You are on page 1of 5

Jurnal teknologi pertanian tahun 2013

PERNGARUH PERBEDAAN PRA PROSES TERHADAP
VOLUME PENYULINGAN MINYAK ATSIRI JAHE
Fatmalika Fikria H
1
, S!tia" Yala#$%&a
'
, D"i A"tra
(
, I)ti*+ma&
,
1
Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertania
Teknologi Hasil Pertanian
Universitas Jember
Abstrak
Jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu rempahrempah !alam
suku temutemuan (Zingiberaceae)" #ahe ga#ah atau #ahe ba!ak rimpangn$a lebih
besar !an gemuk% ruas rimpangn$a lebih menggembung !ari ke!ua varietas
lainn$a" &impang #ahe mengan!ung min$ak atsiri $ang ter!iri !ari sen$awa
sen$awa seskuiterpen% 'ingiberen% 'ingeron% oleoresin% kamfena% limonen%
borneol% sineol% sitral% 'ingiberal% felan!ren" (!an$a min$ak atsiri pa!a #ahe
men$ebabkan aroma #ahe harum% se!angkan oleoresin #ahe ban$ak mengan!ung
komponen pembentuk rasa pe!as $ang ti!ak menguap" Perlakuan pra proses
pa!a pen$ulingan #ahe !engan pengovenan mempengaruhi volume min$ak atsiri
$ang !ihasilkan% karena min$ak atsiri a!alah sen$awa mu!ah menguap sehingga
!engan perlakuan pengovenan akan mempengaruhi volume min$ak atsiri $ang
!iperoleh" Untuk itu !alam praktikum !ilakukan pengamatan pengaruh
pengovenan terha!ap min$ak atsiri $ang !ihasilkan pa!a #ahe ga#ah" Proses
ekstraksi min$ak atsiri pa!a #ahe ga#ah menggunakan proses penguapan meto!e
#ahe teren!am air (steam) !ari suatu 'at menggunakan uap air !an proses
pengembunan ber!asarkan perbe!aan titik !i!ihn$a" )olume min$ak atsiri pa!a
masingmasing perlakuan untuk #ahe $ang !ioven *%+ ml% !an perlakuan #ahe
tanpa oven *%, ml" Pengovenan !apat mengurangi volume min$ak atsiri !i!alam
rimpang #ahe karena kan!ungan !alam #ahe !apat menguap"
Kata k$"-i . Jahe, pengovenan, dan minyak atsiri
PENDAHULUAN
Jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu rempah-rempah dalam
suku temu-temuan (Zingiberaceae). Bagian utama yang dimanfaatkan pada
tanaman jahe adalah rimpang jahe. Berdasarkan morfologinya (ukuran, bentuk,
dan arna rimpang), di !ndonesia dikenal tiga jenis jahe, yaitu jahe gajah, jahe
emprit, dan jahe merah atau dikenal jahe sunti ("aimin dan #urhananto,$%%$).
Jahe putih&kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak rimpangnya
lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas
lainnya. Jahe ini biasa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua,
baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. 'impang jahe mengandung minyak
atsiri yang terdiri dari senyaa-senyaa seskuiterpen, (ingiberen, (ingeron,
oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sineol, sitral, (ingiberal, felandren.
)isamping itu terdapat juga pati, damar, asam-asam organik seperti asam malat
dan asam oksalat, *itamin +, B, dan ,, serta senyaa-senyaa flavonoid dan
polifenol. Jahe menghasilkan minyak atsiri, #inyak atsiri merupakan senyaa
mudah menguap yang tidak larut di dalam air yang berasal dari tanaman. #inyak
atsiri dapat dipisahkan dari jaringan tanaman melalui proses destilasi. "ada proses
ini jaringan tanaman dipanasi dengan air atau uap air. +danya minyak atsiri pada
jahe menyebabkan aroma jahe harum, -adar minyak atsiri dipengaruhi oleh
teknik penyulingan dan kadar air dari bahan yang disuling selain itu minyak atsiri
dipengaruhi oleh pra proses terhadap rimpang jahe. #inyak atsiri erat
hubungannya dengan kandungan air yang ada pada rimpang jahe sehingga
dilakukan perlakuan pra proses pengovenan dimana pengovenan akan
mempengaruhi kandungan air didalam bahan.
.leh karena itu, dilakukan praktikum ini untuk mengetahui pengaruh dari
perlakuan pengovenan pada penyulingan minyak atsiri rimpang jahe terhadap
volume minyak atsiri yang dihasilkan.
