SKENARIO 2

PROMOSI JABATAN

Disusun oleh:
KELOMPOK A-1
KETUA

: ABI RAFDI ZHAFARI

SEKRETARIS: ABIYYA FARAH PUTRI
ANGGOTA

: ABDUL RAHMAN

(1102013002)
(1102013003)
(1102013001)

ADELIA PUTRI SABRINA

(1102013005)

ADELINA ANNISA PERMATA

(1102013006)

ADINDA AMALIA SHOLEHA

(1102013007)

ADITYA NUGRAHA ARTAR

(1102013008)

UNIVERSITAS YARSI
Jl. Let. Jend. Suprapto. Cempaka Putih, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. Indonesia. 10510.
Telepon: +62 21 4206675.

Skenario :
Ibu Ani, 38 tahun dipromosikan sebagai menejer cabang dari kantor pusat sebuah perusahaan
multinasional. Perusahaan mewajibkannya untuk mengikuti General Medical Check Up. Dari
hasil pemeriksaan diketahui, secara umum kesehatan ibu Siti baik kecuali nilai profil lipid darah
yang berada diatas normal. Dokter menyarankan agar Ibu Siti rajin berolah raga secara teratur,
mengatur pola makan dan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyibah

A.

Brainstroming / Activasi Prior Knowledge :

1.
2.
3.

Mengapa disarankan melakukan General Medical Check Up?
Mengapa terjadi Kenaikan Lipid dalam darah
Apa hubungan kenaikan lipid dengan olahraga teratur?

B.

Jawaban:

1.
2.
3.

Untuk mendeteksi kelainan/ penyakit lebih dini
Adanya penumpukan lemak di pembuluh darah
Karena olahraga dapat membakar lemak jahat

C.

Hipotesa

Olahraga dan pola makan yang tidak teratur menyebabkan metabolisme lipid
terganggu sehingga menyebabkan penumpukan lipid dan penyempitan pembuluh darah yang
akan menimbulkan penyakit.
D.

Learning Objective / Sasaran belajar :

1. Memahami dan Menjelaskan tentang Lipid Darah
1.1 Definisi Lipid
1.2 Fungsi Lipid
1.3 Kadar lipid darah normal dan abnormal
1.4 Metabolisme lipid darah
1.5 Kelainan yang ditimbulkan lipid
1.6 Hubungan olahraga dan mengatur pola makanan dalam lipid darah
2. Memahami dan Menjelaskan General Medical Check Up
2.1 Definisi General Medical Check Up
2.2 Tujuan dari General Medical Check Up
2.3 Prosedur General Medical Check Up
2.4 Keuntungan dan kerugian General Medical Check Up
3. Memahami dan Mengkonsumsi Makanan yang Halal dan Thoyibah

LI.1 Memahami dan Menjelaskan tentang Lipid dalam Darah
1.1 Definisi Lipid
- Kamus Kedokteran Dorland Edisi 28
Tiap kelompok heterogen lemak dan substansi serupa lemak, termasuk asam lemak,
lemak netral, lilin, dan steroid, yang tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut
nonpolar.
- Buku Biokimia Harper
Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid, dan
senyawa terkait yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya
- Atlas berwarna & teks Biokimia 2001
Lipid adalah suatu kelompok besar substansi biologik yang dapat larut dengan baik dalam
zat pelarut organik seperti metanol, aseton, kloroform dan benzena/benzol.
1.2 Fungsi Lipid
 Sumber Energi
Merupakan sumber energi yang besar di dalam tubuh, dan menghasilkan 9 kkal pada
setiap gramnya, dan jumlah ini jauh lebih besar dari pada energi yang dihasilkan protein
dan karbohidrat yaitu hanya sebesar 4 kkal untuk setiap gramnya.
 Sumber Asam Lemak Esensial
Beberapa jenis asam lemak yang sangat penting bagi tubuh tetapi tubuh tidak dapat
memproduksinya sendiri, yaitu asam lemak esensial, karena itu kita perlu mengonsumsi
lemak yang cukup untuk memperoleh jenis asam lemak ini.
 Alat Angkut Vitamin Larut Lemak
Vitamin larut lemak seperti Vit. A, D, E, dan K tidak akan dapat manfaatnya oleh
tubuh tanpa bantuan lemak, karena lemaklah yang membantu proses transportasi dan
absopsi nya.
 Menghemat Protein
Protein sendiri memiliki fungsi penting lainnny sebagai zat pengatur dan membantu
tubuh meningkatkan fungsi imunitasnya, dengan bantuan lemak protein melakukan
fungsi utamanya sebagai zat pengatur tanpa harus terbuang percuma memenuhi
kebutuhan energi yang besar.
 Memberi rasa kenyang
Mampu memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan
lambung sehingga memberikan efek kenyang lebih lama.
 Sebagai Pelumas
Untuk pengeluaran sisa percernaan, lemak memiliki fungsi sebagai pelumas untuk
membantu pengeluarannya

