Sehingga dapat mempermudah pengelolaan data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. Berdasarkan hasil kegiatan di atas disarankan kepada pihak Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus menggunakan sistem teknologi komputer untuk efektivitas dan efisiensi kerja.

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Tugas Akhir ini yang berjudul “Aplikasi Program Basis Data Di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus Dengan Microsoft Visual Basic 6.0” telah dipertahankan dalam Sidang Panitia Ujian Tugas Akhir Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, pada : Hari Tanggal : : Panitia Ujian

Ketua

Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.Si. NIP. 130781011

Drs. Supriyono, M.Si. NIP. 130815345

Penguji I

Penguji II

Muh. Fajar Safaatullah, S.Si, M.Si NIP. 132231408

Prof. Y. L. Sukestiyarno, M.Si, Ph.D NIP. 131490432

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Prof. Y. L. Sukestiyarno, M.Si, Ph.D NIP. 131490432

Muh. Fajar Safaatullah, S.Si, M.Si NIP. 132231408

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Ilmu pengetahuan adalah mengetahui apa yang diketahui orang dan mengetahui apa yang tidak diketahui orang Berbahagialah orang yang mendapat hikmat dan pengetahuan, karena hal ini lebih berharga dari pada intan permata Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah

Tugas Akhir ini secara tulus saya persembahkan kepada : Bapak dan ibu yang tercinta Adik- adikku yang saya cintai dan saya banggakan Saudara seperjuangan di STATERKOM angkatan 2003 kelas 6 C Untuk seseorang yang aku sayangi yang telah memberi dorongan dan yang telah membuat hidupku menjadi lebih berarti Almamaterku

iv

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang yang telah memberi kekuatan dan kesabaran kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan penyusunan Tugas Akhir. Hambatan selalu penulis hadapi, baik dalam pelaksanaan maupun dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini. Akan tetapi berkat izin Allah SWT dan berkat bimbingan, bantuan, serta dorongan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat melalui hambatan yang dihadapi hingga akhirnya Tugas Akhir ini dapat penulis selesaikan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. 2. Prof. Dr. H. A. T. Soegito, SH., MM., Rektor Universitas Negeri Semarang Drs. Kasmadi Imam S., M.Si., Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang 3. Drs. Supriyono, M.Si., Ketua Jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang 4. Dra. Nur Karomah, M.Si., Ketua Program Studi Statistika Terapan dan Komputasi Jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang 5. Prof. Y. L. Sukestiyarno, M.Si, Ph.D., Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan, dan dorongan 6. Muh. Fajar Safaatullah, S.Si, M.Si., Pembimbing II yang telah memberi bimbingan, arahan dan dorongan 7. Teman-teman seperjuangan STATERKOM angkatan 2003

v

8.

Semua pihak yang belum sempat penulis sebutkan satu persatu yang telah dengan ikhlas turut membantu dalam penulisan Tugas Akhir ini Harapan besar penulis, semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi

pembaca. Amin Yaa Robbal Aalamin.

Semarang, Penulis

Agustus 2006

vi

DAFTAR ISI

JUDUL ............................................................................................................. ABSTRAK ....................................................................................................... PENGESAHAN KELULUSAN ...................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................... KATA PENGANTAR ..................................................................................... DAFTAR ISI.................................................................................................... DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... DAFTAR TABEL............................................................................................ BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ......................................................................... B. Rumusan Masalah .................................................................... C. Pembatasan Masalah ................................................................ D. Tujuan dan Manfaat Kegiatan .................................................. 1. Tujuan Kegiatan .................................................................. 2. Manfaat Kegiatan ................................................................ E. Sistematika Penulisan............................................................... BAB II LANDASAN TEORI A. Database (Basis Data) .............................................................. 1. Data dan Informasi ............................................................. 2. Hirarki Data ........................................................................ 3. Pengertian Data Base...........................................................

i ii iii iv v vii x xiii

1 3 3 4 4 4 5

6 6 6 7

vii

4. Data Base Management System (DBMS) .......................... 5. Perancangan Basis Data ...................................................... B. Microsoft Visual Basic 6.0....................................................... 1. Mengenal Microsoft Visual Basic 6.0 ................................. 2. Aplikasi Visual Basic .......................................................... 3. Jendela Visual Basic............................................................ C. Perancangan Sistem ................................................................. 1. Pengertian Perancangan Sistem........................................... 2. Normalisasi.......................................................................... 3. Komponenen Pada Perancangan Basis Data Secara Konsepsual........................................................................... D. Crystal Report .......................................................................... E. Sekilas Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian .................... BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian ........................................................ B. Metode Pengambilan Data ....................................................... 1. Metode Literatur .................................................................. 2. Metode Observasi ................................................................ 3. Metode Laboratorium .......................................................... C. Langkah Kegiatan..................................................................... D. Analisis Data ............................................................................ BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Kegiatan..........................................................................

8 11 11 11 11 16 19 19 20

26 27 27

29 29 29 30 30 30 31

32

viii

1. Hasil Rancangan .................................................................. 2. Hasil Proses Kerja Program................................................. B. Pembahasan.............................................................................. BAB V PENUTUP A. Simpulan .................................................................................. B. Saran......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

32 45 69

74 75

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Layar Utama Microsoft Visual Basic Versi 6.0 ...................... Gambar 2.2. ToolBox (Tombol Perintah) di Microsoft Visual Basic 6.0..... Gambar 2.3. Jendela Source Program di Microsoft Visual Basic Versi 6.0 . Gambar 2.4. Project....................................................................................... Gambar 2.5. Toolbox .................................................................................... Gambar 2.6. Properties Window ................................................................... Gambar 2.7. Form Layout Window .............................................................. Gambar 4.1. DAD konteks sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus ..................................................................... Gambar 4.2. Flow Chart Perum Pegadaian Kabupaten Kudus ..................... Gambar 4.3. Bagan Struktur Sistem Menu Utama........................................ Gambar 4.4. Bagan Struktur Sistem Menu Log In........................................ Gambar 4.5. Bagan Struktur Sistem Menu Input .......................................... Gambar 4.6. Bagan Struktur Sistem Menu Output ....................................... Gambar 4.7. Bagan Struktur Sistem Menu Laporan ..................................... Gambar 4.8. Bagan Struktur Sistem Menu Cetak ......................................... Gambar 4.9. Form Menu Utama ................................................................... Gambar 4.10. Form Menu Pilihan .................................................................. Gambar 4.11. Form Struktur Organisasi ......................................................... Gambar 4.12. Form Windows Media Player................................................... Gambar 4.13. Tombol Accessories dan Laporan ............................................

12 13 15 17 18 18 19

35 36 42 42 43 43 43 44 47 47 48 48 48

x

Gambar 4.14. Menu Login .............................................................................. Gambar 4.15. Form Login............................................................................... Gambar 4.16. Pesan......................................................................................... Gambar 4.17. Pesan......................................................................................... Gambar 4.18. Menu Input ............................................................................... Gambar 4.19. Form Input Jasa Taksiran ......................................................... Gambar 4.20. Form Registrasi Input KCA ..................................................... Gambar 4.21. Form Registrasi Input Gadai Syariah ....................................... Gambar 4.22. Form Registrasi Input Kreasi ................................................... Gambar 4.23. Form Registrasi Input Penelitian/Penitipan Barang ................. Gambar 4.24. Menu Output ............................................................................ Gambar 4.25. Form Output Jasa Taksiran....................................................... Gambar 4.26. Form Output KCA.................................................................... Gambar 4.27. Form Output Gadai Syariah ..................................................... Gambar 4.28. Form Output KREASI.............................................................. Gambar 4.29. Form Output Penelitian/Penitipan Barang ............................... Gambar 4.30. Menu Laporan .......................................................................... Gambar 4.31. Form Laporan Jasa Taksiran .................................................... Gambar 4.32. Form Laporan KCA.................................................................. Gambar 4.33. Form Laporan Gadai Syariah ................................................... Gambar 4.34. Form Laporan Kreasi................................................................ Gambar 4.35. Form Laporan Penelitian/Penitipan Barang ............................. Gambar 4.36. Form Programmer ....................................................................

49 49 49 49 50 50 51 52 53 54 55 55 56 57 58 59 60 60 61 61 62 62 63

xi

Gambar 4.37. Menu Cetak .............................................................................. Gambar 4.38. Form Cetak Jasa Taksiran ......................................................... Gambar 4.39. Form Cetak KCA ...................................................................... Gambar 4.40. Form Cetak Gadai Syariah ....................................................... Gambar 4.41. Form Cetak KREASI ................................................................ Gambar 4.42. Form Cetak Penelitian/Penitipan Barang ..................................

63 64 65 66 67 68

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1.

Kamus Data Gadai Syariah Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus.................................................... 37

Tabel 4.2.

Kamus Data Jasa Taksiran Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus.................................................... 38

Tabel 4.3.