BAHAN DAN METODE
Alat %a" Ba&a"
"ada pra proses penyulingan jahe yang dilakjukan dengan pengovenan dan
tidak pengovenan digunakan alat berupa telenan, adah, pisau, timbangan, oven
dan loyang, dan destilator. /edangkan bahan yanhg dibutuhkan jahe gajah dan air.
Pr!ara)i Ba&a"
0angkah pertama yang dikerjakan adalah memisahkan jahe emprit dan
jahe gajah yang sengaja dicampur dengan tujuan agar mahasisa mampu
memisahkan keduanya dengan cara membedakan dan mengidentifikasi perbedaan
dari jahe gajah dan jahe emprit. /etelah itu dilakukan pembersihan dan pencucian
agar jahe bebas dari kotoran. -emudian masing-masing jahe gajah yang telah
dipilih ditimbang 122gram untuk menentukan berat aal jahe sebelum dilakukan
penyulingan. 0alu, dilakukan pengirisan jahe dengan ketebalan 2,1 cm (1 mm)
dengan tujuan untuk memperluas permukaan jahe sehingga mempermudah proses
selanjutnya, setelah diiris lalu jahe diletakkan dengan rapi di loyang dan dioven
selama 32jam dengan suhu 12
o
, dan perlakuan kedua jahe yang tidak dioven atau
dalam kondisi segar. Jahe yang telah dioven dan jahe yang dalam kondisi segar,
masing 4 masing disuling selama $12 menit dengan metode jahe terendam air
(steam) dengan tujuan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri yang diperoleh
dari proses penyulingan jahe gajah ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
"ada penyulingna minyak atsiri jahe yang terlah dilakukan dimana
penyulingna dilakukan pada jahe gajah dengan perlakuan perbedaan pra proses
pengovenan dan tidak dioven. )ari perlakuan pengovenan didapatkan minyak
atsiri sebanyak 2,3 ml dengan berat aal 122 gram kemudia setelah dioven
beratnya menjadi 3$%,23. /edangkan pada perlakuan tidak dioven dimana berat
aal jahe 122 gram didapatkan minyak atsiri sebanyak 2,5 ml.
)ari kedua perlakuan tersebut didapatkan hasil berbeda dimana volume
penyulingan yang didapatkan pada minyak atsiri dengan perlakuan tidak dioven
lebih banyak dari pada perlakuan dioven. #inyak atsiri adalah minyak yang
mudah menguap yang terdiri atas campuran (at yang mudah menguap dengan
komposisi dan titik didih yang berbeda. #inyak atsiri dapat dipisahkan dari
jaringan tanaman melalui proses destilasi. "ada proses ini jaringan tanaman
dipanasi dengan air atau uap air. #inyak atsiri akan menguap dari jaringan
bersama uap air yang terbentuk atau bersama uap air yang dileatkan pada bahan.
6asil dari minyak atsiri ini dipengaruhi oleh perlakuan pendahuluan yang
dilakukan, dimana dengan pengovenan didapatkan jumlah minyak atsiri yang
lebih rendah yaitu 2,3 ml hal ini dikarenakan pada saat pengovenan terjadi
penguapan minyak atsiri dimana sifat dari minyak atsiri itu sendiri yang mudah
menguap yang terdiri atas campuran (at yang mudah menguap dengan komposisi
dan titik didih yang lebih rendah dari pada air. /ehingga dengan perlakuan
pengovenan dengan pemberian panas 12 , dapat mengurangi kandungan minyak
atsiri yang telah menguap terlebih dahulu. .leh karena itu dihasilkan volume
minyak atsiri setelah penyulingan lebih rendah dari pada jahe segar yang tanpa
pengovenan. "ada jahe tanpa dioven tidak mengalami pengurangan kandungan
minyak atsiri karena penguapan saat pengovenan sehingga hasil dari minyak atsiri
yang didapatkan lebih banyak dari yang dilakukan pengovenan.
KESIMPULAN
)ari praktikum yang dapat ditarik kesimpulan 7
a. #inyak atsiri yang dihasilkan jahe tanpa dioven lebih banyak dibanding
dengan jahe oven dengan volume masing-masing sebanyak 2,5 ml untuk
jahe tanpa oven, dan 2,3 ml untuk jahe oven.
b. "erlakuan pengovenan mempengaruhi volume minyak atsiri yang
dihasilkan setelah penyulingan.
DAFTAR PUSTAKA
"aimin 8B dan #urhananto. $%%$. Budidaya, "engolahan, dan "erdagangan Jahe.
"enebar /adaya. Jakarta.
-etaren .$%91. "engantar :eknologi #inyak +tsiri. Balai "ustaka.
-osara, /. $%%1. Jahe dan 6asil .lahannya. Jakarta7 "ustaka /inar harapan.