You are on page 1of 55

ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM KARDIOVASKULER

dengan STEMI
I. Patient Bibliogra!"
Nama : Tn. B
Umur : 40 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Agama : islam
Status : menikah
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : uruh
Suku angsa : ja!a
Alamat :
Tanggal masuk "S : #0$%0$#0%&
'iagn(sis : ST)M*
+amil, tree :

II. Pre#enting $o%lain#
Pasien mengatakan n,eri dada dan -anas ,ang menjalar ke -unggung. Skala n,eri ..
III. Hi#tor" o& Illne## 'Medi(al ) S*rgi(al+
A. Hi#tor" o& Pre#ent Illne##
Pasien datang ke */' -ada tanggal #0$%0.#0%& -ukul ##.## dengan keluhan dada terasa
n,eri dan -anas0 n,eri memerat sejak & jam ,an lalu. Klien mengatakan n,eri dada sudah
terasa sejak tiga hari ,ang lalu0 n,eri terasa hilang timul dan keringat dingin.
Pemeriksaan di */' -asien mengatakan n,eri dada dan terasa -anas menjalar ke
-unggung. Pemeriksaan 1isik T' : %&0$.0 mmhg0 N : .23$menit0 "" : #43$menit. )K/ :
ST)M*. Tera-i ,ang dida-atkan 4# nasal kanul & lt$menit0 in1use Na5l0 inj. "anitidine0
6P/0 as-ilet0 *S'N
B. Hi#tor" o& Pa#t Illne##
Klien tidak memiliki ria!a,at -en,akit hi-ertensi0 'M dll0 seelumn,a namun klien
memilki ri!a,at -er(k(k erat dan minum al5(h(l.
$. ,a%il" Hi#tor"
4rang tua klien memiliki ri!a,at str(ke dan kanker.
1 | P a g e
IV. Diagno#i# -
A. Pr(7isi(nal diagn(sis : A6S 8A5ute 6(r(nar, S,ndr(me9
B. 6(n1irmed diagn(sis - ST)M* 8ST )le7asi Mi(kard *n1ark9 anter( se-tal
V. De#(rition o& Di#ea#e
A. Anato%" and P!"#iolog"
 The(r, -
*n1ark mi(kardium menga5u -ada -r(ses rusakn,a jaringan jantung akiat su-lai darah
,ang tidak adekuat sehingga aliran darah k(r(ner erkurang0 hal ini isa diseakan
(leh adan,a -en,em-itan kritis arteri k(r(ner karena ater(skler(sis atau -en,umatan
t(tal arteri (leh em(li$tr(mus atau adan,a -enurunan aliran darah 8Smelt:er ; Bare0
%..<9
B. De&inition
ST )le7asi Mi(kard *n1ark 8ST)M*9 adalah rusakn,a agian (t(t jantung se5ara -ermanen
akiat insu1isiensi aliran darah k(r(ner (leh -r(ses degenerati1 mau-un di -engaruhi (leh
an,ak 1akt(r dengan ditandai keluhan n,eri dada0 -eningkatan en:im jantung dan ST
ele7asi -ada -emeriksaan )K/. ST)M* adalah 5ermin dari -emuluh darah k(r(ner
tertentu ,ang tersumat t(tal sehingga aliran darahn,a enar-enar terhenti0 (t(t jantung
,ang di-endarahi tidak da-at nutrisi-(ksigen dan mati.
2 | P a g e
=(kasi in1ark mi(kard erdasarkan -eruahan gamaran )K/
N( =(kasi /amaran )K/
% Anteri(r )le7asi segmen ST dan$atau gel(mang > di ?%-
?4$?2
# Anter(se-tal )le7asi segmen ST dan$atau gel(mang > di ?%-?&
& Anter(lateral )le7asi segmen ST dan$atau gel(mang > di ?%-?<
dan * dan a?=
4 =ateral )le7asi segmen ST dan$atau gel(mang > di ?2-?<
dan in7ersi gel(mang T$ele7asi ST$gel(mang > di *
dan a?=
2 *n1er(lateral )le7asi segmen ST dan$atau gel(mang > di **0 ***0
a?+0 dan ?2-?< 8kadang-kadang * dan a?=9.
< *n1eri(r )le7asi segmen ST dan$atau gel(mang > di **0 ***0 dan
a?+
@ *n1er(se-tal )le7asi segmen ST dan$atau gel(mang > di **0 ***0
