You are on page 1of 66

Dinamika Bumi

Oleh :
Saptono Budi Samodra
Bahan Pembinaan
Persiapan Olimpiade Sains Nasional
tingkat Propinsi Tahun 2012
Bagian Internal Bumi
Mengenal bagian dalam
bumi
Ketebalan Penyusun Bumi










PENAMPANG BUMI
Teori Tektonik Lempeng
 Teori yang menyatakan bahwa bagian terluar bumi
(litosfer) tersusun oleh lempeng-lempeng yang rigid
(kaku) dan bergerak satu terhadap lainnya karena
adanya energi yang berasal dari transfer panas dari
bagian bawahnya.
 Interaksi antar lempeng ini dikenal dengan istilah batas
divergen, konvergen, dan transform yang mengotrol
proses-proses di permukaan
PENYEBARAN LEMPENG KERAK BUMI
PENYEBARAN LEMPENG KERAK BUMI
 Teori tektonik lempeng / tektonik global
merupakan perkembangan dari teori
sebelumnya, yaitu teori pengapungan benua
(continental drift) dan teori pemekaran dasar
samudera (sea-floor spreading)
 Teori Pengapungan Benua dikemukaan oleh
Alfred Wegener pada awal abad ke-20 (tahun
1912?) yang menyatakan adanya
supercontinent Pangaea. Pangaea ini
kemudian pecah dan masing-masing
pecahannya bergerak hingga mencapai
posisinya sekarang.
What Is the Evidence for Continental Drift?
 Continental Fit
 In 1965 Sir Edward Bullard demonstrated
that a better fit between the continents
could be made if the continental shelf/slope
boundary was used
 Similarity of Rock Sequences and Mountain
Ranges
 Marine, nonmarine, and glacial rock
sequences are nearly identical for
Gondwana continents
 Trends of several major mountain ranges on
separate continents match when the
continents are repositioned

 Glacial Evidence
 Striations and glacial deposits of the same age in the five
southern continents suggest this reconstruction of Gondwana
 Fossil Evidence
 Glossopteris
 Cynognathus
 Mesosaurus
 Lystrosaurus
 Paleomagnetism
 remnant magnetism in ancient rocks recording the
direction of Earth’s magnetic poles at the time of the
rock’s formation
 documents continental movement over time
 Teori Pemekaran Dasar Samudera
dikemukakan oleh Hess pada tahun 1950-an
yang menyatakan adanya Punggungan
Tengah Samudera (mid-oceanic ridge),
tempat dimana terjadi pemekaran dasar
samudera.

 Teori ini merupakan efek positif adanya
Perang Dunia II yang mengembangkan kapal
selam untuk memetakan dasar samudera.
Dari peta dasar samudera ini diketahui
adanya kemiripan morfologi dasar samudera
di kiri dan kanan punggungan tengah
samudera.

Exploring the Deep
Digital Bathymetric/Topographic Model of Planet
RELIEF PERMUKAAN BUMI
Relationship between Magnetic Reversals
and Seafloor Spreading
 Newly formed seafloor basalts record Earth’s magnetic field at
the time of crystallization
 Patterns of magnetic reversal correlate on either side of ridges
 Ocean basins are relatively young features













Sepanjang waktu geologi posisi tempat-tempat di bumi mengalami
perubahan akibat pergerakan lempeng.
Jenis-jenis lempeng litosfer
lempeng benua : granitik
lempeng samudera : basaltik
Lempeng litosfer bergerak
pada arah :
- Saling menjauhi (Divergen):
Rifting, Spreading
- Saling mendekati (Konvergen) :
Subduction, Collision
- Berpapasan (Shearing/
Transform)
TEKTONIK LEMPENG
 Divergent
 Spreading ridges
occur where plates
are separating
 may occur under
oceanic or
continental crust
 rift valleys may
lengthen and
deepen, fill with
sea water, basalts,
and sediment to
become a new sea












