Penyuluhan Bina keluarga balita

Manfaat mengikuti bina keluarga balita
 Bagi orang tua :
Orang tua akan menjadi :
- Pandai mengurus dan merawat anak, serta pandai membagi waktu dan mengasuh
anak
- Lebih luas wawasan dan pengetahuannya tentang pola asuh anak
- Meningkat ketrampilannya dalam hal mengasuh dan mendidik balita
- Lebih baik dalam cara pembinaan anaknya
- Lebih dapat mencurahkan perhatian pada anaknya sehingga tercipta ikatan batin
yang kuat antara anak dan orang tua
- Akhirnya akan tercipta keluarga yang berkualitas.
 Bagi anak :
Anak akan tumbuh dan berkembang sebagai anak yang :
- Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Berkepribadian luhur tumbuh dan berkembang secara optimal, cerdas, terampil
dan sehat.
- Memiliki dasar kepribadian yang kuat, guna perkembangan selanjutnya.

Sejak kecil harus dibentuk karakter
Karakter adalah suatu watak atau sifat bawaan yang merupakan fitrah seseorang yang sangat
dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan biasanya dicerminkan
dengan moral dan tingkah laku.
Lingkungan yang mempengaruhi karakter
- Lingkungan yang utama dan pertama adalah keluarga
Lingkungan yang utama dan pertama adalah pengalaman anak dalam lingkungan keluarga,
merupakan dasar bagi perkembangan tingkah lakunya kelak, makanya dari kecil harus
membiasakan anak pada aturan-aturan dan sifat-sifat baik, jujur dan adil sesuai dengan tara
perkembangan anak, sifat-sifat tersebut mula-mula tidak dipahami oleh anak. dengan
pengalaman-pengalaman langsung dan merasakan akibatnya serta contoh orangtua dalam
kehidupan sehari-hari, anak belajar bertingkah laku.
- Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah berfungsi memperluas kehidupan sosial anak, tempat anak belajar
menyesuaikan diri terhadap bermacam-macam situasi.
- Lingkungan masyarakat
Untuk dapat diterima disetiap lingkungan masyarakat atau menjadi anggota suatu kelompok
sosial, seseorang harus menyesuaikan diri, menerima dan menjalankan norma-norma yang
didiukung oleh kelompok tersebut.
Pembentukan karakter sejak dini adalah suatu upaya untuk meningkatkan kualitas perilaku,
sikap dan moral seseorang sejak usia dini bahkan sejak dalam kandungan sehinggga dapat
mencapai tujuan hidup yang bermakna.

Mengapa Harus sejak dini?
Dalam keseluruhan siklus hidup manusia, masa dibawah usia lima tahun (balita) adalah masa
yang paling kritis dalam menentukan kualitas hidup manusia, pada usia tersebut oleh para
ahli disebut masa emas, karena pada masa ini terjadi proses tumbuh kembang yang sangat
cepat. Apabila tidak dibina dengn baik maka akan mengalami gangguan dalam pertumbuhan
fisik dan perkembangan emosi dan perkembangan emosi, sosial kecerdasan, bahkan tingkah
laku dan moralitas kelak dikemudian hari.

