You are on page 1of 83

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1. Geologi Teknik Untuk Perencanaan Bangunan Air
Dalam perencanaan suatu proyek bangunan pengairan, Geologi
memberikan sumbangan dalam hal penelitian batu dan tanah sehubungan dengan
bangunan yang direncanakan, penyelidikan geomorfologi dan keairan, mengetahui
struktur geologi dan informasi tentang bahan bangunan yang ada di suatu daerah.
Geologi sebenarnya mulai dipakai pada pertengahan abad ke-18, seperti
pembuatan terowongan Eliffoton di Inggris. ada awalnya dalam pembangunan
bangunan-bangunan sipil maupun pengairan pada waktu itu sama sekali tidak
memperhatikan faktor tanah sebagai dasar bangunan. !ampai pada peristiwa
"ebolnya bendungan di !t. #rancis $%alifornia&, barulah disadari bahwa faktor
tanah ternyata sangat menentukan.
ada saat ini, Geologi banyak memberikan sumbangan yang berarti dalam
peker"aan perencanaan bangunan air. 'anyak informasi-informasi Geologi yang
di"adikan acuan dalam merencanakan suatu bangunan air. !eperti peta geologi,
hasil foto udara, foto satelit, hasil sur(ey darat, ataupun !istem Informasi
Geografi.
Dalam pelaksanaan penelitian lapangan, biasanya digunakan berbagai
teknik dan cara seperti)
1. pemetaan geologis dan geologi teknik
*. pengungkapan batuan
+. pemboran inti dan pengungkapan inti pemboran
,. pengukuran geofisis
-. pengambilan contoh untuk penelitian di laboratorium
.. percobaan di lapangan
/. galian-galian percobaan $ sumur-sumur dan terowongan&
!emua ini ditu"ukan untuk memperoleh suatu pen"elasan yang cermat
mengenai kondisi tanah bawah. Data yang dikumpulkan mengenai tanah bawah
misalnya sifat-sifat seperti berat "enis, porositas, permeabelitas, elastisitas, dan
gaya tekan.
/
ada bangunan air ter"adi reaksi dari tekanan hidrostatis air sehingga
ter"adi perubahan permukaan air dalam masa tanah. erkolasi air tanah dapat
melarutkan mineral-mineral tertentu dan dapat menimbulkan rongga-rongga besar
di dalam tanah. 0pabila rongga-rongga ini bertambah besar, maka tanah akan
men"adi tidak stabil dan akhirnya ambruk.
2.2. Mineral
1ineral terbentuk secara alamiah, terdiri dari beberapa komposisi tertentu
dan pada umumnya terdiri dari anorganik, susbstan kristalin padat. 2ebanyakan
dari mineral yang telah berada dalam keadaan mengkristal dan hanya se"umlah
kecil dalam keadaan amorphous $tidak berbentuk&. 'eda antara keadaan
mengkristal dan keadaan tidak berbentuk ialah bila unsur-unsur berada dalam
bentuk kristal, molekul-molekul, atom-atom, dan ion-ion dari tiap-tiap unsur
tersebut tersusun dalam susunan yang teratur dan membentuk suatu spatial lattice.
!ifat fisik yang perlu diperhatikan untuk membedakan mineral-mineral
yang satu dengan yang lain ialah warna, kilap, belahan, pecahan dan bentuk $yang
dapat diamati dengan bantuan kaca pembesar dengan pembesaran 13 kali&, cerat,
kekasaran dan berat "enisnya.
a. 4arna mineral
4arna mineral merupakan kenampakan langsung yang dapat dilihat, tetapi
tidak dapat diandalakan didalam pemberian mineral, karena satu macam mineral
dapat berwarna lebih dari satu, tergantung keanekaragaman komposisi kimia dan
pengotorannya. !ebagai contoh kwarsa dapat berwarna putih susu, ungu, coklat
kehitaman atau tidak berwarna. 4alaupun demikian ada beberapa mineral yang
berwarna khas, seperti olivine berwarna hi"au pucat, galena berwarna abu-abu,
azurite berwarna biru dan malasit berwarna hi"au.
8
Ga!ar 2.1 conto" #arna ineral
b. 2ilap
2ilap ialah kenampakan permukaan mineral yang segar didalam
memantulkan cahaya. !ecara garis besar kilap mineral dibedakan men"adi dua,
yaitu
1. 2ilap logam, nampak seperti permukaan logam yang telah digosok.
*. 2ilap bukan logam yang dibedakan men"adi beberapa)
a. 2ilap tanah $permukaan suram seperti tanah&
b. 2ilap minyak $permukaan seperti minyak&
c. 2ilap kaca $permukaan seperti kaca&
d. 2ilap intan $permukaan sangat mengkilap&
e. 2ilap sutera
5
Ga!ar 2.2 conto" kila$ $a%a ineral
c. 'elahan
2ekuatan ikatan atom didalam struktur kristal tidak seragam kesegala arah,
apabila mineral dikenai gaya $pukulan& maka mineral akan pecah sesuai dengan
arah ikatan atom yang lemah. Ikatan atom yang lemah biasanya membentuk suatu
bidang, sehingga belahan selalu membentuk bidang yang rata. 2arena keteraturan
sifat dalam mineral, maka belahan akan nampak ber"a"ar teratur dan mempunyai
arah tertentu. 0rah bidang belah bisa 1 arah $mika&, * arah $feldspar, pirksen,
amfibla&, + arah $galena, kalsit, dolomite&, , arah $fluorit& dan . arah $spalerit&.
Ga!ar 2.& conto" !ela"an
d. ecahan
'eberapa mineral mempunyai tenaga pengikat atom di dalam struktur
kristal sangat kuat, sehingga bidang belah tidak tampak dan mineral tersebut akan
13
cenderung pecah menuruti pola yang tidak teratur. ecahan yang tidak teratur ini
disebut pecahan.
erbedaan pecahan dan belahan dapat dilihat dari sifat permukaanya dalam
memantulkan sinar. ermukaan bidang belah akan nampak halus dapat
memantulkan sinar seperti pada cermin datar, sedang bidang pecahan
memantulkan sinar ke segala arah.
6enis pecahan yang banyak di"umpai adalah)
1. ecahan kerang $conchoida&) pada permukaan pecahan nampak bergelombang
memusat, seperti kenampakan kulit kerang atau botol yang pecah sebagai
permukaannya.
*. ecahan berserat7berserabut $splinteri7fibrous& ) bila pada permukaan pecah
nampak ge"ala serabut seperti batang bamboo atau kayu yang patah.
+. ecahan rata $e(en& ) bila permukaan pecahan nampak rata. ecahan rata ini
biasanya merupakan bidang belahannya.
,. ecahan tidak rata $une(en7irregular& ) bila permukaan pecahan nampak tidak
rata, seperti permukaan bata yang pecah.
!atu "enis mineral tertentu dapat mempunyai belahan dan pecahan, mineral
lain hanya mempunyai belahan sa"a dan yang lain hanya mempunyai pecahan
sa"a.
Ga!ar 2.' conto" $eca"an
e. 'entuk
!ecara garis besar dapat dibedakan bentuk teratur $kristalin& dan bentuk
tidak teratur $amorf&. 'entuk teratur dikendalikan oleh system kristalnya.
11
!ystem kristal tersebut antara lain )
1& 2ubik7regular
*& 8e9agonal
+& :rigonal
,& :etragonal
-& ;rtorombik
.& 1onoklin
/& :riklin
'entuk tidak teratur ialah bentuk-bentuk yang tidak nampak didalam pola
yang teratur. 'entuk tak teratur bisa disebabkan oleh )
a& 1uka kristal pada mineral tidak berkembang dengan baik,
b& 1ineral tersusun oleh kristal-kristal yang sangat halus $cryptocrystalline&
contoh kalsedon.
c& 0tom penyusun mineral tidak tersusun didalam pola yang teratur $amorf&
contoh opal.
4alaupun mineral berbentuk teratur, keraturannya tidak selalu
dikendalikan oleh system kristalnya, tetapi terkendali oleh pembelahanya, sebagai
contoh adalah kelompok mika yang bersistem monoklin. 'ila terdapat hal-hal
seperti itu dan hal tersebut sangat membantu pemerian mineral, maka kenampakan
yang menyolok tersebut dapat dimasukkan sebagai bentuk mineral. 'entuk
tersebut antara lain ) lembaran $mika&, berserat $serpentin, asbes&.
1*
Ga!ar 2.( conto" !entuk ineral
f. %erat
<ang dimaksud dengan cerat adalah warna serbuk halus suatu mineral.
%erat dapat dipakai sebagai penciri suatu mineral, karena walaupun warna mineral
beraneka ragam maka ceratnya selalu tetap. =ntuk mendapatkan cerat, mineral
digoreskan pada permukaan perselin yang tidak diberi lapisan pengkilat
$unglazed& atau disebut keping cerat $streak plate&. erlu diperhatikan bahwa cerat
yang dilihat terutama untuk mineral-mineral yang kekerasan kurang dari . skala
1ohs.
Ga!ar 2.) conto" cerat $a%a ineral
g. 2ekerasan
1+
2ekerasan adalah ketahanan suatu mineral terhadap goresan. !ifat ini
sangat berhubungan erat dengan struktur kristal dan ikatan atomnya. =ntuk
mengukur kekerasan nisbi, dua mineral digoreskan, maka mineral yang lebih
keras akan menggores mineral yang lebih lunak. Guna kepentingan pemerian
mineral, tolak ukur kekerasan telah dibuat, oleh #riedrich 1ohs dari 6erman yang
dikenal dengan !kala 1ohs yang terdiri dari 13 kekerasan tidak seragam. !ebagai
contoh bila diambil nilai mutlaknya maka kekerasan intan akan ,* kali kekerasan
talkum. 2ekerasan itu sendiri dipengaruhi oleh keanekaragaman komposisi
$kimia& mineral, sehingga mengakibatkan mineral yang sama kadang-kadang lebih
keras atau lebih lunak dari pada kekerasan normalnya. Dian"urkan didalam
melakukan pengukuran kekerasan dilakukan pada permukaan yang segar7tidak
lapuk.
Ga!ar 2.* conto" +kala $a%a kekera+an !atuan
1ineral okok !kala 'enda sehari-hari
Intan 13 -
2orundum 5 -
:opas 8 -
2warsa / -
;rtoklas . isau ba"a $.&
0patit - ecahan kaca $-.-&
#iourit , =ang logam $+.-&
2alsit + 2uku "ari $*.-&
Gypsum * -
:alkum 1 -
!20>0 1;8!
Ta!el 2.1 ta!el kekera+an $a%a ineral
1,
h. 'erat 6enis $specific gra(ity&
'erat "enis mineral adalah perbandingan berat mineral terhadap berat air
pada hitungan air yang sama. =ntuk pemerian mineral secara sambil lalu dapat
diperkirakan dengan cara menimang-nimangnya ditangan. 1ineral-mineral yang
berat "enis besar antara lain ) galena /,-, pirit -, sedangkan mineral-mineral
pembentuk batuan yang umum seperti kwarsa, feldspar, kalsit mempunyai berat
"enis sekitar *.. ? *.8.$ belum diketahui satuannya&
2.&. Batuan
'atuan merupakan bahan dari kerak bumi yang selalu dapat kita lihat
dimana-mana. 'atuan dapat didefinisikan sebagai semua bahan yang menyusun
kerak bumi, yang merupakan agregat dari mineral-mineral yang telah mengeras.
:anah dan bahan-bahan lepas lainnya merupakan hasil dari proses pelapukan dan
erosi. 6adi, segala sesuatu yang men"adi bahan kerak bumi disebut sebagai batuan.
'atuan dalam pengertian sehari-hari sangat berbeda dengan pengertiannya
dalam ilmu Geologi. Dalam pengertian Geologi, yang disebut batuan adalah
massa materi mineral baik yang tampak keras maupun yang tidak, yang
membentuk bagian kerak bumi dimana terbentuknya melalui proses alamiah.
'atuan bisa berasal dari satu macam mineral $monomineralistik&, tetapi
pada umumnya berasal dari satu kumpulan (agrogate) dari berbagai macam
mineral. 1ineral itu sendiri didefinisikan sebagai bahan alam yang dibuat oleh
tenaga atom yang bersifat homogen dan tersusun dari senyawa-senyawa organik
yang sifat fisik dan kimianya tertentu serta mempunyai struktur atom yang
konstan. Dari hasil penelitian kimia, unsur-unsur penyusun batuan yang paling
penting adalah ;
*
, !i, 0l, 2, 1g. 2esatuan unsur tersebut membentuk sebagian
dari bermacam-macam silikat, karbon oksida serta membentuk sebagian mineral
utama.
'atuan dibagi ke dalam berbagai macam dan "enis berdasarkan cara
terbentuknya batuan tersebut atau berdasarkan sifat-sifat tertentu yang
dimilikinya.
'erdasarkan pada sifat-sifat khusus yang dimilikinya batuan dibagi atas)
1. :ekstur
1-
:ekstur adalah sifat yang menyangkut hubungan antar butir penyusun batuan
yang ditentukan oleh ukuran, bentuk dan susunan mineral dalam batuan.
!ifat butiran tersebut ditentukan oleh beberapa hal )
a. Dera"at kristalisasi
1& 8ablur atau kristalin
*& 0morf atau gelas
+& 2lasik atau fragmental
b. Granularity
1& 'esar butiran) kasar, sedang, halus
*& 4arna butiran) hi"au, merah, kuning, dsb.
c. #abrise
1& !emuanya hablur
*& !egmentasi
+& 2uat, kompak
*. 1ineralogis
1ineralogis adalah susunan mineral yang menyusun batuan yang memiliki
ciri khas yaitu) kilap, warna, belahan, pecahan, cerat, kekerasan, berat "enis dan
bentuk.
!edangkan berdasarkan cara terbentuknya batuan dapat dibedakan men"adi
+ macam yang tergambar dalam siklus batuan berikut ini
pelapukan, pengangkutan
'atuan beku 'atuan sedimen
penyerapan, pembatuan
pelapukan
peleburan, pengendapan
pembekuan pengangkutan
pembatuan
'atuan 1etamorf
Ga!ar 2., $ro+e+ $e!entukan !atuan
2.&.1. Batuan Beku
1.
Ga!ar 2.- conto" !ataun !eku
2.&.1.1. Teori Batuan Pe!entukan Beku
'atuan beku adalah batuan yang ter"adi karena pembekuan larutan silika
cair dan pi"ar, yang kita kenal dengan nama magma. enggolongan batuan beku
sudah banyak dilakukan dari dulu hingga sekarang. 'erbagai cara telah dilakukan,
seperti penggabungan dari "enis-"enis yang sama dalam satu golongan, dan
pemisahan dari "enis-"enis yang tidak menun"ukkan persamaan. 2arena tidak
adanya kesepakatan di antara para ahli petrologi dalam mengklasifikasikan batuan
beku, mengakibatkan sebagian dari klasifikasi dibuat atas dasar yang berbeda-
beda.
erbedaan ini sangat berpengaruh dalam menggunakan klasifikasi pada
berbagai lapangan peker"aan. 'ila kita dapat memilih salah satu klasifikasi dengan
tepat, maka kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan. enggolongan batuan
beku dapat didasarkan kepada tiga patokan utama, yaitu berdasarkan genetik
batuan, berdasarkan senyawa kimia yang terkandung, dan berdasarkan susunan
mineraloginya.
1/
2.&.1.2. .o$o+i+i %an Si/at0Si/at Batuan Beku
0da beberapa komposisi dan sifat batuan beku antara lain)
1. 1ineral utama ) mineral yang umum di"umpai di batuan beku
a. #elsik ) 2aya unsur silika dan alumina $2warsa, ;rthoklas, lagioklas,
1usko(it&
b. 1afik ) 2aya unsur besi, magnesium dan kalsium $;li(in, iroksin,
0mfibol, 'iotit&
*. mineral pelengkap ) mineral yang "arang di"umpai pada batuan beku,
mneral yang masuk dalam kelompok ini adalah kelompok feldspathoid dan
mineral oksida
2.&.1.&. .la+i/ika+i Batuan Beku
:ekstur batuan memiliki hubungan antara penyusun batuan. :ekstur batuan
sangat ditentukan oleh ukuran, bentuk dan susunan butir mineral di dalam batuan.
:ekstur batuan beku berkembang tergantung kecepatan pendinginan magma dan
komposisinya. 1agma yang terletak "auh di dalam kulit bumi akan mengalami
pendinginan dengan lambat, sehingga su"gatu kristal mendapat kesemptan tumbuh
dengan baik dan berukuran lebih kurang seragam, mencapai beberapa sentimeter,
sebaliknya pendinginan yang sangat cepat tidak akan memberikan kesempatan,
kristal tumbuh sehingga ukuran kecil-kecil dan batuannya pun kadang-kadang
nampak pasif dan tanpa struktur. 'ila se"arah pendinginan magma cukup komplek,
akan ter"adi pendinginan lambat yang diikuti pendinginan cepat, yang
memungkinkan ter"adinya kristal yang berbeda ukuran.
=kuran kristal yang dipengaruhi oleh kekentalan magmanya. Dari magma
kental berkembang kristal kecil-kecil sedang dari magma yang lebih cair akan
menghasilkan kristal dengan ukuran lebih besar. 2ekentalan magma sangat
tergantung dari komposisi dan kandungan gasnya. 1agma yang banyak
mengandung silika akan lebih kental dibanding magma yang sedikit mengandung
silika, demikian pula magma yang mengandung unsur gas akan lebih cair.
