You are on page 1of 15

Tugas Kelompok Teknik Imaging MRI TK III A Program Diploma IV

Kelompok 2 :
1. Ahmad Fachri Romdhoni
2. Ari Yuli Kristiawan
3. Choirunnisa
4. Fajar Agus Rianto
5. Ghovienda
6. Ratu Windi Prihadi Segara
7. Ridha Aulia
8. Suci Wardhani
9. Shofa Fauziya
10. Yogi Prastiyadi

1. Sebutkan instrumen dasar MRI dan fungsi masing-masing instrument tsb !
Secara garis besar instrumen MRI terdiri dari:
a. Sistem magnet yang berfungsi membentuk medan magnet.
Agar dapat mengoperasikan MRI dengan baik, kita perlu mengetahui
tentang : tipe magnet, efek medan magnet, magnet shielding ; shimming
coil dari pesawat MRI tersebut
b. Sistem pencitraan berfungsi membentuk citra yang terdiri dari tiga buah
kumparan koil, yaitu:
- Gradien coil X, untuk membuat citra potongan sagittal.
- Gardien coil Y, untuk membuat citra potongan koronal.
- Gradien coil Z untuk membuat citra potongan aksial .
Bila gradien koil X, Y dan Z bekerja secara bersamaan maka akan
terbentuk potongan oblik.
c. Sistem frekuensi radio berfungsi membangkitkan dan memberikan radio
frekuensi serta mendeteksi sinyal.
d. Sistem komputer berfungsi untuk membangkitkan sekuens pulsa,
mengontrol semua komponen alat MRI dan menyimpan memori beberapa
citra.
e. Sistem pencetakan citra, fungsinya untuk mencetak gambar pada film
rontgent atau untuk menyimpan citra.

2. Sebutkan system computer pada pesawat MRI !
Pada dasarnya sistem komputer pada MRI terdiri atas:
1. Hardware merupakan komponen fisik pada MRI.
2. Software merupakan suatu program yang berisi perintah-perintah untuk
melakukan pengolahan data pada MRI dan menjalankan perintah dari
hardware.
3. Brainware merupakan manusia yang mengoperasikan sistem komputer
tersebut.
Sistem komputer digunakan sebagai pengatur, pengendali sebagian besar
operasional peralatan MRI, di antaranya input data, pemilihan protokol
pemeriksaan, pemilihan slice, mengontrol seluruh sistem, pengolahan data,
penyimpanan data, pengolahan citra, display citra, sampai rekam data
(Woordward, Peggy, 1995).
1. Hardware MRI
Hardware (perangkat keras) MRI secara garis besar terdiri dari:
a) Gantry

Gantry terdiri dari medan magnet utama. Medan magnet utama
berdasarkan kekuatannya terbagi atas 3 jenis, yaitu:
a) Magnet permanen yang memiliki kekuatan 0.3 T. Terbuat dari bahan
campuran feromagnetik dengan keramik.
b) Magnet resistif. Dibuat berdasarkan arus listrik yang dialirkan pada
kawat dan listrik akan timbul pada kawat tersebut. Kekuatannya di
atas 0.5 T.
c) Magnet superkonduktif yang memiliki kekuatan sampai 3 T. Memiliki
prinsip yang sama dengan magnet resistif yaitu kawat dililitkan ke
kumparan. Sekali kawat dialiri listrik maka akan selamanya listrik
mengalir. Memiliki temperatur yang tinggi sehingga dibutuhkan
tambahan berupa cairan He untuk mendinginkan gantry.

Gambar Medan magnet utama

Di dalam gantry terdapat shim coil yang berfungsi untuk
menghomogenkan medan magnet yang dihasilkan.
Gradient coil di dalam gantry terdiri dari 3 pasang yaitu x, y, dan z. Fungsi
gradient coil adalah untuk mengarahkan sinyal ke sumbu x, y, atau z
sehingga dapat dihasilkan gambaran dari proyeksi apapun.

Gambar Gradient coil pada MRI
Probe RF di dalam gantry yang berfungsi untuk menghasilkan radio
frekuensi sesuai dengan frekuensi Larmor.

