You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN
Tumor ganas lidah termasuk dalam tumor ganas rongga mulut. Tumor ganas
rongga mulut ialah tumor yang terdapat di daerah yang terletak mulai dari perbatasan
kulit-selaput lendir bibir atas dan bawah sampai ke perbatasan palatum durum-
palatum mole di bagian atas dan garis sirkumvallatae di bagian bawah. Bagian lidah
yang terletak didalam rongga mulut adalah lidah bagian dua pertiga depan.
(1)

Pemeriksaan rongga mulut mudah dilakukan oleh pasien sendiri, dokter,
dokter gigi dan praktisi medis lainnya oleh karena itu secara teori diagnosis dini
penyakit rongga mulut seharusnya dapat dilakukan. ayangnya, !ustru kasus-kasus
tersebut pada umumnya terlambat didiagnosis dan diterapi. "ebanyakan dari
keterlambatan mendiagnosis disebabkan bukan hanya karena pasien mengabaikan lesi
tapi !uga karena tumor rongga mulut yang relati# !arang sehingga para praktisi hanya
melihat pasien sekali-kali dan gagal mendiagnosis lesi-lesi awal. Padahal tidak
diragukan lagi, bahwa pasien-pasien dengan tumor rongga mulut stadium awal
memiliki prognosis yang baik, mengingat diagnosis yang terlambat tidak hanya
berprognosis buruk tetapi !uga sering membutuhkan bedah ekstensi# dan mutilasi.
$orbiditas dan mortalitas akibat kanker mulut dapat diminimalisasi dengan deteksi
dan pengobatan dini.
(%,&)
Tumor ganas lidah merupakan kasus yang !arang di!umpai. 'amun dari
seluruh keganasan rongga mulut, tumor ganas lidah merupakan tumor yang paling
banyak di!umpai yaitu sekitar %(-)(*. embilan puluh lima persen berusia diatas +(
tahun, dan usia rata-rata adalah ,( tahun, kebanyakan mengenai laki-laki. -alaupun
tumor ganas lidah ini !arang ditemukan, penanganan yang kurang tepat akan
menyebabkan penderitaan dan kematian dalam waktu yang singkat.
(+)
ebagian besar tumor ganas lidah adalah !enis karsinoma sel skuamosa (./*),
sedangkan !enis adenokarsinoma dan sarkoma sangat !arang ditemukan (1-%*).
"arsinoma pada duapertiga anterior lidah adalah sisi yang paling sering dan
umumnya di pinggir lateral lidah. edangkan karsinoma yang muncul di dorsum
lidah lebih !arang.
(%,+,))
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi
0idah adalah kumpulan otot yang berbentuk kerucut terletak di dasar mulut.
1ua pertiga lidah bagian anterior dapat digerakkan dan terletak di depan papila
sirkumvalata. Bagian sepertiga posterior adalah dasar lidah yang secara nanatomis
terletak di oro#aring. 2tot-otot yang membentuk lidah terdiri dari otot intrinsik dan
otot ekstrinsik. 2tot intrinsik hanya terdapat dalam lidah, terdiri dari sepasang m.
longitudinalis superior, m. longitudinalis in#erior, m. transversus dan m. vertikalis.
2tot-otot ini beker!a mengubah bentuk lidah dan digunakan untuk mengunyah serta
mendorong bolus makanan aatau saliva dalam rongga mulut ke distal. 2tot-otot
ekstrinsik berorigo pada tulang-tulang di sekitar lidah atau alat-alat lainnya, terdiri
dari sepasang m. genioglosus, m. hioglosus, m. palatoglosus dan m. stiloglosus.
$uskulus genioglosus ber#ungsi untuk menarik lidah keluar mulut, m. hioglosus
untuk menarik lidah ke bawah, m. stilogosus untuk mengangkat lidah ke atas dan m.
palatoglosus menarik radiks lidah ke kranial.
3liran lim#a perlu diketahui untuk dapat mengetahui kelompok-kelompok
kelen!ar yang akan terkena dari tingkatan penyakitnya. 3liran lim#a di daerah lidah
dialirkan melalui + bagian, yaitu 4
1. 3nterior lidah, mengalir ke kelen!ar submental dan ke rantai !ugularis interna
bagian bawah.
%. 0ateral lidah , mengalir ke kelen!ar submandibula dan kelen!ar !ugularis
interna.
&. entral lidah, mengalir ke kelen!ar submandibula dan rantai !ugular interna
bagian tengah.
+. Posterior lidah, mengalir ke kelen!ar!ugular interna bagian atas.
0idah mempunyai lebih banyak pembuluh darah dan getah bening sehingga
tumor ganas lidah lebih ganas dibanding tumor lain. Tidak adanya submukosa dan
lapisan #asia yang tegas pada lidah memudahkan tumor menyebar tanpa halangan
melampaui batas tumor yang tampak nyata.
