You are on page 1of 3

These reporting practices indicate an interest in and a demand for behavioral data.

Unfortunately, the behavioral information reported in the bussines press is not yet presented in a way
that allows for meaningful interfirm (i.e company x vs company y). advances in measurement techniques
in the behavioral sciences now permit more accourate measurement of behavioral process and allow
accountants to expand the reporting function to include the behavioral dimension of organizations.
Praktek pelaporan mengindikasikan bahwa ada minat dan permintaan akan data keperilakuan.
Sayangnya informasi keperilakuan yang dialoporkan dalam bisnis perusahaan belum diasajikan
dengan cara yang memungkinakan antara perusahaan (yaitu perusahaan x VS perusahaan Y).
kemajuan dalam teknik pengukuran keperilakuaan dalam ilmu keperilakuan lebih mengijinkan
pengukuran yang lebih akurat dan memungkinkan akuntan untuk memperluas fungsi pelaporan
unruuk memasukan dimensi perilaku organisasi perusahaan.
Kesimpulan : sekarang kemajuan dalam pengukuran keperilakuan lebih menjanjikan pengukuran yang
akurat.

Few would argue with the assertion that information on the behavioral dimension of
organizations is useful to a variety of internal and external decision maker. Open to discussion, however,
is wheather accountants should assume the task of such investigating and reporting. There are many
other proffesions that may lay claim to the domain of measuring and reporting behavioral phenomena.
Sociologist and industrial psychologists , for example , have work in this area for decades. Market
research firms and survey research metodologist regulary measure certain aspects of behavioral and
report the result to their clients. The list of professionals engaged in these activities could go on.
Beberapa akan berdebat dengan pernyataan bahwa informasi pada dimensi perilaku organisasi
berguna untuk berbagai pengambil keputusan internal dan eksternal. Terbuka untuk didiskusikan,
bagaimanapun keadaan akuntan harus mengasumsikan tugas seperti menyelidiki dan pelaporan. Ada
banyak profesi lain yang mungkin mengklaim domain pengukuran dan pelaporan fenomena perilaku.
Sosiolog dan psikolog industri, misalnya, telah bekerja di daerah ini selama beberapa dekade.
Perusahaan riset pasar dan survei penelitian metodologi secara teratur mengukur aspek-aspek
tertentu dari perilaku dan melaporkan hasilnya kepada klien mereka. Daftar profesional yang
bergerak dalam kegiatan ini bisa terus berjalan.
Kesimpulan : informasi keperilakuan berguna dalam pengambilan keputusan internal dan eksternal.
Sosiolog dan psikolog juga ikut berperan dalam dimensi perilaku organisasi ini.

The accountants claim to the investigation of behavioral phenomena is based on the nature of
accounting. It always has been and still is an organizations major information system. The accounting
information system reports on the organizations economic activities, of which the behavioral
phenomenon is but one dimension. Accountants might claim that through centuries of experience they
have become familiar with the information needs of booth outside users and internal managers , the
process of business decision making, and the kinds of financial data and reports that are relevant to
various types of decision situations. Therefore, accountants would be most qualified to select behavioral
phenomena for investigating because they know which behavioral data would meaningfully supplement
financial data. Further, accountants are the single group that could most logically incorporate the
behavioral information into the existing bussines reports.
Para akuntan mengaku penyelidikan fenomena perilaku didasarkan pada sifat alami akuntansi.
Akuntan mungkin mengklaim bahwa selama berabad-abad pengalaman mereka menjadi akrab
dengan kebutuhan informasi dari pengguna di luar dan manajer internal, proses pengambilan
keputusan bisnis, dan jenis-jenis data keuangan dan laporan yang relevan dengan berbagai jenis
situasi keputusan. Oleh karena itu, akuntan akan paling memenuhi syarat untuk memilih fenomena
perilaku untuk menyelidiki karena mereka tahu mana data perilaku bermakna akan melengkapi data
keuangan. Selanjutnya, akuntan adalah kelompok tunggal yang bisa paling logis menggabungkan
informasi perilaku ke dalam laporan bussines yang ada.
Kesimpulan : akuntan adalah kelompok tunggal yang bisa paling logis menggabungkan informasi
perilaku ke dalam laporan bisnis perusahaan yang ada.



It should be emphasized, however, that accountants are not rigorously trained behavioral
scientist. a courses in behavioral accounting , along with there or four behavioral scientist courses, will
provide accountants with a basic working knowledge of behavioral science concepts, an appreciation for
the potential and limitations of behavioral science applications in accounting, and the ability to
recognize quality research. A few behavioral science courses however, do not make a accountant a
behavioral scientist, just a there or four accounting courses do not make any person an accountant.
Therefore, accountants who are interested in working in the behavioral area should consult with
competent baehavioral science researchers when designing behavioral research projects and analyzing
their results.
Perlu ditekankan, bahwa akuntan tidak ketat di latih oleh ilmuwan keperilakuan. Program ilmu
keperilakuan akan memberikan akuntan pengetahuan dasar tentang konsep ilmu keperilakuan. Hanya
dengan pelatiohan tidak membuat akuntan menjadi ilmuawan keperrilakuan. Oleh karena itu,
akuntan yang tertarik untuk bekerja di daerah perilaku harus berkonsultasi dengan peneliti ilmu
keperilakuan kompeten ketika merancang proyek-proyek penelitian perilaku dan menganalisis
hasilnya.
Kesimpulan : akuntan yang tertarik untuk berkerja di daerah keperilakuan harus berkonsultasi dengan
peneliti ilmu keperilakuan yg kompeten ketika merancang proyek-proyek penelitian untuk
mendapatkan hasil analisis yang akurat.