Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Secara umum, harus diakui bahwa kondisi pendidikan di tanah air belum dapat
memenuhi apa yang menjadi harapan semua pemangku kepentingan pendidikan
(stakeholders). Kinerja sistem pendidikan di Indonesia belum dapat dibanggakan, walau
pun itu hanya pada skala ukuran Asia. Hasil survei lembaga Political and Economic Risk
Consultancy (PERC) menempatkan posisi sistem pendidikan di Indonesia adalah terburuk
di kawasan Asia. Dari 12 negara yang disurvei oleh PERC, ternyata Korea Selatan dinilai
memiliki sistem pendidikan yang terbaik, disusul Singapura, Jepang dan Taiwan, India,
Cina, serta Malaysia, sedangkan Indonesia berada pada urutan ke-12, setingkat di bawah
Vietnam.
Selama ini memang telah terjadi kesenjangan (gap) mutu pendidikan di tanah air,
yang ditemukan dalam berbagai fenomena permasalahan pendidikan. Berbagai persoalan
pendidikan banyak dikeluhan masyarakat luas yang memberi gambaran bahwa kinerja
dunia pendidikan belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan masyarakat. Akibatnya,
masyarakat menjadi bersikap pesimistik, apatis dan negatif terhadap penyelenggaraan
sistem pendidikan nasional. Berbagai kesenjangan yang berhubungan dengan aksesibilitas
dan mutu pendidikan di tanah air berhubungan dengan ragam persoalan yang menyangkut
tingginya tingkat kemiskinan pendudukan, dan tingkat pengangguran penduduk yang
menyebabkan terjadinya : (1) rendahnya tingkat aksesibiltas penduduk miskin terhadap
pendidikan bermutu, (2) tingginya angka putus sekolah dari masyarakat miskin, (3)
rendahnya mutu dan relevansi antara output pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga
kerja, (4) rendahnya daya saing dan keunggulan mutu lulusan pendidikan nasional di
pasar kerja global. (5) produk pendidikan yang memberikan kontribusi pada tingginya
angka persoalan sosial yang mengganggu ketertiban/keamanan di masyarakat (seperti
kasus anak jalanan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba/HIV, kriminaltas, dll), (6)
produk pendidikan yang kehilangan pada nilai-nilai jati diri, karakter, budaya dan
wawasan kebangsaan.
Menjadi tugas dan peran negara melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu
dan maju yang mendorong terwujudnya SDM yang unggul dan berdaya saing, agar
mampu berkompetisi dalam lingkungan masyarakat global. Dimensi pengembangan SDM
telah menjadi bagian dari cita-cita atau tujuan (goals) bangsa Indonesia, sebagaimana
dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni : di antaranya adalah melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan
umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan mempertimbangkan beberap hal tersebut maka ditetapkan Visi Departemen
Pendidikan Nasional Tahun 2025 : ”Insan Indonesia Cerdas Kompetitif Tahun 2025”,
melalui penyelenggaraan pembangunan Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana diatur
dalam UU No. 20 Tahun 2003, dengan menggunakan 3 (tiga) strategi pembangunan
sebagai pilar, yaitu : (1) Investasi Akses, (2) Peningkatan Mutu, Relevansi dann Daya
Saing, (3) Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik. Penyelanggaraan
Pembangunan Sistem Pendidikan Nasional tersebut dilaksanakan pada setiap jalur, jenjang
dan satuan pendidikan, melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan pendidikan.
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Provinsi Jawa Barat
menjelaskan dalam visi jangka panjang pembangunan Jawa Barat 2005-2025 yakni :
“Dengan Iman dan Taqwa Provinsi Jawa Barat Termaju di Indonesia“. Secara bertahap
menuju pencapaian visi tersebut telah ditempuh rangkaian tahapan pembangunan Provinsi

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 2

Jawa Barat, yakni Tahap I, Periode 2005-2008 yang disebut Tahapan Penataan dan
Persiapan Pranata Pendukung Melalui Kualitas SDM; Tahap II, Periode 2008-2013 yang
disebut Tahapan Penyiapan Kemandirian Masyarakat Jawa Barat dan pada saat ini telah
memasuki Tahap III, Periode 2013-2018 yang disebut Tahapan Memantapkan
Pembangunan Secara Menyeluruh. Pada Tahap III periode 2013-2018 telah dirumuskan
Visi Pembangunan Jawa Barat Tahun 2013-2018 yaitu “Jawa Barat Maju dan Sejahtera
Untuk Semua”.
Dalam rangka mencapai visi pembangunan Jawa Barat tersebut, maka misi pertama
yang telah dirumuskan adalah Membangun Masyarakat Yang Berkualitas dan Berdaya
Saing. Kebijakan strategis yang ditempuh dalam rangka mewujudkan misi pertama
tersebut antara lain : 1) Peningkatan kualitas dan daya saing masyarakat Jawa Barat
melalui pendidikan yang unggul, terjangkau, merata dan terbuka; 2) Pelayanan kesehatan
bagi semua dan revitalisasi infrastruktur kesehatan; 3) Peningkatan kemandirian
masyarakat melalui pemenuhan dan perlindungan terhadap kebutuhan dasar dan hak dasar
manusia; dan 4) Pengokohan ketahanan keluarga sebagai basis ketahanan sosial.
Berdasarkan kebijakan strategi Peningkatan kualitas dan daya saing masyarakat Jawa
Barat melalui pendidikan yang unggul, terjangkau, merata dan terbuka maka salah satu
program pembangunan pendidikan di Jawa Barat yang telah dirancang di antaranya
adalah : Peningkatan dan perluasan sarana dan kapasitas pendidikan dasar, menengah dan
tinggi yang disertai dengan program alokasi anggaran pendidikan 20% dari APBD yang
lebih efektif, program peningkatan kesejahteraan guru dan didukung program pendidikan
gratis pada jenjang SD, SMP dan SMK/SMA/MA. Di samping itu harus diteruskan
paradigma penyelenggaran pembangunan pendidikan di Jawa Barat yang telah
dilaksanakan selama ini dengan dengan lebih melibatkan peran dan partisipasi masyarakat,
dan Daerah (Kabupaten/Kota).
Penyelenggaraan pembangunan pendidikan di tanah air diharapkan dapat menjawab
berbagai kebutuhan dan kepentingan bangsa Indonesia pada saat ini dan ke depan.
Pendidikan diharapkan dapat menciptakan keunggulan dan daya saing bangsa
menghadapi globalisasi, serta dapat memenuhi tuntuan proses demokratisasi dan reformasi
penyelenggaraan pemerintahan dari sentralistik ke desentralisasi. Pada era desentralisasi
diharapkan pembangunan pendidikan semakin dapat mewujudkan penyelenggaraan
layanan pendidikan yang bermutu kepada masyarakat di Daerah, sesuai asas-asas
penyelenggaraan otonomi daerah. Dengan demikian pembangunan pendidikan akan dapat
menjadi ”a good public policy” pada era Otonomi Daerah.
Dalam rangka Otonomi Daerah sebagaimana diatur melalui UU No. 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah, maka Pemerintah menerbitkan PP No. 38 Tahun 2007
tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi
dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dalam rangka mengatur pembagian kewenangan
dalam rangka desenstralisasi. Dalam Pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa urusan
pemerintahan terdiri atas urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan
Pemerintah dan urusan pemerintahan yang dibagi bersama antara tingkatan dan/atau
susunan pemerintahan. PP No. 38 Tahun 2007 pada Pasal 2 ayat (5) menjelaskan bahwa
bidang pendidikan yang menjadi salah satu bidang yang dibagi bersama antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Dalam rangka penyelenggaraan satuan pendidikan, maka setiap satuan pendidikan di
Daerah, diharuskan memenuhi kebutuhan minimun terhadap 8 (delapan) komponen
standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam PP No. 32 Tahun 2013, yang
mencakup : (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar
tenaga pendidikan dan kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar
pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan. Karena itulah,

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 3

maka Provinsi Jawa Barat dalam rangka penyelenggaraan satuan pendidikan yang bermutu
maka secara bertahap di Jawa Barat, sesuai dengan urusan kewenangan Provinsi yang
telah di atur dalam PP No. 38 Tahun 2007, maka pada tahun 2009 berupaya melakukan
pemenuhan terhadap standar sarana dan prasarana pendidikan pada semua jenjang satuan
pendidikan.
Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, mulai tahun 2013 dalam rangka Program Pendidikan Menengah Universal
(PMU), telah meluncurkan Program Bantuan Operasional Sekolah Menengah di seluruh
Indonesia. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ini adalah program utama dari
perwujudan program PMU, dengan maksud memberikan bantuan kepada sekolah/
madrasah untuk memenuhi biaya operasional sekolah/madrasah dalam rangka
memberikan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.
Untuk mendukung program BOS Pusat pada sekolah menengah di atas, maka
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2014 menyelenggarakan pemberian
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dikmen langsung kepada Sekolah-sekolah, dengan
mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomo 20 tahun 2003, Peraturan Menteri Dalam
Negeri No. 32 Tahun 2011. yang telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri
No. 39 Tahun 2011, tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial Yang
bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Selain itu, Hibah langsung
kepada Sekolah-sekolah/madrasah di Jawa Barat terntunya dimaksudkan sebagai upaya
untuk semakin mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pemenuhan
terhadap ketentuan-ketentuan pendanaan pendidikan, sebagaimana diatur dalam UU No.
20 Tahun 2003, dan secara khusus dalam PP No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan.
Secara khusus pada jenjang SMK/SMA/MA, pemberian Hibah langsung ke sekolah-
sekolah/madrasah dilakukan melalui Kegiatan Pemberian Bantuan Operasional
Sekolah/madrasah (BOS) SMK/SMA/MA Provinsi Tahun 2014, sebagai pelengkap BOS
SMK/SMA/MA Pusat Tahun 2014, guna membantu sekolah-sekolah/madrasah memenuhi
biaya operasional sekolah. Dalam rangka membangun koordinasi dan sinergitas
pelaksanaan Kegiatan Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK/SMA/MA
Provinsi Tahun 2014, dengan Pemerintah Pusat, kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jawa
Barat, dan sekolah; dengan tetap memperhatian prinsip-prinsip penyelenggaraan otonomi
daerah, dan tetap memperhatikan azas-azas tertib admistrasi, efektif, efisien, transparan
dan akuntabel, kepatutan dan saling percaya (mutual trust) maka Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat menyusun sebuah “Pedoman Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
SMK/SMA/MA Provinsi Jawa Barat Tahun 2014”.

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran
Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat
Berita Negara tanggal 4 Juli 1950);
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 1400);
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 4

5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4301);
6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang
Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor
75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); jo.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Paraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-
Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4493);
8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
9. Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4693);
10. Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan
(SNP);
11. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
12. Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
13. Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4864);
14. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
15. Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4593);
16. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
17. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
sebagaimana telah beberapa kali diubah yang terakhir dengan Peraturan Presiden No.
70 Tahun 2012;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
No. 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri
No. 13 Tahun 2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 5

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian
Hibah Dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja
Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.39
Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 32 Tahun
2011 Pedoman Pemberian Hibah Dan Batuan Sosial Yang Bersumber Dari
Anggaran;
20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.76 Tahun
2012, tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) dan Laporan Keuangan Bantuan Operasional Sekolah Tahun Anggaran 2013.
21. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 2008 tentang Buku Teks
Pelajaran.
22. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan
dan Komite Sekolah.
23. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian
Sekolah,
24. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 1 Tahun 2009 tentang Pokok-pokok
Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 11 Seri E, Tambahan
Lembaran Daerah Nomor 47);
25. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 12 Tahun 2008 tentang Pokok-pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 11 Seri E,
Tambahan Lembaran Daerah Nomor 48);
26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 7 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 6 Seri E, Tambahan Lembaran
Daerah Nomor 43);
27. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 9 Tahun 2008 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025
(Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 8 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah
Nomor 45);
28. Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 108 Tahun 2009 tentang Sistem dan Prosedur
Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Tahun 2009
Nomor 181 Seri E);
29. Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 92 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Kegiatan APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Berita Daerah Tahun
2009 Nomor 164 Seri E);
30. Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 63 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Pergub
Jabar No. 55 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan dan
Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan serta Monitoring dan Evaluasi
Belanja Hibah dan Belanja Bansos Yang Bersumber Dari APBD
31. Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 910/Kep.1166-Pdb/2012 tentang Standar
Biaya Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2014;
32. Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
33. Surat Edaran Dirjen Pajak Departemen Keuangan Republik Indonesia No. SE-
02/13)12006, tentang Pedoman Pelaksanaan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan
Sehubungan dengan Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh
Bendaharawan atau Penanggungjawab Pengelolaan Penggunaan Dana BOS di
Masing-Masing Unit Penerima BOS.


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 6

C. Pengertian
1. BOS SMK/SMA/MA Provinsi Jawa Barat adalah program Pemerintah Daerah Provinsi
Jawa Barat berupa pemberian dana langsung ke SMK/SMA/MA sebagai pendamping
BOS Pusat yang diberikan kepada sekolah/madrasah Negeri maupun Swasta dimana
besarnya dana bantuan yang diterima sekolah/madrasah dihitung berdasarkan jumlah
siswa masing-masing sekolah/madrasah dikalikan satuan biaya (unit cost) bantuan;
2. Dana BOS SMK/SMA/MA Provinsi Jawa Barat adalah bantuan dana untuk membantu
sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan dalam membantu
memenuhi biaya operasional sekolah;
3. Dana BOS SMK/SMA/MA Provinsi Jawa Barat merupakan Hibah yang disalurkan
kepada sekolah/madrasah sebagai satuan pendidikan dalam menunjang pencapaian
sasaran program dan kegiatan Pemerintah Daerah di bidang pendidikan sesuai dengan
kebutuhan dasar minimal melalui kegiatan penyediaan aksesibilitas dan penguatan
kelembagaan sekolah.

D. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Tujuan umum BOS SMK/SMA/MA Provinsi Di Jawa Barat adalah mewujudkan
layanan pendidikan SMK/SMA/MA di Jawa Barat yang bermutu, terjangkau, dan
terbuka bagi semua, dalam mewujudkan Pendidikan Menengah Universal (PMU).
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus BOS SMK/SMA/MA Provinsi di Jawa Barat adalah :
a. Membantu biaya operasional sekolah;
b. Mengurangi angka putus sekolah siswa SMK/SMA/MA;
c. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMK/SMA/MA;
d. Mewujudkan keberpihakan pemerintah bagi siswa SMK/SMA/MA dengan cara
meringankan biaya sekolah;
e. Memberikan kesempatan bagi siswa SMK/SMA/MA untuk mendapatkan layanan
pendidikan yang terjangkau dan bermutu;
f. Membantu pelaksanaan program pendidikan Karakter, Pendidikan Kebangsaan dan
Bela Negara, Pembinaan Kewirausahaan, Pembinaan penaggulangan HIV/Narkoba
dan Pembinaan penanggulangan kenakalan remaja/kriminalitas di sekolah
menengah.

E. Sasaran Program dan Besar Bantuan

Sasaran program adalah SMK/SMA/MA Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi Jawa
Barat. Besar bantuan per sekolah/madrasah diperhitungkan dari jumlah siswa, satuan biaya
adalah besaran satuan biaya per siswa per tahun. Prakiraan bantuan Hibah BOS jenjang
Dikmen untuk Tahun 2014 sebagai berikut:
Program Jumlah Siswa Satuan Biaya (Rp) Total Alokasi (Rp)
BOS SMK Negeri 209.501 300.000 62.850.300.000,-
BOS SMA Negeri 358.153 200.000 71.630.600.000,-
BOS MA Negeri 50.484 200.000 10.096.800.000,-
BOS SMK Swasta 610.351 500.000 305.175.500.000,-
BOS SMA Swasta 150.666 400.000 60.266.400.000,-
BOS MA Swasta 118.237 400.000 47.294.800.000,-
Jumlah 1.493.601 557.314.400.000,-
Bantuan yang diterima sekolah/madrasah dihitung berdasarkan jumlah siswa per
sekolah/madrasah dikalikan satuan biaya BOS SMK/SMA/MA.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 7

Rincian sasaran penerima BOS SMK/SMA/MA di Provinsi Jawa Barat untuk masing-
masing kabupaten/kota terlampir.

