MIKROPALEONTOLOGI

Disusun Oleh :
Nama : Harman Dwi Rachmadhan
Nim : 111.120.099
Kelas : A



MATA KULIAH MIKROPALEONTOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2014

TUGAS MIKROPALEONTOLOGI

1. Gambar dan berikan penjelasan tentang morfologi foraminifera.
2. Sebutkan macam-macam komposisi dinding cangkang foraminifera secara umum, kalau
perlu sertai dengan gambar.
3. Berdasarkan kualitas & ukuran bentuk material yang digunakan, apa perbedaan dinding
cangkang aglutin dengan arenaceous ?.
4. Jelaskan dengan singkat ke 4 macam komposisi cangkang gampingan.
5. Sebutkan bentuk-bentuk cangkang dan kamar foraminifera, Penjelasan disertai dengan
contoh gambar.
6. Sebutkan contoh cangkang yg monothalamus dan polythalamus.
7. Sebutkan 4 bentuk test polythalamus dan sertai contoh gambarnya.
8. Apa yang disebut dengan apertur dan apa fungsinya.
9. Sebutkan 3 macam bentuk aperture
10. Sebutkan 5 macam hiasan berdasarkan tempatnya









JAWABAN

1.

 Dinding : Lap.luar utk melindungi bag.dalam.
 Kamar : Bag.dalam foram dimana protoplasma berada
 Septa : Sekat-sekat pemisah antar kamar satu dengan yang lain
 Proloculum : Kamar utama pada cangkang
 Suture : garis pertemuan antar septa dengan dinding cangkang
 Aperture : Lubang utama pada cangkang, sebagai mulut/untuk
sebagai pseudopodia

2. Kitin, sifatnya masih primitif dan bias berubah menjadi aglutin, terbuat dari
material organic, jarang sebagai fosil, dan beberapa golongan foram.
Silikaan, jarang dijumpai, sering dihasilkan dari organisme itu sendiri.
Aglutin, Kumpulan material asing (mika, Kuarsa, cangkang foram, mineral berat,
sponge, spikule) yang direkatkan sehingga membentuk cangkang.
Gampingan, terdiri dari:
a. Kompleks : dari beberapa lapis
b. Granular : dari kristal granuler, tanpa semen
c. Hyalin : bening, transparan, berpori halus/kasar
d. Porselen : dari kristal kalsit yg kriptikristalin, campuran gampingan &
khitin, warna amber

3. Aglutin : terdapat banyak material (mika, lumpur, sponge spikule, cangkang foram)
Arenaceous : terdapat satu material asing (butir-butir saja). Perekatnya (tektin,
chitin) bisa dihasilkan dari organisme itu sendiri/semen yang mengandung senyawa
besi (permukaan test berwarna merah).

4. Kompleks : dari beberapa lapis
Granular : dari kristal granuler, tanpa semen, dihasilkan dari organisme itu
sendiri
Hyalin : bening, transparan, berpori halus/kasar, banyak membentuk fosil,
Porselen : dari kristal kalsit yg kriptikristalin, campuran gampingan &
khitin, warna amber

5. Bentuk kamar:

Bentuk Test:



6. Test Monothalamus, bentuknya :
- Bulat /spheric /globular
- Botol / flask shaped
- Tabung / tubular
- Kombinasi botol-tabung
- Terputar dlm 1 bidang
- Planispiral pd awalnya, kemudian terputar tdk teratur
- Planispiral kemudian lurus

Test Polythalamus, bentuknya:
- Uniformed: dalam 1 bentuk test didapatkan 1 macam susunan kamar.
Uniserial : dalam 1 macam susunan kamar terdiri dari baris kamar.
Biserial : dalam 1 macam susunan kamar terdiri dari 2 baris kamar.
Triserial : dalam 1 macam susunan kamar terdiri dari 3 baris kamar.
- Biformed: dalam 1 bentuk test didapatkan 2 macam susunan kamar.
- Triformed: dalam 1 bentuk test didapatkan 3 macam susunan kamar.
- Multiformed: dalam 1 bentuk test didapatkan >3 macam susunan kamar


7. Uniformed: dalam 1 bentuk test didapatkan 1 macam susunan kamar.
a. Uniserial : dalam 1 macam susunan kamar terdiri dari baris kamar.
b. Biserial : dalam 1 macam susunan kamar terdiri dari 2 baris kamar.
c. Triserial : dalam 1 macam susunan kamar terdiri dari 3 baris kamar.

Biformed: dalam 1 bentuk test didapatkan 2 macam susunan kamar.
Triformed: dalam 1 bentuk test didapatkan 3 macam susunan kamar.
Multiformed: dalam 1 bentuk test didapatkan >3 macam susunan kamar
8. Aperture adalah lubang utama untuk keluar masuknya protoplasma dan biasanya
terdapat pada kamar akhir. Fungsinya untuk membedakan fosil dalam klasifikasi.
9. Primer : lubang utama pada kamar akhir
Sekunder : lubang tambahan pada kamar utama
Asesori : lubang yg nampak tidak langsung pada kamar utama tetapi pada struktur
asesori
10. a. Hiasan pada permukaan: Punctate, smooth,cancellate, axial coste,pustulose
b. Hiasan pada aperture: flape, tooth, lip/rim, bulla, tegilla.
c. Hiasan pada suture: bridge, limbate, raised bosses.
d. Hiasan pada umbilicus: deeply umbilicus, open umbilicus, umbilicus
e. Hiasan pada peri-peri: keel, spine