 Memelihara Suhu Tubuh
Sebanyak 50% lemak terdistribusi di bawah lapisan kulit, hal inilah yang membuat
tubuh tetap hangat meskipun kondisi di luar tubuh sedang dalam cuaca dingin, dengan
demikian tubuh tidak kehilangan panas tubuh secara cepat.
 Pelindung organ
Dengan 45% lemak pada rongga perut, membuat organ-organ yang berada didalam
rongga perut akan terselubungi oleh lemak, sehingga lemak dapat melindungi organ
tersebut dari benturan dan bahaya lain dari luar tubuh.
1.3 Kadar lipid darah yang normal dan abnormal

Profil Lipid
Ukuran

Satuan

Nilai Rujukan

Kolesterol total

mg/dL

150 – 200

HDL

mg/dL

45 – 65 (P)
35 – 55 (L)

Trigliserid

mg/dL

120 – 190

Uji kolesterol atau disebut juga panel lipid atau profil lipid, mengukur kadar lemak (lipid)
dalam darah. Pemeriksaan ini memerlukan persiapan puasa mulai 12 jam sebelumnya
(tidak makan atau minum, kecuali air putih). Setelah serangan jantung, pembedahan,
infeksi, cedera atau kecelakaan, sebaiknya menunggu sedikitnya 2 bulan agar hasilnya
lebih akurat.
Kolesterol Total. Ini adalah jumlah total kandungan kolesterol darah anda. Kolesterol
diproduksi oleh tubuh sendiri dan juga datang dari asupan makanan yang kita konsumsi
(produk hewani). Kolesterol dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kesehatan sel-sel
tetapi level yang terlalu tinggi akan meningkatkan risiko sakit jantung. Idealnya total
kolesterol harus <200 mg/dL atau <5.2 mmol/L. Kedua ukuran tersebut setara, hanya
dinyatakan dalam satuan yang berbeda. Di Indonesia umumnya menggunakan satuan
mg/dL. Faktor genetik juga berperan sebagai penentu kadar kolesterol, selain dari
makanan yang dimakan.
Low-density lipoprotein (LDL) alias si kolesterol “jahat”. Terlalu banyak LDL dalam
darah menyebabkan akumulasi endapan lemak (plak) dalam arteri (proses aterosklerosis),
sehingga aliran darah menyempit. Plak ini kadang-kadang bisa pecah dan menimbulkan
masalah besar untuk jantung dan pembuluh darah. LDL ini adalah target utama dari
berbagai obat penurun kolesterol.

Target yang ingin kita capai :
1. <70 mg/dL untuk individu yang sudah memiliki penyakit kardiovaskular atau pasien
yang berisiko sangat tinggi untuk terkena (misalnya : sindrom metabolik)
2. 100 mg/dL untuk pasien risiko tinggi (misalnya : pasien dengan beberapa faktor
risiko sekaligus)
3. <130 mg/dL untuk individu yang berisiko rendah terkena PJK
High-density lipoprotein (HDL) seringkali disebut kolesterol “baik” karena membantu
membawa pergi LDL dari aliran darah untuk disimpan sebagai cadangan di dalam sel,
menjaga pembuluh darah tetap terbuka dan lancar. Idealnya level HDL harus diatas 40
mg/dL. Umumnya wanita memiliki level yang lebih tinggi daripada pria. Olahraga dapat
membantu meningkatkan kadar HDL.
Trigliserida (TG). Trigliserida adalah tipe lemak lain dalam darah.Level TG yang tinggi
umumnya menunjukkan bahwa anda makan lebih banyak kalori daripada kalori yang
dibakar untuk aktivitas, karena itu level TG biasanya tinggi pada pasien yang gemuk atau
pasien diabetes. Makanan tinggi karbohidrat (gula sederhana) atau alkohol dapat
menaikkan TG secara bermakna. Idealnya level trigliserida haruslah <150 mg/dL (1.7
mmol/L). American Heart Association (AHA) merekomendasikan bahwa level TG untuk
kesehatan jantung “optimal” adalah 100 mg/dL (1.1 mmol/L)