F. Waktu Penyaluran Dana

Pada tahun Anggaran 2014, sesuai dengan alokasi anggaran pada APBD, BOS
SMK/SMA/MA akan disalurkan sebanyak 2 (dua) kali, yaitu pada bula Maret untuk
periode Januari-Juni dan pada bulan September untuk untuk periode Juli-Desember.

G. Kriteria Penerima

1. Seluruh SMK/SMA/MA Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi Jawa Barat yang telah
memiliki ijin operasional, ijin pendirian atau Surat Keterangan Operasional
Sekolah/Madrasah dari Lembaga berwenang;
2. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana BOS
SMK/SMA/MA, sekolah/madrasah diwajibkan untuk membebaskan dan/atau
membantu siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah/madrasah dan biaya-
biaya untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa;
3. Mengikuti Panduan BOS SMA/SMA/SMK yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat;

H. Persyaratan Penerima

1. Telah mengisi data pokok sekolah/madrasah pada masing-masing Kabupaten/Kota;
2. Mengajukan Usulan Penerima BOS;
3. Menyerahkan kelengakapn administrasi berupa:
a. Akta Notaris mengenai pendirian lembaga atau dokumen lain yang dipersamakan;
b. Surat Pernyataan Tanggungjawab;
c. NPWP;
d. Surat Keterangan Domisili Lembaga dari Desa/Kelurahan setempat;
e. Izin operasional/tanda daftar lembaga dari instansi yang berwenang;
f. Bukti kontrak sewa gedung/bangunan, bagi lembaga yang kantornya menyewa;
g. Salinan/fotocopy Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku atas nama ketua dan
sekretaris atau sebutan lain.
Persyaratan sebagaimana tersebut pada point I.c s.d. I.g cukup disampaikan hanya satu
kali pada saat pengajuan pencairan pertama. Apabila terdapat perubahan, maka pada
tahap usulan berikutnya hanya disampaikan dokumen untuk data yang berubah saja.

I. Penolakan Dana Bantuan BOS.
Apabila SMK/SMA/MA menolak menerima BOS Provinsi maka harus dibuat Surat
Pernyataan Menolak disertai alasan yang jelas, ditandatangani oleh paling sedikit 10%
Orang Tua Siswa, Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan diketahui Kepala Dinas
Pendidikan untuk SMK-SMA, serta oleh Kepala Kemenag Kabupaten/Kota untuk MA,
dilaporkan kepada Tim Pengelola BOS di Kabupaten/Kota untuk diteruskan kepada Tim
Pengelola BOS Provinsi.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 8

BAB II
PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SMK/SMA/MA
PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENDANAAN PENDIDIKAN

A. Peranan Program BOS Provinsi Untuk SMK/SMA/MA Dalam Pelaksanaan
Program Pendidikan Menengah Universal (PMU)

Program BOS SMK/SMA/MA merupakan salah satu program utama pemerintah yang
bertujuan mendukung keberhasilan program PMU yang dirintis pada tahun 2013. Seluruh
stakeholder pendidikan wajib memperhatikan pentingnya program BOS SMK/SMA/MA
yaitu:
1. Memberikan kesempatan yang setara bagi semua siswa untuk mendapatkan layanan
pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu.
2. Merupakan sarana panting untuk meningkatkan akses layanan pendidikan menengah
yang terjangkau dan bermutu.
3. Menyediakan sumber dana bagi sekolah untuk mencegah siswa miskin putus sekolah
karena tidak mampu membayar iuran sekolah dan biaya ekstrakulikuler sekolah.
4. Mendorong dan memberikan motivasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat
yang mampu, untuk memberikan subsidi kepada siswa miskin.

B. Program BOS SMK/SMA/MA Dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Program ini memberikan dukungan kepada sekolah dalam menerapkan konsep MBS
yaitu: kebebasan untuk perencanaan, pengelolaan dan pengawasan program yang
disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Penggunaan dana
semata-mata ditujukan hanya untuk kepentingan peringkatan layanan pendidikan.
Pengelolaan program BOS SMK/SMA/MA Provinsi menjadi kewenangan sekolah secara
mandiri dengan mengikutsertakan komite sekolah dan masyarakat.

C. Skenario Pendanaan Pendidikan Menengah

Pendanaan pendidikan menengah merupakan upaya untuk menyediakan sejurnlah
dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses pendidikan di sekolah menengah.
Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan menyebutkan
bahwa biaya pendidikan meliputi: (a) Biaya Investasi Sekolah (Pengelolaan Pendidikan),
(b) Biaya Operasional Sekolah (Biaya di Satuan Pendidikan), dan (c) Biaya Pribadi
Peserta Didik.


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 9

Gambar 1. Skenario Pembiayaan Pendidikan Menengah

Biaya Pengelolaan
Pendidikan (Investasi)
Biaya Satuan Pendidikan
(Operasional)
Biaya Pribadi Peserta
Didik
Biaya Investasi SDM
· Pengembangan Guru dan
Tenaga Kependidikan
Uang Saku
Akomodasi dan Transportasi
Pakaian dan Perlengkapan
Biaya Operasi Non
Personalia (Permendiknas
No. 59 Tahun 2009)
· ATK
· Daya dan Jasa
· Penerimaan Siswa Baru
· Barang habis pakai
· Dan lainnya
Buku dan Alat Tulis
Biaya Operasi Personalia
· Gaji dan Tunjangan Guru
dan Tenaga Kependidikan
Biaya Investasi Sarana
Prasarana
· Lahan
· Bangunan
· Peralatan
Kursus Tambahan


Biaya investasi sekolah meliputi biaya investasi untuk meningkatkan kemampuan
pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), dan biaya investasi sarana dan prasarana.
Sedangkan, biaya operasional sekolah meliputi biaya operasional personalia untuk gaji dan
tunjangan PTK dan biaya operasional non personalia. Adapun biaya pribadi peserta didik
merupakan biaya yang ditanggung oleh siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara
berkelanjutan.
Pemerintah berusaha memenuhi pendanaan pendidikan untuk ketiga kategori biaya
tersebut melalui mekanisme pemberian bantuan langsung baik ke sekolah, PTK, dan
siswa. Biaya investasi sekolah dipenuhi melalui penyediaan Hibah atau Bansos sarana dan
prasarana sekolah. Sedangkan biaya operasional sekolah non personalia berusaha dipenuhi
melalui penyediaan dana untuk operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional
Sekolah (BOS). Adapun, biaya operasional personalia berusaha dipenuhi melalui
pemberian tunjangan guru. Sementara itu, untuk meningkatkan 'daya beli' siswa terhadap
layanan pendidikan SM dan mencegah siswa putus sekolah, pemerintah mengalokasikan
dana Bantuan Biaya Pendidikan melalui program Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM)
yang dapat digunakan siswa untuk biaya pribadi peserta didik.


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 10

BAB III
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
SMK/SMA/MA PROVINSI JAWA BARAT

A. Peruntukan Dana BOS SMK/SMA/MA Provinsi Jawa Barat

1. Peruntukan Dana BOS Provinsi untuk Belanja Personalia
Penggunaan dana BOS Provinsi Jenjang Dikmen Tahun 2014 diprioritaskan
untuk belanja Personalia yakni untuk membiayai Kegiatan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) di sekolah,
antara lain untuk membayar honor bulanan Tenaga Pendidik Honorer yang mengajar
mata pelajaran sesuai dengan kualifikasinya dan untuk membayar honor Tenaga
Kependidikan Honorer.
Peruntukan dana BOS Provinsi yag dibayarkan kepada Tenaga Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Honorer adalah sebagai berikut :
No.
Kelompok
Personal
Peruntukan Dana/Kegiatan Keterangan
a. Tenaga Pendidik
Honorer
1) Honor mengajar mata pelajaran
sesuai dengan struktur kurikulum
yang digunakan;
2) Honor penyusunan naskah soal
untuk ujian semester dan ujian
sekolah;
3) Honor Pengawasan &
Pemeriksaan Hasil Ujian Sekolah
(SMK/SMA/MA) dan Uji
Kompetensi Keahlian Praktek
(Khusus SMK Kls XII);
4) Honor pembinaan
ekstrakurikuler pada kegiatan
Pendidikan Karakter, Pendidikan
Kebangsaan, Pembinaan
Kewirausahaan, Pembinaan
penanggulangan HIV/Narkoba
dan Pembinaan penanggulangan
kenakalan remaja/kriminalitas.
SK dari Kepala
Sekolah/Madrasah
b. Tenaga
Kependidikan
Honorer
1) Honor Tenaga layanan
administrasi/ penatausahaan
kegiatan sekolah/ madrasah;
2) Honor Tenaga layanan
perpustakaan;
3) Honor Tenaga layanan
pembelajaran praktikum/
laboratorium;
4) Honor Tenaga layanan umum
(caraka, keamanan, kebersihan).
SK dari Kepala
Sekolah/Madrasah
Standar pembayaran honorarium disesuaikan dengan standar yang diberlakukan di
masing-masing sekolah/madrasah dengan mempertimbangkan faktor keadilan dan
beban kinerja masing-masing personil.


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 11


2. Peruntukan Dana BOS Provinsi untuk Belanja Non Personalia
Dana BOS Provinsi Jawa Barat untuk jenjang Dikmen Tahun 2014 dapat pula
digunakan untuk belanja non-Personalia sebagai berikut :
a. Peruntukan Dana BOS untuk SMK
No. Peruntukan Dana Penjelasan
1. Pembelian/penggandaan
buku teks pelajaran

Biaya untuk mengganti buku yang rusak
dan menambah referensi buku teks
pelajaran
2. Pembelian alat tulis sekolah
yang digunakan untuk
kegiatan pembelajaran
Pengadaan alat tulis sekolah yang
dibutuhkan untuk pengelolaan sekolah
dan proses belajar mengajar
3. Penggandaan soal dan
penyediaan lembar jawaban
siswa dalam kegiatan
ulangan dan ujian
Meliputi ulangan harlan, ulangan umum
dan ujian sekolah.
4. Pembelian bahan habis pakai Meliputi pembelian: bahan praktikum
IPA, bahan praktikum IPS, bahan
praktikum bahasa, bahan praktikum
computer, bahan praktek kejuruan, dan
bahan-bahan olah raga/kesenian, tinta
dan toner printer.
5. Penyelenggaraan kegiatan
pembinaan
siswa/ekstrakulikuler
Biaya untuk menyelenggarakan kegiatan
pembinaan siswa melalui kegiatan
ekstrakulikuler seperti: Pramuka, Palang
Merah Remaja (PMR), Kegiatan
Pembinaan Olimpiade Sains, Seni, dan
Olahraga.
6. Pemeliharaan dan perbaikan
ringan sarana prasarana
sekolah

Biaya untuk memelihara dan
memperbaiki sarana dan prasarana
sekolah untuk mempertahankan kualitas
sarana dan prasarana sekolah agar layak
digunakan. Contoh pengecatan,
perbaikan atap, perbaikan pintu dan
jendela, perbaikan meubelair,
perbaikan lantai, perbaikan kamar mandi,
perbaikan papan tulis, dan perawatan
fasilitas sekolah lainnya.
7. Langganan daya dan jasa
lainnya

Biaya untuk membayar langganan daya
dan jasa yang mendukung kegiatan
belajar mengajar seperti: listrik, telefon,
air, internet dan lainnya.
8. Kegiatan penerimaan siswa
baru

Biaya untuk penggandaan formulir
pendaftaran dan administrasi
pendaftaran. Meliputi biaya fotocopy dan
konsumsi panitia penerimaan siswa baru.
9. Penyusunan dan pelaporan

Biaya untuk menyusun dan mengirimkan
laporan sekolah kepada pihak
berwenang. Meliputi biaya fotocopy dan
konsumsi penyusunan laporan.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 12

No. Peruntukan Dana Penjelasan

10. Penyelenggaraan kegiatan uji
kompetensi
Biaya untuk penyelenggaraan kegiatan
ujian kompetensi bagi siswa SMK.
11. Penyelenggaraan praktek
kerja industri
Biaya untuk penyelenggaraan praktek
kerja industri.

b. Peruntukan Dana BOS untuk SMA/MA
No. Peruntukan Dana Penjelasan
1. Pembelian/penggandaan buku
teks pelajaran

Biaya untuk mengganti buku yang rusak dan
menambah referensi buku teks pelajaran
2. Pembelian alat tulis sekolah
yang digunakan untuk kegiatan
pembelajaran
Pengadaan alat tulis sekolah yang
dibutuhkan untuk pengelolaan sekolah dan
proses belajar mengajar
3. Penggandaan soal dan
penyediaan lembar jawaban
siswa dalam kegiatan ulangan
dan ujian
Meliputi ulangan harian, ulangan umum dan
ujian sekolah.
4. Pembelian bahan habis pakai Meliputi pembelian bahan praktikum IPA,
bahan praktikum IPS, bahan praktikum
bahasa, bahan praktikum computer, bahan
praktek keterampilan, dan bahan-bahan olah
raga/kesenian, kebersihan, kesehatan dan
keselamatan kerja, tinta, toner printer.
5. Penyelenggaraan kegiatan
pembinaan siswa/
ekstrakulikuler
Biaya untuk menyelenggarakan kegiatan
pembinaan siswa melalui kegiatan
ekstrakulikuler seperti: Pramuka, Palang
Merah Remaja (PMR), Kegiatan Pembinaan
Olimpiade Sains, Seni, dan Olahraga.
6. Pemeliharaan dan perbaikan
ringan sarana prasarana sekolah

Biaya untuk memelihara dan memperbaiki
sarana dan prasarana sekolah untuk
mempertahankan kualitas sarana dan
prasarana sekolah agar layak digunakan.
Contoh pengecatan, perbaikan atap,
perbaikan pintu dan jendela, perbaikan
meubelair,
perbaikan lantai, perbaikan kamar mandi,
perbaikan papan tulis, dan perawatan
fasilitas sekolah lainnya.
7. Langganan daya dan jasa
lainnya

Biaya untuk membayar langganan daya dan
jasa yang mendukung kegiatan belajar
mengajar seperti: listrik, telefon, air, internet
dan lainnya.
8. Kegiatan penerimaan siswa baru


Biaya untuk penggandaan formulir
pendaftaran dan administrasi pendaftaran.
Meliputi biaya fotocopy dan konsumsi
panitia penerimaan siswa baru.

9. Penyusunan dan pelaporan

Biaya untuk menyusun dan mengirimkan
laporan sekolah kepada pihak berwenang.
Meliputi biaya fotocopy dan konsumsi
penyusunan laporan.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 13


Prioritas BOS Provinsi jenjang Dikmen Tahun 2014 pada Belanja non Personalia,
digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan pembinaan siswa/ekstrakulikuler antara
lain: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kebangsaan, Pembinaan Kewirausahaan,
Pembinaan penanggulangan HIV/Narkoba dan Pembinaan penanggulangan kenakalan
remaja/kriminalitas, disesuaikan dengan kebutuhan sekolah yang dinyatakan dalam
bentuk proposal, serta untuk kegiatan uji kompetensi (Format Khusus siswa kelas XII
SMK) apabila biaya BOS Pusat belum mencukupi.

3. Penggunaan dana BOS yang tidak diperbolehkan.

a. Belanja Operasional Personalia yang tidak boleh didanai oleh BOS Provinsi antara
lain:
1) Honor/Insentif/Transport Pengelola Sekolah/Madrasah;
2) Honor/Insentif/Transport Pengelola dana BOS;
3) Honor/Insentif/Transport Panitia Kegiatan (PSB, Ulangan, Ujian, Pengembangan
Kurikulum, Penyusunan RPP, dsb)
4) Transport kegiatan (kegiatan rutin atau insidental)
5) Upah pekerja atau non personil sekolah dalam kegiatan rehab, panitia, dsb.
6) Dibayarkan kepada siswa
7) Honor kelebihan jam mengajar bagi Guru PNS
8) Belanja untuk membayar personalia diluar peruntukan yang tercantum pada Bab
III Point A.1. Pedoman ini.

b. Belanja/kegiatan lainnya yang tidak diperbolehkan didanai oleh BOS Provinsi antara
lain:
1) Biaya Invest/Pengadaan Sarana Prasarana Sekolah/Madrasah, antara lain :
a) Biaya pengembangan SDM (PTK);
b) Rehabilitasi sedang dan berat;
c) Membangun gedung/ruangan baru;
d) Membeli peralatan pendidikan.
2) Biaya pribadi Peserta Didik, antara lain :
a) Membeli Alat Tulis;
b) Membeli pakaian, seragam, sepatu bagi siswa;
c) Biaya akomodasi dan transportasi;
d) Biaya makan minum.
3) Biaya pemeliharaan/perbaikan kendaraan
4) Pembelian seragam guru dan pegawai.
5) Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan.
6) Dipinjamkan/dititipkan kepada pihak lain.
7) Membeli lembar kerja siswa (LKS)
8) Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya
besar, misalnya studi banding, studi tour (Format Karya wisata) dan sejenisnya.
9) Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/
Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat atau pihak lainnya.
10) Membayar bonus, transportasi rutin untuk guru.
11) Menanamkan saham.
12) Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi
sekolah, misalnya membiayai iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional
dan upacara keagamaan/acara keagamaan.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 14

13) Membiyai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/pendampingan
terkait program BOS/Perpajakan program BOS yang diselenggarakan di luar
SKPD pendidikan Provinsi/Kabupaten/kota serta kementerian pendidikan dan
kebudayaan.
14) Membiayai kegiatan non personalia lainnya diluar peruntukan yang tercantum
pada Bab III point A.2. Pedoman ini.