:ekstur batuan beku dapat dibedakan men"adi lima macam )
2elompok dari Granit ,yaitu )
18
a& haneritik
1. :erdiri dari batuan pluton yang biasa disebut batolit, dimana kenampakan
di permukaan bumi sangat besar, sedangkan kedalaman dari batuan ini
tidak diketahui dasarnya.
*. 'erbutir sangat kasar, dengan kombinasi warna antara abu-abu dan putih.
+. :ekstur batuan ini pada dasarnya adalah holokristalin, hipidiomorfik, dan
equigranular, kadang-kadang "uga memiliki tekstur porpiri.
,. Xenolit "uga terdapat dalam granit dengan "umlah yang sangat kecil sekali.
-. !truktur batuan ini biasanya adalah struktur "oin, yang terbagi men"adi +
kelompok, yaitu)
a&. !truktur blok yang berbentuk kubus.
b&. !truktur blok yang diakibatkan oleh proses konsolidasi.
c&. !truktur blok yang diakibatkan oleh proses pelapukan. Disamping itu,
di dalamnya "uga terdapat struktur miarolitik, orbikular, dan
rapakivi.
.. @ariasi senyawa kimia pada batuan granit didominasi oleh silika.
b& 0phanitik
1. :erdiri dari batuan ekstrusi yang berupa la(a dan batuan intrusi yang
berupa dike.
*. :ekstur batuan ini adalah bertekstur porfirik, yaitu percampuran antara
yang kasar $penokris& seperti dari kuarsa, feldspar, dan hornblende
dengan masa dasar yang berbentuk halus dari mikrokristalin sampai
kacaan.
+. 2omposisi mineralogi dari penyusun utama terdiri dari kuarsa, potasium
feldspar dari "enis ortoklas dan sanidin, plagioklas dari "enis oligoklas,
sedangkan mineral feromagnesia dari biotit dan hornblende. 1ineral
pengiringnya terdiri dari magnetit dan apatit. !edangkan mineral
sekundernya terdiri dari hasil aliterasi dari mineral feldspar dan mineral
feromagnesia.
2elompok dari Syenit, yaitu)
15
a& haneritik
1. :erdapat sebagai stok dan boss, tidak pernah ditemukan sebagai bentuk
besar seperti batolit dan granit.
*. :erbentuknya syenit biasa berasosiasi dengan granit sebagai fasies tipis.
+. :ekstur yang biasa ditemukan adalah equigranular, holokristalin,
phaneritik dan batuan plutonik.
,. 'utiran kristal cukup besar dan terlihat sebagai pegmatik.
-. 1ineral utama terdiri dari potasium feldspar dari "enis ortoklas dan
mikrolin, plagioklas dari "enis albitoligoklas, sebagian besar mineral
feromagnesia dari hornblende, serta sedikit dari biotit dan piroksen.
1ineral pengiring terdiri dari sphen, oksida besi dan apatit. !edangkan
mineral sekunder merupakan hasil aliterasi dari feldspar, yang kemudian
membentuk (ariasi dari mineral lempung.
.. 2andungan alkali $Aa*; dan 2*;& sangat tinggi, hal ini disebabkan
kandungan mineral potasium feldspar.
b& 0phanitik
1. :er"adi sebagai aliran la(a yang meliputi daerah yang luas.
*. :erdapat sebagai korok (ulkanik yang bertekstur porfirik.
+. :ekstur lain yang biasa terdapat pada batuan ini adalah tekstur aliran.
,. !truktur "oin banyak terdapat di batuan ini.
-. 2omposisi mineral dari mineral utama terdiri dari potasium feldspar dari
"enis sanidin, ortoklas dan mikrolin, plagioklas, biotit, hornblende, dan
augit.
.. 2andungan mineral terdiri atas plagioklas dari "enis albit, hornblende,
biotit, 2- feldspar dari "enis ortoklas dan mikrolin, nefelin, dan mineral
bi"ihnya magnetit.
/. =kuran kristal berukuran kasar $phaneritik!holokristalin&.
2elompok dari Diorit, yaitu)
a& haneritik
1. 'erada di tengah, yaitu antara kelompok batuan asam dan kelompok
batuan basa.
*. :erdapat sebagai stok, dike ataupun sill.
*3
+. :ekstur dari batuan ini adalah holokristalin, eBuigranular, porpirik dengan
penokris berbentuk euhedral dan phaneritik.
,. 2omposisi mineralogi, dimana penyusun mineral utama adalah plagioklas
dari "enis oligoklas-andesit dan hornblende. 1ineral pengiring berupa
kuarsa, sphen, apatit dan magnetit.
b& 0phanitik
1. :er"adi sebagai intrusi sekunder, seperti sebagai dike.
*. :ekstur biasanya adalah porpirik, dengan penokris berbentuk euhedral.
+. 2omposisi mineralogi dan kimianya sama dengan kelompok batuan diorit.
,. :erdiri dari hornblende andesit, yang mempunyai ukuran kristal yang halus
dan tidak sama besar.
-. 1ineral yang berukuran kasar $penokris& terdiri dari plagioklas dari "enis
andesit dan hornblende.
2elompok Gabro, yaitu)
a& haneritik
1. :erbentuk sebagai lakolit, stok, dike, sill, dan biasanya sebagai batuan
plutonik.
*. :ekstur yang biasanya terdapat adalah equigranular, holokristalin,
phaneritik dan pegmatik.
+. 'utiran kristal berukuran kasar.
,. !truktur yang berkembang pada umumnya struktur masif dan sistem "oin.
-. 2omposisi mineralogi dan kimia dari gabro adalah batuan basa, dimana
prosentase silika, sodium, dan potasium relatif rendah sedangkan
prosentase besi dan magnesium relatif tinggi.
.. 1ineral plagioklas dan feromagnesia banyak mengandung kalsium.
/. 2andungan mineralogi yang terbanyak adalah dari "enis labradorit.
8. 1ineral pengiring terdiri atas magnetit, ilmenit, apatit, biotit, kromit, dan
spinel dengan "umlah yang kecil.
b& 0phanitik
*1
1. :erdapat berupa lembaran di permukaan bumi dan mendominasi dari
batuan beku yang berhubungan dengan sabuk orogenik $orogenic belt&.
*. :eksturnya adalah holokristalin, kacaan, porfirik dan eBuigranular.
+. 2omposisi mineralogi dan kimia sama dengan batuan gabro yang terdiri
atas plagioklas, piroksin, dan oli(in.
,. 1ineral pengiring terdiri dari magnetit, ilmenit dan apatit.
2elompok dari =ltra 'asa, yaitu)
1. :ekstur holokristalin dan phaneritik dari batuan plutonik.
*. 2andungan mineral mafiknya sangat tinggi dan indeks warnanya di atas /3
dengan berat "enis $'6& sangat tinggi.
+. :ipe batuan pada ultra mafiknya ditandai dengan monomineral $seperti
piroksen, olivin dan hornblende&.
,. 1ineral pengiring sedikit sekali $seperti oksida besi, spinel, biotit dan kromit&.
2.&.1.'. Pro+e+ Pe!entukan Batuan Beku
Dalam pembekuan magma kita hrus mengetahui dulu lingkungan
pembekuan magma, nah dari situlan batuan beku bisa di buat. >ingkungan
pembentukan magma bisa di lihat pada gambar di bawah ini.
**
Ga!ar 2.11 $ro+e+ $e!entukan !atuan !eku
*+
Ga!ar 2.11 !agan $engkri+talan
ada gambar selan"utnya adalah proses kristalisasi, proses ini adalah
proses inti dari pembentukan baruan beku karena d proses ini magma membeku
sehingga terbentuklah batuan beku.
2.&.1.(. .ekuatan Batuan 2Rock Strengt"3
2ekuatan batuan beku dikaitkan berdasarkan genetik batuan, berdasarkan
senyawa kimia yang terkandung, dan berdasarkan susunan mineraloginya.
*,
Ga!ar 2.12 +egitiga kekuatan !atuan !eku
2.&.2. Batuan Se%ien
Ga!ar 2.1& conto" !atuan +e%ien
2.&.2.1. Teori Batuan Se%ien
'atuan sedimen adalah batuan yang ter"adi dari hasil lithifikasi
$pembatuan& hancuran batuan lain atau larutan kimiawi, atau pertumbuhan
binatang pada suatu lingkungan endapan. Dalam pengertian batuan, lithifikasi
tidak harus menghasilkan batuan yang keras. roses lithifikasi diawali transportasi
material, sedimentsi, kompaksi, dan lithifikasi. >ingkungan pengendapan yang
dimaksud tidak haus air, tetapi dapat "uga di darat.
2alau dilihat dari proses pembentukan batuan sediment, maka komposisi batuan
sediment terdiri dari )
1. pecahan batuan
*. mineral
+. fosil $sisa kehidupan&
'atuan sedimen banyak sekali "enisnya dan tersebar sangat luas dengan
ketebalan dari beberapa sentimeter sampai beberapa kilometer. 6uga ukuran
*-
butirnya, dari sangat halus sampai sangat besar dan beberapa proses yang penting
lagi yang termasuk ke dalam batuan sedimen.
'atuan sedimen yang ada di muka bumi ini dapat dikelompokkan men"adi
lima kelompok besar, pengelompokan ini berdasarkan cara terbentuknya batuan
tersebut. !etiap kelompok tersebut mempunyai tempat pengendapan tersendiri,
mulai pengendapan di lingkungan darat, sungai, danau sampai ke lingkungan laut.
embagian batuan sedimen tersebut, seperti )
1. 'atuan !edimen Detritus $2lastik&.
'atuan sedimen klastis adalah batuan sedimen yang terbentuk dari hasil
lithifikasi hancuran batuan yang sudah ada sebelumnya, baik batuan beku,
batuan sedimen, maupun batuan metamorf.'atuan sedimen ini diendapkan
dengan proses mekanis, terbagi dalam dua golongan besar dan pembagian ini
beradasarkan proses pengendapan baik yang terbentuk di lingkungan darat atau
di lingkungan air $laut&. 'atuan yang berukuran besar seperti breksi, dapat
ter"adi pengendapan langsung dari ledakan gunung berapi. 'atuan konglomerat
biasanya diendapkan di lingkungan sungai, dan batuan batu pasir dapat ter"adi
di lingkungan laut, sungai maupun delta. !emua batuan tersebut di atas
termasuk ke dalam golongan detritus kasar. !edangkan golongan detritus halus
terdiri dari batu lanau, serpih, batu lempung, dan napal. 'atuan yang termasuk
golongan ini pada umumnya diendapkan di lingkungan laut, dari laut dangkal
sampai laut dalam.
*. 'atuan !edimen E(aporit.
roses ter"adinya batuan sedimen ini harus ada air yang mempunyai larutan
kimia yang cukup pekat. ada umumnya batuan ini terbentuk di lingkungan
danau atau laut yang tertutup, sehingga sangat memungkinkan selalu ter"adinya
pengayaan unsur-unsur tertentu. 'atuan-batuan yang termasuk ke dalam
golongan ini adalah gip, anhidrit, batugaram dan sebagainya.
+. 'atuan !edimen 'atubara.
'atuan sedimen ini terbentuk dari unsur-unsur organik yaitu dari tumbuh-
tumbuhan, dimana sewaktu tumbuhan tersebut mati tertimbun oleh suatu
lapisan tebal di atasnya, tidak memungkinkan bagi tumbuhan itu untuk
*.
melapuk. >ingkungan terbentuknya batubara adalah khusus sekali dan harus
memiliki banyak sekali tumbuhan, sehingga kalau tumbuhan itu mati atau
tumbang, maka akan tertumpuk men"adi satu di tempat tersebut.
,. 'atuan !edimen !ilika.
'atuan ini terdiri dari ri"ang $chert&, radiolaria dan tanah diatom. roses
terbentuknya batuan ini adalah gabungan antara proses organik, seperti
radiolaria atau diatom dan proses kimiawi. 'atuan golongan ini tersebarnya
hanya sedikit sekali dan sangat terbatas.
-. 'atuan !edimen 2arbonat.
'atuan ini sudah umum sekali terbentuk dari kumpulan cangkang moluska,
alga, foraminifera atau lainnya yang bercangkang kapur. 0tau melalui proses
pengendapan yang merupakan rombakan dari batuan yang terbentuk lebih
dahulu dan diendapkan di suatu tempat. roses pertama biasa ter"adi di
lingkungan laut litoral sampai neritik, sedangkan proses kedua diendapkan
pada laut neritik sampai batial. 6enis dari batuan karbonat ini banyak sekali,
tergantung dari material penyusunnya.
2.&.2.2. Pro+e+ Pe!entukan Batuan Se%ien
roses pembentukan batuan sediment disebut "uga sedimentasi.
!edimentasi diartikan dalam banyak arti dan dari banyak ilmuwan. !alah satunya
adalah etti"ohn. Ia mendefinisikan sedimentasi sebagai proses pembentukan
sedimen atau batuan sedimen yang diakibatkan oleh pengendapan dari material
pembentuk atau asalnya pada suatu tempat yang disebut dengan lingkungan
pengendapan berupa sungai, muara, danau, delta, estuaria, laut dangkal sampai
laut dalam. 0da pun faktor yang mempengaruhi transport pembentukan adalah)
1. Counding
*. !orting
2.&.2.&. .o$o+i+i %an Si/at0Si/at Batuan Se%ien
'erdasarkan hasil pengendapan, sifat dan 2omposisi batuan sedimen dapat
dibedakan men"adi )
0. 'atu asir
*/
a&. 2uarsit
- 1ineral penyusun terbanyak adalah kuarsa.
- 4arna batuan terang, yang disebabkan oleh warna kuarsa yang putih.
b&. Greywacke
- 'erwarna gelap.
- emilahan buruk karena transportasinya pendek.
- 'entuk butir menyudut karena "arak transportnya yang dekat.
- 1empunyai struktur graded bedding, yang disebabkan karena arus
turbit.
- 1ineral penyusunnya antara lain kuarsa, plagioklas, mika, dan
fragmen batuan dengan semen karbonat.
c&. "rkose
- 1udah terkena proses pelapukan karena didominasi oleh feldspar.
- 'erwarna terang kemerah-merahan.
- 'entuk butir sama dengan bentuk butir greywacke.
'. 'atu >empung
- Dibentuk oleh mineral-mineral lempung yang sulit dibedakan satu sama
lainnya.
- 'ersifat plastis.
- 'erwarna hitam kelabu, hi"au, dan merah.
%. 'atuan E(aporit
- 1ineral penyusunnya bersifat monomineral $mineral garam&.
- 1ineralnya terdiri dari gip $%a!;
,
.*8
*
;&, anhidrit $%a!;
,
& dan halit
$Aa%l&.
- :erdapat dalam keadaan murni dan berlapis-lapis.
- 'erbentuk kristal.
 'atuan Gip
- 'erbentuk kristal kasar sampai halus granula#
- 'ersifat masif.
- 'erstruktur pseudo porphyritic dengan kristal selenit sebagai penokris#
 'atuan "nhidrit
*8
- 'erlapis-lapis, masif, dan tebal.
- !truktur sedimennya memperlihatkan permukaan yang keriput.
- 'ertekstur granular halus.
 'atu Garam $$alit&
- :erdapat secara masif dan berbentuk kristal kasar.
- >apisannya sering bercampur dengan sisipan tipis dari anhidrit dan
dolomit#
- 'entuk kristal kubus.
- 'erat "enis relatif rendah dibandingkan batuan yang lainnya.
- 1empunyai sifat yang mudah mengalir pada temperatur dan tekanan yang
rendah.
D. 'atuan 2arbonat
- :erbentuknya klastik sebagai fragmentasi pembentukan sekunder. !ebagai
contohnya adalah colitik dan pengendapan yang menyerupai detritus.
- 2omposisi kimia dan mineral terdiri dari gragonit $%a%;
+
7 ortorombik&,
kalsit $%a%;
+
7 heksagonal&, dolomit $%a1g$%;
+
&
*
&, high magnesium kalsit,
dan magnesti $1g%;
+
&.
- :ekstur batuan karbonat meliputi)
a&. 'esar butir
- %ikrit) mulai 3,3.*- mm ke bawah, yaitu berupa lumpur
$mud& atau berbutir halus $aphanitik&.
- Grain $&las&) kurang dari 1 mm.
b&. 'entuk 'utir
- non fragmental dan speruidal serta ovoid.
c&. !emen
- :erdiri dari hablur-hablur kalsit yang "elas $sparry calcite& atau spar.
d&. 1atriks
- berukuran halus sekali, sehingga tidak dapat teridentifikasi.
- berupa)
1& engendapan langsung sebagai "arum $aragonit& secara
kimiawi7biokimiawi yang kemudian berubah men"adi kalsit.
*5
*& 1erupakan hasil abrasi.
1. :erbentuknya klastik sebagai fragmentasi7pembentukan sekunder.
!ebagai contohnya adalah colitik dan pengendapan yang menyerupai
detritus.
*. 2omposisi kimia dan mineral terdiri dari gragonit $%a%;
+
7
ortorombik&, kalsit $%a%;
+
7 heksagonal&, dolomit $%a1g$%;
+
&
*
&, high
magnesium kalsit, dan magnesti $1g%;
+
&.
