You are on page 1of 18

Stakeholder dan Isu-isu

Intraorganisasional
Aspek-aspek Dasar Analisis
Komunikasi Pemasaran
A.Siapakah Stakeholder ?
Freeman : kelompok/individu yang dpt
mempengaruhi tujuan organisasi
Stakeholder internal : karyawan, pimpinan
Stakeholder external : pemegang saham,
masyarakat, distributor, toko eceran, pemerintah
Analisis siapa stakeholders diperlukan untuk
menentukan seberapa besar kekuatan dan
kepentingan mereka (formal, ekonomi, politik),
apa tujuan dan motivasi mereka.

B.Model-model Stakeholders
Bagaimana organisasi dapat menghadapi
perbedaan kepentingan berbagai stakeholders.
1. Model Otokratis : Kekuatan dan pengaturan
organisasi ada pada pemimpin organisasi
tunggal
2. Model Networker : Kekuatan dan pengaturan
organisasi ditentukan oleh sub-kelompok2.
Organisasi sebagai jaringan mencoba untuk
menyeimbangkan konflik kepentingan dan
tujuan
C. Analisis Stakeholders
Langkah-langkah :
1. Mendata semua stakeholders dan
memposisikannya ke dalam skema.
2. Buat pola-pola saling ketergantungan yang
muncul.
3. Membuat strategi tujuan :
a. Jaringan stakeholders
b. Manajemen hubungan dengan stakeholder
a.Jaringan stakeholders
Peta skema stakeholders mengindikasikan
hubungan saling tergantung.
Bahwa organisasi dan individu tertentu mungkin
tidak terlalu kuat/berpengaruh.
Jaringan stakeholder terdiri dari organisasi yang
terlibat dalam proses penambahan nilai dalam
memproduksi dan distribusi produk/jasa dalam
rangka memuaskan kebutuhan pembeli.
Misal : produsen, supplier, distributor, bandar,
pengecer, kompetitor.

b.Manajemen hubungan dengan
stakeholder
Bagaimana mengelola hubungan dengan
stakeholder ?
1. Kenali siapa stakeholder perusahaan
2. Tentukan kepentingan stokeholder
3. Memutuskan seberapa penting peran
stakeholder terhadap keberhasilan organisasi
4. Menentukan pendekatan terbaik untuk
mengelola hubungan
D. Pola-pola Jaringan dan Struktur
Saluran
Terbentuk dari interaksi antara organisasi individu
yang terhubung dalam jaringan.
Jaringan sifatnya dinamis dan fleksibel,
tergantung perubahan dalam lingkungan.
Ada 2 pola struktur saluran (jaringan kerja)
1. Saluran Konvensional : organisasi
bekerjasama karena tidak bisa mandiri dalam
mencapai tujuan organisasi.
2. Saluran Vertical Marketing System /Jaringan
Kerja Terkontrol : menangani semua target
pasar dan meningkatkan kontrol setiap anggota
E. Rancangan Saluran
Dibuat berdasarkan pertimbangan :
1. Berapa banyak penjual yg memenuhi syarat untuk
menyediakan layanan yang optimal bagi pelanggan
tetap/baru
2. Bagaimana toko memuaskan pelanggan.
Hal ini terjawab melalui cakupan pasar yang diarahkan
pada segmen konsumen yaitu :
1. Distribusi Intensif : Penawaran produk melalui
sejumlah outlet
2. Distribusi Selektif : Penempatan di outlet terbatas,
sehingga citra yang lebih baik dapat dihasilkan.
3. Distribusi Eksklusif : Pelanggan memiliki prestise
yang tinggi manakala barang di area perdagangan
khusus
F. Manajemen Saluran
Saluran pemasaran tugasnya memindahkan barang
dari produsen ke konsumen.
Keuntungan yang diperoleh perusahaan : mengatasi
kesenjangan waktu, tempat, yang memisahkan
barang dan jasa dari produsen dgn konsumen.
Fungsi saluran pemasaran :
1. Fungsi Informasi : pengumpulan dan penyebaran
informasi riset tentang pelanggan, pesaing, yang
sekarang maupun potensial
2. Fungsi Promosi : penyebaran persuasif untuk
menarik pelanggan
3. Fungsi Negosiasi : mencapai persetujuan harga dan
syarat lain
4. Dll
G. Manajemen Saluran
Komunikasi
Komunikasi dirancang untuk membantu jaringan
kerja secara keseluruhan
Tujuan kepemimpinan saluran kounikasi adalah
meningkatkan kinerja jaringan saluran
komunikasi.
Komunikasi yang merupakan pemimpin saluran
terdiri dari 2 rangkaian utama :
1. Arus data Operasional : mempertinggi
perfomance jaringan kerja pada tingkat
operasional
2. Penyebaran tools of promotion : aliran persuasif
yang sifatnya meluas, dirancang untuk
mempengaruhi individu untuk mengambil
bagian dalam kegiatan.
H. Manajemen Komunikasi
Organisasi
Konflik saluran dapat direduksi, tapi tidak bisa
dieleminasi dengan membangun kerja sama
antar anggota jaringan kerja.
Untuk membangun kerja sama, perlu ada
konsensus tentang tujuan keseluruhan.
Untuk mengembangkan jaringan hubungan yang
kooperatif, komunikasi terintegrasi oleh semua
anggota organisasi, terutama pemimpin saluran
komunikasi.
Koodinator komunikasi bertanggung jawab untuk
mengembangkan dan menerapkan strategi
komunikasi yang mengontrol pesan organisasi.
ISU-ISU INTRAORGANISASI
Fill : kunci keberhasilan komunikasi dalam
perusahaan :
1. Strategi perusahaan
2. Budaya perusahaan
3. Identitas/citra perusahaan
4. Audit komunikasi
5. Kapabilitas fungsional
1. Strategi Perusahaan
Alfred Chandler : Strategi adalah penentuan
sasaran dan tujuan jangka panjang, dan proses
adopsi rangkaian tindakan serta pengalokasian
sumber daya yang diperlukan untuk mencapai
sasaran.
Strategi perusahaan : ide tentang bagaimana orang
dalam perusahaan akan berinteraksi dengan orang
dari perusahaan lain .
Michael Potter mengemukakan 5 kekuatan/aspek
strategi:
1. Ancaman pemain baru
2. Ancaman produk substitursi
3. Kekuatan tawar menawar pembeli
4. Kekuatan tawar menawar pemasok
5. Pesaing pemain lama