Gambar RF coil
b) Meja Pemeriksaan
Merupakan tempat pasien diposisikan untuk dilakukannya MRI. Dapat
diatur untuk dilepas dan dipasang dari gantry agar dapat memposisikan
pasien di luar ruang pemeriksaan. Meja pemeriksaan digerakkan dengan
motor, melalui tombol-tombol yang terdapat pada sisi meja.
c) Data Processing Unit (DPU)
Merupakan suatu komponen untuk melakukan pengaturan parameter-
parameter scanning, menyimpan data, dan menampilkan image
(gambaran) yang dihasilkan. DPU terdiri dari:
a) Komputer utama, berfungsi untuk mengatur semua proses
pemberian sinyal dan pengaturan parameter.
b) Measurement Control Unit. Terdiri atas 2 bagian, yaitu
measurement control system dan high frequency system.
d) Kryostat system
Hanya terdapat pada pesawat MRI dengan magnet superkonduktif. Yaitu
perlengkapan tambahan dengan He cair untuk mencapai suhu rendah.
e) Multi Format Kamera
Alat yang digunakan untuk memperoleh gambaran permanen dari hasil
MRI pada film. Hasil gambaran yang disimpan di magnetic disk akan
diproses ke film dengan menggunakan multi format kamera.

2. Software MRI
Software yang digunakan pada MRI yaitu SPIN software ( pemrosesan sinyal
di NMR) yang beroperasi dengan visual C++ dengan sistem operasi berbasis
windows. SPIN berkaitan dengan pengolahan gambaran MRI seperti: SWI ,
PWI , MR angiography ( MRA ), ( DCE ), fitur pengolahan gambar khusus
seperti interpolasi dan operasi matematika lainnya , dan fitur khusus untuk
kemudahan yang digunakan oleh dokter. Secara khusus, modul SWI di SPIN
memungkinkan untuk menggabungkan besarnya dan gambar fase dan
membuat peta intensitas minimal

3. Brainware MRI
Brainware yaitu setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemakaian
komputer atau orang yang mengoperasikan komputer (user), karena
secanggih apapun hardware dan software yang digunakan apabila tidak ada
orang yang mengoperasikannya maka komputer tersebut tidak dapat
digunakan. Pada sistem operasi MRI ini, brainware yang dimaksudkan
adalah radiographer.

3. Bagaimana prinsip kerja pesawat MRI ?
Struktur atom hidrogen dalam tubuh manusia saat di luar medan magnet
mempunyai arah yang acak dan tidak membentuk keseimbangan. Kemudian
saat diletakkan dalam alat MRI, maka atom H sejajar dengan arah medan
magnet . Demikian juga arah spinning sejajar dengan arah medan magnet. Saat
diberikan frekuensi radio, maka atom H mengabsorpsi energi dari frekuensi radio
tersebut. Akibatnya dengan bertambahnya energi, atom H mengalami
pembelokan, sedangkan besarnya pembelokan arah, dipengaruhi oleh besar dan
lamanya energi radio frekuensi yang diberikan. Sewaktu radio frekuensi
dihentikan maka atom H akan sejajar kembali dengan arah medan magnet .
Pada saat kembali inilah, atom H akan memancarkan energi yang dimilikinya.
Kemudian energi yang berupa sinyal tersebut dideteksi dengan detektor yang
khusus dan diperkuat. Selanjutnya komputer mengolah dan merekonstruksi citra
berdasarkan sinyal yang diperoleh dari berbagai irisan.
Untuk menghasilkan gambaran MRI dengan kualitas yang optimal sebagai
alat diagnostik, maka harus memperhitungkan hal-hal yang berkaitan dengan
teknik penggambaran MRI, antara lain:
1. Persiapan pasien serta teknik pemeriksaan yang baik.
2. Kontras yang sesuai dengan tujuan pemeriksaannya.
3. Artefak pada gambar dan cara mengatasinya.
4. Tindakan penyelamatan terhadap keadaan darurat.

Gambar Komposisi Dasar Sistem MRI

4. Dalam MRI kita kenal dengan istilah “ Axial, Sagital dan Coronal :
a. Apakah yang dimaksud dengan ke 3 hal tsb?
b. Coba gambarkan ke 3 hal tsb!
c. Apakah keuntungan ke 3 hal pada pemeriksaan MRI?
a. Axial adalah gambar potongan tubuh yang membagi tubuh bagian atas
dan bawah.
Sagital adalah gambar potongan tubuh yang membagi tubuh bagian kiri
dan kanan.
Coronal adalah gambar potongan tubuh yang membagi tubuh bagian
depan dan belakang.
b. Gambaran Axial, Sagital, Coronal
Gambaran Axial


Gambaran Sagital



Gambaran Coronal


Potongan axial dapat kita ambil dari potongan sagittal dan potongan
coronal.
Potongan sagittal dapat kita ambil dari potongan coronal dan potongan
axial.
Potongan coronal dapat kita ambil dari potongan sagittal dan potongan
axial.

c. Keuntungannya ialah dalam MRI mampu membuat potongan penampang
coronal, sagital, dan axial tanpa memanipulasi posisi tubuh dan untuk itu
sesuai digunakan untuk diagnostic jaringan lunak dan sumsum tulang.
Dari ke tiga potongan tersebut, kualitas gambar yang dihasilkan dapat
memberikan perbedaan kontras dan mampu memberi gambaran detail
anatomi dengan jelas, sehingga dapat dianalisa secara teliti. Penggunaan
potongan diatas dapat mengidentifikasi kelainan yang dapat dibedakan
dari letak, misalnya tumor.

