REGULASI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA

2.1 DASAR HUKUM KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
Proses penyelenggaraan pemerintahan ditujukan untuk
mengkoordinasi pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara
dalam suatu sistem pengelolaan keuangan negara. Pengelolaan
keuangan negara maupun keaungan daerah, sebagai mana yang
dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945 perlu dilaksanakan
seara pro!esional, terbuka dan bertanggungjawab untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
2.1.1 Dasar Hukum Keuangan Negara
"euangan negara dapat diinterpretasikan sebagai
pelaksanaan hak dan kewajiban warga yang di nilai dengan uang,
dalam kerangka tata penyelenggaraan pemerintah. #ujud
pelaksanaan tata negara tersebut dapat di identi!ikasi sebagai
segala bentuk kekayaan, hak dan kewajiban yang terantum dalam
$P%& dan laporan pelaksanaanya.
'abel( hak dan kewajiban negara )%astian, *++5,
-ak -ak &egara .ang Dimaksud,
/enangkup $ntara 0ain(
"ewajiban negara adalah %erupa
Pelaksanaan 'ugas-'ugas
Pemerintah sesuai dengan
pembukaan UUD 1945 yaitu(
1. -ak monopoli, menetak dan
mengadarkan uang
*. -ak untuk memungut sumber-
sumber keuangan seperti pajak,
bea dan ukai
1. -ak untuk memproduksi
barang dan jasayang dapat
dinikmati oleh khalayak umum,
yang dalam hal ini pemerintah
dapat memperoleh )kontra
prestasi, sebagai sumber
penerimaan negara
1. /elindungi segenap bangsa
indonesia dan seluruh tumpah
darah indonesia
*. /emajukan kesejahteraan umum
1. /enerdaskan kehidupan
bangsa
4. 2kut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial
Pelaksanaan kewajiban atau tugas-tugas pemerintah
tersebut dapat berupa pengeluaran dan diakui sebagai belanja
negara. Dalam UUD 1945 $mandemen 32

seara khusus diatur
mengenai "euangan &egara yaitu pada bab 3222 pasal *1 yang
berbunyi sebagai berikut(
1. $nggaran Pendapatan dan %elanja &egara ditetapkan setiap
tahun dengan undang undang apabila dewan perwakilan rakyat
tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka
pemerintah menjalankan anggaran tahun lalu
*. 4egala pajak untuk keperluan negara berdasarkan Undang-
Undang
1. 5enis dan harga mata uang ditatapkan dengan Undang-Undang
4. -ak keuangan negara selanjutnya diatur dengan Undang-Undang
5. Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara
diadakan suatu badan pemeriksaan keuangan, yang peraturannya
ditetapkan ditetapkan dengan Undang-Undang. -asil pemeriksaan
itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan 6akyat
%erdasarkan ketentuan tersebut diatas, ditetapkan Undang-
Undang tentang $nggaran Pendapatan Dan %elanja &egara )$P%&,
untuk tahun anggaran yang bersangkutan. Penyusunan $P%& bukan
hanya untuk memenuhi ketentuan konstitusional yang dimaksud
pada pasal *1 ayat 1 UUD 1945, tatapi juga sebagai dasar
renana kerja yang akan dilaksanakan oleh pemerintah dalam
tahun anggaran yang bersangkutan. 7leh karana itu
penyusunannya didasarkan atas 6enana 4trategi dalam Unadang-
Undang Propenas, dan pelaksanaanya dituangkan dengan Undang-
Undang yang harus dijalankan oleh Presiden8#akil Presiden dan
/enteri-menteri serta Pimpinan 0embaga 'inggi lainnya. 4etelah
pengesahan UU $P%&, $P%& dilaksanakan dan dipertanggugjawabkan
dalam bentuk 0aporan "euangan Pemerintah Pusat.
2.1.2 Dasar Hukum Keuangan Daerah
Pembangunan daerah sebagai bagian integral dari
pembangunan nasional didasari pada prinsip otonomi daerah
dalam pengelolaan sumberdaya. Prinsip otonomi daerah
memberikan kewenangan yang luas dan tanggung jawab nyata pada
pemerintahan daerah seara proporsional. Dengan pengaturan,
pembagian dan peman!aatan sumber daya nasional, baik yang
berupa uang maupun sumber daya alam, pemerintah pusat dan
pemerintah daerah mengembangkan suatu sistem perimbangan
keuangan antara pusat dan daerah yang adil. 4istem ini
dilaksanakan untuk menerminkan pembagian tugas kewenangan dan
tanggung jawab yang jelas antara Pemerintah Pusat Dan
Pemerintah Daerah seara transparan. "riteria keberhasilan
pelaksanaan sistem ini adalah tertampungnya aspirasi semua
warga, dan berkembangnya partisipasi masyarakat dalam proses
pertanggungjawaban eksplorasi sumber daya yang ada dan
pengembangan sumber-sumber pembiayaan.