1.4 Metabolisme Lipid dalam Darah

Adapun metabolisme lemak di dalam tubuh. Di dalam sel-sel hati dan jaringan
adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Selanjutnya
asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida.
Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-waktu jika kita
membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol,
untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses
pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut
ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam
lemak bebas (free fatty acid/FFA).
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak
dan gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak
mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida
sebagai cadangan energi jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi
dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika
harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini
dinamakan lipolisis.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil
KoA. Asetil-KoA yang dibentuk oleh oksidasi- β dapat mengalami beberapa proses :
 Seperti asetil-KoA yang berasal dari glikolisis, dan senyawa ini dioksidasi menjadi
CO2+H2O melalui siklus asam sitrat.
 Menjadi prekursor untuk membentuk kolestrol dan steroid lain.
 Di hati, senyawa ini digunakan untuk membentuk badan keton (asetoasetat dan 3hidroksibutirat) yang merupakan bahan bakar penting pada keadaan puasa lama
Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan
protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga
dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat
mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai
trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami
kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis
membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi
menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini
dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan
asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan
kematian.

Ketogenesis diatur 3 tahap penting :
1) Ketosis tidak terjadi in vivo.kecuali jika terjadi peningkatan kadar asam lemak dalam
darah yang berasal dari lipolisis triasilgliserol di jaringan adiposa. Asam lemak adalah
prekursor badan keton di hati.Hati, baik dalam keadaan kenyang ataupun puasa
mengekstraksi 30% asam lemak bebas yang melewatinya sehingga pada konsentrasi
tinggi , aliran asam lemak yang melewati hati cukup banyak. Karena itu factor-faktor