RIFTING












RIFTING












RIFTING












RIFTING UMUMNYA TERJADI PADA BAGIAN TENGAH
BENUA, MEMBENTUK LEMBAH MEMANJANG DENGAN
TEBING YANG CURAM
ZONA RIFTING













PEMEKARAN SAMUDERA
Convergent Boundaries
 Oceanic-oceanic
 Subducting plate bends downward forming an oceanic trench
 Volcanic island arc forms on the overlying plate
 Back-arc basin fills with volcanoclastic sediment
Convergent Boundaries
 Oceanic-continental
 The denser oceanic
plate is subducted
under the continental
plate
 A subduction complex
forms on the continent
side of the trench
 Partial melting of the
descending oceanic
plate forms an
andesitic volcano
mountain range
Convergent Boundaries
 Continental-continental
 Low density continental crust is not subducted, but may partially
underlie the other continental plate
 Mountain ranges are formed in the interior of a new and larger
continent
Transform Boundaries
 Transform faults mark fractures in the crust where
plates slide laterally past each other
 The San Andreas fault separates the Pacific plate from
the North American plate
Plate tectonics - basics
Akibat adanya pergerakan lempeng
bumi, maka akan dihasilkan
bentuk-bentuk arsitektural bumi
yang disebut sebagai struktur
geologi
GEOLOGI STRUKTUR
Geologi struktur
 adalah ilmu yang mempelajari bentuk
arsitektorat kulit bumi serta gejala-gejala
yang menyebabkan pembentuknya
 Sinonim : geologi tektonik, atau
geotektonik
 geotektonik berasal dari bahasa Yunani,
yaitu dari kata geo yang berarti earth
(bumi) dan tekton yang berarti builder
(pembangun/pembentuk)
Jenis-jenis struktur geologi
 Rekahan (kekar / joint)
 Patahan (fault)
 Lipatan (fold)
Kekar
 adalah rekahan pada batuan yang belum
mengalami pergeseran
Jenis-jenis Kekar
 Kekar pengkerutan (shrinkage joint)
 Kekar lembaran (sheet joint)
 Kekar tektonik (tectonic joint)
Kekar pengkerutan
(shrinkage joint)