%erdasarkan pasal 19 UUD 1945 $mandemen 23, tujuan
pembentukan Daerah 7tonom adalah meningkatkan daya guna
penyelenggaraan pemerintah untuk melayani masyarakat dan
melaksanakan program pembangunan. 4elanjutnya, Daerah 7tonom
dide!inisikan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai
batas daerah tertentu dan berwenang mengatur serta mengurus
kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri
berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan &egara "esatuan
6epublik 2ndonesia.
Dalam rangka penyelenggaraan Daerah 7tonom, menurut
penjelasan Pasal :4 Undang-undang &omor 5 'ahun 19;4, !ungsi
penyusunan $P%D adalah untuk (
1. /enentukan jumlah pajak yang dibebankan kepada 6akyat
Daerah yang bersangkutan,
*. /ewujudkan otonomi yang nyata dan bertanggung jawab,
1. /emberi isi dan arti kepada tanggung jawab Pemerintah
Daerah umumnya dan "epala Daerah khususnya, karena $P%D itu
menggambarkan seluruh kebijaksanaan Pemerintah Daerah,
4. /elaksanakan pengawasan terhadap pemerintah daerah dengan
ara yang lebih mudah dan berhasil guna,
5. /erupakan suatu pemberian kuasa kepada "epala Daerah untuk
melakssanakan penyelenggaraan "euangan Daerah di dalam batas-
batas tertentu.
Penyusunan $P%D sudah seharusnya diletakkan dalam
kerangka perenanaan pembangunan jangka menengah yang
mempertimbangakan skala prioritas pembangunan. Pelaksanaan
$P%D juga haruslah dikendalikan menurut sasaran-sasaran yang
jelas dan terukur. 5adi, baik penyusunan maupun pelaksanaan
$P%D tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan berjangka
menengah dan bersekala nasional.
2.2 AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK MEMASUKI ERA DESENTRALISASI
Perkembangan akuntansi sektor publik semakin pesat
seiring adanya kebijakan desentralisasi."ebijakan ini telah
mengubah si!at hubungan antara pemerintah pusat dengan
pemerintah daerah, antara %U/& dengan pemerintah pusat, antara
pemerintah dengan masyarakat, dan berbagai entitas lain dalam
pemerintahan. Desentralisasi tidak hanya berarti pelimpahan
wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah yang lebih rendah
tetapi juga pelimpahan beberapa wewenang pemerintahan ke pihak
swasta melalui pri<atisasi )/ardiasmo, *++9,. 4eara teoritis,
desentralisasi diharapkan akan menghasilkan dua man!aat nyata,
yaitu= pertama, mendorong peningkatan partisipasi, prakarsa
dan kreati!itas masyarakat dalam pembangunan, setra mendorong
pemerataan hasil pembangunan. "edua, memperbaiki alokasi
sumberdaya produkti! melalui pergeseran peran pengambilan
keputusan publikke tingkat pemerintah yang paling rendah yang
memiliki in!ormasi yang paling lengkap )4hah, 199;, dalam
/ardiasmo, *++9.
Peranan pelaporan keuangan telah berubah dari posisi
administrasi semata menjadi posisi akuntabilitas di tahun
*+++. Pergeseran pelaporan keuangan ini telah memberikan
peluang bagi posisi akuntansi sektor publik dalam manajemen
pemerintahan dan organisasi sektor publik lainnya. 5adi tujuan
akuntansi sektor publik adalah untuk memastikan kualitas
laporan keuangan dalam pertanggungjawaban publik.