yang mengatur mobilisasi asam lemak dari jaringan adiposa penting untuk mengontrol
ketogenesis.
2) Setelah diserap oleh hati,asam lemak mengalami oksidasi- β menjadi CO 2 atau badan
keton Menjadi triasilgliserol dan fosfolipid. Masuknya asam lemak ke dalam jalur
oksidatif Di atur oleh karnitin palmitoiltransferase-I (CPT-I), dan asam lemak lainnya
yang Terserap di esterifikasi. Dalam keadaan kenyang, aktivitas CPT-I rendah sehingga
Oksidasi asam lemak berkurang. Pada keadaan puasa, aktivitas enzim ini meningkat
sehingga oksidasi asam lemak juga meningkat. Melonil – KoA, zat antara awal pada
biosintesis asam lemak yang dibentuk oleh asetil-KoA karboksilase dalam keadaan
kenyang adalah inhibitor poten bagi CPT-I. Pada keadaan-keadaan in, asam lemak bebas
masuk ke sel hati dalam konsentrasi rendah dan hampir semua teresterifikasi menjadi
asil-gliserol dan diangkul keluar hati dalam bentuk lipoprotein berdensitas (berberat
jenis) sangat rendah (VLDL). Namun, seiring dengan meningkatnya konsentrasi asam
lemak bebas pada keadaan lapar, asetil-KoA karboksilase dihambat secara langsung oleh
asil-KoA, dan [malonil-KoA] menurun, yang membebaskan inhibis iterhadap CPT-I dan
memungkinkan lebih banyak asil-KoA yang mengalami oksidasi-β.
3) Pada gilirannya, asetil-KoA yang dibentuk dalam oksidasi- β dioksidasi dalam siklus
asam sitrat, atau memasuki jalur ketogenesis untuk membentuk badan keton.
Terdapat 4 jalur transpor lipid :
1.Asam lemak dari jaringan adipose ke jaringan lain dengan albumin.
2. Lipid dari makanan dari usus ke jaringan lain (kilomikron)
3. Lipid yang disintesis dalam tubuh( endogen) dari hati ke jaringan lain (VLDL, LDL)
4. Reserse transfortkolestrol dari jaringan ekstrahepatik ke hati untuk dieksresi melalui
empedu(HDL)
Lipid yang disintesis dalam tubuh adalah endogen, endogen transporter yg
berperan adalah VLDL (very low dencity lipoprotein). VLDL ini terdiri dari trigliserida
yg disintesis dihepar, dan diambil dari sirkulasi darah. Dan bergabung sama VLDL yang
juga bawa apolipoprotein B-100, C-I, C-II, dan C-III. VLDL dibentuk dihati, mengangkut
TAG dan kolestrol hasil sintesis di hati ke jaringan lain ( otot, dan adipose). Komponen
utama TAG terutama disintesis dari karbohidrat dalam makanan, juga dari asupan lemak
yang berlebihan,selanjutnya TAG dikemas sebagai VLDL bersama dengan kolestrol,
fosfolipid, dan protein ke sirkulasi
Klasifikasi lipoprotein :
1. Kilomikron Membawa triasilgliserol dari usus ke jaringan lain kecuali ginjal
2. LDL Membawa kolesterol ke jaringan peripheral
3. VLDL Mengikat triasilgliserol di liver dan mengantarkannya ke jaringan lemak
4. HDL Terikat ke plasma kolesterol. Membawa kolesterol ke liver
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air, maka
diangkut oleh miselus (dalam jumlah besar : emulisi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel
usus(enterosit). Di dalam sel ini asam lemak, dan monogliserida dibentuk menjadi
trigliserida dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Kilomikron
kemudian ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava,

sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron kemudian ditransportasikan menuju
hati dan jaringan adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron kemudian dipecah menjadi
asam-asam lemak dan gliserol. Kemudian asam-asam lemak dan gliserol tersebut,
dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida, yang prosesnya disebut esterifikasi. Jika
tubuh memerlukan energi dari lipid, maka trigliserida akan dipecah menjadi asam lemak
dan gliserol, dan kemudian ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi
energi. proses ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh
albumin ke jaringan yang memerlukan, dan dinamakan asam lemak bebas.
TRANSPORT SENYAWA LIPID DALAM TUBUH
1. Transport lipid pada darah
Ada 4 macam lipoprotein yang digunakan pada transport lipid di darah yaitu:
 Kilomikron, kolomikron disintesis dari usus melalui penyerapan TAGb.
 Very low density lipoproteins (VLDL) merupakan sintesisi dari liver untuk mengedarkan
TAGc.
 Low density lipoproteins (LDL) sebagai acuan katabolisme tahap akhirdari vldld.
 High density lipoproteins (HDL) teribat dalam metabolisme vlsl sankilomikron serta
transport kolesterol.
Lipid adalah zat yang tidak larut dalam air dia dipecah denganmenggabungkan lipid
non polar berupa TAG dan kolesterol ester denganlipid antipatik fosfolipid dan kolesterol
serta protein untuk menjadilipoprotein yang larut dalam air.
2. Transport lipoprotein
Makanan akan masuk pada usus halus kemudian monoasilgliserol danasam lemak yang
ada pada makanan akan diserap oleh usus danditransportasikan sebagai kilomikron pada
sistem limfatik menuju darah.LDL akan mentransfer kolesterol dari liver ke jaringan. VLDL
memindahkantriasilgliserol dari liver ke jaringan. HDL membawa kolesterol dari
jaringankembali ke liver.
DEGRADASI LIPID
Oksidasi asam
Oksidasi asam lemak:

lemak,

pencernaan,

penyerapan

dan

transport

lemak

Pengaktifan asam lemak oleh enzim asil-Skoa sintase. Dijumpai padamitokondria. Enzim
asil-Skoa sintase yang memerlukan ATP sebagai sumberenergi utama yang diperlukan Reaksi
ini selain Koo ASH memerlukan juga ATPsebagai sumber energi. Energi diperoleh dari hasil
pemecahan ATP menjadiAMP +PPI. Yang akan menghasilkan Asil-Skoa( asil aktif).