B. Kebijakan BOS SMK/SMA/MA Provinsi Terhadap Siswa

Konsep pendidikan untuk semua (education for all) memberikan kesempatan yang
seluas-luas kepada setiap individu untuk mendapat layanan pendidikan bermutu sesuai
dengan minat dan potensi siswa. Sesuai dengan perkembangan jaman, sekolah bermutu di
dominasi oleh siswa dari keluarga mampu. Siswa miskin yang mempunyai minat dan
potensi, kurang mempunyai kesempatan belajar di sekolah bermutu serta menutup
kesempatan mereka untuk merubah nasib dan status sosialnya.
Peranan Program BOS SMK/SMA/MA dalam konteks tersebut di atas adalah
memberikan keadilan dan kesempatan kepada siswa miskin untuk memperoleh layanan
pendidikan bermutu dengan mewajibkan sekolah membebaskan (fee waive) dan/atau
memberikan keringanan (discount fee) tagihan biaya sekolah kepada siswa miskin.
Untuk memperjelas hal tersebut, di bawah ini disajikan ilustrasi cara kerja konsep
discount fee di suatu sekolah.

Gambar 2. Konsep Discount Fee Untuk Sekolah dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Siswa
Homogen

Menuju BOS SM dengan
unit cost yang lebih
mencukupi sehingga
dapat mencukupi tagihan
biaya pendidikandi
sekolah untuk seuruh
siswa
Persentaase
Biaya (%)
75
100
Y
50
25
0
Siswa
Discount
Fee
Garis Kondisi ideal yang diharapkan dimana seluruh siswa
terpenuhi biaya pendidikannya dengan BOS SM


Ilustrasi gambar di atas menggambarkan pelaksanaan konsep memberikan keringanan
(discount fee) untuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa homogen (semua
siswa). Untuk kondisi sekolah tersebut, semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama,
yaitu mendapatkan keringanan biaya sekolah sesuai dengan unit cost yang telah
ditentukan.
Komposisi jumlah siswa miskin yang mendapat pembebasan (fee waive) dan
keringanan (discount fee), menjadi diskresi/kewenangan sekolah sesuai dengan konsep
MBS. Namun demikian sekolah tetap harus memperhatikan kriteria siswa miskin dan

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 15

faktor lainnya, yaitu: (a) biaya pendidikan per siswa, (b)jumlah siswa miskin dan, (c) dana
BOS yang diterima sekolah.
Pelaksanaan konsep membebaskan (fee waive) dan keringanan (discount fee) untuk
sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa homogen (semua siswa kaya / semua siswa
miskin). Untuk kondisi sekolah tersebut, semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama,
yaitu mendapatkan keringanan biaya sekolah sesuai dengan unit cost yang telah
ditentukan.
Komposisi jumlah siswa yang mendapat bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan
kebijakan sekolah (diskresi). Hal ini memungkinkan sekolah untuk mengubahnya sesuai
dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.
Peranan pemerintah melalui program BOS SMK/SMA/MA ini adalah:
1. Membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa miskin yang mempunyai minat
dan potensi untuk bersekolah di sekolah bermutu agar kelak mereka mampu
meningkatkan kualitas hidupnya dengan bekal kemampuan dan keahlian yang mereka
dapatkan dan mampu mengangkat ekonomi keluarga (eskalasi sosial).
2. Melaksanakan amanah Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Dalam hal ini, pemerintah mendorong
lulusan SMP untuk melanjutkan ke pendidikan menengah.

C. Program BOS SMK/SMA/MA Dan Konsep Pembiayaan Partisipatif

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pedidikan Nasionl
megamanatkan bahwa Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara
Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Hal ini memungkinkan adanya dana
partisipatif dari masyarakat termasuk dari orang tua siswa untuk menjadi salah satu
potensi bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
Mekanisme pembiayaan partisipatif memungkinkan sekolah untuk mendapatkan sumber
pembiayaan tambahan dari orang tua siswa yang mampu secara ekonomi. Secara
langsung hal ini berakibat pada meningkatnya sumber dana bagi sekolah yang berbanding
lurus dengan kualitas sekolah.
Pemerintah dan masyarakat menuntut sekolah untuk memberikan layanan pendidikan
yang bermutu kepada peserta didik. Tuntutan tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya
pendidikan sekolah yang tinggi. Semakin tinggi tuntutannya, maka akan semakin tinggi
pula biaya yang dibutuhkan oleh sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan
bermutu.
Pembiayaan partisipatif yang didapat dari sumber-sumber potensial diatur dan
disepakati bersama antara sekolah/madrasah dengan Komite Sekolah, orang tua siswa,
serta pihak pemberi biaya lainnya. Biaya tersebut merupakan dana pendidikan yang harus
dimasukan kedalam perhitungan pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
bersama dengan pembiayaan lainnya yang berasal dari Pemerintah dan atau Pemerintah
Daerah.



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 16

BAB IV
ORGANISASI PELAKSANA

A. Tim Pengarah

1. Tingkat Provinsi
a. Gubernur
b. Wakil Gubernur
c. Sekretaris Daerah

2. Tingkat Kabupaten/Kota
a. Bupati/Walikota
b. Sekretaris Daerah

B. Tim Pengelola BOS Provinsi

1. Tim Provinsi
a. Penanggungjawab
1) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
2) Kepala Kanwil Depag Provinsi
b. Tim Pelaksana
1) Ketua Tim/Kuasa Pengguna Anggaran
2) Sekretaris/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
3) Seksi Pendataan
4) Seksi Monev dan Penyelesaian Masalah
5) Seksi Publikasi/Humas
Tim Pengelola BOS Provinsi tingkat Provinsi ditetapkan melalui SK Gubernur.

2. Tugas dan Tanggungjawab Tim Pengelola BOS Provinsi
a. Mempersiapkan sekretariat dan perlengkapannya di Kantor Dinas Pendidikan
Provinsi;
b. Menyusun Pedoman Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Jawa Barat untuk
Jenjang Pendidikan Menengah yang disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi;
c. Memvalidasi dan meneruskan usulan penerima BOS Provinsi dari Dinas Pendidikan
dan Kantor Kementerian Agama tiap kabupaten/kota kepada Gubernur Provinsi
Jawa Barat;
d. Menyelenggarakan sosialisasi program BOS Provinsi jenjang Dikmen;
e. Mengajukan pencairan dana BOS Provinsi kepada Gubernur melalui Biro Keuangan
Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat sesuai jumlah alokasi Dana tiap
Kabupaten/Kota;
f. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi penggunaan dana BOS
Provinsi;
g. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat;
h. Membuat laporan pengelolaan yang mencakup :
1) Daftar penerima BOS Provinsi dari tiap kabupaten/kota;
2) Hasil Penyerapan Dana BOS Provinsi;
3) Hasil Monitoring dan Evaluasi;
4) Penanganan Pengaduan Masyarakat;
5) Kegiatan Lainnya.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 17


C. Tim Pengelola BOS Kabupaten/Kota

1. Tim Kabupaten/Kota
a. Tim Pengarah
1) Bupati/Walikota
b. Penanggungjawab
1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
2) Kepala Kandepag Kabupaten/Kota
c. Tim Pelaksana Pengelola BOS Provinsi ditingkat Kabupaten/Kota terdiri dari
1) Ketua Tim Manajemen BOS Provinsi Tingkat Kabupaten/Kota
2) Sekretaris
3) Anggota
Pengelola BOS Provinsi Tingkat Kabupaten/Kota terdiri dari unsur Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau unsur Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota dan untuk Tim Pelaksana
Pengelola dapat ditetapkan oleh Kepala SKPD Pendidikan.

2. Tugas dan Tanggungjawab Tim Pengelola BOS Provinsi Tingkat Kabupaten/Kota
dan Kandepag Kabupaten/Kota
a. Mengusulkan alokasi penerima bantuan BOS untuk setiap sekolah/madrasah;
b. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan kepada sekolah/madrasah penerima BOS
Provinsi;
c. Melakukan koordinasi dengan Tim Pengelola BOS Provinsi dan lembaga penyalur
dana, serta dengan sekolah/madrasah dalam rangka penyaluran dana;
d. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi penggunaan dana BOS
Provinsi;
e. Mengumpulkan data dan laporan dari sekolah/madrasah dan lembaga penyalur dana;
f. Melaporkan pelaksanaan program kepada Tim pengelola BOS Provinsi di Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
g. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat;
h. Menindaklanjuti kasus penyalahgunaan dana BOS Provinsi di tingkat
sekolah/madrasah;
i. Melaporkan kegiatan pengelolaan BOS Provinsi yang dilakukan di Kabupaten/Kota
kepada Tim Pengelola BOS tingkat Provinsi dan instansi terkait.

D. Tingkat Sekolah/madrasah

1. Penanggungjawab
a. Kepala Sekolah/Madrasah/Ketua Komite Sekolah.
b. Kepala Sekolah/Madrasah menunjuk Panitia Pengelola BOS SMK/SMA/MA
Provinsi yang terdiri dari :
a. Ketua
b. Bendahara


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 18

2. Tugas dan Tanggungjawab Sekolah/Madrasah.
a. Membuat usulan penerima BOS kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat melalui Tim
Pengelola BOS Provinsi di Kabupaten/Kota;
b. Membuat Rencana Penggunaan Dana BOS Provinsi bersama-sama dengan Komite
Sekolah atau unsur terkait lainnya;
c. Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. Bila
jumlah dana yang diterima melebihi dari data siswa sesungguhnya, maka kelebihan
dana tersebut tetap di simpan di rekening sekolah. Selanjutnya sekolah harus
melaporkan kelebihan dana yang diterima kepada Tim Manajemen BOS
Kabupaten/Kota. Kelebihan dana akan diperhitungkan pada penyaluran BOS
provinsi triwulan/semester berikutnya;
d. Bersama-sama dengan Komite Sekolah/madrasah, mengidentifikasi siswa miskin
yang akan dibebaskan dari segala jenis iuran;
e. Mengelola dana BOS Provinsi secara bertanggungjawab sesuai dengan Pedoman
BOS Povinsi jenjang Pendidikan Menengah;
f. Bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah/madrasah;
g. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat;
h. Melaporkan penggunaan dana BOS Provinsi kepada Tim Pengelola BOS Provinsi
melalui Tim Pengelola BOS di tingkat Kabupaten/Kota.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 19

BAB V
MEKANISME PELAKSANAAN

A. Mekanisme Pendataan, Usulan, Pencairan dan Monev.

Gambar 3. Bagan Mekansime Pendataan, Usulan, Pencairan dan Monev BOS.

Tim BOS
Provinsi
Tim BOS
Kab/Kota
Tim BOS
Sekolah/
Madrasah
Pendataan
Form Data
BOS
Hasil
Verifikasi
Data
Input
Data
Usulan
Penerima BOS
NPHD
Setda
Usulan
Pencairan
Penatausahaan&
Pemindahbukuan
Pencairan dan
Penggunaan Dana
BOS
SK
Gubernur
Usulan
Penerima BOS
Penetapan
Usulan Pencairan, Pemindahbukuan &
Penggunaan Dana BOS
Monev
Laporan
Laporan
Laporan
Laporan
Monev
Monev
Monev
Pelaporan


Keterangan :
1. Sekolah/madrasah Penerima BOS Provinsi menyampaikan data sekolah/madrasah
termasuk jumlah siswa ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Madrasah ke Kantor
Kemenag Kab/Kota.
2. Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Tingkat Kabupaten/Kota membuat
Daftar Sekolah/madrasah Penerima BOS Provinsi yang memuat nama sekolah, jumlah
siswa, dan identitas sekolah lainnya sesuai format yang ditentukan, untuk diusulkan
kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Barat.
3. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Tim Pengelola BOS Provinsi
membuat usulan Penerima BOS jenjang Dikmen kepada Gubernur sebagai bahan
terbitnya SK Gubernur tentang Hibah BOS jenjang Dikmen.
4. Tim Pengelola BOS Provinsi dan Tim Pengelola BOS di Tingkat Kabupaten/Kota
membuat NPHD BOS yang tediri dari :
a. Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) BOS yang ditanda tangani oleh Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi atas nama Gubernur Provinsi Jawa Barat dengan Kepala
Dinas Pendidikan yang mewakili Satuan Pendidikan SMK dan SMA, dan dengan
Kepala Kantor Kementerian Agama yang mewakili Satuan Pendidikan MA sebagai
penerima BOS di masing-masing Kabupaten/Kota. NPHD dialmpiri dengan Daftar
Sekolah/Madrasah Penerima Hibah BOS.
b. NPHD BOS yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
dengan Kepala SMK dan SMA serta NPHD BOS yang ditanda tangani oleh Kepala
Kemenag Kabupaten/Kota dengan Kepala MA.
2. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat membuat Surat Permohonan Pencairan Dana
BOS Provinsi kepada Gubernur Jawa Barat melalui Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa
Barat sesuai jumlah yang tercantum dalam NPHD masing-masing kabupaten/Kota

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 20

dengan dilampiri Daftar Sekolah/madrasah Penerima BOS Provinsi yang telah
ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk SMK dan SMA
serta oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk MA, disertai
dokumen lain yang diperlukan untuk pencairan.
3. Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat melakukan penatausahaan keuangan dan
pemindah bukuan Dana BOS Provinsi ke Rekening masing-masing sekolah/madrasah
di tiap Kabupaten/Kota.
4. Penyaluran dana BOS Provinsi dari Kas Umum Daerah Provinsi Jawa Barat ke
sekolah/madrasah penerima dilaksanakan sesuai aturan dan perundang-undangan yang
berlaku.
5. Pengambilan dana BOS oleh Sekolah/Madrasah dilakukan setelah terjadi
transfer/pemindahbukuan dana dari Kas Umum Daerah Provinsi Jawa Barat ke
sekolah/madrasah penerima melalui rekening penerima yang telah ditentukan pada
usulan pencairan.
6. Penggunaan dana BOS oleh sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan RKAS dan
dibukukan sebagaimana tersebut pada BAB VII Pedoman ini.
7. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Setda Provinsi Jawa Barat, Tim Pengelola BOS
Provinsi dan Tim Pengelola BOS Provinsi di Kabupaten/kota.
8. Pelaporan dilakukan oleh Sekolah/Madrasah penerima BOS kepada Tim Pengelola
BOS Provinsi di Kabupatebn/Kota, dari Tim Pengelola BOS Provinsi di
Kabupatebn/Kota kepada Tim Pengelola BOS Provinsi, dan dari Tim Pengelolas BOS
Provinsi kepada Biro Admbang Setda Provinsi Jawa Barat.

1. Kelengkapan Usulan Penerima BOS
Kelengkapan Dokumen usulan Penerima BOS Provinsi dibuat oleh Tim Pengelola BOS
Provinsi di Kabupaten/kota dan disampaikan kepada Tim Pengelola BOS Provisi
berupa:
a. Usulan Penetapan Calon Penerima Bantuan BOS (Format A1)
b. Usulan Data Bantuan BOS SMK/SMA/MA (Format A2)
c. Lampiran Usulan Data Bantuan BOS SMK/SMA/MA (Format A3)
Data sebagaimana tersebut pada point a, b dan c ditandatangani oleh Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota untuk SMK dan SMA serta oleh Kepala Kantor
kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk MA. Data usulan penerima BOS didapat
melalui Sistem Pengelolaan Data Sekolah/Madrasah yang digunakan di masing-masing
Kabupaten/Kota atau langsung dari masing-masing Sekolah/Madrasah.

