You are on page 1of 17

BAB I

Pendahuluan
1. Latar Belakang
Varicella, yang umum dikenal sebagai cacar air, disebabkan oleh virus varicella-zoster.
Penyakit ini umumnya dianggap sebagai penyakit virus ringan, membatasi diri dengan
komplikasi sesekali. Sebelum vaksinasi untuk varicella menadi meluas di dunia, penyakit ini
menyebabkan kematian dengan angka yang cukup tinggi setiap tahun. Seak vaksin varicella
diperkenalkan, insiden penyakit telah secara substansial menurun.
Bahkan saat ini, varicella tidak benar-benar inak. Salah satu penelitian menyatakan
bah!a kasus-kasus hampir 1"#$ varicella berkaitan dengan komplikasi. %i antara sebagian
besar komplikasi serius varicella pneumonia dan ense&alitis' keduanya berhubungan dengan
tingkat kematian yang tinggi. Selain itu, kekha!atiran telah dikemukakan tentang asosiasi
varicella dengan invasi& parah penyakit streptokokus grup (.
(merika Serikat mengadopsi universal vaksinasi terhadap varicella pada tahun 1))#,
yang mengurangi morbiditas dan mortalitas penyakit ini. *ntuk alasan yang elas, anak-anak
yang tidak divaksinasi tetap rentan. (nak dengan varicella mengekspos kontak de!asa dalam
rumah tangga, sekolah, dan pusat-pusat penitipan anak dengan risiko berat, bahkan &atal,
penyakit. Varicella adalah umum dan sangat menular dan mempengaruhi hampir semua anak
rentan sebelum masa remaa.
+umah ,angga adalah -$-)$.. /asus kedua dalam rumah tangga sering lebih parah.
Sekolah atau kontak di pusat penitipan anak berkaitan dengan lebih rendah tetapi masih
tingkat transmisi signi&ikan. (nak-anak yang rentan arang mendapatkan penyakit oleh
kontak dengan orang de!asa dengan zoster. ,ransmisi maksimum teradi pada akhir musim
dingin dan musim semi daerah barat.
1
Varicella berkaitan dengan respon imun humoral dan sel-mediasi. +espon ini
menyebabkan kekebalan angka panang. 0n&eksi subklinis terulang dapat teradi pada orang-
orang ini, namun serangan kedua dari cacar air sangat arang pada orang imunokompeten.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 1
12posure terulang dan in&eksi subklinis dapat ber&ungsi untuk meningkatkan imunitas setelah
episode cacar air. 0ni dapat berubah di era paska vaksin.
3. ,uuan
,uuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi kriteria penilaian di
dalam Blok 1# 4 Skin 5 0ntegumen, menambah pengetahuan mengenai kelainan yang dapat
timbul pada kulit serta komplikasi lain yang dapat menyertainya dan hal-hal yang
berpengaruh dan cara mengatasinya. ,ak terlepas dari penambahan pengetahuan, dengan
membuat makalah ini kita akan dapat belaar mengenai banyak istilah-istilah kedokteran yang
baru serta pengetahuan umum mengenai &isiologi maupun patologi manusia.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 2
BAB II
Pembahasan
2.1 Varicella (cacar air)
Varicella zoster virus (VZV) adalah salah satu dari delapan herpes virus diketahui
mengin&eksi manusia 6dan vertebrata lainnya7. Virus ini bertanggung a!ab untuk
menyebabkan cacar air yang sering timbul pada anak-anak dan kedua herpes zoster dan
neuralgia posherpetic pada orang de!asa dan arang pada anak-anak. 8acar air adalah
penyakit yang umum bah!a kebanyakan anak-anak mendapatkannya. 9alaupun menular,
cacar air tidak menimbulkan masalah serius pada anak-anak. :amun, ika seseorang
memiliki membahayakan sistem kekebalan, varicella zoster virus dapat mendatangkan
malapetaka. /ebanyakan orang, termasuk anak-anak, menadi kebal terhadap cacar air
selama masa hidupnya.
8acar air merupakan in&eksi sangat menular yang disebabkan oleh virus varisela zoster.
8acar air diangkiti melalui batuk dan bersin serta sentuhan langsung dengan cairan dalam
lepuh cacar air. Penyakit ini biasanya tidak parah dan hanya singkat di kalangan anak sehat'
adakalanya cacar air akan menadi penyakit yang lebih parah, misalnya in&eksi bakteri pada
kulit yang mengakibatkan bekas luka, radang paru-paru, atau radang otak. ;rang de!asa
yang menderita in&eksi cacar air pada umumnya mengalami geala yang lebih parah. 8acar air
mungkin menimbulkan risiko terhadap bayi dalam kandungan ika terangkit se!aktu hamil.
8acar air dapat menyebabkan penyakit parah, bahkan maut, pada tiap golongan usia.
9aktu inkubasi untuk cacar air adalah 1$ sampai 31 hari, diikuti dengan ruam berbintik
merah pada mulanya, yang kemudian menadi lepuh dalam !aktu beberapa am. Bintik-bintik
ini biasanya timbul di badan, muka dan bagian tubuh yang lain. Banyak orang yang
menderita in&eksi cacar air mengalami demam dan merasa kurang sehat dan mungkin merasa
gatal sekali. Siapapun yang belum pernah menderita cacar air dapat terangkit. Siapapun yang
pernah menderita cacar air dianggap kebal dan tidak memerlukan vaksin. Sekitar <#. dari
masyarakat menderita in&eksi cacar air sebelum usia 13 tahun.
3
Setelah menyembuhkan cacar air, virus varicella zoster tidak hilang dari tubuh.
Sebaliknya virus tersebut berpindah ke akar sara& berbaring di dalam keadaan tidak akti&.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 3
:amun, dalam sekitar 1$ persen orang yang telah terkena cacar air, mengakti&kan kembali
virus itu sendiri dan mulai melakukan peralanan di sepanang alur sara& pada permukaan
kulit ini. /etika virus mencapai permukaan, orang-orang mendapatkan penyakit yang dikenal
sebagai herpes zoster.
/ebanyakan bayi yang kebal terhadap virus varicella zoster karena mereka menerima
antibodi dalam rahim dan lagi melalui (S0. :amun, dalam kasus yang arang teradi, bayi
melakukan mengembangkan cacar air dan ini bisa sangat berbahaya. Bayi yang cenderung
mendapat cacar air sebelum usia satu lebih mungkin untuk mendapatkan masa kanak-kanak
herpes zoster.
:ama alternati& untuk varicella zoster virus adalah virus cacar air, varicella virus zoster
virus dan virus herpes manusia ,ype =. (da dikenal obat untuk virus, tetapi serangan cacar air
dapat dicegah melalui vaksinasi.
2.2 Anamnesis
(namnesis merupakan kemampuan untuk mengingat peristi!a masa lalu' ingatan atau
searah kasus pasien. %imulai dengan pertanyaan-pertanyaan seperti data biogra&i pasien,
ri!ayat kesehatan masa lalu, dan ri!ayat kesehatan keluarga. %ilakukan secara
autoanamnesis>alloanamnesis
%itanyakan "
? %atang dengan keluhan apa.
? +i!ayat penyakit
? Penggunaan obat-obatan untuk penyakit yang dideritanya atau penyakit lain
? Penyakit yang diderita oleh ahli keluarga pasien
? %ata imunisasi
? /emungkinan sumber in&eksi
(namnesis tidak perlu dilakukan dengan terperinci tapi dapat dilakukan lebih terarah
kepada diagnosis banding setelah dan se!aktu inspeksi.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 4
Pemeriksaan
Pemeriksaan @isik "
Aeneralisata" Bengukur tanda vital seperti tekanan darah, suhu kulit, ukuran nadi dan
perna&asan.
Lokalisata"
malihat6inspeksi7,menggunakan seluruh telapak tangan dan ari, kiri dan kanan
dengan maksud meraba6palpasi7 dan merasakan dan menggunakan kedua mata untuk
melihat pemeriksaan pada kulit
Inspeksi
a. Cygiene kulit" Penilaian atas kebersihan yang merupakan petunuk umum atas
kesehatan seseorang.
b. /elainan-kelainan yang bisa nampak pada inspeksi " !arna, tonolan, luka,
perdarahan.
c. elaskan !arna kulit"
d. Lokalisasi
e. Bentuk, ukuran, penyebaran,batas dan e&lorensi yang khusus
Palpasi
%irasakan kehangatan kulit, 6dingin-hangat-demam7, kemudian kelembabannya,
pasien dehidrasi terasa kering dan pasien hipertyroidisme berkeringat terlalu banyak.
,e2ture kulit "halus, lunak, lentur 6kulit normal7
,urgor"%inilai pada kulit perut dengan cubitan ringan. Bila lambat kembali ke
keadaan semula, menunukkan turgor turun pada pasien dehidrasi.
1dema" terkumpulnya cairan tubuh diaringan tubuh lebih daripada umlah
semestinya.
,anda-tanda radang
PBL Blok 15 Skin & Integumen 5
Pemeriksaan Laboratorium "
Studi Laboratorium tidak diperlukan untuk diagnosis karena varicella secara klinis
elas.
1
Sebagian besar anak dengan varicella memiliki leukopenia dalam = hari pertama, diikuti
dengan leukositosis. Leukositosis mungkin menandakan adanya in&eksi bakteri sekunder
tetapi bukan merupakan suatu tanda yang dapat diandalkan. /ebanyakan anak dengan
in&eksi bakteri sekunder yang signi&ikan tidak memiliki leukositosis.
0munohistokimia dari pe!arnaan korekan lesi kulit dapat memastikan varisela.
o
Prosedur ini berguna untuk pasien berisiko tinggi yang memerlukan kon&irmasi cepat.
o
Pearnaan !zanck melibatkan kerokan dasar lesi 6atau vesikel7 dan kemudian
membuat sediaan hapus yang di!arnai dengan Aiemsa untuk %engan menggunakan
mikroskop cahaya akan diumpai multinucleated giant cells.
o
Pemeriksaan " sensiti&mya sekitar -D.
o
:amun, prosedur ini tidak cukup sensiti& atau spesi&ik untuk varicella dan harus
diganti dengan pe!arnaan imunohistokimia yang lebih spesi&ik dari kerokan tersebut,
ika tersedia.
=
Penelitian serologi meliputi"
o
Serologi terutama digunakan untuk mengkon&irmasi in&eksi masa lalu untuk menilai
status kerentanan pasien. 0ni akan membantu menentukan persyaratan pengobatan
pencegahan untuk remaa atau orang de!asa yang telah terkena varicella.
o
%i antara banyak penelitian serologis, yang paling sensiti& adalah Indirect Fluorescent
Antibody 60@(7, Fluorescent Antibody to Membrane Antigen 6@(B(7, Neutraliation
!est 6:,7, and "adioimmunoassay 6+0(7. ,es-tes ini membutuhkan !aktu maupun
peralatan khusus yang membuatnya tidak cocok untuk penggunaan rutin.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 6
o
Late# Agglutination 6L(7 yang tersedia secara komersial dan $nyme%Linked
Immunosorbent Assay 61L0S(7 sensiti& dan cepat. Beskipun ui &iksasi komplemen
sering digunakan, kepekaannya 6sensiti&itas7 rendah.
Pemeriksaan Polymerase 8hain +eaction 6P8+7 dari kerokan kulit cepat dan sensiti&. ,es
ini menggantikan metode-metode lain dengan lebih banyak tersedianya peralatan-
peralatan tersebut.
(nak-anak dengan suhu tinggi dan tanda-tanda perna&asan seharusnya menalani
radiogra&i dada 6thora27 untuk mengkon&irmasi atau menyingkirkan adanya pneumonia.
,es lain berikut ini mungkin diindikasikan"
- Pungsi lumbal 4 (nak-anak dengan tanda-tanda neurologis seharusnya mengui
cerebrospinal &luid 68S@7. 8S@ pasien dengan varicella ense&alitis mungkin memiliki
sedikit atau sebanyak 1$$ sel yang polymorphonuclear atau mononuklear, tergantung
pada !aktu pungsi lumbal.
- /adar glukosa
- /adar protein
2." #pidemiolo$i
,ersebar kosmoplit, menyerang terutama anak-anak, tetapi dapat uga menyerang orang
de!asa. ,ransmisi penyakit ini secara aerogen. Basa penularannya lebih kurang < hari
dihitung dari timbulnya geala kulit.
=
Sering teradi pada musim dingin dan di permulaan
musim semi. Penyebaran lebih muda berlaku di iklim tropis . 0nsiden terbanyak varisela
teradi pada usia 1-E tahun dan hanya teradi 1$. pada usia lebih dari 1D tahun. Pada usia 1-
1D tahun angka mortalitas varisela adalah 3 per 1$$.$$$ kasus. (ngka mortalitas pada anak
dengan immunocompromised lebih besar. /eadian varisela dapat menadi lebih berat pada
neonatus, tergantung periode in&eksi pada ibu.
2.% #tiolo$i
Varisela merupakan penyakit in&eksi akut, disebabkan oleh varicella zoster virus
6VFV7. Varicella Foster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes zoster. /ontak
pertama dengan virus ini akan menyebabkan varicella, oleh karena itu varicella dikatakan
PBL Blok 15 Skin & Integumen 7
in&eksi akut primer, sedangkan bila penderita varicella sembuh atau dalam bentuk laten dan
kemudian teradi serangan kembali maka yang akan muncul adalah Cerpes Foster.
VFV adalah virus %:( yang tergolong dalam group herpesvirus, sub&amily
(lphaherpesvirinae, dengan diameter kira-kira 1#$ 4 3$$ nm. VFV mempunyai %:(
sekuens sendiri dan amplop glikoprotein. 0nti virus disebut capsid yang berbentuk
icosahedral, terdiri dari protein dan %:( yang mempunyai rantai ganda yaitu rantai pendek
6S7 dan rantai panang 6L7 dan merupakan suatu garis dengan berat molekul 1$$ uta dan
disusun dari 1E3 capsomer. Lapisan ini bersi&at in&eksius. VFV sulit diisolasikan pada kultur
sel dan tumbuh paling baik tetapi lambat pada human diploid &ibroblast cells.
D
2.& Pato'isiolo$i
Varicella primer disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang merupakan herpes virus.
Penyebaran dapat melalui sekresi lendir perna&asan ke saluran na&as, ataupun kontak dengan
kulit penderita langsung.
0n&eksi paling a!al teradi pada konungtiva atau mukosa saluran perna&asan bagian
atas . Virus varicella-zoster masuk ke dalam tubuh manusia melalui sistem pernapasan dan
berkoloni di saluran pernapasan bagian atas. Virus ini a!alnya bereplikasi dalam kelenar
getah bening regional selama 34D hari' D-E hari setelah inokulasi, viremia primer
menyebarkan virus ke sel retikuloendotelial di limpa, hati, dan di tempat lain melalui darah.
%i tempat-tempat tersebut virus akan bereplikasi.
1
Setelah satu minggu, viremia sekunder menyebarkan virus ke visera dan kulit 61D-1E
hari setelah pemaparan virus7, yang pada akhirnya menimbulkan lesi kulit yang khas.
Viremia ini uga menyebarkan virus ke situs-situs pernapasan dan bertanggung a!ab atas
penularan varicella sebelum munculnya ruam. Beberapa kondisi berat yang mungkin teradi
adalah in&eksi di otak 6SSP7, hati dan paru-paru yang dapat teradi pada saat viremia sekunder
berlangsung.
Basa inkubasi virus selama 1$431 hari, penderita dapat menularkan seak 143 hari
sebelum kelainan kulit timbul sampai lesi kulit mengering 6#4E hari dari a!al lesi kulit
pertama timbul7. 9alaupun imunitas akan terbentuk setelah in&eksi ini, dari beberapa laporan
ditemukan adanya in&eksi kembali dari virus yang sama.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 8
2.( )e*ala +linis
Basa inkubasi penyakit ini
berlangsung 1D sampai 31 hari. Aeala
klinis mulai geala prodromal, yakni
demam yang tidak terlalu tinggi, malaise
dan nyeri kepala, kemudian disusul
timbulnya erupsi kulit berupa papul
eritematosa yang dalam !aktu beberapa
am berubah menadi vesikel. Bentuk
vesikel ini khas berupa teteasan embun
6tear dro&s7. Vesikel akan berubah menadi pustul dan kemudian menadi krusta. Sementara
proses ini berlangsung, timbul lagi vesikel-vesikel yang baru sehingga menimbulkan
gambaran polimor&i.
=,#
Penyebaran terutama di daerah badan dan kemudian menyebas secara sentri&ugal ke
muka dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut dan saluran napas
bagian atas. Gika terdapat in&eksi sekunder terdapat pembesaran kelenar getah bening
regional. Penyakit ini biasanya disertai gatal.
/omplikasi pada anak-anak umumnya arang timbul dan lebih sering pada orang
de!asa, berupa ense&alitis, pneumonia, glomerulone&ritis, kerditis, hepatitis, keratitis,
konungtivitis, otitis, arteritis, dan kelainan darah 6beberapa macam purpura7
0n&eksi yang timbul pada trimester pertama kehamilan dapat menimbulkan kelainan
kongenital, sedangkan in&eksi yang teradi beberapa hari menelang kelahiran dapat
menyebabkan varisela kongenital pada neonatus.
Aeala dapat dilihat sebagai berikut"
,tadium Prodromal
1D-1# masa inkubasi
sakit kepala
demam ringan
PBL Blok 15 Skin & Integumen 9
pilek
lesu
lemah
cepat merasa lelah
rasa tidak enak badan
demam, menggigil
nyeri punggung
batuk, dan sakit tenggorokan,nyeri sendi.
,tadium #rupsi
beberapa hari kemudian timbul ruam kemerahan ukuran kecil. 1rupsi kulit berupa papula
eritematosa dan papula berubah menadi vesikel berisi cairan 5 berdinding tipis.
%emam
%emam biasanya pada tingkat yang rendah 6=<,--=-,)H87 tetapi mungkin setinggi
D1H8.
Pada anak-anak sehat, demam biasanya mereda dalam !aktu D hari.
%emam berkepanangan seharusnya menimbulkan kecurigaan komplikasi atau
imunode&isiensi.
2.- .orkin$ /ia$nosis
9orking diagnosis dari skenario tersebut adalah varicellaberdasarkan beberapa geala
,anda pertama penyakit " gatal dan munculnya vesikel,pertama kali
biasanya di badan,kulit kepala, atau muka.+uam ini kemudian
menyebar ke ekstremitas. Lesi vesikel,ukuran beberapa mm,bersi&at
PBL Blok 15 Skin & Integumen 10
super&icial dan mudah robek./emudian dalam peralanan dapat ditemukan dasar eritema
yang mengelilingi vesikel.
/i''erential /io$nosis
a. Variola
,erdapat nyeri kepala, nyeri tulang dan sendi, disertai
demam tinggi, menggigil, lemas dan muntah-muntah, yang
berlangsung selama =-D hari. ,imbul makula-makula
eritematosa yang cepat menadi papul-papul, terutama di
muka dan ekstremitas, termasuk telapak tangan dan telapak
kaki. Suhu tubuh normal kembali. %alam !aktu #-1$ hari
timbul vesikel-vesikel yang kemudian yang kemudian
menadi pustul-pustul dan pada saat ini suhu tubuh meningkat
kembali. ,imbul krust-krusta dalam 3 minggu mendatang dan suhu tubuh mulai menurun.
/emudian krusta-krusta terlepas dan meninggalkan sikatriks-sikatriks yang atro&i.
Varicella Variola
. Penderita mulai sakit antara hari ke
1D-31 sesudah kontak erat dengan
penderita cacar air
Penderita mulai sakit antara hari ke <-
1< sesudah kontak erat dengan
penderita cacar.
Penderita umumnya tidak
menunukkan geala apa-apa sebelum
kelainan kulit 6rash7 timbul.
. 3-D hari sebelum rash penderita
biasanya demam dan merasa lemah.
/elainan biasanya tidak terdapat
ditelapak tangan dan kaki
/elainan kulit 6macula 4 papula dan
lain-lain7 lebih banyak terdapat di
muka, tangan dan kaki.
. /eropeng biasanya terbentuk antara
hari ke D-< sesudah rash.
/eopeng biasanya terbentuk antara
hari ke 1$-1D sesudah rash.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 11
/eropeng mulai terlepas dalam !aktu
1D hari sesudah rash..
/eripeng mulai terlepas dalam !aktu
1D-3- hari sesudah rash
b. Cerpes Foster
Cerpes Foster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
varisela zoster yang memberikan gambaran ruam pada kulit. +uam ini kemudian akan
berkembang seperti cacar dan memang kelainan kulit ini menimbulkan rasa nyeri. Cerpes
zoster biasanya teradi akibat reaktivasi virus varisela zoster. Gadi, seseorang yang sudah
sembuh dari varisela 6cacar air7 dapat mengalami herpes zoster. Pada cacar air, kelainan dapat
mengenai seluruh badan, sedangkan pada herpes zoster kelainan sesuai dengan persara&an
sehingga hanya bagian tertentu yang mendapat persara&an tersebut yang mengalami kelainan.
/arena itu, biasanya kelainan terbatas pada daerah tertentu dan hanya separuh badan.
(rtinya, kelainan tersebut hanya pada bagian kanan atau kiri badan saa. Bemang pada
kekebalan tubuh yang amat menurun kelainan dapat meluas, bahkan dapat menyeberang pada
bagian tubuh lain karena persara&an yang diserang dapat lebih dari satu 6multi&le7. Aeala
khas herpes zoster berupa ruam vesikuler 6berair7 dengan penyebaran unilateral, tersebar
terbatas pada 1-= dermatom. %aerah yang paling sering terkena adalah daerah dada dan
lengan meski daerah lain uga dapat terkena, seperti muka. Gika herpes zoster menyerang
muka dan melibatkan mata, rasa nyeri dapat dibayangkan akan semakin hebat. Bahkan, kalau
kelainan mata tak ditangani dengan baik, hal itu berpotensi menimbulkan kebutaan.
c. 0mpetigo Vesikobulosa
0mpetigo adalah in&eksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Penyebabnya bisa
dari bakteriStaphylococcus aureus atau Streptococcus hemolitikus B grup (, atau bahkan
gabungan dari keduanya.0mpetigo adalah in&eksi kulit yang sering teradi pada anak-anak usia
3-# tahun, biasanya menyerang kulitbagian atas 6epidermis super&isial7. Penyakit ini terdiri
dari dua enis, yaitu impetigo krustosa 6tanpagelembung cairan, dengan
krusta>keropeng>koreng7 dan impetigo bulosa 6dengan gelembung berisicairan7.0mpetigo
PBL Blok 15 Skin & Integumen 12
vesikobulosa adalah bentuk impetigo dengan geala utama berupa lepuhan berisi
cairankekuningan dengan dinding tegang terkadang tampak hipopion ika pecah akan timbul
krusta. Penyebabutamanya adalah Sta&ilokokus aureus. @aktor-&aktor yang mempengaruhinya
adalah daerah 6tropisdengan udara panas7, musim 6musim panas dengan banyak debu7,
kebersihan yang kurang, gizi 6lebih keanak yang kurang gizi dan anemia7, lingkungan
6kotor7.Benurut histopatologinya, tampak vesikel yang berisi leukosit pada epidermis dan
pada dermis tampak sebukan sel radang ringan dan pelebaran pembuluh darah.
d. %ermatitis herpeti&ormis 6%C7
%istribusi penyakit dermatitis herpeti&ormis umumnya simetris dan lokasinya lebih
sering di siku, lengan, punggung, bokong dan lutut dan kadang-kadang bisa uga pada kulit
kepala. %aerah yang biasa uga diumpai adalah lesi primer pleormor&ik, dengan plak
urtikaria, papul, dan vesikel. Papulovesikel Iherpeti&ormisJ dengan dasar yang eritematous
merupakan karekteristik dari penyakit ini. Lesi a!al dari %C adalah papul eritematous, plak
urtikaria atau lebih sering dengan bentuk vesikel yang berkelompok yang muncul pada
beberapa tempat, bisa uga lesinya muncul tidak berkelompok. Bentuk vesikel lebih sering
ditemukan pada telapak tangan, bisa disertai dengan perdarahan. Gika berlangsung lama akan
disertai hiperpigmentasi atau hipopigmentasi. Pasien bisa datang hanya dengan lesi krusta,
ika lesi-lesi primer sudah tidak muncul lagi atau hilang. Aeala klinis %C sangat bervariasi
mulai dari rasa sensasi terbakar yang berat dan gatal yang sangat hebat.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 13
2.0 Penatalaksanaan
Peraatan 1edis
Bengelola pruritus pada pasien dengan varicella dengan cara kompres dingin dan
mandi biasa. Bencegah agar tidak menggaruk bekas luka. Bemotong kuku anak dan
mengenakan sarung tangan pada anak saat tidur agar dapat mengurangi menggaruk.
+onsultasi
/onsultasikan dengan spesialis penyakit menular dalam situasi berikut"
Progresi& atau varicella yang parah
/omplikasi berat 6misalnya, ense&alitis, pneumonia7
Superin&eksi streptokokus, yang dapat berkembang dengan cepat menadi Necrotiing
Fasciitis dan!o#ic S'ock Syndrome
(nak-anak yang mengalami komplikasi varicella yang parah dan mengancam kehidupan
mungkin memerlukan ra!at inap di 08*.
/iet
Beritahulah orang tua untuk memberikan diet penuh dan tidak terbatas terhadap anak.
Beberapa anak dengan varicella mengalami na&su makan yang berkurang dan harus
diperhatikan agar mendapatkan cairan yang cukup untuk mempertahankan hidrasi. Cidrasi
yang memadai penting ika anak tersebut diberikan asiklovir, karena obat dapat mengkristal
di tubulus ginal ika diberikan kepada individu yang mengalami dehidrasi.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 14
Pen$obatan
Pengobatan bersi&at simtomatik dengan antipiretik dan analgesik, untuk
menghilangkan rasa gatal dapat diberikan sedativa. (cetaminophen adalah obat yang paling
aman digunakan untuk tuuan antipiretik. %osis acetaminophen untuk anak adalah 1$-1#
mg>kg setiap D-Eam untuk demam, dan tidak melebihi E$ mg>kg>hari. Penggunaan salisilat
untuk varicella berkaitan dengan sindrom +eye, sehingga dokter tidak pernah meresepkan
obat ini. ;bat anti-in&lamasi nonsteroid 6:S(0%s7 telah dicurigai menekan &ungsi kekebalan
tubuh dan membantu memperburuk in&eksi pada pasien yang terin&eksi streptokokus grup (
invasi&.
1
Pengobatan lokal dapat diberikan bedak yang ditambah dengan zat anti gatal 6mentol,
kam&ora7 untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini serta menghilangkan rasa gatal. Gika
timbul in&eksi sekunder atau varicella pada anak yang immunocompromised dapat diberikat
antibiotika berupa salap dan oral. %apat pula diberikan obat-obat antivirus. (siklovir adalah
obat pilihan untuk situasi-situasi tersebut, dengan dosis -$mg>kgBB>hari dibagi dalam D-
#dosis selama # hari secara intravena, tidak melebihi =3$$mg>hari. Pada penderita
immunocompromised asiklovir diberikan # 2 -$$mg>hari selama < hari.
1,<
;bat lainnya
adalah &amsiklovir 6tidak disetuui untuk anak-anak7 dan @oscarnet. VF0A dapat mencegah
atau meringankan varicella, diberikan intramuskular dalm D hari setelah terpaan. Pada
mulut dapat digunakan eklisir di&enhidramin dicampur 1" 1 dengan aluminium hidroksi
magnesium>lidokain kental dikumur dan dibuang.
Pence$ahan
Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 13-1- bulan. /epada yang
belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air 5 memiliki resiko tinggi mengalami
komplikasi 6penderita gangguan sistem imun7, bisa diberikan immunoglobulin zoster atau
immunoglobulin varicella-zoster. (nak>de!asa diatas 1= tahun yang belum pernah terkena
cacar air mendapat 3 kali suntikan varicella dengan arak D -- minggu. Vaksin varicella
diberikan setidaknya D minggu sebelum hamil 6 semakin auh semakin aman7 Gadi ada
baiknya 13 minggu sebelum hamil. ,idak berkontak langsung dengan orang yang mengalami
penyakit varisella yaitu dengan mengisolasi karena penyakit ini menular. Serta memelihara
kebersihan setempat, tempat tinggal, makanan dan minuman.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 15
2.2 Pro$nosis
Prognosis variella adalah dubia. %engan pera!atan teliti dan memperhatikan higiene
akan memberikan prognosis yang baik dan aringan parut yang timbul akan menadi sedikit.
(nak sehat dengan kasus varicella mempunyai prognosis yang sangta baik (nak-anak yang
immunocompromise mempunyai resiko yang lebih besar untuk menadi parah dan
meninggal. Pada neonatus dan anak yang menderita leukimia, immunode&isiensi, sering
menimbulkan komplikasi atau resiko penyakit berat dan angka kematian yang meningkat.
(ngka kematian pada penderita yang mendapatkan pengobatan immunosupresi& tanpa
mendapatkan vaksinasi dan pengobatan antivirus antar < 4 3<. dan sebagian besar penyebab
kematian adalah akibat komplikasi pneumonitis dan ense&alitis. ,ingkat kematian 6mortalitas7
varicella neonatal dapat mencapai =$.. Sebuah episode varicella memberikan kekebalan.
1pisode kedua ini sangat arang.
1,-
BAB III
+esimpulan
Berdasarkan skenario yang di dapat laki-laki tersebut menderita penyakit Varicella.
/a'tar Pustaka
1. Behta P. Varicella. (pril 13, 3$1$ Kcited (pril =$, 3$1$L (vailable &rom *+L"
http">>emedicine.medscape.com>article>)E)<<=-overvie!
3. Victoria Cuman Services. 8hickenpo2 6varicella7. Bay 3$$# Kcited Bay 1, 3$1$L
(vailable &rom *+L"
http">>health.vic.gov.au>MMdata>assets>pd&M&ile>$$$3>1$1$>chicpo2Mindonesian.pd&
PBL Blok 15 Skin & Integumen 16
=. Candoko +P. Varicella. 0n" %uanda (, Camzah B, (lsah S editors. 0lmu Penyakit /ulit
dan /elamin. #th ed. @akultas /edokteran *niversitas 0ndonesia'3$$).p.11#-E.
D. +ampengan ,C. Varicella. Penyakit 0n&eksi ,ropik Pada (nak. Gakarta" Penerbit Buku
/edokteran 1A8'3$$#.
#. +udolph (B. Varicella 6cacar air7. 0n" 9ahab S(, Sugiarto editors. Buku (ar Pediatri
+udolph. Gakarta" Penerbit Buku /edokteran 1A8'3$$.p.11<3.
E. 0n&luenza. 3$$E Kcited Bay D, 3$1$L (vailable &rom *+L"
http">>medicastore.com>penyakit>=3>0n&luenza.html
<. Siregar +S. Varisela. 0n" Cartanto C editor. (tlas Ber!arna Saripati Penyakit /ulit. 3nd
ed.Gakarta" Penerbit Buku /edokteran 1A8'3$$D.p.--.
-. Schachner L. Varicella. 0n" Pediatric %ermatology. =rd ed. Bosby' 3$$=.
PBL Blok 15 Skin & Integumen 17