Asam lemak merupakan bentuk simpanan energi metabolik yang paling efisien.
TAG terdiri dari 3 asam lemak dan gliserol.TAG didegradasi oleh enzim lipase di dalam
usus halus menjadi asam lemak dan gliserol. Asam kemak melewati dinding usus halus,
dan TAG kembali disintesis dan ditransport didalam darah oleh chylomicrons.
Chylomicrons terikat pada sel lemak (adipose) dan TAG didegradasi lagi menjadi asam
lemak dan gliserol.
Asam lemak masuk sel adiposa kemudian disintesis kembali mjd TAG dan
disimpan. TAG di dalam adiposa didegradasi menjadi asam lemak sebagai respon
terhadap sinyal hormon. Asam lemak bergabung dengan Co A terlebih dahulu sebelum
didegradasi. Degradasi asam lemak menjadi asetil Co A terjadi dalam matriks
mitokondria. Karnitine membawa asam lemak rantai panjang ke dalam mitokondria
untuk didegradasi 4 urutan reaksi degradasi asam lemak adalah : oxidation, hydration,
oxidation, thiolysis.
JALUR PENGANGKUTAN LEMAK DALAM DARAH
Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen dan jalur endogen.
1. Jalur eksogen
Trigliserida & kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus dikemas dalam
bentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan
membawanya ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserid dalam kilomikron tadi
mengalami penguraian oleh enzim lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam lemak
bebas dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas akan menembus jaringan lemak atau
sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali sebagai cadangan energi. Sedangkan
kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol
bebas.
Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang
akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu proses
penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan melalui
saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ hati akan
mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur endogen. Pada
akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil), dibuang dari aliran
darah oleh hati.Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati dengan bantuan enzim yang
disebut HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian dikirimkan ke dalam aliran darah.

2. Jalur endogen
Pembentukan trigliserida dalam hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari
mengandung karbohidrat yang berlebihan.Hati mengubah karbohidrat menjadi asam
lemak, kemudian membentuk trigliserida, trigliserida ini dibawa melalui aliran darah
dalam bentuk Very Low Density Lipoprotein (VLDL). VLDL kemudian akan
dimetabolisme oleh enzim lipoprotein lipase menjadi IDL (Intermediate Density
Lipoprotein). Kemudian IDL melalui serangkaian proses akan berubah menjadi LDL
(Low Density Lipoprotein) yang kaya akan kolesterol. Kira-kira ¾ dari kolesterol total
dalam plasma normal manusia mengandung partikel LDL. LDL ini bertugas
menghantarkan kolesterol ke dalam tubuh.
Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke dalam darah, dimana
pertama-tama akan berikatan dengan HDL (High Density Lipoprotein). HDL bertugas
membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh. Itulah sebab munculnya istilah LDLKolesterol disebut lemak “jahat” dan HDL-Kolesterol disebut lemak “baik”. Sehingga
rasio keduanya harus seimbang. Kilomikron membawa lemak dari usus (berasal dari
makanan) dan mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. VLDL membawa lemak dari hati dan
mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. LDL yang berasal dari pemecahan IDL
(sebelumnya berbentuk VLDL) merupakan pengirim kolesterol yang utama ke sel-sel
tubuh. HDL membawa kelebihan kolesterol dari dalam sel untuk dibuang.
1.5 Kelainan yang ditimbulkan lipid
1.Dislipidemia pada diabetes militus
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan
maupunpenurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah
kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida serta penurunan kadar
kolesterol HDL
2. Aterosklerosis
Penyakit vaskuler yang ditandai dengan timbulnya ateroma, yaitu suatu dungkulpada
dinding arteri. Timbulnya ateroma ini menimbulkan penyempitan lumen arteri, dan
apabila dungkul tersebut lepas, akan menimbulkan emboli yang selanjutnya
mengakibatkan penyumbatan lumen. Gangguan aliran darah ini dapat menimbulkan
iskemia dan kematian jaringan di daerah aliran arteri, khususnya pada organ-organ yang
miskin kolateral seperti jantung dan otak. Faktor yang memicu timbulnya aterosklerosis
adalah hiperkolesterolemia yang menyebabkan peningkatan kadar LDL.

