You are on page 1of 6

Antipsikotik Atipikal

Anthony Christian Darmawan


0706258731
Antipsikotik atipikal merupakan psikofarmaka untuk gejala psikotik dengan efek
samping ekstrapiramidal yang minimal. Efek samping ekstrapiramidal yang biasa
muncul pada pengobatan dengan psikofarmaka konvensional antara lain berupa:
parkinsonism, akatisia, distonia akut, dan tardive diskinesia. Antipsikotik atipikal
yang akan dibahas antara lain: klozapin, risperidon, olanzapin, dan quetiapin.
KLOZAPIN
Farmakodinamik
Klozapin merupakan obat antipsikotik atipikal yang pertama ditemukan. Klozapin
bekerja sebagai antagonis kuat reseptor !"#$, adrenergik 1 1 dan 2 2. %elain itu,
klozapin juga memiliki affinitas yang baik pada reseptor "& dan reseptor muskarinik.
Klozapin juga bekerja sebagai antagonis reseptor '$, tetapi memiliki affinitas
yang rendah. (endahnya affinitas terhadap reseptor '$ berhubungan dengan
jarangnya gejala ekstrapiramidal pada pengobatan dengan menggunakan klozapin.
'ibandingkan dengan antipsikotik atipikal lainnya dan antipsikotik konvensional,
klozapin memiliki affinitas yang paling rendah terhadap reseptor '$.
)ambar &. *erbandingan affinitas obat antipsikotik terhadap reseptor '$.
Farmakokinetik
*emberian klozapin dilakukan melalui preparat oral. Klozapin mencapai kadar
tertinggi di dalam plasma dalam +aktu $ jam. Klozapin memiliki +aktu paruh &$ jam.
*emberian klozapin dengan dosis $ kali sehari akan menjaga kadar klozapin di dalam
darah dalam +aktu kurang dari & minggu. Klozapin di metabolisme di hati dan
saluran pencernaan.
Kadar klozapin di dalam darah bervariasi tergantung dari tingkat absorpsi dan
metabolisme klozapin. Akibatnya, kadar yang bervariasi tersebut akan berpengaruh
terhadap respon klinik.
Efektivitas
,erdasarkan penelitian yang membandingkan klozapin dengan obat antipsikotik
lainnya, -./ menunjukkan bah+a klozapin lebih superior dibandingkan antipsikotik
lainnya. 'alam uji perbandingan dengan klorpromazin dan haloperidol, klozapin lebih
unggul dan memiliki efek yang lebih baik untuk pasien yang mengalami gangguan
ji+a berat dan pasien yang mengalami refrakter dari pengobatannya. 0ika
dibandingkan dengan risperidon, klozapin memiliki respon klinis yang sama dalam 1
bulan, tetapi gejala ekstrapiramidal lebih terlihat pada pengobatan dengan risperidon.
2enurut *utten #3, terdapat 4 populasi yang menjadi indikasi terapeutik
untuk pengobatan dengan klozapin:
&. pasien dengan gejala skizofrenia berat yang memiliki respon yang buruk
terhadap terapi antipsikotik konvensional.
$. pasien dengan diskinesia tardif yang berat.
4. pasien yang mengalami gejala ekstrapiramidal berat tetapi sedang
membutuhkan dosis yang optimal untuk menyembuhkan gejala psikotiknya.
Efek samping
&. Agranulositosis
(isiko agranulositosis akibat pemberrian klozapin sebesar 5,-4/ pada tahun
pertama pengobatan, dan menjadi 5,5-/ pada tahun ke!$. (isiko ini 6aling
besar pada 4 bulan pertama pengobatan. *ada pasien dengan agranulositosis
karena klozapin, ditemukan hasil laboratorium berupa jumlah netrofil
absolut755sel8mm
$
atau leukosit 7&555 sel8mm
$
.
$. sialorrhea
passien dengan efek samping sialorrhea akan mengalami hipersalivasi pada
saat tidur. Efek samping ini hanya berlangsung saat a+al pengobatan.
4. sistem kardiovaskular
efek samping kardiovaskular pada pemberian klozapin yang paling sering
adalah takikardia, hipotensi postural dan aritmia. #akikardia kemingkinan
disebabkan karena efek vagolitik dari klozapin. Klozapin dapat menyebabkan
perubahan pada gambaran EK), berupa pemanjangan 9# interval yang dapat
mengakibatkan aritmia ventrikular. *osturalhipotensi terjadi ketika dosis
pemberian klozapin : -mg8hari.