Kamus Data KCA Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus ..................................................................... 39

Tabel 4.4.

Kamus Data Kreasi Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus ..................................................................... 40

Tabel 4.5.

Kamus Data Penelitian Barang Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus.................................................... 41

Tabel 4.6.

Kamus Data User Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus .................................................................... 41

xiii

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di era perkembangan teknologi yang serba modern sekarang ini, penggunaan komputer sudah tidak asing lagi. Teknologi komputer telah berkembang dengan begitu cepatnya di segala bidang mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai proyek besar yang cukup kompleks semuanya tergantung pada teknologi komputer. Sekarang ini banyak dijumpai berbagai aplikasi yang menggunakan sistem informasi yang berbasis komputer. Informasi memegang peran yang sangat menentukan dan penting sebagai alat pengambil keputusan maka perlu perancangan khusus dalam pengelolaan informasi itu sendiri. Dengan perkembangan teknologi pengolahan data yang canggih dan pesat, komputerisasi merupakan suatu alternatif tepat yang dibutuhkan seorang pimpinan guna mengolah data dari informasi untuk membantu menyelesaikan tugas pimpinan. Suatu sistem pengolahan data menjadi informasi yang dapat dikembangkan harus ditunjang oleh kedisiplinan pelaksananya di dalam menginput, mengolah, menyimpan, mengedit, dan mengupdate data serta menjabarkan ke dalam informasi dan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Hal tersebut mendorong banyak organisasi untuk memanfaatkan informasi secara maksimal, baik informasi yang berasal dari dalam maupun

1

2

informasi yang berasal dari luar. Salah satu organisasi tersebut adalah Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. Organisasi ini ingin mengembangkan basis data yang ada dengan pengelolaan informasi sebagai salah satu sumber data yang menentukan. Dari sistem ini ingin dikembangkan basis data tentang Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang. Sistem baru ini diharapkan dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. Dalam hal ini hampir setiap instansi baik swasta maupun negeri telah menerapkan sistem komputerisasi sesuai bidangnya masing-masing yang digunakan untuk mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaannya. Begitu juga terjadi di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus, telah tersedia komputer tetapi belum tersedia program khusus untuk mengelola data-data yang ada. Di sana belum dapat memanfaatkan secara maksimal dalam pelayanan registrasi, input barang, output barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang secara praktis dengan komputer. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis sangat tertarik untuk lebih lanjut mengetahui bagaimana menciptakan suatu sistem pengolahan data dengan menggunakan komputer pada Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut untuk memberikan alternatif lain dalam memecahkan permasalahan yang ada. Dengan digunakannya

3

komputerisasi dalam pengolahan data diharapkan mampu menjawab berbagai kelemahan yang ada selama ini.

B. Rumusan Masalah Permasalahan yang akan dibahas dalam kegiatan ini antara lain: 1. Bagaimana susunan dan tata bahasa program untuk dapat menghasilkan program basis data dengan Microsoft Visual Basic Report? 2. Bagaimana cara kerja program basis data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus diprogramkan dengan menggunakan 6.0 dan Crystal

Microsoft Visual Basic 6.0 dan Crystal Report? 3. Bagaimana program aplikasi database dengan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Crystal Report untuk pengelolaan basis data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus?

C. Pembatasan Masalah Dalam kegiatan ini tidak seluruh keadministrasian yang ada di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus dibuat program basis data. Berdasarkan pertimbangan waktu maka hanya dibuat basis data Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.

4

D. Tujuan dan Manfaat Kegiatan 1. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: a. Merancang program basis data yang ada di Perusahaan Umum

(PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. b. Menerapkan hasil rancangan ke dalam tata bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0. c. Membuat dan menganalisa cara kerja program basis data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. d. Pengoperasian program dapat dilakukan oleh pegawai yang ada di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. 2. Manfaat Kegiatan Kegiatan ini diharapkan mempunyai manfaat antara lain: a. Dapat mempermudah dalam penanganan basis data Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang. b. Tersedia sarana komputerisasi basis data Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang, untuk mencari data dengan praktis (filing system). c. Menciptakan suatu paket program yang efektif dan efisien dalam pendataan dengan komputerisasi.

5

E. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat kegiatan, serta sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi teori-teori yang berhubungan dalam penulisan ini, yaitu subjek kegiatan, basis data, Microsoft Visual Basic 6.0, dan Crystal Report untuk membuat laporan. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang ruang lingkup kegiatan, metode pengumpulan data, metode kegiatan, dan analisis data. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi rancangan dan hasil dari pembuatan program aplikasi database dengan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Crystal Report untuk pengelolaan data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. BAB V PENUTUP Berisi tentang simpulan dan saran-saran.

6

BAB II LANDASAN TEORI

A. Database (Basis Data) 1. Data dan Informasi Data adalah fakta mengenai objek, orang, dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau simbol). Sejumlah penulis menggunakan data untuk menyatakan nilai-nilai yang secara aktual terkandung dalam database. Informasi adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data, dengan kata lain informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang, entah itu manajer, staf, ataupun orang lain di dalam suatu perusahaan (Abdul Kadir 1999: 7). Informasi menjadi sumber penting untuk melakukan

pengambilan keputusan dan dapat mengurangi ketidakpastian serta mempermudah pengambilan keputusan. 2. Hirarki Data Data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas: a. Elemen Data Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Misalnya pada data penjualan, elemen data dapat berupa tanggal penjualan, harga satuan, banyaknya barang, dan atribut lain yang menyangkut ke dalam

6

7

penjualan. Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, item, dan atribut. b. Rekaman Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Dalam sistem basis data relasional, rekaman biasa disebut dengan istilah tupel atau baris. c. Berkas Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu subjek. Dalam sistem basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut relasi atau tabel. 3. Pengertian Database (Basis Data) Istilah basis data banyak menimbulkan interpretasi yang berbeda. Menurut Fabbri dan Schwab (dalam Kadir 1999: 9), basis data adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data. Kruglinski berpendapat bahwa basis data adalah sekumpulan yang terorganisasi dari data yang saling berhubungan. Tegasnya, basis data adalah sekumpulan yang lengkap dari data, petunjuk-petunjuk, tabel-tabel, indeks, daftar data, dan lain-lain. Menurut Date, sistem basis data adalah sistem komputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan (Abdul Kadir 1999: 9).

8

Pengguna sistem basis data bisa melakukan berbagai operasi, antara lain: a. Menambahkan file baru ke sistem basis data. b. Mengosongkan berkas. c. Menyisipkan data ke suatu berkas. d. Mengambil data yang ada pada suatu berkas. e. Mengubah data pada suatu berkas. f. Menghapus data pada suatu berkas.

g. Menyajikan suatu informasi yang diambil dari sejumlah berkas. 4. Data Base Management System (DBMS) a. Pengertian DBMS Secara umum DBMS diartikan sebagai software yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, diambil kembali, pengaturan mekanisme pengamanan data, mekanisme pemakaian data secara bersama, mekanisme pengolahan data dalam lingkungan multiuser. Kruglinsky (1999: 12) mengungkapkan bahwa DBMS adalah suatu paket program komputer dan dokumentasi data yang dibangun dan digunakan sebagai basis data. DBMS tersebut merupakan antarmuka bagi pemakai dalam mengorganisasikan database yang disusunnya. Pemakai dapat berinteraksi dengan mudah dan praktis dengan menggunakan perintah-perintah sederhana yang dibuat dalam suatu bahasa.

9

Tujuan DBMS adalah untuk mempermudah penciptaan struktur data dan membebaskan pemrograman dari masalah penyusunan file yang kacau. b. Komponen Utama DBMS 1). Perangkat Keras (Hardware) Berupa komputer dan bagian-bagian di dalamnya, seperti prosesor, memori dan harddisk. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data. 2). Data Data di dalam basis data mempunyai sifat terpadu (integrated), berkas-berkas data yang ada pada basis data saling terkait, tetapi kemubaziran data tidak akan terjadi. Sifat lain yang dimiliki data adalah berbagi data (shared), bahwa data dapat dipakai oleh sejumlah pengguna. 3). Perangkat Lunak (Software) Berkedudukan antara basis data (data yang tersimpan dalam harddisk) dan pengguna. Berperan melayani permintaanpermintaan pengguna. 4). Pengguna Pengguna dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: a). Pemrogram aplikasi, orang yang membuat program aplikasi menggunakan basis data.

