USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

ACDC (Automatic Clothes Drying Cupboard)Based on Microcontroller :
Lemari Pengering Pakaian Otomatis Tanpa Sinar Matahari



BIDANG KEGIATAN:
PKM KARSA CIPTA


Diusulkan oleh :


BAGUS TRI PAMUNGKAS NIM. 13505241090 / 2013
JOKO SULISTYO NIM. 12502241007 / 2012
ABRID MADILANTORO NIM. 12502241022 / 2012






UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2014
PENGESAHAN PKM – KARSA CIPTA

1. Judul Kegiatan : “ACDC (Automatic Clothes Drying
Cupboard)Based on Microcontroller : Lemari
Pengering Pakaian Otomatis Tanpa Sinar
Matahari”
2. Bidang Kegiatan : PKM – KC
3. Ketua Pelaksanaan Kegiatan
a. Nama Lengkap : Bagus Tri Pamungkas
b. NIM : 13505241090
c. Jurusan : Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Negeri Yogyakarta
e. Alamat Rumah dan No. Telp/HP : Jogoyudan, Wates, Wates, Kulon
Progo/083869775039
f. Alamat email : bagustripamungkas17@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/penulis : 3
5. Dosen Pendamping
a. Nama dan Gelar : Drs.Suparman, M.Pd
b. NIDN : 31124911
c. Alamat Rumah dan No. Telp/HP :Jln Ketapang No.3 Gejayan, Condong Catur,
Sleman, Yogyakarta / 08122718635
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 5.320.000, -
b. Sumber Lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan
Yogyakarta, 15 – 09 – 2014
Menyetujui
Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Ketua Pelaksana Kegiatan



( Muhammad Munir, M.Pd ) (Bagus Tri Pamungkas)
NIP : 19630512 198901 1 001 NIM : 13505241090


Wakil Rektor III Dosen Pembimbing




(Prof.Dr.Sumaryanto, M.Kes) (Drs.Suparman, M.Pd)
NIP : 19650301 199001 1 001 NIP : 19491231 197803 1 004


ii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................. i
DAFTAR ISI ....................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................... iv
DAFTAR TABEL ............................................................................... v
RINGKASAN ...................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN .................................................................. 1
A. Latar Belakang .............................................................................. 1
B. Perumusan Masalah ...................................................................... 2
C. Manfaat ......................................................................................... 2
D. Luaran Yang Diharapkan .............................................................. 3
E. Kegunaan ...................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................... 4
A. Konsep Pengeringan Pakaian ....................................................... 4
1. Bagian Elektronik ................................................................... 4
a. SHT 11 .............................................................................. 5
b. Mikrokontroler AT Mega 8535 ........................................ 5
c. LCD (Liquid Crystal Display) 2x16 ................................. 5
d. Alat Pemanas dan Kipas (Fan) .......................................... 5
2. Bagian Pengemasan Alat/Box Alat ........................................ 5
a. Multiplek (Kayu Lapis) .................................................... 5
b. Alumunium ....................................................................... 5
BAB II METODE PELAKSANAAN ............................................... 6
A. Perancangan Desain Alat .............................................................. 6
1. Blok Input .............................................................................. 6
2. Blok Proses ............................................................................ 6
3. Blok Output ........................................................................... 6
B. Pembuatan Alat ............................................................................. 7
C. Pengujian Alat .............................................................................. 7
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................... 8
A. Rancangan Biaya .......................................................................... 8
B. Jadwal Kegiatan ............................................................................ 9
1. Persiapan ................................................................................. 9


iii

2. Pelaksanaan ............................................................................ 9
3. Penyusunan Laporan ............................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 10
LAMPIRAN ........................................................................................ 11



iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Blok Sistem Rangkaian Pengering Pakaian Otomatis ....... 6



v

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Pengamatan Waktu Pengeringan Pakaian ............................. 7