2. Kelengkapan Usulan Pencairan
Kelengkapan usulan pencairan yang harus dilengkapi adalah :
a. Dokumen dari Sekolah/Madrasah ke Tim Pengelola Kab/Kota
1) Surat Permohonan Penerima BOS (Form.E) (2 rangkap);
2) Surat Pernyataan Tanggungjawab (Format K-7a) (2 rangkap);
3) RKAS (Form K-1) (2 rangkap);
4) RKAS (Form K-2) (2 rangkap);
5) Rencana Penggunaan Dana BOS Provinsi (Form K-2b) (2 rangkap);
6) Kuitansi Penerimaan Dana BOS bermaterai cukup (4 rangkap).
7) Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) BOS yang ditandatangani Kepala
SMK dan SMA dengan Kepala Dinas Pendidikan serta NPHD BOS yang
ditandatangani Kepala Madrasah dengan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota
yang bersangkutan (2 rangkap).
8) SK Pengelola BOS (Disesuaikan dengan format Sekolah/Madrasah);

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 21

9) Daftar Siswa (Format K2-a);
10) Profile Sekolah;
11) Akta Notaris mengenai pendirian lembaga atau dokumen lain yang
dipersamakan;
12) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Sekolah/Madrasah;
13) Surat keterangan domisili lembaga dari Desa/Kelurahan setempat;
14) Ijin operasional/tanda daftar lembaga dari instansi yang berwenang;
15) Bukti kontrak sewa gedung/bangunan (Bagi lembaga yang kantornya
menyewa);
16) Salinan/fotocopy Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku atas nama Kepala
Sekolah/Madrasah/Ketua Tim Pengelola BOS;
Dokumen tersebut pada point 2.a.10) sampai dengan 2.a.16) cukup
disampaikan hanya satu kali pada saat pengajuan pencairan pertama. Apabila
terdapat perubahan, maka pada tahap usulan berikutnya hanya disampaikan
dokumen untuk data yang berubah saja.
b. Dokumen dari Tim Pengelola BOS Kab/Kota ke Tim BOS Provinsi
1) Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) BOS yang ditanda tangani oleh
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atas nama Gubernur Provinsi Jawa Barat
dengan Kepala Dinas Pendidikan yang mewakili Satuan Pendidikan SMK dan
SMA, dan dengan Kepala Kantor Kementerian Agama yang mewakili Satuan
Pendidikan MA sebagai penerima BOS di masing-masing Kabupaten/Kota.
NPHD dilampiri dengan Daftar Sekolah/Madrasah Penerima BOS;
2) Dokumen dari Sekolah berupa Form E, K7a, K1, K2 dan K2b masing-masing 1
rangkap dan Kuitansi sebanyak 3 rangkap (rangkap 1 bermetarai cukup).

3. Kelengkapan Penggunaan Dana BOS
Dana BOS yang sudah diterima oleh sekolah/madrasah digunakan sesuai dengan
rencana yang tertuang pada RKAS/RAB. Dokumen yang dipergunakan untuk
pembukuan penggunaan dana BOS sebagaimana dijelaskan pada BAB VII.

4. Kelengkapan Pelaporan
Pelaporan penggunaan dana BOS memuat pelaporan keuangan, kegiatan dan pelaporan
personil. Dokumen yang dipergunakan untuk pelaporan penggunaan dana BOS
sebagaimana dijelaskan pada BAB VII.

B. Prinsip Pengelolaan
Pengelolaan program BOS SMK/SMA/MA provinsi mengacu pada konsep Manajemen
Berbasis Sekolah (School Based Management) yang mengandung arti, yaitu:
1. Swakelola dan Partisipatif
Pelaksanaan program dilakukan secara swakelola (direncanakan, dikerjakan dan
diawasi sendiri) dengan rnelibatkan warga sekolah dan masyarakat untuk berpartisipasi
secara aktif dalam memberikan dukungan terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan program sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Transparan
Pengelolaan dana harus dilakukan secara terbuka agar warga sekolah dan masyarakat
dapat memberikan saran, kritik, serta melakukan pengawasan dan pengendalian
terhadap pelaksanaan program.
3. Akuntabel
Pengelolaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan, sesuai dengan pedoman
pelaksanaan yang sudah disepakati.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 22

4. Demokratis
Penyusunan perencanaan, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah ditempuh
melalui jalan musyawarah/mufakat dengan memberikan kesempatan kepada setiap
individu untuk mengajukan saran, kritik atau pendapat.
5. Efektif dan Efisien
Pemanfaatan dana harus efektif dan efisien sesuai dengan ketentuan yang ada.
6. Tertib Administrasi dan Pelaporan
Sekolah penerima dana harus menyusun dan menyampaikan laporan basil pelaksanaan
kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai ketentuan yang dipersyaratkan.
7. Saling Percaya
Pemberian dana berdasarkan pada rasa saling percaya (mutual trust) antara pemberi dan
penerima dana. Oleh Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kepercayaan tersebut
dengan memegang amanah dan komitrnen yang ditujukan semata-mata hanya untuk
membangun pendidikan yang lebih baik.

C. Pengambilan dana BOS Provinsi

1. Dana BOS Provinsi harus diterima secara utuh dan tidak diperkenankan adanya
pemotongan atau pungutan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak
manapun.
2. Dana BOS Provinsi yang diambil bukan berarti dana harus dihabiskan dalam periode
tersebut. Besar penggunaan dana tiap bulan disesuaikan dengan kebutuhan
sekolah/madrasah sebagaimana tertuang dalam RKAS.
3. Bilamana terdapat sisa dana di sekolah/madrasah pada akhir tahun anggaran maka dana
tersebut tetap menjadi hak sekolah dan dapat dipergunakan pada tahun anggaran
berikutnya.
4. Jika terdapat perbedaan jumlah dana yang diterima, maka perbedaan tersebut harus
segera dilaporkan kepada Tim Pengelola BOS Provinsi tingkat Kabupaten/Kota dan
Tim Pengelola BOS Provinsi tingkat Provinsi untuk dijadikan dasar pengurang atau
penambahan dana BOS Provinsi pada penyaluran berikutnya.
5. Jika terdapat siswa pindah/mutasi ke sekolah/madrasah lain pada semeser berjalan,
maka dana BOS Provinsi siswa tersebut menjadi milik sekolah yang ditinggalkan.
6. Kelengkapan dokumen administrasi pada saat sekolah penerima melakukan
pengambilan dari bank antara lain :
a. Untuk Sekolah/Madrasah Negeri:
1) Surat Keputusan Pengangkatan Kepala Sekolah dan Bendahara
2) Fotocopy KTP Kepala Sekolah dan Bendahara
3) Surat Keterangan Domisili dari Desa/Kelurahan
b. Untuk Sekolah/Madrasah Swasta:
1) SK/Akta pendirian dan atau Surat Ijin Operasional dan atau Surat Keterangan
bermaterai 6000 dari Lembaga Berwenang di KabKota tentang kebenaran adanya
SMK/SMA/MA tersebut
2) Surat Keputusan Pengangkatan Kepala Sekolah dan Bendahara
3) Fotocopy KTP Kepala Sekolah dan Bendahara
4) Surat Keterangan Domisili dari Desa/Kelurahan



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 23

BAB VI
MONITORING DAN SUPERVISI

Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan, pembinaan
dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BOS. Secara umum tujuan kegiatan
ini adalah untuk meyakinkan bahwa dana BOS diterima oleh yang berhak dalam jumlah,
waktu, cara, dan penggunaan yang tepat.
Komponen utama yang dimonitor antara
1. Alokasi dana sekolah penerima bantuan
2. Penyaluran dan penggunaan dana
3. Pelayanan dan penanganan pengaduan
4. Administrasi keuangan
5. Pelaporan, serta pemajangan rencana penggunaan dan pemakaian dana BOS.
Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap pelayanan dan penanganan pengaduan,
sehingga pelayanan pengaduan dapat ditingkatkan. Dalam pelaksanaannya, monitoring
pengaduan dapat dilakukan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. Kegiatan ini
dilakukan dengan mencari fakta, menginvestigasi, menyelesaikan masalah, dan
mendokumentasikan.
Kegiatan monitoring dan supervisi dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi, dan
Tim Manajeman BOS Kabupaten/Kota.

A. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi

1. Monitoring ditujukan untuk memantau penyaluran dana, penyerapan dana, dan
penggunaan dana di tingkat sekolah.
2. Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota, dan Tim Manajemen
BOS Sekolah.
3. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana, pada saat penyaluran
dana, pasca penyaluran dana dan pada saat penggunaan dana.
4. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan.
5. Supervisi dapat dilakukan oleh Tim Pengelola BOS Provinsi terhadap Tim Pengelola
BOS di Kabupaten/Kota atau terhadap sekolah/madrasah.

B. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota

1. Monitoring ditujukan untuk memantau penyaluran dana, penyerapan dana, dan
penggunaan dana di tingkat sekolah.
2. Responden terdiri dari sekolah dan murid dan/atau orang tua murid.
3. Monitoring dilaksanakan pada saat penyaluran dana dan pasca penyaluran dana.
4. Bila terjadi permasalahan biaya monitoring, disarankan agar monitoring dilakukan
secara terpadu dengan program lain selain program BOS.
5. Monitoring dapat melibatkan Pengawas Sekolah secara terintegrasi dengan kegiatan
pengawasan lainnya oleh Pengawas Sekolah.
6. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan.
7. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota agar memanfaatkan pengawas sekolah yang
bertanggungjawab untuk membantu melakukan monitoring.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 24

BAB VII
PELAPORAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN KEUANGAN

Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Program BOS,
masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota,
Sekolah) diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihat terkait.
Secara umum, hal-hal yang dilaporkan oleh pelaksana program adalah yang berkaitan
dengan statistik penerima bantuan, penyaluran, penyerapan, pemanfaatan dana,
pertanggungjawaban keuangan serta hasil monitoring evaluasi dan pengaduan masalah.

A. PELAPORAN

1. Pengelolaan Dokumen di Tingkat Sekolah

a. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/RKAS (Formulir BOS-K1, K2 dan K2b)
1) RKAS ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan khusus untuk
sekolah swasta ditambah Ketua Yayasan. Dokumen ini disimpan di sekolah dan
diperlihatkan kepada Pengawas Sekolah, Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota,
dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.
2) RKAS dibuat setahun sekali pada awal tahun pelajaran, namun demikian perlu
dilakukan revisi pada semester kedua. Oleh karena itu sekolah dapat membuat
RKAS tahunan yang dirinci tiap semester. Format RKAS mengacu pada format
K1 dan K2
3) RKAS dilengkapi dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB)/Rencana
Penggunaan Dana BOS Provinsi (Form K2b).

b. Pembukuan
Sekolah diwajibkan membuat pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah
untuk program BOS Provinsi. Pembukuan yang digunakan dapat dengan tulis tangan
atau menggunakan komputer. Buku yang digunakan adalah sebagai berikut.
1) Buku Kas Umum mengacu pada format -K3
Buku Kas Umum ini disusun untuk masing-masing rekening bank yang
dimiliki oleh sekolah. Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua
transaksi eksternal, yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga:
a) Kolom Penerimaan: dari penyalur dana (BOS atau sumber dana lain),
penerimaan dari pemungutan pajak, dan penerimaan jasa giro dari bank.
b) Kolom Pengeluaran: adalah pembelian barang dan jasa, biaya administrasi
bank, pajak atas hasil dari jasa giro dan setoran pajak.
Buku Kas Umum harus diisi tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut
terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan) dan transaksi yang
dicatat didalam Buku Kas Umum juga harus dicatat dalam buku pembantu, yaitu
Buku Pembantu Kas, Buku Pembantu Bank, dan Buku Pembantu Pajak. Formulir
yang telah diisi ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. Dokumen ini
disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas sekolah, Tim
Manajemen BOS Kabupaten/Kota, dan para pemeriksa lainnya apabila
diperlukan.
2) Buku Pembantu Kas mengacu pada format -K4
Buku ini harus mencatat tiap transaksi tunai dan ditandatangani oleh
Bendahara dan Kepala Sekolah. Dokumen ini disimpan di sekolah dan

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 25

diperlihatkan kepada pengawas, Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota, dan para
pemeriksa lainnya apabila diperlukan.
3) Buku Pembantu Bank mengacu pada format -K5
Buku ini harus mencatat tiap transaksi melalui bank (Bank cek, giro maupun
tunai) dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. Dokumen ini
disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas sekolah, Tim
Manajemen BOS Kabupaten/Kota, dan para pemeriksa lainnya apabila
diperlukan.
4) Buku Pembantu Pajak mengacu pada format -K6
Buku pembantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi
yang harus dipungut pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak
yang dipungut selaku wajib pungut pajak.

Terkait dengan pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah untuk program
BOS, sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1) Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan
dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. Dalam hal pembukuan
dilakukan dengan komputer, bendahara wajib mencetak Buku Kas Umum dan
buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan
menatausahakan hasil cetakan Buku Kas Umum dan buku-buku pembantu
bulanan yang telah ditandatangi Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah.
2) Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan
Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya.
3) Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 ( Sepuluh) juta.
4) Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari
jabatannya, Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti-bukti
pengeluaran harus diserahterimakan kepada pejabat yang baru dengan Berita
Acara Serah Terima.
5) Laporan dibuat setiap semester dan ditandatangani oleh Bendahara, Kepala
Sekolah dan Komite Sekolah, dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung
jawab (Format K7-b) yang menyatakan bahwa dana BOS yang diterima telah
digunakan sesuai Usulan Pencairan dan NPHD BOS. Bukti pengeluaran yang sah
disimpan dan dipergunakan oleh penerima Hibah selaku obyek pemeriksaan

c. Realisasi Penggunaan Dana Tiap Sumber Dana mengacu pada format BOS-K7 dan
BOS-K8
Laporan ini disusun berdasarkan Buku Kas Umum (Format K3) dari semua
sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode tertentu.
Format K7 berisi Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana Tiap Jenis
Anggaran yang memuat seluruh dana yang dikelola di sekolah pada semester
tertentu. Sedangkan Format K8 berisi Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana Bos
Provinsi Menurut Peruntukan.

d. Bukti Pengeluaran
1) Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah;
2) Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang
cukup sesuai dengan ketentuan bea materai. Untuk transaksi dengan nilai
sampai Rp 250.000,- tidak dikenakan bea materai, sedang transaksi dengan nilai
nominal di atas Rp 250.000,- sampai dengan Rp 1.000.000,- dikenakan bea

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 26

materai dengan tarif sebesar Rp 3.000,- dan transaksi dengan nilai nominal lebih
besar Rp 1.000.000,- dikenakan bea materai dengan tarif sebesar Rp 6.000,-
3) Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan
peruntukannya;
4) Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur
sebagai lampiran kuitansi;
5) Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dana lunas dibayar
oleh Bendahara;
6) Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh bendahara BOS sebagai
bahan bukti dan bahan laporan.

e. Arsip Data Keuangan
Seluruh arsip data keuangan, baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun
dokumen pendukungnya, disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan
tanggal kejadiannya, serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk
ditemukan setiap saat.

f. Penyusunan Dokumen Pengelolaan BOS yang harus ada di sekolah
1) Surat Pernyataan Kelebihan Penerimaan Dana BOS (Format B3) (jika ada)
2) Buku Kas Umum (Format K3)
3) Buku Pembantu Bank (Format K5), dilampiri Copy rekening bank (setiap
pengambilan)
4) Buku Pembantu Kas (Format K4), dilampiri :
a) Bukti Pembayaran Belanja Personalia
(1) Daftar Pembayaran Honor Tenaga Pendidik Honorer
(2) Daftar Pembayaran Honor Tenaga Kependidikan Honorer
b) Bukti Pembayaran Belanja Non-Personalia
(1) Bukti Pengeluaran/Kuitansi
(2) Faktur
5) Buku Pembantu Pajak (Format K6), dilampiri :
a) SSP
b) Faktur Pajak
6) Realisasi Penggunaan Dana Tiap Jenis Anggaran (Format K7)
7) Realisasi Penggunaan Dana Sesuai Peruntukan (Format K8)
8) Lampiran-lampiran antara lain :
a) SK Tenaga Pendidik dan Kependidikan,
b) Dokumen Pelaksanaan Kegiatan, Proposal, atau Panduan.
c) Arsip Dokumen Usulan Pencairan :

2. Pelaporan dari Sekolah kepada Tim Pengelola BOS Provinsi di Kabupaten/Kota.
Dokumen pelaporan yang disampaikan oleh sekolah/madrasah kepada Tim Pengelola
BOS Provinsi di Kabupaten Kota adalah :
a. Surat Pengantar Laporan (Format B2)
b. Surat Pertanggungjawaban (Format K7b)
c. Surat Pernyataan Kelebihan Penerimaan Dana BOS (Format B3) (jika ada)
d. Realisasi Penggunaan Dana Tiap Jenis Kegiatan (Format K7) (dengan soft file
format exel)
e. Realisasi Penggunaan Dana Menurut Peruntukan BOS (Format K8) (dengan soft file
format exel)
f. Buku Kas Umum (Format K3)

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 27

g. Buku Pembantu Bank (Format K5), dilampiri :
Copy rekening bank (setiap pengambilan)
h. Buku Pembantu Kas (Format K4), dilampiri :
1) Salinan Bukti Pembayaran Belanja Personalia
a) Daftar Pembayaran Honor Tenaga Kependidikan Honorer
b) Daftar Pembayaran Honor Tenaga Pendidik Honorer
2) Salinan Bukti Pembayaran Belanja Non-Personalia
a) Bukti Pengeluaran/Kuitansi
b) Faktur
i. Buku Pembantu Pajak (Format K6) dilampiri salinan SSP da Faktur Pajak
Bentuk laporan disesuaikan dengan Petunjuk Teknis Pelaporan Penggunaan dana
BOS Provinsi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Pedoman ini. Laporan dari
sekolah/madrasah diverifikasi oleh Tim Pengelola BOS Kabupaten/Kota.