4ebagai perspekti! baru, berbagai prasarana akuntansi
sektor publik perlu dibangun seperti(
a. 4tandart akuntansi sektor publik untuk Pemerintah Pusat,
Pemerintah Daerah dan organisasi sektor publik lainnya
b. Account code, untuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,
maupun organisasi sektor publik lainnya, dimana re<iew
terhadap transaksi yang berkaitan dapat dilakukan dalam rangka
konsolidasi dan audit
. 5enis buku besar dan ledger yang menjadi pusat penatan data
primer atau semua transaksi keuangan pemerintah
d. /anual 4isten $kuntansi Pemerintah dan 7rganisasi lainnya
yang menjadi pedoman atas jenis-jenis transaksi dan perlakuan
akuntansi lainnya
Dengan kelengkapan prasarana tersebut, para petugas
dibidang akuntansi dapat melakukan penatatan, peringkasan,
dan pelaporan keuangan baik seara manual maupun komputasi.
$kibat tidak tersedianya prasarana diatas, munul persepsi
bahwa(
a. $kuntansi adalah sesuatu yang sulit
b. $kuntansi harus dikerjakan oleh 4D/ yang tedidik dalam
jangka waktu panjang.
2.. RE!IE" REGULASI #ANG TERKAIT DENGAN AKUNTANSI SEKTOR
PUBLIK
2..1. Regu$as% Akun&ans% Sek&'r Pu($%k )% Era Pra
Re*'rmas%
Peraturan dan karakter pengelolaan keuangan daerah yang
ada pada masa >ra pra 6e!ormasi dapat dirinikan sebagai
berikut (
1. UU 5819;5 tentang Pengurusan, Pertanggungjawaban dan
Pengawasan "euangan Daerah.
? 'idak terdapat pemisahan seara konkrit antara eksekuti!
dan legislati! )Pasal 11 ayat 1,.
*. PP :819;5 tentang Penyusunan $P%D, Pelaksanaan 'ata Usaha
"euangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan $P%D.
? 2ndikator kinerja Pemda,yaitu meliputi (
1. Perbandingan anggaran dan realisasi
*. Perbandingan standar dan realisasi
1. 'arget prosentase !isik proyek
? Perhitungan $P%D terpisah dari pertanggungjawaban "epala
Daerah)terdapat dalam pasal 11,.
1. "epmendagri &o.9++-+99 tahun
199+ tentang/anual $dministrasi "euangan Daerah.
? /enetapkan sistem single entry bookkeeping. Dalam sistem
ini, penatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan menatatnya
satu kali. 'ransaksi yang berakibat bertambahnya kas akan di
atat pada sisi penerimaan dan transaksi yang berakibat
berkurangnya kas akan diatat pada sisi pengeluaran. 4istem
penatatan single entry bookkeeping memiliki kelebihan yaitu
sangat sederhana tetapi memiliki kelemahan yaitu kurang bagus
untuk pelaporan )kurang memudahkan penyusunan pelaporan,,
sulit menemukan kesalahan pembukuan yang terjadi, dan sulit
dikontrol, untuk mengatasi kelemahan tersebut maka
diperkenalkan double entry bookkeeping.
4. Peraturan /enteri Dalam &egeri &o. *81994tentang
Pelaksanaan $P%D.
5. UU 198199; tentang Pajak dan 6etribusi Daerah.
:. "epmendagri 181999 tentang %entuk dan susunan Perhitungan
$P%D.
? %entuk laporan perhitungan $P%D (
@ Perhitungan $P%D
@ &ota Perhitungan
@ Perhitungan "as dan Penookan sisa "as dan sisa
Perhitungan)PP819;5,
;. "epmendagri &o.9+1-+5;81999 tentang Penyempurnaan %entuk
dan 4usunan $nggaran Pendapatan Daerah /asuk dalam Pos
Penerimaan Pembangunan.
? Pinjaman )Pemda8%U/D, diperhitungkan sebagai pendapatan
daerah
0aporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan $P%&8D
Pertanggungjawaban pelaksanaan $P%&8 $P%D, berupa laporan
keuangan yang telah diperiksa oleh %P", disampaikan kepada
DP68DP6D selambat-lambatnya : bulan setelah tahun anggaran
berakhir.
0aporan keuangan )setidak-tidaknya, (
? 0aporan 6ealisasi $P%&8$P%D,
? &eraa,
? 0aporan $rus "as, dan
? Aatatan atas 0aporan "euangan )dilampiri laporan keuangan
perusahaan negara8daerah dan badan lainnya,.
