You are on page 1of 28

[Type the document title]

BAB I
PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kelarutan atau solubilitas adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu,
zat terlarut (solute), untuk larut dalam suatu pelarut (solvent). Kelarutan
dinyatakan dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu
pelarut pada kesetimbangan. Larutan hasil disebut larutan jenuh. Zat-zat
tertentu dapat larut dengan perbandingan apapun terhadap suatu pelarut.
Contohnya adalah etanol di dalam air. i!at ini lebih dalam bahasa "nggris
lebih tepatnya disebut miscible. #elarut umumnya merupakan suatu $airan
yang dapat berupa zat murni ataupun $ampuran. Zat yang terlarut, dapat
berupa gas, $airan lain, atau padat. Kelarutan bervariasi dari selalu larut
seperti etanol dalam air, hingga sulit terlarut, seperti perak klorida dalam air.
"stilah %tak larut% (insoluble) sering diterapkan pada senya&a yang sulit larut,
&alaupun sebenarnya hanya ada sangat sedikit kasus yang benar-benar tidak
ada bahan yang terlarut. 'alam beberapa kondisi, titik kesetimbangan
kelarutan dapat dilampaui untuk menghasilkan suatu larutan yang disebut
le&at jenuh (supersaturated) yang metastabil ((tkins, )**+ ).
uatu zat dapat melarut dalam pelarut tertentu, tetapi jumlahnya selalu
terbatas, batas itu disebut kelarutan. Kelarutan adalah jumlah zat terlarut yang
dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu sampai membentuk
larutan jenuh (,steien, -../).
B. Maksud Praktikum
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
(dapun maksud dari praktikum ini adalah menentukan kelarutan zat se$ara
kuantitat! berdasarkan !aktor-!aktor yang mempengaruhi kelarutan zuatu zat.
C. Tujuan Praktikum
(dapun tujuan dari praktikum ini adalah menentukan kelarutan suatu zat
se$ara kuantati!, menerapkan !aktor-!aktor yang mempengaruhi kelarutan suatu
zat, dan menjelaskan usaha-usaha yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan
suatu zat akti! dalam pembuatan sediaan $air.
D. Prinsip Praktikum
#enentuan kadar asam salisilat berdasarkan pengaruh pelarut $ampur,
penambahan t&een 0. sebagai sur!aktan dengan konstrasi yang berbeda-beda dan
pengaruh ph terhadap kelarutan suatu zat dgn nilai p1 2 dan +.
BAB II
TINJAUAN PUTA!A
A. Te"ri Umum
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
Larutan adalah suatu sistem homogen yang se$ara kimia dan !isika terdiri
dari dua atau lebih substansi. Larutan merupakan sistem !armasi, preparat $air
yang mengandung satu atau lebih zat terlarut dan dimana metode
pembuatannya tidak menggunakan metode persiapan atau bahan terklasi!ikasi
dalam kategori lainnya (#arrot,)*+)).
Kelarutan merupakan salah satu si!at !isikokimia yang penting untuk
diperhatikan pada tahap pre!ormulasi sebelum mem!ormula bahan obat
menjadi sediaan. 3eberapa metode dapat digunakan untuk meningkatkan
kelarutan obat, antara lain melalui pembentukan garam, perubahan struktur
internal Kristal (polimor!i) atau penambahan suatu zat penolong,misalnya
bahan pengompleks, sur!aktan dan kosolven (4alko&sky, )*0)).
#enambahan sur!aktan dalam larutan akan menyebabkan turunnya
tegangan permukaan larutan. etelah men$apai konsentrasi tertentu, tegangan
permukaan akan konstan &alaupun konsentrasi sur!aktan ditingkatkan. 3ila
sur!aktan ditambahkan melebihi konsentrasi ini maka sur!aktan mengagregasi
membentuk misel. Konsentrasi terbentuknya misel ini disebut Critical
Micelle Concentration (C5C). 6egangan permukaan akan menurun hingga
C5C ter$apai. etelah C5C ter$apai, tegangan permukaan akan konstan
yang menunjukkan bah&a antar muka menjadi jenuh dan terbentuk misel
yang berada dalam keseimbangan dinamis dengan monomernya (7ennaro,
)**0).
