You are on page 1of 6

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005) ISBN: 979-756-061-6

Yogyakarta, 18 Juni 2005

PERANAN PENGENDALIAN BERBASIS AUDIT SISTEM INFORMASI
UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI PERUSAHAAN BERBASIS KOMPUTER
(SUATU BAHASAN TEORITIS ATAS FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN DAN
PENYIMPANGAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI
DALAM SUATU ORGANISASI USAHA)
Idris Asmuni dan Rangga Firdaus
CITRA MANDIRI COMPUTER (Sales-Repair-Maintenance-Up Grade-Accessories)
Office: C-Shop Chandra Super Store. Jl. Hayam Wuruk–Pemuda No. 1
Telp. (0721) 242458, Tanjung Karang, Bandarlampung

Abstract
An Information systems requires a control to handle the financial activities. The company strategics is
the main factor that makes information must be presented in good reports. The procedures of the systems can
give description about the stakeholders in using the systems components through their philosophy in order to
understand some possible lacks any time for the survival organization.
This paper attempts to explain that there is straight comparison between the audit on information systems
and the strategics developed by decision makers. The management scope has some limitations related to the
methods in evaluating its goal that every aspect of the systems control needs to be documented so the systems
developers recognize the quality of management’s achievement. The Decision makers such as manager in every
level needs the information to take action by considering the mathematics calculation and another variables
One of these is the accounting information control systems.
Theoretically, the main factor to support management policy is the mutual work of personnel systems
in developing the existence of information fully. It is understandable that the process to achieve the successfull
of business is done by not forsaking the exposures in business and the analysis method in evaluating the
organization.

Keywords: control systems, audit information, management’s achievement, exposures in business and analysis
method

1. Pendahuluan pemakainya, Akurasi (accurate), yakni informasi
tersebut tidak bias atau menyesatkan dan Tepat
Sistem informasi merupakan rangkaian unsur
waktu (timeliness), yakni informasi yang dihasilkan
dari suatu peralatan yang berproses dalam urutan
dari suatu
yang logis mencapai tujuan. Suatu masalah yang
Peranan informasi dalam kaitannya dengan
terjadi pada setiap aplikasi memerlukan penanganan
tujuan manajemen adalah bahwa nilai dari informasi
perbaikan akan komponen yang sudah usang
dapat diperoleh dengan pemanfaatan sumber-sumber
menjadi lebih baik meliputi aspek kehandalan,
yang tersedia untuk mendorong berbagai kebijakan
keakuratan dan ketepatan waktu penyajian.
yang sifatnya operasional, taktis dn strategis.
Kategori perusahaan berbasis sistem
Konsep ini mendasari setiap pengejewantahan
informasi pada dasarnya bertumpu pada penggunaan
sistem informasi yang akan dikelola.
teknologi pengolah data elektronik yang dapat
menjalankan fungsi operasi, perekayasaan dan
3. Makna Strategi Bagi Pengembangan Sistem
pembuatan laporan.
Konsep strategi dapat dilihat sebagai sebuah
2. Hakekat Sistem Informasi bangunan multidimensi yang mencakup semua
aktivitas kritis yang berupa kesatuan, tujuan dan
Perusahaan merupakan bentuk utama dari
sebagainya. Penting disimak, sebelum mengupas
aplikasi sistem informasi, karena di dalam organisasi
teralu jauh peranan pengendalian, ada beberapa
usaha terdapat komponen fungsional yang
pandangan yang mengemuka mengenai konsep
melakukan kegiatan pengolahan sumber daya.
strategi, diantaranya: strategi pola keputusan yang
Ada tiga kegiatan utama dalam setiap sistem
integral, koheren dan menyatukan, sebagai alat yang
informasi, yakni: menerima data sebagai masukan,
membangun tujuan organisasi dalam jangka
memprosesnya menurut kaidah-kaidah tertentu dan
panjang, tindakan-tindakan program dan prioritas
memperoleh informasi sebagai keluarannya.
alokasi sumber daya, sebagai definisi dari daerah
Kualitas informasi yang disajikan kepada
asal kompetitif perusahaan dan sebagai sebuah
manajemen dipengaruhi oleh tiga hal pokok, yakni:
tanggapan kesempatan eksternal dan ancaman,
Relevansi (relevancy), yakni informasi akan menjadi
relevan jika dapat memberikan manfaat bagi