 disebabkan oleh gaya pengkerutan yang
timbul karena proses pendinginan,
 lazim terjadi pada batuan beku yang
akanmenghasilkan kekar tiang (columnar
joint)
 proses pengeringan pada batuan sedimen
menghasilkan bentuk retakan poligonal
Kekar lembaran
(sheet joint)
 yaitu bidang kekar yang kira-kira sejajar
dengan permukaan tanah
 terbentuk akibat penghilangan beban
batuan karena erosi
Kekar tektonik
(tectonic joint)
 terbentuk karena gaya tektonik, umumnya
berupa bidang yang relatif lurus
gaya tektonik kompresif
menghasilkan:
a. Kekar gerus (shear joint): terbentuk relatif
menyudut lancip terhadap arah gaya tekan,
memiliki kecenderungan untuk bergerak
menjadi sesar
b. Kekar ekstensi (extension joint): terbentuk
sejajar terhadap arah gaya tekan
c. Kekar rilis (release joint): terbentuk
tegaklurus terhadap arah gaya tekan, terjadi
akibat penghilangan gaya tekan yaitu ketika
sesaat setelah gaya tekan berhenti bekerja
kekar gerus
Kekar ekstensi
kekar rilis
hubungannya terhadap perlapisan
batuan
a. Dip joint: kekar yang jurusnya sejajar
dengan arah kemiringan lapisan batuan.
b. Strike joint: kekar yang jurusnya sejajar
dengan arah jurus lapisan batuan.
c. Bedding joint: kekar yang bidangnya sejajar
dengan bidang perlapisan batuan.
d. Diagonal joint: kekar yang jurusnya
memotong miring terhadap jurus perlapisan
batuan
Pola kekar yang berkembang pada suatu
lipatan (McClay, 1987).
Pola kekar sistematik
Sesar
 adalah bidang rekahan atau zona rekahan
pada batuan yang sudah mengalami
pergeseran.
Beberapa pengertian dalam
sesar
 Jurus sesar (strike of fault): arah garis
perpotongan bidang sesar dengan bidang
horisontal, biasanya diukur dari arah utara.
• Kemiringan sesar (dip of fault): adalah sudut yang
dibentuk antara bidang sesar dengan bidang
horisontal, diukur tegak lurus strike.
• Net slip : pergeseran relatif suatu titik yang semula
berimpit pada bidang sesar akibat adanya sesar.
• Rake : sudut yang dibentuk oleh net slip dengan
strike slip (pergeseran horisontal searah jurus)
pada bidang sesar.
Klasifikasi geometris
a. Berdasarkan rake dari net slip, dibedakan menjadi:
• strike slip fault (rake = 0)
• diagonal slip fault (0 < rake < 90)
• dip slip fault (rake = 90).
b. Berdasarkan kedudukan relatif bidang sesar terhadap bidang
perlapisan atau struktur regional:
• strike fault (jurus sesar sejajar jurus lapisan)
• bedding fault (sesar sejajar lapisan)
• dip fault (jurus sesar tegak lurus jurus lapisan)
• oblique/diagonal fault (menyudut terhadap jurus lapisan)
• longitudinal fault (sejajar struktur regional)
• transversal fault (menyudut struktur regional).
c. Berdasarkan besar sudut bidang sesar:
• high angle fault (lebih dari 45 derajat)
• low angle fault (kurang dari 45 derajat).
d. Berdasarkan pergerakan semu:
• normal fault (sesar turun)
• reverse fault (sesar naik).
e. Berdasarkan pola sesar:
• paralel fault (sesar saling sejajar)
• en echelon fault (aesar saling overlap,
sejajar)
• peripheral fault (sesar melingkar, konsentris)
• radier fault (sesar menyebar dari satu pusat).
Klasifikasi genetis
a. sesar anjak (thrust fault) bila tegasan
maksimum dan menengah mendatar,
b. sesar normal bila tegasan utama vertikal,
c. strike slip fault atau wrench fault (high dip,
transverse to regional structure)
bila tegasan utama maksimum dan minimum
mendatar, terdiri atas:
• sinistral atau left-handed strike-slip fault
• dextral atau right-handed strike-slip fault.
 Istilah thrust fault menurut Billings (1977)
digunakan untuk sesar naik dengan dip
sesar kurang dari 45,
 bila lebih dari 45 disebut reverse fault.
 Istilah overthrust dipakai untuk sesar naik
dengan dip landai atau hampir datar.
Lipatan
 adalah hasil perubahan bentuk atau
volume dari suatu bahan yang ditunjukkan
sebagai lengkungan atau kumpulan
lengkungan pada unsur garis atau bidang
dalam bahan tersebut.
Klasifikasi Lipatan
- Lipatan simetris: bidang sumbu vertikal
- Lipatan asimetris: bidang sumbu miring
- Lipatan overturned atau overfold: bidang
sumbu miring namun kedua sayap telah
miring kearah yang sama dengan besar sudut
yang berbeda
- Lipatan rebah atau recumbent fold: bidang
sumbu horisontal
- Lipatan isoklinal:kedua sayap memiliki
besar dip yang sama dan miring kearah yang
sama
- Lipatan chevron: hinge bersifat menyudut
tajam

- Lipatan kotak: crest bersifat lebar dan datar
sehingga memiliki dua hinge pada kedua
ujung crest
- Lipatan kipas: kedua sayap bersifat
overturned; pada antiklin kipas kedua sayap
akan saling mendekat sedangkan pada sinklin
kipas kedua sayap akan saling menjauh
- Kink band: varian dari lipatan chevron
dengan panjang kedua limb yang saling
berbeda
- Monoklin: terbentuk pada lapisan horisontal
yang secara lokal memiliki kemiringan
- Teras struktural: terbentuk pada lapisan
miring yang secara lokal memiliki lapisan
horisontal
Mekanisme Perlipatan
1. Buckling (melipat), disebabkan oleh gaya
tekan yang arahnya sejajar dengan
permukaan lempeng

2. Bending (pelengkungan), disebabkan oleh
gaya tekan yang arahnya tegak lurus
permukaan lempeng

Sekian, Terima Kasih