You are on page 1of 12

KEADAAN UMUM BALAI BESAR PENELITIAN DAN

PENGEMBANGAN BIOTEKNOLOGI DAN SUMBER DAYA GENETIK
PERTANIAN

Sejarah Lembaga dan Perkembangannya
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik
Pertanian dibentuk pada tanggal 30 Desember 2003 sebagai hasil reorganisasi Balai
Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (Balitbiogen) yang didirikan
pada April 2002 sebagai wujud reorganisasi Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan
(Balitbio). Balitbio merupakan penggabungan antara kelompok peneliti bioteknologi di Pusat
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dan Pusat Penelitian Tanaman Perkebunan
serta Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor yang didirikan pada tahun 1994.
Balai Besar Biogen sebenarnya sudah ada sejak tahun 1918 dengan nama Algemeen
Proefstation voor den Landbouw (Balai Besar Penyelidikan Pertanian). Seiring berjalannya
waktu, institusi ini mengalami beberapa kali pergantian nama hingga akhirnya di tahun 2003
diubah namanya menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan
Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen). Nama ini-lah yang dikenal masyarakat hingga
sekarang. Berikut adalah perkembangan dan pergantian nama BB-Biogen dari awal terbentuk
hingga sekarang.
Tahun 1918 – 1949 : Algemeen Proefstation voor den Landbouw
(Balai Besar Penyelidikan Pertanian)
Tahun 1949 – 1952 : Jawatan Penyelidikan Pertanian
Tahun 1952 – 1966 : Algemeen Proefstation voor den Landbouw
(Balai Besar Penyelidikan Pertanian / General Agriculture Experiment
Station)
Tahun 1966 – 1980 : Lembaga Pusat Penelitian Pertanian
Tahun 1980 – 1994 : Balai Penelitian Tanaman Bogor (Balittan)
Tahun 1994 – 2002 : Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan (Balitbio)
Tahun 2002 – 2003 : Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
(Balitbiogen)
Tahun 2003 – sekarang : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya
Genetik Pertanian (BB-Biogen)

Institusi ini mengembangkan empat program utama, yaitu program penelitian
pengkayaan, pengelolaan, pemanfaatan, dan pelestarian sumber daya genetik pertanian;
program penelitian rekayasa, pemanfaatan, teknik biologi molekuler dan rekayasa genetik
untuk perbaikan tanaman dan ternak; program penelitian pemanfaatan kultur in vitro untuk
perbanyakan tanaman, perbaikan varietas, dan produksi senyawa metabolit sekunder; serta
program penelitian dan pengembangan berbasis kemitraan dan keperluan pembangunan
pertanian.
Visi dan Misi
Visi BB-BIOGEN adalah menjadi lembaga litbang berkelas dunia dalam
mengembangkan sumberdaya lokal Indonesia berbasis bioteknologi.
Misi BB-BIOGEN adalah untuk mewujudkan visi tersebut secara spesifik misi BB-
Biogen adalah (1) memperkuat kapasitas sumberdaya institusi dalam bidang pemanfaatan
sumberdaya genetik lokal berbasis bioteknologi, (2) menghasilkan dan mendiseminasikan
teknologi dan rekomendasi bioteknologi dan pengelolaan sumberdaya genetik, (3) melakukan
analisis kebijakan dan rekomendasi tentang pengembangan dan penerapan bioteknologi
modern dan pengelolaan sumberdaya genetik, (4) mengembangkan jejaring kerjasama dalam
rangka pengembangan ipteks dan pengembangan peran BB-Biogen dalam pembangunan
pertanian.
Untuk mendukung visi dan misinya, BB-Biogen telah menetapkan kebijakan mutu, sebagai
berikut:
1. Menjadi pusat penelitian bioteknologi dan SDG pertanian yang unggul dan mampu
menumbuhkembangkan teknologi keilmuan profesionalisme dan kesejahteraan
masyarakat secara luas.
2. Berkomitmen tinggi untuk senantiasa melakukan perbaikan terus menerus dalam
memberikan dan meningkatkan kepuasan stakeholder melalui hasil penelitian dan
setiap aspek terkaitnya.
3. Berkontribusi untuk menerapkan sistem manajemen mutu secara efektif dan berupaya
memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan yang relevan.