2..2. Regu$as% Akun&ans% Sek&'r Pu($%k )% Era Re*'rmas%
'ujuan dari regulasi $kuntansi 4ektor Publik di >ra
6e!ormasi adalah untuk mengelola keuangan negara8daerah menuju
tata kelola yang baik
%entuk 6e!ormasi yang ada meliputi (
B Penataan peraturan perundang-undangan=
B Penataan kelembagaan=
B Penataan sistem pengelolaan keuangan negara8daerah= dan
B Pengembangan sumber daya manusia di bidang keuangan
2... Para)%gma Baru Akun&ans% Sek&'r Pu($%k )% Era
Re*'rmas%
Paradigma baru dalam C6e!ormasi /anajemen 4ektor PublikD
adalah penerapan akuntansi dalam praktik pemerintah untuk
kegunaan Eood Eo<ernane.
'erdapat tiga Undang-undang yang digunakan untuk penerapannya,
yaitu (
1. UU &o.1;8*++1 tentang keuangan negara.
FF mengatur mengenai semua hak dan kewajiban &egara mengenai
keuangan dan pengelolaan kekayaan &egara, juga mengatur
penyusunan $P%D dan penyusunan anggaran kementrian8lembaga
&egara )$ndayani, *++;,
*. UU &o.18*++4 tentang kebendaharawanan
FF mengatur pengguna anggaran atau pengguna barang, bahwa
undang-undang ini mengatur tentang pengelolaan keuangan &egara
yang meliputi pengelolaan uang, utang, piutang, pengelolaan
in<estasi pemerintah dan pengelolaan keuangan badan layanan
hukum. )$ndayani, *++;,
1. UU no.158*++4 tentang pemeriksaan keuangan negara
FF mengatur tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan &egara yang dilaksanakan oleh %P". %P" menyampaikan
laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan kepada DP6 dan
DPD. 4edangkan laporan keuangan pemerintah daerah disampaikan
kepada DP6D. )$ndayani, *++;,
>mpat Prinsip Pengelolaan "euangan &egara yang didasarkan pada
ketiga Undang-undang di atas, yaitu (
1. $kuntabilitas berdasarkan hasil atau kineja.
*. "eterbukaan dalam setiap transaksi pemerintah.
1. $danya pemeriksa eksternal yang kuat, pro!esional dan
mandiri dalam pelaksanaan pemeriksaan.
4. Pemberdayaan manajer pro!esional.
4elain ketiga UU di atas, juga terdapat peraturan lain,
yaitu (
1. UU &o.*58*++4 tentang 4istem Perenanaan dan Pembangunan
&asional.
*. UU &o.1*8*++4 tentang Pemerintahan Daerah.
1. UU &o.118*++4 tentang Perimbangan "euangan antara
Pemerintah Pusat dengan Daerah.
4. UU &o.*48*++5 tentang 4tandar $kuntansi Pemerintahan.
2.+ BARANG DAN ,ASA PUBLIK
2.+.1 Barang )an ,asa Pu($%k -s Barang )an ,asa S.as&a
/enurut %astian )*++5,, barang publik adalah barang
kolekti! yang seharusnya dikuasai oleh negara atau pemerintah.
4i!atnya tidak eksklusi! dan diperuntukan bagi kepentingan
seluruh warga dalam skala luas. 4edangkan barang swasta adalah
barang spesi!ik yang dimiliki oleh swasta. 4i!atnya eksklusi!
dan hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu membelinya,
karena harganya disesuaikan dengan harga pasar menurut rumus
sang penjual. $dalagi barang setengah kolekti! yang dimiliki
oleh swasta atau patungan swasta dan pemerintah. 4eharusnya
barang ini tidak boleh bersi!at eksklusi!, dan pemerintah
harus ikut menentukan harga penjualannya, yang biasanya tidak
terjangkau oleh rakyat keil.
2.+.2 K'nse/0k'nse/ P'k'k Barang )an ,asa Pu($%k
4uatu barang dikategorikan sebagai barang swasta atau
publi dalam kaitannya dengan tingkatexcludability dan
persaingannya. 'ingkatexcludability suatu barang ditentukan
dengan kondisi dimana konsumen dan produsen barang8pelayanan
bisa memastikan bahwa orang lain tidak memperoleh man!aat dari
barang8pelayanan tersebut. 'ingkat persaingan dikategorikan
dalam daya sain rendah dan daya saing tinggi. Daya saing
rendah apabila suatu barang diman!aatkan seara bersama-sama,
sedangkan daya saing tinggi apabila suatu barang diman!aatkan
seara indi<idu.
%arang yang excludable, tapi daya saingnya rendah
disebut toll goods, yaitu bisa digunakan seara bersama-sama,
namun orang yang meman!aatkan tetap dikenai biaya. $dalagi
barang yang daya saingnya tinggi tetapi non-
excludable disebutcommon pool goods, yaitu barang yang non-
excludable, namun penggunaannya yang berlebihan akan
mengurangi kesempatan.