#ada umumnya, kelarutan kebanyakan zat padat dan zat $air dalam
solven $air bertambah dengan naiknya temperatur. #roses larut untuk gas
dalam zat $air hampir selalu bersi!at eksotermik, sebab partikel-partikel solut
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
telah terpisah satu sama lain dan e!ek panas yang dominan akan timbul akibat
solvasi yang terjadi bilamana gas larut. Kaidah Le Chatelier meramalkan
bah&a kenaikan temperatur akan mengakibatkan perubahan endotermik, yang
untuk gas terjadi bilamana ia meninggalkan larutan. 8leh karen itu, gas-gas
menjadi kurang larut jika temperatur zat $air di mana gas dilarutkan menjadi
lebih tinggi. ebagai $ontoh, mendidihkan air. 7elembung-gelembung ke$il
tampak pada permukaan pan$i sebelum pendidihan terjadi. 7elembung-
gelembung tersebut mengandung udara yang diusir dari larutan jika air
menjadi panas. Kita juga menggunakan kelakukan kelarutan gas yang umum
bilamana kita menyimpan botol yang berisi minuman yang diberi C8
-
dalam
almari es dalam keadaan terbuka. Cairan tersebut akan menahan C8
-
yang
terlarut lebih lama bilamana ia dijaga tetap dingin, sebab C8
-
lebih larut pada
temperatur-temperatur rendah. Contoh lain adalah gas-gas yang terlarut dalam
air mengalir dalam telaga-telaga dan dalam sungai-sungai. Kadar oksigen
yang terlarut, berkurang dalam bulan-bulan dimusim panas, dibanding dengan
kadar oksigen selama musim dingin (5oe$htar, )*0*).
(ksi pelarut dari $airan nonpolar, seperti hidrokarbon berbeda denga zat
polar. #elarut non polar tidak dapat mengurangi gaya tarik-menarik antara
ion-ion elektrolit lemah dan kuat, karena tetapan dilektrtik pelarut yang
rendah.edangkan pelarut polar dapat melarutkan zat terlarut nonpolar
dengan tekanan yang sama melalui inter aski dipole induksi (5artin, )**.).
Kelarutan suatu bahan dalam suatu pelarut tertentu menunjukkan
konsentrasi maksimum larutan yang dapat dibuat dari bahan dan pelarut
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
tersebut. 3ila suatu pelarut pada suhu tertentu melarutkan semua zat terlarut
sampai batas daya melarutkannya, larutan ini disebut larutan jenuh. (gar
supaya diperhatikan berbagai akan kemungkinan kelarutan diantara dua
ma$am bahan kimia yang menentukan jumlah masing-masing yang
diperlukan untuk membuat larutan jenuh, disebutkan dua $ontoh bahan
sediaan resmi larutan jenuh dalam air, yaitu larutan 6ropikal Kalsium
1idroksida, 9# (Cal$ium 1ydro:ide 6ropi$al olution, 9#), dan larutan
8ral Kalium "odida, 9# (#otasium "odide olution, 9#) ((nsel, )*0*).
5enurut metode kelarutan, sejumlah besar obat ditempatkan dalam
&adah yang tertutup baik, bersama-sama dengan larutan zat pengompleks
dalam berbagai konsentrasi dan botol diko$ok dalam bak pada temperatur
konstan sampai ter$apai kesetimbangan. Cairan supernatan dalam porsi yang
$ukup diambil dan dianalisis (5artin, )**.).
Kelarutan suatu senya&a bergantung pada si!at !isika dan kimia zat
terlarut dan pelarut, juga bergantung pada !aktor temperatur, tekanan, p1
larutan dan untuk jumlah yang lebih ke$il, bergantung pada hal terbaginya zat
terlarut. Kelarutan obat dapat dinyatakan dalam beberapa $ara. 5enurut 9.
#harma$opeia dan ;ational <ormulary, kelarutan obat adalah jumlah ml
pelarut di mana akan larut dalam ) gram zat terlarut. Kelarutan dinyatakan
dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut pada
kesetimbangan. Larutan hasil disebut larutan jenuh. Zat-zat tertentu dapat
larut dengan perbandingan apapun terhadap suatu pelarut. Contohnya adalah
etanol di dalam air. #elarut umumnya merupakan suatu $airan yang dapat
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
berupa zat murni ataupun $ampuran. Zat yang terlarut, dapat berupa gas,
$airan lain, atau padat. Kelarutan bervariasi dari selalu larut seperti etanol
dalam air, hingga sulit terlarut, seperti perak klorida dalam air. "stilah =tak
larut> (insoluble) sering diterapkan pada senya&a yang sulit larut, &alaupun
sebenarnya hanya ada sangat sedikit kasus yang benar-benar tidak ada bahan
yang terlarut. 'alam beberapa kondisi, titik kesetimbangan kelarutan dapat
dilampaui untuk menghasilkan suatu larutan yang disebut le&at jenuh
(supersaturated) yang menstabil (5artin,)**.).
#eribahasa sederhana like dissolves like sekarang dapat disusun kembali
dengan menyatakan bah&a kelarutan suatu zat pada umumnya dapat
diperkirakan hanya dalam $ara kualitati!, setelah mempertimbangkan hal-hal
seperti polaritas, tetapan dielektrik, asosiasi, solvasi, tekanan dalam, reaksi
asam-basa, dan !aktor-!aktor lainnya. ingkatnya, kelarutan bergantung pada
pengaruh kimia, listrik, stuktur yang menyebabkan interaksi timbal balik
antara zat terlarut dan pelarut (5artin,)**.).