E-21
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005) ISBN: 979-756-061-6
Yogyakarta, 18 Juni 2005

kekuatan dan kelemahan internal untuk mencapai cara dimana pengelolaan keputusan sangat kuat
keuntungan kompetitif. dipengaruhi oleh ketersedianya entitas bisnis dari
Pada dasarnya kebijakan bisnis ditujukan segi pencatatan dan akses fisik yang harus dijaga
untuk mencapai suatu keadaan distribusi sumber untuk mempermudah terbentuknya informasi
daya bisnis dan pendapatan yang efisien, wajar dan akuntansi sebagai pendukung. Untuk itu,
efektif. pembahasan dalam makalah ini memiliki
Untuk melakukan analisis terhadap apa yang karakteristik untuk melakukan pengendalian interen
telah dicapai, perusahaan menerapkan evaluasi dari sebagai basis pendukung keputusan yang efektif
berbagai aspek kebijakan yang berpengaruh terhadap melalui arsitektur sistem pendukung keputusan
prosedur kegiatan. Distribusi kerja merupakan melalui gaya dialog yang dapat diakses oleh decision
tahapan manajemen yang sistematis dalam rangka maker.
membangun suatu sarana dan prasarana sistem
informasi. 6. Peralatan Optimisasi Manajemen
Peralatan baru manajemen dalam rangka
4. Ruang Lingkup Manajemen Informasi
mencapai optimisasi dari strategi kebijakan adalah
Sistem informasi manajemen menerapkan dengan beberapa hal, yakni:
sumber daya yang tersedia untuk saling berinteraksi a. Benchmarking, yaitu cara manejemen mencari
memberikan kontribusi terhadap pola kegiatan pada hal-hal baru dari dunia luar untuk kepentingan
prosedur tertentu. perusahaan memperbaiki teknik strateginya
Struktur sistem informasi menggambarkan guna mencapai hasil yang lebih baik.
hubungan yang logis diantara komponen yang ada Benchmarking memerlukan proses spesifik
sesuai dengan perannya agar tercipta model sistem dimana perusahaan dapat melakukan hal yang
pengelolaan manajemen. lebih baik.
Ruang lingkup manajemen informasi b. 2. Total Quality Management (TQM), yaitu
mencakup infrastruktur aktiva dan pengelolaan metode manajemen dalam hal memberikan nilai
kewajiban, teknologi informasi, sumber-sumber tambah bagi perusahaan dari segi pelayanan
perencanaan dan pembangun sistem dan keahlian produk, jasa sehingga memberikan kepuasan
untuk tetap bertahan dan memenangkan peluang. kepada pelanggan
c. 3.Reengineering, yaitu suatu proses
5. Sistem Informasi yang Membutuhkan perekayasaan kembali terhadap model sebuah
Penanganan Strategi Bisnis sumber daya yang kurang memainkan perannya
dalam
Untuk mencapai suatu keadaan dimana pola
d. 4.The Learning Organization (Pembelajaran
keputusan sangat mempengaruhi secara kritis
Organisasi), yaitu metode manajemen untuk
dampak informasi yang diterapkan diperlukan
meningkatkan pemahaman dan keterampilannya
dukungan pemakai pada aspek perhitungan secara
dalam hal menata organisasi untuk
matematis dan ekonomis.
mengendalikan kebijakan ke arah yang lebih
Disinilah strategi bisnis dengan komponen
baik.
sistem informasi yang ada memberikan kontribusi
untuk kebijakan manajemen secara terprogram
7. Hambatan dan Gangguan dalam Strategi
dengan model data terpercaya sehingga keputusan
Sistem
yang dibuat bersifat semi atau terstruktur penuh.
Tanpa adanya pola keputusan yang Semakin baik suatu sistem maka akan
terstruktur, maka para pengambil keputusan dalam semakin kompleks juga pola gangguan prosedur
hal ini menangani data baik berupa dokumen sistem dan informasi yang harus disajikan. Sudah
transaksi atau formulir bisnis lainnya tidak dapat menjadi rumusan bahwa faktor kekayaan perusahaan
menjalin suatu model keputusan yang dapat yang mampu terjaga dengan baik apabila tindakan
memberikan tindakan memungkinkan. penyelewengan dapat ditekan serendah mungkin.
Oleh karena itu, sistem pendukung keputusan Dalam konteks penerapan sistem informasi
(decision support systems) merupakan pilihan utama sebagai alat pengolah data, gangguan terhadap
yang harus dilakukan dalam perspektif aplikasi sistem berbasis komputer merupakan premis utama
teknologi informasi untuk menganalisis suatu untuk mencpai tujuan tersebut. Beberapa hambatan
masalah (di luar sistem informasi akuntansi), karena baik yang sifatnya aktif atau pasif sangat berdampak
tingkatan informasi dapat dipahami dengan integrasi pada pengembangan usaha secara komprehensif.
model data yang tidak hanya angka-angka tetapi
menampilkan efek visual dalam hal akses informasi 8. Pengendalian Organisasi
yang sesungguhnya. Disinilah strategi bisnis tersebut
Banyak pendapat mengemuka mengenai
dapat dijalankan.
metode terbaik dalam mengelola suatu organisasi
Tentunya dalam setiap aplikasi proses bisnis
dalam rangka mencapai tujuan yang efisien dengan
terdapat instrumen-instrumen yang mempengaruhi