;. efek samping perifer antikolinergik
efek samping perifer antikolinergik pada pemberian klozapin berupa: mulut
kering, pandangan kabur, konstipasi, dan retensi urin.
. gangguan pengaturan temperatur tubuh
hipertermia terjadi pada a+al pengobatan. <amun, perlu dievaluasi untuk
keberadaan penyebab hipertermia lainnya, seperti infeksi, heat stroke,
dehidrasi, dan lain!lain.
1. peningkatan berat badan
penihnngkatan berat badan terjadi sebanyak ;,; kg dalam &5 minggu.
2enurut penelitian, berat badan pasienakan terus naik dalam jangka +aktu
tahun.
-. diabetes mellitus
peningkatan berat badan dapat memicu terjadinya resistensi insulin.
Akibatnya, risiko diabetes mellitus tipe $ akan meningkat. Kasus diabets
biasanya muncul setelah 1 bulan terapi klozapin.
=. gangguan gastrointestinal
konstipasi kemungkinan terjadi karena efek antimuskarinik klozapin dan dapat
berujung pada obstruksi saluran cerna.
.. efek pada urogenital
efek samping urogenital akibat pemberian klozapin berupa gangguan
berkemih.
&5. efek ekstrapiramidal
efek samping ekstrapiramidal klozapin merupakan yang paling rendah di
antara antipsikotik lainnya. Akatisia sebanyak 1/, tremor 1/, rigiditas /.
#idak ditemukan adanya distonia akut dan diskinesia tardif.
&&. sindrom neuroleptik maligna
%indrom ini hanya muncul ketika klozapin dikombinasikan dengan litium.
Karena efek samping klozapin mirip dengan sindrom ini, tenaga medik perlu
+aspada munculnya sindrom ini di tengah pengobatan dengan klozapin.
&$. kejang
klozapin menurunkan ambang batas kejang dan meningkatkan risikonya
seiring dengan meningkatnya dosis.
RISPERIDON
(isperidon merupakan antipsikotik yang memiliki profil efek samping yang ringan.
"al ini terjadi karena untuk mencapai efek terapeutik hanya perlu risperidon dalam
dosis kecil, sehingga dosis efek samping jarang tercapai. (isperidon bekerja sebagai
antagonis reseptor "#$ dan '$. (isperidon memiliki affinitas yang kuat terhadap
reseptor & dan 2 2, tetapi lemah pada reseptor b adrenergik dan reseptor muskarinik.
(isperidon memiliki potensi yang lebih rendah untuk menimbulkan katalepsi
dibandingkan dengan haloperidol. >alaupun risperidon juga menimbulkan efek
samping ekstrapiramidal, efek samping tersebut tidak seberat pada antipsikotik
konvensional. (isperridon baik untuk mengobati gejala negatif skizofrenia, kurang
memiliki efek sedasi dan antikolinergik.
Efektivitas
,erdasarkan studi, efektivitas pengobatan skizofrenia refrakter dengan risperidon mau
pun haloperidol memiliki efektivitas yang kurang lebih sama, +alaupun risperidon
masih sedikit lebih baik. "al yang sama ditemukan pada uji perbandingan dengan
dosis tetap. (isperidon pada dosis 1 mg menunjukkan sedikit perbaikan pada *A<<%
?positive and negative symptom scale) dibandingkan haloperidol pada dosis $5 mg.
(isperidon vs. klozapin
*asien dengan gejala akut ;mg8=mg risperidon @ ;55mg klozapin
Treatment refractory
schizophrenia
;,1,= mg8hr risperidon @ 455 mg8;55 mg klozapin
= minggu (isperidon 1,; mg8hari @ $.&,$ mg8hari klozapin,
risperidon lebih cepat kerjanya
&5 minggu (isperidon &5 mg8hari @ klozapin 155 mg8hari
Indikasi terapi
&. psikosis akut
risperidone efektif untuk mengobati gejala skizofrenia dan skizoafektif dengan
gejala positif dan negatif dari psikosis.