3. Pelaporan oleh Tim Manajamen BOS Kabupaten/Kota ke Tim Pengelola BOS
provinsi.
Dokumen yang memuat laporan BOS yang disampaikann oleh Tim Manajemen BOS
di Kabupaten/Kota kepada Tim Pengelola BOS Provinsi antara lain :
a. Pengantar Laporan Penggunaan BOS (Format B4)
b. Rekapitulasi Penggunaan Dana BOS SMK/SMA/MA (Format K9) (dengan soft file
format exel)
c. Rekapitulasi Kelebihan Penerimaan Dana BOS (Format K10) (dengan soft file
format exel)
d. Rekapitulasi Sekolah/Madrasah yang menolak menerima BOS Provinsi (Format
K11) (dengan soft file format exel), dilampiri dengan Surat Pernyataan Kepala
Sekolah, Komite dan Orang Tua Siswa, diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan
Kab/Kota untuk SMK/SMA dan Kepala Kemenag untuk MA.
e. Penanganan Pengaduan Masyarakat, yang antara lain berisi informasi tentang jenis
kasus, skala kasus, kemampuan penanganan, dan status penyelesain.
f. Dokumen pelaporan dari sekolah/madrasah 1 (satu) rangkap yang sudah diverifikasi
oleh Tim Pengelola BOS Kabupaten/Kota.

4. Pelaporan oleh Tim Manajamen BOS Provinsi
Pada setiap akhir tahun, Tim Manajemen BOS Provinsi harus melaporkan semua
kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program BOS Provinsi,
sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan, apa yang
telah dikerjakan dan apa yang belum/tidak dikerjakan, hambatan apa raja yang terjadi
dan mengapa hal tersebut dapat terjadi, serta upaya apa yang telah dilakukan untuk
mengatasi hambatan tersebut, serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang
akan datang, baik program yang sama maupun program lain yang sejenis.
Lampiran laporan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi adalah:
a. Nama sekolah penerima BOS Provinsi dari tiap kabupaten/kota yang disertai dengan
jumlah siswa dan jumlah dana dari masing-masing sekolah.
b. Hasil Penyerapan Dana BOS Provinsi
Berisikan tentang dana BOS Provinsi yang disalurkan per kabupaten/kota
untuk setiap jenjang pendidikan, jenis sekolah, sttaus sekolah, serta berapa yang
sudah terserap. Tim Manajemen BOS Provinsi menyusun laporan berdasarkan
data/informasi yang diperoleh dari Tim Manajemen BOS Provinsi Tingkat
Kabupaten/Kota. Laporan ini mengacu pada Formulir K10.


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 28

c. Hasil Monitoring dan Evaluasi
Laporan monitoring adalah laporan pelaksanaan kegiatan monitoring oleh Tim
Manajemen BOS Provinsi. Laporan ini berisi tentang jumlah responden, waktu
pelaksanaan, hasil monitoring, analisis data, kesimpulan serta saran dan
rekomendasi. Laporan monitoring harus sudah selesai dibuat paling lambat 45 hari
setelah pelaksanaan monitoring.
d. Penanganan Pengaduan Masayarakat
Tim Manajemen BOS Provinsi merekapitulasi hasil penanganan pengaduan
masyarakat dan perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Manajemen
BOS Provinsi maupun Tim Manajemen BOS Provinsi Tingkat Kabupaten/Kota.
Laporan ini berisi informasi tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan,
dan status penyelesaian.
e. Kegiatan Lainnya
Tim Manajemen BOS Provinsi harus membuat laporan kegiatan yang berkaitan
dengan pelaksanaan program BOS Provinsi, seperti: sosialisasi, pelatihan,
pengadaan barang/jasa, dan kegiatan lainnya.

B. PERPAJAKAN

Ketentuan peraturan perpajakan dlam penggunaan dana BOS diatur sebagai berikut.
1. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian
ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain pada kegiatan penerimaan siswa baru;
kesiswaan; ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar
siswa; pembelian bahan-bahan habis pakai, seperti buku tulis, kapur tulis, pensil dan
bahan praktikum; pengembangan profesi guru; pembelian bahan-bahan untuk
perawatan/perbaikan ringan gedung sekolah.
a. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Negeri atas penggunaan dana
BOS sebagaimana tersebut di atas adalah:
1) Tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1,5%
2) Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk nilai pembelian lebih dari Rp
1.000.000,- (satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa
Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah.
Namun untuk nilai ditambah PPN-nya jumlahnya tidak hasil melebihi Rp
1.000.000,- (satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah-
pecah, PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak
Rekanan Pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum. Pemungut
PPN dalam hal ini bendaharawan pemerintah tidak perlu memungut PPN atas
pembelian barang dan jasa yang dilakukan oleh bukan Pengusaha Kena Pajak
(PKP).
b. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah bukan negeri adalah tidak
termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang
ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. Dengan demikian kewajiban
perpajakan bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada BOS untuk belanja barang
sebagaimana tersebut diatas adalah:
1) Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22, karena tidak termasuk
sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22.
2) Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak).


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 29

2. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk
pembelian/penggandaan buku teks pelajaran/atau mengganti buku teks yang sudah
rusak.
a. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada sekolah negeri atau penggunaan dana
BOS untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku
teks yang sudah rusak adalah:
1) Atas pembelian buku-buku pelajaran umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran
agama, tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1,5%1.
2) Atas pembelian buku-buku pelajaran umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran
agama, PPN yang terutang dibebaskan.
3) Memunggut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk nilai pembelian lebih dari Rp
1.000.000,- (satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak berupa buku-
buku yang bukan buku pelajaran umum, kitab suci dan buku¬buku pelajaran
agama. Namun untuk nilai pembelian ditambah PPN-nya jumlahnya tidak
melebihi Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran
yang dipecah-pecah, PPh yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha
Kena Pajak Rekanan Pemerintah.
b. Bendaharawan/ pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri adalah tidak
termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidka termasuk sebagai pihak yang
ditunjuk sebagai Pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. Dengan demikian kewajiban
perpajakan bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri
yang terkait dengan pembelian/penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti
buku teks yang sudah rusak adalah:
1) Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22, karena tidak termasuk
sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22.
2) Atas pembelian buku-buku pelajaran umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran
agama, PPN yang terutang dibebaskan.
3) Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak) atas
pembelian buku yang bukan buku-buku pelajaran umum, kitab suci dan buku-
buku pelajaran agama.

3. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan pemberian honor pada kegiatan penerimaan
siswa baru, kesiswaan, pengembangan profesi guru, penyusunan laporan BOS dan
kegiatan pembelajaran pada SMP Terbuka. Semua bendaharawan/penanggung jawab
dana BOS baik pada sekolah negeri maupun sekolah bukan negeri:
a. Bagi guru/pegawai non PNS sebagai peserta kegiatan, harus dipotong PPh Pasal 21
dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5% dari jumlah bruto honor.
b. Bagi guru/pegawai PNS diatur sebagai berikut:
1) Golongan I dan II dengan tarif 0% (nol persen).
2) Golongan III dengan tarif 5% (lima persen) dari penghasilan bruto.
3) Golongan IV dengan tarif 15% (lima belas persen) dari penghasilan bruto.

4. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka
membayar honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer sekolah yang dibiayai
dari Pemerintahan Pusat dan atau Daerah yang dibayarkan bulanan diatur sebagai
berikut:
a. Penghasilan rutin setiap bulan untuk guru tidak tetap (GTT), Tenaga Kependidikan
Honorer, Pegawai Tidak Tetap (PTT), untuk jumlah sampai dengan Rp 2.025.000,-
(dua juta dua puluh lima ribu rupiah) tidak terhutang PPh Pasal 21.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 30

b. Untuk jumlah lebih dari itu, PPh Pasal 21 dihitung dengan menyetahunkan
penghasilan sebulan. Dengan perhitungan sebagai berikut.
1) Pengahasilan sebulan ........................................................................ XX
2) Penghasilan netto setahun (x 12) ........................................................ XX
3) Dikurangi PTKP*) .............................................................................. XX
4) Penghasilan Kena Pajak ...................................................................... XX
5) PPh Pasal 21 terutang setahun 5% (jumlah s.d. Rp 50 juta) dst ................ XX
6) PPh Pasal 21 sebulan (:12) ................................................................. XX

Besarnya Penghasilan Kena Pajak (PTKP), adalah:
a) Status sendiri Rp. 24,30 juta
b) Tambahan status kawin Rp. 2,025 juta
c) Tambahan tanggungan keluarga, maks 3 orang @ Rp. 2,025 juta

5. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS, baik pada Sekolah
Negeri, Sekolah Swasta, untuk membayar honor kepada tenaga kerja lepas orang
pribadi yang melaksanakan kegiatan perawatan atau pemeliharaan sekolah harus
memotong PPh Pasal 21 dengan ketentuan sebagai berikut:*)
a. Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima tidak melebihi Rp
150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) dan jumlah seluruh upah yang diterima
dalam buku takwim yang bersangkutan belum melebihi Rp 1.320.000,- (satu juta
tiga ratus ribu rupiah), maka tidak ada PPh Pasal 21 yang dipotong.
b. Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima tidak melebihi Rp 150.000
(seratus lima puluh ribu rupiah), namun jumlah seluruh upah yang diterima dalam
bulan takwim yang bersangkutan telah melebihi Rp 1.320.000,¬(satu juta tiga ratus
dua puluh ribu rupiah), maka pada saat jumlah seluruh upah telah melebihi Rp
1.320.000,- (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) harus dipotong PPh Pasal 21
sebesar 5% atas jumlah bruto upah setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak
(PTKP) yang sebenarnya;
c. Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima lebih dari Rp 150.000
(seratus lima puluh ribu rupiah) dan jumlah seluruh upah yang diterima dalam bulan
takwim yang bersangkutan belum melebihi Rp 1.320.000,- (satu juta tiga ratus dua
puluh ribu rupiah), maka harus dipotong PPh Pasal 21 sebesar 5% dari jumlah upah
harian atau rata-rata upah harian di atas Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu
rupiah);
d. Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima lebih dari Rp 150.000
(seratus lima puluh ribu rupiah) dan jumlah seluruh upah yang diterima dalam bulan
takwim yang bersangkutan belum melebihi Rp 1.320.000,- (satu juta tiga ratus dua
puluh ribu rupiah), maka pada saat jumlah seluruh upah telah melebihi Rp
1.320.000,- (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah), harus dihitung kembali
jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong dengan menerapkan tarif 5% atas jumlah
bruto upah setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang
sebenarnya.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 31

BAB VIII
PENGAWASAN DAN SANKSI

A. Pengawasan

Pengawasan program BOS meliputi pengawasan melekat, pengawasan fungsional,
dan pengawasan masyarakat.
1. Pengawasan Melekat yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada
bawahannya baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun sekolah. Prioritas
utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh SKPD Pendidikan
Kabupaten/Kota kepada sekolah.
2. Pengawasan Fungsional Internal oleh Inspektorat Jenderal Daerah Provinsi dan
Kabupaten/Kota dengan melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut
atau permintaan instansi yang akan diaudit.
3. Pengawasan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan
melakukan audit atas permintaan instansi yang akan diaudit.
4. Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangan.
5. Pengawasan masyarakat dalam rangka transparasi pelaksanaan program BOS oleh
unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah,
Kabupaten/Kota, Provinsi dam Pusat. Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam
pengelolaan BOS, agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau
lembaga berwenang lainnya.

A. Sanksi

Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau
sekolah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. Sanksi
kepada oknum yang melakukan pelanggaran, dapat diberikan dalam berbagai bentuk,
misalnya:
1. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang
berlaku (pemberhentian, penurunan pangkat, mutasi kerja).
2. Penerapan tuntunan perbendaharaan dan ganti rugi, yaitu dana BOS Provinsi yang
terbukti disalahgunakan agar dikembalikan kepada satuan pendidikan atau kas daerah
provinsi.
3. Penerapan proses hukum, yaitu mulai proses penyelidikan, penyidikan dan proses
peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS.
4. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang
bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat pada tahun berikutnya kepada
kabupaten/kota/sekolah penerima, bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan
secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, atau
golongan.


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 32

BAB IX
PENUTUP

Sekolah sebagai sebuah entitas organisasi harus mampu mengelola dana BOS secara
profesional untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang bermutu. Dana BOS yang
diterima oleh sekolah dikelola secara mandiri melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
Dari sisi keuangan, MBS menuntut pengelola sekolah/madrasah mampu melakukan
perencanaan, melaksanakan, mengevaluasi, dan memper¬tanggungjawabkan pengelolaan
dana secara baik dan transparan. Pengelolaan dana yang baik tidak terlepas dari prinsip
ekonomis, efisiensi, efektifitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, kejujuran dalam
pengelolaan dan pengendalian.
Penggunaan dana BOS Pusat dan BOS Provinsi hendaknya dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar serta transparan dan didukung oleh bukti-
bukti yang sah.
Buku Pedoman BOS Jenjang Dikmen Provinsi Jawa Barat ini diharapkan dapat
dijadikan acuan khususnya dalam pengelolaan BOS SMK/SMA/MA Provinsi baik pada
tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, maupun Sekolah, sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi
manajemen dapat dijalankan dengan baik dan benar.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 33













LAMPIRAN
FORMAT USULAN
PENERIMA BOS

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 34

Format A1-a

KOP DINAS PENDIDIKAN





Nomor :
Lampiran : 1 file FORMAT-A2 (isian data berbentuk soft copy Microsoft Excel)
1 file FORMAT-A3 (lampiran nama Sekolah dan jumlah siswa calon penerima bantuan
BOS berbentuk soft copy Excel)
Hal : Usulan Penetapan Calon Penerima Bantuan BOS Tahun 2013


Kepada
Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
U.p. Tim Pengelola BOS SMA/MA/SMK Provinsi Jawa Barat
Jl. Dr. Rajiman No. 6 Bandung 40171
di
Bandung

Dengan hormat, kami sampaikan usulan SMK/SMA*) calon penerima BOS beserta jumlah siswa yang
telah kami tetapkan sesuai dengan keadaan data riil yang dapat dipertanggungjawabkan, yakni :

No. Jenjang
Jumlah
Sekolah Siswa (Org)
1. SMK
2. SMA
Jumlah

Rincian data sekolah sebagaimana terlampir pada FORMAT A2 dan FORMAT A3.

Demikian surat ini disampaikan untuk diproses lebih lanjut sebagai dasar penetapan penerima dana
bantuan BOS Provinsi Jenjang Dikmen Tahun 2013.


