TUGAS MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI

SISTEM INTEGUMEN









M. Diha Rofi’ud Darojat
20100660072

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2014






BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang
disebut sebagai sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang
paling luas.Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku,
rambut, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk
stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).
Kulit merupakan sistem organ yang luar biasa melindungi struktur internal
tubuh dari kerusakan, mencegah dehidrasi, lemak dan menghasilkan vitamin dan
hormon. Hal ini juga membantu untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh
dengan membantu dalam pengaturan suhu tubuh dan keseimbangan air serta juga
membantu untuk memberikan perlindungan dari radiasi ultraviolet yang
berbahaya. Kulit adalah organ sensorik dalam hal ini memiliki reseptor untuk
mendeteksi panas dan dingin, sentuhan, tekanan dan nyeri. Komponen pelengkap
kulit termasuk rambut, kuku, kelenjar keringat dan kelenjar minyak.
Untuk itu dalam makalah ini, penulis akan membahas tentang pelengkap kulit
dan fungsi kulit.
2. Rumusan masalah
ü Apa saja pelengkap kulit dan fungsi kulit ?

3. Tujuan Penulisan
ü Untuk mengetahui pelengkap kulit dan fungsi kulit.
ü Untuk memenuhi tugas Anatomi Fisiologi tentang system integument.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pelengkap Kulit

2.1.1 Rambut
Rambut adalah Berupa benang keratin elastis yang berkembang dari
epidermis tersebar di seluruh tubuh kecuali telapak kaki dan telapak tangan,
permukaan dorsal falang distal, sekitar lubang dubur, dan urogenital. Rambut ada
pada seluruh bagian tubuh, tetapi sebagian besar berupa rambut vellus yang kecil
dan tidak berwarna atau samar. Rambut tumbuh dari folikel rambut di dalam
epidermis, folikel rambut dibatasi oleh sel epidermis dan di atas dasarnya terdapat
papil tempat rambut awal tumbuh. Akar berada di dalam folikel pada ujung paling
dalam dan bagian sebelah luar disebut batang rambut, pada folikel rambut terdapat
otot polos kecil sebagai penegak rambut.
Pada ujung bawah folikel menggembung membentuk bulbus rambut,
beberapa kelenjar sebasea, dan seberkas otot polos (erektor pili). Kontraksi otot
ini menyebabkan tegaknya rambut sebab rambut terpancang miring berbentuk
sudut tumpul.
Ada berbagai bentuk rambut antara lain:
ü Rambut panjang di kepala, pubis, dan jenngot.
ü Rambut pendek di lubang hidung, liang telinga dan alis.
ü Rambut bulu lanugo di seluruh tubuh.
ü Rambut seksual di pubis dan aksila.

1. Struktur rambut
a. medula: merupakan bagian tengah rambut yang longgar terdiri atas 2-3 lapis
sel kubis mengerut sama lain dipisahkan oleh ruang berisi udara dan bulu halus
pendek jenis bulu roma. Sebagai rambut kepala dan rambut pirang tidak
mempunyai medula, sel-selnya sering mengandung pigmen, keratin sel-sel medula
termasuk keratin lunak.
b.Korteks: merupakan bagian utama rambut yang terdiri atas beberapa lapis sel
gepeng dan panjang berbentuk gelondong membentuk keratin keras. Fibril keratin
tersusun sejajar, sedangkan granula pigmen terdapat di dalam dan diantara sel-
selnya. Rambut hitam mengandung pigmen teroksidasi udara yang terkumpul di
dalam ruang antara sel korteks dan mengubah warna rambut.
c. Kutikula: terdapat pada permukaan selapis sel tipis dan jernih. Kutikula tidak
berinti kecuali yang terdapat pada akar rambut, sel-selnya tersusun seperti genteng
atap dengan ujung menghadap ke atas. Penampang melintang rambut beragam
sesuai dengan ras, rambut lurus bangsa mongol, eskimo, dan indian amerika
tampak bundar pada potongan melintang, rambut berombak pada beberapa bangsa
kaukasia, afrika dan irian penampangnya lonjong.

2. Folikel rambut

Merupakan selubung yang terdiri atas sarung jaringan ikat bagian luar
(sarung akar dermis) yang berasal dari dermis dan sarung akar epitel bagian dalam
berasal dari epidermis. Folikel yang mengembung membentuk bulbus rambut dan
berhubungan dengan papilla tempat persatuan akar rambut dan selubungnya.
Sarung akar asal dermis:
1. Lapisan paling luar: berkas serat kolagen kasar yang memanjang
sesuai dengan lapisan retikulum dermis.
2. Lapisan tengah: lebih tebal sesuai dengan lapisan papila dermis. Lapisan
ini padat sel dan mengandung serat jaringan ikat halus yang tersusun
melingkar.
3. Lapisan dalam: berupa sabuk homogen sempit yang
disebut glassy membran basal di bawah epidermis
Sarung akar asal epidermis : mempunyai lapisan luar yang menyambung
dengan lapis-lapis dalam epidermis yang sesuai dengan lapis-lapis permukaan
yang sudah berkembang. Sarung akar rambut luar mempunyai selapis sel
poligonal yang menyerupai sel-sel stratum spinosum epidermis. Sarung akar
rambut dalam, sarung berzat tanduk membungkus
Akar rambut yang sedang tumbuh dan menghasilkan keratin lunak yang
juga ditemukan pada epidermis. Sarung ini tidak tampak lagi diatas muara
kelenjar sebasea dalam folikel.