<aktor-!aktor yang mempengaruhi kelarutan (5artin, )**.) ?
a. i!at dari solut dan solven
olut yang polar akan larut dalam solven yang polar pula. 5isalnya
garam-garam anorganik larut dalam air. olut yang nonpolar larut dalam
solven yang nonpolar pula. 5isalnya alkaloid basa (umumnya senya&a
organik) larut dalam kloro!orm.
b. Kosolvensi
Kosolvensi adalah peristi&a kenaikan kelarutan suatu zat karena
adanya penambahan pelarut lain atau modi!ikasi pelarut. 5isalnya
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
luminal tidak larut dalam air, tetapi larut dalam $ampuran air dan
gliserin.
$. Kelarutan
Zat yang mudah larut memerlukan sedikit pelarut, sedangkan zat
yang sukar larut memerlukan banyak pelarut. Kelarutan zat anorganik
yang digunakan dalam !armasi umumnya adalah ?
1! 'apat larut dalam air ? emua garam klorida larut, ke$uali (gCl,
#bCl
-,
1g
-
Cl
-
. emua garam nitrat larut ke$uali nitrat basa. emua
garam sul!at larut ke$uali 3a8
@
, #b8
@
, Ca8
@
.
2! 6idak larut dalam air ? emua garam karbonat tidak larut ke$uali
K
-
C8
A
, ;a
-
C8
A
. emua oksida dan hidroksida tidak larut ke$uali
K81, ;a81, 3a8, 3a(81)
-
, semua garam !os!at tidak larut ke$uali
K
A
#8
@
, ;a
A
#8
A
.
d. 6emperatur
Zat padat umumnya bertambah larut bila suhunya dinaikkan, zat
padat tersebut dikatakan bersi!at endoterm, karena pada proses
kelarutannya membutuhkan panas. 3eberapa zat yang lain justru
kenaikan temperatur menyebabkan tidak larut, zat tersebut dikatakan
bersi!at eksoterm, karena pada proses kelarutannya menghasilkan
panas.
e. alting 8ut
alting 8ut adalah peristi&a adanya zat terlarut tertentu yang
mempunyai kelarutan lebih besar dibanding zat utama, akan
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
menyebabkan penurunan kelarutan zat utama atau terbentuknya
endapan karena ada reaksi kimia. Contohnya ? kelarutan minyak atsiri
dalam air akan turun bila ke dalam air tersebut ditambahkan larutan
;aCl jenuh.
!.alting "n
alting in adalah adanya zat terlarut tertentu yang menyebabkan
kelarutan zat utama dalam solven menjadi lebih besar. Contohnya ?
ribo!lavin tidak larut dalam air tetapi larut dalam larutan yang
mengandung ni$otinamida.
g. #embentukan Kompleks
#embentukan kompleks adalah peristi&a terjadinya interaksi antara
senya&a tak larut dengan zat yang larut dengan membentuk garam
kompleks. Contohnya ? iodium larut dalam larutan K" atau ;a" jenuh.
h. Ke$epatan Kelarutan
Ke$epatan kelarutan dipengaruhi oleh ?
1! 9kuran partikel ? makin halus solut, makin ke$il ukuran partikelB
makin luas permukaan solut yang kontak dengan solven, solut
makin $epat larut.
2! uhu ? umumnya kenaikan suhu menambah kenaikan kelarutan
solut.
! #engadukan.
B. Uraian Ba#an
). (Cuadest ( 'itjen #85, )*+* ? *2)
;ama resmi ? (D9( ',6"LL(6(
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
;ama lain ? (ir uling
Eumus 5olekul ? 1
-
8
3erat 5olekul ? )0,.-
Eumus truktur ? 1-8-1
#emerian ? Cairan jernih, tidak ber&arna, tidak berbau dan
tidak mempunyai rasa.
#enyimpanan ? 'alam &adah tertutup rapat.
Kegunaan ? ebagai pelarut.
-. (lkohol ('itjen #85, )*+* ? 2A)
;ama resmi ? (,61(;8L95
;ama lain ? alkoholFetanol 1 1
Eumus 5olekul ? C
-
1
2
8
3erat 5olekul ? @2,..
Eumus truktur ? C1
A
-C1
-
-81
#emerian ? Cair tak ber&arna, jernih, mudah menguap, dan
mudah bergerakB bau khasB rasa panas, mudah
terbakar dengan memberikan nyala biru yang
tidak berasap.
Kelarutan ? angat mudah larut dalam air, dalam kloro!orm p
dan dalam eter p.
#enyimpanan ? 'alam &adah tertutup rapat, terlindung dari
$ahayaB di tempat sejukB jauh dari nyala api.
kegunaan ? ebagai pelarut $ampur.