5enis %arang /enurut excludability dan Persaingan
)%astian, *++5,
Excludability6endah Excludability'inggi
Persaingan 6endah %arang publik
)biaya sektor
publik,
%arang 'oll
)ampuran biaya
publi dan swasta,
Persaingan 'inggi Aommon pool goods
)biaya sektor
publik,
%arang swasta
)biaya swasta,
Aara menaikan tingkat excludability suatu barang atau
pelayanan(
? Perubahan teknologi.
? Diberlakukannya hak milik seara lebih ketat.
Penyediaan Pelayaan
$lasan mengapa sektor swasta enderung bekerja lebih
e!isian dan e!ekti!=
? 4ektor swasta mempunyai !leksibilitas dalam hal
pengelolaan sumber daya, sehingga perubahan permintaan pasar
mudah ditanggapi.
? $danya persaingan pelayanan mendorong lebih baiknya mutu
pelayanan dengan harga yang lebih murah bagi pelanggan.
%eberapa pengeualian dalam pemenuhan kepentingan
pelanggan(
? Pelanggan tidak mampu menilai mutu pelayanan. 5ika ini
terjadi, setor publi harus menetapkan sejumlah standar mutu
untuk melindungi konsumen.
? 'idak terjadi persaingan antara para pemberi pelayanan.
5ika terjadi monopoli seara alamiah, maka setor swasta
kurang mendapat insenti! untuk beroperasi seara e!isien. /aka
inter<ensi publi sekali lagi dibutuhkan untuk menjamin
terpenuhinya standar harga, mutu, dan persaingan.
? $danya !ator luar yang negati<e yang mempengaruhi
pelayanan. 5ika pemberian suatu pelayanan atau barang
mempunyai dampak negati! terhadap orang lain yang bukan
produsen atau konsumen pelayanan8barang itu maka pemerintah
harus menginter<ensi untuk menghilangkan !ator tersebut atau
setidaknya menjamin ganti rugi pantas.
Pemberian pelayanan membutuhkan kemitraan antara sektor
swasta, publik, dan organisasi kolekti!.
Perubahan "elembagaan
"etidakmampuan untuk memahami ara baru dalam mengerjakan
sesuatu disebut kebutaan paradigma. $gar sebuah lembaga
pemerintah terbuka terhadap asaran-saran dari lembaga yang
mewakili konsumen, atau bersedia mempertimbangkan pengalihan
ke setor swasta, suatu perubahan persepsi atau paradigma baru
perlu dilakukan.
0angkah awal dalam mengatasi kebutaan paradigm adalah
menari apa yang bisa dilakukan untuk mengubah ara kerja.
2.+. Ke(%1akan Penga)aan Barang )an ,asa Pu($%k
%eberapa inisiati! yang diambil pemerintah guna
memperbaiki penyelenggaraan pemerintah(
? 6e!ormasi hokum dan yudikati!, termasuk pembentukan
"omisi Ombudsman untuk menanggapi masalah korupsi dan
pembentukan komisi 6e!ormasi -ukum.
? Perumusan strategi re!ormasi pegawai negeri sipil.
? 6anangan undang-undang untuk memantapkan manajemen
keuangan pemerintah.
? Pembentukan "omisi $nti "orupsi.
? Pembentukan "emitraan bagi pembaruan tata pemerintahan di
2ndonesia yang didukung oleh U&DP, %ank Dunia, dan $D%.
Dalam bidang pengadaan barang dan jasa, pemerintah telah
menerbitkan "eppres &o :1 'ahun *++4 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengadaan %arang dan 5asa 2nstansi Pemerintah,
sebagai penyempurnaan dari aturan dan prosedur sebelumnya,
yaitu "eppres 9+ 'ahun *++1. Peraturan-peraturan tersebut
merupakan implementasi dari UU &o 9 'ahun 1995 tentang Usaha
"eil, UU &o 5 'ahun *+++ tentang 0arangan Praktek /onopoli
dan Persaingan Usaha yang 'idak 4ehat. UU &o *9 'ahun 1999
tentang Penyelenggaraan &egara yang bersih dan %ebas dari ""&=
semuanya ditujukan untuk mengatur pengguna barang8jasa dan
penyedia barang8jasa sesuai tugas, !ungsi, hak dan kewajiban
serta peranan masing-masing pihak dalam proses pengadaan
barang8jasa yang dibutuhkan 2nstansi Pemerintah.
