You are on page 1of 5

6.

MERANCANG SAYAP
Sayap adalah salah satu komponen pesawat yang menghasilkan sebagian besar gaya angkat. Pada
sebagian pesawat ,ada yang mempunyai 2 sayap atau lebih. Sayap harus bisa menopang seluruh
berat pesawat sewaktu terbang pada kecepatan jelajahnya.
TERJADINYA GAYA ANGKAT PADA SAYAP.
Sebenarnya bila penampang sayap hanya terbuat dari permukaan yang datar saja, juga bisa
menimbulkan gaya angkat bila diterpakan ke angin dengan membentuk sudut positif (keatas)
seperti layang-layang. etapi gaya angkat ini disertai dengan hambatan udara yang besar.
Pada sayap pesawat terbang, mempunyai penampang potongan sayap yang berbentuk seperti
contoh gambar di bawah yang disebut !"#$%&#'(. Penampang sayap yang dinamakan !airfoil( itu
bergerak kedepan menembus angin ,sehingga udara akan mengalir di bagian atas dan dibagian
bawah airfoil. )arena jarak yang ditempuh udara pada bagian atas sayap lebih jauh dibanding
dengan bagian bawah sayap ,maka angin bagian atas sayap kecepatanya harus lebih besar untuk
mencapai ke belakang sayap dibanding dengan angin pada bagian bawah sayap. )arena itu
kecepatan angin di atas sayap lebih kencang ,maka tekanan statis yang timbul yang menekan
permukaan bagian atas sayap akan berkurang, sehingga timbul perbedaan antara tekanan statis
diatas sayap dan tekanan statis dibawah sayap yang kemudian menimbulkan gaya angkat ('#%).
*b. erjadinya gaya angkat pada sayap
+ntuk menambah gaya angkat pada sayap ,sayap harus diposisikan terhadap angin sedemikian
rupa sehingga membentuk sudut serang (angle of attack). etapi dengan bertambahnya gaya
angkat, gaya hambatanya juga bertambah. gaya hambat ini disebut induce drag.
*b. Sudut serang pada sayap.
,ontoh grafik di bawah untuk airfoil yang salah satunya bernama ,lark -, pada $eynold number
./011 .Sewaktu airfoil diposisikan dengan sudut serang 23 ,airfoil menghasilkan koefisien gaya
angkat (,') 1,45.
)emudian ,' 6a7 adalah koefisien gaya angkat maksimumnya yang bisa dihasilkan oleh airfoil
,lark - tersebut. Pada airfoil ,lark -, ,' ma7 nya adalah 8 /,2 pada sudut serang /13.
)oefisien gaya angkat tidak mempunyai satuan besaran.
*b.9ubungan antara sudut serang
dan gaya angkat
+ntuk mengetahui gaya angkat yang sesungguhnya ,koefisien gaya angkat harus dikalikan dengan
kerapatan udara, kecepatan pesawat dan luas sayapnya.
GAYA ANGKAT
Sewaktu pesawat sedang terbang
*aya angkat 8 berat pesawat.
*aya angkat pada pesawat sebagian besar dihasilkan oleh sayap. :esarnya gaya angkat adalah ;
GAYA ANGKAT
L = CL x σ x V² x S
3519
' *aya angkat < :erat pesawat ( o= )
,' )oefisien gaya angkat (dari gambar grafik)
>
density atau kerapatan udara (dipermukaan
laut sama dengan /)
? kecepatan pesawat ( mph )
S 'uas sayap ( inch@ )
,&A&9 ;
• "irfoil 8 ,lark -
• Sudut serang 8 23 (lihat grafik ,' 8 1,45)
• )etinggian 8 1 ft terhadap permukaan laut (> 8 /)
• )ecepatan pesawat 8 21 mph
• 'uas sayap 8 2.1 inch@
• *aya angkat 8 1,45 7 / 7 21@ 7 2.1 8 22./4 o=
05/B

HAMBATAN UDARA PADA SAYAP
9ambatan udara akan terjadi bila sayap pesawat sedang bergerak di udara. 9ambatan ini tidak
kita kehendaki sebab menghambat jalanya pesawat sehingga kita memerlukan tenaga yang besar
(mesin) untuk melawanya. +ntuk itu kita harus memilih sayap dengan hambatan yang sekecil
mungkin.
Sewaktu pesawat sedang terbang ,sayap menghasilkan dua hambatan. 9ambatan tersebut adalah
!Profil drag( dan !#nduce drag(.
*b. 9ambatan profil dan hambatan induce
(Profil drag( adalah hambatan yang timbul dari bentuk sayap itu sendiri. Setiap tipe sayap
mempunyai hambatan profil yang berbeda-beda dan bisa dilihat dari grafik airfoil.
!#nduce drag( adalah hambatan yang ditimbul karena sayap menghasilkan gaya angkat dan ini
tidak bisa dihindari semenjak sayap tersebut menghasilkan gaya angkat.
PR!IL DRAG SAYAP
:esarnya !koefisient profil dragl( bisa dilihat dari grafik. Pada grafik ,sayap ,lark - dengan sudut
serang 23 ,menghasilkan )oefisien *aya angkat 1,45 dan mempunyai koefisien Profil drag (,d )
1,12C. )oefisien hambatan ini belum mempunyai besaran.
*b. *rafik hambatan profil airfoil
Profil drag yang sebenarnya harus dikalikan dengan kerapatan udara, kecepatan pesawat dan luas
sayap.
:esarnya Profil drag;
P"#$%& '"() = C' x σ x V² x S *#+,
3519
,d 8 )oefisien Profil drag(lihat grafik)
> 8 )erapatan +dara
? 8 )ecepatan pesawat (mph)
S 8 'uas sayap (in@)
INDUCE DRAG.
:esarnya koefisien !induce drag( (,di) tidak ada dalam grafik tetapi tergantung dari besarnya
koefisien gaya angkat yang timbul, bentuk sayap dan "spect $atio .#ni bisa dicari dengan cara ;
C'% = *-.31/ x CL², x *1 0 1,
AR
,di 8 )oefisien induce drag.
,' 8 )oefisien gaya angkat dari !*rafik Polar ,urDe(
E 8 %aktor koreksi dari bentuk sayap untuk gaya hambat.(lihat grafik)
"$ 8 "spect $atio
,atatan ; "spect $atio adalah perbandingan antara bentang sayap dengan lebar sayap.
)oefisien hambatan ini belum mempunyai besaran. :esarnya#nduce drag yang sebenarnya adalah;
I2'345 '"() 8 C'% x σ x V² x S *#+,
3519
,di 8 )oefisien induce drag
> 8 )erapatan +dara
? 8 )ecepatan pesawat (mph)
S 8 'uas sayap (in@)
MERANCANG SAYAP
Setelah kita mengetahui apa yang terjadi pada sayap maka kita bisa merancang sayap dengan
melihat aspek-aspek yang harus kita tentkan antara lain ;
• "irfoil yang digunakan
• Fing loading (beban sayap)
• :entuk sayap
• Sudut dihedral
• "ngle of incidence
• "spect $atio
• Stall yang dikehendaki
• "ileron ($oll control)
• Fing tip
• "lat penambah gaya angkat