You are on page 1of 3

TROMBOSIS ARTERI MESENTERIKA

Emedicine.medscape.com

definisi
Pasien dengan trombosis arteri mesenterika akut muncul dengan keluhan nyeri akut abdomen,
pasien memiliki riwayat nyeri abdomen setelah makan, nyeri biasanya berlangsung selama 10-20
menit setelah makan dan bertahan hingga 1 jam. Nyeri dirasakan difus, dan pada feses pasien
ditemukan darah.

Epidemiologi dan factor resiko
Factor resiko thrombosis arteri terdiri atas atherosclerosis, hipovolemia, gagal jantung kongestif,
usia lanjut, dan intraabdomen maligna. 2 dari 3 penderita adalah wanita. Penelitian lain
menunjukkan bahwa Inflammatory Bowel Disease (IBD) juga merupakan factor resiko dari
Trombosis arteri mesentrika.

Etiologi
Gambaran patologi yang paling sering ditemukan pada pasien dengan trombosis arteri
mesenterika akut adalah aterosklerosis. Biasanya lesi aterosklerosis secara berkelanjutan
mengganggu aliran darah pada saluran cerna, menyebabkan pemburukan gejala yang progressif.
Tidak seperti gejala emboli yang seringkali terjadi pada percabangan arteri dengan gejala
iskemik saluran cerna yang terbatas di lokasi sekitar emboli, thrombosis muncul pada pembuluh
darah yang terkena, dengan bagian usus yang terkena meliputi lokasi yang lebih luas.

Patofisiologi
Plak aterosklerosis biasanya berasal dari arteri mesenterika superioratau pada arteri celiac. plak
ini tumbuh dari waktu ke waktu. Arteri mesenterika superior adalah pembuluh darah yang paling
sering terkena thrombosis., thrombus terbentuk pada kondisi aliran darah yang lambat. Sehingga
terjadi penghentian secara akut aliran darah ke bagian usus. Pada kondisi awal, saat terjadinya
kematian mukosa usus, gejala dimulai dengan keluarnya darah bersama tinja. Bagian usus secara
lambat laun menjadi nekrosis, secara tidak langsung terjadi pula peningkatan pertumbuhan
bakteri di usus, bila sampai tahap lanjut, dapat terjadi perforasi yang bisa menjadi sepsis hingga
mengakibatkan kematian

Gejala
Pasien dengan thrombosis arteri mesenterika akut, muncul dengan riwayat penurunan berat
badan, nyeri postpandrial dan phagopobia (takut makan), gejala semakin lama akan semakin
memburuk. Pasien yang telah lama memiliki riwayat iskemik mesenterium kronis memberikan
gejala malnutrisi.
Pasien mengeluhkan nyeri akut pada abdomen yang terasa sangat berat dan tak kunjung berhenti.
pasien juga mengeluhkan terdapat gumpalan darah pada fecesny,. Dari riwayat penyakit
sebelumnya, berhubungan dengan, stroke, infark miokard dan penyakit arteri perifer, pasien juga
mungkin memiliki riwayat merokok yang lama atau diabetes yang tidak terkontrol.
Oleh karena volume cairan yang berlebihan dan adanya hiperkoagulasi, pasien dalam perawatan
bedah intensif mudah mengalami thrombosis arteri mesenterika.
Dalam pemeriksaan Fisik pasien mengalami nyeri andomen dan bila ada tanda peritonitis bisa
dimungkinkan terjadi perforasi usus.
Pasien dengan riwayat iskemik mesenterika kronis mungkin ditemukan dalam pemeriksaan fisik
dengan malnutrisi.
Pemeriksaan laboratorium harus mencakup (1) Protombin Time, (2) APTT, (3) Complete Blood
Count karena mungkin menunjukkan adanya leukositosis dan atau hemokonsentrasi. (4)
Pemeriksaan kimia mungkin menunjukkan asidosis atau meningkatnya amylase atau level LDH.
(5) Foto thorax (6) EKG
Penelitian pada 9 pasien thrombosis mesenterika akut ditemukan bahwa D-dimer level lebih
tinggi daripada pasien dengan IBD (Inflamattory Bowel Disease) atau obstruksi usus. Penulis
menemukan bahwa level D-dimer lebih besar dari 1,5 mg/L.
Pada foto abdomen menunjukkan diagnostic presumtif pada 20-30 % pasien. Adanya gas dalam
usus, perut distended, menebalnya dinding perut dan air fluid level merupakan penemuan yang
tidak spesifik. Pemeriksaan dengan CT-scan memiliki spesifikasi > 95 % termasuk thrombosis
arteri mesenterika superior, thrombosis vena mesenterika, pneumatosis intestinal, adanya gas
pada vena porta, dan iskemik organ lain.
Penemuan akhir termasuk udara intramular dan udara pada system vena portal. Jika ada perforasi
usus, udara bebas pada abdomen mungkin dapat diobservasi.
Biplane autography adalah criteria standart untuk mendiagnosis iskemik mesenterika, dan hal itu
dapoat mengkonfirmasi penyakit dan perluasan oklusi. Tidak seperti pasien dengan penyakit
emboli, mereka yang dengan akut thrombosis mempunyai sirkulasi kolateral yang baik karena
adanya iskemia kronik.

Terapi
Jika pasien sudah didignosis Trombosis Mesenterika Akut, pasien diharuskan operasi. Karena
resiko infark usus, perforasi, sepsis dan kematian.