E-22
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005) ISBN: 979-756-061-6
Yogyakarta, 18 Juni 2005

memberikan tingkat resiko penyimpangan yang luar (external entity), proses, masukan, keluaran
kecil. serta pengarsipan.
Pengendalian yang memadai merupakan tali b. Bagan Alir (Flowchart), yakni suatu bagan yang
pengikat yang kuat diantara 4 fungsi manajemen menunjukkan prosedur sistem informasi baik
lainnya. Secara umum, pengendalian terhadap secara manual ataupun komputerisasi.
organisasi memerlukan 4 langkah, yakni: c. Pentabelan (tabling), yakni suatu dokumentasi
a. Pengendalian memerlukan penetapan standar berbentuk tabel untuk menggambarkan kondisi
dan metode pengukuran prestasi. Langkah ini data tunggal yang memiliki makna penilaian
meliputi penetapan standar aktivitas organisasi bagi sistem yang sedang dijalankan.
dan ukuran untuk segala keperluan dari aktivitas
awal sampai akhir. 10. Upaya Pengembangan Sistem
b. Pengendalian pada dasarnya adalah mengukur
Literatur professional telah secara gamblang
prestasi kerja. Langkah ini merupakan suatu
menguraikan berbagai pendekatan dalam pendekatan
proses yang berkelanjutan dimana tingkat
pengembangan sistem informasi berbasis komputer
pemakaiannya sangat bergantung pada jenis
yang berorientasi pada strategi perusahaan menurut
aktivitas organisasi yang sedang diukur.
pendapat para ahli.
c. Pengendalian membandingkan prestasi kerja
Pendekatan sistem umum yang
dengan standar ukur yang telah ditetapkan.
dikembangkan adalah pendekatan berbasis Siklus
d. Pengendalian merupakan tindakan yang sifatnya
Kehidupan Pengembangan Sistem (Systems
korektif, yakni suatu perbaikan terhadap hasil
Development Life Cycle) yang dimulai dari tahapan
yang dicapai agar mencapai standar yang
analisis, desain, implementasi dan evaluasi.
diinginkan manajemen.
Dalam kaitannya dengan strategi sistem,
tahapan dalam pendekatan sistem memberikan
9. Teknik Pendokumentasi Sistem
model perencanaan terhadap kebiajakan mendasar
Ada berbagai cara yang dapat ditempuh oleh dalam hal membangun suatu komponen sistem
manajer dalam menilai sejauhmana aplikasi
sistemnya dalam pencapaian tujuan manajemen. 11. Pengawasan Atas Sistem Informasi
Dokumentasi sistem menggambarkan sebuah alur
Pemeriksaan menurut Ali Masjono (1997)
kegiatan proses manajemen secara ekseluruhan.
merupakan proses yang sistematis dan memiliki