5. Apa perbedaan Antara CT dan MRI?

NO CT – SCAN MRI
1
Citra CT-Scan dihasilkan berdasarkan
atenuasi Sinar X
Citra MRI dihasilkan berdasarkan
interaksi inti atom dengan
radiofrekuensi dalam medan magnet
2 Lebih baik untuk menilai tulang Baik untuk menilai jaringan lunak
3
Memiliki resiko terhadap radiasi karena
menggunakan sinar X
Tidak memiliki resiko terhadap radiasi
karena menggunakan gelombang
magnetik
4
Waktu pemeriksaan lebih cepat namun
tergantung dengan generasi dan merk
pesawat
Waktu pemeriksaan lebih lama, pasien
harus diam dan tidak boleh bergerak
dalam waktu lama
5 Harga umumnya relatif murah Harga relatif lebih mahal
6 CT dipengaruhi oleh densitas jaringan MRI dipengaruhi oleh parameter
seperti T1, T2, dan proton density
serta medan magnet
7
CT tidak bisa menghasilkan gambar
dalam setiap bidang.
Kebanyakan mesin MRI dapat
menghasilkan gambar dalam setiap
bidang.


6. Apa kelemahan dan keunggulan MRI dibandingkan dengan CT SCAN?
Kelemahan MRI:
 Kelemahan MRI yaitu tidak dapat dilakukan pada pasien dengan benda
logam yang ditanam di dalam tubuhnya. Benda logam yang ditanam di tubuh
atau implan antara lain dapat berupa klip, pacemaker pada jantung (alat
pacu jantung), alat bantu dengar, ataupun gigi palsu. Maka sebelum pasien
menjalani pemeriksaan MRI dilakukan screening dengan alat yang dapat
mendeteksi ada tidaknya logam dalam tubuh yakni metal detector.
 MRI juga tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan paru dan kurang baik
untuk pemeriksaan saluran cerna, serta tidak sensitive untuk mendeteksi
klasifikasi.
 Sementara itu sebelum melakukan pemeriksaan MRI pasien diharuskan
memakai baju khusus pemeriksaan dan menanggalkan benda-benda bersifat
feromagnetik atau yang mampu menarik magnet seperti jam tangan,
perhiasan jepit tambut dan lainnya.
 Disisi lain, MRI juga memiliki kontra indikasi atau sebaiknya tidak dilakukan
pada pasien klostrophobia atau seseorang yang takut masuk kedalam
terowongan yang disebut gantry.
 Selain waktu pemeriksaannya yang lebih panjang beberapa menit dibanding
CT scan, pasien juga harus dalam keadaan diam tidak boleh bergerak dalam
waktu beberapa menit. Maka untuk orang yang phobia terhadap terowongan
sebaiknya tidak melakukan pemeriksaan dengan MRI begitu juga dengan
pasien anak – anak kecil yang tidak dapat tenang. Akan tetapi jika terpaksa
tetap harus menjalani pemeriksaan MRI, dapat dilakukan dengan
menggunakan anastesi.

Keunggulan MRI :
 Beberapa faktor kelebihan yang dimiliki-nya, terutama kemampuannya
membuat potongan koronal, sagital, aksial dan oblik tanpa banyak
memanipulasi posisi tubuh pasien sehingga sangat sesuai untuk diagnostik
jaringan lunak. Teknik penggambaran MRI relatif komplek karena gambaran
yang dihasilkan tergantung pada banyak parameter. Bila pemilihan
parameter tersebut tepat, kualitas gambar MRI dapat memberikan gambaran
detail tubuh manusia dengan perbedaan yang kontras, sehingga anatomi
dan patologi jaringan tubuh dapat dievaluasi secara teliti.
 MRI memberikan gambar-gambar otak yang lebih jelas dibandingkan CT
(Computed Tomography). MRI juga memberikan spatial resolution (resolusi
spasial, kemampuan untuk mendeteksi berbagai perbedaan di lokasi spasial)
yang tinggi. MRI structural dapat digunakan untuk memberikan gambar-
gambar tiga dimensional seluruh otak.
 MRI tidak memberikan rasa sakit kepada pasien akibat radiasi sebab dalam
prosesnya tidak digunakan sinar-X dan hanya menggunakan medan magnet
kuat dan radiasi non pengion dalam jalur frekuensi radio.