'ujuan pengadaan barang adalah untuk memperoleh
barang8jasa yang dibutuhkan 2nstansi Pemerintah dalam jumlah
yang ukup, dengan kualitas dan harga yang dapat
dipertanggungjawabkan, serta dalam waktu dan tempat tertentu
seara e!ekti! dan e!isien menurut ketentuan dan tata ara
yang berlaku.
2.2 ETIKA PENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIK
>tika bisnis adalah tindakan atau perbuatan yang dapat
dikatagorikan sebagaietis atau tidak etis. %erikut ini adalah
beberapa pemikiran dari para !ilsa!at mengenai etika (
1. 4orates
%eliau berpendapat bahwa semua pengetahuan )knowledge, dari
seseorang itu sebetulnya bersi!at baik dan menjunjung nilai-
nilai kebijakan. 'anpa didukung pengetahuan, seseorang tidak
mungkin dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang berbudi
luhur.
*. -ume
%eliau berpendapat bahwa perilaku seseorang )personal merit,
yang beretika sebenarnya mempunyai beberapa nilai kualitas
karakter dan kepribadian yang berman!aat dan diterima baik
oleh orang lain maupun dirinya sendiri.
1. 5ohn
%eliau berpendapat bahwa kebenaran, perilaku etis, dan prinsip
moral seseorang sebenarnya tidak dibawa sejak lahir. %erbagai
pedoman etika bisa diperoleh melalui suatu persepsi dan
konsepsi. 2a juga mengemukakan bahwa hukum )law, merupakan
sebuah kriteria untuk memutuskan apakah suatu perbuatan itu
baik atau buruk. 'iga tipe dari hukum ini yaitu ( di<ine law
)hukum yang berkaitan dengan "etuhanan,, i<il law )hukum yang
berlaku di masyarakat,, law o! opinion and reputation )hukum
yang berhububgan dengan opini dan reputasi,.
4. "ant
%eliau berpendapat bahwa pentingnya standar !ormal sebagai
pedoman umum untuk menilai perilaku seseorang. 'etapi ia tidak
setuju dengan perilaku etis ini dibentuk dari suatu tekanan
)hukum, yang disertai hukuman tertentu.
Dalam menyikapi pro-kontra terhadap suatu perbuatan,
pengkategorian perilaku etis sebaiknya berpedoman pada etika
umum, antara lain ( pengetahuan )knowledge,, kesadaran akan
hidup bermasyarakat, respek terhadap di<ine law )hukum yang
berkaitan dengan "etuhanan,, memahami bahwa suatu pekerjaan
membutuhkan pertanggungjawaban, menyadari bahwa norma dari
perilaku etis yang diakui masyarakat berlaku untuk semua jenis
pekerjaan apapun.
2.3 KEDUDUKAN DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS
PELA#ANAN PUBLIK
4emua masyarakat memiliki hak yang sama atas jaminan
sosial dan ekonomi dari pemerintah sebagai konsekuensi
langsung atas pembayaran pajak yang telah dipenuhi. "ebijakan
dan regulasi yang ditetapkan pemerintah bisa berimbas pada
bidang yang lain. Pemerintah mempunyai peran menentukan
kualitas tingkat kehidupan masyarakat seara indi<idual.
Peningkatan kualitas pelayanan publik dapat diperbaiki
melalui perbaikan manajemen kualitas jasa, yakni upaya
meminimasi kesenjangan antara tingkat layanan dengan harapan
konsumen. "inerja organisasi layanan publik harus diukur dari
outome-nya, karena outome merupakan <ariabel kinerja yang
mewakili misi organisasi dan akti<itas oprasional, baik aspek
keuangan dan nonkeuangan. Dalam penentuan outome sangat perlu
untuk mempertimbangkan dimensi kualitas )/ardiasmo,
*++9,. 4elanjutnya, monitoring kinerja perlu dilakukan untuk
menge<aluasi pelayanan publik dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat. 0angkah-langkah penting dalam monitoring kinerja
organisasi layanan publik antara lain ( mengembangkan
indikator kinerja yang mengembangkan penapaian tujuan
organisasi, memaparkan hasil penapaian tujuan berdasarkan
indikator kinerja diatas, mengidenti!ikasi apakah kegiatan
pelayanan sudah e!ekti! dan e!isien sebagai dasar pengusulan
program perbaikan kualitas pelayanan)%astian, *++;,.