You are on page 1of 3

Tips dan Trik Bikin Presentasi Power Point Lebih Efektif

Mungkin Anda sudah familiar dengan presentasi dengan menggunakan Microsoft Power Point.
Banyak presentasi mungkin sudah tergolong bagus, namun mungkin juga Anda masih merasa
kurang efektif. Berikut ini beberpa trik yang bisa dipertimbangkan ketika membuat presentasi
menggunakan Power Point.

Menambah foto yang banyak di slide. Dengan banyaknya gambar, mungkin terkesan ramai,
namun justru jika tidak ada gambar, informasi yang akan disampaikan menjadi kurang jelas.
Namun, tidak semua orang menyukai visual, ada juga yang menyukai audio, atau keduanya.
Anda dapat membuat slide presentasi Anda dapat dinikmati oleh berbagai karakter tersebut.

Menambah border foto atau informasi di desain slide. Dengan menambah border atau garis atau
bingkai di gambar Anda, maka akan memberikan kesan efektif dan bisa menarik simpati viewer.
Sesuaikan juga warnanya dengan warna foto. Jika doto berwarna kuning dan hijau di sekitarnya,
maka bordernya bosa berwarna kuning gelap atau kuning terang. Intinya adalah membuat warna
yang match dengan foto.

Menambah background di slide. Dengan background, maka slide akan tampak menarik dan
atraktif, daripada hanya berlatar belakang warna putih. Warna background juga membuat
presentasi lebih powerful, menimbulkan dimensi yang dalam. Backgroud bisa bertekstur terang
atau gelap, gradasi shade, atau warna yang berbeda dengan border gambar.

Lebih humoris. Untuk menambah kelucuan, Anda bisa menambah animasi, sehingga orang yang
melihatnya tidak bosan atau terlalu serius. Anda juga dapat membuat animasi yang akan tampil
di slide berikutnyam, setelah tertampil text.

Menambah audio di slide. Mungkin sebagian orang tidak menyukai suara dan noise dalam slide
presentasi. Namun, sebenarnya hal ini penting untuk membuat presentasi menjadi efektif.
Bebrapa sound sudah terdapat dalam software Microsoft Power Point. Hal ini akan membuat
viewer belajar mengenai visual dan audio, sekaligus tentunya memberikan penghargaan kepada
presentasi Anda.

Menambah roll film di slide. Hal ini adalah sentuhan final dan khusus untuk presentasi Anda. Di
Power Point terdapat tool credit yang memudahkan Anda untuk membuat film. Anda dapat
membuat roll up credit dengan gabungan fitur animasi, sehingga tampak seperti film.
Penambahan animasi seperti filmini akan membuat presentasi Anda tampak professional.

Sumber: http://www.beritanet.co
http://teknologiinformasi-bamsyul.blogspot.com/2009/04/tips-dan-trik-bikin-
presentasi-power.html

Tips Membuat Presentasi yang Menarik
“…menggunakan PowerPoint itu seperti menaruh AK-47 yang
terkokang di atas meja: kita bisa melakukan hal-hal yang sangat
buruk dengan aplikasi ini.” Peter Norvig, Direktur Riset Google.

Membuat slide presentasi dengan powerpoint kini mungkin telah menjadi satu ketrampilan yang
perlu dikuasai oleh banyak orang – entah Anda seorang mahasiswa, dosen, trainer, pekerja
kantoran, atau seorang wirausahawan seperti Bill Gates. Problemnya, hingga hari ini saya masih
acap menyaksikan mutu slide presentasi yang pas-pasan, untuk tidak mengatakan berantakan.
Beberapa waktu lalu misalnya, saya menyaksikan tayangan presentasi dari seorang petinggi dari
sebuah organisasi publik; dan sesaat setelah melihat halaman pertama slide, nafsu saya
mendengarkan ceramahnya mendadak lenyap. Penyebabnya: mutu slide presentasi yang
ditayangkan benar-benar memilukan.

Tragedi slide presentasi semacam itu mestinya bisa dihindari jika kita tidak melakukan 3
kesalahan fatal yang acap saya temui. Mari kita telusuri tiga kesalahan ini satu per satu.

Kesalahan pertama : memindahkan word ke powerpoint. Maksudnya, powerpoint dan word
adalah dua aplikasi dengan fungsi yang amat berbeda. Sialnya, perbedaan yang amat mendasar
ini acap dilupakan orang ketika membuat slide presentasi. Demikianlah, saya acap melihat
kalimat-kalimat panjang dan rinci dari word langsung saja dicopy paste ke dalam powerpoint –
dengan font yang kecil lagi (misal ukuran 12 atau 14). Ini namanya, powerpoint abuse atau
penganiayaan slide presentasi.