Ada beberapa kelebihan MRI dibandingkan dengan pemeriksaan CT Scan yaitu :
• MRI lebih unggul untuk mendeteksi beberapa kelainan pada jaringan
lunak seperti otak, sumsum tulang serta muskuloskeletal.
• Mampu memberi gambaran detail anatomi dengan lebih jelas.
• Mampu melakukan pemeriksaan fungsional seperti pemeriksaan difusi,
perfusi dan spektroskopi yang tidak dapat dilakukan dengan CT Scan.
• Mampu membuat gambaran potongan axial, sagittal, dan koronal tanpa
merubah posisi pasien.
• MRI tidak menggunakan radiasi pengion dan menggunakan Medan
magnet kuat.

Kekurangan MRI dibandingkan dengan CT Scan
• Pencitraan tulang terbatas hingga sumsum tulang.
• Pasien yang memiliki claustrophobia (takut tempat sempit) tidak dapat
dilakukan pemeriksaan, karena alat MRI adalah sebuah tempat sempit.
• Tidak dapat digunakan pada pasien dengan alat pacu jantung atau susuk
(implant) feromagnetik karena menggunakan medan magnet besar.
• MRI sangat mahal sekali, sehingga untuk melakukan diagnosa
membutuhkan biaya yang besar.

7. Dalam MRI kita mengenal istilah T1 dan T2 :
a. Apakah yang dimaksud dengan T1 dan T2?
b. Apa perbedaan T1 dan T2 ?
a. T1 didefenisikan sebagai waktu yang diperlukan suatu jaringan (proton
hydrogen) untuk mencapai pemulihan magnetisasi longitudinal hingga
63%.
T2 didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan proton dari keadaan
magnetisasi transversal untuk meluruh hingga 37%.

b. Perbedaan T1 dan T2
T1 T2
• Lebih dominan
memperlihatkan anatomi
• Hypointens menghasilkan
gambaran hitam
• Parameter T1 yaitu dengan TR
(repetition time) dan TE (echo
time) yang pendek

• Lebih dominan
memperlihatkan patologi
• Hyperintens menghasilkan
gambaran putih
• Parameter T2 yaitu dengan TR
(repetition time) dan TE (echo
time) yang panjang




8. Sebutkan parameter dalam MRI ?
 Parameter Intrinsik
Parameter yang secara langsung mempengaruhi pemeriksaan MRI.
Parameter ini terdiri dari:
 Time repetition (TR),
 Time echo (TE),
 Time inversion (TI),
 Flip angle (FA),
 Slice thickness,
 Interslice gap, field of view (FOV),
 Jumlah phase encoding,
 Jumlah frequency encoding, number of excitations (NEX) serta
bandwidth

 Parameter Ekstrinsik
Parameter yang secara tidak langsung mempengaruhi pemeriksaan MRI
dan dipengaruhi oleh parameter intrinsik. Parameter ini terdiri dari:
 Signal To Noise Ratio (SNR),
 Waktu scanning,
 Spatial Resolution,
 Kontras Citra

9. Bagaimana cara meningkatkan kualitas citra MRI ?
a. Meningkatkan Signal To Noise Ratio (SNR)
SNR adalah perbandingan antara besarnya amplitudo sinyal dengan
besarnya amplitudo noise dalam gambar MRI. Semakin besar sinyal akan
semakin meningkatkan SNR. Untuk meningkatkan SNR maka:
1. Gunakan SE atau FSE bila memungkinkan
2. Gunakan coil yg tepat dan tuning yang tepat
3. Gunakan matrix yang kasar
4. Gunakan FOV yang besar
5. Pilih slice yang tebal
6. Gunakan NEX sebesar mungkin
b. Contrast To Noise Ratio (CNR)
Adalah perbedaan SNR antara organ yang saling berdekatan. CNR yang
baik dapat menunjukkan perbedaan daerah yang patologis dan daerah
sehat. CNR dapat ditingkatkan dengan:
- menggunakan kontras media
- menggunakan T2
- memilih magnetization transfer
- menghilangkan gambaran jaringan normal dengan spectral pre-saturation,
atau menggunakan STIR atau FLAIR untuk menekan jaringan tertentu.
c. Spatial Resolution
Adalah Kemampuan Untuk Membedakan Antara Dua Titik Secara Terpisah
Dan Jelas. Ini Dikontrol Oleh Ukuran Voxel. Semakin Kecil Ukuran Voxel ,
Resolusi Akan Semakin Baik. Spatial Resolution Dapat Ditingkatkan Dengan:
- Slices Tipis
- Matrix Halus/Kecil
- FOV Kecil
- Menggunakan Rectanguler / Asymetric FOV Bila Memungkinkan.