Lokasi
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
Pertanian berlokasi di kawasan penelitian dan pengembangan pertanian, jalan Tentara Pelajar
No 3A Cimanggu-Bogor.

Tugas Pokok dan Fungsi
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
Pertanian (BB-Biogen) adalah unit pelaksana teknis di bidang penelitian dan pengembangan
yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian. BB-Biogen ini terbentuk berdasarkan SK Mentan No.
631/Kpts/OT.140/12/2003, yang secara efektif sejak Januari 2004. BB-Biogen mempunyai
tugas dan mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian bioteknologi dan sumberdaya
genetik pertanian.
1. Penyusunan program dan evaluasi penelitian dan pengembangan bioteknologi dan
sumberdaya genetik pertanian;
2. Pelaksanaan penelitian konservasi dan karakterisasi yang meliputi fisik, kimia,
biokimia, metabolisme biologis dan biomolekuler sumberdaya genetik pertanian;
3. Pelaksanaan penelitian bioteknologi sel, bioteknologi jaringan, rekayasa genetik, dan
bioprospeksi sumberdaya genetik ;
4. Pelaksanaan penelitian keamanan hayati dan keamanan pangan produk bioteknologi;
5. Pelaksanaan pengembangan sistem informasi hasil penelitian dan pengembangan
bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian;
6. Pelaksanaan pengembangan komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis produk
bioteknologi pertanian;
7. Pelaksanaan kerjasama dan pendayagunaan hasil penelitian bioteknologi dan
sumberdaya genetik pertanian;
8. Pengelolaan tata usaha dan rumah tangga BB-Biogen.

Organisasi dan Sumber Daya Manusia
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
Pertanian (BB Biogen) merupakan unit pelaksanan teknis (UPT) eselon IIb di bawah Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian sebagai hasil peningkatan
status dan perubahan nama dari Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
Pertanian (Balitbiogen) yang berstatus eselon IIIa, melalui Surat Keputusan (SK) Menteri
Pertanian No. 631/Kpts/OT.140/12/2003 tanggal 30 Desember 2003.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Kepala BB Biogen dibantu oleh tiga pejabat
eselon IIIb, yaitu (1) Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), (2) Kepala Bidang Program dan
Evaluasi (Kabid PE), dan (3) Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian
(Kabid KSPHP). Masing-masing pejabat eselon IIIb membawahi pejabat-pejabat eselon IV,
yaitu Kabag TU membawahi Kepala Subbagian (Kasubbag) Kepegawaian, Kasubbag Rumah
Tangga & Perlengkapan, dan Kasubbag Keuangan; Kabid PE membawahi Kepala Seksi
(Kasi) Program dan Kasi Evaluasi; sedangkan Kabid KSPHP membawahi Kasi Kerja Sama
dan Kasi Pendayagunaan Hasil Penelitian.
Selain itu, untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang menjadi mandat BB Biogen
dibentuk lembaga internal fungsional dan lembaga internal non fungsional. Lembaga internal
fungsional adalah Kelompok Peneliti (Kelti) yang dipimpin oleh Ketua Kelti dan ditetapkan
oleh Kepala BB Biogen. Lembaga internal fungsional BB Biogen terdiri dari empat Kelti,
yaitu (1) Kelti Pengelolaan Sumber Daya Genetik (PSDG), (2) Kelti Biokimia (BK), (3) Kelti
Biologi Molekuler (BM), dan (4) Kelti Biologi Sel dan Jaringan (BSJ). Lembaga internal
non-fungsional adalah (1) Program Penelitian, (2) Laboratorium dan Fasilitas Uji Terbatas
(FUT) untuk pengujian produk rekayasa genetik (transgenik), (3) Tim Panitia Evaluasi Karya
Ilmiah (PEKI) yang sekarang menjadi Tim Penilai Peneliti pada Tingkat Unit Kerja (TP2U)
dan Tim Penilai Litkayasa pada Unit Kerja (TPLU), dan (4) Tim Sumber Daya Manusia
(SDM).
BB -Biogen memiliki sumber daya manusia (SDM) sebanyak 228 orang, terdiri atas
226 orang pegawai negeri sipil (PNS), dan 2 orang calon PNS. Dari 228 orang pegawai, 81
orang peneliti aktif, 30 orang litkayasa, dan 5 orang tenaga litkayasa non klas, 112 orang
tenaga administrasi dan penunjang. Berdasarkan jenjang pendidikannya, tenaga peneliti BB-
Biogen, terdiri atas 38 orang S3, 32 orang S2, dan 26 orang S1.

