You are on page 1of 4

15

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan
Hasil identifikasi menggunakan ASD terhadap beberapa sampel yang diambil dari
lokasi projek menghasilkan mineral utama yaitu alunit, silika, kuarsa, kaolinit, dan
piropilit. Illit-smektit menjadi mineral ubahan minor pada daerah pengamatan.
Alunit ditemukan hampir disemua sampel terukur. Hal ini diketahui dari ciri khas
panjang gelombang duplet alunit pada 1425 - 1439 m dan 1478 - 1495m. Jenis alunit
dominan adalah potassium alunit yang berasosiasi dengan larutan hidrotermal yang berasal
dari magama berkomposisi asam. Pembentukan alunit umumnya berasosiasi dengan
pembentukan kaolinit, silika, dan kuarsa.
Silika dan kuarsa yang teramati pada analisis ASD menjadi mineral ubahan
dominan bersama dengan alunit. Pada sampel singkapan, tanah, dan core dominansi silika
dan kuarsa terutama berada pada daerah Main Silica Cap. Mineralisasi emas-sulfida
umumnya berasosiasi dengan unit volkanik yang memilikai vuggy silica dan tekstur
silicified breccia. Kehadiran silika dan kuarsa berasosiasi dengan kehadiran alunit dan
kalolinit.










Gambar 4.1 Peta geologi Projek Seruyung
16

Kaolinit menjadi penciri mineral ubahan yang berasosiasi dengan hadirnya alunit,
silika kuarsa, dan piropillit. Pada kondisi low crystalline kaolinit berasosiasi minor dengan
mineral lempung illite dan smektit dan ditemukan hanya di pemukaan saja serta bagian
dangkal dari core. Sedangkan piropillit adalah mineral ubahan yang terbentuk pada
temperature tinggi dan pH yang rendah. Piropillit ditemukan hampir di semua sampel dan
singkapan yang diambil di daerah Main Silica Cap dan Western Breccia. Sedangkan illit,
dickit, klorit, dan mineral oksida ditemukan secara kecil pada setiap bagian sampel namun
selalu berasosiasi dengan mineral ubahan utama.
4.2 Analisis Data Hasil Pengamatan
Hasil dari pengukuran dan pengamatan dengan menggunakan ASD nantinya akan
digunakan untuk memperjelas serta memperhalus batas-batas dari zona ubahan mineral
hasil pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya dengan berbagai metode geologi.
Terdapat 3 zona ubahan utama dalam Projek Seruyung ini, yaitu vuggy dan massive silika,
argilik lanjut, dan argilik. Kehadiran dari potassium alunit bersama piropillit adalah
indikasi bahwa larutan hidrotermal berasal dari magma yang bersifat asam.
Zona vuggy dan massive silika memiliki asosiasi mineral utama yang dicirikan
dengan kehadiran silika-kuarsa, alunit, dan sulfida. Kehadiran zona ini terutama terdapat
pada pucak Gunung Seruyung sebagai daerah Main Silica Cap. Mineralisasi emas biasanya
selalu berasosiasi dengan kehadiran zona ini.










Gambar 4.2 Lokasi hasil identifikasi ASD pada Projek Seruyung
17

Mineral ubahan yang berada pada zona Argilik Lanjut didominasi oleh alunit-pirit,
piropillit, kaolinit, dan dickit. Zona ini melingkupi zona vuggy dan massive silika. Kaolinit
dan dickit yang ditemukan pada zona ini memiliki tipikal mineral kristalin. Sedangkan zona
Argilik memiliki kaolinit, illit, illit-smektit, dan dickit sebagai penciri kumpulan mineral
ubahan pada daerah pengamatan. Distribusi zona Argilik berada pada arah NW daerah
prospek dan ditemukan pada bagian bawah dari lubang pemboran.
Pola ubahan yang terdapat pada Projek Seruyung adalah asimetrik dengan zona
Argilik lanjut yang melingkupi berbentuk seperti kecebong. Bentuk seperti ini adalah
indikasi dari kemunculan larutan hidrotermal yang secara kuat dipengaruhi oleh struktur
dan litologi sekitar. Kumpulan ubahan mengikuti pola distribusi dari zona vuggy massive
silica yang tinggi secara progressive menurun sampai zona argilik.














Gambar 4.3 Peta daerah ubahan Projek Seruyung

Tipe mineralisasi pada daerah Seruyung merupakan tipe replacement, epitermal
sulfidasi tinggi dengan kualitas tinggi emas berada pada letak daerah yang tinggi (Vuggy
18

Massive Slica ) dan yang paling rendah berada pada zona argilik lanjut. Kehadiran emas
berkadar rendah pada zona Argilik Lanjut ditandai dengan adanya alunit yang disertai
dengan silisifikasi sepanjang struktur.
Dalam zona Argilik hampir tidak ditemukan kandungan emas. Kehadiran piropillit
dan dickit menandakan bahwa zona ini tidak membawa kandungan emas secara langsung,
namuan kehadiran mineral ubahan ini mengindikasikan bahwa batas daerah dengan
prospek emas ada pada batas-batas daerah ini. Hubungan spasial ini dapat digunakan untuk
menentukan arah dari kemungkinan emas berkadar tinggi.










Gambar 4.4 Penampang melintang daerah ubahan Projek Seruyung