You are on page 1of 11

PENYEBAB 1001 MASALAH HISAB DAN RUKYAT

Hisab
Hisab adalah perhitungan secara matematis perjalanan bulan
mengelilingi bumi (revolusi bulan) dan menentukan posisi bulan kapan
masuknya bulan baru dalam sistim penanggalan kalender hijriyah
Rukyat
Rukyat adalah aktivitas mengamati (hilal), yakni penampakan bulan
sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya bulan mati. Rukyat
dilakukan setelah Matahari terbenam (maghrib)
.Memang yang diwajibkan adalah berpuasanya, bukan rukyahnya. Namun
karena perintah rukyah itu berkaitan dengan suatu hal yang bersifat wajib,
maka perintah melakukan rukyat itupun menjadi wajib.
Hilal
Hilal / bulan sabit baru adalah cahaya terang permukaan bulan yang
tersinari cahaya matahari terlihat dari bumi.
Oleh karena jarak matahari ke bumi lebih kurang 390 kali jarak bulan ke bumi
dan besar bulan lebih kurang dari besar bumi dan posisi bulan berada di
antara matahari dan bumi, dan Yang perlu di pahami adalah matahari sumber
cahaya dari jagat raya ini. Tentu karena bulan berada di antara matahari dan
bumi maka permukaan bulan yang terang tersinari matahari berada
membelakangi bumi dengan kata lain bagian permukaan bulan yang gelap
menghadap bumi
Oleh karena itu Hilal akan terbentuk apabila posisi bulan sudah tertinggal oleh
matahari 15 derajat lebih.
Kemajuan ilmu teknologi saat sekarang ini sudah bisa mensimulasikan
gerak benda-benda langit terkait terutama matahari, bulan dan bumi. Sehingga
bisa menentukan posisi bulan kapan bulan berada sejajar dengan matahari dan
bumi (ijtimak/kunjungsi) sehingga tidak memperdulikan lagi kapan hilal itu
terbentuk (ujud/ada) terlihat dari bumi.
Dengan demikian ilmu teknologi menetapkan titik nol derajat perjalanan bulan
mengelilingi bumi(berevolusi bulan) adalah posisi bulan berada saat ijtimak
(kunjungsi). Ini lah yang menjadi penyebab masaalah, yang dijadikan landasan
hisab untuk melakukan rukyat.
Oleh sebab itu maka terjadilah 1001 masaalah hisab dan rukyat di antaranya :
1 Beranggapan Rasullullah saw tidak meninggalkan panduan hisab dan rukyat.
2 Beranggapan Hadist-hadist Rasullulah saw yang berkaitan dengan
penentuan awal bulan tidak sesuai lagi di zaman sekarang.
3 Beranggapan manusia zaman sekarang lebih pintar dari pada manusia di
zaman nabi.
4 Hadist untuk panduan rukyat pengamalan puasa ramadan di kiyaskan untuk
penentuan awal bulan yang lainnya dalam kalender hijriyah.
5 Beranggapan dalam menentukan awal bulan hijriyah di lakukan rukyat di
setiap awal bulannya.
6 Beranggapan garis batas perubahan hari dan tanggal berubah-rubah sesuai
dengan penampakan hilal.
7 Beranggapan tidak bisanya di buat kalender hijriyah sedunia.
8 Dan banyak lagi yang lainnya.
Dengan semua itu timbul berbagai macam metode hisab di antaranya :
Wujudul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan
menggunakan dua prinsip: Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari
terbenam (ijtima' qablal ghurub), dan Bulan terbenam setelah Matahari
terbenam (moonset after sunset); maka pada petang hari tersebut dinyatakan
sebagai awal bulan (kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut
ketinggian (altitude) Bulan saat Matahari terbenam.
Akibat dan jawabannya
Pembuatan kalender Hijriyah global harus memahami dua pokok utama sisi
pandang.
1) Gerak bulan,matahari dan bumi, memang segagai petunjuk bahwa
pembatas dari bulan ke bulan berikut nya adalah saat bulan berada diantara
bumi dengan matahari dan segaris (ijtimak/kunjungsi)
2) Gerak rotasi bumi terhadap sumbunya yang mengakibatkan terjadi nya siang
dan malam serta bergantinya hari dan tanggal dalam masa tenggang waktu 24
jam.
Dalam pembuatan kalender hijriyah kita harus bisa memposisikan dua sisi