A. (sam alisilat ('itjen #85, )*+* ? /.)
;ama resmi ? (C"'95 (L"C"L4C95
;ama lain ? (sam alisilat
Eumus 5olekul ? C
+
1
2
8
A
3erat 5olekul ? )A0,)-

Eumus struktur ?
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
#emerian ? 1ablur putih, biasanya berbentuk jarum, halus
atau serbuk halus
Kelarutan ? ukar larut dalam air dan benzene, mudah larut
dalam air mendidih, agak sukar larut dalam
kloro!orm.
#enyimpanan ? 'alam &adah tertutup rapat.
Kegunaan ? ebagai sampel.
@. #ara$etamol ('itjen #85, )*+*)
;ama Eesmi ? (C,6(5";8#1,;95
;ama Lain ? (setamino!en, para$etamol
3erat 5olekul ? )/),)2
Eumus 5olekul ? C01*;8-
Eumus truktur ?
#emerian ?
Kelarutan ?
Kegunaan ? ebagai sampel
/. #ropilenglikol ('itjen #85, )*+* ? +)-)
;ama resmi ? #E8#4L,;7L4C8L95
;ama lain ? #ropilenglikol
Eumus molekul ? C
A
1
0
8
-

3erat molekul ? +2,).
Eumus struktur ?
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
1ablur atau serbuk hablur putih, tidak berbau rasa
pahit
? Larut dalam -+ bagian air, dalam + bagian
etanol (*/G)#, dalam )A bagian bagian aseton
#, dalam @. bagian gliserol
[Type the document title]
#emerian ? Cairan kental, jernih, tidak ber&arna, tidak
berbau, rasa agak manis, higroskopik.
Kelarutan ? angat mudah larut dalam air dan dalam etanol
*/G #, larut dalam kloro!orm p, dan larut dalam
2 bagian eter #.
#enyimpanan ? 'alam &adah tertutup baik.
Kegunaan ? ebagai pelarut $ampur.
2. 6&een 0. ('itjen #85, )**/ ? /2+)
;ama Eesmi ? #8L48E3(695 0.
;ama Lain ? #olisorbat 0.
Eumus molekul ? C
2@
1
)-@
8
-2
Eumus struktur ?
#emerian ? Cairan seperti minyak, jernih ber&arna kuning
muda hingga $oklat muda, bau khas lemah, rasa
pahit, dan hangat.
Kelarutan ? 5udah larut dalam air, lautan tidak berbau dan
praktis tidak ber&arna, larut dalam etanol,
dalam etil asetat, tidak larut dalam minyak
mineral.
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
#enyimpanan ? 'alam &adah tertutup rapat
Kegunaan ? ebagai sur!aktan.
C. Pr"sedur !erja $An"nim% &'()*
(. 5enentukan kelarutan suatu zat se$ara kuantitati!
). 5asukkan ) gram asam salisilat dalam /. mL air dan ko$ok selama
),/ jam dengan strirer, jika ada endapan yang larut selama
pengo$okan tambahkan lagi sejumlah tertentu asam salisilat sampai
diperoleh larutan yang le&at jenuh.
-. aring dan tentukan kadar asam salisilat yang terlarut dalam masing-
masing larutan.
3. #engaruh pelarut $ampur terhadap kelarutan zat
). 3uatlah ).. ml $ampuran bahan pelarut yang tertera pada tabel
diba&ah ini ?
#elarut (ir G (vFv) (lkohol (vFv)
#ropilen glikol
G (vFv)
( 2. . @.
3 2. / A/
C 2. ). A.
' 2. )/ -/
, 2. -. -.
< 2. A. ).
7 2. A/ /
1 2. @. .
-. (mbil /. mL $ampuran pelarut, larutkan asam salisilat sebanyak )
gram kedalam masing-masing $ampuran pelarut.
A. Ko$ok dengan stirrer selama ),/ jam. Hika ada endapan yang larut
selama pengo$okan tambahkan lagi sejumlah tertentu asam salisilat
sampai diperoleh larutan yang jenuh kembali.
@. aring larutan kemudian tentukan kadar asam salisilat yang larut.
/. 3uatlah kurva antara kelarutan asam salisilat dengan harga konstanta
dielektrik bahan pelarut $ampur yang ditambahkan.
C. #engaruh penambahan sur!aktan terhadap kelarutan suatu zat
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
). 3uatlah /. mL larutan t&een 0. dengan konsentrasi .B .,)B .,/B )B /B
).B /.B dan ).. mgF).. mL.
-. 6ambahakan ) gram asam salisilat kedalam masing-masing larutan.
A. Ko$ok larutan dengan strirrer selama ),/ jam. Hika ada endapan yang
larut selama pengo$okan tambahkan lagi sejumlah tertentu asam
salisilat sampai diperoleh larutan yang jenuh kembali.
@. aring larutan kemudian tentukan kadar asam salisilat yang larut.