Ada beberapa kepentingan analis terhadap
objektif yang ditujukan untuk mendapatkan dan
dokumentasi sistem, yakni:
mengevaluasi bukti-bukti yang berhubungan dengan
a. Memperoleh pemahaman memadai bahwa cara
kegiatan ekonomi dan kejadian untuk meyakinkan
kerja manajemen dapat berdampak pada strategi
hubungannya dengan hasil yang diinginkan oleh
sistem secara keseluruhan.
pemakai. Lebih lanjut, pemeriksaan sistem informasi
b. Menyelidiki bagaimana seharusnya
pada hakekatnya memeriksa hal-hal yang berkaitan
pengendalian interen dapat diterapkan untuk
dengan kebijaksanaan pengawasan internal, prosedur
mengurangi eksposur-eksposur data yang
dan efektivitas sistem penjagaan aset perusahaan.
berlebihan
11.1 Tujuan Pemeriksaan Sistem Informasi
Dokumentasi sistem dibuat dan dipilih oleh
para analis sistem berorientasi pada kualitas dan Sebelum analis ataupun pekerja sistem
kehandalan informasi yang disajikan. Oleh menjalankan fungsi pemeriksaan, terlebih dahulu
karenanya, evaluasi terhadap cara manajer perlu dirumuskan tujuan pemeriksaan sistem
menganalisis sistem membutuhkan pilihan informasi. Tujuan audit sistem informasi adalah
bagaimana data ditangani. untuk meninjau ulang (review) dan mengevaluasi
Teknik dokumentasi sistem akan sangat pengawasan internal yang diaplikasikan untuk
bermanfaat bila dia telah mendapat perhatian yang menjaga keamanan, memeriksa tingkat kepercayaan
baik dari manajemen sebagai penentu kebijakan. sistem informasi dan mereview operasional sistem
Dokumentasi sistem pada persoalan strategi adalah aplikasi.
sebagai catatan penting untuk memberikan Pemeriksaan informasi secara komprehensif
kontribusi bagi perbaikan pola kebijakan yang mencakup beberapa tujuan sebagai berikut:
bersifat membangun prosedur dan cara kerja a. Untuk menemukan bahwa sistem keamanan
manajemen. yang ada berfungsi dengan baik untuk
Ada beberapa teknik dokumentasi sistem memperoleh peralatan, program, file data dari
yang diperlukan, yakni: pemakaian dan perubahan oleh yang tidak
a. Diagram Alir Data (Data Flow Diagram), yakni berhak.
sebuah penggambaran sistem secara b. Untuk menemukan bahwa desain dan
keseluruhan dimana dijabarkan suatu entitas implementasi program aplikasi sesuai dengan
spesifikasi dan otorisasi manajemen

E-23
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005) ISBN: 979-756-061-6
Yogyakarta, 18 Juni 2005