(%,,)

%
Epidemiologi
1i 3sia tumor ganas lidah banyak ditemukan di 5ndia. 1ari tahun 1.+1-1.))
telah ditemukan +%(( kasus tumor gans lidah dari &(((( kasus tumor ganas di 5ndia.
6rekuensi tumor ganas lidah di 5ndonesia sampai saat ini belum diketahui secara pasti.
())

$unir mencatat antara 7anuari1.8) sampai dengan 1esember 1..+ terdapat
&) kasus tumor ganas rongga mulut yang datang dan berobat di bagian 5lmu Penyakit
Telinga 9idung dan Tenggorok 6":5;<=$.
(1)
1ari penelusuran data pasien di Poliklinik ub Bagian Tumor T9T <=$ dari
tahun1..( sampai %((1 terdapat ). kasus tumor ganas lidah, &% pasien laki-laki dan
%/ pasien perempuan.
9ampir sebagian besar kasus berusia diatas +( tahun, biasanya menyerang
dekade ke ) dan ke /, dengan usia rata-rata ,( tahun. 1ari beberapa kepustakaan
dilaporkan bahwa tumor ini mengenai usia 1/-.1tahun. "ebanyakan penderita adalah
lai-laki dengan rasio laki-laki 4 perempuan kira-kira %41. "arsinoma sel skuamosa
adalah !enis yang paling banyak di!umpai.
(/,8)

Etiologi dan faktor predisposisi
Penyebab yang pasti dari tumor ganas lidah belum diketahui. Penggunaan
tembakau(pada perokok) dan konsumsi alkohol disebut-sebut penyebab utama tumor
ganas. <esiko tumor ganas pada rongga mulut sedikitnya dua kali lebih besar pada
perokok daripada orang yang tidak merokok. Pengaruhnya !uga berhubungan dengan
!umlah merokok, perokok berat adalah orang-orang dengan resiko tertinggi. elain
itu berapa lama pasien telah merokok !uga mempengaruhi resiko. :ntungnya,
penghentian rokok dapat mengurangi resiko tumor ganas. "onsumsi alkohol yang
berat sangat mempengaruhi perkembangan kanker, !enis alkohol yang dikonsumsi
tidak memberi pengaruh terhadap kanker. <okok dan alkohol yang dikonsumsi
sekaligus adalah ko#aktor kuat pada perkembangan kanker.
(1,%,&,/)
1isamping terdapat hubungan antara merokok, minum alkohol, mengunyah
sirih dan tembakau dengan timbulnya tumor ganas, terdapat !uga #aktor-#aktor lain
seperti #aktor geogra#is dan etnis. 1i 5ndia tingginya insiden tumor lidah dihubungkan
dengan kegemaran orang india mengunyah daun sirih, buah pinang, tembakau.
<angsangan kronik menyebabkan mukosa men!adi atro#i atau #ibrosis.
(1,,)
&
elain kebiasaan merokok, minum alkohol dan mengunyah sirih, beberapa
#aktor predisposisi lain yang dihubungkan dengan peningkaatn angka ke!adian tumor
ganas lidah khususnya, dan tumor ganas rongga mulut adalah hygiene mulut yang
buruk, iritasi kronis oleh gigi palsu, de#isiensi vitamin dan mineral, in#eksi seperti
in#eksi si#ilis tertier, 9uman Papiloma virus, dan Candida albicans.
(1,,,/,8)

"eganasan di rongga mulut akan men!alar ke organ lain atau berpindah ke
tempat lain melalui aliran lim#a. :mumnya pen!alaran sel-sel tumor ialah ke kelen!ar
lim#a yang terdapat di daerah submental dan submandibula. Bagian lateral dua pertiga
depan lidah mempunyai aliran lim#a yang men!alar ke kelen!ar lim#a submandibula
dan kelen!ar lim#a !ugulodigastrikus.
(1)
Geala Klinik
"ebanyakan pasien dengan tumor ganas rongga mulut datang dengan keluhan
luka yang sangat sakit. "eluhan lain dapat berupa nyeri pada gigi atau pada gigi yang
hilang atau pada gusi yang ditempati gigi palsu dengan luka yang dipikirkan
berhubungan dengan gigi.
(%)
eringkali terdapat riwayat tidak enak, nyeri menelan atau
nyeri alih ke telinga selama enam bulan atau lebih.
())
>ambaran makroskopik tumor ganas dapat bermacam-macam. Tanda yang
paling dini adalah kemerahan yang tampak lebih !elas bila mukosa dalam keadaan
kering, lesi kemerahan yang menetap sesudah 1+ hari pada pasien golongan resiko
tinggi, harus dicurigai adanya keganasan. 0eukoplakia dikatakan ada hubungannya
dengan keganasan di rongga mulut.