Fasilitas
Sarana penelitian yang digunakan oleh BB-Biogen untuk melaksanakan tugas dan
fungsinya meliputi laboratorium, rumah kaca, kebun percobaan, dan perpustakaan. BB-
Biogen memiliki sembilan jenis laboratorium yaitu bank plasma nutfah, fasilitas uji terbatas,
laboratorium biokimia, laboratorium biologi molekuler, laboratorium biologi sel dan jaringan,
laboratorium mikrobiologi, laboratorium BB-Biogen, laboratorium terpadu, dan
laboratorium bioinformatika. Berikut ini merupakan lima fasilitas utama yang ada di BB-
Biogen, yaitu :




A. Fasilitas Bank Gen/Plasma Nutfah

Beberapa fasilitas yang dimiliki bank gen Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian – Bogor untuk konservasi plasma nutfah
tanaman pangan meliputi:
 Laboratorium Bank Gen dan Genetika Tanaman, memiliki 6 buah deep freezer
(temperatur “¬“18oC), 3 buah chiller (temperatur 0-5oC) dan ruangan penyimpanan
benih (temperatur 15-20oC dan kelembaban 50%) untuk penyimpanan benih padi,
jagung, kedelai, sorgum dan kacang-kacangan.
 Field gene bank untuk konservasi lapang plasma nutfah ubikayu, ubijalar dan ubi-
ubian minor.
 Laboratorium Kultur In Vitro, yang dilengkapi perangkat penunjang untuk konservasi
plasma nutfah tanaman pangan secara in vitro dan kriopreservasi.
 Ruang komputer, untuk kegiatan pengembangan database plasma nutfah tanaman
pangan.
Sampai dengan saat ini, koleksi plasma nutfah pertanian di Bank Gen BB Biogen
meliputi: 11.044 aksesi plasma nutfah tanaman pangan (padi 4.121 aksesi, padi liar 94 aksesi,
jagung 1.052 aksesi, sorgum 226 aksesi, kedelai 993 aksesi, kacang tanah 854 aksesi, kacang
hijau 1.025 aksesi, kacang tunggak 230 aksesi, gandumg 80 aksesi, ubikayu 577 aksesi,
ubijalar 1.332 aksesi, talas 232 aksesi, belitung 58, patat 20 aksesi, ganyong 62 aksesi,
gembili 33 aksesi, ubi kelapa 34 aksesi, iles-iles 21 aksesi); 1.404 aksesi plasma nutfah
mikroba pertanian (bakteri 1.259 aksesi, fungi 97 aksesi dan virus 48 aksesi); dan 3.292
spesimen koleksi awetan serangga hama pertanian, yaitu : Diptera 1.793,
Coleoptera 82, Dyctioptera 112, Orthoptera 61, Diptera-Cyclorapha 458
dan Hymenoptera 786 spesimen.