3. Susunan rambut
1. Batang rambut: merupakan bagian rambut yang terdapat di luar kulit. Kalau
dibuat potongan, sebuah rambut akan terlihat dari luar ke dalam.
a. Selaput rambut (kutikula): merupakan lapisan yang paling luar, terdiri atas
sel-sel tanduk yang tersusun seperti sisik ikan, dapat diketahui kalau rambut
disasak dengan baik. Rambut yang sering disasak akan meregangkan hubungan
sel-sel selaput rambut sehingga merusak selaput rambut dan cairan mudah masuk
ke dalam rambut.
b. Kulit rambut : korteks rambut merupakan lapisan kulit yang paling tebal
terdiri atas lapisan tanduk berbentuk kumparan tersusun memanjang dan
mengandung butir-butir mielin. Sel tanduk terdiri atas serabut keratin, masing-
masing sel tanduk yang disebut fibril diuraikan menjadi satuan serat yang lebih
halus disebut mikrofibril. Rambut mempunyai sifat daya elastisitas akan
bertambah apabila dibasahkan dan dihangatkan.
c. Sumsum rambut (medula): bagian yang paling dalam dibentuk oleh sel
tanduk, bentuknya seperti anyaman dengan rongga berisi udara. Bagian ini sangat
tipis mengandung medula dan sum-sum rambut ini hanya terdapat pada rambut
yang tebal misalkan pada alis, kumis, dan sebagian rambut kepala.

2. Akar rambut: merupakan bagian rambut yang tertanam miring dalam kulit,
terselubung oleh kandung rambut (folikel rambut). Akar ini tertanam sangat
dalam hingga dapat mencapai lapisan hipodermis.
a. Kandungan rambut: tabung yang menyelubungi akar rambut mulai dari
permukaan kulit sampai pada bagian bawah umbi rambut. Pada selubung ini
terdapat unsur:
· Unsur lapisan dermis. Jaringan ikat yang berasal dari lapian dermis
atau kulit jangat yang membentuk 3 lapisan: lapisan serabut kolagen, lapisan
serabut elastis yang teratur mengandung pembuluh darah dan saraf, dan lapisan
serabut sirkuler yang tersusun selang seling dengan sel yang berbentuk kumparan
dan selaput bening(hialin) yang tidak mempunyai bentuk tertentu.
Unsur lapisan epidermis. Terdapat pada umbi rambut yang terdiri atas
lapisan-lapisan kandung akar luar dan kandung akar dalam. Kandungan akar
dalam tersusun dari luar ke dalam (lapisan hanle) terdiri atas selapis sel kuboid
dengan inti gepeng, terdiri atas 1-2 lapis sel tanduk gepeng yang mengandung inti
dan selaput kutikula. Kandungan akar rambut bentuknya seperti sisik ikan dan
berlapis seperti umbi makin ke atas makin tipis, pada ketinggian muara kelenjar
lapisan ini tidak ada lagi.

b. Papil rambut: bagian bawah folikel rambut berbentu lonjong serti telur yang
ujung bawahnya terbuka berisi jaringan ikat tanpa serabut elastis, ke dalamnya
masuk pembuluh kapiler untuk mensuplay nutrisi ke umbi rambut. Diantara sel-
sel papil terdapat sel-sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang
memberi warna pada kiulit yang disebarkan ke dalam korteks dan medula rambut.