10

b). Administrator basis data, orang yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan basis data. c). Pengguna akhir, orang yang mengoperasikan program. 5). Macam Perintah DBMS Untuk mengelola dan mengorganisasikan data perlu adanya semacam perintah/bahasa yang digunakan, sebagai berikut: a). Data Definition Language (DDL) DDL adalah perintah-perintah yang biasa digunakan oleh administrator basis data (DBA) untuk mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang struktur medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data. DDL juga dipakai untuk mendefinisikan subskema, merupakan pandangan (view) bagi pengguna terhadap basis data. Subskema merupakan himpunan bagian dari skema dan dapat menjadi mekanisme pengamanan sistem basis data, yakni dengan mengatur hak pengaksesan item-item dalam basis data. b). Data Manipulation Language (DML) DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mempermudah pemakai melakukan akses, memanipulasi, dan pengambilan data dari suatu database. Secara khusus DML mengenal query, merupakan bagian dari DML. Query adalah fasilitas yang memungkinkan pengguna dengan pengetahuan komputer yang terbatas ataupun

11

tidak, bisa mengetahui bahasa pemrograman dapat meminta informasi terhadap basis data. 5. Perancangan Basis Data Perancangan basis data ada 3 tahapan, yaitu : a. Perancangan basis data secara konseptual, merupakan upaya untuk membuat model yang masih bersifat konsep. b. Perancangan basis data secara logis, merupakan tahapan untuk memetakan model konseptual ke model basis data yang akan dipakai. c. Perancangan basis data secara fisis, merupakan tahapan untuk menuangkan perancangan basis data yang bersifat logis menjadi basis data fisis yang tersimpan pada media penyimpan eksternal.

B. Microsoft Visual Basic 6.0 1. Mengenal Microsoft Visual Basic 6.0 Visual Basic merupakan salah satu program yang dapat membuat suatu aplikasi database. Dalam pembuatan aplikasi database menggunakan Visual Basic memerlukan kode-kode program dengan menggunakan bahasa basic yang populer. 2. Aplikasi Visual Basic Struktur yang ada di dalam Visual Basic terdiri dari:

12

Menu

Main

Form

Code

Properties Project

Toolbox Immediate

Watches Form Layout

Gambar 2.1. Layar Utama Microsoft Visual Basic Versi 6.0

a. Form Form adalah windows atau jendela kerja (worksheet) yang digunakan untuk membuat tampilan yang diinginkan. b. Kontrol Kontrol merupakan tampilan grafis yang dibuat pada form untuk interaksi dengan pemakai.

13

Pointer Label Frame CheckBox ListBox HScrollBar Timer DirListBox

PictureBox Textbox Command Button OptionButton Combobox VScrollBar DriveListBox FileListBox Line Data

Shape
Image OLE

Gambar 2.2. ToolBox (Tombol Perintah) di Microsoft Visual Basic 6.0

Adapun secara garis besar fungsi dari masing-masing kontrol tersebut adalah sebagai berikut : Pointer bukan merupakan suatu kontrol; icon ini digunakan ketika anda ingin memilih kontrol yang sudah berada pada form. Picture Box adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan image dengan format: BMP, DIB (bitmap), CUR (cursor), WMF (metafile), EMF (enhanced metafile), GIF, dan JPG. Label adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan teks yang tidak dapat diperbaiki oleh pemakai.

14

Text Box adalah kontrol yang mengandung string yang dapat diperbaiki oleh pemakai, dapat berupa satu baris tunggal atau banyak baris. Frame adalah kontrol yang digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya. Command Button merupakan kontrol yang hampir sering ditemukan pada setiap form, dan digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu ketika pemakai melakukan klik di sana. Check Box digunakan untuk pilihan yang isinya bernilai yes/no, true/false. Option Button sering digunakan untuk pilihan yang hanya satu pilihan dari beberapa option. List Box mengandung sejumlah item dan user dapat memilih lebih dari satu (bergantung pada properti multiselect). Combo Box merupakan kombinasi dari Text Box dan suatu List Box dimana pemasukan data dapat dilakukan dengan pengetikan maupun pemilihan. HScrollbar dan VscrollBar digunakan untuk membentuk scrollbar berdiri sendiri. Timer digunakan untuk proses background yang diaktifkan berdasarkan interval waktu tertentu yang merupakan kontrol nonvisual.

15

Drive List Box, Dir List Box, dan File List Box sering digunakan untuk membentuk dialog box yang berkaitan dengan file. Shape dan Line digunakan untuk menampilkan bertuk seperti garis, persegi, lingkaran, dan sebagainya. Image berfungsi seperti Image Box, tetapi tidak dapat digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya. Sesuatu yang perlu diketahui bahwa kontrol Image menggunakan resource lebih kecil dibandingkan dengan Picture Box. Data digunakan untuk data binding. OLE dapat digunakan sebagai tempat bagi program eksternal seperti Microsoft Excel, Word dan sebagainya. c. Properti Properti adalah nilai atau karakteristik yang dimiliki oleh Visual Basic. d. Metode Metode adalah serangkaian perintah yang sudah tersedia pada suatu objek yang dapat diminta untuk mengerjakan tugas khusus.

Gambar 2.3. Jendela Source Program di Microsoft Visual Basic Versi 6.0

16

e. Prosedur Kejadian Prosedur kejadian adalah kode yang berhubungan dengan suatu objek. f. Prosedur Umum Prosedur umum merupakan kode yang tak berhubungan dengan suatu objek. g. Modul Modul adalah kumpulan dari prosedur umum dan definisi konstanta yang digunakan oleh aplikasi. 3. Jendela Visual Basic 6.0 a. Jendela Utama Terdiri dari baris judul, menu bar, dan toolbar. Baris judul berisi nama proyek, mode operasi Visual Basic sekarang dan form yang aktif. Menu bar merupakan menu drop-down yang dapat digunakan untuk mengontrol operasi dari lingkungan Visual Basic. Toolbar berisi kumpulan gambar mewakili perintah yang ada di menu. Jendela utama juga menampilkan lokasi form yang aktif relatif terhadap sudut kiri atas layar, juga lebar dan panjang dari form yang aktif (Halvroson, 2000: 3). b. Jendela Form Form adalah windows yang akan menjadi tampilan program yang merupakan tempat pengguna berinteraksi dengan program. Form dapat menjadi tempat pengguna melakukan eksekusi proses yang dapat

17

dilakukan program, memasukkan input ke dalam program (Pandia, 2002: 29). c. Project Project merupakan suatu kumpulan modul atau merupakan program aplikasi itu sendiri. Dalam Visual Basic, file project disimpan dengan nama akhiran .VBP. File ini berfungsi untuk untuk menyimpan seluruh komponen program. Apabila membuat suatu program aplikasi baru maka secara otomatis project tersebut akan diisi dengan objek Form1. Dalam jendela project explorer ditampilkan suatu struktur hirarki dari sebuah project itu sendiri yang berisi semua item yang terkandung di dalamnya.

Gambar 2.4. Project d. Toolbox Toolbox merupakan kotak perangkat yang berisi kumpulan tombol objek atau kontrol untuk mengatur desain dari aplikasi yang akan dibuat. Pada kondisi default, toolbox menampilkan tabulasi general dengan 21 tombol kontrol yang dapat ditampilkan.

18

Gambar 2.5. Toolbox e. Properties Windows Properties Windows merupakan sebuah jendela yang

digunakan untuk menampung nama properti dari kontrol yang terpilih. Pengaturan properti pada program Visual Basic merupakan hal yang sangat penting untuk membedakan objek yang satu dengan objek yang lainnya. Pada jendela properti ditampilkan jenis dan nama project yang anda pilih urut berdasarkan abjad pada tab alphabetic atau berdasarkan kategori pada tab categorized.

Gambar 2.6. Properties Window

19

f.

Form Layout Window Form layout window merupakan sebuah jendela yang dipergunakan untuk mengatur posisi dari form saat program dijalankan. Pada saat mengarahkan pointer mouse ke bagian form, maka pointer mouse akan berubah menjadi anak panah empat arah (pointer pengatur posisi) untuk memindah posisi form pada layar monitor dapat dilakukan dengan proses drag and drop.

Gambar 2.7. Form Layout Window

C. Perancangan Sistem 1. Pengertian Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain suatu sistem yang baik yang isinya adalah langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data dan proses prosedur-prosedur untuk mendukung operasi sistem. Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem serta memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada programmer dan ahli-ahli yang terlibat di dalamnya.