Solusinya : jika Anda akan menulis persentasi dengan bullet point, mungkin ada baiknya jika
kita mengingat 5 x 5 rule. Aturan yang bisa diterapkan secara fleksibel ini intinya mengajak kita
untuk hanya membuat maksimal 5 bullet point dalam setiap halaman slide; dan masing-masing
poin sebaiknya terdiri tak lebih dari lima kata. Slide presentasi adalah slide presentasi.
Maksudnya : tayangkan hanya poin-poin pokok dari gagasan yang ingin Anda sampaikan.
Tulisankan gagasan itu dengan ringkas – hindari kesalahan fatal berupa keinginan untuk
menampilkan kalimat-kalimat panjang dan rinci dalam sebuah slide.

Kesalahan kedua yang juga acap saya temui : SEMUA TULISAN MEMAKAI HURUF
KAPITAL. Untuk judul sebuah slide mungkin oke menggunakan huruf besar semua. Namun
ketika Anda menjabarkan dalam poin-poin yang ringkas dalam baris sesudahnya, gunakan huruf
non-kapital. Sebab kalimat panjang yang semua menggunakan HURUF KAPITAL terbukti
justru sulit dibaca.

Selanjutnya, kalau bisa gunakan font dengan ukuran minimal 24 (ukuran yang lebih kecil akan
membuat orang yang duduk dibelakang akan kesulitan membacanya). Dan jangan lupa,
sebaiknya gunakan jenis huruf sans seriff seperti Arial, Verdana atau Georgia. Dan bukan jenis
huruf seriff seperti Times New Roman. Sejumlah pakar presentasi menyebutkan, dalam medium
digital seperti layar komputer, jenis huruf seperti Arial lebih mudah dibaca dibanding Times
New Roman.

Dan jangan lupa juga satu hal : konsistensi. Maksudnya, jika kita menggunakan huruf Arial
dengan font size 28, maka sebaiknya jenis dan ukuran inilah yang kita pakai dalam semua
halaman slide. Ini perlu diingat, sebab tak jarang saya melihat pemakaian jenis huruf yang tidak
konsisten. Kesannya jadi berantakan dan tidak profesional.

Kesalahan ketiga : desain gambar yang kampungan dan ditata dengan serampangan. Untuk
membuat slide lebih artistik, kita memang kudu meletakkan gambar (image) yang relevan dan
artistik. Sialnya, saya banyak melihat slide dengan gambar yang dicomot dari clip art (banyak
tersedia dalam powerpoint); dan sorry to say, hal ini akan membuat slide Anda terkesan
kampungan. Apalagi jika clip art itu diletakkan secara serampangan – tanpa memperhatika segi
estetika.

Kalau ingin menaruh gambar, ya cari gambar (image) yang professional look, jangan pakai clip
art. Dan yang tak kalah penting : semuanya ditata dengan memperhatikan aspek estetika, dan
sekali lagi konsisten. Maksudnya, style peletakan gambar kalau bisa mengacu pada pola tertentu
yang konsisten (dan bukan asal taruh saja). Mungkin dalam hal desain image ini ada baiknya jika
kita langsung berguru dari presentasi sang pencipta PowerPoint itu sendiri (lihat beberapa contoh
presentasi melalui image dibawah ini).

Seperti yang kita saksikan dalam contoh diatas, desain gambar dan tata letak kalimat tampaknya
disusun dengan mengacu pada nilai estetika. Kita mungkin sulit meniru kejeniusan Tuan Gates
dalam membikin software, namun tentu bukan hal yang relatif rumit untuk bisa mengcopy desain
presentasi seperti yang terlihat dalam gambar diatas. Yang dibutuhkan hanyalah kepekaan kita
akan nilai-nilai estetika (sense of aesthetic).

Demikianlah, tiga kesalahan fatal yang mestinya bisa kita hindari jauh-jauh ketika kita hendak
membuat slide presentasi. Sebab dengan itulah kita mungkin baru bisa mendesain sebuah slide
yang elok nan menggetarkan. Dan bukan deretan slide yang garing nan membosankan. Dengan
mutu yang memilukan.

sumber : majalah Forbez By : bill Gates
http://banyakilmu.blogspot.com/2009/06/tips-membuat-presentasi-yang-
menarik.html