+. :ekstur batuan karbonat meliputi)
a&. 'esar butir
1. %ikrit)
mulai 3,3.*- mm ke bawah, yaitu berupa lumpur
$mud& atau berbutir halus $aphanitik&.
*. Grain $&las&) kurang dari 1 mm.
b&. 'entuk 'utir
Aon fragmental dan speruidal serta ovoid.
c&. !emen
:erdiri dari hablur-hablur kalsit yang "elas $sparry calcite& atau
spar.
d&. 1atriks
1. 'erukuran halus sekali, sehingga tidak dapat teridentifikasi.
*. 'erupa)
a. engendapan langsung sebagai "arum $aragonit& secara
kimiawi7biokimiawi yang kemudian berubah men"adi kalsit.
b. 1erupakan hasil abrasi.
2.&.2.'. .la+i/ika+i Batuan Se%ien
+3
Ga!ar 2.1' kla+i/ika+i !atuan +e%ien
2arakteristik 'atuan !edimen adalah sebagai berikut)
1. 4arna merah dan abu-abu tua
*. 'utiran terdiri dari pecahan-pecahan fragmen batuan, mineral, kristal, dan
cangkang-cangkang fosil $Dat organik& lainnya.
+. 'utiran pada umumnya ditentukan oleh ukuran butirnya ('entworth, 15**&.
,. :erdapat * macam kemas $fabric), yaitu)
a& 2emas :erbuka (opened fabric&, yaitu butiran tanah tidak saling
bersentuhan $mengambang di dalam matriks&.
b& 2emas :ertutup (closed fabric), yaitu butiran saling bersentuhan satu
sama lainnya.
-. !truktur sedimen terbentuk akibat dari proses fisika, kimia maupun proses
lainnya.
.. 0danya unsur lapisan.
/. >apisan yang dibentuk dari proses sedimentasi beragam, mulai dari yang tipis
sampai yang tebal $1c 2ee dan 4eir, 15-+&.
'atuan sedimen dapat diklasifikasikan dalam * macam yaitu,
A. Batuan +e%ien kla+tik
+1
Dalam batuan sedimen ini terdapat berbagai kenampakan susunan butiran
$struktur&, yang disebut sebagai struktur sedimen. !truktur ini terbentuk bersama-
sama dengan berlangsungnya pembentukan batuan sedimen tersebut, atau dikenal
dengan struktur primer. 'utiran pada umumnya ditentukan oleh ukuran $struktur&
butirannya $4entworth, 155*&
!truktur yang sering di"umpai antara lain )
1. !truktur berlapis
- berlapis se"a"ar
- berlapis simpang siur
- berlapis tersusun
- laminasi
2enampakan struktur ini karena perbedaan warna, tekstur, perbedaan
komposisi dan porositas.
*. !truktur berfragmen
!truktur ini menun"ukkan adanya perbedaan ukuran butir dan "enisnya.
Dimana hal ini mencirikan adanya pencampuran material saat sedimentasi
berlangsung.
+. !truktur berfosil
'ila nampak adanya fragmen fosil dalam batuan tersebut.
,. !truktur kompak
'ila tidak di"umpai lapisan dan ukuran butir seragam dan hampir seragam
B. Batuan +e%ien non kla+ti+
:ekstur dari batuan sedimen non klastis dicirikan oleh )
1. 2enampakan EinterlockingF $saling menutupi& yaitu kenampakan indi(idu
mineral yang amat besar ukurannya atau bahkan sangat kecil, yang saling
mengunci sehingga tidak ada kenampakan pori.
*. 2enampakan kristalisasi yaitu nampak ada pertumbuhan kristal-kristal.
2.&.2.'. .ekuatan Batuan 2Rock Strengt"3
2ekuatan 'atuan sedimen tergantung pada susunan mineral yang terdapat
di dalamnya.
+*
Ta!el 2.2 Su+unan Mineral
2.&.&. Batuan Metaor/
Ga!ar 2.1( conto" !atuan etaor/
2.&.&.1. Teori Batuan Metaor/
'atuan metamorf adalah hasil dari perubahan-perubahan fundamentil
batuan yang sebelumnya telah ada. anas yang intensif, dipancarkan oleh suatu
++
massa magma yang sedang mengintrusi, dan menyebabkan metamorfosa kontak.
1etamorfosa regional meliputi daerah yang sangat luas, disebabkan oleh efek
tekanan dan panas pada batuan yang terkubur sangat dalam.
ada kedua tipe metamorfosa, fluida dalam batuan dapat membantu
perubahan-perubahan kimiawi. 0ir adalah fluida utama, tetapi unsur-unsur kimia
seperti klor, fluor, brom dan lain-lain dapat keluar dari batuan disekelilingnya.
Aamun harus dipahami bahwa proses metamorfosa ter"adi dalam keadaan
padat, dengan perubahan kimiawi dalam batas-batas tertentu sa"a dan meliputi
proses-proses rekristalisasi, reorientasi, dan pembentukan mineral-mineral baru
dengan penyusunan kembali elemen-elemen kimia yang sebelumnya telah ada.
1etamorfosa ter"adi dalam suatu lingkungan yang sangat berbeda dengan
lingkungan dimana batuan asalnya terbentuk. 'anyak mineral-mineral hanya
stabil dalam batas -batas tertentu dalam temperatur, tekanan dan kimiawi. 6ika
batuan tersebut dikenakan temperatur dan tekanan yang lebih tinggi daripada
dekat permukaan, maka batas kestabilan mineral dapat terlampaui. enyesuaian
mekanis dan kimiawi dapat ter"adi dalam batuan membentuk mineral-mineral baru
yang stabil dalam kondisi baru.
'atuan metamorfosa dapat dibagi men"adi metamorfosa kontak $termal& di
sekitar suatu intrusi magma, dimana panas dan fluida-fluida sebagai pemegang
peranan. 1etamorfosa dinamis $kataklastik& di sekitar dislokasi, dimana tekanan
memegang peranan dan metamorfosa regional, dimana kedua efek ini memegang
peranan penting.
2.&.&.2. Pro+e+ Pe!entukan Batuan Metaor/
+,

Ga!ar 2.1) Pro+e+ $e!entukan !atuan Metaor/
2.&.&.&. .o$o+i+i %an Si/at0Si/at Batuan Metaor/
!usunan mineral di dalam batuan metamorf secara garis besar dapat dibagi
men"adi dua kategori)
1. 4olia+i
'atuan metamorf tersusun oleh mineral-mineral yang menun"ukkan
pen"a"aran. 'atuan yang mempunyai struktur ini sebagian besar tersusun oleh
beberapa mineral pipih. 'atuan "enis ini biasanya dihasilkan oleh metamorfise
regional.
!usunan mineral foliasi pada batuan metamorf dibedakan men"adi empat,
yaitu)
a. Gneissic (()ended()
'entuk pen"a"aran mineral-mineral berbutir kasar, umumnya berupa kwasa,
feldspar, hornblende. Aama batuannya disebut Gness (Gneis)
+-
Ga!ar 2.1* Batu Gne++ 2Gnei+3
b# Schistosic
'entuk pen"a"aran mineral-mineral yang berbentuk pipih, umumnya ditun"ukkan
oleh kehadiran mineral mika yang sangat banyak. Aama batuannya disebut Schist
(Sekis)
Ga!ar 2.1, Batu Sc"i+t 2Seki+3
c# *hyllitic
'entuk pen"a"aran mineral mika dan mineral halus. ada permukaan fili tampak
kilap sutera yang disebabkan oleh kehadiran klorit7mika yang sangat halus.
Ga!ar 2.1- Batu 4ili
d# Slaty cleavage
2enampakan kese"a"aran pada batuan metamorf yang berbutir halus, ditun"ukkan
oleh kehadiran bidang-bidang belah yang sangat rapat. 2eteraturan bidang-bidang
belah tersebut merupakan penge"awantahan susunan mineral yang sangat halus,
yang se"a"ar di dalam batuan tersebut. Aama batuannya disebut Slate (batu sabak)
+.
Ga!ar 2.21 Batu Slate
2. Non/olia+i
'atuan yang tersusun oleh mineral-mineral yang tidak menun"ukkan
pen"a"aran. enamaan batuan biasanya didasarkan atas komposisi mineral yang
dominant dan mempunyai ciri khusus.
!elain kedua strukutur tersebut, beberapa batuan metamorf mempunyai
struktur transisi antara struktur foliasi dan struktur nonfoliasi. 8al ini disebabkan
metamorfisme yang berlangsung tidak sempurna. 'atuan-batuan ini pada
umumnya masih menun"ukkan struktur batuan asal. 2alau berasal dari bahasa
beku, maka struktur batuan beku masih terlihat.
2.&.&.'. .la+i/ika+i Batuan Metaor/
Ta!el 2.& .la+i/ika+i Batuan Metaor/
1etamorfosa adalah proses rekristalisasi di kedalaman kerak bumi $+-*3 km&,
yang keseluruhannya atau sebagian besar ter"adi dalam keadaan padat, yakni tanpa
melalui fasa cair, sehingga terbentuk struktur dan mineralogi baru yang sesuai
dengan lingkungan fisik pada tekanan $& dan temperatur $:& tertentu.
'atuan metamorf merupakan "enis yang mineraloginya stabil di sekitar
permukaan bumi, yakni pada tekanan dan temperatur rendah. roses metamorfosa
adalah suatu proses yang tidak mudah untuk dipahami, karena sulitnya
+/
menyelidiki kondisi di kedalaman dan pan"angnya waktu. roses perubahan yang
ter"adi di sekitar muka bumi, seperti pelapukan, diagenesa, sedimentasi sedimen,
tidak termasuk ke dalam pengertian metamorfosa.
1ineral dalam batuan metamorfosa disebut mineral metamorfosa yang
ter"adi karena kristalnya tumbuh dalam suasana padat, dan bukan mengkristal
dalam suasana cair. 2arena itu kristal yang ter"adi disebut blastos. +diomorf untuk
mineral metamorfosa adalah idioblastik, sedangkan ,enomorf adalah ,enoblastik.
2ristal yang ukurannya lebih besar daripada masa dasarnya disebut profiroblastik.
2ristalisasi selama deformasi batuan, mengakibatkan mineral-mineral
terarah secara membidang dan disebut sekistositas atau dapat "uga menggaris
disebut lineasi.
!ekistositas atau foliasi, ter"adi oleh karena mineral yang pipih atau
membatang tersusun dalam bidang-bidang tertentu, yakni bidang sekistositas.
'idang ini dapat searah dengan lapisan sedimen asalnya dapat pula tidak, atau
mungkin searah dengan sumbu lipatan.
-epidoblastik adalah "enis sekistositas karena membidangnya mineral
pipih $mika&, sedangkan nematoblastik karena membidangnya mineral prismatik
$aktinolit&. ada batuan metamorfosa termal $ batu tanduk&, butirnya mengacak
arahnya dan disebut genestositas dan batuannya disebut genesan.
Dalam golongan batuan hasil metamorfosa dinamo, tak "arang batuan
mengalami kehancuran sehingga sifatnya men"adi fragmental. =ntuk itu, istilah
tekstur kataklastik dipergunakan bila komponen batuan asalnya masih ada yang
tersidik. :ekstur flaser adalah bila komponen batuan asalnya yang masih dapat
tersidik berukuran kasar dan berbentuk lensa yang tersebar pada matrik berukuran
lebar. :ekstur milonit adalah istilah untuk tekstur yang sangat hancur dan men"adi
bubuk, sehingga berfoliasi dengan kristal asal yang membundar.
1ineral atau tekstur batuan asal yang masih tersimpan dalam batuan
metamorfosa dinamakan mineral relik atau struktur relik.
+8
2.&.&.(. .ekuatan Batuan 2Rock Strengt"3
!ama seperti batuan yang lainnya batuan metamorf "uga ditentukan oleh
mineral yang terdapat dalam batuan tersebut. Aumun batuan ini ditentukan oleh
pen"a"aran mineral.
Ga!ar 2.21 .ekuatan Mineral
2.'.Tana" %an Pro+e+ Pe!entukann5a
2.'.1 Pengertian Tana"
:anah dalam 'ahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchae() tanah
adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari pan"ang, lebar, dan
dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.
:anah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan $bahan
mineral dan bahan organik&, cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan,
menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut) horison-
horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai
+5
hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi
energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam
suatu lingkungan alami $!oil !ur(ey !taff, 1555&.
!choeder $15/*& mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang
mengandung air, udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta "asad-"asad
hidup, yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi
dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri
morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-
macam tanaman.
1enurut 6ooffe dan 1arbut $15,5&, dua orang ahli Ilmu :anah dari
0merika !erikat, :anah adalah tubuh alam yang terbentuk dan berkembang
sebagai akibat beker"anya gaya-gaya alam terhadap bahan-bahan alam
dipermukaan bumi. :ubuh alam ini dapat berdiferensiasi membentuk horiDon-
horiDon mieneral maupun organik yang kedalamannya beragam dan berbeda-beda
sifat-sifatnya dengan bahan induk yang terletak dibawahnya dalam hal morfologi,
komposisi kimia, sifat-sifat fisik maupun kehidupan biologinya.
Darmawi"aya $1553& mendefinisikan tanah sebagai akumulasi tubuh alam
bebas, menduduki sebagain besar permukaan planet bumi, yang mampu
menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan
"asad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu
selama "angka waktu tertentu pula.
*.,.*. Pro+e+ Pe!entukan Tana"
roses pembentukan tanah diawali dari pelapukan batuan, baik pelapukan
fisik maupun pelapukan kimia. Dari proses pelapukan ini, batuan akan men"adi
lunak dan berubah komposisinya. ada tahap ini batuan yang lapuk belum
dikatakan sebagai tanah, tetapi sebagai bahan tanah $regolith& karena masih
menun"ukkan struktur batuan induk. roses pelapukan terus berlangsung hingga
akhirnya bahan induk tanah berubah men"adi tanah. Aah, proses pelapukan ini
men"adi awal terbentuknya tanah.
,3
Pe!entukan tana" %i !agi en6a%i e$at ta"a$
1. 'atuan yang tersingkap ke permukaan bumi akan berinteraksi secara
langsung dengan atmsosfer dan hidrosfer. ada tahap ini lingkungan
memberi pengaruh terhadap kondisi fisik. 'erinteraksinya batuan dengan
atmosfer dan hidrosfer memicu ter"adinya pelapukan kimiawi.
*. !etelah mengalami pelapukan, bagian batuan yang lapuk akan men"adi
lunak. >alu air masuk ke dalam batuan sehingga ter"adi pelapukan lebih
mendalam. ada tahap ini di lapisan permukaan batuan telah ditumbuhi
calon makhluk hidup.
+. ada tahap ke tiga ini batuan mulai ditumbuhi tumbuhan perintis. 0kar
tumbuhan tersebut membentuk rekahan di lapisan batuan yang
ditumbuhinya. Di sini ter"adilah pelapukan biologis.
,. Di tahap yang terakhir tanah men"adi subur dan ditumbuhi tanaman yang
ralatif besar.
%urah hu"an dan sinar matahari berperan penting dalam proses pelapukan fisik,
kedua faktor tersebut merupakan komponen iklim. !ehingga dapat disimpulkan
bahwa salah satu faktor pembentuk tanah adalah iklim. 8anya kedua faktor itukah
yang memengaruhi pembentukan tanahG 0da beberapa faktor lain yang
memengaruhi proses pembentukan tanah, yaitu organisme, bahan induk, topografi,
dan waktu. #aktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.
T 7 / 2i8 o8 !8 t8 #3
2eterangan)
: H tanah
,1
f H faktor
i H iklim
o H organisme
b H bahan induk
t H topografi
w H wakt
a. Ikli
=nsur-unsur iklim yang memengaruhi proses pembentukan tanah terutama unsur
suhu dan curah hu"an.
1) Suhu/Temperatur
!uhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. 0pabila fluktuasi
suhu tinggi, maka proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga
pembentukan tanah "uga cepat.
2) Curah Hujan
%urah hu"an akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah,
sedangkan pencucian tanah yang cepat menyebabkan tanah men"adi asam $p8
tanah men"adi rendah&.
!. Organi+e 29egeta+i8 :a+a% Renik;Mikroorgani+e3
;rganisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam hal)
1& 1embantu proses pelapukan baik pelapukan organik maupun pelapukan
kimiawi. elapukan organik adalah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup
$hewan dan tumbuhan&, sedangkan pelapukan kimiawi ter"adi oleh proses kimia
seperti batu kapur yang larut oleh air.
,*
*& 1embantu proses pembentukan humus. :umbuhan akan menghasilkan dan
menyisakan daun-daunan dan ranting-ranting yang menumpuk di permukaan
tanah. Daun dan ranting itu akan membusuk dengan bantuan "asad
renik7mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
+& engaruh "enis (egetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata ter"adi di daerah
beriklim sedang seperti di Eropa dan 0merika. @egetasi hutan dapat membentuk
tanah hutan dengan warna merah, sedangkan (egetasi rumput membentuk tanah
berwarna hitam karena banyak kandungan bahan organik yang berasal dari akar-
akar dan sisa-sisa rumput.