(&,+,,)
>e!ala klinik tumor ganas lidah sangat bervariasi. Penderita umumnya datang
pada stadium lan!ut. Pada stadium awal tumor ganas lidah sering kali tidak
memberikan ge!ala yang nyata, apalagi bila tumor terletak di bagian sepertiga
posterior yang bisa luput dari perhatian penderita dan dokter.
(/,.)
>e!ala-ge!ala tumor ganas lidah dibagi atas % kelompok, ge!ala dini dan ge!ala
lan!ut. >e!ala dini dari tumor ganas lidah ialah kemerahan dan tampak kutil atau
ulkus yang tidak sembuh-sembuh, penebalan mukosa yang terbatas, perasaan baal di
lidah, rasa nyeri bila tumor berbentuk ulkus. <asa nyeri men!alar ke seluruh mulut
dan telinga (otalgia), terbatasnya gerakan lidah yang makin lan!ut penyakit
mengakibatkan gerakan lidah makin berkurang. 'yeri mungkin disebabkan karena
invasi ke sara# atau tumor yang mengalami ulserasi. Tumor yang disertai in#eksi
sekunder !uga menimbulkan nyeri.
(+,/)
+
>e!ala lan!ut dapat ditemukan hipersalivasi dan dis#agi karena kesukaran
menelan atau meludahkan saliva, edema, bau mulut yang khas kemungkinan
disebabkan oleh in#eksi sekunder akibat adanya ulserasi, lidah yang kaku, ter#iksasi
dan asimetris terutama bila tumor telah mengin#iltrasi ke dasar mulut atau mengenai
syara# hipoglosus. Pada mulanya perdarahan sedikit. Perdarahan hebat ter!adi bila
lesi yang ulserati# telah mengenai cabang a. lingualis. elain itu pada tumor yang
sudah lan!ut, penderita akan mengalami kesulitan dan nyeriwaktu menelan dan timbul
yang disebut hot potato voice pada waktu berbicara dan pada saat yang sama
menghindari menelan sekret yang terkumpul.
(+,))
Terdapatnya suatu massa dengan permukaan yang tidak rata (ulkus) dan
memberikan rasa nyeri, karena adanya invasi pada organ-organ rongga mulut yang
dipersara#i oleh cabang '. Trigeminus dan '. 6asialis.
(1)
>e!ala lain yang menyebabkan pasien berobat adalah pembesaran kelen!ar
leher. Tumor ganas lidah dapat dengan cepat mengadakan metastase servikal.
$etastasis tumor lidah bagian depan biasanya ke kelen!ar getah bening submental,
submaksila, dan subdigastrik. edangkan dari tumor lidah bagian belakang ke
kelen!ar getah bening yang terletak di leher samping sepan!ang m.
sternokleidomastoideus. $etastasis !auh !arang di!umpai, biasanya ke paru, hepar,
tulang dan viseral.
(+,,)
Tumor ganas lidah tumbuh berton!ol-ton!ol dan kadang bertukak dengan
perabaan keras dan terdiri dari tiga tipe, yaitu super#isial ekso#itik, in#iltrati# dan
ulserati# serta #ungi#orm. Berbeda dengan karsinoma bibir bawah, tumor ganas lidah
pertumbuhannya lebih cepat serta lebih cepat menyebar ke kelen!ar getah bening.
(+,,)
Diagnosis
1iagnosis tumor ganas lidah pada lesi dini sukar ditegakkan. 1iagnosis pasti
dengan biopsi dan histopatologi dari !aringan yang diambil pada massa tumor yang
dicurigai. 9ampir ./ * tumor lidah adalah karsinoma sel skuamosa, kebanyakan
berdi#erensiasi baik, 1-%* ditemukan dalam bentuk adenokarsinoma dan sarkoma.
(1,+,/,1()

$etode tunggal pengenalan tumor dini yang paling baik adalah palpasi dasar
lidah dengan !ari(+). Biopsi dilakukan langsung pada massa tumor (insisional).
7aringan contoh dimasukkan didalam botol yang berisi cairan #ormalin 1(* atau
alkohol /(*. elan!utnya dikirim dan diperiksa di <umah akit terdekat yang
)
terdapat spesialis Patologi 3natomi. "alau ternyata hasilnya suatu keganasan, maka
pasien ditu!uk ke rumah sakit terdekat untuk penatalaksanaan lebih lan!ut.
(1)

$osberg mengemukakan suatu cara untuk mendeteksi karsinoma rongga
mulut pada stadium dini dengan pewarnaan Toluidin biru 1* yang mengandung
asam asetat dan alkohol, pada lesi di mukosa rongga mulut dan lidah. Toluidin biru
1* akan diserap dan diikat oleh inti sel karsinoma, sedangkan sel normal tidak.
=aranya pasien diminta berkumur dengan air selama %( detik sebanyak dua kali untuk
mengangkat debris, kemudian dengan asam asetat 1* selama %( detik dan
dikeringkan dengan kassa. 2leskan Toluidin 1 * pada lesi, kemudian kumur dengan
air. Penilaian dilakukan dalam %+ !am kemudian. 9asil positi# bila lesi berwarna biru
tua.