20

Langkah-langkah dalam perancangan sistem adalah sebagai berikut: a. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi struktur data yang teratur sesuai dengan sistem yang akan dibuat. b. Melakukan evaluasi serta merumuskan pelayanan sistem yang baru secara rinci dan keseluruhan dari masing-masing bentuk informasi yang disajikan. c. Menganalisa kendala yang akan dihadapi yang mungkin timbul dalam proses perancangan sistem. d. Menyusun kriteria tampilan informasi yang akan dihasilkan secara keseluruhan sehingga dalam mengidentifikasi analisa dan evaluasi terhadap aspek yang ada dalam permasalahan administrasi. e. Merumuskan struktur data yang telah diperoleh untuk dikembangkan atau ditingkatkan menjadi sebuah struktur yang akan memberikan kemudahan dalam pemrograman sistem dan keluwesan keluaran informasi yang akan dihasilkan. f. Penyusunan perangkat lunak sistem yang berfungsi sebagai sarana pengolahan data sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan, melakukan uji coba perangkat lunak sistem agar diperoleh kesesuaian antara input dan output informasi. 2. Normalisasi Langkah pertama dalam membangun sebuah data base adalah membangun tabel dengan baik dan benar. Tabel-tabel dengan desain yang

21

baik dan mengurangi kompleksitas aplikasi juga menambah fleksibilitas. Struktur data yang baik merupakan faktor utama dalam kesuksesan aplikasi. Normalisasi adalah teknik untuk menghasilkan relasi atau tabel yang sekecil mungkin terjadi duplikasi data dan terhindar dari data yang tidak konsisten. Istilah normalisasi berasal dari Codd (dalam Kadir, 2000: 65), salah seorang perintis teknologi basis data. Normalisasi dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel (relasi) dalam basis data dengan tujuan untuk mengurangi kemubaziran data. Terkadang normalisasi itu sendiri dipakai sebagai perangkat terhadap tabel-tabel yang dihasilkan, dan memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi ketidakefisienan. Aturan-aturan dalam

normalisasi dinyatakan dalam istilah bentuk normal. Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikenakan pada relasi-relasi dalam basis data dan harus dipenuhi oleh relasi-relasi tersebut pada level-level normalisasi. Suatu relasi dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika memenuhi kondisi-kondisi tertentu. Bentuk normal pertama hingga ketiga merupakan bentuk normal yang umum dipakai. Artinya bahwa pada kebanyakan relasi, bila ketiga bentuk normal tersebut terpenuhi, maka persoalan ketidakkonsistenan data tidak akan muncul lagi. Normal pertama merupakan pendefinisian semua atribut yang bernilai tunggal dan berulang, sedangkan suatu relasi dikatakan normal kedua jika memenuhi normal

22

pertama dan setiap atribut memiliki dependensi total terhadap kunci primer, misal: “Kode Nasabah, Nama Nasabah” dengan asumsi bahwa tak ada nama anggota yang sama, berarti “Kode Nasabah” menentukan nama nasabah begitu sebaliknya. Serta suatu relasi dikatakan normal ketiga jika memenuhi normal kedua dan setiap atribut bukan kunci (tidak memiliki dependensi transitif terhadap kunci utama/primer), misal: Kode Nasabah Tempat Nama Nasabah Alamat Nama Nasabah Alamat,

Terlihat bahwa: Kode Nasabah

dengan demikian “Alamat” mempunyai dependensi transitif terhadap “Kode Nasabah”. Aturan-aturan normalisasi dinyatakan dalam istilah bentuk normal. Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikenakan pada relasi-relasi basis data dan harus dipenuhi oleh relasi-relasi tersebut pada level-level normalisasi. Suatu relasi dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika memenuhi kondisi-kondisi tertentu. Misalnya, suatu relasi berada dalam bentuk normal pertama (biasa disebut 1NF) jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tunggal untuk setiap baris. Beberapa level yang biasa digunakan pada normalisasi adalah: a. Bentuk normal pertama (1NF) b. Bentuk normal kedua (2NF) c. Bentuk normal ketiga (3NF) d. Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF)

23

e. Bentuk normal keempat (4NF) f. Bentuk normal kelima (5NF) Bentuk normal pertama hingga ketiga merupakan bentuk normal yang umum dipakai. Artinya bahwa ada kebanyakan relasi, bila ketiga bentuk normal tersebut telah dipenuhi, maka persoalan anomali tidak akan muncul lagi. Bentuk normal Boyce-Codd merupakan revisi terhadap bentuk normal ketiga. Bentuk normal 4NF dan 5NF (dikemukakan oleh Fagin) hanya dipakai pada kasus-kasus khusus, yakni pada relasi yang mengandung dependensi nilai banyak. Adapun tahap-tahap dalam normalisasi adalah sebagai berikut: 1. Bentuk Normal Pertama Bentuk normal pertama adalah suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal pertama jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tunggal untuk setiap baris. Bentuk normal pertama biasa dikenakan pada tabel yang belum ternormalisasi. Tabel yang belum

ternormalisasi adalah tabel yang memiliki atribut yang berulang. 2. Bentuk Normal Kedua Bentuk normal kedua adalah suatu relasi berada dalam bentuk normal kedua jika dan hanya jika: 1) Berada pada bentuk normal pertama. 2) Semua atribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya terhadap kunci primer.

24

3. Bentuk Normal Ketiga Bentuk normal ketiga adalah suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal ketiga ( 3NF ) jika : 1) Berada dalam bentuk normal kedua. 2) Setiap atribut bukan kunci tidak memenuhi dependensi transitif terhadap kunci primer. 4. Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) Bentuk normal Boyce-Codd adalah suatu relasi disebut memenuhi bentuk normal Boyce-Codd jika dan hanya jika semua penentu (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik). BCNF merupakan bentuk normal sebagai perbaikan terhadap 3NF. Suatu relasi yang memenuhi BCNF selalu memenuhi 3NF, tetapi tidak untuk sebaliknya. Suatu relasi yang memenuhi 3NF belum tentu memenuhi BCNF. 5. Dependensi Nilai Banyak dan Bentuk Normal Keempat Dependensi nilai banyak merupakan terjemahan dari

multivalued dependency (MVD). Dependensi ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu ke banyak. Secara umum, dependensi nilai banyak muncul pada relasi yang paling tidak memiliki tiga atribut dan dua di antaranya bernilai banyak, dan nilai-nilainya tergantung hanya pada atribut ketiga.

25

Pada suatu relasi R dengan atribut A, B, C atribut B dikatakan bersifat multidipenden terhadap A jika: Sekumpulan nilai B yang diberikan pada pasangan (A,C) hanya tergantung pada nilai A tak tergantung pada nilai C. 6. Dependensi Gabungan dan Bentuk Normal Kelima (5NF) Dependensi gabungan mendasari bentuk normal kelima. Suatu relasi R (X, Y, ..., Z) memenuhi dependensi gabungan jika gabungan dari proyeksi A, B, ..., C dengan A, B, ..., C merupakan sub himpunan dari atribut-atribut R. Perlu diketahui bahwa gabungan dari dua proyeksi-proyeksi di atas bisa jadi menghasilkan relasi antara yang mengandung baris yang salah. Namun, gabungan ketiga proyeksi akan menghasilkan relasi yang sesuai dengan aslinya. Bentuk normal kelima (5NF), yang terkadang disebut PJ/NF (Projection Join/Normal Form), menggunakan acuan dependensi gabungan. Suatu relasi berada dalam 5 NF jika dan hanya jika setiap dependensi gabungan dalam R tersirat oleh kunci kandidat relasi R. Secara praktis dapat dikatakan bahwa suatu relasi R berada dalam 5NF jika data yang ada padanya tak dapat lagi didekomposisi menjadi relasi-relasi yang lebih kecil dengan kunci kandidat relasi-relasi yang lebih kecil ini tidak sama dengan kunci kandidat relasi.

26

3. Komponen Pada Perancangan Basis Data Secara Konseptual a. Entitas Entitas sering disebut tipe entitas atau kelas entitas. Entitas menyatakan objek atau kejadian. Pada model relasional, entitas akan menjadi tabel. b. Atribut Atribut adalah item data yang menjadi bagian dari suatu entitas. Istilah lain atribut adalah properti. c. Hubungan Hubungan adalah asosiasi atau kaitan antara dua entitas. d. Kekangan Kekangan digunakan untuk melindungi integritas data

(misalnya, melindungi kesalahan sewaktu pengisian data). e. Domain Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut. Kekangan domain mendefinisikan nama, tipe, format, panjang, dan nilai masing-masing item data. f. Integritas Referensial Integritas referensial adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu milik tabel-tabel yang berada dalam suatu basis data relasional untuk menjaga konsistensi data. Tujuan integritas referensial adalah untuk menjamin agar elemen dalam suatu tabel yang menunjuk ke suatu pengenal unik

27

pada suatu baris pada tabel lain benar-benar menunjuk ke suatu nilai yang memang ada. Macam integritas referensial ada tiga, yaitu: penambahan (insert) penghapusan (delete) peremajaan (update) Integritas referensial pada peremajaan memungkinkan

pengubahan suatu kunci pada suatu tabel menyebabkan semua nilai pada tabel lain yang tergantung pada tabel tersebut juga akan diubah (dikenal dengan istilah cascade update).

D. Crystal Report Crystal Report merupakan program khusus untuk membuat laporan yang terpisah dari program Microsoft Visual Basic versi 6.0, tetapi keduanya dapat dihubungkan. Sebelum membuat laporan dengan Crystal Report, installah terlebih dahulu program Crystal Report di komputer. Mencetak dengan Crystal Report hasilnya lebih baik dan lebih mudah untuk dikerjakan, karena pada Crystal Report banyak tersedia obyek maupun komponen yang mudah digunakan.