,& 2andungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh
terhadap sifat-sifat tanah. %ontoh, "enis tanaman cemara akan memberi unsur-
unsur kimia seperti %a, 1g, dan 2 yang relatif rendah, akibatnya tanah di bawah
pohon cemara, dera"at keasamannya lebih tinggi daripada tanah di bawah pohon
"ati.
c. Ba"an In%uk
'ahan induk terdiri atas batuan (ulkanik, batuan beku, batuan sedimen
$endapan&, dan batuan metamorf. 'atuan induk itu akan hancur men"adi bahan
induk, kemudian akan mengalami pelapukan dan men"adi tanah.
:anah yang terdapat di permukaan 'umi sebagian memperlihatkan sifat
$terutama sifat kimia& yang sama dengan bahan induknya. 'ahan induk terkadang
masih terlihat pada tanah baru, misalnya tanah bertekstur pasir berasal dari bahan
induk yang kandungan pasirnya tinggi. !usunan kimia dan mineral bahan induk
akan memengaruhi intensitas tingkat pelapukan dan (egetasi di atasnya. 'ahan
induk yang banyak mengandung unsur %a akan membentuk tanah dengan kadar
,+
ion %a yang banyak pula, akibatnya pencucian asam silikat dapat dihindari dan
sebagian lagi dapat membentuk tanah yang berwarna kelabu. !ebaliknya bahan
induk yang kurang kandungan kapurnya membentuk tanah yang warnanya lebih
merah.
d. :opografi7Celief
2eadaan relief suatu daerah akan memengaruhi)
.) /ebal atau /ipisnya -apisan /anah
Gambar *.** :anah di pegunungan (ulkan.
,,
Gambar *.*+ :anah di daerah pantai
Gambar *.*, :anah pada pegunungan kapur.
,-
Daerah yang memiliki topografi miring dan berbukit, lapisan tanahnya lebih tipis
karena tererosi, sedangkan daerah yang datar lapisan tanahnya tebal karena ter"adi
sedimentasi.
0) Sistem 1rainase!*engaliran
Daerah yang drainasenya "elek seperti sering tergenang menyebabkan tanahnya
men"adi asam.
e. 4aktu
:anah merupakan benda alam yang terus-menerus berubah, akibat pelapukan dan
pencucian yang terus-menerus. ;leh karena itu, tanah akan men"adi semakin tua.
1ineral yang banyak mengandung unsur hara telah habis mengalami pelapukan,
sehingga tinggal mineral yang sukar lapuk seperti kuarsa. 2arena proses
pembentukan tanah yang terus ber"alan, maka induk tanah berubah berturut-turut
men"adi tanah muda, tanah dewasa, dan tanah tua.
:anah muda ditandai oleh masih tampaknya pencampuran antara bahan organik
dan bahan mineral atau masih tampaknya struktur bahan induknya. %ontoh tanah
muda adalah tanah alu(ial, regosol, dan litosol. :anah dewasa ditandai oleh proses
yang lebih lan"ut sehingga tanah muda dapat berubah men"adi tanah dewasa, yaitu
dengan proses pembentukan horiDon '. %ontoh tanah dewasa adalah andosol,
latosol, dan grumusol. :anah tua proses pembentukan tanah berlangsung lebih
lan"ut sehingga ter"adi proses perubahan-perubahan yang nyata pada perlapisan
tanah. %ontoh tanah pada tingkat tua adalah "enis tanah podsolik dan latosol tua
$laterit&.
>amanya waktu yang diperlukan untuk pembentukan tanah berbeda-beda. 'ahan
induk (ulkanik yang lepas-lepas seperti abu (ulkanik memerlukan waktu 133
tahun untuk membentuk tanah muda dan 1.333?13.333 tahun untuk membentuk
tanah dewasa. Dengan melihat perbedaan sifat faktor-faktor pembentuk tanah
tersebut, pada suatu tempat tentunya akan menghasilkan ciri dan "enis tanah yang
berbeda-beda pula. !ifat dan "enis tanah sangat tergantung pada sifat-sifat faktor
pembentukan tanah. 2epulauan Indonesia mempunyai berbagai tipe kondisi alam
,.
yang menyebabkan adanya perbedaan sifat dan "enis tanah di berbagai wilayah,
akibatnya tingkat kesuburan tanah di Indonesia "uga berbeda-beda.
2.'.&. .la+i/ika+i Tana"
2lasifikasi tanah memiliki berbagai (ersi. :erdapat kesulitan teknis dalam
melakukan klasifikasi untuk tanah karena banyak hal yang mempengaruhi
pembentukan tanah. !elain itu, tanah adalah benda yang dinamis sehingga selalu
mengalami proses perubahan. :anah terbentuk dari batuan yang aus7lapuk akibat
terpapar oleh dinamika di lapisan bawah atmosfer, seperti dinamika iklim,
topografi7geografi, dan akti(itas organisme biologi. Intensitas dan selang waktu
dari berbagai faktor ini "uga berakibat pada (ariasi tampilan tanah.
Dalam melakukan klasifikasi tanah para ahli pertama kali melakukannya
berdasarkan ciri fisika dan kimia, serta dengan melihat lapisan-lapisan yang
membentuk profil tanah. !elan"utnya, setelah teknologi "auh berkembang para ahli
"uga melihat aspek batuan dasar yang membentuk tanah serta proses pelapukan
batuan yang kemudian memberikan ciri-ciri khas tertentu pada tanah yang
terbentuk.
'erdasarkan kriteria itu, ditemukan banyak sekali "enis tanah di dunia.
=ntuk memudahkannya, seringkali para ahli melakukan klasifikasi secara lokal.
=ntuk Indonesia misalnya dikenal sistem klasifikasi Dudal-!oepraptohard"o
$15-/-15.1&I1J yang masih diru"uk hingga saat ini di Indonesia untuk kepentingan
pertanian, khususnya dalam (ersi yang dimodifikasi oleh usat enelitian :anah
dan 0groklimatologi $uslittanak& pada tahun 15/8 dan 158*.
ada tahun 15/- dirilis sistem klasifikasi =!D0 $Departemen ertanian
0!&. !istem ini dibuat karena sistem-sistem klasifikasi lama saling tumpang tindih
dalam penamaan akibat perbedaan kriteria. Dalam pemakaiannya, sistem =!D0
memberikan kriteria yang "elas dibandingkan sistem klasifikasi lain, sehingga
sistem =!D0 ini biasa disertakan dalam pengklasifikasian tanah untuk
mendampingi penamaan berdasarkan sistem #0; atau : $usat enelitian
:anah&. 2elemahan dari sistem ini, khususnya untuk negara berkembang, adalah
kriterianya yang sangat mendasarkan pada analisis laboratorium yang rinci,
,/
sehingga para praktisi sulit untuk mendefinisikan langsung di lapangan. 4alaupun
demikian, sistem =!D0 sangat membantu karena memakai sistem penamaan yang
konsisten.
=ntuk komunikasi di antara para ahli tanah dunia, ;rganisasi angan dan
ertanian $#0;& telah mengembangkan sistem klasifikasi tanah pula se"ak 15/,.
ada tahun 1558 kemudian disepakati dipakainya sistem klasifikasi 4C' dari
4orld Ceference 'ase for !oil Cesources, suatu proyek bentukan #0;, untuk
menggantikan sistem ini. @ersi terbaru dari sistem 4C' dirilis pada tahun *33/.
1. Si+te kla+i/ika+i Du%al0Soe$ra$to"ar%6o
:aksonomi tanah berdasarkan sistem Dudal-!oepraptohard"o mendasarkan
pada penampilan profil tanah dan se"umlah ciri-ciri fisika dan kimia. Dasar sistem
ini adalah dari Cudi Dudal, ahli tanah dari 'elgia, yang dimodifikasi untuk situasi
Indonesia oleh 1. !oepraptohard"o. !istem ini disukai oleh peker"a lapangan
pertanian karena mudah untuk diterapkan di lapangan. @ersi aslinya dirilis pada
tahun 15-/. 1odifikasinya dilakukan oleh usat enelitian :anah pada tahun
15/8 dan 158*. !istem ini $dan modifikasinya& berlaku khusus untuk Indonesia,
dengan mengadopsi beberapa system internasional, khususnya dalam penamaan
dan pemberian kriteria.
'erikut adalah klasifikasi tanah Indonesia menurut sistem Dudal-
!oepraptohard"o.
- Tana" "uu+ adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun
dan batang pohon di hutan hu"an tropis yang lebat.
- Tana" $a+ir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang
terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan
berkerikil.
- Tana" alu<ial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang
mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok
untuk lahan pertanian.
- Tana" $o%=olit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan
dengan curah hu"an yang tinggi dan bersuhu rendah 7 dingin.
,8
- Tana" <ulkani+ adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan
gunung berapi yang subur mengandung Dat hara yang tinggi. 6enis tanah
(ulkanik dapat di"umpai di sekitar lereng gunung berapi.
- Tana" laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan
unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air
hu"an yang tinggi. %ontoh ) 2alimantan 'arat dan >ampung.
- Tana" e%iteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari
pelapukan batuan yang kapur. %ontoh ) Ausa :enggara, 1aluku, 6awa :engah
dan 6awa :imur.
- Tana" organo+ol adalah "enis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam
yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. %ontoh ) rawa
2alimantan, apua dan !umatera.
2. Si+te Soil Ta>ono5 2USDA3
!istem =!D0 atau !oil :a9onomy dikembangkan pada tahun 15/- oleh
tim !oil !ur(ey !taff yang beker"a di bawah Departemen ertanian 0merika
!erikat $=!D0&. !istem ini pernah sangat populer namun "uga dikenal sulit
diterapkan. ;leh pembuatnya, sistem ini diusahakan untuk dipakai sebagai alat
komunikasi antarpakar tanah, tetapi kemudian tersaingi oleh sistem 4C'.
1eskipun demikian, beberapa konsep dalam sistem =!D0 tetap dipakai dalam
sistem 4C' yang dianggap lebih mewakili kepentingan dunia.
!istem ini bersifat hierarkis. ada aras pertama, terdapat penggolongan 1*
$pada (ersi pertama ber"umlah sepuluh& kelompok utama yang disebut soil order
$Kordo tanahK&. 1ereka adalah)
- Entisol $membentuk akhiran -ent&
- Inceptisol $membentuk akhiran -ept&
- 0lfisol $membentuk akhiran -alf&
- =ltisol $membentuk akhiran -ult&
- ;9isol $membentuk akhiran -o9&
- @ertisol $membentuk akhiran -(ert&
- 1ollisol $membentuk akhiran -mol&
- !podosol $membentuk akhiran -od&
- 8istosol $membentuk akhiran -ist&
,5
- 0ndosol $membentuk akhiran -and&
- 0ridisol $membentuk akhiran -id&
- Gleisol $membentuk akhiran &
enamaan berikutnya ditentukan oleh kondisi masing-masing order.
!istem =!D0 mempertimbangkan aspek pembentukan tanah akibat faktor
akti(itas di bumi dan atmosfer.
&.Si+te ?orl% Re/erence Ba+e /or Soil Re+ource+
!istem ini, disingkat sistem 4C', merupakan hasil ker"a dari tim
bentukan #0; dan disarankan oleh ;rganisasi Ilmu :anah !edunia. 'erdasarkan
kesepakatan pada tahun 1558, sistem 4C' menggantikan sistem #0;. @ersi
terbarunya terbit tahun *33..
2e dalam sistem 4C' terdapat pembagian peringkat primer dan peringkat
sekunder. eringkat primer merupakan penggambaran terhadap +* "enis tanah
utama dunia. eringkat kedua merupakan kata sifat yang menggambarkan keadaan
fisik dan kimia tanah. 'erbeda dari sistem =!D0, sistem 4C' tidak
mempertimbangkan aspek iklim sebagai alat untuk pengelompokan.
2.(. Pro+e+ Geologi
2.(.1. Pro+e+ En%ogenik
Dalam proses perkembangan lapisan kerak bumi, kekuatan yang berasal
dari dalam perut bumi dapat mengakibatkan ter"adinya proses-proses geologis.
Dan hal ini sangat besar pengaruhnya. Ini disebut proses endogen yang meliputi)
perambatan magma ke lapisan kerak bumi, keluarnya magma ke permukaan bumi
dari dalam perut bumi, gerakan-gerakan tektonik dari lapisan kerak bumi yang
mengakibatkan ter"adinya peninggian permukaan secara perlahan-lahan dan
perubahan-perubahan di beberapa tempat, guncangan-guncangan yang kuat yang
kadang-kadang sangat berbahaya di beberapa tempat di bumi, gangguan di lapisan
batu yang horisontal
2.(.1.1. Teori Tektonik Le$eng
:ektogenetik adalah perubahan letak kedudukan lapisan kulit bumi baik
secara horiDontal maupun (ertikal. Gerakan tektogenetik ada yang menyebut
dengan istilah dislokasi# 'erdasarkan kecepatan gerak lurus dan luas daerah,
tektogenetik terdiri atas)
-3
1. Gerak epirogenetik $gerak pembentukan kontinen atau benua& adalah gerakan
yang mengakibatkan turun naik lapisan kulit bumi relatif lambat dan
berlangsung agak lama di suatu daerah yang luas. :anda-tanda yang kelihatan
"elas dari gerak epirogenetik dibedakan men"adi dua)
a# 2pirogenetik positif $perubahan permukaan laut positif&, yaitu gerak
turunnya suatu daratan sehingga kelihatannya permukaan air laut naik..
b# 2pirogenetik negatif $perubahan permukaan laut negatif&, yaitu gerak
naiknya suatu daratan sehingga kelihatannya permukaan air laut turun#
*. Gerak orogenetik $gerak pembentuk gunung, lipatan atau patahan& adalah
gerak atau pergeseran lapisan kulit bumi yang relatif lebih cepat dari pada
epirogenesa serta meliputi daerah yang sempit, gerak orogenesa ini
menyebabkan tekanan horisontal atau (ertikal pada kulit bumi sehingga
ter"adilah peristiwa dislokasi baik dalam bentuk lipatan dan patahan.
2.(.1.2. Ge$a
Gempa adalah getaran atau guncangan yang ter"adi di permukaan bumi.
Gempa di sebabkan oleh pergerakan kerak bumi. >apisan kerak bumi melakukan
gerakan yan konstan akibat aksi kekuatan diri dalam perut bumi. 8al ini
dimanifestasikan dengan adanya peninggian dan penurunan permukaan tanah,
penekanan terhadap lapisan-lapisan hingga membentuk lipatan-lipatan dan
pemecahan lapisan-lapisan batu-batu. 2ata gempa bumi "uga digunakan untuk
daerah asal ter"adinya ke"adian gempa bumi tersebut. 'umi kita walaupun padat,
selalu bergerak, dan gempa bumi ter"adi apabila tekanan yang ter"adi karena
pergerakan itu sudah terlalu besar untuk ditahan
Ga!ar 2.2( Ge$a
-1
Mekani+e Ge$a
Gempa bumi dibagi men"adi + kelompok, berdasarkan penyebabnya)
1. Gempa bumi runtuhan $fall earthBuake& ter"adi akibat runtuhnya batu-batu
raksasa dari sisi-sisi gunung atau akibat dari runtuhnya gua-gua besar.
Getarannya tidak terlalu terasa. Gempa ini di"abarkan sebagai fenomena
pseudoseismik.
*. Gempa bumi (ulkanis $(olcanic earthBuake& ter"adi akibat akti(itas gunung
berapi. Dalam beberapa ke"adian gempa ini mendahului erupsi gunung berapi,
tetapi lebih sering ter"adi bersamaan dengan erupsi tersebut. Getaran dari
gempa ini lebih terasa, terutama pada daerah yang luas.
+. Gempa bumi tektonik $tectonic earthBueake& diiringi oleh proses-proses
pembuatan gunung-gunung dan pegunungan. Gempa bumi tektonik yang
paling sering ter"adi. Gempa ini ter"adi pada daerah lapisan batu sialic, pada
kedalaman /3 km.
2.(.1.&. 9ulkani+e
2egiatan letusan meliputi serangkaian proses yang berkaitan dengan
kegiatan kekuatan-kekuatan yang bersumber dari dalam perut bumi dan
dimanifestasikan dalam perambatan magma ke lapisan kerak bumi lalu dalam
peledakannya ke permukaan bumi yang berlan"ut dengan pembekuan magma.
Dalam peristiwa pertama kita menelaah masalah intrusif $perambatan& dan yang
kedua adalah kegiatan ledakan yang effusif atau (ulkanisme.
ada kegiatan (ulkanis yang bersifat intrusif, magma memasuki lapisan
kerak bumi, membentuk lapisan-lapisan magmatis atau intrusi-intrusi di
dalamnya. =kuran dari intrusi-intrusi di bawah ini dan hubungannya dengan batu-
batu di sekitarnya ber(ariasi.
1. )atholith) lapisan benda-benda magmatis yang tidak beraturan dengan sisi-
sisi yang curam. >apisan ini terbentuk ketika magma membeku di kedalaman
yang lumayan di bagian tengah dari daerah yang berlipat-lipat. 'atu-batuan
di sekitarnya pecah sebagaimana ketika mereka ditemukan magma, dan oleh
karena itu batholith tidak men"adi lapisan yang selaras dengan mereka.
-*
>apisan batholith terbentuk terutama oleh batu-batu asam dari tipe granit $di
bagian barat dari bukit barisan Lera(shan di amir&.