/. buatlah kurva antara kelarutan asam salisilat dengan konsentrasi
t&een 0. yang digunakan.
2. 6entukan konsentrasi misel kritik (K5K) t&een 0..
'. #engaruh p1 terhadap kelarutan suatu zat
). 3uat ).. mL larutan dapar !os!at dengan p1 @, /, 2, + dan 0.
-. (mbil -/ mL masing-masing larutan lalu tambahkan .,/ gram
natrium diklo!enak kedalamnya.
A. Ko$ok larutan dengan strirrer selama ),/ jam. Hika ada endapan yang
larut selama pengo$okan tambahkan lagi sejumlah tertentu asam
salisilat sampai diperoleh larutan yang jenuh kembali.
@. aring larutan dan tentukan kadar natrium diklo!enak yang terlarut
dalam masing-masing larutan dapar dengan $ara spekro!otometri 9I
pada panjang gelombang -+@--+0 nm. 3ila konsentrasi larutan terlalu
pekat en$erkan dulu dengan larutan dapar yang sesuai.
/. 3uatlah kurva hubungan antara konsentrasi zat yang diperoleh dengan
p1 larutan.
,. Cara penentuan kadar asam salisilat yang terlarut
Kadar asam salisilat yang terlarut dalam masing-masing larutan
ditentukan dengan titrasi sebagai berikut? pipet ). mL larutan zat,
tambahkan kedalamnya A tetes indikator !eno!talein lalu titrasi dengan
;a81 .,) ; sampai timbul &arna merah muda.
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
BAB III
MET+DE !E,JA
A. Alat
(dapun alat yang digunakan pada per$obaan ini adalah $orong, gelas
erlenmeyer -/. mL, gelas kimia /. mL, gelas ukur /. mL, kertas saring, kuvet,
magnetik stirrer, pipet tetes dan spektro!otometer.
B. Ba#an
(dapun bahan yang digunakan pada per$obaan ini adalah alkohol,
aCuadest, asam salisilat, dapar !os!at p1 2, +, parasetamol, propilenglikol, tissue,
dan t&een 0o.
C. Cara !erja
a. 5enentukan kelarutan suatu zat se$ara kuantitati!
'imasukkan ) g asam salisilat dalam /. mL air dan ko$ok selama A.
menit dengan stirrer, jika ada endapan yang larut selama pengo$okan
diambahkan lagi sejumlah asam salisilat sampai diperoleh larutan yang le&at
jenuh. Kemudian disaring dan ditentukan kadar asam salisilat yang terlarut
dalam masing-masing larutan.
b. #engaruh pelarut $ampur terhadap kelarutan zat
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
'ibuat ).. mL $ampuran bahan pelarut dengan perbandingan air ? alkohol
? propilen glikol. 'iambil /. mL $ampuran pelarut, dilarutkan asam salisilat
sebanyak ) g kedalam masing-masing $ampuran pelarut. 'iko$ok larutan
dengan stirrer selama A. menit. Hika ada endapan yang larut selama
pengo$okan ditambahkan lagi sejumlah tertentu asam salisilat sampai
diperoleh larutan yang le&at jenuh. Kemudian disaring larutan dan tentukan
kadar asam salisilat yang larut. 'ibuat kurva antara kelarutan asam salisilat
dengan harga konstanta dielektrik bahan pelarut $ampur yang ditambahkan.
$. #engaruh penambahan sur!aktan terhadap
'ibuat /. mL larutan t&een 0o dengan konsentrasi AG dan @G.
'itambahkan ) g asam salisilat ke dalam masing-masing larutan. 'iko$ok
larutan ddengan stirrer selama A. menit. Hika ada endapan yang larut selama
pengo$okan ditambahkan lagi sejumlah tertentu asam salisilat sampai
diperoleh larutan yang le&at jenuh. Kemudian disaring larutan dan tentukan
kadar asam salisilat yang larut. 'ibuat kurva antara kelarutan asam salisilat
dengan konsentrasi t&een 0o yang digunakan. 'itentukan konsentrasi misel
kritik (K5K) t&een 0o.
d. #engaruh p1 terhadap kelarutan suatu zat
'ibuat ).. ml larutan dapar !os!at dengan p1 @, /, 2, + dan 0.Lalu diambil
-/ ml masing-masing larutan lalu tambahkan .,/ g parasetamol ke dalamnya.
'iko$ok larutan dengan stirrer selama A. menit. Hika ada endapan yang larut
selama pengo$okan ditambahkan lagi sejumlah tertentu asam salisilat sampai
diperoleh larutan yang le&at jenuh. 'isaring larutan dan tentukan kadar
parasetamol yang terlarut dalam masing-masing dalam larutan dapar dengan
$ara spektro!otometri 9I pada panjang gelombang -+@--+0 nm. 3ila
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
konsentrasi larutan terlalu pekat en$erkan dulu dengan larutan dapar yang
sesuai. 'ibuat kurva hubungan antara konsentrasi zat yang diperoleh dengan
p1 larutan.