E. Sekilas Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian adalah Badan Usaha Milik Negara yang melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat di bidang

28

penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai, perlu didukung dengan partisipasi masyarakat berupa keikutsertaan dalam pendanaan. Kegiatan yang dilakukan di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian merupakan rangkaian kegiatan yang tidak lepas dari kegiatan mencatat, mengumpulkan, dan menyimpan sesuatu kegiatan yang masih dikerjakan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan sistem komputerisasi agar lebih terkoordinasi dengan baik dalam mengakses data menggunakan aplikasi program Visual Basic 6.0.

29

BAB III METODE PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian dalam Laporan Tugas Akhir ini adalah Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. Kegiatan yang dilakukan oleh penyusun adalah membuat sebuah program basis data Registrasi, Input Barang, Output Barang, KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian Barang dengan menggunakan komputer yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja serta menghasilkan informasi yang cepat dan akurat bagi pihak Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus.

B. Metode Pengambilan Data 1. Metode Literatur Metode literatur dilakukan dengan mengumpulkan data dari datadata yang mendukung dalam pembuatan program aplikasi database dengan Microsoft Visual Basic versi 6.0 dan Crystal Report untuk pengelolaan data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus.

29

30

2. Metode Observasi Metode observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung ke lapangan mengenai pengelolaan data yang ada di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus. 3. Metode Laboratorium Metode ini digunakan untuk menyusun program pengolahan data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Crystal Report.

C. Langkah Kegiatan Merancang dan membuat program aplikasi database dengan Microsoft Visual Basic versi 6.0 dan Crystal Report untuk pengelolaan data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kabupaten Kudus dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2. Membuat rancangan basis data. 3. Normalisasi data. 4. Mengubah dan menerangkan diagram aliran program ke dalam tata bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0. 5. Membuat program basis data. 6. Mengkompilasi program. 7. Merevisi program bila hal ini diperlukan.

31

D. Analisis Data Hasil perancangan dan pembuatan program diuraikan dan dijelaskan secara deskriptif. Penaksiran dan penarikan simpulan dilakukan berdasarkan tiap langkah pembuatan program. Simpulan akhir ditentukan berhasil atau tidaknya program yang dibuat, indikasi keberhasilan berdasarkan pada kesesuaian program dengan penanganan database secara manual.

32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Kegiatan 1. Hasil Rancangan a. Tahap Studi Kelayakan 1) Sejarah Berdirinya Perum Pegadaian Pegadaian mulai dikenal di Eropa, yaitu di negara Italia, Inggris, dan Belanda. Pegadaian diperkenalkan di Indonesia pada sekitar abad XIX sejak Gubernur Jenderal VOC Van Imhoff mendirikan Bank Van Leening. Bank tersebut memberi jasa pinjaman dana dengan syarat penyerahan barang bergerak, sehingga dapat kita katakan bahwa bank ini pada hakikatnya memberikan jasa pegadaian. Meskipun demikian, diyakini bahwa praktik gadai telah mengakar dalam keseharian masyarakat Indonesia. Pemerintah sendiri baru mendirikan lembaga gadai pertama kali di Sukabumi Jawa Barat, dengan nama Pegadaian, pada tanggal 1 April 1901 dengan Wolf Von Westerode sebagai Kepala Pegadaian Negeri pertama, dengan misi membantu masyarakat dari jeratan para lintah darat melalui pemberian unag pinjaman dengan hukum gadai. Seiring dengan perkembangan zaman, pegadaian telah beberapa kali berubah status mulai sebagai Perusahaan

32

33

Jawatan (1901), Perusahaan di Bawah IBW (1928), Perusahaan Negara (1960), dan kembali ke Perjan di tahun 1969. Baru di tahun 1990 dengan lahirnya PP10/1990 tanggal 10 April 1990, sampai dengan terbitnya PP 103 tahun 2000, Pegadaian berstatus sebagai Perusahaan Umum (PERUM) dan merupakan salah satu BUMN dalam lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia hingga sekarang. 2) Kondisi Objektif Perum Pegadaian Kabupaten Kudus Perum Pegadaian Kabupaten Kudus terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 80 A Kudus 59312. Kantor tersebut merupakan anak cabang dari Perum Pegadaian yang ada di kota Kudus. Perum Pegadaian Kabupaten Kudus mengeluarkan beberapa produk antara lain: KCA (Kredit Gadai Cepat dan Aman), KREASI (Kredit Angsuran Fidusia), Gadai Syariah, Jasa Taksiran, serta Jasa Penelitian/Penitipan Barang. Adapun tenaga kerja pada Perum Pegadaian Kabupaten Kudus terdiri dari 15 pegawai dan bukan berstatus Pegawai Negeri Sipil. 3) Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus Pengelolaan data adalah seluruh rangkaian proses kegiatan pengurusan data terkait dengan masalah administrasi yaitu: registrasi, input barang, hingga output barang yang merupakan pertanggungjawaban lembaga pegadaian kepada masyarakat Kudus guna kepentingan bersama. Dalam pengelolaan data di Perum

34

Pegadaian

Kabupaten

Kudus,

pegawai

setempat

masih

menggunakan sistem manual yang dibantu komputerisasi dengan sistem Under DOS, sehingga terdapat keterbatasan sistem informasi untuk pengelolaan data khususnya tentang database keadministrasian. b. Tahap Rencana Pendahuluan Tahapan rencana pendahuluan menentukan lingkup proyek atau sistem yang akan ditangani. Hal ini digunakan untuk menentukan jadwal proyek.. Adapun lingkup sistem yang ditangani dapat dijabarkan dalam bentuk DFD konteks (atau sering juga disebut diagram konteks). DFD (Data Flow Diagram) sering diterjemahkan menjadi diagram aliran data. DAD merupakan merupakan alat yang biasa dipakai untuk mendokumentasikan proses dalam sistem. DAD menekankan pada fungsi-fungsi di dalam sistem, cara menggunakan informasi yang tersimpan, serta pemindahan informasi antar fungsi di dalam sistem. DAD konteks adalah DAD yang memperlihatkan sistem sebagai sebuah proses. Tujuannya adalah memberikan pandangan umum sistem. DAD konteks memperlihatkan sebuah proses yang berinteraksi dengan lingkungannya. Ada pihak luar atau lingkungan yang memberikan masukan dan ada pihak yang menerima keluaran sistem. Dalam hal ini pihak luar (sering disebut terminator) dapat berupa sistem lain, suatu perangkat keras, orang, atau organisasi.

35

Pembuatan basis data sistem pengelolaan data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus pada tahap rencana pendahuluan dilakukan dengan membuat diagram alir data konteks sebagai berikut.
Lap. Data Jasa Taksiran Lap. Data KCA Lap. Data Kreasi Lap. Data Gadai Syariah Lap. Jasa Penelitian/Penitipan Barang

Laporan data barang, nasabah, dan petugas Kepala

Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kudus

Data Petugas Data Barang Barang Data Nasabah Petugas Nasabah

Gambar 4.1. DAD konteks sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

c. Tahap Analisis Sistem Tahap analisis sistem merupakan tahapan lanjutan dari tahap rencana pendahuluan. Diagram alir data konteks yang telah dibuat pada tahap rencana pendahuluan dijabarkan ke dalam pandangan yang lebih detail. Penjabaran diagram alir data kontekas yang lebih detail disebut diagram alir data analisis. Untuk memperinci diagram alir data analisis perlu dibuat kamus data yang merupakan perincian item-item yang terdapat pada aliran data dan juga yang terdapat pada penyimpanan data.