MATERI PKSD
Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi agama:
a. IMAN
mempercayai akan adanya Allah, Tuhan Y.M.E dan mengamalkan segala ajaran
agamaNya.
Menanamkan keimanan dalam kehidupan keluarga, melalui fungsi agama,
berhubungan dangan kemampuan orangtua untuk memberikan nilai-nilai keagamaan
dan pengalamannya serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari kepada
anaknya dengan penuh kesadaran.
b. TAQWA
Mengamalkan segala yang diperintahkan dan menghindari segala larangan Agama.
Penanaman taqwa pada anak diterapkan sejak dini.
c. KEJUJURAN
Kejujuran adalah memperoleh kepercayaan dengan menyampaikan apa adanya.
dalam menanamkan sifat kejujuran dalam kehidupan keluarga, melalui fungsi agama,
dapat dilakukan orangtua dan anak-anak untuk mengupayakan mengatakan yang
sebenarnya dan selalu mendorong orang lain untuk berbuat sama.
d. TENGGANG RASA
Tenggang rasa ialah menyadari bahwa setiap orang berbeda-beda dalam sifat dan
karakternya. Tenggang rasa dapat dicirikan dengan kemampuan seseorang untuk
menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan serta mendengar orang lain sebelum
menyatakaan pendapat.
e. RAJIN
Rajin adalah menyediakan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan tugasnya dengan
berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Orang tua dapat menumbuhkan sifat rajin
ini dengan cara penteladanan, keterlibatan, penguatan, kerjasama, dan
membicarakannya merupakan cara bijaksana. Bila melihat pepatah yang menyatakan
bahwa “sebuah contoh lebih baik dari seribu petuah” maka sifat rajin akan terbentuk
bila dilakukan dengan contoh dari orangtua secara terus menerus.
f. Kesalihan
pada sifat kesalihan fungsi orangtua ialah agar menjaga diri dari perilaku yang tidak
baik serta memperlakukan oranglain seperti dirinya ingin diperlakukan. Kesalihan
sendiri dalam fungsi agama ialah nilai moral yang tinggi dengan melakukan sesuatu
yang benar secara konsisten/ajeg.
g. KETAATAN
Yang dimaksud ketaatan dalam fungsi agama adalah dengan segera dan senang hati
melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
h. SUKA MEMBANTU
suka membantu ialah kebiasaan menolong dan membantu orang lain tanpa
mengharapkan imbalan. Sifat suka membantu ini berhubungan dengan kemauan
orangtua dan anak-anaknya untuk selalu siap mengulurkan tangan dalam membantu
orang lain tanpa pamrih.
i. DISIPLIN
Disiplin ialah menepati waktu, mematuhi aturan yang telah disepakati.
j. SOPAN SANTUN
sopan santun adalah perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai agama.
Orang sopan dapat dicirikan dengan: kesedian seorang untuk menghargai dan
menghormati orang lain dengan berperilaku yang sesuai norma-norma dan nilai-nilai
agama. Untuk menciptakan kesedian bersopan santun pada remaja dan anak, orang
tua harus mengajarkan pentingnya bersikap sopan santun serta bahaya mengabaikan
sikap sopan santun. Cara mengajarkan sopan santun dapat berupa contoh dari orang
tua, teguran dan hukuman.
k. KESABARAN
menahan diri dalam menginginkan sesuatu serta menghadapi kesulitan, merupakan
sikap sabar. Menghadapi kesulitan dengan tenang dan tidak mudah marah juga
merupakan sikap sabar.
l. KASIH SAYANG
kasih sayang adalah ungkapan perasaan dengan penuh perhatiaan kesadaraan dan
kecintaan terhadap seseorang. Kasih sayang dicirikan dengan adanya perhatian yang
tulus dan rela berkorban.
Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi sosial budaya :
a. SOPAN SANTUN
sopan santun adalah perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai budaya
setempat . Orang sopan dapat dicirikan dengan: kesedian seorang untuk menghargai
dan menghormati orang lain dengan berperilaku yang sesuai norma-norma dan nilai-
nilai budaya setempat. Untuk menciptakan kesedian bersopan santun pada remaja dan
anak, orang tua harus mengajarkan pentingnya bersikap sopan santun serta bahaya
mengabaikan sikap sopan santun. Cara mengajarkan sopan santun dapat berupa
contoh dari orang tua, teguran dan hukuman.
b. Kerukunan
Kerukunan dalam fungsi sosial budaya hidup berdampingan dalam keberagaman
secara damai dan harmonis. Ciri-cirinya orang yang dapat menghargai perbedaan,
tidak bermusuhan. Caranya dengan mengajak anak bermain dengan anak-anak
tetangga sebayanya tanpa membedakan satu dengan lainnya.
c. Peduli
Peduli itu menanggapi perasaan dan pengalaman orang lain. Cirinya orang yang
memiliki upaya menghargai adat istiadat setempat. Dengan cara saling menghargai
dan menghormati.
d. Kebersamaan
Yaitu adanya perasaan bersatu, sependapat dan sekepentingan. Cirinya yaitu
kemampuan seseorang untuk setia pada keluarga teman dan kelompok seiyasekata
dalam suka dan duka.
e. Gotong royong
Melakukan pekerjaan secara bersama-sama yang dilandaisi oleh sukarela dan
kekeluargaan. Dengan saling menolong terhadap sesama dan melakukan pekerjaan
tanpa mengharapkan imbalan

f. Toleransi
Bersikap menghargai pendirian yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian
sendiri.
g. Kebangsaan
Kesadaran diri sebagai warga negara indonesia yang harus menjunjung tinggi harkat
martabat bangsa. Dengan mengajak anak mengikuti upacara 17 agustus, mengenalkan
lagu kebangsaan.

Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi cinta kasih:
a. Empati
Memahami dan mengerti akan perasaan orang lain. Dengan cara kebiasaan
mengunjungi saudara, tetangga yang sedang sakit.
b. Pemaaf
Dapat menerima kesalahan orang lain tanpa perasaan dendam.
c. Setia
Setia terhadap kesepakatan dalam keluarga, teman dan kelompok yang telah dibangun
bersama.
d. Suka menolong
Kebiasaan menolong dan membantu orang lain.
e. Akrab
Dengan adanya saling memberi perhatian dan menikmati kebersamaan serta memiliki
rasa persahabatan. Dengan komunikasi dengan anggota keluarga
f. Adil
Memperlakukan orang dengan sikap tidak memihak. Membagi tugas kepada anak
secara merata.
g. Pengorbanan
Kerelaan untuk memberikan sebagian haknya untuk membantu orang lain. Misal
balita sedang main dengan temannya, kemudian temannya menangis ingin meminjam
mainan yang dipegang, orang tua dapat memberikan pengertian kepada anaknya untuk
meminjamkannya.
h. Tanggung jawab
Mengetahui dan melakuakn apa yang menjadi tugasnya, misal seorang siswa tugasnya
belajar.

Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi perlindungan:
a. Aman
Suatu perasaan yang terbebas dari ketakutan dan kekhawatiran. Jika anak salah jangan
membentak dengan kata kata kasar.
b. Tanggap
Mengetahui dan menyadari sesuatu yg akan membahayakan. Misal melihat anak
mukanya cemberut, sebagai orang tua harus tanggap dan menyelesaikan masalahnya.
c. Pemaaf
Menunjukan kesalaahan seseorang dan memberi kesempatan memperbaikinya.
d. Tabah
Mampu menahan diri ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan. Dengan
memberikan semangat kepada anak.

Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi reproduksi :
a. Pengenalan jenis kelamin
Dengan cara saat memandikan anak sebutkan bahwa dia laki-laki atau perempuan.
Menerangkan kepada anak bahwa tubuhnya sangat berharga sehingga tidak boleh
sembarang orang menyentuhnya. Tidak bboleh memainkan alat kelamin.
b. Sehat
Contohnya dengan memberi contoh membersihkan lingkungan, rumah atau
kebersihan diri seperti mandi, cuci tangan.
Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi sosialisasi dan pendidikan :
a. Percaya diri
Orangtua harusnya mendorong anak untuk tampil percaya diri.
b. Kreatif
Dengan memberikan mereka kertas dan pensil untuk menggambar apa saja.

c. Tanggung jawab
Dengan membiarkan mereka bermain dengan mainnannya tapi ajak mereka setelah
selesai bermain, mainan di taruh ditempatnya lagi
d. Luwes
Misal anak minder atau malu bermain denga temannya orang tua bisa membimbing
supaya mau bermain bersama.
e. Bangga
Misal anak berhasil menggambar atau menulis sesuatu dan menunjukkannya dengan
bangga, maka orang tua ikut bangga dan memujinya dan menyarankan untuk menulis
yang lain.
f. Rajin
Anak dibiasakan untuk bangun pagi tepat waktu, belajar.
g. Kerjasama
Melakukan tugas bersama teman bisa dilihat bisa atau tidak
Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi ekonomi :
a. Hemat
Dapat dengan cara memberikan mereka celengan, kemudian diajari untuk
menyisihkan uang jajan mereka.
b. Peduli
Misal memberikan uang mereka sebagian ketika melihat ada orang yang meminta-
minta
c. Teliti
Misal anak membongkar mainan dapatkah mereka menyusunnya kembali.
d. Ulet
Dengan dalam TK untuk menyusun balok atau mainan, sebagai orang tua harus
menyamangatinya, bila menara roboh terus beri dorongan.
Untuk nilai-nilai karakter yang mengacu pada fungsi Pelestarian lingkungan :
a. Bersih
Membiasakan agar anak mandi teratur.
b. Disiplin
Menyimpan mainan pada tempatnya.

Related Interests