3.Hiperlipidemia :
Suatu kondisi kadar lipid darah yang melebihi kadar normalnya. Hiperlipidemia
disebut juga peningkatan lemak dalam darah dan karena sering disertai peningkatan
beberapa fraksi lipoprotein, disebut juga hiperlipoproteinemia. Hiperlipidemik dapat
berupa hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia (Kumalasari, 2005).
4. Obesitas :
Obesitas merupakan kondisi ketidaknormalan atau kelebihan akumulasi lemak pada
jaringan adiposa. Obesitas tidak hanya berupa kondisi dengan jumlah simpanan kelebihan
lemak, namun juga distribusi lemak di seluruh tubuh.Distribusi lemak dapat
meningkatkan risiko yang berhubungan dengan berbagaimacam penyakit degeneratif
(WHO 2000).
5. Hiperkolesterolemia:
Kelebihan kadar kolesterol dalam darah akan disimpan di dalam lapisan dinding
pembuluh darah arteri, yang disebut sebagai plak atau ateroma (sumber utama plak
berasal dari LDL-Kolesterol. Sedangkan HDL membawa kembali kelebihan kolesterol ke
dalam hati, sehingga mengurangi penumpukan kolesterol di dalam dinding pembuluh
darah).

1.6 Hubungan olah raga dengan lipid
Jumlah lemak total yang diperlukan tubuh maksimum 150 mg/dl, kandungan
lemak baik (HDL) optimum 45 mg/dl dan kandungan lemak jahat (LDL) maksimum 130
mg/dl. Lemak baik masih diperlukan tubuh, sedang lemak jahat justru merusak organ
tubuh.Makan berlebihan dapat menyebabkan kegemukan (obesitas). Kegemukan lebih
cepat terjadi dengan pola hidup pasif (kurang gerak dan olahraga). Jika makanan yang
dimakan banyak mengandung lemak jahat (seperti kolesterol), dapat menyebabkan
penimbunan lemak di sepanjang pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini
menyebabkan aliran darah menjadi kurang lancar. Pada orang yang memiliki kelebihan
lemak (hyperlipidemia), dapat menyebabkan penyumbatan darah sehingga mengganggu
suplai oksigen dan zat makanan ke organ tubuh.
Tidak bisa dipungkiri bahwa olahraga adalah kegiatan yang menyehatkan dan
melindungi Anda dari berbagai macam penyakit. Bagi mereka yang memiliki kolesterol
tinggi, olahraga dan diet menjadi kunci utama penurunan kolesterol agar tidak
berpengaruh pada fungsi jantung. Banyak literatur yang menyebutkan bahwa olahraga
aerobik seperti berlari, berenang, dan bersepeda misalnya adalah olahraga yang paling
berkhasiat dalam rangka penurunan kolesterol. Selain itu, olahraga seperti bersepeda,
berenang, dan berlari merangsang produksi enzim tertentu untuk memindahkan LDL
kolesterol dari darah ke hati, tempat dimana LDL akan diproses untuk dibuang keluar
tubuh.

LI.2 Memahami dan menjelaskan tetang General Medical Check Up
2.1 Definisi General Medical Check Up
GMC (General Medical Check Up) merupakan pemeriksaan minimal lengkap,
yang harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit. General
medical Check Up salah satu cara kita menjaga kesehatan diri dan merupakan salah satu
investasi dalam hal kesehatan. Dengan melakukan Medical Check Up dapat di ketahui
hasil berbagai fungsi organ tubuh kita misalnya fungsi hati, fungsi ginjal, dsb. Dengan
mengetahui fungsi masing-masing organ tubuh, kita dapat mengambil langkah
pencegahan ke keadaan yang lebih buruk lagi atau bahkan dapat mengambil langkah dini
untuk memutus proses pada penyakt tertentu
Beberapa kelainan atau penyakit yang bisa dideteksi secara langsung maupun
tidak langsung dengan melakukan GMC, yakni:
- Penyakit yang dapat langsung dideteksi dengan GMC adalah hipertensi, diabetes
mellitus, kelainan lemak darah, penyakit darah (anemia, kanker darah), penyakit hati
(hepatitis, sirosis, kanker hati), penyakit ginjal (infeksi, kebocoran ginjal, gagal ginjal),
penyakit reumatik, asam urat, penyakit paru, dan penyakit jantung koroner.
- Sementara untuk penyakit yang tidak langsung terdeteksi, maka GMC merupakan
langkah awal menuju ke arah kepastian diagnosis dari penyakit yang diduga.
2.2 Tujuan General Medical Check Up
untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum
menunjukkan gejala, terutama penyakit-penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal,
penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain mendeteksi dini penyakit, medical checkup
juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum.