vi

RINGKASAN

Perubahan cuaca pada saat ini menjadi tidak menentu, saat musim kemarau ataupun
musim penghujan cuaca masih sulit diprediksi. Menilik aktivitas manusia untuk
memanfaatkan cuaca atau tepatnya panas matahari untuk aktivitas mengeringkan pakaian,
ketidaktentuan cuaca ini menjadi persoalan yang cukup mengganggu. Suhu matahari pada
siang hari berkisar antara 32
o
sampai 39
o
C (menurut penelitian Badan Meteorologi dan
Geofisika pada tahun 2013) dengan suhu tersebut pakaian dapat dijemur dan kering dengan
baik, namun sangat merepotkan jika pakaian telah dicuci dan tidak dapat kering dalam
waktu beberapa hari karena ganggunan cuaca, terutama akan lebih merepotkan bagi
kalangan mahasiswa yang dalam praktikum memerlukan pakaian praktik ( wearpack ).
Disamping itu ada pula kendala yang merepotkan apabila pakaian yang telah dijemur tidak
sempat diangkat kedalam rumah akibat sedang tersibukan dengan kegiatan lainnya.

Oleh karena itu kami mencoba membuat ACDC ( Automatic Clothes Drying
Cupboard ) Based on Microcontroller (Pengering Pakaian Otomatis) dengan harga yang
terjangkau dan pengkonsumsian daya kecil. Dalam pembuatannya ACDC memiliki desain
berbentuk lemari yang minimalis dan tidak memakan tempat jika digunakan pada ruangan
yang kecil dan terbuat dari kombinasi aluminium dan multiplek dengan jumlah pakaian
yang yang mampu dikeringkan maksimal 3 Kg.

ACDC menggunakan mikrokontroler sebagai pengontrolnya dan dapat bekerja
secara otomatis untuk mematikan pengeringnya. Pemanas menggunakan lampu bolam
dengan daya 100 Watt yang menghasilkan panas dengan kisaran 33
o
– 39
o
C dengan pada
jarak terjauh dari sumber lampu 30 cm. Dalam pendeteksian kelembaban pakaian yang
dikeringkan menggunakan sensor suhu dan kelembaban. Untuk meratakan panas dalam
lemari ACDC mengunakan Fan / Kipas. Semua kegiatan pengeringan dilakukan secara
otomatis, sedangakan suhu dan kelembaban lemari ACDC dapat dipantau dari LCD yang
menunjukan nilai dari suhu dan kelembaban lemari ACDC.
1



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perubahan cuaca pada saat ini menjadi tidak menentu, saat musim kemarau
ataupun musim penghujan cuaca masih sulit diprediksi. Menilik aktivitas
manusia untuk memanfaatkan cuaca atau tepatnya panas matahari untuk
aktivitas mengeringkan pakaian, ketidaktentuan cuaca ini menjadi persoalan
yang cukup mengganggu. Suhu matahari pada siang hari berkisar antara 32
o

sampai 39
o
C (menurut penelitian Badan Meteorologi dan Geofisika pada tahun
2013) dengan suhu tersebut pakaian dapat dijemur dan kering dengan baik,
namun sangat merepotkan jika pakaian telah dicuci dan tidak dapat kering
dalam waktu beberapa hari karena ganggunan cuaca, terutama akan lebih
merepotkan bagi kalangan mahasiswa yang dalam praktikum memerlukan
pakaian praktik ( wearpack ). Disamping itu ada pula kendala yang merepotkan
apabila pakaian yang telah dijemur tidak sempat diangkat kedalam rumah
akibat sedang tersibukan dengan kegiatan lainnya.
Ketergantungan manusia terhadap panas sinar matahari dalam
pemanfaatan untuk mengeringkan pakaian belum dapat ditinggalkan
dikarenakan sedikitnya alat atau teknologi yang dapat mengeringkan pakaian
tanpa sinar matahari. Sebagai contoh adalah mesin pengering pakaian yang
sering di gunakan pada industry laundry yaitu alat pencuci pakaian sekaligus
dengan pengeringnnya. Tetapi untuk kalangan orang-orang sibuk untuk
memiliki mesin cuci dan pengering pakaian seperti yang digunakan oleh
industri laundry masih terkendala oleh harganya yang tinggi dan masih
terepotkan untuk mengangkat dari mesin cuci kedalam lemari pakaian.
Beberapa referensi alat yang telah ditemukan atau diproduksi, salah
satunya adalah pengering pakaian berbentuk box atau kotak dengan jumlah
pakaian maksimal 15 pakaian yang akan dikeringkan dan masih memiliki harga
Rp. 5.000.000,-( www.rajapengering.com yang diakses pada 26 Agustus 2014).
Tentunya dalam kisaran harga nominal tersebut sedikit dipikirkan lebih untuk
memilikinya.
2