(11)
:ntuk menentukan batas serta ukuran pada yang besar dan luas, dapat
dilakukan pemeriksaan radiologi sebagai pemeriksaan penun!ang seperti =T can atau
$<5. Pemeriksaan =T can dapat menerangkan pen!alaran tumor ke arah tulang,
sedangkan $<5 dapat menerangkan luasnya suatu massa pada !aringan lunak. =T
can dapat menerangkan ter!adinya metastasis ke leher kalau ukuran tumor melebihi
1 cm. :ntuk itu perlu diperhatikan dan dievaluasi ukuran dari tumor primer,
terdapatnya pembesaran kelen!ar regional pada daerah submental dan submandibula,
adanya tumor primer yang lain, serta kemungkinan terdapat metastasis !auh.
(1)
Stadi!m T!mor
tadium tumor ganas lidah menurut klasi#ikasi :nion 5nternational =ontrol
=ancer (:5==) tahun %((%4
T 4 Tumor
T is 4 "arsinoma preinvasi (karsinoma insitu)
T1 4 Tumor dengan diameter terbesarnya ?% cm
T% 4 Tumor dengan diameter terbesarnya %-+ cm
T& 4 Tumor dengan diameter terbesarnya @+ cm
T+ 4 Tumor yang telah meluas ke organ sekitarnya, misal antrum,tulang atau kulit
' 4 "elen!ar lim#e regional
'o 4 Tidak ada metastasis kelen!ar lim#e regional
'1 4 $etastasis pada kelen!ar lim#e regional dengan diameter terbesar ?& cm
,
'% 4 $etastasis pada kelen!ar lim#e regional tunggal ipsilateral dengan diameter
terbesar ? , cm atau kelen!ar lim#e bilateral atau kontralateral dengan diameter
?, cm
'%a 4 $etastasis pada kelen!ar lim#e tunggal ipsilateral dengan diameter &-, cm
'%b 4 $etastasis kelen!ar lim#e multipel ipsilateral dengan diameter terbesar ? ,
cm
'%c 4 $etastasis kelen!ar lim#e bilateral atau kontralateral dengan diameter ?, cm
'& 4 $etastasis kelen!ar lim#e dengan diameter terbesar @ , cm
$ 4 $etastasis !auh
$A 4 3danya metastasis !auh tidak dapat dinilai
$o 4 Tidak ada metastasis !auh
$1 4 Terdapat metastasis !auh
tadium 5 4 T1'o$o
tadium 55 4 T%'o$o
tadium 555 4 T&'o$o,
T1,T% atau T&'1$o
tadium 5B 4 T+,'o atau '1$o
etiap T, '% atau '&, $o
etiap T, setiap ', $1
(1)
Pengo"atan
Pengobatan kanker dapat melibatkan satu atau lebih modalitas terapi yang
terdiri dari operasi, radioterapi, kombinasi operasi radioterapi dan kemoterapi.
Pilihan pengobatan yang dipakai tergantung dari !enis dan stadium tumor, #asilitas
yang tersedia, keadaan #isik dan psikis penderita serta keahlian dan keterampilan
dokter.
(%,,)

Pada stadium yaitu lesi T1 dan T% dapat dilakukan operasi atau radioterapi
sa!a dengan hasil yang sama.
Petun!uk praktis penanganan tumor ganas lidah yang digunakan di ub bagian
Tumur T9T <=$ sesuai dengan C'==' Practice >uidelines in 2ncology-
v.1.%((1D, untuk T1-%, 'o adalah radioterapi eksternal dengan atau tanpa brakhiterapi
,, >y untuk tumor primer, )(>y untuk daerah leher yang beresiko, atau eksisi tumor
/
primer dengan diseksi leher selekti# unilateral atau bilateral, bila penyakit residi#
lakukan operasi penyelamatan (Salvage surgery).
:ntuk T&-+, 'o dilakukan eksisi tumor primer dan operasi rekonstruksi atas
indikasi dan diseksi leher selekti# unilateral atau bilateral. Pada T1-&,'i-& dilakukan
eksisi primer tumor dan bilateral diseksi leher radikal. Bila terdapat satu atau lebih
pembesaran kelen!ar lim#a leher diberikan radioterapi a!uvan.
:ntuk T+ yang dapat dioperasi dan setiap ' dilakukan operasi dan radioterapi.
:ntuk keadaan umum yang !elek dan terdapat resiko untuk operasi dilakukan
radioterapi eksternal dengan atau tanpa brakhiterapi atau kemoterapi atau radioterapi.