Selain itu :
Mengetahui penyakit sedini mungkin.
Mengatasi secepat mungkin
Mencegah agar penyakit yang telah dideteksi secara dini tidak berlanjut.
Memperpanjang usia produktif
Meningkatkan kualitas hidup
Memperpanjang usia harapan hidup
Menghemat biaya pengobatan

2.3 Prosedur dari General Medical Check Up
Prosedurnya dapat meliputi beberapa langkah berikut:
 Wawancara Riwayat Kesehatan
Dokter akan menanyakan kondisi umum, penyakit dan operasi yang pernah Anda
jalani atau obat-obatan yang diambil. Dia juga menanyai gaya hidup Anda, seperti apakah
Anda merokok, pola makan Anda, apakah Anda teratur berolahraga dan lainnya. Dia juga
akan menanyakan apakah ada penyakit tertentu yang menurun di keluarga Anda, seperti
diabetes melitus, serangan jantung atau kanker.
 Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik secara menyeluruh dan diagnosis lebih lanjut untuk menentukan
kesehatan umum, misalnya: pengukuran tekanan darah, detak jantung, denyut
nadi,pemeriksaan pernapasan, kulit, abdomen, leher, kelenjar getah bening dan refleks
saraf. Dengan cara ini dokter dapat menemukan, misalnya, bila ada tanda-tanda penyakit
paru obstruktif kronik (PPOK) dan hipertensi. Dokter juga perlu mengukur tinggi dan
berat badan untuk menghitung indeks massa tubuh. Indeks masa tubuh di atas normal
meningkatkan risiko berbagai penyakit.
 Pemeriksaan Pendukung
Dokter akan merujuk Anda untuk mendapatkan tes darah dan tes urin rutin di
laboratorium. Pemeriksaan darah dan urin terutama untuk mengidentifikasi kemungkinan
gangguan metabolik (misalnya diabetes melitus) atau penyakit ginjal. Untuk tujuan ini,
dokter perlu mengetahui tingkat glukosa darah dan lipid darah (misalnya trigliserida dan
kolesterol). Untuk mengukur tingkat kebugaran dan kesehatan jantung Anda, dokter bisa
meminta Anda mengikuti pemeriksaan dengan threadmill.
 Wawancara Akhir
Dalam wawancara akhir, dokter membahas hasil-hasil medical check up dengan Anda
dan langkah-langkah berikutnya. Dia akan menyusun profil risiko Anda untuk penyakit
kardiovaskular dan penyakit lainnya dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan
tingkat kesehatan dan kebugaran Anda. Pemeriksaan lebih lanjut (mungkin oleh dokter
rujukan), misalnya pemeriksaan EKG untuk penyakit jantung, hanya perlu dilakukan jika
ada kecurigaan penyakit. Bila tingkat kesehatan Anda secara umum baik, medical check
up berikutnya bisa Anda lakukan dua tahun kemudian.