B. Fasilitas Uji Terbatas (FUT)
Fasilitas Uji Terbatas mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BB-Biogen khususnya pengujian keamanan hayati
tanaman hasil rekayasa genetik, baik untuk penelitian maupun komersialisasi di Indonesia.
Dalam melakukan tugas tersebut, Fasilitas Uji Terbatas mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Melakukan uji weediness / invasiveness tanaman hasil rekayasa genetik
2. Melakukan uji dampak tanaman hasil rekayasa genetik terhadap organisme non target.
3. Melakukan uji efikasi gen interes tanaman hasil rekayasa genetik.
4. Melakukan persilangan tanaman hasil rekayasa genetik.
5. Memberikan pelayanan, pelatihan dan konsultasi pengujian keamanan hayati tanaman
hasil rekayasa genetik.
Peralatan yang tersedia di Fasilitas Uji Terbatas meliputi:
o Growth Chamber: Forma Scientific
o Rumah Kaca double door
o Ruang bioasai serangga
o Gene Gun PDS-1000/He Biorad
o Ruang persiapan tanah
o Gudang perbekalan
o Oven Memmert Model 400
o Emergency Shower merk Haws
o Laminar air flow : Esco model EBH
o Autostill merk GFL 2004
o Top Balance AND SK-1000
o Top Balance HL-400
o Analytical Balance AA-250

C. Laboratorium Biokimia
Laboratorium Biokimia mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelti Biokimia khususnya di bidang biokimia. Dalam
melakukan tugas tersebut Laboratorium Biokimia mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Melakukan pengkajian tentang mekanisme interaksi serangga hama/patogen dengan
tanaman dan lingkungan yang mencakup interaksi biokimia, fitokimia dan fisik
2. Melakukan penelusuran senyawa bioaktif dari tanaman dan/atau mikroba
(bioprospeksi)
3. Melakukan pengembangan metode analisis biokimia
4. Melakukan studi proteomik dan/atau metabolomik tanaman dan mikroba
5. Melakukan pengembangan teknik dan perakitan perangkat (kit) deteksi/identifikasi
serangga hama, nematoda dan mikroba secara biokimia
6. Melakukan uji kesepadanan substansial tanaman dan mikroba hasil rekayasa genetik
7. Memberikan pelatihan, pelayanan dan konsultasi dibidang analisis biokimia tanaman
serta penggunaan perangkat deteksi/identifikasi.
Peralatan utama yang tersedia meliputi:
 GCMS
 Mikroskop
 PCR
 AAS
 Spektrofotometer
Analisis yang bisa dilakukan:
 Analisis residu pestisida dan formulasi dengan GCMS
 Analisis hara tanah dan tanaman
 Analisis deteksi dengan serologi dan PCR

D. Laboratorium Biologi Molekuler
Laboratorium Biologi Molekuler mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian
untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelti Biologi Molekuler. Dalam
melakukan tugas tersebut, Laboratorium Biologi Molekuler mempunyai fungsi sebagai
berikut:
1. Melakukan analisis genotipe secara molekuler
2. Melakukan identifikasi, isolasi, kloning, dan karakterisasi gen
3. Melakukan konstruksi, transformasi dan studi ekspresi gen
4. Melakukan studi functional genomics
5. Melakukan deteksi produk rekayasa genetik secara molekuler
6. Memberikan pelatihan dan konsultasi teknik marka molekuler dan transformasi
genetik

Peralatan yang tersedia di Laboratorium Biologi Molekuler meliputi:
 Freezer Tropicalized Sansio
 Electrophoresis unit
 UV Stratalinker 1800 Stratagene
 Timbangan Kern 770
 Timbangan GT 410 Ohaus
 Biosafety cabinet/ laminar flow lab culture Esco class II type A2
 Incubator
 Centrifuge 5810 Eppendorf
 Microfuge 12 Beckman
 UV illuminator Chemidoc EQ Biorad
 Spectrofotometer Smartspec Plus Biorad
 Electroporator micropulser Biorad
 Programmable thermal controller MJ Research DNA engine (single: PTC-100 dan
tetrad: PTC-225)
 Vertical Gel Electrophoresis
 ALF express II dan Repro set, Amersham Pharmacia Biotech

E. Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan


Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan mempunyai tugas melakukan kegiatan penelitian
untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelti Biologi Sel dan Jaringan. Dalam
melakukan tugas tersebut, Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan mempunyai fungsi sebagai
berikut:
1. Melakukan pengembangan metode regenerasi tanaman secara in vitro.
2. Melakukan perbaikan genetik tanaman melalui fusi protoplas, fertilisasi in vitro,
kultur haploid/mikrospora, seleksi in vitro, keragaman somaklonal, dan penyelamatan
embrio.
3. Melakukan pencarian metode konservasi plasma nutfah tanaman melalui teknik
kultur in vitro.
4. Melakukan pengembangan teknik kultur in vitro untuk produksi metabolit sekunder.
5. Memberikan pelatihan, pelayanan dan konsultasi teknik kultur in vitro.
Peralatan yang tersedia di Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan meliputi:
 Laminar air flow (import)
 Laminar air flow (lokal)
 Autoclave
 Oven
 pH meter
 Inverted microscope
 Stereo microskope with digital camera
 Timbangan analit (4 digit)
 Timbangan analit (3 digit)
 Distiling unit
 Orbital shaker
 Hot plate magnetic stirrer
 Growth chamber
 Rak kultur
 Sentrifuse
Selain kelima fasilitas utama di atas, BB-Biogen juga memiliki beberapa sarana
penunjang. Sarana penunjang yang sering digunakan oleh para peneliti selain penelitian di
laboratorium adalah rumah kaca. Jumlah rumah kaca yang dikelola sebanyak 38 unit
menyebar di 3 lokasi, yaitu di Cimanggu (sekitar kantor dan gedung utama), Cikeumeuh, dan
di sebelah gedung Kelti Biokimia. Penggunaan rumah kaca tidak hanya digunakan oleh para
peneliti di lingkungan BB-Biogen, tetapi juga digunakan oleh para peneliti dari instansi lain,
seperti Balai Besar Padi, Balitro, dan mahasiswa yang melakukan kerja sama dengan BB-
Biogen. Selain rumah kaca, guna mendukung tugas dan fungsinya BB-Biogen memiliki
kebun percobaan. Kebun percobaan yang dikelola adalah kebun percobaan (KP) Cikeumeuh,
KP Pacet, dan KP Citayam. Kebun percobaan Cikeumeuh yang berlokasi di Bogor memiliki
luas lahan sebesar 116.155 m
2
dan luas bangunan 1.846 m
2
. Kebun Percobaan Citayam yang
berlokasi di Citayam memiliki luas lahan sebesar 22.870 m
2
dan luas bangunan 284 m
2
.
Kebun Percobaan Pacet yang berlokasi di Cianjur memiliki luas lahan sebesar 13.848 m
2
dan
luas bangunan 1.326 m
2
.
Perpustakaan BB-biogen pada saat ini mengelola aset koleksi sebanyak 3302
eksemplar buku, 803 judul majalah dalam dan luar negeri, dan 469 judul tesis dan disertasi.
Aset tersebut ditata dalam dua jenis katalog, yaitu katalog elektronik untuk koleksi baru dan
katalog manual untuk koleksi lama. Aset koleksi lama secara bertahap disusun dalam katalog
elektronik. Hal ini dilakukan sejalan dengan arah pengembangan perpustakaan BB-Biogen
yang menitikberatkan pada perpustakaan sebenarnya. Penataan koleksi pustaka menggunakan
sistem WIN-ISIS yang kemudian ditampilkan secara langsung ke media situs melalui
IGLOO.