36

1) Diagram Alir Data Analisis Dari diagram alir data konteks basis data sistem pengelolaan data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus yaitu:
Masuk

Presensi

Tidak Menggadaikan
Mengembalikan uang pinjaman

Ya

Ya

Lunas

Ada barang

Pilih Produk

Ya Taksir Barang

Mencicil

Ya Hubungi Petugas Diangsur sebanyak Tunjukkan KTP

Ya Registrasi Dapat uang pinjaman

Barang digadaikan

Keluar

Gambar 4.2. Flow Chart Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

37

2) Kamus Elemen Data Data Gadai Syariah Field NOREG NAMA JK TTL STTS PKJ ALMT JBT GOL JT BP BAD TMK TP TS JW MT TOT BY1 BY2 TRF JNS TOT2 KET Type TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT Lebar 6 25 6 50 15 25 50 25 3 10 10 10 8 8 8 2 2 10 10 10 10 25 10 50 Keterangan No Registrasi Nama Nasabah Jenis Kelamin Tempat, Tanggal Lahir Status Pekerjaan Alamat Jenis Barang Taksiran Golongan Jumlah Taksiran Besar Pinjaman Biaya Administrasi Tanggal Mulai Kredit Tanggal Pelunasan Tanggal Setor Jangka Waktu Masa Tenggang Total Biaya 1 Biaya 2 Tarif Jenis Total yang Harus Dibayar Keterangan

Tabel 4.1. Kamus Data Gadai Syariah Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

38

Data Jasa Taksiran Field NOREG NAMA JK TTL STTS PKJ ALMT JNBT JMBT JMT CDTTGL KAPEK KRBT KABT BRT HRG2 TOTAL Type TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT Lebar 6 25 6 50 15 25 50 25 3 10 8 2 25 25 5 10 10 Keterangan No Registrasi Nama Nasabah Jenis Kelamin Tempat, Tanggal Lahir Status Pekerjaan Alamat Jenis Barang Taksiran Jumlah Barang Taksiran Jumlah Taksiran Dicetak Tanggal Kategori Pekerjaan Kriteria Barang Taksiran Kategori Barang Taksiran Berat Harga 2 Total Taksiran

Tabel 4.2. Kamus Data Jasa Taksiran Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

39

Data KCA Field NOREG NAMA JK TTL STTS PKJ ALMT JBT GOL JT BP BAD TMK TP TS JW MT SM TOT BY1 BY2 TOT2 KET Type TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT Lebar 6 25 6 50 15 25 50 25 3 10 10 10 8 8 8 2 2 10 10 10 10 10 50 Keterangan No Registrasi Nama Nasabah Jenis Kelamin Tempat, Tanggal Lahir Status Pekerjaan Alamat Jenis Barang Taksiran Golongan Jumlah Taksiran Besar Pinjaman Biaya Administrasi Tanggal Mulai Kredit Tanggal Pelunasan Tanggal Setor Jangka Waktu Masa Tenggang Sewa Modal Total Biaya 1 Biaya 2 Total yang Harus Dibayar Keterangan

Tabel 4.3. Kamus Data KCA Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

40

Data Kreasi Field NOREG NAMA JK TTL STTS PKJ ALMT JBT GOL JT BP BAD TMK TP TS JW MT SM TOT BY1 BY2 TOT2 KET Type TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT Lebar 6 25 6 50 15 25 50 25 3 10 10 10 8 8 8 2 2 10 10 10 10 10 50 Keterangan No Registrasi Nama Nasabah Jenis Kelamin Tempat, Tanggal Lahir Status Pekerjaan Alamat Jenis Barang Taksiran Golongan Jumlah Taksiran Besar Pinjaman Biaya Administrasi Tanggal Mulai Kredit Tanggal Pelunasan Tanggal Setor Jangka Waktu Masa Tenggang Sewa Modal Total Biaya 1 Biaya 2 Total yang Harus Dibayar Keterangan

Tabel 4.4. Kamus Data Kreasi Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

41

Data Penelitian/Penitipan Barang Field NOREG NAMA JK TTL STTS PKJ ALMT JBTT JBT KBT BYAD JMBTT LPB DCTTGL TPEN TPENG MT BYPN HBT TOT KET Type TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT TEXT Lebar 6 25 6 50 15 25 50 25 3 10 10 3 8 8 8 8 2 10 10 10 50 Keterangan No Registrasi Nama Nasabah Jenis Kelamin Tempat, Tanggal Lahir Status Pekerjaan Alamat Nama Barang Titipan Jenis Barang Titipan Kategori Barang Titipan Biaya Administrasi Jumlah Barang Titipan Lama Penitipan Barang Dicetak Tanggal Tanggal Penitipan Tanggal Pengambilan Masa Tenggang Biaya Penitipan Harga Barang Titipan Total Biaya Keterangan

Tabel 4.5. Kamus Data Penelitian Barang Sistem PengelolaanData di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

Data User Field NAMA PASSWORD Type TEXT TEXT Lebar 5 5 Nama Password Keterangan

Tabel 4.6. Kamus Data User Sistem Pengelolaan Data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus

42

d. Tahap Perancangan Sistem 1) Normalisasi basis data Syarat terpenting dalam penyusunan basis data adalah relasirelasi dalam basis data harus normal, sehingga harus dilakukan normalisasi. Basis data dapat dikatakan sudah normal apabila telah sampai pada bentuk ketiga. 2) Bagan Struktur Sistem Hasil dari perancangan proses adalah dokumentasi

perancangan dalam bentuk struktur sistem yang memperlihatkan seluruh program dalam sistem serta hirarki kontrol terhadap program tersebut yang kemudian disebut sebagai bagan struktur sistem, seperti dalam gambar berikut.
Menu Utama

Menu Login

Input

Output

Menu Laporan

Menu Cetak

About

Selesai

Gambar 4.3. Bagan Struktur Sistem Menu Utama

a) Bagan Struktur Sistem Menu Login
Input Data

Log In

Log Off

Input Password

Keluar

Gambar 4.4. Bagan Struktur Sistem Menu Log In

43

b) Bagan Struktur Sistem Menu Input
Input

Input Jasa Taksiran

Input Registrasi KCA

Input Registrasi Gadai Syariah

Input Registrasi KREASI

Input Registrasi Penelitian/ Penitipan Barang

Gambar 4.5. Bagan Struktur Sistem Menu Input

c) Bagan Struktur Sistem Menu Output
Output

Output Jasa Taksiran

Output Registrasi KCA

Output Registrasi Gadai Syariah

Output Registrasi KREASI

Output Registrasi Penelitian/ Penitipan Barang

Gambar 4.6. Bagan Struktur Sistem Menu Output

d) Bagan Struktur Sistem Menu Laporan
Laporan

Laporan Jasa Taksiran

Laporan Registrasi KCA

Laporan Registrasi Gadai Syariah

Laporan Registrasi KREASI

Laporan Registrasi Penelitian/ Penitipan Barang

Gambar 4.7. Bagan Struktur Sistem Menu Laporan

44

e) Bagan Struktur Sistem Menu Cetak
Cetak

Cetak Jasa Taksiran

Cetak Registrasi KCA

Cetak Registrasi Gadai Syariah

Cetak Registrasi KREASI

Cetak Registrasi Penelitian/ Penitipan Barang

Gambar 4.8. Bagan Struktur Sistem Menu Cetak

e. Tahap Implementasi Sistem 1) Pengkodean Program Tahapan Implementasi Sistem mencakup pengkodean

program, pengujian program, pemasangan program, serta pelatihan kepada pengguna. Program basis data yang telah dirancang dimulai dari diagram alir yang berguna untuk menjelaskan dan

mempermudah dalam merancang serta merupakan implementasi dari program yang akan dibuat. Diagram alir data akan membuat logika berfikir pembuatan program tersusun dengan baik berdasarkan urutan yang telah direncanakan. Dari diagram alir data yang dibuat pada rancangan sistem, pada tahap implementasi sistem ini akan diterjemahkan ke dalam kata-kata bahasa pemrograman dengan menggunakan bahasa pemrograman

Microsoft Visual Basic 6.0 agar komputer dapat melakukannya sesuai dengan keinginan. Sedangkan tahap akhirnya yaitu tahap

45

penggunaan dan aplikasi mulai dioperasikan oleh pengguna untuk melakukan transaksi. 2) Cara Kerja Program Cara kerja program didasarkan pada bagian alir sistem dari program yang telah dibuat. Saat program dijalankan, maka tampilan awal dari program adalah menu awal dari program basis data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus. Dalam menu awal terdapat beberapa pilihan program lanjutan, antara lain: menu pilihan, laporan pegadaian, struktur organisasi, accessories, audio/video, dan keluar. Untuk

melanjutkan ke menu utama dari program aplikasi ini adalah melalui menu pilihan yang di dalamnya terdapat menu login yang berfungsi untuk mengaktifkan menu input dan menu output. Login dilakukan oleh pengguna. Apabila kode pengguna tidak terdaftar dalam database ini, maka tidak dapat masuk dalam menu pilihan. Apabila benar, maka proses akan dilanjutkan pada tampilan menu pilihan program.

2. Hasil Proses Kerja Program Proses kerja dari program berdasarkan pada struktur sistem dan kebenaran data tergantung pada pengguna. Cara kerja program dimulai dari form utama sebagai form yang pertama kali muncul ketika baru membuka program aplikasi database ini. Pada form utama ini tersedia

46

beberapa menu yang ditampilkan dengan tombol-tombol, yaitu tombol Menu Pilihan yang berisi tentang menu Login berfungsi untuk mengaktifkan Menu Input dan Menu Output; Laporan Pegadaian berfungsi untuk mengaktifkan tombol Laporan Gadai Syariah, Laporan Jasa Taksiran, Laporan KCA, Laporan KREASI, dan Laporan Penelitian Barang; menu cetak yang dibuat dengan bantuan Software Crystal Report, yang terdiri dari Cetak Gadai Syariah, Cetak Jasa Taksiran, Cetak KCA, Cetak KREASI, dan Cetak Penelitian Barang; tombol Struktur Organisasi menampilkan bagan struktur organisasi pada Perum Pegadaian Kabupaten Kudus; tombol Accessories berfungsi mengaktifkan Kalkulator, Games, dan Kalender; tombol Audio/Video berfungsi sebagai pelengkap sarana hiburan yang menyajikan program Windows Media Player; sedangkan tombol yang terakhir yaitu tombol Keluar untuk keluar dari program aplikasi. Selain itu juga terdapat informasi tentang logo, visi, serta misi pegadaian yang disajikan dalam bentuk teks. Saat program dijalankan maka yang pertama muncul adalah form utama, sebagai form tampilan awal dari sebelum masuk program pengelolaan database pegadaian.