0# Stock) lapisan benda-benda magmatis yang lebih kecil, dari lapisan batholith
$kurang dari 133 km*& tetapi mempunyai kondisi pembentukan, bidang dan
komponen batu yang sama.
+. -accolith) lapisan benda-benda magmatis yang berbentuk seperti kubah
dengan permukaan yang cembung dan dasar yang datar. Diameternya
ber(ariasi, berkisar beberapa ratus meter sampai beberapa kilometer. >apisan
ini membentuk kubah yang mengatasi batu-batu lainnya dan berselaras dengan
batu-batu tersebut. Gunung-gunung yang terisolir di sekitar *yatigorak
$%ashuk, )eshtau, 3heleznaya dan yang lainnya& adalah gunung-gunung yang
mempunyai lapisan laccolith. Endapan-endapan yang terlebih dahulu telah
terletak padanya, sekarang hampir semuanya telah terkikis sehingga ada batu-
batu ignius $batu beku7api& yang kosong di puncak gunung-gunung ini.
,. 4issured intrusions) intrusi-intrusi yang merupakan "alur-"alur pan"ang
terbentuk ketika magma memasuki rekahan-rekahan lapisan batu-batuan
men"auhi lapisan-lapisan intrusif yang besar. Cekahan-rekahan seperti "alur
pan"ang boleh "adi memotong sepan"ang lapisan batu-batu $intrusive sheet&
atau memotongnya dalam beberapa arah $discordant atau intrusions
transgressive&. !esuai dengan itu, hubungan antara intrusi-intrusi fissured
dengan batu-batu yang ada di sekitarnya boleh "adi berbeda. >apisan intrusif
yang pecah-pecah disebut (eins. !ebagai akibat proses penerobosan dan
pembongkaran, batu-batu yang tidak selaras yang menutupi suatu (ein
$pembuluh& bisa tercerai-berai, sementara batu-batu membentuk intrusi dengan
"alur-"alur pan"ang tetap tinggal pada tempatnya sehingga men"adi seperti
gorong-gorong. #ormasi ini disebut dyke.
-. Sheet vein $lembaran pembuluh&) adalah lapisan-lapisan intrusif yang besar
yang dapat dilacak di wilayah-wilayah yang luas dan terdapat di antara
lapisan-lapisan batu-batu di sekitarnya yang berselaras dengan batu tersebut.
>ebar vein $pembuluh& di lembaran pembuluh $sheet veins& ini bisa ,3 meter
sampai -3 meter dan pan"angnya bisa 1-3 kilometer sampai *33 kilometer.
embuluh-pembuluh yang memotong lebarnya bisa + meter bahkan lebih.
-+
!uatu ka"ian mengenai proses pembentukan lapisan benda-benda intrusif
dan hukum yang mengatur pendistribusiannya sangat penting artinya baik untuk
teori maupun untuk praktek, karena deposit dari mineral-mineral yang berharga
berkaitan dengan lapisan intrusif ini.
>etusan gunung berapi adalah salah satu fenomena alam yang paling
menakutkan. 2alau kita berbicara tentang gunung berapi maka secara umum kita
akan bertanya apakah gunung tersebut masih aktif atau tidak, tetapi pembagian
aktif atau tidak aktif ini semata-mata bersifat kon(ensional. Gunung-gunung api
yang dianggap aktif adalah gunung api yang bererupsi secara berkesinambungan
atau yang telah pernah meletus menurut per"alanan se"arah. ada masa kini
terdapat ,/. gunung api yang masih aktif dan ,333 yang sudah tidak aktif lagi.
Gunung-gunung api bisa mencapai daratan dan dasar samudra. !eperti
telah merupakan ketentuan, "ika gunung api tersebut meletus, maka massa unsur-
unsurnya akan terlempar ke luar dalam "umlah yang banyak, membentuk struktur-
struktur baru di dalam permukaan laut dan tanah.
!ebagai contoh adalah tipe (ulkano 8awaiian yang terletak kira-kira 8333
meter di bawah permukaan laut. !ebagai suatu gambaran bagaimana cepatnya
suatu produk (ulkano berakumulasi ditun"ukkan oleh gunung api di bawah
permukaan laut #ayal di 0Dores, 0tlantik =tara. ada tahun 15-/, pulau gunung
api yang kecil ini muncul di dekat ulau #ayal dalam waktu + hari. 'anyak
pelaut-pelaut yang menyaksikan (ulkano tersebut tumbuh berkembang sebelum
gunung tersebut meletus, dengan pertambahan areal +33 meter persegi setiap 1*
"am.
'iasanya (ulkano adalah gunung yang berbentuk kerucut yang tingginya
sampai beberapa kilometer. Di puncaknya berpermukaan cekung $seperti
mangkuk atau kawah& melalui mana gunung api menyemburkan asap hitam dan
lidah-lidah api. !emacam terusan yang relatif tegak yang disebut vent funnel
$leher (ulkano&, melalui mana materi-materi yang disemburkan ke luar,
menghubungkan dasar kawah dengan dapur magma. !alah satu gunung api
kerucut yang terbesar di dunia adalah Gunung @esu(ius.
2ekuatan erupsi masing-masing (ulkano tidak sama. ada setiap (ulkano
dapat diamati periode silih berganti dari masa akti(itas tinggi dan masa akti(itas
-,
rendah. 0kti(itas suatu (ulkano kadang-kadang secara bertahap bertambah besar
dan lalu secara perlahan-lahan sirna, sementar itu tiba-tiba ter"adi suatu ledakan
dahsyat yang berbahaya.
roduk-produk erupsi ada yang berbentuk cair, padat dan gas. roduk yang
berbentuk padat terdiri dari abu, pasir, lapili dan bom (ulkanis. Debu (ulkanis
terdiri dari partikel-partikel massa mineral yang halus yang terbentuk akibat
penghancuran batu-batu yang membentuk dinding-dinding leher (ulkano dan "uga
akibat perubahan bentuk dari la(a. =kuran dari partikel-partikel ini berkisar dari
pecahan beberapa milimeter. artikel-partikel yang pecahannya sama dengan
butir-butir pasir disebut pasir volkanisnya. artikel-partikel yang lebih besar dari
partikel pasir ini, yang ukurannya beberapa cm disebut lapili $batu kecil&.
2.(.1.'. Struktur Geologi
!truktur geologi adalah struktur perubahan lapisan batuan sedimen akibat
ker"a kekuatan tektonik,sehingga tidak lagi memenuhi hukum superposisi
disamping itu struktur geologi "uga merupakan struktur kerak bumi produk
deformasi tektonik .
%abang geologi yang men"elaskan struktur geologi secara detail disebut
GE;>;GI !:C=2:=C,dimana geologi struktur merupakan cabang ilmu geologi
yang mempela"ari mengenai bentuk arsitektur kulit bumi.
2ekutan :ektonik dan orogenik yang membentuk struktur geologi itu berupa
stress $:egangan&.
'erdasarkan keseragaman kekuatannya,!tress dapat dibedakan men"adi * yaitu )
1& =niform stress $%onfining !tress&
<aitu tegangan yang menekan atau menarik dengan kekuatan yang sama dari atau
ke segala arah
*& Differential !tress
<aitu tegangan yang menekan atau menarik dari atau ke satu arah sa"a dan bisa
"uga dari atau ke segala arah,tetapi salah satu arah kekuatannya ada yang lebih
dominan.engenalan struktur geologi secara tidak langsung dapat dilakukan
melalui cara-cara berikut ini )
a. emetaan geologi dengan mengukur strike dan dip.
--
b. Interprestasi peta topografi,yaitu dari penampakan ge"ala penelusuran
sungai,penelusuran morfologi dan garis kontur serta pola garis konturnya.
c. #oto udara.
d. emboran.
e. Geofisika,yang didasarkan pada sifat-sifat yang dimiliki oleh batuan,yaitu
dengan metode )
1.Grafity,
*.Geolectrik,
+.!eismik,dan
,.1agnetik.
=mumnya struktur geologi terbentuk oleh differential stress.
Dari aspek arah ker"anya,ada + macam Differential stress,yaitu )
1. %ompressional stress
*. :ensional stress
+. !hear stress
2.(.2. Pro+e+ Ek+ogenik
Celief permukaan bumi tidaklah permanen. Ia berubah secara konstan
akibat gerakan air, udara, pengambangan temperatur dan lain-lain. erubahan-
perubahan terhadap topografi planet bumi ini karena adanya pengaruh-pengaruh
eksternal yang disebut proses eksogen $e,egenous&.
2.(.2.1. Pro+e+ Ole" Air Perukaan
%urah hu"an dan sal"u yang turun dari lapisan atmosfer dan "uga air yang
datang dari sumber-sumber mata air mengalir di permukaan bumi dari tempat
yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendahM men"alankan fungsi geologis dalam
per"alanannya. Dibedakan sekarang aksi gerakan air yang mengalir di permukaan
bumi tetapi tidak dalam saluran-saluran tertentu $bidang erosi atau proses
delu(ial& dengan aksi gerakan air yang mengalir di permukaan bumi dalam
saluran-saluran tertentu, yaitu arus-arus air dan sungai $erosi linear atau proses
erosif&.
a# roses deluvial
-.
Dalam hal ini, air mengalir dari dataran yang lebih tinggi ke dataran yang lebih
rendah, dalam peristiwa ini terbentuklah arus-arus air yang saling berpotongan
dan berhubungan pada bidang hamparan air $water sheet&. Di bawah pengaruh
kondisi alam, air pada bidang hamparan tersebut, terbentuk di antara lereng-
lereng dataran tinggi dan sisi-sisi "urang dan lembah sungai.
2omposisi unsur dalam lapisan-lapisan endapan delu(ial, warnanya,
ketebalannya dan faktor-faktor lainnya tergantung kepada ketinggian lereng,
kecuramannya dan bobot kekerasan batu yang terkikis. Endapan delu(ial pada
pinggir-pinggir lembah terdiri dari suatu seri tanah-tanah liat, mempunyai
corak yang sama kecuali kalau terkikis kembali. :etapi endapan delu(ial yang
terdiri dari berbagai "enis batu-batu tidaklah sama.
b# Erosi
6ika terdapat suatu celah $alur atau lurah& pada sisi bukit, maka ke situ akan
banyak mengalir arus atau alur air. Erosi berlan"ut secra lebih intensif di dalam
celah sisi bukit ini ketimbang tempat-tempat lainnya. Dengan demikian celah
sisi bukit ini akan semakin pan"ang hingga mencapai puncak sisi bukit. %elah
sisi bukit ini akhirnya melebar, sementara bagian sebelah bawah sisi bukit
semakin merata akibat bertumpuknya kikisan-kikisan tanah yang terbawa arus
air yang mengalir di celah sisi bukit itu. 0khirnya terbentuklah lembah di sisi
bukit di mana air mengalir dari puncak bukit melalui lembah ini dan disebut
Gully $selokan&. 6adi Gully adalah alur air mengalir melalui lembah di celah-
celah sisi bukit. !etiap bagian dari Gully $selokan& ini $bagian atas, tengah dan
bawah& mempunyai peristiwa geologis yang berbeda. Erosi $pengikisan& ter"adi
di bagian atas, transportasi hasil pengikisan ter"adi di bagian tengah dan
pengendapan hasil pengikisan ter"adi di bagian bawah.
2.(.2.2. Pro+e+ Ole" Air Tana"
0ir tanah bermula dalam berbagai cara. !alah satu diantaranya ialah
perembesan air hu"an atau sal"u yang mencair ke dalam tanah. 0ir tanah bisa "uga
terbentuk akibat rembesan air dari danau, sungai, saluran air buatan, waduk-
waduk dan lain-lain ke dalam tanah.
0ir tanah mengalir dengan pergerakan "auh lebih lambat daripada
pergerakan air di atas permukaan tanah. 2ecepatan geraknya rata-rata 3,- ? 1
-/
meter per hari. >a"u kecepatannya bergantung pada ukuran pori-pori dalam lapisan
batu-batu $la"u geraknya lebih cepat melalui lapisan batu-batu yang berpori besar&,
dera"at kemiringan hidrolik dari lapisan batu pembawa air, "arak yang ditempuh
dan temperatur yang menentukan kecairannya. Dalam lapisan tanah dan batu yang
sulit diterobos air, air tanah memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mencapai
"arak beberapa ratus meter.
0kti(itas air tanah yang destruktif tercermin dalam penglarutan batu-
batuan, erosi mekanis dan penghanyutan partikel-partikel yang terkena erosi.
:idak seperti air
sungai, air tanah sangat padat dengan unsur-unsur mineral, kadang-kadang
mencapai kepadatan air garam.
!ifat kelarutan mineral atau batu-batu dalam air ber(ariasi. 1ineral yang
mudah larut adalah batu garam, sodium karbonat dan sodium sulfat. Itulah
sebabnya endapan batu bergaram terdapat di daerah-daerah di mana mereka
terlindung oleh lapisan kedap air $tanah liat&.
2eseluruhan rangkaian fenomena geologis yang berkaitan dengan
pelarutan sebagian dan erosi lapisan tanah dan batu dan pembentukan lubang-
lubang perembesan $pori& di dalamnya disebut &arst dan area dimana fenomena
ini berkembang disebut area karst. 2etika air bergerak di lapisan batu, air
mengikis lapisan-lapisan batu dalam per"alanan memotong "alur-"alur air tadi,
sehingga mempertinggi arus-arus bawah tanah dengan cabang-cabang aliran.
!ebagian dari arus-arus ini menerobos ke permukaan, dimana mereka membuat
mata air karst. 'eberapa mata air karst bisa sangat tinggi tergantung kepda
luasnya area alimentasi dan besarnya curah hu"an.
6ika suatu proses di mana air mengendapkan garam-garam berlangsung
dalam "angka waktu yang pan"ang, maka semua ruang akan terisi penuh dengan
unsur-unsur mineral penyemen. Dalam hal ini misalnya pasir-pasir berubah
men"adi batu-batu pasir, "alur-"alur rekahan pada lapisan tanah dan batu tertutup
dan terisi penuh oleh mineral sehingga terbentuklah "alur-"alur mineral dalam
"alur-"alur rekahan di lapisan batu-batu tersebut. Endapan-endapan dari bi"ih-bi"ih
$perak-timah hitam, tembaga, emas, besi, seng, timah hitam, dan logam-logam
-8
lainnya& bisa terbentuk karena garam-garam yang larut di dalam air tersebut bisa
mengandung garam-garam logam.
2.(.2.&. Pro+e+ Ole" Angin
2ekuatan efektif dari angin yang berhembus tergantung kepada
kecepatannya. 0ngin yang berhembus dengan kecepatan beberapa cm7detik, sudah
cukup kuat untuk menerbangkan debu. !uatu tiupan angin yang berhembus
dengan kecepatan yang lebih kuat, dapat memindahkan batu-batu dengan ukuran
diameter beberapa cm dari tempatnya semula. 0ngin topan dan angin puyuh yang
kecepatannya berhembus kadang-kadang bisa melampaui -3 meter per detik
adalah sangat deduktif.
artikel-partikel yang diterbangkan angin dari permukaan tanah pindah
sampai "arak yang sangat "auh, tergantung besarnya butir-butir unsur tanah yang
diterbangkan angin. 0rus angin berhembus tidak hanya pada bidang-bidang
horisontal di permukaan bumi, tetapi "uga pada bidang-bidang (ertikal, dengan
akibat bahwa unsur tanah tersebut terlempar dari permukaan tanah, tinggi ke
lapisan udara.
artikel-partikel yang terbawa angin tersebut membentuk beberapa
rintangan dalam per"alanannya $batu, batu boulder, dan benda-benda lainnya&.
ada benda-benda ini partikel-partikel tersebut hinggap dan berkembang men"adi
bertambah banyak, mengotori bahkan menyemir dan mengikisnya. eristiwa ini
disebut 5orrasion $korasi&.
Di daerah-daerah padang pasir, "endela-"endela pada sisi bangunan yang
disentuh oleh tiupan angin kadang-kadang dilapisi oleh lapisan debu yang
demikian tebalnya sehingga memberi kesan seakan-akan telah membeku.
elapisan ini diakibatkan oleh debu-debu yang diterbangkan angin. =nsur-unsur
yang terbentuk dan melekat akibat korasi tadi, diterpa lagi oleh angin dan terbawa
lebih "auh. eristiwa ini disebut deflasi. 2orasi dan deflasi adalah dua peristiwa
yang saling berhubungan dan saling melengkapi.
2orasi tidak hanya memberi dampak kepada batu-batu karang atau
lapisan-lapisan boulder, tetapi "uga terhadap permukaan horisontal) kalau
permukaan tersebut keras, dampak korasi terhadapnya hanya berupa pelapisan,
tetapi kalau permukaan itu lunak maka ia akan terukir $membentuk relief& yang
-5
disebut dengan EyardangF ataupun ukiran-ukiran yang berupa lengkung yang
paralel. 2orasi "uga menghantam pecahan-pecahan batu di padang pasir, dan
gesekan dengan permukaan pasir turut membantu mereka membentuk trihedron-
trihedron yang khas.