c. Untuk menemukan bahwa semua modifikasi 12. Dampak Kejahatan Sistem Informasi
program aplikasi memiliki otorisasi dan
Kejahatan terhadap sistem informasi dapat
persetujuan manajemen
berupa gangguan pada sistem komputer dan
d. Untuk menemukan bahwa akurasi dan integrasi
lingkungan pengendalian yang berpengaruh. Yang
proses transaksi, file, laporan dan record-record
paling nyata dari kejahatan sistem adalah selain
lainnya.
tidak efektif, kerugian kekayaan dan pendapatan
e. Untuk menemukan bahwa sumber data program
serta entitas teknologi menjadi ancaman bagi tujuan
aplikasi yang tidak akurat dan mengidentifikasi,
perusahaan secara keseluruhan. Oleh karenanya,
serta mencocokannya dengan kebijaksanaan
bukan merupakan hal baru jika setiap pengendalian
manajemen
sistem membutuhkan peran lingkungan dan prosedur
f. Untuk menemukan apakah ada usaha untuk
yang jelas untuk dilaksanakan oleh setiap personel
memenuhi syarat akurasi proses data,
organisasi
kelengkapan serta tingkat kerahasiaan file data.
13. Analisis Organisasi
11.2 Struktur Pengendalian Interen Perusahaan
13.1 Metode Analisis Organisasi
Struktur pengendalian interen mengarahkan
aktivitas organisasi usaha untuk mencapai tujuan. Metode analisis yang digunakan untuk
Sistem ini terdiri dari kebijakan dan prosedur- mengamati kinerja sistem adalah:
prosedur untuk menyediakan jaminan yang memadai a. Metode analisis deskriptif/metode kualitatif,
bahwa tujuan perusahaan dapat tercapi tanpa yaitu pengamatan dengan memusatkan
hambatan. Konsep struktur pengendalian interen perhatian pada obyek yang akan diteliti.
ddasarkan dua premis utama, yakni tanggung jawab b. Metode analisis grafis, yaitu pengamatan
manajemen dan jaminan yang memadai. terhadap sistem dengan menguraikan manfaat
Struktur pengendalian interen menurut dan resiko organisasi melalui gambar grafik.
George H. Bodnar (1995) terdiri dari 3 unsur c. Metode analisis matematik, yaitu metode
penting, yakni: lingkungan pengendalian, sistem pengamatan dengan menggunakan rumusan dan
akuntansi dan prosedur pengendalian. Selanjutnya, peralatan secara matematis berupa persamaan
akan dijelaskan sebagai berikut: atau pemrograman linear untuk menilai tingkat
a. Lingkungan pengendalian (Control maksimum suatu tujuan.
Environment) yakni, suatu batasan dalam
organisasi yang memberikan pengaruh kolektif 13.2 Faktor Penentu Keberhasilan Aplikasi
dari berbagai faktor untuk menetapkan, Sistem
menigkatkan atau memperbaiki efektivitas
kebijakan dan prosedur-prosedur tertentu. Sistem informasi yang diaplikasikan
memerlukan perantara dalam hal membuat
Faktor-faktor ini antara lain: Filosofi dan gaya
suksesnya kegiatan yang dijalankan. Sebab-sebab
operasional manajemen, Struktur
organisasi,Fungsi dewan komisaris dan keberhasilan suatu organisasi bisnis umumnya
anggota-anggota, Metode pembebanan otoritas ditentukan oleh beberapa hal berikut:
a. Benar dalam memilih metode analisis dan
dan tanggung jawab, Metode-metode
dalam penerapannya dapat dideteksi untuk
pengendalian manajemen, Fungsi audit interen,
Kebijakan dan praktek-praktek kepegawaian, menghindari penyimpangan yang mungkin
Pengaruh dari luar yang berkaitan dengan terjadi.
perusahaan b. Informasi yang diperoleh bersifat akurat dan
b. Sistem Akuntansi (Accounting Systems) yakni, valid, sehingga kesimpulan yang akan diambil
suatu organisasi yang terdiri dari metode dan benar dan mudah diterapkan. Hal ini akan
catatan-catatan yang dibuat untuk berdampak pada tindakan yang benar untuk
suatu keberhasilan.
mengidentifika-sikan, mengumpulkan,
c. Pekerjaan ditangani oleh pekerja yang tepat,
menganalisis, mencatat dan melaporkan
transaksi-transaksi organisasi serta sehingga pihak-pihak yang terlibat dalam
menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi organisasi adalah cakap atau kualifikasinya
memenuhi syarat.
aktiva dan kewajiban berkaitan.
d. Tidak ada perubahan ekstrim yang terjadi
c. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)
yakni, kebijakan dan prosedur–prosedur yang sehingga jika terjadi penyimpangan telah dapat
tercakup dalam lingkungan pengendalian dan diduga sebelumnya.
sistem akuntansi yang diterapkan oleh
manajemen untuk memberikan jaminan yang 13.3 Sebab-sebab Kegagalan Informasi
memadai bahwa tujuan tertentu akan dapat Adapun sebab-sebab suatu strategi bisnis
dicapai. mengalami kegagalan, karena faktor sebagai berikut:

E-24
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005) ISBN: 979-756-061-6
Yogyakarta, 18 Juni 2005

a. Salah dalam memilih metode analisis, sehingga 14.2 Dampak Audit Sistem Informasi
metode analisis yang salah dapat menyebabkan
Secara spesifik dampak yang signifikan
kesimpulan yang diambil tidak dapat
terhadap sistem informasi adalah pada pengendalian
diterapkan.
sistem yang berorientasi pada pengendalian
b. Informasi yang diperoleh tidak akurat dan valid.
preventif dari kemungkinan kerugian material.
c. Tidak ditangani oleh pekerja yang tepat. Para
Adapun manfaat secara langsung yang dapat
pihak yang terlibat dalam organisasi kurang
diperoleh dari audit atas sistem informasi:
cakap atau kualifikasinya tidak memenuhi
a. Terciptanya dukungan pemakai terhadap
syarat
aktivitas organisasi yang menjalankan prosedur
d. Ada perubahan ekstrim yang terjadi secara
sistem.
radikal sehingga menimbulkan kekacauan
b. Terdapat jaminan yang memadai untuk
kelangsungan hidup manajemen melalui
14. Ruang Lingkup Audit Sistem Informasi
pengelolaan sumber-sumber dan kekayaan
Ruang lingkup dalam penanganan masalah c. Potensi sumber daya dapat dipertahankan dalam
audit untuk suatu sistem informasi tidak terlepas dari mensiasati dan menciptakan peluang untuk
aplikasi pengolahan data berbasis komputer yang pengembangan kualitas produk dan jasa dan
menyediakan penanganan dokumen masukan dan kesinambungan sistem
keluaran. d. Strategi sistem dikembangkan melalui analisis
Ada 5 standar khusus yang berkaitan dengan komponen atau subsistem yang berdampak luas
ruang lingkup pemeriksaan, yakni: pada aplikasi sistem secara keseluruhan.
a. Reliabilitas dan integritas sistem informasi.
Pemeriksaan harus mereview reliabilitas dan 14.3 Langkah-langkah Utama Audit SI
integritas informasi keuangan dan informasi
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan
operasi sistem.
dalam mengevaluasi pengendalian internal yang bisa
b. Berkaitan dengan kebijaksanaan, perencanaan,
memberikan kerangka logikal untuk menjalankan
hukum dan peraturan. Kebijaksanaan ini
pemeriksaan sistem informasi, yaitu:
mencakup pemakaian, penugasan, evaluasi serta
a. Mempertimbangkan berbagai jenis kesalahan
promosi personel dalam sistem informasi,
dan ketidakaturan yang sering terjadi.
perencaan jangka panjang dan lauin-lain.
b. Menentukan prosedur pengendalian akuntansi
c. Perlindungan aktiva perusahaan. Pemeriksaan
yang dapat mencegah atau mendeteksi
harus mereview peralatan untuk menjaga aktiva
kesalahan atau ketidakaturan
perusahaan yang memiliki keadaaan catatan
c. Menentukan apakah prosedur penting yang
tersendiri sehingga dapat direkonsiliasikan.
telah ditetapkan dapat dijalankan dengan baik
d. Pemakaian Sumber Ekonomis dan Efisien.
dan memuaskan
Sumber-sumber ekonomis dimaksud disini
d. Mengevaluasi setiap kelemahan yang ditemukan
adalah semua operasi departemen, manajer,
pada suatu prosedur untuk mengevaluasi
peralatan dan personel yang dikembangkan.
pengaruhnya pada kebiasaan, waktu dan
e. Berusaha untuk mencapai objektif operasi
menjalankan prosedur pemeriksaan.
program.
15. Pengembangan Audit Sistem Ke depan
14.1 Sasaran Audit Sistem Informasi
Audit terhadap sistem informasi telah
Pengendaliam sistem dapat dikatakan sebagai
melahirkan gagasan akan perlunya strategi
suatu fungsi manajemen yang bertujuan untuk
perusahaan secara parsial dalam rangka
mengusahakan agar aktivitas sistem informasi dapat
mengembangkan tujuan spesifik menjadi informasi
berjalan sesuai dengan perencanaan
yang berarti.
Keterkaitan antara audit sistem informasi
Perkembangan teknologi informasi berupa
terhadap kegiatan usaha manajemen dalam rangka
pengolahan database, tingkat keahlian manajemen
mencapai tujuan menyadarkan pentingnya bahwa
dan metode analisis bisnis sangat memberikan
tidak ada suatu sistem yang benar-benar sempurna
dukungan yang memadai terhadap pengendalian
dan bebas dari penyimpangan sehingga tidak
sistem di berbagai tingkatan.
diperlukan suatu pengendalian.
Untuk jangka panjang mendatang, audit
Oleh karena itu, audit sistem informasi
sistem informasi direncanakan adalah:
berorientasi pada 3 lingkungan manajemen, dari
a. Mengembangkan prosedur pengendalian yang
level pencak, menengah dan terbawah. Adapun data
dapat berfungsi dengan baik.
yang dikelola menyangkut prosedur sistem berbasis
b. Penciptaan sistem pengolahan data berbasis
keuangan dan non keuangan.
komputer secara internal dan eksternal untuk
memberikan peluang bagi akses informasi yang