Tu!uan pembedahan ialah untuk menghilangkan tumor primer dan metastasis
kelen!ar getah bening. Tumor yang lebih besar mungkin harus dilakukan glosektomi
sebagian (parsial) atau glosektomi satu sisihemiglosektomi, subtotal glosektomi dan
glosektomi total tergantung dari !enis dan stadium tumor, biasanya !ika tumor sudah
melewati garis tengah harus dilakukan glosektomi total. "alau teraba pembesaran
kelen!ar, maka harus dilakukan diseksi leher radikal sebelumnya. "erugian dari
pembedahan ialah bahwa pada pembedahan terhadap lesi dini untuk mengeksisi lesi
dengan adekuat, batas !aringan yang sehat !uga harus dieksisi. Batas !aringan yang
sehat ini secara makroskopis secara makroskopis dipotong sampai % cm, tetapi
kadang-kadang dapat lebih kurang.
(1,%,+)

<adioterapi diindikasikan pada pasien dengan tumor ganas lidah stdium dini
yang masih terbatas, pada pasien yang menolak operasi atu keadaan pasien yang tidak
memungkinkan untuk dioperasi, #asilitas atu tenaga yang tidak lengkap dan untuk
terapi paliati#. <adiasi dapat diberikan secara interna dan eksterna. <adiasi dapat
!uga dikombinasikan dengan pembedahan yang dapat diberikan sebelum atau sesudah
operasi.
(+)
"emoterapi digunakan sebagai usaha terakhir pada pasien dengan tumor ganas
stadium lan!ut sebagai terapi paliatig dengan mengurangi nyeridan ge!ala
penyumbatan. "emoterapi yang sering digunakan adalah )6:, methotreAate,
=isplatinum dan Bincristin.
(+,,)
Prognosis
Prognosis tumor lidah bergantung pada beberapa #aktor, yaitu diagnosa dini,
usia, lokasi tumor,stadium tumor dan adanya metastasis ke kelen!ar lim#e.
1itemukannya tumor dengan metastasis kelen!ar secara histologis, adanya erosi
8
tulang serta penyebaran ke dalam otot lidah, turut mempengaruhi prognosis ke arah
buruk.
(+,,)
Tumor ganas dengan stadium T1 dan T% yang diterapi dengan operasi
memberikan angka bertahan hidup ) tahun sebesar ,+ *. 3ngka bertahan hidup
menurun sekurangya )( * bila sudah ada metastasis ke servikal. akaria melaporkan
pada penderita usia muda angka kematiannya +/* dan pada penderita usia tua %/-
&/*.
(+,,)

.
BAB III
ILUST#ASI KASUS
Tn , &, tahun, beker!a sebagai petani, beralamat di 0ampung, datang ke 5>1
T9T <=$ pada tanggal % 7uni %(() dengan keluhan perdarahan dari mulut se!ak +
!am sebelum masuk rumah sakit. e!ak bulan eptember %((+ (E . bulan sebelum
masuk rumah sakit) pasien mengeluh lidah terasa perih seperti sariawan. <asa perih
!uga dirasakan di dinding pipi bagian dalam. :ntuk mengobati sariawan tersebut
pasien minum larutan penyegar namun rasa perih tersebut tetap ada sehingga pasien
pergi ke bidan dan ke dokter umum di 0ampung untuk mengobati sariawan tersebut.
1okter mengatakan bahwa pasien menderita sariawan yang terin#eksi dan memberi
obat yang diminum selama 1( hari namun pasien tidak ingat nama obat tersebut.
"ira-kira + bulan sebelum masuk rumah sakit mulai muncul ben!olan di leher
pasien, nyeri bila ditekan. Pasien !uga mengeluh nyeri ketika menelan. Pasien !uga
mengalami penurunan berat badan. Pasien berobat ke < di 0ampung dan dirawat
selama ) hari kemudian diru!uk ke <=$. Pada tanggal %) $ei %(() pasien datang
ke poli T9T <=$, dilakukan nasoendoskopi dengan hasil tampak penebalan pada
naso#aring, Fossa Rossenmuller menebal, torus tubarius menon!ol, tuba eustachius
terbuka. Pasien !uga diminta untuk men!alani pemeriksaan histopaotologi dan =T
can. Beberapa hari kemudian pasien dibawa ke 5>1 T9T <=$ karena mengalami
perdarahan dari mulut sebanyak E )(( cc. etelah mendapat perawatan dan
perdarahan berhenti pasien dipulangkan. Pasien !uga diminta untuk men!alani
pemeriksaan biopsi dan =T can.
Pada tanggal % 7uni %(() pasien kembali mengalami perdarahan mulut E %)(
cc se!ak + !am smrs. $imisan tidak ada, gangguan pendengaran disangkal,
penglihatan ganda disangkal. Pasien bisa makan dan minum sebelumnya namun !ika
pasien makan dan minum sering keluar darah dari mulut. atu hari sebelumnya pasien
dibiopsi dan sedang menunggu hasil.
1ari riwayat penyakit dahulu pasien belum pernah men!alani operasi
sebelunya, pasien memiliki riwayat batuk lama yang tidak sembuh-sembuh, berdahak,
dahak berwarna putih. 1i dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita tumor.