Program Penelitian
BB-Biogen mengembangkan empat kelompok program penelitian utama yaitu
kelompok program penelitian pengelolaan sumber daya genetik (PSDG), biologi molekuler,
biologi sel dan jaringan, serta biokimia. Pengelola sumber daya genetik merupakan kelompok
peneliti yang melakukan penelitian dan pengembangan pada tingkat organik dan interaksinya
dengan faktor biotik dan abiotik. Penelitian yang dilakukan meliputi: 1) eksplorasi,
rejuvenasi, dan konservasi ex situ plasma nutfah, 2) karakterisasi plasma nutfah secara fisik
(morfologi dan anatomi), 3) evaluasi plasma nutfah terhadap cekaman biotik dan abiotik serta
mutu gizi, 4) pengembangan kumpulan data plasma nutfah pertanian, dan 5) penelitian
prospek manfaat plasma nutfah mikroba (dengan pendekatan interaksi biologi).
Kelompok program penelitian biologi molekuler merupakan kelompok peneliti yang
bergerak di bidang penelitian biologi molekuler pertanian. Penelitiannya meliputi melakukan
analisis genotipe secara molekuler, melakukan identifikasi, isolasi, kloning, dan karakterisasi
gen, melakukan konstruksi, transformasi dan studi ekspresi gen, melakukan studi functional
genomics, melakukan deteksi produk rekayasa genetik secara molekuler, serta memberikan
pelatihan dan konsultasi teknik marka molekuler dan transformasi genetik.
Kelompok program penelitian biologi sel dan jaringan merupakan kelompok peneliti
yang melakukan penelitian dan pengembangan biologi sel dan jaringan. Program kerjanya
yaitu: 1) penelitian dan pengembangan kultur in vitro yang meliputi metode optimasi
regenerasi, perbanyakan mikro (protoplas, sel, jaringan dan organ), dan perbaikan genetik
tanaman melalui fusi protoplas, fertilisasi in vitro, kultur haploid, seleksi in vitro,
keragaman somaklonal, dan penyelamatan embrio, 2) penelitian tanaman bebas patogen
melalui kultur in vitro, 3) peningkatan konservasi plasma nutfah tanaman melalui kultur in
vitro, dan 4) penelitian peningkatan produksi metabolit sekunder melalui kultur in vitro.
Kelompok program penelitian biokimia merupakan kelompok peneliti yang melakukan
penelitian dan pengembangan kimia dan biokimia. Penelitiannya meliputi pengkajian tentang
mekanisme interaksi serangga hama/patogen dengan tanaman dan lingkungan yang
mencakup interaksi biokimia, fitokimia dan fisik, penelusuran senyawa
bioaktif dari tanaman atau mikroba (bioprospeksi), pengembangan metode analisis
biokimia, studi proteomik atau metabolomik tanaman dan mikroba, pengembangan teknik
dan perakitan perangkat (kit) deteksi/identifikasi serangga hama, nematoda dan mikroba
secara biokimia, uji kesepadanan substansial tanaman dan mikroba hasil rekayasa genetik,
serta pelatihan, pelayanan dan konsultasi di bidang analisis biokimia tanaman dan
penggunaan perangkat deteksi atau identifikasi.

Kerja Sama
BB-Biogen memadukan pengembangan bioteknologi dan pengelolaan sumber daya
genetik untuk memfokuskan aktivitas penelitian pada karakterisasi keanekaragaman genetik
tanaman, seperti penambangan alel, penelitian genetik komparatif, dan transfer gen untuk
perbaikan tanaman. Penguatan dan perluasan kerjasama terus diupayakan melalui penelitian
kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari balai komoditas, perguruan tinggi, dan instansi
pemerintahan di luar Kementerian Pertanian, swasta yang berkepentingan hingga lembaga-
lembaga internasional.
Kerjasama dengan balai komoditas diprioritaskan dalam penyusunan program dan
penelitian yang dari awal penyusunan rencana dan pelaksanaan penelitiannya sudah atau
harus melibatkan balai komoditas. Kerjasama yang telah dilakukan antara lain mengundang
balai komoditas dalam penyusunan program BB Biogen, kerjasama penelitian pemanfaatan
marka molekular untuk perakitan varietas unggul dan karakterisasi plasma nutfah, serta
pemanfaatan teknik in vitro untuk pembentukan varietas unggul. Salah satu bentuk kegiatan
kerjasama BB Biogen dengan balai komoditas adalah bergabungnya beberapa orang peneliti
dari BB Biogen dalam konsorsium padi yang dikelola oleh BB Padi. Kerjasama di dalam link
project atau konsorsium juga akan memberikan nilai tambah dalam pencapaian visi dan misi
BB Biogen. Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Saat ini beberapa negara,
yaitu Amerika, Jepang, Cina, dan India, sudah bergabung dalam program
penelitian functional genomics padi. Saat ini International Rice Functional Genomics
Consortium (IRFGC) dikoordinasi oleh International Rice Research Institute (IRRI) sedang
membangun jaringan antar negara yang berminat untuk mempercepat penelitian tersebut.
Sasaran dari penelitian rice functional genomics tersebut adalah untuk mengidentifikasi
gen-gen penting dan mengkarakterisasi alel-alel yang menguntungkan pada setiap lokus.
Dengan mengadopsi program ini (pembentukan Indonesian Rice Genomics Program)
maka Indonesia akan mempunyai peluang untuk bergabung dengan IRFGC, dan selanjutnya
memilih target prioritas apa yang sesuai untuk kepentingan nasional, serta seiring dengan itu
mendapat kesempatan akses terhadap sumber daya genetik dan kesempatan pelatihan.
Kerjasama dengan perguruan tinggi dan instansi di luar Kementrian Pertanian
dilakukan dengan melibatkan staf perguruan tinggi dan staf peneliti di luar Kementrian
Pertanian dalam penelitian yang dilakukan oleh BB Biogen. Kerjasama penelitian ini didanai
oleh Badan Litbang Pertanian (melalui PAATP, KKP3T atau proyek lainnya), RUT, RUTI,
dan RUK, serta berbagai kegiatan kerjasama lainnya yang didanai oleh instansi di luar
Kementrian Pertanian. Kerja sama yang telah dilakukan dengan perguruan tinggi dan instansi
di luar Kementrian Pertanian yaitu dengan IPB tentang konsorsium kelapa sawit teknologi
perbanyakan benih sawit secara masal melalui kultur jaringan, dengan Balai Bioteknologi
Perkebunan tentang sequencing whole genome kelapa sawit, Dura, Pisifera dan Elaeis
oleiofera, dan dengan Balai Penelitian Sereal tentang gandum transgenik tahan panas.•
Kerjasama luar negeri antara lain telah dilakukan kerja sama antara BB-Biogen
dengan beberapa lembaga instansi pemerintah luar negeri dan lembaga-lembaga
internasional. Kerja sama yang telah dilakukan dengan luar negeri yaitu, dengan Asian Food
& Agriculture Cooperation Initiative (AFACI) Republic of Korea tentang sistem manajemen
terpadu sumber daya genetik tanaman, dengan Food and Agriculture Organization (FAO)
tentang peningkatan kapasitas dan kolaborasi regional untuk peningkatan konservasi dan
pemanfaatan sumber daya genetik tanaman di Asia, dan dengan IRRI tentang toleransi
tanaman padi terhadap akuisisi fosfor.
Kerjasama dengan pihak swasta lebih banyak berupa jasa penelitian atau pengujian.
Kerja sama yang telah dilakukan dengan pihak swasta diantaranya dengan PT. Matahari
Kahuripan Indonesia tentang kultur jaringan kelapa sawit, dengan PT Katingan Indah Utama
tentang kultur jaringan kelapa Sawit, dengan PT. Syngenta Indonesia tentang keamanan
lingkungan jagung produk rekayasa genetik, dan dengan PT. Branita Sandini tentang dampak
lingkungan jagung hasil rekayasa genetik.