E-25
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005) ISBN: 979-756-061-6
Yogyakarta, 18 Juni 2005

menguntungkan manajer sebagai penentu
kebijakan
c. Orientasi strategi yang mengarahkan pada
penciptaan terobosan baru dalam kebijakan
manajemen dengan memperkecil tingkat
penyimpangan dan hambatan
d. Membudayakan pengendalian sebagai suatu
program kerja manajemen dan pengembang
sistem terhadap hasil informasi yang disajikan
dengan memperhatikan aspek baik secara
ekonomis maupun teknis.

16. Simpulan
Sebagai bagian akhir dari penulisan makalah
ini, ada beberapa hal yang dapat diuraikan:
a. Terdapat faktor keputusan yang sangat
membangun kebijakan manajemen terhadap
sistem informasi untuk mencapai strategi
perusahaan yang efektif.
b. Analisis sistem informasi melahirkan suatu
studi terhadap kinerja manajemen berbasis
komputer yang dapat dicapai dengan
mengurangi tingkat kesalahan
pengendalian.terhadap penanganan masalah
data keuangan dan kekayaan perusahaan.
c. Pengendalian audit sistem informasi
dikembangkan dengan mempehatikan tujuan
spesifik pengolahan informasi, sehingga tidak
ada informasi yang sifatnya bias dan jauh dari
keputusan yang semestinya.

Daftar Pustaka
[1] Ali Masjono Mukhtar. Audit Atas Sistem
Informasi. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1997.
[2] Budi Sutedjo Dharma Oetomo. Perencanaan
dan Pembangunan Sistem Informasi. Penerbit
ANDI, Yogyakarta, 2002.
[3] Dadan Umar Daihani. Komputerisasi
Pengambilan Keputusan. Penerbit PT Elek
Media Komputindo, Jakarta, 2001.
[4] Dominick Salvatore. Managerial Economics.
In Global Economy. International Edition.
Third Edition. Mc. Graw Hill, Inc. North
America. 1996.
[5] George H. Bodnar and William S. Hopwood.
Accounting Information Systems, Prentice Hall,
International Edition, New Jersey, 1995.
[6] Jogiyanto. H. M. Analisis dan Desain Sistem
Informasi. Penerbit ANDI, Yogyakarta, 1989.
[7] Kusnadi. Marwan dan Sumeidi Kadarisman.
Pengantar Bisnis dan Wirausaha. Universitas
Brawijaya, Malang, 2001.
[8] W. Thomas Porter dan William E. Perry. EDP.
Pengendalian dan Auditing. Edisi Kelima.
Penerbit Erlangga, Jakarta, 1989.

E-26