Oleh karena itu kami mencoba membuat ACDC ( Automatic Clothes
Drying Cupboard ) Based on Microcontroller (Pengering Pakaian Otomatis)
dengan harga yang terjangkau dan pengkonsumsian daya yang lebih kecil
dibandingkan dengan daya pada mesin pengering yang dijual di pasaran. Dalam
pembuatannya ACDC memiliki desain berbentuk lemari yang minimalis dan
tidak memakan tempat jika digunakan pada ruangan yang kecil dan terbuat dari
kombinasi aluminium dan multiplek dengan jumlah pakaian yang yang
mampu dikeringkan maksimal 3 Kg.
ACDC menggunakan mikrokontroler sebagai pengontrolnya dan dapat
bekerja secara otomatis untuk mematikan pengeringnya. Pemanas
menggunakan lampu bolam dengan daya 100 Watt yang menghasilkan panas
dengan kisaran 33
o
– 39
o
C dengan pada jarak terjauh dari sumber lampu 30
cm. Dalam pendeteksian kelembaban pakaian yang dikeringkan menggunakan
sensor suhu dan kelembaban. Untuk meratakan panas dalam lemari ACDC
mengunakan Fan / Kipas. Semua kegiatan pengeringan dilakukan secara
otomatis, sedangakan suhu dan kelembaban lemari ACDC dapat dipantau dari
LCD yang menunjukan nilai dari suhu dan kelembaban lemari ACDC.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kenerja alat dalam hal waktu dan hasil yang diperoleh dengan
dibuatnya lemari pengering berbasis mikrokontroler ?
2. Bagaimana tingkat efisiensi lemari pengering berbasis mikrokontroler
dibandingkan dengan cara konvensional ?
3. Bagaimana perancangan lemari yang efektif dan effisien ?

C. Manfaat
1. Dapat mengetahui kinerja dari pengering pakaian berbasis mikrokontroler.
2. Dapat mengetahui cara kerja dari perngering pakaian berbasis
mikrokontroler.
3. Dapat merancang lemari berbasis mikrokontroler yang efektif dan effisien.


3



D. Luaran yang diharapkan
Luaran yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya alat pengering
pakaian otomatis berbasis mikrokontroler yang memiliki bentuk lemari yang
mampu mengeringkan baju dengan berat 3 Kg, dan dengan daya yang lebih
kecil dan memiliki efekifitas dan dan efisiensi dalam hal waktu dan konsusmsi
daya.

E. Kegunaan
Dari program ini diharapkan nantinya dapat berguna untuk :
1. Bagi Peneliti :
a. Meningkatkan penelitian guna lebih memaksimalkan kinerja alat yang
akan dibuat.
b. Menerapkan materi yang didapat di kelas (perkuliahan) dan dapat
menciptkanan desain lemari pengering otomatis berbasis
microkontroller.
2. Bagi masyarakat
a. Alat ini dapat digunakan sebagai pengganti fungsi sinar
matahasiterutama dalam hal pengeringan pakaian.