B. Strategi Kredibilitas
Higgins & Bannister : seberapa baik
stakeholders memandang keseluruhan strategi
perusahaan dan proses perencanaan strategi
perusahaan
Faktor yang menentukan kredibilitas strategi :
1. Kapabilitas strategi
2. Performa di masa lalu
3. Komunikasi perusahaan kepada stakeholder inti
4. Kredibilitas CEO

C. Budaya Perusahaan
Merujuk pada suatu sistem pengertian bersama
yang dipegang oleh anggota-anggota suatu
organisasi.
Griffin : serangkaian nilai, keyakinan, perilaku,
kebiasaan, sikap yang membantu seseorang
anggota organisasi dalam memahami apa yag
dianut oleh organisasi tersebut.
1. Tingkatan budaya organisasi
2. Budaya perusahaan dan komunikasi
D. Manajemen Identitas Perusahaan
Merupakan aspek budaya yang dapat diamati
dengan segera seperti : kepala surat, logo, dll.
Alasan utama dalam mengelola identitas
perusahaan adalah untuk menjelaskan kepada
seluruh stokeholder tentang nilai dan tujuan
organisasi.
1. Kepribadian perusahaan
2. Identitas perusahaan
3. Citra perusahaan
4. Pengukuran citra perusahaan

E. Audit Komunikasi
Merupakan evaluasi upaya strategi dalam
berkomunikasi dengan khalayak sasaran.
Merupakan proses yang membantu perencana
komunikasi pemasaran dalam memperkirakan
apakah organisasi melakukan komunikasi kepada
konsumen dengan tepat atau tidak, dan
stakeholders yang lain melalui cara yang efektif.
F. Kapabilitas Fungsional
Fill : wilayah fungsional individu dalam
organisasi.
Meliputi :
1. kapabilitas finansial : berapa banyak uang
tersedia bagi kegiatan komunikasi dalam
organisasi perusahaan.
2. kapabilitas manufaktur : kemampuan sumber-
sumber produksi yang tersedia,
3. kapabilitas pemasaran : perencanaan agar
memberi kepuasan pada konsumen.