pandang tersebut dengan benar.
Memang menurut ilmu Astronomi sebagai pembatas dari bulan ke bulan
berikut nya adalah saat ijtimak(kunjungsi) dalam artian apabila bulan telah
bergeser dari ijtimak(kunjungsi) telah masuk bulan baru di seluruh bumi, ini
berarti kita berpijak di angkasa yang tidak mengenal siang dan malam serta
tidak mengenal perubahan hari dan tanggal.
Tetapi untuk kalender hijriyah Global kita harus berpijak di bumi, tentu kita
harus mengikuti penomena alam yang terjadi di bumi yaitu terjadinya siang
dan malam serta bergantinya hari dan tanggal dalam rentang waktu 24 jam
tersebut.
DALAM ARTIAN DENGAN TELAH TERTINGGAL NYA BULAN OLEH MATAHARI
TIDAK SEMERTA-MERTA DI SAAT ITU JUGA TELAH MASUK BULAN BARU DI
SELURUH PERMUKAAN BUMI.
Imkanur Rukyat adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah
yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei
Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dan dipakai
secara resmi untuk penentuan awal bulan Hijriyah pada Kalender Resmi
Pemerintah, dengan prinsip: Awal bulan (kalender) Hijriyah terjadi jika:
Pada saat Matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan di atas
cakrawala minimum 2, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari
minimum 3, atau
Pada saat bulan terbenam, usia Bulan minimum 8 jam, dihitung sejak
ijtimak.
Akibat dan jawabannya
Lamanya revolusi bulan mengelilingi bumi dari ijtimak (kunjungsi) ke ijtimak
(kunjungsi) bulan beikutnya tidak tetap. ( berkisar diantara 29 hari 7 jam s/d 29
hari 18 jam )
dengan tidak tetapnya itu, dengan menentukan saat ketinggian bulan tertentu,
akan sama saja kita mengunci / mematok posisi bulan untuk perubahan dari
bulan ke bulan berikut nya, hal itu akan terjadi berpindah-pindah nya garis
batas pergantian hari dan tanggal di bumi dan melengkung seperti kurva serta
melintasi daratan,
untuk menjadikan almanak hijriyah internasional (GLOBAL) satu bumi satu
tanggal dan satu hari seharus nya garis batas pergantian hari dan tanggal itu
harus lurus dari kutup utara ke kutup selatan bumi serta tetap dan tidak boleh
melintasi daratan.
Rukyat Global adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang
menganut prinsip bahwa: jika satu penduduk negeri melihat hilal, maka
penduduk seluruh negeri berpuasa (dalam arti luas telah memasuki bulan
Hijriyah yang baru) meski yang lain mungkin belum melihatnya.
Akibat dan jawabannya
Dengan tidak tetapnya revolusi bulan mengelilingi bumi, maka untuk
menentukan saat perubahan dari bulan ke bulan berikutnya dengan ke
terlihatan hilal, akan sama saja kita mengunci / mematok posisi bulan untuk
perubahan dari bulan ke bulan berikut nya, hal itu akan terjadi berpindah-
pindah nya garis batas pergantian hari dan tanggal di bumi dan melengkung
seperti kurva serta melintasi daratan,
Keterlihatan hilal itu hanya bisa di berlakukan untuk daerah tersebut yang
sewaktu dengan nya dan berikut ke arah barat nya dalam rentang waktu 24
jam.
Metode Hisab.
Kendati sama mengacu pada perhitungan siklus peredaran Bulan mengelilingi
Bumi, tetapi dalam implementasinya dikenal adanya dua sistem hisab dalam
penyusunan kalender qamariyah, yakni Hisab Urfi dan Hisab Hakiki.
Dan banyak metode-metode hisab yang lainnya. Dan ada pula yang
berkeinginan untuk menyatu kan semua metode-metode dengan bermufakat.
Tentu bermufakat dalam hal yang sudah ada aturannya oleh Allah SWT sang
pencipta alam melalui rasulnya Nabi Muhammad s a w, samasaja tidak
mempercayai aturan Allah dan rasul nya.
Dalam urusan beragama seharusnya Alqran dan hadist serta as-sunah di
jadikan di depan sebagai panduan bukan sebaliknya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:


Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku
cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama
bagimu [Al-Maaidah: 3]
Berati dari keterangan ayat diatas bahwa Al-Quran dan perkataan dan
keterangan dari Rasulullah SAW yang disebut Hadist, serta perbuatan
Rasulullah SAW yang disebut As-Sunnah telah sempurna sebagai pedoman dan
petunjuk dalam seluruh aspek kehidupan manusia sampai akhir zaman .



TUNTUNAN HISAB DAN RUKYAT RASULLULAH S.A.W
Hisab dan rukyat adalah satu kesatuan yang takdapat dipisahkan.
Tuntunan hisab ini ada hadist rasullulah saw terdapat di dalam kitab insanul
uyun jus III karangan seh Nurddin sebagai berikut :
Telah berkata Rasulullah SAW: Aku lihat dimalam Israk denganku akan sejumlah
kalimat di tiang Arasy sebagai berikut : Allahul Hadi satu kali, Hudallah lima
kali, Jamalul Fili tiga kali, Zaraallahu Zaran bilabazrin tujuh kali, Dinullah
empat kali, Badiussamawati wal Ardhi dua kali, Wailun liman asha enam kali,
Dinuallah empat kali, Zara allah tujuh kali, Badiussamawati dua kali,
Jamalul fili tiga kali, Hudallah lima kali, Wailun Liman asha enam kali,
allahul hadi satu akali, Badi ussamawati wal Ardhi dua kali, Dinullah empat
kali, Hudallah lima kali, Zaraallahu Zaran bilabazrin tujuh kali, Allahul Hadi
satu kali, jamalul Fili tiga kali.
Berkata Rasulullah SAW: Ambil olehmu awal kalimat yang delapan
pertama menjadi huruf Tahun dan awal kalimat yang sebanyak dua belas kedua
menjadimhuruf Bulan, maka himpunlah huruf tahun dengan huruf bulan, artinya
jumlahkanlah, maka mulailah membilang dari hari Rabu atau Kamis, dan dihari
mana sampai bilangan, maka hari itu adalah awal bulan itu, dan Rasulullah SAW
berkata: Takwim adalah jalanku, selain puasaRamadhan.
Dari keterangan Hadist diatas, bisa kita artikan sebagai berikut :
Alif (1), Ha (5), Jin (3), Zai (7), Dal (4), Ba (2), Waw (6), Dal (4), Zai (7), Ba (2), Jin
(3), Ha (5), Waw (6), Alif (1), Ba (2), Dal (4), Ha (5), Zai (7), Alif (1), Jin (3).
Awal kalimat yang delapan menjadi huruf tahun :
Uruf tahun : Alif (1), Ha (5), Jin (3), Zai (7), Dal (4), Ba (2), Waw (6), Dal (4)
Dan kalimat berikutnya menjadi huruf bulan :
Dalam artian : Zai (7) untuk bulan Muharam, Ba (2) untuk bulan Safar, Jin (3)
untuk bulan Rabiul Awal, Ha (5) untuk bulan Rabiul Akhir, Waw (6) untuk
bulan Jumadil Awal, Alif (1) untuk bulan Jumadil Akhir, Ba (2) untuk bulan
Rajab, Dal (4) untuk bulan Saban, Ha (5) untuk bulan Ramadhan, Zai (7)
untuk bulan Sawal, Alif (1) untuk bulan Zulkaedah, Jin (3) untuk bulan zulhijah.
Bersumber dari hadist di atas bisa kita tabelkan sebagai berikut :
H U R U F T A H U N HITUNGAN RABU
DAL WAW BA DAL ZAI JIN HA ALIF

4 6 2 4 7 3 5 1
HURUF BULAN

SABTU SENIN KAMIS SABTU SELASA JUM'AT AHAD RABU ZAI 7 MUHARAM
SENIN RABU SABTU SENIN KAMIS AHAD SELASA JUM'AT BA 2 SAFAR
SELASA KAMIS AHAD SELASA JUM'AT SENIN RABU SABTU JIN 3 RABIUL AWAL
KAMIS SABTU SELASA KAMIS AHAD RABU JUM'AT SENIN HA 5 RABIUL AKHIR
JUM'AT AHAD RABU JUM'AT SENIN KAMIS SABTU SELASA
WA
W 6 JUMADIL AWAL
AHAD SELASA JUM'AT AHAD RABU SABTU SENIN KAMIS ALIF 1 JUMADIL AKHIR
SENIN RABU SABTU SENIN KAMIS AHAD SELASA JUM'AT BA 2 RAJAB
RABU JUM'AT SENIN RABU SABTU SELASA KAMIS AHAD DAL 4 SA'BAN
KAMIS SABTU SELASA KAMIS AHAD RABU JUM'AT SENIN HA 5 RAMADHAN
SABTU SENIN KAMIS SABTU SELASA JUM'AT AHAD RABU ZAI 7 SAWAL
AHAD SELASA JUM'AT AHAD RABU SABTU SENIN KAMIS ALIF 1 ZULKAEDAH
SELASA KAMIS AHAD SELASA JUM'AT SENIN RABU SABTU JIN 3 ZULHIJJAH