2.(.2.'. Pro+e+ Ole" Gelo!ang Air Laut
Gerak geologis laut berpola sama dengan gerak geologis sungai-sungai,
lapisan es dan angin, yaitu meliputi bidang-bidang erosi $pengikisan permukaan
dan lapisan tanah&, transportasi $pemindahan hasil erosi&, grinding $pemerataan
atau penggusuran permukaan tanah&, sorting $pemisahan permukaan tanah&,
depositasi $pengendapan hasil erosi& dan transformasi. :etapi, ada se"umlah segi-
segi tertentu dalam kehidupan geologis laut yang membuat ia penting artinya bagi
perikehidupan di muka bumi.
>apisan batu-batu organik, yang terdapat sedikit pada endapan-endapan
daratan, merupakan endapan yang utama di antara endapan-endapan yang ter"adi
di laut. 0kumulasi endapan-endapan laut mengikuti keadaaan permukaan wilayah
tertentu, yang tergantung kepada relief dasar laut, garis pantai dan faktor-faktor
lainnya.
Gerak laut "uga tergantung kepada tipe lapisan batu-batuan yang
dikandung daratan pantai. >apisan batu lepas paling cepat berguguran. Daratan
pantai yang terdiri dari lapisan batu-batu pasir argillasius yang lepas, tidak
menghasilkan pecahan-pecahan kasar kalau ia dihantam gelombang, tetapi
pecahan-pecahan yang besar berakumulasi sepan"ang daratan pantai yang terdiri
dari lapisan batu-batu keras.
osisi batu di daratan pantai "uga menentukan. engikisan berlangsung
dengan cepat "ika lapisan-lapisan tersebut terletak curam men"orok ke daratan, dan
berlangsung lebih lambat "ika ia terletak men"orok dengan landai ke arah laut.
engikisan berkurang pada lapisan-lapisan yang terletak horisontal karena
tingkap-tingkap atau teras-teras terbentuk padanya dan ini memperlemah kekuatan
gelombang. 2etika gelombang menghantam tebing pantai yang curam secara
bertubi-tubi, gelombang-gelombang membentuk lekukan horisontal. >apisan batu
dan tanah yang terletak di atas lekukan-lekukan ini secara bertahap melapuk dan
akhirnya berguguran akibat berat mereka sendiri. Dengan cara ini daratan pantai
.3
yang perlahan-lahan melandai dan permukaannya yang datar disebut pantai
$beach&.
:idak semua gerakan air laut bersifat destruktif. 1ateri-materi yang
terkikis mengendap di sepan"ang pantai dan "uga pada keseluruhan wilayah laut
dangkal. engendapan unsur-unsur yang besar pada lereng pantai yang amat
landai lama kelamaan sering men"adi pembentukan offshore bars $bendungan
pan"ang di lepas pantai&. 1ateri yang terbawa ke tempat tersebut tidak hanya
dihanyutkan lebih "auh oleh gelombang. Endapan-endapan ini berkembang
membentuk balokan-balokan pan"ang yang lebarnya 13?1* meter. 2adang-kadang
beberapa balokan-balokan pan"ang terletak se"a"ar satu sama lainnya. Endapan-
endapan ini "uga terdapat di dasar laut. Endapan-endapan dasar laut ini
diklasifikasikan sebagai berikut) endapan litoral, endapan laut dangkal, endapan
abyssal.
Dalam "angka waktu yang lama, kegiatan destruktif dan
konstruktif oleh
perubahan-perubahan laut akan menentukan bentuk tepian pantai, serta relief
permukaan bumi melalui pengikisan daratan dan mengisi palung-palung laut di
mana endapan-endapan berakumulasi. roses akumulasi batu-batu ini di laut-laut
maupun di samudra-samudra ter"adi seiring dengan bermulanya waktu. ada masa
kini, batu-batu ini terletak dalam lapisan-lapisan tebal, dan membentuk bagian
atas kerak bumi.
2.). Geo"i%rologi
@i%rogeologi $hidro berarti air, dan geologi berarti ilmu mengenai
batuan& merupakan bagian dari hidrologi yang mempela"ari penyebaran dan
pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan di kerak 'umi $umumnya dalam
akuifer&. Istilah geo"i%rologi sering digunakan secara bertukaran. 'eberapa
kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli hidrogeologi atau ahli
rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi $geohidrologi&, dan ahli
geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi $hidrogeologi&.
!emua material yang membentuk bumi digolongkan ke dalam material
geologis yaitu batuan, tanah, air, minyak bumi dan sebagainya. 1aterial geologis
bisa berbentuk padat, gas maupun cair.
.1
2.).1.1. Pen5eli%ikan Lang+ung
A. Metoda Langsung Permukaan
1etoda ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu )
a. enyelidikan singkapan $out crop&
!ingkapan segar umumnya di"umpai pada )
1. >embah-lembah sungai, hal ini dapat ter"adi karena pada lembah sungai ter"adi
pengikisan oleh air sungai sehingga lapisan yang menutupi tubuh batuan
tertransportasi yang menyebabkan tubuh batuan nampak sebagai singkapan segar
*. 'entuk-bentuk menon"ol pada permukaan bumi, hal ini ter"adi secara alami
yang umumnya disebabkan oleh pengaruh gaya yang berasal dari dalam bumi
yang disebut gaya endogen misalnya adanya letusan gunung berapi yang
memuntahkan material ke permukaan bumi dan dapat "uga dilihat dari adanya
gempa bumi akibat adanya gesekan antara kerak bumi yang dapat mengakibatkan
ter"adinya patahan atau timbulnya singkapan ke permukaan bumi yang dapat
di"adikan petun"uk letak tubuh batuan.
b. :racing #loat $pen"e"akan&
#loat adalah fragmen-fragmen atau potongan-potongan bi"i yang berasal dari
penghancuran singkapan yang umumnya disebabkan oleh erosi, kemudian
tertransportasi yang biasanya dilakukan oleh air, dan dalam melakukan tracing
kita harus ber"alan berlawanan arah dengan arah aliran sungai sampai float dari
bi"ih yang kita cari tidak ditemukan lagi, kemudian kita mulai melakukan
pengecekan pada daerah antara float yang terakhir dengan float yang sebelumnya
dengan cara membuat parit yang arahnya tegak lurus dengan arah aliran sungai,
tetapi "ika pada pembuatan parit ini dirasa kurang dapat memberikan data yang
diinginkan maka kita dapat membuat sumur u"i sepan"ang parit untuk mendata
tubuh batuan yang terletak "auh dibawah o(er burden.
c. :racing dengan anning $mendulang&
%aranya sama seperti tracing float, tetapi bedanya terdapat pada ukuran butiran
mineral yang dicara biasanya cara ini digunakan untuk mencari "e"ak mineral yang
ukurannya halus dan memiliki masa "enis yang relatif besar. ersamaan dari cara
tracing yaitu pada kegiatan lan"utan yaitu trencing atau test pitting.
.*
%ara-cara tracing, baik tracing float maupun tracing dengan panning akan
dilan"utkan dengan cara trenching atau test pitting.
- :renching $pembuatan parit&
embuatan parit memiliki keterbatasan yaitu hanya bisa dilakukan pada
o(erburden yang tipis, karena pada pembuatan parit kedalaman yang efektif dan
ekonomis yang dapat dibuat hanya sedalam * - *,- meter, selebih dari itu
pembuatan parit dinilai tidak efektif dan ekonomis. embuatan parit ini dilakukan
dengan arah tegak lurus ore body dan "ika pembuatan parit ini dilakukan di tepi
sungai maka pembuatan parit harus tegak lurus dengan arah arus sungai.
aritan dibangun dengan tu"uan untuk mengetahui tebal lapisan permukaan,
kemiringan perlapisan, struktur tanah dan lain-lain.
- :est itting $pembuatan sumur u"i&
6ika dengan trenching tidak dapat memberikan data yang akurat maka sebaiknya
dilakukan test pitting untuk menyelidiki tubuh batuan yang letaknya relatif dalam.
2ita harus ingat bahwa pada test pitting kita harus memilih daerah yang terbebas
dari bongkahan-bongkahan maka hal ini akan menyulitkan kita pada waktu
pembuatan sumur u"i dan "uga daerah yang hendak kita buat sumur u"i harus bebas
dari air, karena dengan adanya air dapat menyulitkan kita pada waktu melakukan
penyelidikan struktur batuan yang terdapat pada sumur u"i yang kita buat. ada
pembuatan sumur u"i ini kita "uga harus mempertimbangkan faktor keamanan, kita
harus dapat membuat sumur dengan penyangga sesedikit mungkin tetapi tidak
mudah runtuh. 8al ini "uga akan mempengaruhi kenyamanan pada waktu
melakukan penelitian. 2edalaman sumur u"i yang kita buat bisa mencapai
kedalaman sampai +3 meter.
8al-hal yang perlu diperhatikan dari penggalian sumur adalah ge"ala longsoran,
keluarnya gas beracun, bahaya akan ban"ir dan lain-lain.

B. Metoda Langsung Bawah Permukaan
Eksplorasi langsung bawah permukaan dilakukan bila tidak ada singkapan
di permukaan atau pada eksplorasi permukaan tidak dapat memberikan informasi
yang baik, karena pada eksplorasi langsung permukaan, kedalaman maksimum
yang dapat dicapai N +3 meter. Eksplorasi langsung bawah permukaan "uga dapat
.+
dilakukan apabila keadaan permukaan memungkinkan untuk diadakan eksplorasi
bawah permukaan, sebab apabila permukaan tidak memungkinkan, misalnya
permukaan itu tergenang air atau tertutup bongkah batu yang tidak stabil, maka
hal ini akan memberikan resiko yang besar "ika dilakukan eksplorasi permukaan.
Dalam eksplorasi bawah permukaan ada hal-hal yang harus diperhatikan
misalnya, peker"aan harus berlangsung tetap didalam badan bi"ih, hal ini untuk
memudahkan diadakan pengamatan dan proses sampling peker"aan "uga
diusahakan dimulai dari daerah-daerah yang memiliki singkapan yang baik,
karena dengan singkapan yang baik dapat memudahkan kita untuk menentukan
strike atau dipnya, yang tidak kalah pentingnya yang harus diperhatikan adalah
masalah biaya, dimana dalam peker"aan eksplorasi ini biaya tidak boleh terlalu
besar, hal ini bertu"uan untuk menghindari adanya dana yang terbuang percuma
"ika nantinya eksplorasi yang dilakukan hasilnya mengecewakan.
Eksplorasi bawah permukaan dapat dilakukan dengan membuat :unel, !haft,
Drift, 4inse dan lain-lain.
:un nel H suatu lubang bukaan mendatar atau hampir mendatar yang menembus
kedua kaki bukit.
!ha ft H suatu lubang bukaan yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan
permukaan bumi dan berfungsi sebagai "alan pengangkutan karyawan serta alat-
alat kebutuhan tambang, (entilasi dan penirisan.
Dri ft H suatu bukaan mendatar yang dibuat dekat atau pada endapan bi"ih yang
arahnya se"a"ar dengan "urus atau dimensi terpan"ang dari endapan bi"ihnya
$dalam pengeboran&.
4in De H lubang bukaan (ertikal atau arah miring yang dari Ele(elF ke arah Ele(elF
yang dibawahnya.
Eksplorasi bawah tanah "uga dapat dilakukan dengan pengeboran inti. engeboran
sumur minyak yang pertama dilakukan oleh 2ol. Drake pada tahun 15-5 dengan
menggunakan bor $CIG& permanen $tidak dapat dipindah-pindah& dan pada
pengeborannya menggunakan sistem perkusif $tumbuk&, pada pengeboran ini
kedalaman ma9imum yang dapat dicapai adalah .3 ft $N *3 m& dengan bor lurus
$(ertical drilling&.
.,
!aat ini pengeboran dilakukan dengan teknik bor putar $rotary drilling& dengan
menara bor yang dapat dipindah-pindah $portablering& dan dilakukan dengan
beberapa cara pengeboran yaitu dengan cara perkusif, rotasi atau dengan perkusif-
rotasi. emboran dapat dilakukan di darat maupun di laut $on shore atau off
shore&. emboran tidak terbatas pada pemboran decara (ertikal sa"a tetapi dapat
dilakukan secara miring $kemiringan dapat mencapai 53
o
&, apabila saat
pengeboran kita menemukan batuan yang keras dan susah ditembus oleh mata bor,
maka dengan teknologi sekarang, pipa yang berada "auh di dalam tanah dapat
dirubah arahnya $dibelokkan& untuk menghidari batuan yang keras tersebut.
engeboran yang dilakukan pada eksplorasi bertu"uan untuk mengambil contoh
$sampling& untuk diamati, pengeboran "uga bisa bertu"uan untuk produksi atau
konstruksi $misalnya air tanah, minyak bumi& dan pemboran dapat "uga untuk
memudahkan proses peledakan $pada kegiatan penambangan material keras&. Dari
data pengeboran dan sampling kita dapat membuat peta stratigrafi daerah
pengeboran. Dari peta ini kita dapat mengetahui susunan batuan dan ketebalan
cadangan dan akhirnya kita dapat memperkirakan besar cadangan secara
keseluruhan.
2.).1.2. Pen5eli%ikan Ti%ak Lang+ung
2.).2.1. 4oto U%ara %an Aitra Pengeli"atan :au"
enginderaan "auh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang
obyek, daerah atau ge"ala dengan cara menganalisis data yang diperoleh dengan
menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau ge"ala yang
dika"i.
Dalam penginderaan "auh, obyek yang diindera atau yang ingin diketahui berupa
ob"ek di permukaan bumi, dirgantara, atau antariksa. 0lat yang digunakan untuk
melakukan penginderaan "auh adalah sensor. !ensor berfungsi untuk melacak,
mendeteksi, dan merekam suatu ob"ek di bumi dalam daerah "angkauan tertentu.
!ensor berupa kamera, scanner, dan radiometer. ada umumnya, sensor dipasang
.-
pada wahana $ platform & yang berupa pesawat terbang, satelit, atau pesawat
ulang-alik. 'erdasarkan ketinggian peredaran wahana, tempat pemantauan atau
pemotretan dari angkasa ini dapat diklasifikasikan men"adi + kelompok sebagai
berikut )
1. esawat terbang rendah sampai medium $low to medium altitude aircraft&,
ketinggian antara 1.333 meter sampai 5.333meter dari permukaan bumi. %itra
yang dihasilkan adalah citra foto $foto udara&.
*. esawat terbang tinggi $high altitude aircraft&, ketinggian sekitar 18.333 meter
dari permukaan bumi. %itra yang dihasilkan ialah foto udara dan multispectral
scanner data.
+. !atelit, ketinggian antara ,33 km sampai 533 km dari permukaan bumi. %itra
yang dihasilkan adalah citra satelit.
1. #oto dan #oto =dara
Gambar atau rekaman yang dihasilkan oleh sensor disebut foto udara atau
citra penginderaan "auh.
*. %itra
Dalam penginderaan "auh, data atau hasil obser(asi yang didapat disebut
citra. %itra dapat diartikan sebagau gambaran yang tampak dari suatu ob"ek yang
sedang diamati, sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau.
1enurut 8ornby, citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau alat
sensor lain.
1enurut !imonett, citra adalah gambaran rekaman suatu ob"ek $ biasanya berupa
gambaran pada foto &yang didapat dengan cara optik, elektro optik, optik mekanik,
atau elektromekanik. ada umumnya hal itu digunakan apabila radiasi
..
elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu ob"ek tidak
langsung direkam dalam film.
1enurut #ord, citra adalah gambaran (isual tenaga yang direkam dengan
menggunakan piranti penginderaan "auh.
!istem enginderaan 6auh
2omponen-komponen dalam system penginderaan "auh diuraikan ringkas sebagai
berikut.
1. :enaga untuk enginderaan 6auh
engumpulan data dalam penginderaan "auh dilakukan dari "arak "auh dengan
menggunakan sensor buatan. =ntuk itu diperlukan tenaga penghubung yang
membawa data tentang ob"ek ke sensor.
:enaga penghubung diperlukan agar berbagai informasi dalam berbagai bentuk
dapat diterima oleh sensor dengan baik. :enaga penghubung yang dimanfaatkan
dalam penginderaan "auh berupa tenaga alamiah dan tenaga buatan. :enaga
penghubung alamiah disebut penginderaan "auh sistem pasif, yaitu yang merekam
pantulan atau pancaran radiasi elektromagnetik dari suatu ob"ek yang biasanya
bersumber dari matahari. !edangkan sumber tenaga buatan yang digunakan dalam
penginderaan "auh system aktif, yaitu perekaman dengan menggunakan sumber
tenaga buatan seperti system C0D0C dan >ID0C. !istem scanner ini dapat
dibedakan men"adi dua yaitu scanner opto-mekanik $contohnya >andsat :1& dan
scanner penyapu $push broom&.
*. 0tmosfer
./
0tmosfer bersifat selektif terhadap pan"ang gelombang, sehingga hanya sebagian
kecilbsa"a tenaga elektromagnetik yang dapat mencapai permukaan bumi dan
dimanfaatkan untuk penginderaan "auh. 'agian spectrum elektromagnetik yang
mampu melalui atmosfer dan dapat mencapai permukaan bumi disebut E"endela
atmosferF. 6endela atmosfer yang paling banyak digunakan dalam penginderaan
"auh adalah spectrum tampak.
+. !ensor
:iap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spectrum
elektromagnetik. !emakin kecil ob"ek yang dapat direkam oleh sensor, maka
semakin baik kualitas sensor itu dan semakin baik kemampuan sensor untuk
merekam gambar terkecil7resolusi spasial dari citra.