47

Gambar 4.9. Form Menu Utama

Jika pada form utama ini dipilih tombol Menu Pilihan maka akan muncul form yang berisi tentang Menu Login, Menu Input, Menu Output, Menu Laporan, Menu About, Menu Cetak serta Menu Selesai. Cara penggunaan program aplikasi tersebut, tampilan dari form Menu Pilihan adalah sebagai berikut:

Gambar 4.10. Form Menu Pilihan

48

Begitu pula jika dipilih tombol Struktur Organisasi maupun tombol Audio Video, akan muncul tampilan seperti berikut:

Gambar 4.11. Form Struktur Organisasi

Gambar 4.12. Form Windows Media Player

Sedangkan tombol Laporan Pegadaian serta tombol Accessories hanya berfungsi untuk mengaktifkan tombol-tombol yang ada pada menu utama sebelah kanan, yaitu dengan tampilan sebagai berikut:

dalam keadaan aktif

dalam keadaan tidak aktif

Gambar 4.13. Tombol Accessories dan Laporan

49

Jika pada form Menu Pilihan ini dipilih menu Login dengan cara mengklik sub menu Log In maka akan muncul form Login dan diisi petugas selaku pengguna untuk melayani nasabah yang akan mengadakan transaksi. Dalam form ini tersedia text box untuk menuliskan nama dan password pengguna. Tampilan dari form Login adalah sebagai berikut:

Gambar 4.14. Menu Login

Gambar 4.15. Form Login

Masukkan nama dan password dengan benar lalu klik tombol OK maka muncul pesan selamat, klik OK untuk melanjutkan ke menu berikutnya.

Gambar 4.16. Pesan

Namun jika salah memasukkan nama dan password maka akan muncul pesan konfirmasi seperti berikut:

Gambar 4.17. Pesan

50

Menu berikutnya adalah menu Input yang merupakan bentuk aplikasi transaksi produk pegadaian untuk mengadakan registrasi nasabah yang ditampilkan dalam gambar berikut:

Gambar 4.18. Menu Input Menu Input ini terdiri dari beberapa sub menu antara lain: a. Input Jasa Taksiran Dalam sub menu Input Jasa Taksiran akan ditampilkan form sebagai berikut:

Gambar 4.19. Form Input Jasa Taksiran

51

b. Registrasi Input KCA Dalam sub menu Input Registrasi KCA akan ditampilkan dalam 2 form sebagai berikut:

Gambar 4.20. Form Registrasi Input KCA

52

c. Registrasi Input Gadai Syariah Dalam sub menu Registrasi Input Gadai Syariah akan ditampilkan dalam 2 form sebagai berikut:

Gambar 4.21. Form Registrasi Input Gadai Syariah

53

d. Registrasi Input KREASI Dalam sub menu Registrasi Input KCA akan ditampilkan dalam 2 form sebagai berikut:

Gambar 4.22. Form Registrasi Input Kreasi

54

e. Registrasi Input Penelitian/Penitipan Barang Dalam sub menu Registrasi Input Penelitian/Penitipan Barang akan ditampilkan dalam 2 form sebagai berikut:

Gambar 4.23. Form Registrasi Input Penelitian/Penitipan Barang

55

Menu berikutnya adalah menu Output yang merupakan bentuk aplikasi transaksi produk pegadaian sebagai tindak lanjut terhadap data barang-barang gadaian yang akan diubah, diambil, dan dilelang maupun pelunasan kredit nasabah, yang ditampilkan seperti gambar berikut:

Gambar 4.24. Menu Output

Menu Output ini terdiri dari beberapa sub menu antara lain: a. Output Jasa Taksiran Dalam sub menu Output Jasa Taksiran akan ditampilkan dalam form sebagai berikut:

Gambar 4.25. Form Output Jasa Taksiran

56

b. Output KCA Dalam sub menu Output KCA akan ditampilkan dalam 2 form sebagai berikut:

Gambar 4.26. Form Output KCA

57

c. Output Gadai Syariah Dalam sub menu Output Gadai Syariah akan ditampilkan dalam 2 form sebagai berikut:

Gambar 4.27. Form Output Gadai Syariah

58

d. Output KREASI Dalam sub menu Output KREASI akan ditampilkan dalam form sebagai berikut:

Gambar 4.28. Form Output KREASI

59

e. Output Penelitian/Penitipan Barang Dalam sub menu Output Penelitian/Penitipan Barang akan ditampilkan dalam 2 form sebagai berikut:

Gambar 4.29. Form Output Penelitian/Penitipan Barang

60

Menu berikutnya adalah menu Laporan yang akan menampilkan data-data yang sudah dalam database Pegadaian. Pada menu Laporan ini, kita tidak hanya dapat melihat data saja, tetapi juga bisa melakukan penambahan maupun pengubahan terhadap data yang sudah masuk.

Gambar 4.30. Menu Laporan Cara kerja menu Laporan pada Menu Pilihan sama dengan Laporan Pegadaian yang ada pada menu utama. Menu Laporan terdiri dari beberapa sub menu antara lain: a. Laporan Jasa Taksiran Dalam sub menu Laporan Jasa Taksiran menampilkan data nasabah seperti form berikut:

Gambar 4.31. Form Laporan Jasa Taksiran

61

b. Laporan KCA Dalam sub menu Laporan KCA menampilkan data nasabah dan data barang seperti form berikut:

Gambar 4.32. Form Laporan KCA c. Laporan Gadai Syariah Dalam sub menu Laporan Gadai Syariah menampilkan data nasabah dan data barang seperti form berikut:

Gambar 4.33. Form Laporan Gadai Syariah

62

d. Laporan KREASI Dalam sub menu Laporan Kreasi menampilkan data nasabah dan data barang seperti form berikut:

Gambar 4.34. Form Laporan Kreasi

e. Laporan Penelitian/Penitipan Barang Dalam sub menu Laporan Penelitian/Penitipan Barang menampilkan data nasabah dan data barang seperti form berikut:

Gambar 4.35. Form Laporan Penelitian/Penitipan Barang

63

Menu berikutnya adalah menu About yang berisi tentang programmer. Jika memilih menu About lalu klik Tentang Programmer maka akan muncul form yang berisi tentang biodata dari pembuat program aplikasi tersebut, sedangkan tampilan dari form programer adalah sebagai berikut:

Gambar 4.36. Form Programmer

Selanjutnya adalah menu Cetak yang berfungsi untuk mencetak data yang diinginkan pada kertas.

Gambar 4.37. Menu Cetak Menu Cetak ini terdiri atas beberapa sub menu yang ditampilkan dalam bentuk laporan antara lain:

64

a. Cetak Jasa Taksiran Dalam sub menu Cetak Jasa Taksiran menampilkan data nasabah dan data barang seperti laporan berikut:

Gambar 4.38. Form Cetak Jasa Taksiran

65

b. Cetak KCA Dalam sub menu Cetak KCA menampilkan data nasabah dan data barang seperti laporan berikut:

Gambar 4.39. Form Cetak KCA

66

c. Cetak Gadai Syariah Dalam sub menu Cetak Gadai Syariah menampilkan data nasabah dan data barang seperti laporan berikut:

Gambar 4.40. Form Cetak Gadai Syariah

67

d. Cetak KREASI Dalam sub menu Cetak Kreasi menampilkan data nasabah dan data barang seperti laporan berikut:

Gambar 4.41. Form Cetak KREASI

68

e. Cetak Penelitian/Penitipan Barang Dalam sub menu Cetak Penelitian/Penitipan Barang menampilkan data nasabah dan data barang seperti laporan berikut:

Gambar 4.42. Form Cetak Penelitian/Penitipan Barang

69

B. Pembahasan 1. Pembuatan program aplikasi database menggunakan Microsoft Visual Basic versi 6.0 dan Crystal Report untuk pengelolaan data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus meliputi beberapa tahap yaitu : a. Studi Kelayakan Pada tahap ini menjelaskan tentang sejarah, keadaan atau kondisi obyektif Perum Pegadaian Kabupaten Kudus. b. Rencana Pendahuluan Tahapan rencana pendahuluan menentukan lingkup proyek atau sistem yang akan ditangani. Hal ini digunakan untuk menentukan jadwal proyek. Adapun lingkup sistem yang ditangani dijabarkan dalam bentuk DFD konteks (atau sering juga disebut diagram konteks). DFD (Data Flow Diagram) sering diterjemahkan menjadi diagram aliran data. DAD merupakan merupakan alat yang biasa dipakai untuk mendokumentasikan proses dalam sistem. DAD menekankan pada fungsi-fungsi di dalam sistem, cara menggunakan informasi yang tersimpan dan pemindahan informasi antar fungsi di dalam sistem. DAD konteks adalah DAD yang memperlihatkan sistem sebagai sebuah proses. Tujuannya adalah memberikan pandangan umum sistem. DAD konteks memperlihatkan sebuah proses yang berinteraksi dengan lingkungannya.