d. Scan Time
Waktu Scanning Dipengaruhi Oleh TR, Jumlah Phase Encoding, Dan Nex.
Untuk Mengurangi Waktu Dengan Cara:
- TR Sependek Mungkin
- Matrix Kasar
- Nex Sekecil Mungkin.

10. Dalam terminology radiologi kita temui istilah yang makna sama baik pada
X ray konvensional,USG dan CT serta MRI, sebutkan istilah tersebut pada
Modalitas tsb !
- Istilah-Istilah Yang Hampir Sama Dalam Modalitas Pencitraan
1. Artefact
kesalahan dalam gambar (adanya sesuatu dalam gambar) yang tidak ada
hubungannya dengan obyek yang diperiksa sehingga dapat menurunkan
detail citra.
2. Attenuation
Atenuasi adalah melemahnya suatu sinyal yang disebabkan oleh adanya
jarak yang semakin jauh, yang harus ditempuh oleh suatu sinyal tersebut
dan karena frekuensi sinyal tersebut semakin tinggi.
3. Bidang Axial
Axial adalah gambar potongan tubuh yang membagi tubuh bagian atas dan
bawah.
4. Bidang sagital
Sagital adalah gambar potongan tubuh yang membagi tubuh bagian kiri
dan kanan.
5. Bidang coronal
Coronal adalah gambar potongan tubuh yang membagi tubuh bagian
depan dan belakang.
6. Bidang transversal / horizontal
yaitu bidang melintang yang membagi belahan atas dan bawah. Belahan ini
tegak lurus dengan bidang median dan coronal.
7. Bidang longitudinal
yaitu bidang yang mengikuti dimensi terpanjang dari organ dan tegak lurus
terhadap bidang transversal.
8. Bidang oblique
yaitu bidang yang membuat sudut lebih kecil atau lebih besar dengan
bidang transversal
9. ADC (Analog To Digital Converter)
ADC yaitu berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal listrik analog menjadi
data digital
10. Detector
Adapun fungsi detector dan DAS secara garis besar adalah untuk
menangkap sinar-x yang telah menembus objek, mengubah sinar-x dalam
bentuk cahaya tampak, kemudian mengubah cahaya tampak tersebut
menjadi sinyal-sinyal electron, kemudian menguatkan sinyal-sinyal electron
tersebut dan mengubah sinyal electron tersebut kedalam bentuk data
digital.
11. Field of view (FOV).
Field of View (FOV) adalah diameter maksimal dari gambar yang akan
direkonstruksi. Besarnya bervariasi dan biasanya berada pada rentang 12
cm sampai dengan 50 cm. Field of View (FOV) kecil akan meningkatkan
detail gambar (resolusi) karena field of view (FOV) yang kecil mampu
mereduksi ukuran pixel, sehingga dalam rekonstruksi matriks hasilnya lebih
teliti
12. Matriks
Rekonstruksi matriks adalah deretan baris dan kolom dari picture element
(pixel) dalam proses perekonstruksian gambar. Rekonstruksi matriks ini
merupakan salah satu struktur elemen dalam memori komputer yang
berfungsi untuk merekonstruksi gambar
13. Pixel
Satu unit bangunan dari gambaran digital, matrix yang halus atau baik
ditunjukan dengan ukuran pixel dan vokel yang baik
14. Voxel
Sinyal yang dihasilkan dari satu unit volume jaringan lunak atau organ dari
pasien
15. DICOM
Merupakan singkatan dari Digital Imaging and Communications in Medicine,
merupakan standar/protokol pengolahan, pengiriman dan menampilkan
(viewing)gambar medis. Pertama kali dikembangkan tahun 1985 oleh
National Electrical Manufacturers Association (NEMA) bekerjasama dengan
American College of Radiology (ACR). Tujuan utamanya adalah agar
user/pengguna dapat mengolah, mengirim dan menampilkan gambar dan
informasi yang terkait dari peralatan imaging digital dalam format standar
dengan menggunakan hubungan point to point.