BAB -
PENUTUP
A. !esimpulan
'ari hasil per$obaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan
bah&a?
). #ada penentuan kelarutan zat se$ara kuantitati!, asam salisilat yang terlarut
sebanyak .,.0+/ g. Hadi kelarutan asam salisilat yaitu /+),@-0/ (ukar Larut).
-. #ada pengaruh pelarut $ampur, semakin tinggi nilai konstanta dielektrik maka
kelarutan zat semakin meningkat, namun yang diperoleh tidak sesuai dengan
teori yaitu dari 2.,)+ B /*,+@ B /*,A.
A. #ada pengaruh penambahan sur!aktan, tidak terbentuk K5K t&een 0. karena
hasil yang diperoleh tidak sesuai teori, dengan menurunnya kelarutan zat
tersebut.
@. Kadar parasetamol yang larut dalam dapar !os!at p1 2 adalah replikasi ) .,@*2
ppm, replikasi - .,@@/, replikasi A .,@+. ppm dan kadar parasetamol yang larut
dalam dapar phospat p1 + adalah replikasi ) .,+/. ppm, replikasi - .,20+ ppm,
replikasi A .,2A2 ppm
B. aran
ebaiknya para praktikan mempersiapkan segala sesuatu yang
berhubungan dengan praktikum (alat, bahan, dan atribut) dengan baik dan tidak
membuat keributan saat berada di dalam laboratorium.
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
BAB I-
HAIL DAN PEMBAHAAN
A. Hasil dan per#itungan
). #entuan Kelarutan se$ara kuantitati!
3agian terlarut dalam /. bagian J /+),@-0/ (ukar Larut)
-. #engaruh pelarut $ampuran terhadap kelarutan
#elarut 3erat sampel a&al (g) 3erat sampel akhir
(g)
7ram zat
terlarut
C ),A.@* ),)0A2 .,)-)A
' ),.-*. .,@0/) .,/@A*
, ),.).* .,@A.@ .,/0./
Konstanta dielektrik (Cuadest J 0.,@
Konstanta dielektrik (lkohol J -A,A
Konstanta dielektrik #ropilenglikol J A@
#elarut C J (C ? (lkohol ? #ropilenglikol
J 2.G ? ).G ? A.G
J (0.,@) ? (-A,A) ? ( A-)
J @0,-@ K -,AA K *,2
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
3erat sampel a&al (g) 3erat sampel akhir
(g)
Iol. larutan (mL) 7ram
zat
terlarut
),.@-A g .,*/@0 g /. mL .,.0+/
[Type the document title]
J 2.,)+
#elarut ' J (C ? (lkohol ? #ropilenglikol
J 2.G ? )/G ? -/G
J (0.,@) ? (-A,A) ? ( A-)
J @0,-@ K A,@*) K 0
J /*,+@
#elarut , J (C ? (lkohol ? #ropilenglikol
J 2.G ? -.G ? -.G
J (0.,@) ? (-A,A) ? ( A-)
J @0,-@ K @,22 K 2,@
J /*,A
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
A. #engaruh penambahan sur!aktan terhadap kelarutan
@. #engaruh p1 terhadap kelarutan suatu zat
#ara$etamol
Konsentrasi ppm (bsorban
A .,-AA
/ .,A2+
+ .,/@)
* .,2*/
)) .,0//
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
Konsentrasi
sur!aktan (G)
3erat ampel
a&al (g)
3erat sampel
akhir (g)
7ram zat terlarut
A G ),.)-0 .,2@)) .,A+)A
@ G ),..2) .,2/A- .,A/-*
/ G ),..-0 .,**-A .,)./
2 G ),./@A .,@/@@ .,/***
[Type the document title]
( J .,.)-
3 J ., .+02
C J .,***
#ersamaan garis lurus
y J a K b:
J -.,.)- K .,.+0:
). p1 2
Eeplikasi ) J .,.-+
: J
J
J
J .,@*2
Eeplikasi - J .,.-A
: J
J
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
J
J .,@@/
Eeplikasi A J .,.-/
: J
J
J
J .,@+.
-. p1 +
Eeplikasi ) J .,.@+
: J
J
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
J
J .,+/.
Eeplikasi - J .,.@-
: J
J
J
J .,20+
Eeplikasi A J .,.A0
: J
J
J
J .,2A2
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
B. Pem.a#asan
Kelarutan suatu zat merupakan !aktor yang sangat penting dalam
suatu proses !ormulasi sediaan obat. Karena ini digunakan untuk
memperkirakan ke$epatan absorpsi obat dan merupakan salah satu $ara
untuk meningkatkan ketersediaan hayati suatu obat di dalam tubuh.