70

c.

Analisis Sistem Tahap analisis sistem merupakan tahapan lanjutan dari tahap rencana pendahuluan. Diagram alir data konteks yang telah dibuat pada tahap rencana pendahuluan dijabarkan kedalam pandangan yang lebih detail.

d. Perancangan Sistem Pada tahap ini menjelaskan tentang tabel-tabel yang akan dibuat, relasi antar tabel dan bagan struktur sistem pada pembuatan program aplikasi database untuk pengelolaan data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus. e. Implementasi Sistem Tahapan implementasi sistem mencakup pemberian kode program, pengujian program, dan pemasangan program. Pada tahap ini juga menjelaskan tentang cara kerja dan hasil proses kerja program yang didasarkan pada bagan alir sistem dari program yang telah dibuat. Proses kerja program aplikasi program aplikasi database untuk pengelolaan data di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus adalah pada saat memasuki menu utama program terdapat beberapa pilihan menu lanjutan antara lain: menu pilihan, laporan pegadaian, struktur organisasi, accessories, audio/video, dan menu keluar. Pada menu pilihan terdapat beberapa menu antara lain: menu Login, menu Input, menu Output, menu Laporan, menu About, menu Cetak, serta menu Keluar. Pada menu laporan pegadaian akan menampilkan laporan

71

mengenai data-data yang sudah masuk dalam program aplikasi database di Perum Pegadiana Kudus. Sedangkan menu struktur organisasi, accessories, dan audio/video merupakan menu pelengkap sebagai sarana hiburan agar dalam menjalankan program aplikasi database ini agar pengguna tidak merasa jenuh. Menu-menu pilihan seperti menu Login berfungsi untuk mengaktifkan menu Input dan menu Output dengan cara memasukkan nama dan password pengguna. Apabila nama dan password benar maka dapat melanjutkan ke menu berikutnya yaitu menu Input. Dalam menu Input terdiri dari beberapa sub menu antara lain: sub menu Input Jasa Taksiran berfungsi untuk melayani nasabah yang ingin menaksirkan barang berupa emas dan berlian; sub menu Registrasi Input KCA berfungsi untuk melayani kredit dengan prosentase biaya 1,25 % dari besar pinjaman; sub menu Registrasi Input Gadai Syariah berfungsi melayani kredit dengan hukum Islam yaitu perhitungan biaya berdasarkan tarif yang telah ditentukan; sub menu Registrasi Input KREASI berfungsi melayani kredit dengan prosentase biaya 1% dari besar pinjaman; serta yang terakhir adalah sub menu Registrasi Input Penelitian/Penitipan Barang berfungsi sebagai fasilitas penitipan barang. Menu Output berfungsi mengadakan suatu perubahan dan pencarian pada data yang sudah masuk, terdiri dari sub menu: sub

72

menu Output Jasa Taksiran, Output KCA, Output Gadai Syariah, Output KREASI, dan Output Penelitian/ Penitipan Barang. Menu Laporan berfungsi menampilkan data-data yang sudah masuk, terdiri dari Laporan Jasa Taksiran, Laporan KCA, Laporan Gadai Syariah, Laporan KREASI, serta Laporan Penelitian/Penitipan Barang. Menu Cetak berfungsi mencetak pada kertas. Menu Cetak dibuat melalui program tersendiri yang disebut dengan program Crystal Report. Menu cetak dapat dijalankan jika program Crystal Report sudah tersedia. Menu About menampilkan biodata programmer serta waktu pembuatan aplikasi program tersebut. 2. Dari program aplikasi database untuk pengelolaan data di Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian Kudus yang telah dibuat dan dapat dijalankan, maka dapat diketahui beberapa keunggulan dan

kekurangannya. Program aplikasi ini memiliki beberapa keunggulan antara lain dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pengelolaan data pegadaian dibandingkan dengan cara pengelolaan yang dilakukan secara manual seperti yang selama ini digunakan di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus, untuk data-data yang telah dimasukkan juga akan lebih terjamin keamanannya karena dalam program aplikasi ini dilengkapi dengan

73

password untuk login yang dapat digunakan petugas untuk memasukkan dan mengubah data-data yang telah dimasukkan. Program aplikasi ini juga masih memiliki kekurangan di antaranya tidak dilengkapi dengan grafik yang menampilkan jumlah nasabah dan jumlah barang yang masuk maupun keluar setiap hari, tidak ada form khusus untuk mengetahui secara langsung cicilan yang dilakukan nasabah guna melunasi pinjaman.

74

BAB V PENUTUP

A. Simpulan Adapun simpulan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut. 1. Proses kerja dari program berdasarkan pada struktur sistem dan kebenaran data tergantung pada pengguna. Cara kerja program dimulai dari form utama sebagai form yang pertama kali muncul ketika baru membuka program aplikasi database ini. Pada form utama ini tersedia beberapa menu yang ditampilkan dengan tombol-tombol, yaitu tombol Menu Pilihan yang berisi tentang Menu Login berfungsi untuk mengaktifkan Menu Input dan Menu Output; Laporan Pegadaian berfungsi untuk mengaktifkan tombol Laporan Gadai Syariah, Laporan Jasa Taksiran, Laporan KCA, Laporan KREASI, dan Laporan Penelitian Barang; Menu Cetak yang dibuat dengan bantuan Software Crystal Report, yang terdiri dari Cetak Gadai Syariah, Cetak Jasa Taksiran, Cetak KCA, Cetak KREASI, dan Cetak Penelitian Barang; tombol Struktur Organisasi menampilkan bagan struktur organisasi pada Perum Pegadaian Kabupaten Kudus; tombol Accessories berfungsi mengaktifkan Kalkulator, Games, dan Kalender; tombol Audio/Video berfungsi sebagai pelengkap sarana hiburan yang menyajikan program Windows Media Player; sedangkan tombol yang terakhir yaitu tombol Keluar untuk keluar dari program

74

75

aplikasi. Selain itu juga terdapat informasi tentang logo, visi, serta misi pegadaian yang disajikan dalam bentuk teks. 2. Program aplikasi ini memiliki beberapa keunggulan antara lain dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pengelolaan data pegadaian dibandingkan dengan cara pengelolaan yang dilakukan secara manual seperti yang selama ini digunakan di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus, untuk data-data yang telah dimasukkan juga akan lebih terjamin keamanannya karena dalam program aplikasi ini dilengkapi dengan password untuk login yang dapat digunakan petugas untuk memasukkan dan mengubah data-data yang telah dimasukkan. Program aplikasi ini juga masih memiliki kekurangan di antaranya tidak dilengkapi dengan grafik yang menampilkan jumlah nasabah dan jumlah barang yang masuk maupun keluar setiap hari, tidak ada form khusus untuk mengetahui secara langsung cicilan yang dilakukan nasabah guna melunasi pinjaman.

B. Saran 1. Perum Pegadaian Kabupaten Kudus hendaknya dapat menerapkan sistem komputerisasi pada proses pengolahan data dalam rangka efektivitas dan efisiensi kerja. 2. Perum Pegadaian Kabupaten Kudus hendaknya lebih mengoptimalkan pemanfataan paket aplikasi program yang ada guna menangani proses pengolahan berbagai macam data yang ada.

76

3. Setiap pegawai di Perum Pegadaian Kabupaten Kudus hendaknya memiliki kemampuan pada bidang komputer agar dapat menjalankan pengolahan data dengan sistem komputerisasi.

77

DAFTAR PUSTAKA

Andi. 2001. Microsoft Visual Basic 6.0 . Yogyakarta: Andi Offset Andi. 2002. Database Visual Basic 6.0 dengan Crystal Reports. Yogyakarta: Andi Offset Kadir, Abdul. 1999. Konsep dan Tuntutan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi Offset Kurnia, Tjandra. 2002. Tip Trik Unik Visual Basic. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Anshori, Ghofur Abdul. 2006. Gadai Syariah di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Sethyon, Ketut. 2002. Menapak ke Masa Depan dengan Kegigihan Masa Lalu. Jakarta: PT. Cipta Swara Serasi

77

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful