You are on page 1of 19

Mengapa yang lain IJABAH

sedangkan Anda Tidak?
Rahasia mustajab nya Pengijazahan suatu Keilmuan
Olah Batin yang selama ini nyaris diabaikan
Tanujiwa
Id Kaskus : RadenHarjuna
Ebook ini dapat dimiliki dengan gratis, disebarluaskan, di manfaatkan siapapun tanpa
mengubah keasliannya apalagi penulisnya. Saat ini dalam proses pendaftaran Hak Cipta
MUKADDIMAH
Bismillaahirrohmaanirrohim
Assalamu alaikum, salam sejahtera, rahayu
Ebook sederhana ini saya tulis umumnya kepada para pecinta ilmu olah batin, dan
khususnya untuk para pinisepuh, dan rekan-rekan praktisi supranatural yang ada baik
di Kaskus yang kita cintai, atau di seluruh Nusantara lainnya. Semoga ebook ini dapat
mempersempit, syukur bisa menyatukan jurang pemisah yang seringkali terjadi antara
Peminat ilmu dengan Pengijazah ilmu, dan kiranya juga dapat memberikan pemahaman
atas pertanyaan-pertanyaan seperti
• Mengapa saya selalu gagal dalam menuntut suatu keilmuan?
• Wah kalau begitu saya ketipu paranormal palsu
• Ilmu ini garansi 100% ga, apakah mahar bisa kembali?
• Maunya apa sih? tirakat ga mau, mahar juga ga mau?
Adab menuntut ilmu dan adab pengijazah ilmu dalam suatu pakem keilmuan sangatlah
penting. Cacad diantara keduanya saja sudah dapat mengakibatkan kegagalan
perjalanan ilmu itu sendiri.
Semoga ebook ini memberikan masukan manfaat kepada para pecinta ilmu olah batin
tentunya, agar dapat mengerti bagaimana “Adab Penuntut Ilmu” dan juga bagaimana
“Adab seorang Pengijazah Ilmu” yang harus terbawa dalam dirinya 4 sifat wajib seorang
pengijazah ilmu yang kadangkala sering diabaikan.
Akhirul kalam, ebook ini saya buat tulus untuk menjadi manfaat. Silahkan dibaca,
pahami, ambil yang dirasa manfaat, boleh disebarluaskan ebook ini secara gratis
TANPA mengubah isi, apalagi mengakui hak penulisan. Ebook ini dalam proses
pendaftaran Hak Cipta, dan dalam pengajuan ke penerbit. Terimakasih
Wassalam,
Tanujiwa
Yang lain Berhasil, kok saya Gagal?
Anda pecinta ilmu dan olah batin? saya juga demikian. Anda gemar melanglang jagad
mendatangi suatu tokoh ataupun tempat keilmuan? saya pun demikian. anda gemar
memahari pengijazahan keilmuan tapi sering gagal? saya pun demikian. anda sering
gagal dan anda merasa ditipu? saya tidak :) – betul saya pun seperti anda, memahari
sautu keilmuan yang begitu dilaksanakan ternyata tidak memberikan hasil, bedanya
saya tidak merasa ditipu.
Loh kok bisa seperti itu?
Oke, kita sama-sama share pengalaman kita barangkali ada kesamaan. Kita tidak
menampik bahwa di jagad “lapak paranormal” baik itu yang sifatnya online
menawarkan keilmuan melalui website, ataupun forum dan juga yang sifatnya offline
menawarkan keilmuan langsung melalui tatap muka banyak sekali ragam nya. Saya
akui, ada yang memang paranormal yang sengaja menipu, ada yang tidak bermaksud
menipu tetapi tidak bertanggung jawab atas keilmuan yang ia tawarkan, ada yang
benar-benar memiliki gemblengan keilmuan yang “nyata hasil” tapi terlalu komersil,
ada yang tida komersil tapi jaim – seenaknya melayani para peminat jasa mereka, ada
yang hit n run, banyak sekali pengalaman yang telah saya alami dalam perjalanan
keilmuan dan olah batin, ada suka nya dan duka nya juga tentunya.
Saya seperti anda, sejak remaja sudah gemar melanglang jagad keilmuan seperti ini dan
saya ga tau mana yang hitam mana yang putih, mana yang belang – yang jelas saya
gemar. Saya pernah menelan 27 butiran emas yang dibuat seperti pelet, katanya sih
biar aura nya muncar kaya Raden Harjuna, :) dan ternyata biasa aja, masih mending
kalau berubah muncar kaya RAden Harjuna walaupun yg KW1 atau KW2 ini benar-
benar tidak terasa efek apapun. Susuk intan dipasang sampai 4, yang akhirnya pada
mrotol keluar lagi, ini pernah juga saya alami. Lalu menelan sampai berpuluh-puluh
pelor sepeda yang katanya bisa membangkitkan daya kanuragan dan kebringasan,
karena saya katanya termasuk orang yang super sabar dan nrimo kalau untuk ukuran
manusia saat ini., belum lagi yang dilakoni sendiri seperti mutih, ngebleng, wiridan
yang ribuan, dsb. mungkin mahar yang saya keluarkan kalau dihitung sudah bisa
membeli mobil toyota avanza, karena saya memang penggemar ilmu – bagi saya ilmu
itu seperti wanita, indah, menggairahkan, berapapun maharnya kalau saya sudah
menginginkan akan saya upayakan, walaupun hasilnya ternyata tidak seperti yang di
khayalkan sebelumnya sesuai iklan. Maaf ya, saya curhat dulu semoga ada kesamaan
kita
Saya masih ingat dulu saat saya ingin terbuka mata batin, bisa melihat kaya gimana sih
kunti jablay itu? pocong, gendruwo yang ga pernah mau pake kolor, dsb. Saya browse,
beberapa puluh lapak paranormal yang ada di internet, termasuk majalah dan tabloid.
Dari situ saya pilah, dan akhirnya saya pilih 1 yang saya anggap mumpuni karena track
record testimonial nya sudah banyak. Lalu saya hubungi paranormal tersebut, dan
seperti yang tertulis di lapak nya GARANSI BERHASIL, maka saya tanyakan kembali,
apakah garansi, YA !!.. garansi. Saya langsung wuss !! ..meluncur ke tempatnya,
memberikan mahar 1 juta, lalu saya duduk, jidat saya, kening, punuk di tempelin wafak
kuning berajah tulisan cina, persis seperti di film-film vampire mandarin, lalu di
putarlah musik (mungkin untuk membuka cakra) ...ngooeenng....ngoooeeenng....saya
pejam mata mengikuti instruksi, setelah selesai, punuk saya digores dengan jarum,
dirajah dengan rajah tionghwa. Dan singkat cerita, saya tidak mendapatkan apa yang
saya harapkan. Lalu apakah saya SMS kepada paranormal itu dan menyindir mahar, dan
janji garansi berhasil?? tidak ...dan apakah saya memendam rasa penyesalan, kecewa,
eneg, jengkel? Tidak .
Owh saya ga kapok, saya bukan orang yang gampang menyerah. Setelah kumpul-
kumpul dana beberapa bulan kemudian saya browse lagi, kali ini harus lebih waspada,
berdasarkan data dari saudara-saudara saya langsung yang mata batinnya sudah
terbuka melalui paranormal tersebut – yang saya pelajari track record nya memang
sudah kelas antar provinsi - maka saya coba datangi. Saya ga pernah menawar mahar,
bagi saya ilmu itu serupa dengan wanita, cantiknya, indahnya, nikmatnya ga sebanding
dengan mahar yang dikeluarkan. Okey, deal !!...maka saatnya prosesi pembukaan mata
batin dimulai jam 2 dini hari. Singkat cerita hasilnya ga ada :) ...saya menuntut mahar?
tidak .. saya jengkel, kecewa, nguneg? juga tidak. Kapok?? tidak juga hehe
Masih kurang puas, kali ini saya dapat referensi dari seorang kawan yang saya akui
punya kemampuan mata batin yang ekstra tembus dibandingkan yang lain. Saya pernah
memahari “peri” species dari jenis bangsa jin juga, padahal saya ga cerita pada kawan
saya tersebut, tapi tiba-tiba dia SMS bahwa saya punya peri, dan dia dengan tepat
menyebut PERI, karena memang peri mempunyai ciri khusus. Nah kawan saya
mempunyai kemampuan tersebut dari gurunya yang katanya belajar secara gaib
melalui kanjeng Sunan Kalijaga. Malam saya meluncur keluar ke Tangerang, mahar
seperti biasa kisaran 1 juta, garansi berhasil – begitu kata kawan saya. Ending cerita
anda sudah tau lah, ga usah saya terusin. :) dan seperti biasa saya tidak kecewa,
jengkel, nyindir mahar apalagi meminta nya lagi, bahkan gurunya jadi bisnis kolaborasi
dengan saya jual benda-benda pusaka, haha
Contoh diatas baru masalah minat saya terhadap keilmuan mata batin loh, belum
keilmuan lainnya, saya pernah diijazahkan ilmu yang lokasi pengijazahnya di gunung,
mendekati puncaknya. Dan ijazahnya ga boleh dicatat, jadi saat diijazahkan “diucapkan
mantra nya oleh paranormal tersebut” saya harus menyimak dan harus hapal karena
hanya diucapkan 1x dan mantra nya cukup panjang, sekitar 4 baris dalam ebook ini,
saya alhamdulilah hafal. Tapi ...nah tapinya saya ga pernah gunakan. masih banyak
pengalaman perjalanan keilmuan yang pernah saya alami yang tentu saja
mengeluarkan mahar, disamping waktu dan tenaga, tapi hasil yang saya rasakan ga ada.
Dan semua tidak membuat saya kecewa, jengkel, nguneg apalagi terpikir meminta
mahar kembali.
Kenapa saya ga jengkel, kecewa, nguneg, apalagi meminta mahar kembali sebagaimana
yang mereka janjikan “garansi berhasil, atau mahar kembali”, mengapa demikian?
Karena mereka TULUS
Saya melihat, merasakan bagaimana tulusnya mereka berusaha dengan segala daya
upaya, lahir batin yang mereka miliki berusaha agar keilmuan itu bisa melebur dalam
jagad diri saya. Toh track record mereka sebelumnya juga sudah BANYAK yang
berhasil, hanya kali ini saya tidak berjodoh – ilmu yang mereka berikan ibarat bibit
tanaman yang mungkin hanya hidup di tanah dataran rendah, sedangkan saya dataran
tinggi, mungkin begitu.
Dalam perjalanan keilmuan, baik yang sifatnya akademis maupun batin, saya selalu
tulus kepada guru, kepada adab keilmuan termasuk mahar. Dan saya lihat mereka juga
tulus. Tulus bertemu Tulus – tapi belum Berjodoh. Lah kalau tulus bertemu tulus saja
belum tentu berjodoh apalagi tulus yang bertemu tidak tulus?? bisa anda bayangkan?
Peminat keilmuan yang sudah deg-degan, was was takut ditipu. Lalu dengan beringas
SMS an terhadap sang pemilik ilmu, mengajukan butir-butir MOU tentang garansi dan
mahar kembali, saya sarankan sebaiknya BATALKAN – tidak perlu melanjutkan, karena
garansi nya malah Garansi 100% GAGAL. Syarat hidupnya keimuan itu “tulus bertemu
tulus”. Tulus dari yang memberikan ilmu tersebut, tulus dari yang meminta ilmu
tersebut, karena ilmu itu ibarat wanita. Anda menginginkan seorang wanita, lalu anda
bertanya apakah wanita ini bisa memuaskan anda di kasur, berapa gaya kamasutra
yang ia kuasai, apakah mahar bisa kembali setelah dinikah nanti, atau bisa juga dari si
pemilik wanita itu sendiri yang sudah mempunyai niat “tidak tulus” karena wanita yang
akan diberikan ternyata bukan wanita sungguhan melainkan wanita berbuntut didepan,
dsb. Tulus bertemu tulus, itulah awal perjalanan keilmuan yang harus ada dalam setiap
penuntut ilmu. Si pemilik ilmu ibarat wanita juga tidak boleh semena-mena, si pemilik
materi/uang ibarat pria juga tidak boleh semena-mena. Anda punya itu saya punya ini,
saya punya ini anda punya itu – yuk tulus kita pertemukan, maka insya Allah akan
membuahkan hasil yang manfaat, sekehendak NYA. Untuk saya pribadi, saya selalu ber
sangka baik, tulus pada ilmu apapun yang saya minati, termasuk terhadap si pemilik
ilmu beserta mahar ketulusan yang menjadi syaratnya, apapun hasilnya nanti.
Begitulah, syarat keilmuan adalah “Tulus bertemu Tulus”.
Terlebih pada ilmu yang bersifat metafisik, batin. Adab penuntut ilmu sangat UTAMA.
Jangan heran jika ada peristiwa dimana seorang pemilik ilmu sengaja memberikan ilmu
yang ia anggap tidak berkualitas bagi dirinya, bahkan mungkin diganti “redaksi mantra”
nya, tapi saat sudah dimahar, ilmu tersebut ternyata tumbuh menjadi ilmu yang
dahsyat yang mengherankan si pemberi ilmu itu sendiri. ILmu adalah salah satu asma
Allah, salah satu dari sifat Nya, hak MUTLAK manfaat dan kemenangan bukan pada
tangan si paranormal, bukan pada redaksi mantra, bukan pada mahar, tapi pada
ketulusan si peminat ilmu itu sendiri, yang memulai perjalanan ilmu nya dengan hati
yang bening, hati yang tulus terhadap ilmu, terhadap guru dan terhadap amanat diri.
Hakikat Ilmu dan Alam
Alam dan ilmu keduanya bersanding sepasang yang membentuk jagad raya dan jagad
diri. Yang tersurat disebut alam, yang tersirat disebut ilmu. Adanya ilmu lah
menyebabkan keteraturan alam. Orang yang mampu membaca alam, mampu melihat
nilai kebenaran yang tersirat didalam nya, lalu dihimpunlah menjadi apa yang disebut
sebagai ilmu alam – yaitu ilmu hasil membaca yang tersirat dari alam – hasil dari
membaca alam, membaca jagad raya maupun jagad diri.
Udahlah gan, ane pusing maksudnya apa nih intinya :D
Ya intinya bahwa yang namanya ilmu adalah “kodrat alam” yang tersirat, yang isinya
adalah aturan yang membuat alam jadi teratur, yang kotor jadi bersih, yang lemah jadi
kuat, yang memble jadi tangguh, yang jelek jadi kinclong. Artinya ilmu apapun kalau
dirasakan ga memberikan MANFAAT yang nyata pada diri kita ga usah diambil, karena
sifat itu itu “teratur dan memberikan keberaturan” jagad diri kita, dan ...tentu saja
mencari dan mendapatkannya pun harus melalui ATURAN, melalui adab baik yang
meminta maupun yang memberi. Kalau di awal perjalanan ilmu hati kita sudah kisruh,
ragu-ragu takut ditipu, takut gagal, takut kemahalan mahar, dll. mending ga usah
diteruskan. Jika alam diibaratkan pria, maka ilmu diibaratkan wanita, dan untuk
memiliki nya, memanfaatkannya, menikmatinya, tentu ada mahar. DAn mahar bukanlah
harga
Mahar apaan sih?
Wanita tidak bisa dibeli dengan harta seberapa pun juga, tapi wanita bisa dimiliki
hanya dengan syahadat. Yang terpenting adalah keikhlasan si wanita itu sendiri yang
membuka hatinya untuk dimiliki, digunakan, dimanfaatkan, dinikmati – melalui prosesi
yang bernama nikah dan disertai mahar sebagai simbol pembuka keikhlasan. Kalau
anda ingin memiliki wanita, ingin menikmati, ingin memanfaatkan tapi tidak mau
memaharkan, sama saja dengan ingin diberi tapi tidak mau memberi.
Saya ingin coba wanita itu dulu, nikah dan mahar belakangan
Saya siap menikahi wanita, memahar, tapi kalo ga asik mahar dipulangin ya
Sudahlah, lebih baik tidak usah melangkah. Saya tidak membela pemilik ilmu yang
mematok mahar, dan saya tidak membela mereka yang tidak mau memahar. Yang
penting tidak usah saling mencederai HAK seseorang. Adalah hak si pemilik ilmu
menetapkan mahar untuk ilmu yang akan dia pasrahkan untuk anda miliki, dan adalah
hak anda untuk menyetujui atau tidak menyetujui – tanpa harus saling mencederai.
Ilmu itu memang ibarat wanita kok. Yang mencari belum tentu mendapatkan, dan yang
mendapatkan belum tentu manfaat untuk dirinya. Sudah banyak kisah wanita dengan
cinta nya yang bukannya menghidupkan, malah menghancurkan. Adalah hak anda
untuk memilah, memilih, memutuskan wanita mana yang anda ambil. Adalah hak
orangtua si wanita untuk menetapkan berapa mahar yang harus anda berikan.
Ilmu gambaran wanita
Bicara wanita maka tidak jauh dari penjabaran sifat-sifat wanita yaitu bening, hening,
tulus, transparan, penuh kerukunan, cinta, kasih sayang, dsb. Dan seorang penuntut
ilmu tentu harus mendekati ilmu tersebut dengan sifat-sifat yang sama agar sinergi.
Adab Pemilik Ilmu dan Peminta nya
Mungkin anda sering mendengar umpatan-umpatan seperti ini, tidak saja dari pemilik
ilmu yang menawarkan pengijazahan dengan mahar tertentu, tetapi juga dari peminat
ilmu itu sendiri
• gimana ga jengkel, waktu belum dimahar mah manis banget, sms dibales, tapi
begitu uang udah ditransfer, di telpon ga diangkat, di sms ga dibales :(
• wah gila ane ketipu, uang mahar udah ditransfer paket ijazah keilmuan ga
dikirim-kirim udah 10 hari di sms aja ga dibales :(
• Wah ane ketipu, udah ngejalanin laku keilmuan hasilnya kaga ada
• ini orang minta dibuka mata batin maunya instan, rese ya udah gua kirim kunti
aja taro di matanya, beres lah daripada puyeng :(
• enak amat tuh orang, maunya dibersihin enerji negative nya, diisi enerji pesona,
pengasihan, di conjure – tapi maharnya belakangan, emangnya ga cape apa
orang bersihin
Anda mungkin menyangka keluhan itu hanya dari pemahar ilmu saja, tidak ...bahkan
dari pengijazah ilmu itu sendiri. Salah satu kawan saya yang buka praktek sebagai
paranormal dengan berpuluh testiominial murni pun sempat mumet menghadapi
rengekan client nya yang ingin cepat-cepat terbuka mata batinnya, akhirnya diam-diam
“mengirim” kuntilanak dipasang di matanya. Bingo !!...si client puas, tapi pakem
keilmuan menjadi cacad baik si pengijazah maupun si pemahar ilmu.
Memang benar di pasar “olah batin” yang ditawarkan baik melalui internet maupun
tatap muka, tentu saja ada paranormal palsu. Paranormal palsu yang dimaksud disini
dikatakan menipu karena memaharkan ilmu yang dia sendiri tidak MAMPU, tidak
memilikinya, dia hanya sebagai kolektor amalan,kolektor wiridan, hanya itu. Dan ada
pula penipu, yang pura-pura menawarkan pengijazahan keilmuan tapi begitu transfer
mahar terjadi, paket keilmuan tidak dikirim.
Bagi saya pribadi, paranormal palsu ga begitu membahayakan. Karena biasanya
paranormal palsu itu dulunya adalah orang yang gemar ilmu, menuntut kesana kemari
dengan mahar puluhan juta namun ga ada manfaat yang ia rasakan, akhirnya kalap –
memaharkan koleksi nya dengan bungkus penawaran & marketing yang cetar
membahana. Dan jangan salah, seperti yang sebelumnya saya katakan – adakalanya
suatu keilmuan tidak manfaat bagi orang lain tapi manfaat pada kita. Ibarat benih
tanaman yang hanya cocok dengan kondisi tertentu, hal itupun berlaku dalam pakem
keilmuan. Seorang yang warna batinnya lebih diwarnai kanuragan tentu akan lebih
pesat saat mengijazahkan suatu ilmu yang sesuai dengan bahan dasar batin yang
merupakan hak nya. Seseorang yang warna batinnya lebih diwarnai pengasihan – saat
mengijazahkan suatu ilmu keras yang bersifat kadigdayan – tentu saja kalah cepat
dengan mereka yang warna batinnya memang cenderung pada hal tersebut.
Adab Pengijazah Keilmuan
Seorang yang mengijazahkan suatu keilmuan haruslah memiliki 4 sifat dalam dirinya
yaitu : Sidik, Amanah, Fatonah, Tablig.
Sidik artinya bahwa dia memiliki nilai-nilai kebenaran tentang ilmu yang ia akan
ijazahkan. Jangan sampai seperti paranormal palsu yang hanya mengijazahkan catatan
atau fotocopy sebuah keilmuan. Dengan sifat sidik ini artinya si pengijazah memang
benar-benar memiiliki keilmuan tersebut yang hidup dalam dirinya.
Amanah, disini bahwa si pengijazah harus memiliki niat yang tulus lahir batin dan tekad
bahwa dirinya mampu mengangkat harkat derajat keilmuan si pemahar ilmu itu,
bagaikan seorang rosul yang diutus kepada umat nya. Seorang rosul yang mampu
membuat si bodoh jadi cerdas, yang lemah jadi kuat, yang sakit jadi sembuh, yang kotor
jadi bersih, yang putus asa jadi hidup kembali, yang biasa jadi luar biasa. Sebagai
seorang rosul ia hari-hari memikirkan nasib kaumnya, menangisinya, mendoakan nya,
mengayomi nya dan dengan segala daya upaya beruaha mengentaskan, dan membawa
kaumnya ke gerbang pintu kemerdekaan. Dalam sifat inilah masih sebagian besar
paranormal atau pengijazah ilmu BELUM memilikinya. Benar mereka memiliki
keilmuan tersebut (shiddiq), tetapi belum memiliki sifat amanah. Mereka merasa
bahwa tugasnya setelah dimahar, adalah mengijazahkan, mengirim fotocopy amalan,
dan menunggu kabar. BAhkan ada yang lebih ekstrim, yaitu tidak mau mendengar
kabar progress perjalanan ilmu si pemahar, dan yang paling kebangetan begitu transfer
mahar dilakukan, sudah tidak mau dihubungi lagi. Di SMS ga dibalas, boro-boro
ditelpon, tiba-tiba ...ting tong...paket fotocopy keilmuan datang beserta asesoris lainnya
seperti kapsul penyelarasan, dsb. Selesai
“Ya cape lah gan, mahar paling 200 rebu perak masa ane harus habis waktunya
ngamatin tuh murid, mending muridnya mau ngejalanin, kadang-kadang muridnya juga
ga ngejalanin, kalau mahar 1juta sih mending lah, ane mau ngawasin progresnya”
Haduh ...ga maido juga sih. Saya merasakan bagaimana paranormal itu pun lelah, jangan
kira nerawang itu seperti kita liat foto di HP, enerji termakan, kalau over dosis bisa
lelah, begitupun conjure, booster, pembersihan – mending kalau yang dibersihin basic
bahan batinnya sudah bagus, lah kalau awut2an kaya tempat sampah, ada binatang
galaknya juga. ADa salah seorang kawan yang habis melakukan pembersihan, malam
nya diserang rombongan makhluk metafisik yang tadi pagi baru saja dibersihkan, dan
ini memang benar-benar terjadi, dan masih banyak kejadian lain yang mungkin jarang
diketahui oleh pemahar ilmu yang dianggapnya pekerjaan “olah langit” itu bisa sambil
fesbukan. Sementara pemilik ilmu mau mematok mahar yang pantas saja sudah mikir-
mikir disebabkan persaingan dalam “pasar supranatural” pun semakin ketat. Baik, kita
lanjutkan sifat berikutnya yaitu
Fatonah, atau superiority atau keunggulan atau mumpuni. Seorang pengijazah harus
mumpuni, dia harus mampu melakukan pengawasan, pengawalan, dan pengendalian
pada saat proses keilmuan terjadi. Jangan sampai terjadi seorang ahli mediumisasi
memasukan makhluk ketubuh seseorang, lalu orang tersebut ngamuk tapi tidak bisa
mengendalikannya. Contoh kasus lain misalkan seorang paranormal yang ingin
melakukan pembersihan, main hantam kromo sapu bersih, sehingga khodam-khodam
keilmuan yang pernah dimaharkan ikut bersih. SEderhana nya mirip seorang teknisi
komputer. Seorang paranormal harus tau spesifikasi hardware dan software komputer
yang akan ditangani, jika dia liat di dalam program komputer tersebut sudah memiliki
anti virus AVG sekaligus Kaspersky, lalu ia diminta install antivirus NOD maka teknisi
tersebut harus memiliki sifat fatonah. Apakah pengijazahan keilmuan NOD pada
komputer tersebut akan memberikan manfaat? atau malah menyebabkan sistim
tersebut menjadi lambat bahkan hang, disebabkan kapasitas memory RAM nya yang
terbatas, atau perlukah ia membuang antivirus yang sudah terpasang, jika memang
perlu tentu saja ia harus meminta izin terlebih dahulu, dsb.
Pada tingkat yang lebih mendasar lagi, teknisi tersebut harus mampu melihat apakah
paket program yang ia miliki sifatnya mumpuni dibandingkan komputer yang ia hadapi.
Kalau paket program yang ia miliki hanya paket XP sedangkan yang dihadapi adalah
kompter dengan spesifikasi intel i5 ya bukannya malah bagus, malah ngacak-ngacak
dalam arti kata lain GAGAL. Dan inipun berlaku dalam dunia supranatural. Bumi
berlapis, dan langit pun berlapis, termasuk langit batin diri manusia. Bahkan langit
batin manusia lebih kompleks, lebih rumit, lebih njlimet. Kadang terjadi seorang
paranormal diminta membukakan suatu pengijazahan keilmuan pada seseorang, tetapi
GAGAL, padahal pada berpuluh bahkan beratus orang lainnya berhasil. Begitu dia
curhat pada paranormal lain yang memiliki daya tembus lebih tinggi, barulah terjawab
...Oh ternyata nasab si paranormal masih dibawah orang yang akan ia tangani, artinya
langit nya masih dibawah langit si client tersebut, dan ini memang benar-benar terjadi
dalam dunia supranatural, dimana ada istilah trah, ada pula tetesan, dan titisan.
Dengan memiliki sifat fatonah yang bagus, seorang paranormal tidak gegabah
menerima semua calon client nya. Saya dulu beberapa kali pernah meminta
pengijazahan pada seorang ustadz yang memiliki ta’lim pengkhususan pada “olah
batin” tapi saat saya minta Cuma menjawab “aaah....ini mah udah punya gudang
sendiri”. Lah saya juga terheran-heran, karena saya merasa belum bisa apa-apa, ingin
memiliki ilmu yang diijazahkan olehnya, tapi malah ditolak dengan santun. Mungkin
dia tau bahwa saya memang punya gudang yang isinya koleksi amalan-amalan tapi
malas menjalankannya haha ... BAik, sekarang kita masuk sifat terakhir yang harus
dimiliki oleh seorang pengijazah ilmu yaitu
Tabligh, pengertian tabligh disini “sampai tuntas”. Mengajarkan ilmu haruslah tetap
dikawal, diawasi, dikendalikan sampai ilmu tersebut sampai pada gerbang
kemerdekaan, sampai si pemahar ilmu tersebut dapat mandiri, merasakan manfaatnya
secara nyata. Berikan secara tuntas, berikan secara utuh. Jangan sampai memberikan
keilmuan tapi setengah hati, jangan sampai mengijazahkan keilmuan tapi dibuang
bagian-bagian yang justru merupakan inti keilmuan tersebut, dan yang lebih ekstrim
lagi sengaja “menyasarkan” nya. Ada loh, saya pernah baca sebuah buku keilmuan yang
beredar di toko-toko besar, beberapa kalimat pengamalan atau wiridan yang entah
salah ketik atau sengaja di sasarkan, karena hal itu terjadi pada beberapa pembahasan
keilmuan.
Melalui ebook sederhana ini, semoga mengingatkan kita betapa penting nya 4 sifat
tersebut yang harus dimiliki oleh seorang pengijazah keilmuan. Nah sekarang
Adab Penuntut Ilmu
Saudara ku, sebuah perjalanan ilmu haruslah sinergi antara si pemberi-penerima.
Bagaikan rosul yang diutus kepada kaum, maka “penuntut ilmu” adalah kaum yang
akan diangkat derajat harkat martabat keilmuannya. BAni Israil merengek kepada
Tuhannya untuk diutus seorang rosul kepada mereka, seorang penuntut ilmu pun
merengek agar diutus seorang rosul kepada mereka yang dalam hal ini adalah
pengijazah keilmuan, dan masing-masing mempunyai adab. Inilah 4 sifat yang juga
harus ada pada seorang penuntut ilmu
Sidik, artinya bahwa si penuntut ilmu itu memiliki nilai-nilai kebenaran dalam dirinya.
BEnar pada niat nya, yaitu niat menginginkan ilmu tersebut, dan siap menerimanya
dengan tanggung jawabnya yang utuh, siap menjaga nya, siap membina nya, siap
menyayanginya, dsb. dan juga benar pada ketulusannya terhadap guru, terhadap ilmu
itu sendiri dan pada amanat diri – bahwa ia menginginkan ilmu itu adalah untuk
memberikan kemanfaatan pada dirinya, keluarganya dan masyarakat. Hati-hati,
masalah NIAT sangatlah penting dalam perjalanan keilmuan. Jangan salah loh, dua
orang yang sama-sama mewiridkan lafazh tertentu, hasilnya akan beda-beda,
diantaranya adalah karena niat.
Amanah, disini artinya bahwa si penuntut ilmu yang menginginkan ilmu tersebut
YAKIN bahwa sang pengijazah dan ilmu yang akan diserahkan kepada nya itu mampu
membawa dan mengangkat dirinya kepada harkat martabat dan derajat keilmuan yang
lebih tinggi sesuai yang ia inginkan. Seorang penuntut ilmu yang sudah ragu-ragu dalam
dirinya terhadap kemampuan si pengijazah, atau pada keilmuan yang akan ia titipkan
sebaiknya tidak perlu melangkah lebih jauh, percayalah ...akan sia-sia, hanya akan
membuang mahar percuma yang berbuntut pada fitnah.
Amanah disini juga mempunyai arti bahwa ia sanggup mematuhi pakem keilmuan yang
akan diijazahkan, patuh terhadap mahar, patuh terhadap pelaksanaan, patuh terhadap
aturan-aturan, dsb. Karena penuntut ilmu itu ibarat kaum yang sudah merasa pasarah
dan memasrahkan dirinya kepada sang pengijazah, baik lahir maupun batinnya.
Ibaratnya seorang istri, yang harus patuh pada kepemimpinan suami. Seorang penuntut
ilmu yang membanding-bandingkan pakem keilmuan yang sedang ia jalankan dengan
pakem keilmuan sebelumnya, adalah ibarat seorang istri yang protes dan membanding-
bandingkan “mustika” suami yang sekarang dengan suami sebelumnya. Mengapa
besarnya segini, yang dulu begitu, mengapa harus menggunakan gaya kamasutra ini,
yang sebelumnya begini dan begitu.
Jika sekiranya anda termasuk seorang penuntut ilmu yang memiliki sifat amanah yang
utuh, silahkan lanjut. TEtapi jika tidak, sebaiknya tidak usah melangkah. Kembali hal ini
akan menyebabkan cacadnya hasil keilmuan yang anda sedang jalani.
Fatonah, disini artinya anda sebagai penuntut ilmu harus memiliki sifat superior dalam
pelaksanaan, pengawasan, pengendalian. Betul, si pengijazah juga mengawal anda, tapi
anda pun harus mengawal diri anda. Si pengijazah menjaga anda, tapi anda juga harus
menjaga diri anda, si pengijazah mengawasi anda, tapi anda juga harus mengawasi diri
anda. Jika anda termasuk seorang penuntut ilmu yang “bossy”, yang merasa bahwa
segala sesuatu dijamin beres dan harus beres yang penting mahar sudah diberikan,
baiknya anda tidak usah lanjut melangkah. Hubungan guru-murid dalam perjalanan
suatu keilmuan ibarat hubungan suami istri, keduanya harus saling memiliki, saling
berusaha, saling menjaga, saling menyayangi, saling menguatkan untuk tercapainya
suatu tujuan yang dicita-citakan. Guru meng GARANSI 100% bahwa ia mampu
menganggkat harkat dan derajat keilmuan anda, ibaratnya guru mengulurkan tangan
nya kepada anda yang terperosok di parit, dan dia menggaransi mampu mengangkat
anda naik ketas, sebaliknya anda harus siap meraih tangan tersebut dengan erat, dan
mengangkat sendiri tubuh anda naik keatas.
Tabligh, artinya “sampai tuntas”. Tuntas dalam memberikan mahar. Boleh ga dicicil?
ada loh penuntut ilmu yang maharnya dicicil hehe. Saya masih ingat hampir sewindu
yang lalu saat saya tertarik pada ilmu hipnotis yang dimiliki oleh seorang paranormal
selebs ki kus**o, ketika disebut angka mahar 25 juta saya sempat meminta keringanan
untuk mencicil, dan dibolehkan – sayangnya saya ga lanjut memaharkan karena
anggaran nya kepake untuk kepentingan lain. Mencicil atau tidak itu sah-sah saja, kunci
nya adalah sama-sama ikhlas, ikhlas yang memberikan, ikhlas yang menerima dan
tuntas. Seperti anda juga, saya memang penggemar keilmuan, walaupun bukan berarti
saya sakti – tapi mungkin lebih serupa dengan “kolektor” hehe. .
Apakah cukup tabligh dalam urusan mahar saja? ya ga lah ...tabligh juga dalam
melaksanakan semua arahan dan petunjuk yang diberikan oleh si pengijazah. Disuruh
tapa kungkum di air mengalir di sungai yang sudah ditentukan, nawar tapa kungkum
nya di kolam renang yang memiliki kolam arus, disuruh ngebleng puasa nonstop 3 hari
3 malam, tapi sengaja minum kapsul dopping anti lapar, dsb.
Sumber daya kekuatan Ilmu itu darimana sih?
Sang Maha Kekuatan absolut, Allah al Qowiyyul ‘Aziis sebagai sumber dari segala
sumber daya kekuatan jagad raya dan jagad diri ini membuat keteraturan alam melalui
2 jenis kekuatan, yaitu enerji dan nur. Dengan enerji, manusia bisa menembus hingga
batas langit 3 saja, langit selanjutnya hanya bisa dicapai dengan menggunakan
kekuatan nur. Dan ebook ini bukanlah untuk membicarakan masalah nur, tingkatan
nur, dsb. karena itu kita lanjutkan pada topik sederhana kita kembali
Bicara enerji tentu anda sudah paham, ada enerji suara, enerji listrik, enerji kinetik, dsb.
Setiap benda menyimpan enerji, termasuk warna, bahkan segores huruf pun
menyimpan enerji. Ucapan anda memiliki potensi enerji, pikiran anda, perasaan anda,
sikap anda, perbuatan anda, semuanya adalah paket-paket enerji. Dan satu-satunya
benda yang gampang menerima pengaruh enerji adalah air, dan lebih dari 70% jagad
raya dan jagad diri anda adalah air. Penelitian prof. Masaru Emoto membuktikan air
sangat sensitive dan bereaksi terhadap enerji – dan katanya kristal air akan berubah
sendiri menjadi bentuk yang lebih sempurna, indah pada enerji yang berhubungan
dengan apapun yang beraroma CINTA & KASIH SAYANG. Anggap saja ada seorang
peneliti membuat penelitian terhadap 2 (dua) orang, anggap saja Wolfgang dari Jerman
dan Ngadimin dari Tegal.
Wolfgang dipanggil masuk kedalam ruangan, diberikan sebuah gelas berisi air, lalu
diminta mengucapkan kalimat “ich liebe dich” berulang-ulang lalu gantian Ngadimin
diberikan gelas lainnya yang juga berisi air dan diminta mengucapkan kalimat yang
sama. Setelah itu, diperiksalah bentuk kristal air dari kedua gelas tersebut. Anda bisa
menebak, kristal air di gelas siapakah yang membentuk menjadi indah? Good !!
..Wolfgang, lah kenapa bisa demikian? ya karena Woflgang paham bahwa “ich liebe
dich” itu “aku cinta kamu”, sedangkan Ngadimin ora mudeng itu kalimat apa, lah???
berarti yang membuat kristal air itu berubah adalah kalimat yang diucapkan, ataukah
“pemahaman dalam hati” yang terpancar?
Ilmu itu gambaran langit, anda akan mengukir langit, yaitu langit batin anda, maka
alatnya pun ya langit juga yaitu pemahaman anda, keyakinan anda pada apa yang
tengah anda ucapkan. Saat Wolfgang mengucapkan perlahan “ich liebe dich” masuklah
enerji kedalam air tersebut, “ich liebe dich.....” semakin berulangkali maka terjadi proses
masuknya enerji berulangkali yang menguatkan terbentuknya wujud kesempurnaan
kristal air itu. Walaupun baru 7x diucapkan, kristal air sudah sempurna. Berbeda
dengan Ngadimin walaupun diucapkan 100x sekalipun tidak memberikan pengaruh
yang signifikan pada perubahan bentuk kristal air tersebut. ya, anda mengukir langit –
jangan menggunakan alat bumi, akan sia-sia.
Ini, saya akan ijazahkan ilmu untuk membuat diri anda tidak mampu digempur dengan
serangan fisik dan metafisik apapun, ucapkan ”wel keduwel bleh ..crut” 1001x
Maka mulailah anda mengucapkan, tanpa tahu arti kalimat itu bukan, mulailah anda
membentuk langit batin anda dengan memasukan enerji melalui kalimat tersebut, dan
...begitu selesai pengamalan tiba-tiba anda memiliki kekebalan dari senjata tajam. Hah??
loh kok bisa begitu padahal kan ga paham artinya. Walaupun tidak paham, bukankah
anda sudah diwejang bahwa kalimat tersebut akan membuat anda kebal, nah keyakinan
diri anda yang mengukir langit batin anda saat mengucapkan kalimat tersebut,
walaupun tidak memahami artinya. Oh berarti disamping pemahaman kalimat,
keyakinan hati atau sugesti juga sangat powerful sebagai alat mengukir langit batin diri
kita ya? ya ealah ...
Ini, saya ijazahkan mantra sakti ini, dibaca pada saat berada ditempat yang wingit yang
banyak hantu nya. Mantra nya pendek kok “dang dut...tek kowek ..ndang duuut...tek
kowek” ucapkan berulangkali saat melewati tempat angker, ga usah dipuasain, ingat
saja mantra sakti itu baik-baik dan gunakan disaat perlu, jangan lupa kasih testi ya. Pagi
harinya, “puh ..ane waktu lewat kuburan, temen2 ane banyak kesurupan, tapi ane baca
mantra sakti itu, malah denger suara cewe “halo booss...mana sawer nyaah” kok bisa
gitu sih puh, wah mantap nih mantra” :recsell :recsell
Dunia langit, atau dunia supra memang dunia tanpa batas ruang dan waktu. Disitu ada
jin, roh gentayangan, malaikat, rijalul gaib, yang baik yang jahat, yang ganteng yang
jelek campur aduk disitu. Belum lagi tiap jin seperti halnya dalam dunia hewan,
memiliki spesies yang beragam. Kembali pada kasus diatas, kenapa bisa begitu?? maka
seorang waskita menjelaskan bahwa konon 400 tahun lalu, ada seorang tokoh sakti Nyi
Ageng Payudoro yang berhasil menaklukan raja jin yang ada di hutan angker yang
disebut dengan alas ngoyoworo itu, lalu si raja jin mengadakan perjanjian secara
pribadi, bahwa siapapun yang mempunyai sandi berupa mantra sakti “dangdut tek
kowek ...” adalah masih anak cucu keturunan Nyi Ageng Payudoro tersebut, dan tidak
akan diganggu. Nah umur jin ribuan tahun, 400 tahun bukanlah waktu yang lama, bagi
bangsa jin umur 2500 tahun mungkin baru memasuki masa puber ke II lagi gagah-
gagahnya, lagi masa golden moment, lagi sering-seringnya dimarahin istri karena
banyaknya SMS gelap yang nyasar.
Begitulah, kadang terjadi sebuah mantra yang singkat, yang kita sendiri tidak tahu
makna nya apa, tapi mampu menimbulkan kejadian yang cukup mengherankan. Ya,
karena mantra itu adalah “sandi” yang merupakan kesepakatan antara makhluk gaib
tertentu dengan seseorang yang pertama kali mendapatkanya. Yuk kita kembali serius,
jadi kesimpulannya bahwa dalam penanaman keilmuan haruslah hidupkan kalimat
yang anda baca dengan hidupnya pemahaman hati anda, hidupnya keyakinan diri anda,
hidupnya sugesti, hidupnya doa. Lakukan dengan hidup, hening, sunyi, kosong, biarlah
enerji kalimat tersebut yang satu-satunya aktif membentuk jagad diri anda yang lebih
dari 70% nya adalah air.melalui proses step by step, membuat pondasi, mengokohkan
pondasi, semakin kokoh, mulai berbentuk bangunan, semakin terbentuk, sampai
akhirnya wujud menjadi bangunan yang tuntas, sempurna, indah sesuai yang
diharapkan.
Berarti ada 2 (dua) jenis keilmuan dong? yang sumbernya melalui kekuatan makhluk
gaib berupa jin atau apapun namanya, dan bersumber dari kekuatan dari dalam diri
kita sendiri. ya, betul. Yang mana yang lebih bagus? ya itu tergantung anda, tapi bagi
saya pribadi yang bagus tentu yang bersumber dari kekuatan diri anda sendiri,
kekuatan qolbu, karena disitulah tersimpan kekuatan besar, bukan saja enerji tetapi
nur yang merupakan sebagian dari dzat NYA. Nur yang hanya ada pada makhluk
bernama manusia, nur yang menyebabkan manusia menjadi khalifah (master of the
universe) baik di jagad raya maupun jagad diri.
Di halaman sebelumnya sudah saya contohkan bagaimana seorang yang ingin memiliki
daya linuwih indra ke 6 yaitu mata batin, namun tidak sabar menghidupkan kekuatan
dari dalam dirinya, sehingga jalan praktisnya ya melalui makhluk yang dititipkan pada
raga. Dan tentu saja sebaaiknya tidak usahlah seperti itu, hidupkan saja kekuatan diri
anda sendiri baik kekuatan enerji maupun kekuatan yang paling halus tetapi dahsyat
yaitu kekuatan nur – kosong tapi isi, isi tapi kosong “nyumput buni dinu caang”. Ebook
ini sengaja saya batasi tidak membahas masalah khodam, baik yang hitam, dianggap
hitam, belang, ataupun khodam putih, karena tujuan ebook ini yaitu menjembatani “gap
fitnah” yang sering terjadi antara pengijazah ilmu dengan si pemahar ilmu itu sendiri.
Adab Penanaman Ilmu
“Loh kok harus ditanam? bukannya instan? waduh lama dong, kan udah mahar?”.
Saudaraku, satu hal yang harus anda terima baik rela maupun terpaksa, bahwa ilmu itu
ibarat “buah” hasil jerih payah anda.
Anda pengin menikmati buah pisang, Lalu anda baca iklan, “dimaharkan bibit pisang,
jenis unggul garansi 100% tumbuh dan berbuah”. Lalu anda datang, bang...ane bawa
dulu deh benih nya, ane tanam, kalo tumbuh baru ane bayar, tentu hal ini sangat tidak
santun. Karena toh bukan anda saja yang baru pertama kali minat pada benih pisang
yang ia tawarkan, sudah berpuluh orang, ada yang berhasil dan mensyukuri, ada yang
berhasil namun kurang optimal, ada yang pertumbuhannya lambat, ada yang gagal, dsb.
Ya, ilmu itu sifatnya pun sama. Anda memahar lalu menerima benihnya, anda sebagai
tanah nya, dan anda sekaligus sebagai petani nya. Jadi yang mengolah ya anda, dengan
lahir anda dengan batin anda, merawat, menyiram, mengawasi, mengawal itu
seluruhnya 100% tanggung jawab anda tentunya bukan si pemberi benih. Tanggung
jawab moral si pemilik benih adalah bahwa benih itu memang benar-benar benih
pisang sebagaimana yang ia tawarkan, dan tumbuh jika ditanam, dirawat sebagaimana
petunjuknya. Bukan saya bermaksud membela sang pengijazah keilmuan, tapi memang
masing-masing memiliki batasan-batasan HAK dan TANGGUNG JAWAB. Kalau anda
malas menanam, malas menyiram, malas mengawasi, malas mengawal, dsb. ya jangan
beli benihnya – beli langsung pisang nya.
Ada kok pengijazah yang menyediakan pisang nya untuk dinikmati langsung, melalui
semacam vessel, jimat, conjure, atau apapun juga. Jika akad mahar nya anda membeli
buah nya langsung, atau keilmuan langsung pakai via vessel, conjure, jimat, dsb. barulah
disitu hak anda menuntut jika ternyata pisang itu begitu anda gigit ternyata bukan
pisang tapi pepaya, atau yang lebih parah ternyata pisang plastik dan yang lebih kurang
ajar setelah dimahar, lenyap ...moksa, di SMS ga jawab, apalagi di telpon. :) Dan kasus
seperti ini pun ada, bahkan kerap terjadi yang menyebabkan si pemahar ilmu menjadi
sangat penuh kecurigaan, karena sudah lelah ditipu, akad mahar nya beli pisang bukan
beli benih, ternyata begitu digigit bukan pisang, boro-boro menikmati yang dijanjikan.
Jadi begitulah, bahwa ilmu adalah proses, ilmu adalah perjalanan, ibarat perjalanan
sebuah benih sampai akhir nya bersemi, menguat, menjulang, berbunga, bunga menjadi
buah, buah menjadi matang, lalu dinikmati. Yang membedakan adalah bahwa benih
yang anda terima kali ini adalah benih langit, yang akan menghasilkan buah langit, dan
ditanamnya pun di langit batin anda, dengan alat nya yaitu langit batin anda juga. Wah
serba langit dong, betul itulah sebabnya langit ga boleh kotor, dan itulah yang saya
sebut dengan adab ketulusan antara si pemberi-penerima. Lantas kenapa harus
diijazahkan, bukannya kadang banyak sekali berserakan kita dapatkan di internet?
Ijazah itu sebetulnya adalah ijab kabul serah terima hak dan tanggung jawab. Dengan
ijazah itu artinya si pemberi benih yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang
tidak diinginkan, baik tanggung jawab dunia juga tanggung jawab pada saat kepulangan
nanti menghadap kepada NYA. Anda bisa saja menemukan benih pisang tergeletak di
jalan, ya silahkan saja jika anda memungut dan jika anda yakin silahkan anda
menanamnya, merawatnya, dengan tanggung jawab sepenuhnya pada diri anda sendiri.
Ya, ijazah adalah prosesi ikrar serah terima hak dan tanggung jawab
Hati-hatilah dengan urusan batin, dunia langit lebih berbahaya daripada dunia nyata.
Jika anda salah mengajarkan rumus Tenses paling anda ditertawakan, dimaki-maki.
Tapi jika anda salah dalam mengolah langit batin manusia, yang nauzubilah
mengakibatkan manusia tadi tersangkut dan tidak bisa pulang menghadap NYA, maka
anda harus bertanggung jawab. Menanam benih ilmu agar bersemai, tumbuh dan pada
akhirnya menghasilkan buah yang bisa dinikmati sifatnya gampang-gampang susah.
Itulah sebabnya halaman ini mengkhususkan bagaimana adab “Menanam Benih Langit”
atau ilmu, dengan cara yang tertib sesuai pakem keilmuan. Apakah inti pengijazahan
hanya ijab kabul saja? Tidak selalu
Terkadang seorang pengijazah tidak sekedar ijab kabul mengijazahkan saja, tetapi juga
memberikan “modal” berupa enerji keilmuan yang hendak anda tanamkan dalam diri
anda. Ibaratnya anda tidak membeli benih dalam bentuk “biji” melainkan sudah dalam
bentuk tanaman yang telah bertunas, Sehingga dalam waktu yang lebih cepat anda bisa
merasakan efek keilmuan tersebut, bahkan terkadang bisa langsung dalam hitungan
hari bisa dirasakan, Inilah yang terkadang disebut dengan istilah “conjure” atau
penyelarasan.
Banyak sedikitnya enerji yang ia conjure kepada anda, kuat lemahnya bisa disesuaikan
oleh si pengijazah itu sendiri – tentu saja si pengijazah tetap berpegang pada adab
keilmuan yaitu ia meminta kepada Allah kiranya diberikan izin dan ridho NYA untuk
mengconjure keilmuan tersebut kepada anda sekaligus sebagai “tanda ijab kabul”
pengijazahan.
Seorang paranormal yang mengijazahkan khodam macan, atau naga contohnya
biasanya langsung meng “conjure” anda, menyelaraskan anda dengan enerji khodam
tersebut. Begitupun saat anda memaharkan minyak pengasihan, ia tidak menyerahkan
minyak itu begitu saja, melainkan melakukan conjure agar enerji minyak itu melebur
dalam diri anda dalam waktu cepat, terkadang sesekali ia memberikan booster atau
penguatan/penebalan enerji yang telah ia transfer kedalam diri anda. Biasanya hal ini
pada pengijazahan keilmuan yang disertai dengan mahar materi. Karena jujur saja
melakukan conjure memang memakan waktu, tenaga dan enerji yang bisa
mengakibatkan paranormal tersebut lelah. Wajar jika ia meminta keikhlasan anda
untuk memberikan mahar materi, sebagai pengganti waktu, tenaga dan enerji yang ia
transfer kepada anda.
Okey, kita lanjutkan pada syarat-syarat batiniyah yang harus ada pada diri anda
sebelum melakukan penanaman keilmuan tersebut, yaitu :
1. Restu dari Ibu
Anda mau memulai melakukan penanaman benih langit, anda bersimpuh, anda
mengucap dengan lisan anda, anda iringi dengan hati anda. Lah raga anda milik
siapa? batin anda milik siapa? memang anda punya apa? wong anda ga punya
apa-apa kok, raga anda milik ibu, batin anda milik bapak, ya karena kedua
orangtua merupakan wakil Allah di bumi ini. Itulah sebabnya doa restu kedua
orangtua tetap merupakan password yang harus anda miliki dalam melakukan
penanaman benih langit ini, atau ilmu.
2. Ridho Allah
Rasa sadar sesadar-sadarnya, menerima, pasrah dan mengakui bahwa anda
tidak memiliki daya upaya apapun juga, modal anda Cuma “mengemis” pada
sang Maha Pemilik Kekuatan absolut jagad raya dan jagad diri anda, Allah azza
wa jalla. Anda tengah menanam benih langit, yang mana akan menjadi sebuah
tanaman langit batin diri anda yang mengeluarkan buah “enerji” yang bisa anda
nikmati dalam bentuk daya pengasihan, daya penglarisan, daya kekebalan, daya
pengobatan, daya trawangan, dsb. Memang siapa hakikat sang pencipta dan
pemilik enerji yang ada di alam jagad raya dan jagad diri anda?
Ingat, anda boleh berupaya, namun kunci kemenangan, kunci kemanfaatan
mutlak ada di tangan Allah. Walaupun ribuan khodam dititipkan oleh seorang
paranormal sakti kepada anda, tapi jika kunci kemenangan, kemanfaatan,
keberkahan tidak diberikan oleh Nya kepada anda, untuk apa? apa artinya
ribuan khodam yang memble tidak bisa memberikan manfaat apapun. Ya, kunci
kemenangan ada dalam “genggaman” Nya. Dan anda harus menggelosorkan diri
anda serendah-rendahnya kepada Nya, mengemis, menangis, merengek,
memohon kiranya dibukakan kunci kemanfaatan dan kemenangan pada benih
langit atau keilmuan yang akan anda tanam pada langit batin diri anda sendiri.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaah – hidupkan rasa itu pada diri anda
3. Mengosong
Setelah anda meminta restu ibu, bapak lalu memohon ridho Allah agar
dibukakan kunci kemenangan, kemanfaatan hanya dari Nya. Maka anda bisa
mulai menanam benih langit tersebut, mengisi yang kosong. Amati kata kosong,
ya ..karena saat penanaman ilmu tersebut, saat anda melakukan wirid, anda
harus benar-benar mengosong yaitu anda merasa tidak mempunyai daya
apapun juga selain merengek-rengek mengharapkan belas kasihan NYA.
Mengosong saat mengisi – jangan sekali-kali anda saat anda mewiridkan lafal
keilmuan terebut disertai dengan rasa angkuh, rasa dendam, berimajinasi,
berkhayal, dsb. Kosongkan diri anda, the power of emptiness, the power of empty
space itu sangat dahsyat. Anda mengosong agar “Dia” sendiri yang ada
Saudaraku, yang kita sedang bicarakan ini adalah bagaimana menanam suatu keilmuan
yang bersumber dari dalam jagad diri kita sendiri, bukan bersumber melalui wasilah
khodam jin, makhluk atau apapun juga. Dan justru inilah keilmuan yang sejati, yang
murni. Ibarat sebuah cincin benar-benar cincin emas, bukan “sepuhan” emas, ibarat
durian bukan karbitan tapi matang secara alami. Tentu saja kwalitasnya ibarat bumi
dan langit.
Saya masih ingat cerita seorang teman yang rajin bermain keilmuan perantara makhluk
gaib, atau yang biasa disebut dengan khodam (pelayan). Pada suatu hari dimana dia
sedang banyak pekerjaan yang sangat overload, dia memanggil khodam berwujud
“macan kuning” untuk dimasukan kedalam raga nya – “jangan sekali-kali memasukan
khodam apapun kedalam qolbu anda” – tiba-tiba menurut cerita dia ditengah jalan si
khodam “macan kuning” berpapasan dengan khodam macan kuning raja, nah macan
kuning yang tadi sudah siap menghadap dan masuk kedalam raganya malah lari
terbirit-birit.
Ini adalah salah satu keunikan sebuah keilmuan yang menggunakan jalur kekuatan dari
luar diri. Anda merasa gagah dengan khodam macan loreng yang beringas, begitu
berhadapan dengan yang mempunyai khodam macan loreng raja, macan anda akan lari
ketakutan. Yang sudah merasa gagah dengan khodam macan loreng raja, ketika
berhadapan dengan khodam hijib maupun asma, khodam macan loreng raja akan
sungkan, mungkin menyingkir. Dan setinggi apapun khodam, tetap yang tertinggi dan
mulia adalah apa yang Allah titipkan dalam setiap diri manusia yaitu sebagian dzat NYA,
yang tidak menggunakan kekuatan enerji melainkan Nur – nur yang terpuji (Nur
Muhammad)
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Ya Allah, aku mohon izin dan ridho MU yang haq. Takdirkan untuk ku, mudahkan untuk ku, lalu
berkahilah oleh mu ........(hajat keilmuan yang kita inginkan)
Bismillahirrohmaanirrohiim
Ya Allah, aku mohon izin dan ridho MU yang haq. Berikanlah kemanfaatan sebanyak-banyak
nya hanya dari MU, melalui apa yang telah diberikan oleh saudara ku kepada saya, dan berkahilah oleh
MU. Aamiin
Sebagai penutup, mohon dibukakan kemaafan atas segala kekurangan, kesilafan dalam
ebook sederhana ini, dan marilah kita sama-sama memulai perjalanan ilmu kita dengan
niat yang saling tulus, adab yang saling tulus antara pemberi-penerima. Dan marilah
kita biasakan menghidupkan rasa sadar se sadar-sadarnya bahwa diri kita miskin, tidak
mempunyai modal apapun juga yang dimiliki, kecuali semuanya adalah titipan, kita
hanya bisa mengemis kepada Nya.
Jakarta, Ramadhan 2013
Tanujiwa