Ketersediaan hayati sangat tergantung dari kemampuan zat tersebut melarut
ke dalam media pelarut sebelum diserap ke dalam tubuh. Kelarutan dalam
besaran kuantitati! sebagai konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh pada
temperatur tertentu dan se$ara kualitati! dide!inisikan sebagai molekuler
homogen. Kelarutan suatu bahan dalam suatu pelarut tertentu menunjukkan
konsentrasi maksimum larutan yang dapat dibuat dari bahan pelarut
tersebut. 1asil dari zat yang tersebut ini disebut larutan jenuh. Larutan le&at
jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi
lebih banyak dari pada yang seharusnya ada pada temperatur tertentu dan
terdapat juga zat terlarut yang tidak larut.
(dapun !aktor yang dapat mempengaruhi kelarutan di samping
konstanta dieletrik pelarut, adapula akibat pengaruh p1, temperatur, jenis
pelarut, bentuk dan ukuran partikel,penambahan zat lain seperti sur!aktan,
serta e!ek garam. emakin ke$il ukuran partikel zat maka akan
memper$epat kelarutan zat itu sendiri. 'an dengan adanya garam justru
dapat mengurangi kelarutan zat tersebut.
#ada praktikum ini digunakan asam salisilat karena asam salisilat
sukar larut dalam air sehingga dapat diketahui bagaimana kelarutan asam
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
salisilat jika dilarutkan dalam air, pelarut $ampur (air ? alkohol?
propilenglikol) dan penambahan sur!aktan (t&een 0.). #roses penyaringan
bertujuan untuk menyaring zat yang tidak terlarut dalam pelarut yang
digunakan. edangkan pengeringan dilakukan agar zat yang diperoleh lebih
murni, bukan berat dari pelarut yang melekat pada kertas saringnya.
. ur!aktan adalah suatu zat yang sering digunakan untuk menaikkan
kelarutan. Kumpulan sur!aktan akan membentuk lapisan monomolekuler.
elanjutnya bila permukaan $airan telah jenuh dengan molekul sur!aktan
maka molekul yang berada dalam $airan membentuk agregat disebut misel.
Konsentrasi saat misel terbentuk disebut Konsentrasi 5isel Kritik (K5K).
6itik K5K adalah titik di mana penambahan sur!aktan tidak lagi
mempengaruhi tegangan permukaan. etelah dilalui titik K5K maka
penambahan sur!aktan berpengaruh terhadap solubilisasi miselar di mana
pada keadaan ini akan terjadi pelarutan spontan zat melalui interaksi misel
dan sur!aktan.
#ada per$obaan pertama yaitu penentuan kadar suatu zat se$ara
kuantitati! yakni menggunakan asam salisillat. 3erat sampel a&al adalah
),.@-A gram, berat sampel akhir setelah penyaringan adalah .,*/@ gram
volume larutan yang digunakan untuk melarutkan adalah /. ml dan asam
salisilat yang terlarut adalah .,.0+/ gram. 'an bagian terlarutnya dalam /.
bagian adalah /+),@-0/ (sukar larut). esuai dengan literatur bah&a asam
salisiat sukar larut dalam air,ditandai dengan adanya endapan.
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
#er$obaan kedua adalah mengetahui pengaruh pelarut $ampur
terhadap kelarutan. enya&a yang digunakan dalam per$obaan ini adalah
asam salisilat. edangkan pelarut yang digunakan merupakan pelarut
$ampur sebanyak ).. ml yang terdiri dari air, alkohol, dan propilen glikol
dengan perbandingan 2.G ? ).G ? A.G. Cairan propelien glikol memiliki
si!at yang lebih kental $airannya dibandingkan air dan alkohol. #ada saat
pen$ampuran ketiga $airan, propilen glikol tidak bisa $epat larut dalam air
jadi harus diperlukan bantuan pengo$okan untuk menghomogenkan ketiga
$ampuran tersebut. (sam slisilat sukar larut pada konstanta dielektrik yang
rendah, pada praktikum hasilnya tidak sesuai. 3erat sampel a&al pada
pelarut C adalah ),A.@* gram, berat sampel akhir adalah ),)0A2 gram dan
gram zat terlarut adalah .,)-)A gram, dan diperoleh konstanta dielektriknya
2.,)+.
'ari per$obaan ini dapat diketahui bah&a kelarutan suatu zat dapat
meningkat apabila digunakan $ampuran pelarut dengan perbandingan yang
tepat. ;amun, jika $ampuran yang digunakan perbandingannya tidak tepat,
kemungkinan kelarutan zat tersebut bisa saja tidak meningkat atau tidak
sesuai dengan yang diharapkan.