1(
Pasien memiliki kebiasaan merokok E1 bungkus;hari dan berhenti se!ak lidah terasa
sakit terus menerus. "ebiasaan makan ikan asin E&-+ kali;minggu.
Pada pemeriksaan #isik didapatkan status generalis tampak sakit sedang,
Compos mentis, tekanan darah 1%(;8( mm9g, nadi 1(( A;menit, pernapasan 18
A;menit, suhu a#ebris. tatus generalis lain dalam batas normal. Pada status lokalis
region coli terdapat pembesaran kelen!ar getah bening submadibula kiri berukuran 8
A ) A % cm dan submandibula kanan berukuran 1( A 8 A 1 cm, konsistensi keras,
ter#iksir, batas tidak tegas dan tidak didapat adanya nyeri tekan. Pada pemeriksaan
T9T didapatkan telinga kiri dan kanan4 liang telinga lapang, serumen (F), membrana
timpani utuh, re#lek cahaya (F). 9idung 4 kavum nasi dekstra dan sinistra 4 massa
memenuhi kavum nasi, clothing (F). Tenggorok 4 Pasien sulit membuka mulut,
trismus E % cm, tampak massa.
9asil pemeriksaan penun!ang 4
La"oratori!m $% J!ni %&&'(
9G$3T202>5
9b 4 +,+ g;dl H
9ematokrit 4 1& *
0eukosit 4 /.1(( ;ul
Trombosit 4 &(,.((( ;ul
$=B;$=9;$=9= 4 8);%.;&+
9G$2T35
Bleeding Time (BT) 4 (&I((D
=lotting Time (=T) 4 1&I((D
Prothrombin Time(PT) 4 1),/ detik
Prothrombin Time (PT) kontrol 4 1%,& detik
3PTT 4 %/,. detik
3PTT kontrol 4 &1,( detik
"5$53 13<39
:reum;"reatinin 4 +1;1,( mg;dl
>lukosa darah sewaktu 4 1%% mg;dl
Glektrolit('a;";=l) 4 1+1;%,%(H);.&(H) meJ;l
11
La"oratori!m (%. 7uni %(())
9G$3T202>5
9b 4 8,) g;dl H
9ematokrit 4 %) *
0eukosit 4 8..(( ;ul
Trombosit 4 ,,+.((( ;ul
$=B;$=9;$=9= 4 88,1;&(,1;&+,%
0a!u Gndap 1arah 4 1&( mm
"5$53
>2T;>PT 4 ,;1)
('a;";=l) 4 1&(;%,+8(H);.&(H) meJ;l
:reum;"reatinin 4 %1;(,,
)oto t*ora+ PA (%) $ei %(())
"esan 4 5n#iltrat di lapangan atas paru kanan K proses spesi#ik.
,T- S.an orofaring tanpa kontras (%8 $ei %(())
• Tampak massa tumor meluas ke posterior sampai ke naso#aring dan
mengin#iltrasi $. levator;tensor veli palatini kiri.
• Pendesakkan dengan mid line shi#t pada oro#aring
• Tidak tampak destruksi tulang
• 1aerah vertebra servikalis masih dalam batas normal
,T- S.an orofaring dengan kontras (%8 $ei %(())
• $assa tumor masi# yang pada pemberian kontras menun!ukan banyaknya
!aringan nekrotik, tampak meliputi selain lidah !uga pada dasar mulut kiri,
meluas kontra lateral kanan.
• $assa tumor meluas ke posterior sampai ke naso#aring dan mengin#iltrasi $.
levator;tensor veli palatine kiri.
• Pendesakkan dengan midline shi#t pada oro#aring.
1%
• Pembesaran kelen!ar getah bening bilateral mencakup anterior dan posterior
trigonum.
• Tidak tampak destruksi tulang.
• 1aerah vertebra servikalis masih dalam batas normal
Histopatologi (% 7uni %(())
$akroskopik 4 1 !aringan (,) A (,& A (,% cm, putih kecoklatan, kenyal.
$ikroskopik 4
ediaan berasal dari naso#aring menun!ukan !aringan berbentuk polipoid yang
berlapiskan epitel torak bertingkat bersilia yang sebagian hiperplastik. troma
bersebukan padat sel radanng menahun dan tampak #olikel lim#oid.
Tampak banyak pembuluh darah kapiler dengan dinding pembuluh darah yang
menebal.
"esimpulan 4 9istologik sesuai dengan naso#aringitis kronik. Tidak tampak tanda
ganas.
USG A"domen (8 7uni %(())
"esan 4 G#usi pleura bilateral
uspek =<6
Bone s.an (. 7uni %(())
- Tak tampak peningkatan aktivitas patologis pada tulang-tulang
- 3ktivitas pada tulang- tulang tampak simetris dan merata
"esan 4 Tak tampak tanda-tanda metastase pada tulang.