4



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Pengeringan Pakaian
Konsep pengeringan pakaian dapat dilakukan dengan memanfaatkan sinar
matahari, cara ini lebih dikenal dengan cara konvensional. Namun beberapa
kekurangan dari cara ini dimana terkendala :
1. Cuaca yang tidak menentu menyebabkan pakaian tidak kering dalam sekali
waktu jemur. Terkadang panas matahari yang terlalu terik, hal ini
menyebabkan pakaian ataupun warna pakaian menjadi rusak.
2. Penjemuran pakaian bertempat di luar ruangan sehingga kurang aman dari
perubahan cuaca apabila harus ditinggal berpergian.
3. Membutuhkan tempat luas dan terkena sinar matahari langsung.
Dari beberapa uraian diatas maka terus terjadi pengembangan untuk
menjawab permasalah diatas maka terus dikembangkan alat pengering pakaian
yang dapat bekerja tanpa menggunakan bantuan sinar matahari. Konsep
pengeringan pakaian tanpa sinar matahari pada beberapa alat menggunakan
konsep berikut :
1. Memanfaatkan gaya putar untuk membuang molekul air pada cucian.
2. Menggunakan pemanas (heater), blower maupun dryer untuk
memanaskan udara ruangan agar cucian cepat kering.
Dari konsep tersebut arahan perkembangan teknologinya mengarah pada
sistem automatisasi alat. Salah satu automatisasi dapat dilakukan dengan
menggunakan sistem mikrokontroler. Sistem Mikrokontroler adalah
sekumpulan beberapa komponen guna dapat menfungsikan program yang ada
pada mikrokontroler (Winoto.A, 2010). Berikut ini adalah komponen-
komponen yang digunakan dalam pembuatan alat lemari pengering pakaian
otomatis :
1. Bagian Elektronik
a. SHT11(Sensor Humadity and Temperature 11)
SHT11 Module merupakan modul sensor suhu dan kelembaban
relatif dari Sensirion. Modul ini dapat digunakan sebagai alat
5



pengindra suhu dan kelembaban dalam aplikasi pengendali suhu dan
kelembaban ruangan maupun aplikasi pemantau suhu dan kelembaban
relatif ruangan.
b. MikrokontrolerAtmega8535
Mikrokontroler adalah IC yang dapat diprogram berulang kali,
baik ditulis atau dihapus (Agus Bejo, 2007). Biasanya digunakan
untuk pengontrolan otomatis dan manual pada perangkat elektronika.
c. LCD (Liquid Crystal Display) 2x16
LCD (Liquid Crystal Display) tampilan 2x16 (2 baris x 16 kolom)
dengan konsumsi daya rendah. Modul tersebut dilengkapi dengan
mikrokontroler yang didesain khusus untuk mengendalikan LCD.
d. Alat Pemanas dan Kipas (Fan)
Alat pemanas yang digunakan adalah sebuah lampu bolam 100
Watt. Selain mengubah energi listrik menjadi cahaya, lampu juga
mengeluarkan panas. Dari energi panas tersebut dapat dimanfaatkan
sebagai sumber pengering. Panas yang dikeluarkan dari lampu neon
hamper sama dengan panas matahari yang dimanfatkan manusia saat
mengeringkan pakaian yaitu sekitar 33
o
C-40
o
C.
2. Bagian Pengemasan Alat/Box Alat
a. Multiplek (Kayu Lapis)
Kayu lapis dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan
dengan tekanan tinggi. Kelebihan dari jenis kayu ini adalah harganya
lebih murah dari kayu solid namun kekuatannya mirip.
b. Alumunium
Difungsikan sebagai penahan dan pemantul panas yang nantinya
akan dihasilkan oleh panas lampu bolam 100 watt. Hal ini karena
sifatnya memantulkan sinar dan panas, dengan kemampuan pantul
yang tinggi yaitu sekitar 95% dibandingkan dengan kekuatan pantul
sebuah cermin. Sifat pantul ini menjadikan aluminium sangat baik
untuk peralatan penahan radiasi panas. (Alvina : 2010).