$. memelihara pengobatan pada skizofrenia dan skizoafektif
4. mencegah relaps
pada studi prospektif untuk membandingkan efek risperidon oral dan
haloperidol oral terhadap pasien skizofrenia dan skizoafekti yang secara klinis
stabil, ditemukan bah+a effikasinya lebih baik dan risiko relaps lebih rendah
pada pasien yang dira+at dengan haloperidol ?$!= mg8hariA dengan kepatuhan
yang sama baiknya.
;. diskinesia tardif
pada studi dengan memakai risperidon dengan dosis 5,$ mg B & mg8hari pada
lansia, ditemukan bah+a risperidon aman dan memiliki effikasi yang bagus
serta insidensi tardive diskinesia yang rendah.
. pasien yang rentan gejala ekstrapiramidal
risperidon dapat dipakai untuk pasien dengan gejala ekstrapiramidal akibat
pengobatan antipsikosis dengan memakai dosis risperidon tanpa gejala
ekstrapiramidal.
Efek samping
&. efek ekstrapiramidal bergantung dosis
efek ekstrapiramidal pada risperidon bergantung pada dosisnya. 'osis batas
aman risperidon dari efek samping ekstrapiramidal adalah 1 mg8hari. <amun,
terkadang dengan rentang dosis ; mg B &1 mg8hari masih muncul akatisia.
'osis terbaik untuk mencegah munculnya efek samping ini adalah $ B ; mg.
$. peningkatan prolactin plasma
karena risperidon memiliki affinitas yang lumayan kuat terhadap reseptor '$,
salah satu efek yang mncul adalah hiperprolaktinemia, yang dapat berujung
pada galaktorrhea, gangguan menstruasi pada perempuan dan disfungsi
seksual pada laki!laki.
4. sindrom neuroleptik maligna
risperidon dapat menginduksi munculnya sindrom neuroleptik maligna, tetapi
dengan risiko yang rendah.
OLANZAPIN
Clanzapin merupakan obat yang aman dan efektif untuk gejala skizofrenia baik gejala
ositif maupun negatif dengan profil efek samping yang aman. 'apat diberikan dalam
dosis tunggal dimulai dari &5 mg. *rofil efek samping meliputi peningkatan berat
badan, somnolence, hipotensi ortostatik, dan konstipasi.kemungkinan terjadinya efek
samping ekstrapiramidal dan kejang sangat kecil. %ejauh ini belum ada efek
hematologik yang muncul.
%tudi preeliminari menunjukkan perbaikan pada kualitas hidup dan
mengurangi tingkat rehospitalisasi. Clanzapin merupakan obat antipsikotik lini
pertama, tetapi efikasi terhadap yang resisten pengobatan belum diketahui.
Farmakokinetik
Clanzapin mencapai kadar puncaknya dalam plasma dalam +aktu jam. >aktu paruh
olanzapin 4& jam, sehingga cukup dengan pemberian dosis tunggal.olanzapin
memiliki affinitas yang lemah dengan sitokrom *;5.
Farmakodinamik
Clanzapin memblokade reseptor "#$a dan '$ dengan spesifik. %ebagai tambahan
olanzapin juga memblokade reseptor muskarinik, "&, "#$c, "#4, "#1, 1 1, '&,
dan ';. ,lokade reseptor "# jauh lebih kuat dibandingkan blokade pada reseptor
dopamin. %truktur biokimia olanzapin mirip dengan klozapin, tetapi tidak memiliki
efek samping yang tipikal dimiliki oleh klozapin. ,lokade reseptor dopamin di area
mesolombik sangat lemah, sehingga efek ekstrapiramidal hanya terjadi pada individu
yang rentan. Efek blokade '$ olanzapin lebih tinggi dibandingkan klozapin, tetapi
setara dengan risperidon. Artinya, olanzappin juga memiliki efek hiperprolaktinemia
dan efek samping ekstrapiramidal yang sama dengan risperidon. Clanzapin juga
memiliki efek agonis "#&a. 'engan kata lain, olanzapin juga memiliki efek
antiansietas dan antidepresan. Clanzapin memblokade fenisiklidin yang menginduksi
perbaikan gejala positif dan negatif.
Efektivitas
'ibandingkan dengan haloperidol, olanzapin lebih superior untuk mengobati
psikopatologi dan gejala positif psikosis, serta respon gejala negatif psikosis. Efek
ekstrapiramidal akut lebih minimal dibandingkan dengan haloperidol. Clanzapin juga
lebih baik untuk mengobati skizofrenia episode pertama dengan profil risk!benefit
yang lebih baik. *ada skizofrenia kronik dan resisten, &!$ mg8hari olanzapin
memiliki efek terapeutik yang sama dengan $55 B 155 mg klozapin.