c. Umbi rambut (tunas rambut); adalah bagian akar rambut yang melebar dan
merupakan sel bening yang terus-menerus bertanbah banyak dan berkembangbiak
secara mitosis. Daerah ini subur, kedekatan dengan pembuluh-pembuluh papil
rambut, dan menghasilkan sel-sel baru untuk korteks rambut mengganti sel-sel
yang sudah tua.
Otot penegak rambut: muskulus erektor pili adalah otot penegak rambut yang
terdiri atas otot polos yang terdapat pada kandung rambut dengan perantaraan
serabut elastis. Bila otot ini berkontraksi, rambut akan tegak dan kelenjar akan
mengalami kompresi sehingga isinya di dorong keluar untuk melumas rambut.
Pertumbuhan rambut: terjadi sebagai hasil mitosis sel-sel matriks yang berasal
dari epidermis dan belum berdiferensiasi yang terletak di atas sekitar puncak
papila rambut. Sel-sel pada dasar folikel akan menjadi sarung akar rambut luar.
Sel-sel matriks rambut: merupakan stratum malpigi epidermis yang
akhirnya menjadi sel-sel berzat tanduk. Pada epidermis bahan keratin lunak terjadi
terus-menerus. Rambut mempunyai masa pertumbuhan tertentu, untuk rambut
kepala 0-3 tahun, sedangkan bulu mata 3-4 bulan.
Akar rambut lepas dari matriks dan rambut rontok tertarik keluar
setelah istirahat folikel memasuki masa pertumbuhan dan berhubungan
dengan papil baru selanjutnya rambut-rambut baru tumbuh dari folikel yang
terbentuk tersebut.

4. Fungsi rambut:

o Sebagai pelindung, pada muara lubang telinga/hidung terhadap benda-benda
yang masuk serta melindungi kulit terhadap sinar ultraviolet dan panas.
o Mengatur suhu: pengaturan panas dengan cara bulu badan menyimpan panas.
o Pembuangan keringat dan air: karena permukaan yang lebih luas, rambut akan
membantu penguapan keringat.
o Pengaturan emosi: apabila mengalami ketakutan bulu tengkuk berdiri.
o Sebagai alat perasa: rambut membesar rangsangan sentuhan terhadap kulit.

2.1.2 Kuku
Kuku adalah sel epidermis kulit yang mengalami keratinisasi yang tertanam
dalam palung kuku. Bagian proksimal terletak dalam lipatan kulit yang
merupakan awal kuku tumbuh, badan kuku bagian yang tidak ditutupi kulit
dengan terikat dalam palung kulit dan bagian atas merupakan bagian yang bebas.
Bagian kuku tediri dari:
ü Ujung kuku atas
ü Badan kuku yang merupakn bagian yang besar,
ü Akar kuku (radik)
ü Matriks kuku adalah daerah sel germinal yang merupakan tempat tumbuhnya
akar kuku,
ü Bantalan kuku di bawah adalah lapisan epidermis tipis,
ü Pulpa jari di bawah bantalan kuku dibentuk oleh jaringan ikat vascular longgar.





2.1.3 Kelenjar Kulit
Kelenjar kulit mempunyai lobus yang bergulung-gulung dengan saluran keluar
lurus untuk mengeluarkan berbagai zat dari tubuh (kelenjar keringat). Ada 2
kelenjar yang terdapat pada kulit yaitu:
a. Kelenjar Sebasea
Kelenjar tulang menghasilkan kelenjar sebasea, kelenjar ini terdapat dari:
badan kelenjar, saluran kelenjar, dan muara kelenjar.
Kelenjar sebasea berasal dari rambut yang bermuara pada saluran folikel
rambut untuk melumasi rambut dan kulit yang berdekatan. Kelenjar ini paling
banyak terdapat pada kepala dan muka sekitar hidung, mulut dan telinga. Kelenjar
sebasea mengeluarkan sebum, yaitu campuran lemak, zat lilin, minyak dan
pecahan-pecahan sel yang befungsi sebagai emoliens atau pelembut kulit. Zat ini
juga memiliki aktifitas bakterisida. Kelenjar sebasea dapat terinfeksi sehingga
menyebabkan furunkel (bisul).
b. Kelenjr Keringat
Kelenjar keringat adalah tube tunggal yang bergulung dan terletak pada
jaringan subkutan yang menghasilkan kelenjar sudorivera. Sekresi aktif dari
kelenjar keringat di bawah pngendalian saraf simpatis. Keringat berisi air dan
sedikit garam, melalui difusi secara sederhana ± 500 cc/hari. Kelenjar keringat
merupakan alat utama untuk mengendalikan suhu tubuh, berkurang pada waktu
iklim dingin dan meningkat pada suhu panas. Sekresi aktif dari kelenjar
keringat dibawah pengendalian saraf simpatis.