............................, ..... ............. 2013
Kepala Dinas Pendidikan Kab./Kota


..........................................
NIP
Logo Dinas
Pendidikan


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 35



Format A1-b

KANTOR KEMENAG KAB/KOTA





Nomor :
Lampiran : 1 file FORMAT-A2 (isian data berbentuk soft copy Microsoft Excel)
1 file FORMAT-A3 (lampiran nama Sekolah dan jumlah siswa calon penerima bantuan
BOS berbentuk soft copy Excel)
Hal : Usulan Penetapan Calon Penerima Bantuan BOS Tahun 2013


Kepada
Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
U.p. Tim Pengelola BOS SMA/SMK/MA Provinsi Jawa Barat
Jl. Dr. Rajiman No. 6 Bandung 40171
di
Bandung

Dengan hormat, kami sampaikan usulan MA calon penerima BOS beserta jumlah siswa yang telah
kami tetapkan sesuai dengan keadaan data riil yang dapat dipertanggungjawabkan, yakni :

No. Jenjang
Jumlah
Sekolah Siswa (Org)
1. MA
Jumlah

Rincian data sekolah sebagaimana terlampir pada FORMAT A2 dan FORMAT A3.

Demikian surat ini disampaikan untuk diproses lebih lanjut sebagai dasar penetapan penerima dana
bantuan BOS Provinsi Jenjang Dikmen Tahun 2013.


............................, ..... ............. 2013
Kepala Kankemenag Kab./Kota




..........................................
NIP
Logo Kemenag
Kabkota




Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 36

Format A2 Usulan Data Bantuan BOS SMK/SMA
Kode Akses Dinas Pend.Kab/Kota isilah dengan kode akses Dinas Pendidikan Kab./Kota yang dikirim oleh Bid. Dikmenti
Nama Dinas Pend. Kab./Kota isilah nama Dinas Pendidikan Kab./Kota
Alamat Dinas Pend. Kab/kota isilah nama serta nomor jalan Dinas Pendidikan Kab,/Kota
No. Telepon Dinas Pend. Kab/kota isilah Nomor Telepon lengkap dengan kode wilayah Dinas Pendidikan Kab,/Kota
No. Fax Dinas Pend. Kab./Kota isilah Nomor Fax Dinas Pendidikan Kab./Kota
Alamat Email Dinas Pend. Kab/Kota isilah alamat email Dinas Pendidikan Kab,/Kota
Kode Pos isilah kode POS Dinas Pendidikan Kab./Kota
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
i s
i
n
o
m
o
r

u
r
u
t
isi Nomor NPSN Sekolah isi nama sekolah isi N
untuk
Sekolah
Negeri, S
untuk
Swasta
isi nama Kepala Sekolah yang
masih aktif, lengkap dengan
gelar akademik
isi NIP Kepala
Sekolah yang masih
aktif
isi SK Pengangkatan
secara lengkap dan
benar (nama pejabat
penanda tangan SK,
nomor dan tanggal SK)
sesuai SK asli
isi Nomor Ijin
Operasional
Sekolah
isi tanggal ijin
operasional
Sekolah
isi nomor SK
Pendirian
isi tanggal SK
Pendirian
isi tahun
berdiri
Sekolah
isi nama pejabat penanda
tangan SK pendirian
-> sisipkan baris disini untuk menambah data
TGL SK
PENDIRIAN
NO NPSN NAMA SEKOLAH
STATUS
N/S
NAMA KEPALA SEKOLAH
NIP KEPALA
SEKOLAH
SK PENGANGKATAN
KEPSEK (OLEH,
NOMOR DAN
TANGGAL)
NO IJIN
OPERASIONA
L SEKOLAH
TANGGAL IJIN
OPERASIONA
L SEKOLAH
NO SK
PENDIRIAN
TAHUN
BERDIRI
PENANDA TANGAN/TTD
SK PENDIRIAN
DILARANG MERUBAH FORMAT FILE INI, KECUALI MENYISIPKAN BARIS UNTUK KEPENTINGAN MENAMBAH ISIAN DATA, DENGAN BATAS SEBELUM TANDA " EOF"


Tk.
1
Tk.
2
Tk.
3
Tk.
4
Total Nama Bank (bjb) Nomor Rekening Kantor Cabang/KCP Atas Nama
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
- - - - -
JALAN RT RW e-mail
isilah Identitas Sekolah secara lengkap mulai nama jalan, RT, RW, Desa, Kode Pos, Kecamatan, Nomor Telepon, Nomor Fax dan e-mail dimana
Sekolah berada, diisi dengan data terakhir.
lakukan validasi dengan
data pokok yang telah
ditulisakan pada kolom
tersebut, jika tidak sesuai
isilah dengan data yang
benar pada masing-masing
tingkat atau kelas, pada
kolom Total akan
menjumlah secara
otomatis.
isilah identitas secara lengkap data-data Rekening Sekolah (bukan rekening Kepala
Sekolah) yang masih aktif, mulai dari Nama Bank (bjb), Nomor Rekening, Kantor
Cabang/KCP, serta Nama Rekening yang tertera di buku tabungan dengan benar
KODE
POS
KECAMATAN TELP FAX
JUMLAH SISWAPER
SEKOLAH/MADRASAH
BANK
DESA

............. , ............................ 2014
Kepala Dinas Pendidikan Kab./kota *)
....................................................................
...............................................................
NIP. .......................................................


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 37

Format A2 Usulan Data Bantuan BOS MA
Kode Akses Kankemenag Kab/Kota isilah dengan kode akses KanKemenag Kab./Kota yang dikirim oleh Bid. Dikmenti
Nama Kepala KanKemenag Kab./Kota isilah nama Kepala KanKemenag Kab./Kota
Alamat KanKemenagKab/kota isilah nama serta nomor jalan KanKemenag Kab,/Kota
No. Telepon KanKemenag Kab/kota isilah Nomor Telepon lengkap dengan kode wilayah KanKemenag Kab,/Kota
No. Fax KanKemenag Kab./Kota isilah Nomor Fax KanKemenag Kab./Kota
Alamat Email KanKemenag Kab/Kota isilah alamat email KanKemenag Kab,/Kota
Kode Pos isilah kode POS KanKemenag Kab./Kota
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
i s
i
n
o
m
o
r

u
r
u
t
isi Nomor NPSN Madrasah isi nama
Madrasah
isi N untuk
Madrasah
Negeri, S
untuk
Swasta
isi nama Kepala Madrasah
yang masih aktif, lengkap
dengan gelar akademik
isi NIP Kepala
Madrasah yang
masih aktif
isi SK Pengangkatan
secara lengkap dan
benar (nama pejabat
penanda tangan SK,
nomor dan tanggal SK)
sesuai SK asli
isi Nomor Ijin
Operasional
Madrasah
isi tanggal ijin
operasional
Madrasah
isi nomor SK
Pendirian
isi tanggal SK
Pendirian
isi tahun
berdiri
Madrasah
isi nama pejabat penanda
tangan SK pendirian
-> sisipkan baris disini untuk menambah data
TGL SK
PENDIRIAN
NO NPSN
NAMA
MADRASAH
STATUS
N/S
NAMA KEPALA MADRASAH
NIP KEPALA
MADRASAH
SK PENGANGKATAN
KEPSEK (OLEH,
NOMOR DAN
TANGGAL)
NO IJIN
OPERASIONAL
MADRASAH
TANGGAL IJIN
OPERASIONAL
MADRASAH
NO SK
PENDIRIAN
TAHUN
BERDIRI
PENANDA TANGAN/TTD
SK PENDIRIAN
DILARANG MERUBAH FORMAT FILE INI, KECUALI MENYISIPKAN BARIS UNTUK KEPENTINGAN MENAMBAH ISIAN DATA, DENGAN BATAS SEBELUM TANDA " EOF"


Tk.1 Tk.2 Tk.3 Tk.4 Total Nama Bank (bjb) Nomor Rekening Kantor Cabang/KCP Atas Nama
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
- - - - -
JALAN RT RW
BANK
isilah Identitas Madrasah secara lengkap mulai nama jalan, RT, RW, Desa, Kode Pos, Kecamatan, Nomor Telepon, Nomor Fax dan e-mail dimana
Madrasah berada, diisi dengan data terakhir.
lakukan validasi dengan data
pokok yang telah ditulisakan
pada kolom tersebut, jika tidak
sesuai isilah dengan data yang
benar pada masing-masing
tingkat atau kelas, pada kolom
Total akan menjumlah secara
otomatis.
isilah identitas secara lengkap data-data Rekening Madrasah (bukan rekening Kepala
Madrasah) yang masih aktif, mulai dari Nama Bank (bjb), Nomor Rekening, Kantor
Cabang/KCP, serta Nama Rekening yang tertera di buku tabungan dengan benar
KODE
POS
KECAMATAN TELP FAX e-mail
JUMLAH SISWAPER
MADRASAH/MADRASAH
DESA

............. , ............................ 2014
Kepala Kankemenag Kab./kota *)
....................................................................
...............................................................
NIP. .......................................................

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 38

Nama Dinas Pend. Kab./Kota
Alamat Dinas Pend. Kab/kota
No. Telepon Dinas Pend. Kab/kota
No. Fax Dinas Pend. Kab./Kota
Alamat Email Dinas Pend. Kab/Kota
Kode Pos
Nama Provinsi
Tk.1 Tk.2 Tk.3 Tk.4 Total
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Jumlah Total - - - - -
............. , ............................ 2014
Kepala Dinas Pendidikan Kab./kota
....................................................................
...............................................................
NIP. .......................................................
FORMAT A3 : Lampiran Usulan Data Bantuan BOS SMK/SMA
NO NAMA SEKOLAH
ALAMAT EMAIL
SEKOLAH
JUMLAH SISWA PER SMK


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 39

Nama Kankemenag Kab./Kota
Alamat Kankemenag Kab/kota
No. Telepon
No. Fax
Alamat Email
Kode Pos
Nama Provinsi
Tk.1 Tk.2 Tk.3 Total
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Jumlah Total - - - -
............. , ............................ 2014
Kepala Kantor Kemenag Kab./kota
....................................................................
...............................................................
NIP. .......................................................
FORMAT A3 : Lampiran Usulan Data Bantuan BOS MA
NO NAMA SEKOLAH
JUMLAH SISWA PER MA ALAMAT EMAIL
MADRASAH

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 40














LAMPIRAN
FORMAT USULAN
PENCAIRAN BOS

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 41

NPHD Provisi dengan Disdik/Kemenag Kab/Kota







NASKAH PERJANJIAN HIBAH DAERAH (NPHD)
BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PROVINSI

ANTARA GUBERNUR JAWA BARAT
DENGAN
KEPALA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH KAB/KOTA*) ....


...,. (pihak kesatu)
Nomor :
.... (pihak kedua)

Pada hari ini, .... tanggal .... bulan .... tahun Dua Ribu .... masing- masing, yaitu :

1. Nama : Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi, CPA.
NIP : 195708071986011001
Jabatan : Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
selaku Penanggungjawab Tim Manajemen BOS Provinsi
Alamat : Jl. Radjiman No. 6 Bandung
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berdasarkan
Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor. 955/Kep.119-Keu/2012, tentang Penunjukan Kuasa
Penandatanganan Naskah Perjanjian Belanja Hibah Daerah kepada Kepala Organisasi Perangkat
Daerah/Kepala Biro di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang selanjutnya disebut
Pemberi Hibah,

2. Nama :
NIP :
Jabatan : Kepala ....
Kab/Kota*) .....
Alamat :
dalam jabatan dan kedudukan sebagaimana tersebut di atas bertindak mewakili Kepala Satuan
Pendidikan Menengah (SMK dan SMA/MA*) Negeri dan Swasta di wilayah Kabupaten/Kota*)
... yang selanjutnya disebut Penerima Hibah.

menyepakati bahwa Pemberi Hibah menyalurkan BOS Provinsi Periode bulan .... sampai dengan ....
Tahun Anggaran .... kepada Penerima Hibah, dengan ketentuan sebagai berikut :


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 42

Pasal 1
TUJUAN PEMBERIAN HIBAH BOS

Pemberian BOS Provinsi bertujuan meningkatkan layanan pendidikan SMK/SMA/MA di Jawa Barat
yang bermutu, terjangkau, dan terbuka bagi semua, dalam mewujudkan Pendidikan Menengah
Universal (PMU) dengan mekanisme sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pedoman Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Jenjang Pendidikan MenengahTahun .....

Pasal 2
JUMLAH HIBAH DANA BOS

Pemberi Hibah menyalurkan BOS Provinsi Tahun .... langsung kepada satuan pendidikan menengah
(SMK dan SMA/MA*)) di wilayah kerja Penerima Hibah, dengan jumlah uang sebesar Rp .........
(...........) berdasarkan jumlah .... (....) siswa pada .... (....) SMK dan .... (....) siswa pada .... (....)
SMA/.... (....) siswa pada .... (....) MA*), dengan rincian nama satuan pendidikan menengah
sebagaimana terlampir.

Pasal 3
HAK DAN KEWAJIBAN PEMBERI HIBAH

(1) Pemberi Hibah berhak menerima laporan dan pertanggungjawaban atas penggunaan BOS dari
Penerima Hibah.
(2) Pemberi Hibah berkewajiban menyalurkan BOS Provinsi kepada satuan pendidikan menengah
sesuai dengan jumlah siswa yang tercantum dalam lampiran NPHD ini.

Pasal 4
HAK DAN KEWAJIBAN PENERIMA HIBAH

(1) Penerima Hibah berhak menerima laporan penggunaan dana BOS Provinsi dari Satuan
Pendidikan Penerima Hibah.
(2) Penerima Hibah berkewajiban membina dan mengawasi penyaluran dana BOS Provinsi dari
Pemberi Hibah kepada Satuan Pendidikan Menengah Penerima Hibah.
(3) Satuan pendidikan menengah berkewajiban menyampaikan surat pernyataan tanggungjawab
kepada SKPD Pendidikan Kabupaten/kota.
(4) Satuan pendidikan menengah berkewajiban melaksanakan dan bertanggungjawab penuh atas
penggunaan dana Hibah BOS Provinsi.
(5) Satuan pendidikan menengah selaku obyek pemeriksaan berkewajiban menyimpan dokumen
bukti-bukti penggunaan dana BOS yang lengkap dan sah sesuai peraturan perundang-undangan.

Pasal 5
PENYALURAN

(1) Penyaluran BOS Provinsi dilakukan setiap semester.
(2) Penyaluran BOS Provinsi dilakukan dengan mentransfer dana dari rekening kas umum daerah
provinsi ke rekening kas masing-masing satuan pendidikan menengah penerima hibah BOS.


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 43

Pasal 6
LAIN – LAIN

(1) Dalam hal terdapat perubahan jumlah siswa pada satuan pendidikan menengah yang
berpengaruh terhadap jumlah hibah, maka dilakukan penyesuaian jumlah BOS Provinsi pada
satuan pendidikan menengah dimaksud.
(2) Perubahan jumlah BOS Provinsi pada satuan pendidikan menengah dicantumkan dalam
Addendum NPHD BOS Provinsi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NPHD
ini.
(3) Hal-hal lain yang belum tercantum dalam NPHD BOS ini dapat diatur lebih lanjut dalam
Addendum NPHD BOS.
(4) NPHD BOS ini dibuat paling sedikit rangkap 3 (tiga), lembar pertama dan kedua masing-
masing bermaterai cukup sehingga mempunyai kekuatan hukum sama.
(5) Setiap satuan pendidikan menengah yang tercantum dalam lampiran NPHD BOS Provinsi
mendapat salinan NPHD BOS.