Clanzapin baik untuk mengobati pasien yang refrakter dari pengobatannya
karena profil biokimia olanzapin sama dengan klozapin.
Indikasi
&. psikosis akut
$. melanjutkan pengobatan
4. diskinesia tardif
;. pasien yang rentan dengan efek samping ekstrapiramidal.
. skizoafektif
Efek samping
&. peningkatan berat badan
Clanzapin meningkatkan berat badan dan kadar trigliserid serum pada dosis
$,= mg8hari. *enggunaan olanzapin berhubungan dengan penngkatan kali
lipat risiko munculnya hiperlipidemia.

$. 'iabetes mellitus
"iperglikemia dan diabetes mellitus berhubunagn dengan efek samping
potensial penggunaan olanzapine. *ada studi, terdapat $4- pasien yang
mengalami hiperglikemia dan diabetes terkait olanzapin. Ketika pemberian
olanzapin dihentikan, -=/ pasein mencapai kontrol glikemik yang baik. 'i
0epang, olanzapine dikontraindikasikan bagi pasien dengan ri+ayat diabetes.
QE!IAPIN
Farmakokinetik
9uetiapin memiliki +aktu paruh yang stabil, yaitu sekitar 1,. jam. Konsentrasi
maksimum dicapai dalam +aktu kurang dari $ jam. %etelah = dan &$ jam,
kedudukannya pada reseptor tidak berubah +alaupun konsentrasi di dalam darah
turun.
Farmakodinamik
9uetiapin memiliki affinitas yang tinggi terhadap "#$, "&, "#1, 1 1, dan 2 2
reseptor, dan affinitas yang rendah terhadap reseptor '&. pendudukan sementara
reseptor '$ memungkinkan untuk terjadinya efek terapeutik dengan efek samping
minimal.pada pemeriksaan dengan menggunakan he+an, quetiapin memiliki
antipsikotik dan anti gejala negatif yang potensial, tanpa efek ekstrapiramidal yang
signifikan, dan peningkatan prolaktin sementara.
Efektivitas
*ada penelitian menggunakan quetiapin ?455 B 155 mg8hariA degan haloperidol pada
minggu ke!1 dan ke!= menunjukkan penurunan gejala psikotik. 9uetiapin dan
haloperidol sama!sama menunjukkan penurunan nilai *A<<%, tetapi pasien yang
diobati dengan quetiapin menunjukkan respon klinik yang lebih baik.
Indikasi
9uetiapin baik untuk pasien dengan skizofrenia dengan eksserbasi akut dan
skizoafektif. 'ata preeliminari menunjukkan bah+a quetiapin effektif untuk
pengobatan psikosis fungsional dan organik pada lansia.
Efek samping
Efek samping yang paling sering dari penggunaan quetiapin adalah somnolence,
hipotensi postural, dan pusing. <amun, biasanya, toleransi timbul secara cepat
terhadap efek samping ini. Efek samping serius dari quetiapin berupa peningkatan
kadar gula darah, koma diabetikum, dan ketoasidosis. %ama seperti olanzapin, di
0epang pada tahun $55$, quetiapin dikontraindikasikan bagi penderita diabetes.
Efek samping lainnya adalah mulut keringg dan konstipsai tanpa adanya efek
antikolinerrgik dari quetiapin. *rolaktin tidak meningkat setelah dosis inisial.
'itemukan adanya peningkatan kecil dari frekuensi nadi. %elain itu, efek hormonal
dair quetiapin adalha penurunan hormon tiroid tanpa disertai dengan penurunan #%".
%elain itu terdapat peningkatan sementara aktivitas AD# selama $ minggu pertama.
,erat badan juga meningkat, tetapi tidak berlanjut secara signifikan. *ada mata,
quetiapin meningkatkan risiko katarak.
Referensi"
Kammen '*v, 2arder %(. ,iological therapies: %erotonin!dopamine antagonist
?atypical or second generation antipsychoticsA. 'alam: Kaplan E %adockFs
Gomprehensive teHtbook of psychiatry, =th ed. I%A: Dippincott >illiams E
>ilkins, $55.