6



BAB III
METODE PELAKSANAAN

A. Perancangan Desain Alat
Blok Sistem Rangkaian Pengering Pakaian Otomatis :

Gambar 1. Blok Sistem Rangkaian Pengering pakaian Otomatis
Keterangan blok Sistem Kontrol Alat Pengering:
1. Blok Input
a. Saklar ON/OFF : Untuk menghidupkan/mematikan alat.
b. SHT11 : Untuk mendeteksi suhu dan kelembaban alat.
c. Push Button : Push Button digunakan untuk mengatur suhu dan
kelembaban ruangan alat pengering pakaian.
2. Blok Proses
a. Mikrokontroler : Pusat pengendali alat-alat yangdigunakan. Semua
komponen seperti Lampu, kipas, LCD, dan push button yang
terhubung ke mikrokontroler.
b. Relay : Rangkaian pengendali dan pensaklaran pada lampu.
c. Rangkaian Penguat Arus : Agar kipas dapat berputar lebih cepat
3. Blok Output
a. LCD : Menampilkan konversi suhu dan kelembaban dari SHT11.
b. Pemanas dan Kipas : Pemanas yang digunakan adalah berupa
lampu bolam 100 Watt, karena selain memgeluarkan cahaya lampu
bolam juga mengeluarkan panas yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber pengering.

7



B. Pembuatan Alat
Semua alat dibuat dan ditempatkan pada sebuah lemari yang terbuat dari
bahan multiplek/kayu lapis yang didalamnya dilapisi dengan alumunium guna
menahan panas agar lampu dan kipas dapat menciptakan panas buatan yang
sesuai dengan suhu matahari guna dapat mengeringkan pakaian. Dimensi dari
lemari pengering ini adalah : PxLxT= 60cm x 50cm x150 cm = 450000 cm
3
.
Oleh karena tempat kerja alat yang dapat dibilang lembab maka dalam
pembuatan alat ini harus dilakukan dengan teliti dan melalui tahapan tahapan
pengujian untuk meyakinkan alat bisa bekerja maksimal.
C. Pengujian Alat
Untuk mengetahui berfungsi tidaknya alat ini maka dilakukan pengujian
atau validasi alat. Dari pengujian alat tersebut akan dimasukkan dalam tabel
rekam data yang telah direncanakan sebagai berikut :
Tabel 1. Pengamatan Waktu pengeringan pakaian
Waktu Pengeringan pakaian (menit)
Dengan Panas Matahari Dengan Lemari Pengering
Percobaan ke 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Kain celana
Kain katun
Kain Jeans
Kain kaos













8



BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

A. Rancangan Biaya Kegiatan
No Uraian Jumlah Harga / satuan Total
Bahan Habis Pakai
1 Lampu Bolam 100 Watt
2 Rp. 75.000,00 Rp. 150.000,00
2 Multiplek 120cmx240cm
2 Rp. 150.000,00 Rp. 300.000,00
3 Alumunium
70cmx100cm
2 Rp. 150.000,00 Rp. 300.000,00
4 Kayu Kerangka 120cm
(5cmx5cm)
3 Rp. 30.000,00 Rp. 90.000,00
5 Kayu Kerangka 70cm
(5cmx5cm)
3 Rp. 12.000,00 Rp. 36.000,00
6 Kayu Kerangka 90cm
(5cmx5cm)
4 Rp. 15.000,00 Rp. 60.000,00
7
Cat 2 Rp. 30.000,00 Rp. 60.000,00
8
Melamin 1 kaleng Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00
9
Sending 1 kaleng Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00
10
Dempul 1 kaleng Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00
11
Tiner 1 Rp. 13.000,00 Rp. 13.000,00
12
Engsel 3 Rp. 5.000,00 Rp. 15.000,00
13
Handel 1 Rp. 6.000,00 Rp. 6.000,00
14
Paku 1 Kg Rp. 10.000,00 Rp. 10.000,00
15
LCD 2x16 1 Rp. 90.000,00 Rp. 90.000,00
16
Kipas DC 1 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00
17
ATMega 8535 1 Rp.100.000,00 Rp. 100.000,00
18
PCB 1 Rp. 20.000,00 Rp. 20.000,00
19
Tranformator 1 Rp. 50.000,00 Rp. 50.000,00
20
Sensor Suhu (SHT11) 1 Rp 400.000,00 Rp 400.000,00
Jumlah
Rp. 1.900.000
Peralatan Penunjang
1
Obeng + dan - 2 Rp. 30.000,00 Rp. 60.000,00
2
Bor tangan/kayu 1 Rp. 400.000,00 Rp. 400.000,00
3
Solder 3 Rp. 50.000,00 Rp. 150.000,00
4
Lem tembak 2 Rp. 40.000,00 Rp. 80.000,00
5
Tang potong 3 Rp. 50.000,00 Rp. 150.000,00
6
Multimeter 1 Rp. 400.000,00 Rp. 400.000,00
7
Tes Pen 1 Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00
Jumlah
Rp. 1.380.000,00
Transportasi
9