Kepala .... Kepala Dinas Pendidikan
Kab/Kota*) .... Provinsi Jawa Barat
PENERIMA HIBAH PEMBERI HIBAH


Meterai 6.000



........................... Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi, CPA.
NIP. .............. Pembina Utama Madya
NIP. 195708071986011001



Kepala .... Kepala Dinas Pendidikan
Kab/Kota*) .... Provinsi Jawa Barat
PENERIMA HIBAH PEMBERI HIBAH


Meterai 6.000



........................... Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi, CPA.
NIP. .............. Pembina Utama Madya
NIP. 195708071986011001


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 44

LAMPIRAN NASKAH PERJANJIAN HIBAH DAERAH BOS PROVINSI TAHUN 20...
NO. : / TANGGAL :
KABUPATEN/KOTA*) ....
JENJANG SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
SEMESTER I SEMESTER I I
SMK ...
Jumlah untuk SMK di Kabupaten/Kota ....
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT,
KABUPATEN/KOTA*) ....
........................................ Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi.CPA.
NIP. ............................... NIP.195708071986011001
LAMPIRAN NASKAH PERJANJIAN HIBAH DAERAH BOS PROVINSI TAHUN 20...
NO. : / TANGGAL :
KABUPATEN/KOTA*) ....
JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
SEMESTER I SEMESTER I I
SMA ...
Jumlah untuk SMK di Kabupaten/Kota ....
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT,
KABUPATEN/KOTA*) ....
........................................ Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi.CPA.
NIP. ............................... NIP.195708071986011001
LAMPIRAN NASKAH PERJANJIAN HIBAH DAERAH BOS PROVINSI TAHUN 20...
NO. : / TANGGAL :
KABUPATEN/KOTA*) ....
JENJANG MADRASAH ALIYAH (MA)
SEMESTER I SEMESTER I I
MA ....
Jumlah untuk SMK di Kabupaten/Kota ....
KEPALA KANTOR KEMENAG KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT,
KABUPATEN/KOTA*) ....
........................................ Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi.CPA.
NIP. ............................... NIP.195708071986011001
ALOKASI DANA BOS
No. Nama Sekolah
Status
N/S
Alamat Nomor Rekening Jumlah Siswa
ALOKASI DANA BOS
No. Nama Sekolah
Status
N/S
Alamat Nomor Rekening Jumlah Siswa
ALOKASI DANA BOS
No. Nama Sekolah
Status
N/S
Alamat Nomor Rekening Jumlah Siswa

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 45

Surat Permohonan Pencairan Belanja Hibah (Form. E.)


(Format KOP SEKOLAH/MADRASAH)


…………,……………………..20XX

Nomor :
Lampiran :
Perihal : Permohonan Pencairan
Belanja Hibah BOS
Kepada Yth. Gubernur Jawa Barat
di
Bandung

Bahwa berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor ......................................
tanggal .............................. tentang Hibah Untuk Program Bantuan Operasional
Sekolah Pada Jenjang Pendidikan Menengah, bersama ini kami mengajukan
permohonan pencairan belanja hibah berupa uang sebesar Rp ................................
(.........................................................................................................................) dengan
rincian rencana penggunaan sebagaimana terlampir.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini kami sampaikan persyaratan
pencairan belanja hibah sesuai dengan Peraturan Gubernur tentang Tata Cara
Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan
serta Monitoring dan Evaluasi Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial yang
Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Demikian permohonan kami, atas perkenan dan bantuan Bapak diucapkan
terima kasih.

Hormat kami,
Pemohon,



(nama jelas pimpinan/ditanda
tangani/di cap)
Tembusan:
1. Yth. Kepala Biro Keuangan
2. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
3. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ....

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 46

Surat Pernyataan Tanggungjawab (Format K-7a)


Formul i r BOS-K7a
Di i si Kepal a Peneri ma BOS
Di ki rm ke Ti m BOS Kab/Kotai


PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB


Yang bertanda tangan di bawah in:

Nama :
Jabatan : Kepala SMK/SMA/MA ............
Alamat :

Dengan ini menyatakan bahwa:
1. Belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan digunakan dalam rangka mendukung
operasional sekolah sesuai dengan peruntukan yang tercantum pada Pedoman BOS
Provinsi dan tidak untuk keperluan pribadi.
2. Rencana Penggunaan Belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah sebagai berikut:

No. Waktu
Penerimaan
(Rp)
Rencana
Penggunaan
(Rp)
Saldo (Rp)
1. Bulan ......
2. Bulan ......
3. Bulan ......
4. Bulan ......
5. Bulan ......
6. Bulan ......
Jumlah (Rp)

3. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya,
saya bersedia dikenakan sanksi administrasi dan/atau dituntut ganti rugi dan/atau tuntutan
lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian
surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermaterai cukup untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.
............, ..................................... 201....
Kepala Sekolah/Madrasah,

Materai
Rp.6.000

(nama lengkap & stempel)



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 47

RKAS (Form K-1)
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
No. Urut No. Kode Uraian Jumlah No. Urut No. Kode Uraian Jumlah
I 1 SISA TAHUN LALU 1 PROGRAM SEKOLAH
1,1 Pengembangan Kompetensi Lulusan
II 2 PENDAPATAN RUTIN 1,2 Pengembangan Standar Isi
2,1 Gaji PNS i 1,3 Pengembangan Standar Proses
2,2 Gaji Pegawai Tidak Tetap 1,4 Pengembangan Standar pendidik dan tenaga kependidikan
2,3 Belanja Barang dan Jasa 1,5 Pengembangan Standar sarana dan PRASARANA
2,4 Belanja Pemeliharaan 1,6 Pengembangan Standar pengelolaan
2,5 Belanja Lain-lain 1,7 Pengembangan Standar pembiayaan
1,8 Pengembangan dan implementasi sistem penilaian
III 3 BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
3,1 BOS pusat 2 BELANJA LAINNYA
3,2 BOS Provinsi 2,1 Belanja ….
3,2 BOS Kabupaten/Kota 2,2 Belanja ….
2,3 Belanja ….
IV 4 BANTUAN
4,1 Dana Dekonsentrasi
4,2 Dana Tugas Pembantuan
4,3 Dana Alokasi Khusus
4,4 Lain-lain (bantuan luar negeri/hibah)*
V 5 SUMBER PENDAPATAN LAINNYA
Mengetahui : Menyetujui :
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah, Bendahara/Penanggungjawab Kegiatan
……………………………………… ………………………………………………………………………………
NIP. NIP.
PENERIMAAN PENGELUARAN
Formulir BOS-K1
Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota
JUMLAH PENERIMAAN JUMLAH PENGELUARAN


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 48

RKAS (Form K-2)

Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Pusat Provinsi Kab/Kota
I Penerimaan
II Penggunaan Dana :
Program Sekolah
1 Pengembangan Kompetensi Lulusan
1,1 Penyusunan Kompetensi Ketuntasan
Minimal
1,2 Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas
1,3 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN
1,4 dst....
2 Pengembangan Standar Isi
2,1 Penyusunan pembagian tugas guru dan
jadwal pelajaran
2,2 Penyusunan program tahunan
2,3 Penyusunan program semester
2,4 Penyusunan RPP, Bahan ajar, dll
2,5 dst. ...
3 Pengembangan Standar Proses
3,1 Kegiatan pengelolaan proses
pembelajaran :
3,1,1 Pengadaan sarana penunjang (ATK)
3,1,2 Pembelian buku teks pelajaran
3,1,3 dst. ...
3,2 Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri
3,2,1 Bahan praktik
3,2,2 Laporan praktik kerja
3,2,3 Penilaian
3,3 Kegiatan Penerimaan Siswa Baru
3,3,1 Formulir Pendaftaran (fotocopy, konsumsi
panitia, dll)
3,4 Penyelenggaraan kegiatan pembinaan
siswa/ekstrajkurikuler
3,4,1 Kegiatan Pramuka
3,4,2 Kegiatan PMR
3,4,3 Kegiatan Olimpiade Sains
3,4,4 Kegiatan Kesenian
3,4,5 Kegiatan Olah Raga
3,4,6 Kegiatan LKS
3,4,7 Kegiatan Pembinaan Pendidikan Karakter
3,4,8 Kegiatan Pembinaan Pendidikan
kebangsaan
3,4,9 Kegiatan Pembinaan Kewirausahaan
3,4,10 Kegiatan Pembinaan penaggulangan
HIV/Narkoba
3,4,11 Kegiatan pembinaan penanggulangan
kenakalan remaja/kriminalitas
3,4,12 dst. ...
4 Pengembangan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
4.1 Pengembangan Profesi Guru
4.2 Peningkatan kompetensi Kepala Sekolah
4.3 Pembinaan tenaga ketatausahaan
4.4 Pembinaan tenaga perpustakaan
4.5 Pembinaan Teknisi bengkel praktik
4.6 dst.
5 Pengembangan Sarana Prasarana
5,1 Pembelian peralatan pendidikan
5,1,1 Pembelian peralatan praktikum IPA
5,1,2 Pembelian peralatan praktikum IPS
5,1,3 Pembelian peralatan praktikum Bahasa
5,1,4 Pembelian peralatan komputer
5,1,5 Pembelian peralatan ringan (handtools)
5,1,6 Pembelian peralatan kesenian/olah raga
Bantuan
Lain
Sumber
Pendapatan
Lainnya
Formulir BOS-K2
Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen
BOS Kab/Kota
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SETIAP KEGIATAN
PERIODE BULAN : .....s.d. .....
TAHUN PELAJARAN : ...............
No.
Kode
Uraian Kegiatan Jumlah (Rp)
Rencana Anggaran per Sumber Dana
Rutin
Bantuan Operasional Sekolah (BOS)


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 49

5,2 Pembelaian bahan habis pakai
5,2,1 Pembelian bahan praktikum IPA
5,2,2 Pembelian bahan praktikum IPS
5,2,3 Pembelian bahan praktikum Bahasa
5,2,4 Pembelian bahan praktikum komputer
5,2,5 Pembelian bahan praktik kejuruan
5,2,6 Pembelian bahan kesenian/olah raga
5,2,7 Pembelian tinta/toner
5,3 Pemeliharaan dan Perbaikan Ringan
sarana prasarana sekolah
5,3,1 Pengecatan, perbaikan atap bocor
5,3,2 Perbaikan pintu dan jendela
5,3,3 Perbaikan meubelair
5,3,4 Perbaikan lantai
5,3,5 Perbaikan kamar mandi
5,3,6 Perbaikan papan tulis
5,3,7 Perawatan fasilitas sekolah lainnya.
6 Pengembangan Standar Pengelolaan
6,1 Penyusunan Visi Misi
6,2 Penyusunan Profil Sekolah
6,3 Penyusunan program ketatausahaan
6,4 Pengadaan sarana pendukung perkantoran
6,5 Pengembangan sistem infromasi
manajemen
7 Pengembangan Standar pembiayaan
7,1 Langganan daya dan jasa lainnya
7,1,1 Listrik
7,1,2 Telepon
7,1,3 Air
7,1,4 Internet
7,1,5 Jasa lainnya
7,2 Kegiatan rumah tangga sekolah
7,2,1 Konsumsi rapat guru/pegawai
7,2,2 Konsumsi tamu
7,2,3 dst. ...
7,3 Pembayaran Honor Pendidik dan tenaga
Kependidikan
7,3,1 Honorarium Bulanan Guru Honorer
7,3,2 Honorarium Bulanan Tenaga Kependidikan
Honorer
8 Pengembangan dan implementasi
sistem penilaian
8,1 Penggandaan soal dan penyediaan
lembar jawaban
8,1,1 Ulangan harian
8,1,2 ulangan umum
8,1,3 Ujian sekolah
8,1,4 dst. ...
8,2 Penyelenggaraan kegiatan Uji
Kompetensi
8,2,1 Bahan ujian kompetensi
8,2,2 Pemindaian & Scorring
8,2,3 Sertifikasi kompetensi
8,2,4 dst. ...
9 Penyusunan dan Pelaporan
9,1 Konsumsi penyusunan laporan
9,2 Fotocopy dan penggandaan laporan
Sub Total Pengunaan Dana (II)
III Penggunaan Dana lainnya
1 Belanja ....
2 Belanja ....
3 Belanja ....
Sub Total Pengunaan Dana
Total Penggunaan Dana (II+III)
Sisa Dana (I-II-III)
Mengetahui : Menyetujui : ......................., ..............................
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah, Ketua Pengelola, Bendahara,
……………………………………… ……………………………… ……………………………… ………………………………………
NIP. NIP. NIP.

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 50

Nama Sekolah :
Alamat :
Kabupaten/Kota :
Jumlah Siswa :
Jumlah Dana BOS Diterima :
Penerimaan Pengeluaran Saldo
I Penerimaan ... Siswa x Rp ....
II Pengeluaran
A Belanja Personalia
1 Tenaga Pendidik Honorer ... Bulan x Rp ...
2 Tenaga Kependidikan Honorer ... Bulan x Rp ...
B Belanja Non Personalia
1 Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran
2 Pembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran
3 Penggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan
ulangan dan ujian
4 Pembelian bahan habis pakai
5 Penyelenggaraan kegiatan pembinaan siswa/ekstrakulikuler
6 Pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana prasarana sekolah
7 Langganan daya dan jasa lainnya
8 Kegiatan penerimaan siswa baru
9 Penyusunan dan pelaporan
10 Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi
11 Penyelenggaraan praktek kerja industri
Mengetahui : Menyetujui : ......................., ..................
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah, Bendahara,
…………………………… …………………………… …………………………
NIP. NIP.
Jumlah (Rp)
Volume/Uraian
Formulir BOS-K2b
Diisi oleh Sekolah Dikirim ke
Tim Manajemen BOS Kab/Kota
REKAPITULASI RENCANA PENGGUNAAN DANA BOS PROVINSI
PERIODE BULAN : .....s/d/. .....
TAHUN PELAJARAN : ...............
No.
Kode
Belanja/Anggaran
Jumlah (Rp)
Keterangan

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 51

Kuitansi Penerimaan Dana BOS


SUDAH TERIMA DARI
BANYAKNYA UANG
UNTUK PEMBAYARAN
: PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
: Rp................................,-
: Bantuan Hibah BOS Periode bulan .... s.d. .... Tahun .... bagi SMK/SMA/MA*)
............................. , Kab/Kota*) .................. sebanyak : .......... siswa x Rp. ....,- = Rp.
......................... ,- .

TERBILANG

:
....., ..... 20...
Yang Menerima Uang
Kepala .........................................,





........................................................
NIP


SUDAH TERIMA DARI
BANYAKNYA UANG
UNTUK PEMBAYARAN
: PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
: Rp................................,-
: Bantuan Hibah BOS Periode bulan .... s.d. .... Tahun .... bagi SMK/SMA/MA*)
............................., Kab/Kota*) .................. sebanyak : .......... siswa x Rp. ....,- = Rp.
.........................,- .

TERBILANG

:
....., ..... 20...
Yang Menerima Uang
Kepala .........................................,





........................................................
NIP
*) Dituli sesuai data real
K U I T A N S I
........................................... RUPIAH

Meterai
6000
K U I T A N S I
........................................... RUPIAH


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 52

Daftar Siswa (Format K2-a)

DAFTAR SISWA
Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Alamat :
Tempat Tanggal
..............., ............... 20....
Kepala Sekolah,
………………………………………
NIP.
Keterangan Tingkat
Formulir BOS-K2-a
Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim
Manajemen BOS Kab/Kota
No. Nama Siswa NIS
Kelahiran
L/P












Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 53




LAMPIRAN
FORMAT
PENGGUNAAN
DANA BOS

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 54

Surat Pernyataan Kelebihan Penerimaan Dana BOS (Format B3)

(Format KOP SEKOLAH/MADRASAH)


PERNYATAAN KELEBIHAN PENERIMAAN DANA BOS PROVINSI
Nomor :

Yang bertandatangan di bawah ini :

Nama :
Jabatan : Kepala
Alamat :
Kabupaten/Kota :

Dengan ini menyatakan telah menerima kelebihan dana BOS Provinsi untuk periode
bulan .... s.d. .... tahun .... dengan rincian sebagai berikut :

No.
Jumlah Siswa
Dana BOS yang
digunakan (Rp)
Kelebihan Dana
BOS (Rp) Tingkat Seharusnya
Jumlah
Bantuan
Kelebihan
1. X
2. XI
3. XII
4. XIII
Jumlah

Kelebihan dana sebagaimana dimaksud, kami simpan pada rekening nomor :
.................. pada bank bjb kantor cabang .................. atas nama .......................
Demikian kami sampaikan untuk menjadi periksa, atas perhatian dan tindak lanjutnya
diucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Kepala Sekolah/Madrasah,



(nama jelas pimpinan/ditanda tangani/di cap)

Tembusan:
1. Yth. Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat
2. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
3. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ....