,. erolehan Data
erolehan data dapat dilakukan dengan cara manual yaitu dengan interpretasi
secara (isual, dan dapat pula dengan cara numeric atau cara digital yaitu dengan
menggunakan computer. #oto udara pada umumnya diinterpretasi secara manual,
sedangkan data hasil penginderaan "auh secara elektronik dapat diinterpretasi
secara manual maupun secara numerik.
-. engguna Data
engguna data $orang, institusi, atau pemerintah& merupakan komponen paling
penting dalam penginderaan "auh karena para penggunalah yang dapat
menentukan diterima atau tidaknya hasil penginderaan "auh. Data yang dihasilkan
.8
mencakup wilayah sumber daya alam suatu negara, yang merupakan data yang
sangat penting untuk kepentingan orang banyak, sehingga data ini penting untuk
di"aga penggunaannya.
6enis %itra enginderaan 6auh
%itra dapat digolongkan men"adi dua "enis, yaitu citra foto dan citra nonfoto.
1. %itra #oto
%itra foto adalah gambar yang dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera.
%itra foto dapat dibedakan atas beberapa dasar sebagai berikut.
a. 'erdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan
ada waktu memotret ob"ek di permukaan bumi, orang dapat memilih salah satu
atau beberapa spectrum elektromagnetik berdasarkan kepentingannya. %itra foto
berdasarkan spektrumnya dapat dibedakan men"adi )
1& #oto pankromatik adalah citra foto dari udara yang dibuat dengan
menggunakan seluruh spectrum tampak mata mulai dari warna merah hingga
ungu. #oto udara ini sering disebut foto udara kon(ensional. %iri foto pankromatik
adalah pada warna ob"ek sama dengan kesamaan mata manusia, sehingga baik
untuk mendeteksi pencemaran air, kerusakan ban"ir, penyebarab air tanah, dan air
permukaan.
*& #oto ultra(iolet adalah citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum
ultra(iolet dekat dengan pan"ang gelombang 3,*5 mikrometer. #oto ini tidak
.5
menyadap banyak informasi tetapi untuk beberapa ob"ek dari foto ini proses
pengenalannya mudah karena kontras yang besar. #oto ini sangat baik untuk
mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat,
"aringan "alan aspal, dan batuan kapur.
+& #oto ortokromatik adalah citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum
tampak dari saluran biru hingga sebagian hi"au $3,, ? 3,-. mikrometer&. %iri foto
ortokromatik adalah banyak ob"ek yang tampak "elas. #oto ini bermanfaat untuk
studi pantai karena memiliki film yang peka terhadap ob"ek di bawah permukaan
air hingga kedalaman kurang lebih *3 meter, sehingga baik untuk sur(ei (egetasi
karena daun hi"au tergambar dengan kontras.
,& #oto inframerah asli adalah citra foto yang dibuat dengan menggunakan
spektrum inframerah dekat hingga pan"ang gelombang 3,5 ? 1,* mikrometer yang
dibuat secara khusus. %iri foto inframerah asli adalah dapat mencapai bagian
dalam daun, sehingga rona pada foto inframerah tidak ditentukan warna daun
tetapi oleh sifat "aringannya, sehingga baik untuk mendeteksi berbagai "enis
tanaman termasuk tanaman yang sehat atau yang sakit.
-& #oto inframerah modifikasi adalah citra foto yang dibuat dengan inframerah
dekat dan sebagia spectrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran
hi"au.
2.).2.2. Sei+ik
!eismik adalah istilah yang dipakai di dalam bidang Geofisika untuk
menerangkan akti(itas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di
bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. 8asil rekaman yang
diperoleh dari sur(ei ini disebut dengan *enampang gelombang#
/3
Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak
dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur
di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya "ebakan-
"ebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya. $aninnaim,
*313&
Gelombang seismik adalah rambatan energi yang disebabkan karena adanya
gangguan di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau ledakan. Energi ini
akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat terekam oleh seismometer.
1. Gelo!ang $erukaan
Gelombang permukaan adalah rambatan hanya melalui kerak bumi, gelombang
permukaan mempunyai frekuensi yang lebih rendah daripada gelombang tubuh,
dan mudah dibedakan pada !eismogram sebagai hasilnya.
0da * gelombang permukaan, yaitu )
a3 Gelo!ang Ainta
merupakan gelombang tercepat dan gelombang bergerak di permukaan tanah dari
sisi ke sisi.
Gambar *.*. Gelombang %inta (love wave)
!3 Gelo!ang Re5laig"
!ebuah gulungan gelombang Cayleigh sepan"ang tanah seperti gulungan
gelombang di danau atau lautan.
2. Gelo!ang Tu!u"
/1
1erambat melalui bagian dalam bumi, gelombang tubuh tiba sebelum gelombang
permukaan yang dipancarkan oleh gempa bumi. Gelombang ini memiliki
frekuensi yang lebih tinggi daripada gelombang permukaan.
0da * gelombang tubuh , yaitu)
a3 Gelo!ang P
Ini adalah "enis gelombang seismic yang tercepat, dan merupakan gelombang
pertama yang tiba di sebuah stasiun seismik.
Gambar *.*/ Gelombang
!3 Gelo!ang S
Gelombang ! lebih lambat dari gelombang dan hanya dapat bergerak melalui
batuan padat, bukan melalui media cairan apa pun.
Gambar *.*8 Gelombang !
&. :eni+ B 6eni+ $ata"an
atahan lempengan bumi dapat dibagi dalam + "enis, yaitu)
a. Pata"an Noral
atahan ini biasanya ter"adi di daerah di mana lempeng membelah dengan sangat
perlahan atau di mana dua lempeng yang saling menarik diri dari satu sama lain.
!. Pata"an Balik
/*
0dalah patahan yang terbentuk di mana satu plat mendorong ke lempeng yang
lain. atahan "uga ter"adi di lipatan plat karena sedang ditekan sehingga
mendorong lempeng lain yang menentangnya.
c. Pata"an Strike Sli$
atahan !trike-slip adalah celah-celah antara dua lempeng yang meluncur
melewati satu sama lain.
'. E/ek Gelo!ang Sei+ik
Efek yang ditimbulkan oleh adanya gelombang seismik dari gangguan alami,
seperti) pergerakan lempeng $tektonik&, bergeraknya patahan, akti(itas gunung api
$(ulkanik&, dsb. Efek Gelombang !eismik adalah apa yang kita kenal sebagai
fenomena gempa bumi. $scribd.com, *313&
(. Ge$a Bui
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang ter"adi di permukaanbumi.
Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi $lempeng bumi&. 2ata
gempa bumi "uga digunakan untuk menun"ukkan daerah asal ter"adinya ke"adian
gempa bumi tersebut. 'umi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa
bumi ter"adi apabila tekanan yang ter"adi karena pergerakan itu sudah terlalu besar
untuk dapat ditahan. $reindo.co.id, *335&
Ti$e ge$a !ui
0. Gempa bumi (ulkanik $ Gunung 0pi &
Gempa bumi ini ter"adi akibat adanya akti(itas magma, yang biasa ter"adi sebelum
gunung api meletus. 0pabila keaktifannya semakin tinggi maka akan
menyebabkan timbulnya ledakan yang "uga akan menimbulkan ter"adinya
gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
'. Gempa bumi tektonik
Gempabumi ini disebabkan oleh adanya akti(itas tektonik, yaitu pergeseran
lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang
sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan
/+
kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
men"alar keseluruh bagian bumi.
Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan ItenagaJ yang ter"adi karena
pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan
dilepaskan dengan tiba-tiba. :enaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan
dikenal sebagai kecacatan tektonik. :eori dari tektonik plate $plat tektonik&
men"elaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area
dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti sal"u. >apisan
tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama
lainnya. 8al inilah yang menyebabkan ter"adinya gempa tektonik.
Gempa bumi tektonik memang unik. eta penyebarannya mengikuti pola dan
aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan
lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian
$geologi&, kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk
men"elaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh
kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. %ontoh
gempa tektonik ialah seperti yang ter"adi di <ogyakarta, Indonesia pada !abtu, */
1ei *33. dini hari, pukul 3-.-, 4I'
%. Gempa bumi tumbukan
Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang "atuh ke
bumi, "enis gempa bumi ini "arang ter"adi
D. Gempa bumi runtuhan
Gempa bumi ini biasanya ter"adi pada daerah kapur ataupun pada daerah
pertambangan, gempabumi ini "arang ter"adi dan bersifat lokal.
E. Gempa bumi buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh akti(itas dari
manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke
permukaan bumi. $forum.upi, *313&.
/,
). Meto%e Sei+ik
1etode seismik adalah suatu metode dalam geofisika yang digunakan untuk
mempela"ari struktur dan strata bawah permukaan bumi. 1etode ini
memanfaatkan perambatan, pembiasan, pemantulan gelombang gempa. Dengan
menggunakan metode ini akan memudahkan peker"aan eksplorasi hidrokarbon
karena dengan metode seismik dapat diselidiki batuan yang diperkirakan
mengandung hidrokarbon atau tidak. :entu sa"a metode ini pun harus didukung
oleh adanya data ? data geologi yang lengkap.
!ecara umum dalam suatu langkah eksplorasi hidrokarbon, urutan penggunaan
metode seismik adalah sebagai berikut )
1. engambilan data seismik $ !eismic Data 0cBuisition &
*. engolahan data seismic $ !eismic Data rocessing &
+. Interpretasi data !eismik $ !eismic Data Interpretation &
engolahan data seismik bertu"uan untuk mendapatkan gambaran struktur geologi
bawah permukaan yang mendekati struktur yang sebenarnya. 8al ini dapat dicapai
apabila rasio antara sinyal seismik dengan sinyal gangguan $!7A ratio& cukup
tinggi. 2arena proses pengolahan data akan mempengaruhi seseorang interpreter
dalam melakukan interpretasi, maka diperlukan proses pengolahan data yang baik,
tepat dan akurat. 2esalahan yang sedikit dalam processing akan menyebabkan
seorang interpreter menginterpretasikan yang salah "uga. $aninnaim, *313&
2.).2.&. Geora%ar
Gambar *.*5 Georadar
Ground enetrating Cadar $GC& merupakan metode geofisika dengan
menggunakan teknik elektromagnetik yang dirancang untuk mendeteksi
ob"ek yang terkubur di dalam tanah dan menge(aluasi kedalaman ob"ek
/-
tersebut. GC "uga dapat digunakan untuk mengetahui kondisi dan
karakteristik permukaan bawah tanah tanpa mengebor ataupun
menggali tanah. !istem GC terdiri atas pengirim $transmitter&, yaitu
antena yang terhubung ke sumber pulsa $generator pulsa& dengan
adanya pengaturan timing circuit, dan bagian penerima $recei(er&, yaitu
antena yang terhubung ke >A0 dan 0D% yang kemudian terhubung ke
unit pengolahan $data processing&.
'erdasarkan blok diagram di atas, masing ? masing blok mempunyai
fungsi yang cukup penting dan saling ketergantungan. 8al ini
dikarenakan GC merupakan suatu sistem mulai dari penghasilan pulsa
pada pulse generator lalu melewati blok-blok yang ada kemudian sampai
pada blok display dimana kita dapat melihat bentuk dan kedalaman ob"ek
yang dideteksi. Aamun dalam hal ini antena memegang peranan yang
sangat penting karena menentukan
un"uk ker"a dari sistem GC itu sendiri. 0dapun faktor yang
berpengaruh dalam menentukan tipe antena yang digunakan, sinyal
yang ditransmisikan, dan metode pengolahan sinyal yaitu )
1. 6enis ob"ek yang akan dideteksi
*. 2edalaman ob"ek
+. 2arakteristik elektrik medium tanah atau properti elektrik.
Dari proses pendeteksian seperti di atas, maka akan didapatkan
suatu citra dari letak dan bentuk ob"ek yang terletak di bawah
tanah atau dipermukaan tanah. =ntuk menghasilkan pendeteksian
yang baik, suatu sistem GC harus memenuhi empat persyaratan
sebagai berikut)
1. 2opling radiasi yang efisien ke dalam tanah
*. enetrasi gelombang elektromagnetik yang efisien
/.
+. 1enghasilkan sinyal dengan amplitudo yang besar dari ob"ek yang
dideteksi.
,. 'andwidth yang cukup untuk menghasilkan resolusi yang baik.
rinsip 2er"a GC
Gambar *.+3 rinsip 2er"a GC
ada dasarnya GC beker"a dengan memanfaatkan pemantulan sinyal.
!emua sistem GC pasti memiliki rangkaian pemancar $transmitter&,
yaitu system antena yang terhubung ke sumber pulsa, dan rangkaian
penerima $recei(er&, yaitu sistem antena yang terhubung ke unit
pengolahan sinyal. Cangkaian pemancar akan menghasilkan pulsa
listrik dengan bentuk, prf $pulse repetition freBuency&, energi, dan durasi
tertentu. ulsa ini akan dipancarkan oleh antenna ke dalam tanah.
ulsa ini akan mengalami atenuasi dan cacat sinyal lainnya selama
perambatannya di tanah. 6ika tanah bersifat homogen, maka sinyal
yang dipantulkan akan sangat kecil. 6ika pulsa menabrak suatu
inhomogenitas di dalam tanah, maka akan ada sinyal yang dipantulkan
ke antena penerima. !inyal ini kemudian diproses oleh rangkaian
penerima. 2edalaman ob"ek dapat diketahui dengan mengukur selang
waktu antara pemancaran dan penerimaan pulsa. Dalam selang waktu
//
ini, pulsa akan bolak balik dari antena ke ob"ek dan kembali lagi ke
antena. 6ika selang waktu dinyatakan dalam t, dan kecepatan
propagasi gelombang elektromagnetik dalam tanah (, maka kedalaman
ob"ek yang dinyatakan dalam h adalah
=ntuk mengetahui kedalaman ob"ek yang dideteksi, kecepatan
perambatan dari gelombang elektromagnetik haruslah diketahui.
2ecepatan perambatan tersebut tergantung kepada kecepatan
cahaya di udara, konstanta dielektrik relati(e medium perambatan
2etebalan beberapa medium di dalam tanah dinyatakan dalam d , yaitu
/8
Dimana t adalah selang waktu antara pemancaran dan penerimaan
pulsa dan 8 adalah kedalaman maksimum. Daya pulsa yang
dipancarkan "uga harus disesuaikan dengan kedalaman maksimum
ini. 6ika 8 besar, maka daya yang harus digunakan "uga harus besar
agar sinyal pantul tetap terdeteksi.
/5
2.).2.'. Pen5eli%ikan Geoli+trik
Geolistrik adalah metode geofisika aktif yang menggunakan arus listrik untuk
menyelidiki material di bawah permukaan bumi. 1etode ini dikenal dengan geolistrik,
atau geoelectric. Istilah Eelectrical resisti(ityF, ED% resisti(ityF, dan E@E! $(ertical
Electric !ounding&F "uga mengacu kepada metode geofisika aktif ini. Ce(olusi dan
e(olusi dalam teknologi instrumentasi dan teknik prosesing komputer telah
menyumbangkan andil yang sangat besar dalam perkembangan dari sur(ey geolistrik ini.
erkembangan terakhir dari Kmulti-channel electrical resisti(ity systemK and Kcomputer-
processing modelingK telah menigkatkan fleksibilitas, kecepatan, dan efesiensi peker"aan
di lapangan pada sur(ey geolistrik kon(ensional. !elain itu, perkembangan terakhir
metode ini "uga dapat memfasilitasi aplikasi geofisika ini untuk menyelidiki lingkungan
di bawah permukaan bumi yang lebih kompleks. !ehingga dapat dikatakan bahwa
sur(ey geolistrik dapat membantu dalam memotong waktu dan biaya yang diperlukan
dalam eksplorasi mineral. !ur(ey Geolistrik dapat diaplikasikan pada)
1. Eksplorasi 0ir 'awah :anah
*. Eksplorasi 'atubara
+. Eksplorasi Emas
,. Eksplorasi 'atubesi $Iron ;re&
-. Eksplorasi 1angan
.. Eksplorasi %hromites
83
2.).2.(. Son%ir
Gambar *.+1 !ondir
!ondir adalah alat berbentuk silindris dengan u"ungnya berupa konus. !ondir
ada dua macam, yang pertama adalah sondir ringan dengan kapasitas 3-*-3 kg7cmO dan
yang kedua adalah sondir berat dengan kapasitas 3-.33 kg7cmO. 6enis tanah yang cocok
disondir dengan alat ini adalah tanah yang tidak banyak mengandung batu.

Dalam u"i sondir, stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan
tanah terhadap u"ung sondir $tahanan u"ung& dan gesekan pada silimur silinder diukur.
0lat ini telah lama di Indonesia dan telah digunakan hampir pada setiap penyelidikan
tanah pada peker"aan teknik sipil karena relatif mudah pemakaiannya, cepat dan amat
ekonomis.