7 6 5 4 3 2 1 0
Tahun hijriyah
15 14 13 12 11 10 9 8

1447 22 21 20 19 18 17 16


Bersumber dari hadist di atas setelah di tabelkan maka terlihatlah sebagai
berikut :
A. Hari apa masuknya awal bulan setiap bulan hijriyah tahun berapapun.
B. Diketahui bulan apa saja yang berjumlah harinya 29 dan 30 hari.
1 Muharam ..................30 hari 7 Rajab .........................30 hari
2 Safar ............................29 hari 8 Saban .......................29 hari
3 Rabiul awal ..................30 hari 9 Ramadan ...................30 hari
4 Rabiul akhir ..................29 hari 10 Sawal ......................29 hari
5 Jumadil awal ................30 hari 11 Zulkaedah ...............30 hari
6 Jumadil akhir .............29 hari 12 Zulhijah .............29/30 hari
C. Di ketahui pula tahun berapa saja terjadi tahun kabisat di dalam
penanggalan kalender hijriyah, yaitu dimana di tahun tersebut jumlah
hari dalam bulan Zulhijah berjumlah 30 hari. Yaitu pada tahun 1 H , 4 H
,6 H,dan dalam artian setiap periode 8 tahun hijriyah akan terjadi 3 kali
tahun kabisat.
Yaitu tahun kabisat menurut hijriyah ialah di mana tahun hijriyah
tersebut di bagi 8 apabila ber sisa 1 , 4 dan 6 .
(Th H di bagi 8 =....... + 1, Th H di bagi 8 =......+ 4 , Th H di bagi 8 =......+ 6)

Semua kesimpulan di atas di dapat bukan hasil pemikiran manusia tetapi
dari Allah sang pencipta alam yang memperlihatkan kepada rasulnya nabi
Muhammad salallah hualaihi wasalam yaitu :
Telah berkata Rasulullah SAW: Aku lihat dimalam Israk denganku akan
sejumlah kalimat di tiang Arasy sebagai berikut :
Hisab/perhitungan posisi bulan di atas adalah perhitungan rasullulah
saw untuk sebagai panduan melakukan rukyat , dalam menentukan 29 saban
nya.
Oleh karena rukyat itu melihat hilal pada sore hari (saat matahari terbenam)
maka harus kita pahami kapan hilal/bulan sabit baru itu terbentuk.
Sudah jelas kata kuncinya tampaknya hilal, tentu ilmu teknologi dapat
menggambarkan kapan hilal itu ujud/ada di lihat dari bumi.
jarak matahari ke bumi dan bulan serta besarnya bumi dan bulan sudah
diketahui, tentu bisa pula di simulasikan geraknya yang bersekala dan di cerna
dengan ilmu fisika, maka terlihatlah kapan hilal itu terbentuk(ujud) di lihat dari
bumi, hilal itu akan ujud apabila posisi bulan tertinggal / mendahului matahari
15 derajat lebih, artinya titik nol Revolusi bulan terhadap bumi menurut ilmu
agama (hadist rasullulah saw) bukan pada saat posisi bulan segaris dengan
matahari (ijtimak/kunjungsi).
Gambar di bawah ini :



Satu keliling bulan berevolusi mengelilingi bumi menurut sistim penanggalan
hijriyah terjadi beberapa face yaitu :
1 bulan sabi awal bulan ( 1 s/d 5 )
2 bulan awal bulan ( 6 s/d 12 )
3 bulan penuh (bulan purnama) ( 13 s/d 16 )
4 bulan akhir bulan ( 17 s/d 23 )
5 bulan sabit akhir bulan ( 24 s/d 27 )
6 bulan mati ( 28 s/d 30 )