Follow up & 7uni %(()
4 Perdarahan sudah berhenti, telah ditrans#usi P<= +%( cc.
2 4 "avum nasi dekstra sinistra lapang, "onka in#erior eutro#i, septum nasi ditengah
Tenggorok 4 sulit dinilai karena trismus
3 4 uspek tumor lidah perluasan ke naso#aring
P 4 - =ek 9b pasca trans#usi
- 5n!eksi transamin (kalau perlu)
1&
Pada tanggal %/ 7uni dilakukan trakeostomi primer karena pembesaran tumor
yang menutupi !alan na#as sehingga pasien sesak na#as. "emudian dipasang kanul
trakeostomi.
Pasien mengalami perdarahan pada tanggal 18 7uni, untuk menghentikan
perdarahan pasien diberi radioterapi eksternal.
1iagnosis ker!a pasien ini adalah tumor ganas lidah stadium 5B(T+'&$o)
dan TB Paru(berdasarkan konsul Penyakit 1alam). Pasien direncanakan biopsi pada
tanggal %/ 7uli %(().
1+
BAB I/
PE0BAHASAN KHUSUS
1iagnosis pada pasien ini ditegakkan berdasarkan data yang diperoleh dari
anamnesis, pemeriksaan #isik dan pemeriksaan penun!ang. Berdasarkan anamnesis
yaitu terdapat keluhan lidah terasa perih seperti sariawan yang tidak sembuh-sembuh
meskipun telah diobati, ge!ala ini dapat merupakan ga!ala dini dari tumor ganas lidah
dimana berdasar kepustakaan yaitu ge!ala dini tumor ganas lidah dapat berupa
kemerahan dan tampak kutil atau ulkus yang tidak sembuh-sembuh, penebalan
mukosa yang terbatas, perasaan baal di lidah, rasa nyeri bila tumor berbentuk ulkus.
"emudian muncul keluhan timbul ben!olan di leher se!ak + bulan sebelum masuk
rumah sakit, nyeri tekan, sulit menelan, sulit membuka mulut dan pasien !uga
mengalami penurunan berat badan. Pasien masuk rumah sakit karena perdarahan dari
mulut. >e!ala-ge!ala tersebut berdasarkan kepustakaan merupakan ge!ala lan!ut dari
tumor ganas lidah. Pada pasien !uga terdapat #aktor predisposisi yaitu kebiasaan
merokok E 1 bungkus sehari, dimana resiko tumor ganas pada rongga mulut
sedikitnya dua kali lebih besar pada perokok daripada orang yang tidak merokok.
1ari pemeriksaan #isik pada status lokalis regio coli didapat pembesaran
kelen!ar getah bening submadibula kiri berukuran 8 A ) A % cm dan submandibula
kanan berukuran 1( A 8 A 1 cm, konsistensi keras, ter#iksir, batas tidak tegas dan tidak
didapat adanya nyeri tekan. Pada pemeriksaan T9T didapatkan telinga kiri dan
kanan4 liang telinga lapang, serumen (F), membrana timpani utuh, re#lek cahaya (F).
9idung 4 kavum nasi dekstra dan sinistra 4 massa memenuhi kavum nasi, clothing (F).
Tenggorok 4 Pasien sulit membuka mulut, trismus E % cm, tampak massa.
9asil pemeriksaan penun!ang yang mendukung diagnosis ini yaitu dari =T
scan didapatkan $assa tumor masi# yang pada pemberian kontras menun!ukan
banyaknya !aringan nekrotik, tampak meliputi selain lidah !uga pada dasar mulut kiri,
meluas kontra lateral kanan. $assa tumor meluas ke posterior sampai ke naso#aring
dan mengin#iltrasi $. levator;tensor veli palatine kiri. Pendesakkan dengan midline
shi#t pada oro#aring. Pembesaran kelen!ar getah bening bilateral mencakup anterior
dan posterior trigonum. Pada pemeriksaan histopatologi dari sediaan yang berasal
dari naso#aring didapat gambaran histologik sesuai dengan naso#aringitis kronik.
Tidak tampak tanda ganas. Berdasarkan pemeriksaan penun!ang lain yang dilakukan
1)
yaitu biopsi naso#aring, :> 3bdomen, Bone scan dan #oto toraks P3 tidak
didapatkan adanya metastasis dari tumor ganas lidah.
1iagnosis pasti tumor ganas lidah adalah dengan pemeriksaan Patologi
3natomi, namun biopsi belum dapat dilakukan karena pasien mengalami perdarahan
yang berulang sehingga perdarahan harus dihentikan dulu. elain diberikan obat-
obatan untuk menghentikan perdarahan !uga dilakukan radioterapi eksternal.