!esungguhnya alat u"i sondir ini merupakan representase atau model dari pondasi
tiang dalam skala kecil. :eknik pendugan lokasi atau kedalaman tanah keras dengan
suatu batang telah lama dipraktekan se"ak Daman dulu. @ersi mula-mula dari teknik
pendugaan ini telah dikembangkan di !wedia pada tahun 151/ oleh Swedish State
6ailways dan kemudian oleh 1anish 6ailways tahun 15*/. 2arena kondisi tanah lembek
dan banyaknya penggunaan pondasi tiang, pada tahun 15+, orang-orang 'elanda
memperkenalkan alat sondir sebagaimana yang kita kenal sekarang $'arentseen, 15+.&.
1etode ini kemudian dikenal dengan berbagai nama seperti) Static *enetration
/est atau 7uassi Static *enetration /est, 1uch 5one /est dan secara singkat disebut
soundng sa"a yang berarti pendugaan. Di Indonesia kemudian dinamakan sondir yang
diambil dari bahasa 'elanda.
="i sondir saat ini merupakan salah satu u"i lapangan yang telah diterima oleh
para praktisi dan pakar geoteknik. ="i sondir ini telah menun"ukkan manfaat untuk
81
pendugaan profil atau pelapisan $stratifikasi& tanah terhadap kedalaman karena "enis
perilaku tanah telah dapat diindentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan u"ung
dan gesekan selimutnya.
'esaran penting yg diukur pada u"i sondir adalah perlawanan u"ung yg diambil
sebagai gaya penetrasi per satuan luas penampang u"ung sondir $Bc&. 'esarnya gaya ini
seringkali menun"ukkan identifikasi dari "enis tanah dan konsistensinya. ada tanah
pasiran, tahanan u"ung "auh lebih besar daripada tanah butiran halus.
0pa hubungan kuat dukung tanah dengan data sondir $Bc&. 0nda dapat melihat
hubungan nilai tahanan konus $Bc& terhadap konsistensi tanah, sebagai berikut ini. =ntuk
tanah yang sangat lunak nilai Bc P - kg7cm*, lunak --13 kg7cm*, teguh 13-*3 kg7cm*,
kenyal *3-,3 kg7cm*, sangat kenyal ,3-83 kg7cm*, keras 83-1-3 kg7cm*, dan sangat
keras Q 1-3 kg7cm*.
Se!a! alat +on%ir +eakin $o$uler %i Dunia
!ebab-sebab alat sondir semakin populer penggunaannya di dunia adalah )
1. 1erupakan "enis u"i yang cukup ekonomis dan dapat dilakukan ulang dengan hasil
yang relatif sama.
*. :idak bergantung pada kesalahan operator atau kesalahan operasi alat.
+. erkembangan yang semakin canggih pada penggunaan sondir listrik dan elektronik,
yaitu ) 'atu pori untuk mengukur tekanan air pori pada saat penetrasi sondir ke dalam
tanah, !ondir dilengkapi dengan stress cell dibagian belakang konus untuk mengukur
tekanan lateral tanah selama dan setelah penetrasi, erambatan gelombang pada tanah
diu"ung konus $seismic cone& sehingga dapat diperkirakan parameter dinamis tanah.
,. 2orelasi empiris semakin baik dan andal.
-. 2ebutuhan untuk pengu"ian di lapangan $insitu test& untuk mengatasi tanah-tanah yang
sulit diambil sampelnya seperti tanah lembek dan tanah pasir.
.euntungan Alat Son%irC
• Dapat dengan cepat menentukan lapisan tanah keras.
• Dapat diperkirakan perbedaan lapisan
• Dapat digunakan pada lapisan berbutir halus
8*
.erugian Alat Son%ir C
• 6ika terdapat batuan lepas biasa memberikan indikasi lapisan keras yang salah.
• 6ika alat tidak lurus dan tidak beker"a dengan baik maka hasil yang diperoleh
bisa merugikan.
2.).2.(. SPT 2Stan%art Penetration Te+t3
="i penetrasi standar $S*/ 8 Standard penetration test& adalah u"i yang
dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran untuk mengetahui baik perlawanan dinamik
tanah maupun pengambilan contoh terganggu dengan teknik penumbukan. ="i S*/
terdiri atas u"i pemukulan tabung belah dinding tebal ke dalam tanah dan disertai
pengukuran "umlah pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam +33 mm $1 ft&
(ertikal.
="i penetrasi standar $S*/& dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran untuk
mengetahui baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh terganggu
dengan teknik penumbukan. ="i S*/ terdiri atas u"i pemukulan tabung belah dinding
tebal ke dalam tanah dan disertai pengukuran "umlah pukulan untuk memasukkan tabung
belah sedalam +33 mm $1 ft& (ertikal. Dalam sistem beban "atuh ini digunakan palu
dengan berat .+,- kg $1,3 lb& yang di"atuhkan secara berulang dengan tinggi 3,/. m $+3
in&. elaksanaan pengu"ian dibagi dalam tiga tahap, yaitu berturut-turut setebal 1-3 mm
$. in& untuk masingmasing tahap. :ahap pertama dicatat sebagai dudukan, sementara
"umlah pukulan untuk memasukkan tahap kedua dan ketiga di"umlahkan untuk
memperoleh nilai pukulan A atau perlawanan S*/ $dinyatakan dalam pukulan 73,+ m
atau pukulan per foot&. ="i !: dilakukan pada setiap * meter pengeboran dan
dihentikan pada saat u"i !: A diatas .3 A berturut turut sebanyak + kali.
emeriksaan ini dimaksudkan agar praktikan dapat mengetahui daya dukung
tanah yang akan ditempati pondasi. <ang men"adi permasalahan pada saat pengu"ian
!: A dan sering tidak dipererhatikan oleh pelaksanan pengu"ian yaitu yang mana
didahulukan antara pengambilan sampel =ndisrurbed dengan engu"ian :es !:.
Dari data7informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menggambarkan
profil daya dukung tanah yang di gambarkan pada grasik !:.!etelah mengetahui daya
dukung tanah, maka letak dan kedalaman pondasi dapat di tentukan pondasi dapat di
tentukan. 0lat !: ada yang dalam pengoperasiannya menggunakan mesin ada "uga
8+
yang dioperasikan secara manual yang tentunya mempunyai hasil pengu"ian yang
berbeda.
0lat !: yang menggunakan mesin tentu kapasitasnya lebih tinggi dan
diperlukan pada saat pengambilan data tanah untuk kepentingan desain pondasi.
!edangkan !: yang dioperasikan secara manual hanya untuk keperluan praktikum dan
kapasitas pengu"iannya "uga lebih kecil dan kedalamannya pun tidak lebih dari 13 meter.
2.*. Peta To$ogra/i
2.*.1. Teori Da+ar
2ata topografi berasal dari bahasa <unani, yang terdiri dari dua kata, yaitu topos
$lapangan& dan grafos $pen"elasan dari lapangan&. !edangkan pengertian dari peta
adalah)
1. Gambaran suatu permukaan datar dari seluruh atau sebagian dari permukaan bumi,
untuk memperlihatkan kenampakan fisik atau yang lainnya.
*. Gambaran kon(ensional dari permukaan bumi, yang diperkecil kenampakannya
seperti dilihat dari atas dengan tambahan tulilsan-tulisan sebagai tanda.
6adi, peta topografi adalah peta dengan skala tertentu yang memuat detail dengan
lengkap, baik gambar "alan, batas kampung, hutan-hutan sampai pada bentuk-bentuk
tanah.
2.*.2. Ta"a$an %ala Inter$reta+i
Interpretasi peta topografi untuk melihat daerah mana sa"a yang banyak dihuni
penduduk dan daerah mana sa"a yang "arang dihuni penduduk untuk itu di buat lah peta
:opografi. eta topografi adalah peta yang menggambarkan penyebaran, bentuk dan
ukuran dari roman bumi $earth feature&, yang meliputi)
a. 6elief, yaitu beda tinggi dari suatu tempat dengan tempat lainnya pada suatu
daerah, dan "uga curam landainya lereng-lereng yang ada. :ermasuk dalam
pengertian ini adalah bentuk-bentuk ) bukit, lembah, dataran, tebing, gunung,
pegunungan dan lain sebagainya.
b. 1rainage, yaitu pola-pola pengaliran, termasuk di sini semua "alan-"alan seperti
sungai, danau, rawa-rawa, laut dan sebagainya.
c. 5ulture, yaitu semua bentuk-bentuk hasil karya manusia, seperti ) kota, desa,
"alan raya, "alan 20, "alan setapak, batas administrasi daerah dan sebagainya.
8,
Dalam menggambar relief, dapat dipakai berbagai cara, antara lain)
a&. Dengan Garis 2ontur
<aitu dengan cara menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian yang
sama.
b&. Garis $achures
<aitu dengan cara menghubungkan titik-titik yang tinggi ke titik yang lebih rendah
disekitarnya, dan ditarik searah dengan lereng. 1akin curam lerengnya, makin rapat
garis yang ditarik.
c&. ewarnaan
<aitu dengan cara mewarnai daerah yang mempunyai kisaran ketinggian tertentu.
d&. embayangan yaitu dengan cara membuat bayangan dari tempat yang lebih tinggi.
Dari keempat macam penggambaran relief, yang paling baik adalah cara garis
kontur, karena selalu bersifat kualitatif dan kuantitatif. !ebab dari cara tersebut dapat
ditentukan perhitungan besarnya ketinggian suatu tempat.
2.*.&. Si!ol0+i!ol
Gambaran kon(ensional permukaan bumi dinyatakan dengan simbol. !imbol ini
bisa berupa)
a. !atu dimensional ) titik, garis
b. Dua dimensional ) bentuk-bentuk luas
c. :iga dimensional ) bentuk-bentuk isi
=ntuk lebih detail dari simbol peta topografi terdapat pada lampiran.
2.*.'. Pengga!aran
enggambaran eta topografi haruslah ada unsur-unsur di bawah ini.
1. !kala.
0dalah perbandingan "arak antara dua titik pada peta dengan "arak sebenarnya $dua
titik di lapangan&. 1akin besar skala, maka makin teliti dan detail yang diperhatikan.
6arak yang ada pada peta adalah "arak horiDontal, "arak yang sebenarnya harus
diperhatikan adalah "arak kelerengan.
%ara penggambaran skala )
a. !kala #raksional, yaitu penggambaran dengan angka pecahan.
1isalnya ) 1)-3.333 dan 1)1.333.
8-
b. !kala Grafis, yaitu penggambaran dengan sepotong garis.
1isalnya )
3 17* 1 km
c. !kala @erbal, yaitu skala yang dinyatakan dalam satuan "arak.
1isalnya ) 1 cm H 13 km, artinya 1 cm pada peta sama dengan 13 km di
lapangan.
*. 0rah utara.
ada setiap peta, harus diketahui arah utara. Dalam hal ini, dikenal tiga macam arah
utara, yaitu )
a. 0rah =tara 1agnetit $1A&, yaitu arah utara yang ditun"ukkan oleh kompas.
b. 0rah =tara !ebenarnya $:A&, yaitu arah utara yang sesuai dengan sumbu
bumi7arah utara geografis.
c. 0rah =tara Grid $GA&, yaitu arah utara tepi peta.
ada kebanyakan peta topografi, batas pinggiran peta $GA& berimpit dengan arah
utara yang sebenarnya $:A&, dalam hal ini GA H :A. 0rah utara magnetit tidak
pernah berimpit dengan arah utara geografis, sehingga membentuk deklinasi
magnetit yang biasanya tergantung pada posisi geografis tempat yang bersangkutan
dan menurut waktu dalam musim yang berlainan. =ntuk itu perlu koreksi.
+. >egenda.
0dalah pen"elasan mengenai tanda dan simbol yang dipergunakan pada peta.
,. Indeks peta dan nomor lembar peta.
<aitu pembagian wilayah suatu negara men"adi kotak-kotak yang akan dibuat peta
topografi. !etiap negara mempunyai aturan tertentu. embagian men"adi kotak-
kotak tersebut dikenal dengan sistem R=;DC0>E. Dalam lembar peta topografi,
tidak semua indeks dicantumkan, tetapi pada peta dan indeks peta disebelahnya. 8al
ini berguna untuk mencari peta disebelahnya.
-. 6udul peta.
'iasanya memakai daerah atau tempat atau pulau yang digambarkan pada peta
tersebut.
.. 5overage diagram.
0dalah diagram yang meun"ukkan bagaimana peta yang dibuat dan bagaimana cara
memperoleh data. 2alau dalam satu lembar peta dibuat dengan satu cara, maka
biasanya hanya berupa tulisan.
8.
/. Indeks administrasi.
0dalah batas administrasi dari daerah yang dipetakan.
8. Edisi peta
1enun"ukkan tahun pembuatan peta.
5. >ain-lain.
a&. Grafik kon(ersi ukuran pan"ang.
b&. Glosari $istilah pada peta&.
c&. !istem proyeksi yang dipakai.
d&. :ergantung kepentingan
Ga!ar 2.&2 Aonto" $eta to$ogra/i
2.,. Peta Geologi
2.,.1. Teori Da+ar
'anyak proyek yang harus didahului oleh penelitian geologis. =mumnya seorang
ahli geologi harus dapat berorientasi dan memahami pentingnya peta-peta yang
membuat berbagai fakta geologis. <ang men"adi dasar peta geologi adalah peta tofografi.
8ubungan antara tepi lapisan tanah dan tofografi dapat memberikan sebuah gambaran
tentang formasi-formasi tepi lapisan tersebut. ada lapisan tanah horiDontal, tepi lapisan
pada peta adalah se"a"ar dengan garis tinggi $ konturnya &. ada lapisan yang terletak
8/
miring di betulan perpotongan dengan lembah, tepi lapisan akan tampak seperti huruf
E@F yang menun"ukkan arah kemiringannya. ada lapisan tanah yang (ertikal, "alannya
tepi lapisan tidak akan terpengaruh oleh konturnya.
1acam-macam peta geologi)
a. eta geologi permukaan, atau peta rincian $surface geological map& memberikan
formasi geologi yang langsung terletak dibawah permukaan. :etapi umumnya dasar
pelapukan tidak dicantumkan $peta yang ditutupi&. !kalanya adalah 1)-3.333 atau
lebih besar. eta ini berguna dalam penentuan lokasi bahan bangunan $pasir dan
kerikil&, drainase, pencarian air, pembuatan lapangan terbang dan "alan, dan lain
sebagainya.
b. eta pengungkap (out crop map), pada umumnya berskala besar. <ang
dicantumkan hanyalah tempat di temukannya batuan padat, yang dapat memberikan
keterangan dari pemboran dan sebagainya beserta sifat batuan dan kondisi
strukturalnya. eta ini digunakan untuk menentukan dimana misalnya material untuk
pecahan batu dapat ditemukan langsung di bawah permukaan.
c. eta ikhtisar geologi, umumnya berskala sedang atau kecil, 1)133.333 atau lebih
kecil. eta ini tidak sa"a memberikan pengamatan langsung terhadap formasi-
formasi yang telah tersingkap, akan tetapi ada kalanya pula ekstrapolasi atas daerah-
daerah yang beberapa formasinya diliputi oleh lapisan holosen. 2adang agak
skematis.
d. eta struktur, berskala besar hingga sedang. eta ini adalah peta dengan garis
kedalaman yang dikontruksikan pada permukaan lapisan tertentu, yang berada di
tanah bawah.
e. eta isopach, berskala sedang hingga besar, disebut peta Efoto geologiE. ada
umumnya foto udara diambil (ertikal ke bawah. :itik potong sumbu optik negatif
dalam kamera $yakni permukaan bumi dalam keadaan sebenarnya& disebut Etitik
utamaE, yaitu pusat proyeksi. >ewat pengimpitan foto-foto, terdapat kemungkinan
dilakukannya studi stereoskopikM antara lain paralaks, pengukuran selisih
ketinggian, dan pembuatan kontur.
2.,.2. Ta"a$an %ala Inter$reta+i
eta geologi selalu harus disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya melalui
pengukuran di lapangan. enelitian lapangan dapat memberikan banyak petun"uk.
!eorang ahli geologis harus berusaha agar petun"uk-petun"uk ini dapat dimanfaatkan
88
dengan sebaik-baiknya oleh para pemakai. 'erbagai hasil pengukuran dan perhitungan
dialihkan ke dalam se"umlah tabel dan grafik. eker"aan tersebut dilengkapi dengan
peta-peta dan profil-profil geologi teknik, semua ini penting sekali, karena pada peta dan
profil tersebut dapat disa"ikan dengan baik berbagai faktor geologis yang terkait. 2ita
dapat membedakan dua "enis peta geologi )
1. eta khusus yang dibuat untuk pemerintah dan berisi ciri-ciri teknik geologis yang
sangat penting untuk tu"uan teknik sipil.
*. eta teknik geologis yaitu dari tempat-tempat pembangunan.
2.,.&. Si!ol0+i!ol Dala Peta Geologi
Gambaran kon(ensional permukaan bumi dinyatakan dengan simbol. !imbol ini
bisa berupa)
a. !atu dimensional ) titik, garis
b. Dua dimensional ) bentuk-bentuk luas
c. :iga dimensional ) bentuk-bentuk isi
=tamanya simbol dari peta geologi ini berisikan tentang keadaan kontur dari
suatu wilayah. =ntuk lebih detail dari simbol peta topografi terdapat pada lampiran.
2.,.'. Pengga!aran
enggambaran dari peta ini sama seperti peta topografi namun bentuk dari peta
ini berbeda.
Ga!ar 2.&& Aonto" $eta geologi
85