1 Transportasi pembelian alat
dan bahan
Rp. 300.000,00 Rp. 300.000,00
2 Transportasi survey dan
observasi tempat
Rp. 300.000,00 Rp. 300.000,00
Jumlah
Rp. 900.000,00
Lain – Lain
1 Pembuatan Proposal
3 Rp. 40.000,00 Rp. 120.000,00
2 Perakitan, pengujian
1 Rp. 200.000,00 Rp. 200.000,00
3 Sewa Komputer 4 Bulan
4 Rp. 80.000,00 Rp. 320.000,00
4 Internet
1 Rp. 150.000,00 Rp. 150.000,00
5 Komunikasi
1 Rp. 200.000,00 Rp. 200.000,00
6 Pembuatan laporan
3 Rp. 50.000,00 Rp. 150.000,00
Jumlah
Rp. 1.140.000,00
Jumlah Total
Rp. 5.320.000,00

B. Jadwal Kegiatan
1. Persiapan
No Kegiatan
Bulan Ke
1 2 3 4
1 Pencairan Dana PKM
2 Persiapan dan Perancanaan
3 Pengadaan Alat dan Bahan

2. Pelaksanaan
No Kegiatan
Bulan Ke
1 2 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pembuatan alat
2 Pengujian Alat dan
Pengumpulan Data

3 Revisi Data
4 Pengujian Akhir Alat

3. Penyusunan Laporan
No Kegiatan
Bulan Ke
1 2 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengumpulan Data
2 Penyusunan Laporan
3 Konsultasi
4 Monitoring &Evaluasi
5 Revisis Laporan
6 Pengiriman Laporan
10




DAFTAR PUSTAKA

Sutrisno (1987). Elektronika Teori Dasar dan Penerapannya. Jilid 1, Bandung :
Penerbit ITB

Fali Oklillas, Ahmad (2007). Bahan Ajar Elektronika Dasar [Versi Elektronik].
Palembang

Sudira, Putu. 2005. Modul Bahan Ajar Mikrokontroller. pp. 90-114.

Dwi Surjono, Herman. 1996. Elektronika: teori dan penerapan. FPTK IKIP
Yogyakarta.

Aryheryanto dan Wisnu Adi P. (2008). Pemrograman Bahasa C untuk
Mikrokontroler ATMega 16. Yogyakarta: Andi.

Heri Andrianto. (2008). Pemrograman Mikrokontroler AT Mega 16 menggunakan
Code Vision AVR. Bandung: Informatika.


Iryani,Alvina (28 Agustus 2014). Alumunium Merupakan Unsur yang Tergolong
Melimpah di Kulit Bumi. Diambil pada tanggal 28 Agutus 2014, dari
http://id.scribd.com/doc/48271292/Aluminium-merupakan-unsur-yang-
tergolong-melimpah-di-kulit-bumi

Iryani,Alvina (26 Agustus 2014). Perbandingan Kusen Kayu Dan Kusen
Alumunium. Diambil pada tanggal 26 Agustus 2014 dari,
http://www.rumahku.com/berita/read/perbandingan-kusen-kayu-dan-
kusen-alumunium-28162#.Uze1svl_s1Q/

Anton S, (26 Agustus 2014). Lemari Pengering Pakaian Bahan Bakar Gas Super
Cepat. Diambil pada tanggal 26 Agustus 2014, dari
http://www.rajanyapengering.com/

Sensirion Corp (26 Agustus 2014). SHT11 - Digital Humidity Sensor (RH&T).
Diambil pada tanggal 26 Agustus 2014, dari
http://www.sensirion.com/en/products/humidity-temperature/humidity-
sensor-sht11/





11

















LAMPIRAN