Berdasarkan kepustakaan, terapi yang dapat diberikan pada pasien dengan
stadium lan!ut ialah terapi kombinasi. Terapi kombinasi dapat berupa tindakan
operasi dengan radioterapi, operasi dengan kemoterapi, radioterapi dengan kemoterapi
atau gabungan ketiganya. $asih belum ada ke!elasan apakah radiasi preoperati# atau
radiasi pascaoperati# yang harus digunakan. Pada radiasi preoperati#, radiasi dapat
menutup kelen!ar lim#e, sehingga memudahkan operasi yang akan dilakukan tanpa
takut akan penyebaran tumor. Pada radiasi pascaoperasi dapat mengurangi morbiditas
operasi, dosis radiasi dapat diberikan sedikit lebih tinggi, dan kemungkinan reseksi
yang inadekuat lebih sedikit dimana batas-batas tumor lebih mudah diidenti#ikasi.
:ntuk diagnosis TB Paru berdasarkan anamnesis didapatkan riwayat batuk
lama yang berdahak. 1ari pemeriksaan penun!ang #oro torak terdapat in#iltrat di
lapangan atas paru kanan yang merupakan proses spesi#ik, namun dari pemeriksaan
sputum BT3 & kali didapatkan hasil negati#. etelah dikonsulkan ke bagian 5lmu
Penyakit 1alam, pasien didiagnosis menderita TB Paru dan diberi regimen 23T.
Pemeriksaan >2TL>PT dian!urkan % minggu sekali untuk mengetahui e#ek
samping obat terhadap hepar.
1,
DA)TA# PUSTAKA
1. $unir, $asrin. Tumor ganas rongga mulut. 1alam 4 upardi G, 5skandar
',editors. Buku 3!ar T9T 6":5. Gdisi kelima, Balai penerbit 6":5, 7akarta,
%((+ 4 1)&-1)).
%. 9ibbert, 7ohn. =ancer o# the oral cavity. 1alam 4 9ibbert 7ohn. 0aryngology
and 9ead and 'eck urgery, iAth edition. Butterwoth-9einemann, 2A#ord,
1../ 4 );&;1%-);&;%(.
&. onis tephen T, 6aMio <obert =, 6ang 0eslie. Juamous cell carcinoma o#
the head and neck. 1alam 4 onis tephen T, 6aMio <obert =, 6ang 0eslie.
Principles and Practice o# 2ral $edicine, econd edition. -.B. aunders
company, 0ondon,1..& 4 &..-+(,.
+. Ballenger 77. Juamous cell carcinoma o# the oral cavity, and oropharynA.
1alam 4 Ballenger 77, editor. 2torhinolaryngology head and neck surgery,1)
th
edition, -illiams N -ilkins, Philadelpia, 1.., 4%)&-&1,.
). 3dams >0. Tumor-tumor ganas kepala dan leher. 3lam 4 3dams, Boies,
9igler, editor. Buku 3!ar Penyakit T9T, G>=, 1../ 4 +++-++).
,. >luckman 70, avoury 0-. =arcinoma o# the oral cavity. 1alam 4 Paparela
$$, editor, 9ead and 'eck 2tolaryngology, &
rd
ed, -.B. aunders company,
Philadelpia, 1..1 4 %(+1-%(,/.
/. 9ermani B, <oesmard!ono, 3bdoerrachman 9, $unir $, "oesma . Tumor
ganas lidah di bagian T9T 6":5;<=$ Tin!auan selama , tahun (1./1-
1./,). 1alam 4 "umpulan naskah kongres B Perhati, !ilid %, emarang 1.// 4
/,,-//&.
8. 3nonymous. eks oral akibatkan tumor rongga mulut. www."ompas.com
.. 9adiwikarta 3, <oesmard!ono, $unir $, 9ermani B, "oesma ,
3bdoerrachman 9. 0aporan 1+ kasus tumor ganas lidah dibagian T9T 6":5
<=$ (1./8-1.8%). 1alam 4 "umpulan naskah ilmiah kongres nasional ke /,
Perhati, urabaya, 1.8&.
1(. $endehall -$, tringer P, et al. 5s <adiation Therapy a pre#erred
alternative to surgery #or sJuamous cell carcinoma o# the base tongue. 6rom
1/
the 1epartments o# <adiation 2ncology and 2tolaryngology, :niversity o#
6lorida =ollege o# $edicine, >ainesville, 60. www.tonguecancer.com.
11. $ushberg 3. <eevaluation o# Toluidine blue application as a diagnostic
ad!unct in the detection o# asymptomatic oral sJuamous carcinoma. =ancer,
1.8( 4 /)8-,&.
Lyrics - If I Ain't Got You ::
Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what's within
I've been there before
But that life's a bore
So full of the superficial
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you
Some people search for a fountain
Promises forever young
Some people need three dozen roses
nd that's the only way to prove you love them
nd in a world on a silver platter
nd wondering what it means
!o one to share" no one who truly cares for me
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you
18
If I ain't got you with me baby
!othing in this whole wide world don't mean a thing
If I ain't got you with me baby
1.