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 55

Buku Kas Umum (Format K3)

Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Tanggal No. Kode No. Bukti Uraian Penerimaan (Rp) Pengeluaran (Rp) Saldo (Rp)
Menyetujui : ................., ........................................
Kepala Sekolah, Bendahara,
……………………………………… ………………………………………
NIP. NIP.
Formulir BOS-K3
Diisi oleh Bendahara
Disimpan di Sekolah
Jumlah
BUKU KAS UMUM


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 56

Buku Pembantu Kas (Format K4)

Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Tanggal No. Kode No. Bukti Uraian Penerimaan (Rp) Pengeluaran (Rp) Saldo (Rp)
Menyetujui : ................., ........................................
Kepala Sekolah, Bendahara,
……………………………………… ………………………………………
NIP. NIP.
Formulir BOS-K4
Diisi oleh Bendahara
Disimpan di Sekolah
Jumlah
BUKU PEMBANTU KAS
Bulan : ...................


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 57

Buku Pembantu Bank (Format K5)

Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Tanggal No. Kode No. Bukti Uraian Penerimaan (Rp) Pengeluaran (Rp) Saldo (Rp)
Menyetujui : ................., ........................................
Kepala Sekolah, Bendahara,
……………………………………… ………………………………………
NIP. NIP.
Formulir BOS-K5
Diisi oleh Bendahara
Disimpan di Sekolah
BUKU PEMBANTU BANK
Bulan : ...................
Jumlah



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 58

Buku Pembantu Pajak (Format K6)

Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
PPN PPh 21 PPh 22 PPh 23
Menyetujui : ................., ........................................
Kepala Sekolah, Bendahara,
……………………………………… ………………………………………
NIP. NIP.
Formulir BOS-K6
Diisi oleh Bendahara
Disimpan di Sekolah
BUKU PEMBANTU PAJAK
Bulan : ...................
Jumlah
Penerimaan (Rp)
Tanggal No. Kode No. Bukti Uraian
Pengeluaran
(Rp)
Saldo (Rp)



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 59

Realisasi Penggunaan Dana Tiap Jenis Anggaran (Format K7)

Nama Sekolah :
Desa/Kelurahan :
Kabupaten/Kota :
Provinsi :
Pusat Provinsi Kab/Kota
I Penerimaan
II Penggunaan Dana :
Program Sekolah
1 Pengembangan Kompetensi Lulusan
1,1 Penyusunan Kompetensi Ketuntasan
Minimal
1,2 Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas
1,3 Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN
1,4 dst....
2 Pengembangan Standar Isi
2,1 Penyusunan pembagian tugas guru dan
jadwal pelajaran
2,2 Penyusunan program tahunan
2,3 Penyusunan program semester
2,4 Penyusunan RPP, Bahan ajar, dll
2,5 dst. ...
3 Pengembangan Standar Proses
3,1 Kegiatan pengelolaan proses
pembelajaran :
3,1,1 Pengadaan sarana penunjang (ATK)
3,1,2 Pembelian buku teks pelajaran
3,1,3 dst. ...
3,2 Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri
3,2,1 Bahan praktik
3,2,2 Laporan praktik kerja
3,2,3 Penilaian
3,3 Kegiatan Penerimaan Siswa Baru
3,3,1 Formulir Pendaftaran (fotocopy, konsumsi
panitia, dll)
3,4 Penyelenggaraan kegiatan pembinaan
siswa/ekstrajkurikuler
3,4,1 Kegiatan Pramuka
3,4,2 Kegiatan PMR
3,4,3 Kegiatan Olimpiade Sains
3,4,4 Kegiatan Kesenian
3,4,5 Kegiatan Olah Raga
3,4,6 Kegiatan LKS
3,4,7 Kegiatan Pembinaan Pendidikan Karakter
3,4,8 Kegiatan Pembinaan Pendidikan
kebangsaan
3,4,9 Kegiatan Pembinaan Kewirausahaan
3,4,10 Kegiatan Pembinaan penaggulangan
HIV/Narkoba
3,4,11 Kegiatan pembinaan penanggulangan
kenakalan remaja/kriminalitas
3,4,12 dst. ...
4 Pengembangan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
4.1 Pengembangan Profesi Guru
4.2 Peningkatan kompetensi Kepala Sekolah
4.3 Pembinaan tenaga ketatausahaan
4.4 Pembinaan tenaga perpustakaan
4.5 Pembinaan Teknisi bengkel praktik
4.6 dst.
5 Pengembangan Sarana Prasarana
5,1 Pembelian peralatan pendidikan
5,1,1 Pembelian peralatan praktikum IPA
5,1,2 Pembelian peralatan praktikum IPS
5,1,3 Pembelian peralatan praktikum Bahasa
5,1,4 Pembelian peralatan komputer
5,1,5 Pembelian peralatan ringan (handtools)
5,1,6 Pembelian peralatan kesenian/olah raga
5,2 Pembelaian bahan habis pakai
5,2,1 Pembelian bahan praktikum IPA
5,2,2 Pembelian bahan praktikum IPS
5,2,3 Pembelian bahan praktikum Bahasa
5,2,4 Pembelian bahan praktikum komputer
5,2,5 Pembelian bahan praktik kejuruan
5,2,6 Pembelian bahan kesenian/olah raga
5,2,7 Pembelian tinta/toner
Formulir BOS-K7
Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen
BOS Kab/Kota
Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN
No.
Kode
Uraian Kegiatan Jumlah (Rp)
TAHUN PELAJARAN : ...............
PERIODE BULAN : .....s/d/. .....
Rutin
Penggunaan Dana per Sumber Dana
Bantuan
Lain
Sumber
Pendapatan
Lainnya


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 60

5,3 Pemeliharaan dan Perbaikan Ringan
sarana prasarana sekolah
5,3,1 Pengecatan, perbaikan atap bocor
5,3,2 Perbaikan pintu dan jendela
5,3,3 Perbaikan meubelair
5,3,4 Perbaikan lantai
5,3,5 Perbaikan kamar mandi
5,3,6 Perbaikan papan tulis
5,3,7 Perawatan fasilitas sekolah lainnya.
6 Pengembangan Standar Pengelolaan
6,1 Penyusunan Visi Misi
6,2 Penyusunan Profil Sekolah
6,3 Penyusunan program ketatausahaan
6,4 Pengadaan sarana pendukung perkantoran
6,5 Pengembangan sistem infromasi
manajemen
7 Pengembangan Standar pembiayaan
7,1 Langganan daya dan jasa lainnya
7,1,1 Listrik
7,1,2 Telepon
7,1,3 Air
7,1,4 Internet
7,1,5 Jasa lainnya
7,2 Kegiatan rumah tangga sekolah
7,2,1 Konsumsi rapat guru/pegawai
7,2,2 Konsumsi tamu
7,2,3 dst. ...
7,3 Pembayaran Honor Pendidik dan tenaga
Kependidikan
7,3,1 Honorarium Bulanan Guru Honorer
7,3,2 Honorarium Bulanan Tenaga Kependidikan
Honorer
8 Pengembangan dan implementasi
sistem penilaian
8,1 Penggandaan soal dan penyediaan
lembar jawaban
8,1,1 Ulangan harian
8,1,2 ulangan umum
8,1,3 Ujian sekolah
8,1,4 dst. ...
8,2 Penyelenggaraan kegiatan Uji
Kompetensi
8,2,1 Bahan ujian kompetensi
8,2,2 Pemindaian & Scorring
8,2,3 Sertifikasi kompetensi
8,2,4 dst. ...
9 Penyusunan dan Pelaporan
9,1 Konsumsi penyusunan laporan
9,2 Fotocopy dan penggandaan laporan
Sub Total Pengunaan Dana (II)
III Penggunaan Dana lainnya
1 Belanja ....
2 Belanja ....
3 Belanja ....
Sub Total Pengunaan Dana
Total Penggunaan Dana (II+III)
Sisa Dana (I-II-III)
Mengetahui : Menyetujui : ......................., ..............................
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah, Ketua Pengelola, Bendahara,
……………………………………… ……………………………… ……………………………… ………………………………………
NIP. NIP. NIP.



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 61

Realisasi Penggunaan Dana Sesuai Peruntukan (Format K8)

Nama Sekolah
:
Alamat
:
Kabupaten/Kota
:
Jumlah Siswa
:
Jumlah Dana BOS Diterima
:
Penerimaan Pengeluaran Saldo
I Penerimaan
II Pengeluaran
A Belanja Personalia
1 Tenaga Pendidik Honorer
2 Tenaga Kependidikan Honorer
B Belanja Non Personalia
1 Pembelian/penggandaan buku
teks pelajaran
2 Pembelian alat tulis sekolah yang
digunakan untuk kegiatan
pembelajaran
3
Penggandaan soal dan
penyediaan lembar jawaban siswa
dalam kegiatan ulangan dan ujian
4 Pembelian bahan habis pakai
5 Penyelenggaraan kegiatan
pembinaan siswa/ekstrakulikuler
6 Pemeliharaan dan perbaikan
ringan sarana prasarana sekolah
7
Langganan daya dan jasa lainnya
8
Kegiatan penerimaan siswa baru
9
Penyusunan dan pelaporan
10 Penyelenggaraan kegiatan uji
kompetensi
11 Penyelenggaraan praktek kerja
industri
Mengetahui : Menyetujui : ......................., ..................
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah, Bendahara,
…………………………… …………………………… …………………………
NIP. NIP.
Formulir BOS-K8
Diisi oleh Sekolah Dikirim ke
Tim Manajemen BOS Kab/Kota
TAHUN PELAJARAN : ...............
REALISASI PENGGUNAAN DANA BOS MENURUT PERUNTUKAN
PERIODE BULAN : .....s/d/. .....
Jumlah (Rp)
Jumlah (Rp) No.
Kode
Belanja/Anggaran Keterangan

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 62













LAMPIRAN
FORMAT
PELAPORAN BOS

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 63

Surat Pengantar Laporan (Format B2)

(Format KOP SEKOLAH)

…………,……………………..20XX

Nomor :
Lampiran :
Perihal : Laporan Penggunaan
Dana BOS
Kepada Yth. Gubernur Jawa Barat
up. Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa
Barat
di
Bandung

Kami sampaikan Laporan Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) pada :

Nama Sekolah :
Alamat :
Kabupaten/Kota :
Jumlah Dana BOS yang diterima : Rp
Waktu Penggunaan : Bulan .... s.d. .... 20..

dengan dokumen laporan terlampir :
1. Surat Pertanggungjawaban (Format K7b)
2. Surat Pernyataan Kelebihan Penerimaan Dana BOS (Format B3)
3. Realisasi Penggunaan Dana Tiap Jenis Kegiatan (Format K7) (dengan soft file)
4. Realisasi Penggunaan Dana Menurut Peruntukan BOS (Format K8) (dengan
soft file)
5. Buku Kas Umum (Format K3)
6. Buku Pembantu Bank (Format K5), dilampiri Copy rekening bank;
7. Buku Pembantu Kas (Format K4), dilampiri Salinan Bukti Pembayaran Belanja
Personalia dan Salinan Bukti Pembayaran Belanja Non-Personalia
8. Buku Pembantu Pajak (Format K6) dilampiri salinan bukti pembayaran pajak

Demikian kami sampaikan untuk menjadi periksa, atas perhatian dan
bantuannya diucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Kepala Sekolah/Madrasah/Ketua
Tim Pengelola BOS,



(nama jelas pimpinan/ditanda
tangani/di cap)
Tembusan:
1. Yth. Kepala Biro Keuangan
2. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
3. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupatn/Kota ....

Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 64

Surat Pertanggungjawaban (Format K7b)

Formul i r BOS-K7b
Di i si Kepal a Peneri ma BOS
Di ki rm ke Ti m BOS Kab/Kotai


PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB


Yang bertanda tangan di bawah in:

Nama :
Jabatan : Kepala SMK/SMA/MA*) ............
Alamat :

Dengan ini menyatakan bahwa:
1. Belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah digunakan dalam rangka mendukung
operasional sekolah sesuai dengan peruntukan yang tercantum pada Pedoman BOS
Provinsi dan tidak untuk keperluan pribadi.
2. Realisasi Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah sebagai berikut:

No. Waktu
Penerimaan
(Rp)
Penggunaan
(Rp)
Saldo (Rp)
1. Bulan ......
2. Bulan ......
3. Bulan ......
4. Bulan ......
5. Bulan ......
6. Bulan ......
Jumlah (Rp)

3. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya,
saya bersedia dikenakan sanksi administrasi dan/atau dituntut ganti rugi dan/atau tuntutan
lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian
surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermaterai cukup untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.
............, ..................................... 201....
Kepala Sekolah/Madrasah,

Materai
Rp.6.000

(nama lengkap & stempel)



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 65

Pengantar Laporan Penggunaan BOS (Format B4)

(Format KOP DINAS PENDIDIKAN)

…………,……………………..20XX

Nomor :
Lampiran :
Perihal : Laporan Penggunaan Dana
BOS
Kepada Yth. Gubernur Jawa Barat
u.p. Tim Pengelola BOS Provinsi
Jawa Barat jenjang Dikmen
di
Bandung


Kami sampaikan Laporan Rekapitulasi Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) pada :

Kabupaten/Kota*) :
Alamat :
Jumlah Sekolah/Madrasah : ..... (...) SMK dengan siswa sejumlah .... (....) orang
..... (...) SMA dengan siswa sejumlah .... (....) orang
..... (...) MA dengan siswa sejumlah .... (....) orang
Waktu Penggunaan : Bulan .... s.d. ....Tahun 20...

dengan dokumen laporan terlampir :
1. Rekapitulasi Penggunaan Dana BOS SMK/SMA/MA (Format K9) (dengan soft file)
2. Rekapitulasi Kelebihan Penerimaan Dana BOS (Format K10) (dengan soft file)
3. Rekapitulasi Sekolah/Madrasah yang menolak menerima BOS Provinsi (Format K11)
(dengan soft file)

Demikian kami sampaikan untuk menjadi periksa, atas perhatian dan kerjasama yang
baik diucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Kela Dinas Pendidikan/Ketua Tim
Pengelola BOS,



(nama jelas pimpinan/ditanda
tangani/di cap)
Tembusan:
1. Yth. Kepala Biro Keuangan
2. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat



Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 66

Rekapitulasi Penggunaan Dana BOS SMK/SMA/MA (Format K9)

:
A1 A2 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11
......................., ..................................
Mengetahui : Ketua Tim Pengelola BOS Kabupaten .....
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota ...
……………………………………… ………………………………………
NIP. NIP.
Keterangan :
Kode A1 s.d. B11 lihat Format K8
Formulir BOS-K9
Jumlah
Kode Peruntukan Penggunaan Dana BOS/Jumlah Penggunaan Dana BOS Provinsi
Jumlah
Diisi Tim BOS Kab/Kota
Dikirm ke Tim BOS Provinsi
No. Nama Sekolah/Madrasah
PERIODE BULAN : .... s/d ....TAHUN PELAJARAN : ...............
KABUPATEN/KOTA : .....................
REKAPITULASI PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH SMA/MA/SMK


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 67

Rekapitulasi Kelebihan Penerimaan Dana BOS (Format K10)

Tk X Tk XI Tk XII Tk XIII Jumlah Seharusnya Diterima Kelebihan
Mengetahui : Ketua Tim Pengelola BOS Kabupaten .....
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota ...
……………………………………… ………………………………………
NIP. NIP.
No. Nama Sekolah/Madrasah Keterangan
Jumlah
Jumlah Siswa Seharusnya Jumlah Bantuan (Rp)
Formulir BOS-K10
Diisi Tim BOS Kab/Kota
Dikirm ke Tim BOS Provinsi
REKAPITULASI KELEBIHAN PENERIMAAN DANA BOS SMA/MA/SMK
KABUPATEN/KOTA : .....................
PERIODE BULAN : .... s/d ....TAHUN PELAJARAN : ...............


Pedoman BOS Dikmen Provinsi Jawa Barat Thun 2014 68

Rekapitulasi Sekolah/Madrasah yang menolak menerima BOS Provinsi (Format K11)

Ada Tidak
Mengetahui : Ketua Tim Pengelola BOS,
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota ...
……………………………………… ………………………………………
NIP. NIP.
Jumlah
Pernyataan
Keterangan
REKAPITULASI SMA/SMK/MA YANG MENOLAK BOS PROVINSI
KABUPATEN/KOTA : .....................
PERIODE BULAN : .... s/d ....TAHUN PELAJARAN : ...............
Formulir BOS-K11
Diisi Tim BOS Kab/Kota
Dikirm ke Tim BOS Provinsi
Jumlah
Siswa
Jumlah Dana
BOS (Rp)
No. Nama Sekolah/Madrasah Alamat

Related Interests