Pergantian hari dan tanggal
Proses pergantian hari dan tanggal menurut ilmu agama islam adalah saat
terbenamnya matahari, tentu terbenamnya matahari di permukaan bumi
tidak terjadi sekaligus pada saat waktu yang sama di seluruh permukaan bumi,
melainkan pada waktu yang berbeda selama 24 jam sesuai posisi tempat
masing-masing, dia akan bergerak selalu dari arah timur ke barat dan karena
bumi itu bulat seperti bola maka bertemu kembali ke tempat posisi semula,
begitu seterusnya proses pergantian hari dan tanggal dalam penanggalan
kalender hijriyah.
Kejadian terbenamnya matahari sebagai pergantian hari dan tanggal
tersebut terjadi pada waktu yang berbeda di seluruh permukaan bumi , tentu
harus ada garis pembatas perubahan hari dan tanggal dalam pembuatan
kalender hijriyah sedunia.
Garis batas Pergantian hari dan tanggal Hijriyah
Satu daerah daratan yang sama harus memiliki hari dan tanggal yang sama
pula, maka tepatlah garis batas perubahan hari dan tanggal dalam
penanggalan kalender hijriyah internasional adalah garis dari kutub utara bumi
melalui lautan samudra fasifik terus ke kutub selatan bumi. Dengan kata lain
apabila terbenamnya matahari di lautan samudra fasifik maka bergantilah hari
dan tanggal dalam penanggalan kalender hijriyah.
Oleh karena garis batas perubahan hari dan tanggal hijrihah terletak di
lautan samudra fasifik sehingga daerah dari mekah arab saudi ke sebelah
timurnya sampai ke lautan samudra fasifik(garis batas) menjadi lebih dulu
berganti nya hari dan tanggal dari pada mekah arab saudi. Dengan demikian
maka khusus pengamalan puasa ramadan rasullulah saw telah menjawab
sebagai berikut :
maka mulailah membilang dari hari Rabu atau Kamis, dan dihari mana
sampai bilangan, maka hari itu adalah awal bulan itu,
Dengan keterangan di atas jelaslah bahwa untuk melakukan rukyat bagi daerah
sebelah timur mekah sampai ke garis batas, landasan hisabnya mulai
membilang hari kamis dalam artian untuk daerah sebelah timur mekah
terlambat satu hari.
Semua uraian di atas adalah perhitungan(hisab) landasan rukyat tuntunan
rasullulah saw .
Rukyat di lakukan khusus untuk pengamalan puasa ramadan saja sesuai sabda
rasullulah saw sebagai berikut:
Rasulullah SAW berkata: Takwim adalah jalanku, selain puasa Ramadhan.


Tegas-tegas rasullulah saw menyatakan bahwa hisab takwim adalah hitungannya selain
puasa ramadan. Untuk pengamalan puasa ramadan sudah jelas rukyat penentuannya
(tampaknya hilal).







-Kesimpulan-
1. Bahwa telah lengkap dan sempurnanya tuntunan Allah dan Rasulnya dalam
urusan agama.
2 . Hadist tuntunan Hisab dan Rukiyat yang menjadi landasan bahwa hisab dan
rukyat yang tidak dapat di pisahkan satu sama lainnya.
3 . Titik nol perjalanan revolusi bulan mengelilingi bumi bukan pada ijtimak atau
konjungsi, tetapi setelah bulan mati (munculnya hilal baru lebih kurang 15 derjat
dari konjungsi).
4 . Untuk pembuatan kalender hijrah internasional dan untuk pengamalan puasa
ramadan dari Hadist Rasulullah saw, mulai menghitungnya dimulai hari Rabu,
untuk wilayah Mekah dan sebelah Baratnya.
5 . Terkhusus untuk pengamalan bulan suci Ramadhan bagi daerah sebelah timur
mekah Arab Saudi sampai ke lautan Samudera Fasifik landasan hisabnya Hadis
Rasulullah saw diatas mulai menghitungnya dari hari Kamis (terlambat 1 hari
dari Mekah).
6 . Batas garis perubahan hari dan tanggal tetap, yaitu garis dari kutub utara bumi
melalui samudera fasifik terus ke kutub selatan bumi.
7 Berdasarkan penampakan hilal, untuk pengamalan puasa ramadan dan
berubahnya awal dan akhir pengamalan puasa ramadan tidak merubah
penanggalan kalender hijriyah
8 Dengan telah tertinggalnya bulan oleh matahari tidak semerta-merta di saat itu
juga telah masuk bulan baru di seluruh permukaan bumi.