2.2 Fungsi Kulit
Kulit menutupi dan melindungi permukaan tubuh dan bersambung dengan
selaput lendir yang melapisi rongga yang berfngsi sebagai berikut:
1. Sebagai Pelindung
Kulit relatif tak tembus air, dalam arti bahwa ia menghindarkan hilangnya
cairan dari jaringan dan juga menghindarkan masuknya air, sehingga tidak terjadi
penarikan dan kehilangan cairan. Kulit juga melindungi struktur internal dari
tubuh terhadap trauma dan terhadap invasi oleh mikroorganisme yang
membahayakan. Sebagian besar organisme mengalami kesullitan untuk
berpenetrasi pada kulit yang utuh tetapi dapat masuk melalui kulit yang terpotong
atau mengalami abrasi (lecet). Selain itu kulit pula mengandung pigmen melanin
yang melindungi terhadap sinar ultraviolet matahari.
2. Sebagai Indera Peraba
Merasakan sentuhan, rasa nyeri, perubahan suhu dan tekanan klit dari
jaringan subkutan, dan ditransmigrasikan melalui saraf sensoris ke medula
spinalis dan otak, juga rasa sentuhan yang disebabkan oleh rangsangan pada ujung
saraf di dalam kulit berbeda-beda menurut ujung saraf yang dirangsang (panas,
nyeri, dingin, dan lain-lain). Rasa sakit disebabkan karena tekanan yang dalam
dan rasa yang berat dari suatu benda, misalya mengenai otot dan tulang atau
sendi.
3. Sebagai Organ Pengatur panas
Suhu tubuh seseorang adalah tetap, meskipun terjadi perubahan suhu
lingkungan. Hal itu dipertahankan karena penyesuaian antara panas yang hilang
dan panas yang dihasilkan, yang diatur oleh pusat pengatur panas. Pusat ini segera
menyadari apabila ada perubahan pada panas tubuh, karena suhu darah yang
mengalir melalui medulla oblongata. Suhu normal (sebelah dalam) tubuh, yaitu
suhu visera dan otak adalah 36º sampai 37,5º. Suhu kulit lebih rendah.
Persarafan vaso-motorik mengendalikan arteriol kutan dengan dua cara,
yaitu vaso-dilatasi dan vaso-konstriksi. Pada vaso-dilatasi arteriol melebar, kulit
menjadi lebih panas, kelebihan panas dipancarkan ke kelenjar keringat sehingga
terjadi penguapan cairan pada permukaan tubuh. Pada vaso-konstriksi pembuluh
darah dalam kulit mengkerut, kulit menjadi pucat dan dingin, hilangnya keringat
dibatasi dan panas suhu tubuh tidak dikeluarkan.
Panas dapat dilepaskan oleh kulit dengan bebagai cara yaitu:
 Dengan penguapan, jumlah keringat yang dibuat tergantung dari banyaknya
darah yang mengalir melalui pembuluh darah kulit.
 Dengan pemancaran, yaitu melepaskan panas pada udara sekitarnya.
 Dengan konduksi, yaitu panas dialihkan ke benda yang disentuh seperti
pakaian.
 Dengan konveksi (pengaliran), yaitu mengalirkan udara yang panas,
menyebabkan pengurangan panas pada tubuh sehingga tubuh menjadi lebih
dingin.

4. Sebagai Tempat Penyimpanan
Kulit berfungsi sebagai alat penampung air dan lemak yang dapat
melepaskannya bilamana diperlukan. Kulit dan jaringan di bawahnya bekerja
sebagai tempat penyimpanan air, jaringan adipose di bawah kulit merupakan
tempat penyimpanan lemak yang utama pada tubuh.
5. Sebagai Alat Absorpsi
Kulit dapat mengabsorpsi sinar Ultraviolet yang bereaksi prekusor vitamin
D yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tulang. Selain itu kulit juga
mengabsorpsi obat-obatan tertentu yang digunakan sebagai salep.
6. Sebagai Ekskresi
Zat berlemak, air dan ion-ion seperti NA diekskresi melalui kulit, karena
pada kulit terdapat kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang treletak di lapisan
dermis yang mengeluarkan 5-10% dari seluruh sisa metabolisme.


















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bahwa didalam tubuh manusia terdapat berbagai macam sistem yang
beragam yang masing-masing mempunyai fungsi, struktur serta tata letak yang
berbeda-beda. Termasuk didalamnya sistem integumen, yang sangat berperan
dalam melindungi sistem-sistem yang berada didalam tubuh. Karena sistem
integumen terletak pada luar tubuh. Selain itu juga masih banyak fungsi dari
sistem integumen sendiri, diantaranya yaitu menjaga suhu normal tubuh.
Mencegah patogen-patogen masuk kedalam tubuh. Maka bisa disimpulkan bahwa
sistem integumen merupakan ketahanan pertama atau awal dari pengaruh buruk
keadaan diluar tubuh.
B. Saran
Dalam makalah ini diharapkan para pembaca bisa memahami fungsi
tentang system integument (kulit). Maka dari itu, penulis menyarankan agar
menjaga kulit dengan baik mengingat peranan penting dari kulit.















DAFTAR PUSTAKA

Pearce, Evelyn.2006.Anatomi dan Fisiologis untuk Paramedis.Jakarta:Gramedia.
Setiadi.2007. Anatomi dan Fisiologi.Surabaya:Graha Ilmu.
Syarifuddin.2009.Anatomi Tubuh Manusia.Jakarta:Salemba Medika.

Related Interests