#er$obaan ketiga adalah mengetahui bagaimana pengaruh
penambahan sur!aktan terhadap kelarutan. #ada t&een 0o dengan
konsentrasi AG dan @G berat sampel a&alnya adalah ),.)-0 gram dan
),..2) gram, berat sampel akhir adalah .,2@)) gram dan .,2/A- gram dan
zat terlarutnya adalah .,A+)+ gram dan .,A/-* gram. #ada t&een 0o dengan
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
konsentrasi /G dan 2G berat sampel a&alnya ),..-0 gram dan ),./@A
gram, berat sampel akhir adalah .,**-A gram dan .,@/@@ gram, jadi yang
terlarut pada t&een 0o /G adalah .,.)./ gram dan pada t&een 0. 2G
.,/***G. #enambahan sur!aktan dapat menurunkan tegangan antar muka
antara asam salisilat sehingga mempermudah kelarutan, namun pada
konsentrasi misel kritik (K5K) kelarutan asam salisilat menjadi konstan.
edangkan per$obaan yang diperoleh tidak sesuai.
#er$obaan yang terakhir adalah mengetahui pengaruh p1 terhadap
kelarutan. 9ntuk mengukur nilai kelarutan parasetamol dengan p1 2 dan +.
'igunakan larutan dapar !os!at karena larutan dapar merupakan larutan
yang tidak mengalami perubahan p1 &alaupun ditambahkan sedikit asam
maupun sedikit basa sehingga dapat digunakan sebagai pelarut untuk
melarutkan parasetamol. etelah dilakukan per$obaan diperoleh hasil pada
p1 2 replikasi ) J .,@*2, replikasi - J .,@@/, dan replikasi A J .,@+. dan
hasil pada p1 + replikasi ) J .,+/. replikasi - J .,20+ dan replikasi A J
.,2A2. ampel yang digunakan adalah asam salisilat dimana asam salisilat
termasuk senya&a non polar. (sam salisilat sukar larut dalam air. 9ntuk itu
dalam per$obaan ini dilakukan penambahan sur!aktan (t&een 0.) untuk
meningkatkan kelarutan asam salisilat..
Kelarutan asam-asam organik lemah dalam air akan bertambah
dengan naiknya p1. 1al ini disebabkan oleh terbentuknya garam yang
mudah terlarut dalam air. edangkan basa-basa organik pada umumnya
sukar larut dalam air. 3ila p1 diturunkan dengan penambahan asam kuat
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
maka akan terbentuk garam yang mudah larut dalam air. emakin tinggi p1
maka semakin besar pula kelarutan semu pada para$etamol, perubahan p1
berbanding lurus dengan kelarutan semu-nya. #ada hasil per$obaan p1
yang diperoleh sesuai dengan teori yang ada.
Kelarutan dipengaruhi p1 karena adanya reaksi asam basa yang
membuat para$etamol berikatan dengan basa membentuk molekul garam
dan air. 'alam hal ini kedua zat tersebut dapat terionisasi sehingga dapat
mudah larut dalam air.
#engetahuan tentang kelarutan ini sangat penting untuk !armasis
karena dapat membantu memilih medium pelarut yang tidak baik untuk obat
atau kombinasi obat, membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul
pada &aktu pembuatan larutan !armasetis (dibidang !armasi) dan lebih jauh
lagi, dapat bertindak sebagai standar atau uji kemurnian . #engetahuan yang
lebih mendetail mengenai si!at-si!at yang berhubungan dengan kelarutan
juga memberi in!ormasi mengenai struktur obat dan gaya antarmolekul obat.
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115
[Type the document title]
'(<6(E #96(K(
(nonim. -.)@. #enutun #raktikum <armasi <isika "". 9niversitas 5uslim
"ndonesia. 5akassar.
(nsel C, 1o&ard. )*0*. #engantar 3entuk ediaan <armasi. 9niversitas
"ndonesia #ress. Hakarta.
(tkins. )**+. Kimia <isika Hilid ). ,rlangga. Hakarta.
'itjen #85. )*+*. <armakope "ndonesia ,disi """. 'epartemen Kesehatan
Eepublik "ndonesia. Hakarta.
'itjen #85. )**/. <armakope "ndonesia ,disi "I. 'epartemen Kesehatan
Eepublik "ndonesia. Hakarta.
,stien 4, -../. Kimia <isika 9ntuk #aramedis. #enerbit (ndi. 4ogyakarta.
7ennaro, (.E. )**0. EemingtonLs #harma$euti$al $ien$e )0th ,dition. 5ar$k
#ublishing Co. ,aston.
5artin, (l!red. )**.. <armasi <isika ,disi ". 9niversitas "ndonesia #ress. Hakarta.
5oe$htar. )*0*. <armasi <isika. 7adjah 5ada 9niversity #ress. 4ogyakarta.
#arrot, L.,. )*+). #harma$euti$al 6e$hnology <undamental #harma$euti$s.
3urger #ublishing Co. 9(.
4alko&sky, . )*0). 6e$hniCues 8! olubilization 8! 'rugs. 5ar$el 'ekker. ;e&
4ork.
YULIA RAHMAH
AFRA ATALANTA
1502010115