Puasa, Tata Cara Puasa
1. Puasa dilakukan selama 12 – 14 jam sebelum pemeriksaan laboratorium.
2. Selama puasa, Anda tidak diperkenankan makan dan minum kecuali air putih tanpa gula.
3. Anda diperkenankan atau bahkan dianjurkan minum air putih tanpa gula seperti biasa
terutama bila Anda akan melakukan pemeriksaan urine ( air kencing ) dengan catatan
minuman lain seperti teh dan kopi, meskipun tanpa gula, tetap tidak diperkenankan.
4. Hindari merokok dan makan permen karet karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.
5. Jangan berpuasa lebih dari 14 jam.
6. Jangan berolah raga atau melakukan aktivitas fisik yang berat sejak 12 jam sebelum
pengambilan darah.
7. Bagi penderita Diabetes Melitus, minum obat atau suntik insulin sesuai dengan petunjuk
dokter. Informasikan hal ini kepada petugas laboratorium.
8. Persiapan Pemeriksaan Laboratorium
9. Datanglah ke laboratorium pada waktu yang telah ditentukan dalam keadaan puasa seperti
puasa ketentuan diatas.
10. Petugas laboratorium akan mengambil darah dari vena lengan Anda dan meminta Anda
menampung urinedalam wadah yang disediakan

2.4 Keuntungan dan Kerugian General Medical Check Up
Keuntungan melakukan General Medical Check Up
1. Bila hasilnya normal : hati senang, pikiran tenang, tubuh semakin bugar dan
produktivitas meningkat.
2. Bila ada kelainan : diagnosis dapat di pastikan, pengobatan dapat dilakukan dengan
cepat dan tepat segera di atasi
Kerugian bila tidak melakukan Medical Check Up adalah Kelainan yang ada tidak dapat
di ketahui secara dini,Saat muncul keluhan, penyakit telah mencapai tahap lanjut,
pengobatan sulit dan perlu biaya tinggi

LI.3 Memahami dan menjelaskan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyibah dalam
pandangan islam
Halal adalah satu kata nama bahasa Arab di mana kata kerjanya ialah halla, yahillu,
hillan yang membawa arti membebaskan, melepaskan, memecahkan, membubarkan dan
membolehkan. Sedangkan oyyib (atau toyyibah; toyyibat atau tuuba sebagai jamak) dari segi
makna adalah sesuatu yang baik atau elok atau yang berlawanan dengan yang buruk. Jadi apabila
disebut "halalan toyyiban" ia berarti sesuatu yang halal yang bersifat baik atau elok.
Mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban sangat erat kaitannya dengan masalah iman dan
takwa.
Keterikatan ini telah Allah SWT tegaskan dalam:
A. Al Baqarah ayat 168

Artinya :

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di
bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena
sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

B. Al Maidah ayat 88

Artinya :

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan
kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

C. Abasa’ ayat 24

Artinya :

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

D. Al Maidah ayat 3

Artinya :

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)
yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh,
yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan
(diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan
anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa
untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka
dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu
agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai
Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa
sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.

Penggalan ayat-ayat ini memerintahkan orang-orang beriman untuk
mengkonsumsi makanan yang halalan thayyiban yang telah Allah sediakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dan juga mengingatkan agar orang-orang beriman
berhati-hati dan waspada dalam memilih makanan yang hendak dikonsumsinya, dan
selalu berupaya meraih karunia Allah SWT pada saat mengkonsumsinya.

DAFTAR PUSTAKA

Dorland. 2010. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 28. Jakarta:EGC
L. A. Smaolin & M. B. Grosvenor.1997. Nutrition: Science and Applications, 2nd edition,
Saunders College Publishing
Koolman, Jan and Klaus-Heinrich Rohm. 2001. Atlas Berwarna & teks Biokimia.
Jakarta : penerbit hipokrates
Murray, R.K. et al. 2002. Biokimia Harper. Edisi 25. Jakarta:EGC
http://rludifkunjani.wordpress.com/2010/11/20/peran-general-medical-check-up-dalamupaya-deteksi-penyakit-masa-kini/
http://www.konsultankolesterol.com/fungsi-lemak/
http://infolaboratoriumkesehatan.wordpress.com/tag/profil-lipid-kadar-lemak-darah/
http://www.deherba.com/olahraga-terbaik-menurunkan-kolesterol.html#ixzz2np82T7gq
http://spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=120
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21914/4/Chapter%20II.pdf
http://eljohnsunclinic.com/kategori/topik-kesehatan/pentingnya-medical-checkup-untukkesehatan-kita-oleh-drsak-liung.html
http://wahyudikuncoro.blogspot.com/2010/06/persiapan-sebelum-medical-check-up.html
http://niannifarm.wordpress.com/2011/12/18/hiperlipidemia/