a?+0 ?%-?&
A True -(steri(r /el(mang " tinggi di ?%-?# dengan segmen ST
de-resi di ?%-?&. /el(mang T tegak di ?%-?#
. "? *n1ra5ti(n )le7asi segmen ST di -re5(rdial lead 8?&"-?4"9.
Biasan,a ditemukan k(njungsi -ada in1ark in1eri(r.
Keadaan ini han,a tam-ak dalam eera-a jam
-ertama in1ark.
$. Etiolog"
Ketidakadekuatan aliran darah akiat dari -en,em-itan0 sumatan0 arteri k(r(naria akiat
terjadin,a ater(skler(sis0 atau -enurunan aliran darah akiat s,(k atau -erdarahan
+akt(r resik( menurut +ramingham:
• Bi-erk(lester(lemia
• Mer(k(k
%. Menghiru- asa- akan meningkatkan kadar kar(n m(n(ksida 8649 darah.
Bem(gl(in0 k(m-(nen darah ,ang mengangkut (ksigen0 leih mudah terikat
ke-ada 64 dari -ada 4. jadi (ksigen ,ang disu-lai ke jantung menjadi sangat
erkurang0 memuat jantung ekerja leih erat untuk menghasilkan energ, ,ang
sama esarn,a.
3 | P a g e
#. Asam nik(tinat -ada temakau memi5u -ele-asan katek(lamin0 ,ang men,eakan
k(nstriksi arteri. Aliran darah dan (ksigenasi jaringan menjadi terganggu.
&. Mer(k(k meningkatkan adhesi tr(m(sit0 mengakiatkan kemungkinan
-eningkatan -ementukan thr(mus.
• Kegemukan
• Bi-ertensi
• /a,a hidu- m(n(t(n
D. Pat!o!"#iolog"
Pr(ses a!al ,ang mendasari SKA adalah ater(skler(sis ,aitu suatu -en,akit sistemik
,ang meliatkan tunika intima -emuluh darah esar dan sedang se-erti a(rta0 arteri
kar(tis0 dan arterik(r(naria. Pr(ses ater(skler(sis ,ang -aling a!al dimulai (leh gangguan
1ungsi 8dis1ungsi9 end(tel -emuluh darah. Pr(ses ini erlanjut menjadi -r(ses im1lamasi
sehingga terentuk -lak ater(skler(tik. Ke5e-atan -ementukan -lak ini ditentukan (leh
1akt(r risik( se-erti diaetes0 hi-ertensi0 disli-idemia0 dan mer(k(k. Kedaan ini akan
men,eakan terjadin,a ketidakseimangan antara -as(kan darah k(r(ner dengan
keutuhan (ksigen mi(kard 8iskemia9.
Bila -lak ater(skler(tik mengalami disru-si atau s(ek 8 -laCue ru-ture 9 maka akan
terjadi -r(ses tr(m(sis mendadak dengan akiat terjadi -enurunan -as(kan aliran
mi(kard se5ara tia-tia. Tr(m(sis da-at menutu- seagian -emuluh k(r(ner 8se5ara
klinis dikenal seagai APTS dan NST)M*9 atau men,umat t(tal 8 se5ara klinis dikenal
seagai in1ark mi(kard dengan )le7asi Segment ST0 ST)M*9. S-asme atau 7as(k(nstriksi
dan em(lisasi thr(mus ke5il ke arah distal memerikan k(nstriusi terhada- -r(ses
(klusi t(tal.
E. Sign# and S"%to%#
a. Keluhan utama klasik : n,eri dada sentral ,ang erat 0 se-erti rasa terakar0 ditindih
enda erat0 se-erti ditusuk0 rasa di-eras0 di-elintir0 tertekan ,ang erlangsung D #0
menit0 tidak erkurang dengan -emerian nitrat0 gejala ,ang men,ertai : erkeringat0
-u5at dan mual0 sulit erna-as0 5emas0 dan lemas.
. N,eri memaik atau menghilang dengan istirahat atau (at nitrat.
5. Kelainan lain: di antaran,a atrima0 henti jantung atau gagal jantung akut
*n1ark Mi(kard Akut 8*MA9 adalah n,eri dada iskemik ,ang disertai ele7asi segment
ST ,ang meneta- -ada )K/ 8ST)M*9. Ma,(ritas -asien *MA disertai kenaikan -etanda
jantung 8 5ardia5 i(markers9 se-erti tr(-(nin dan 6K-MB dan terjadi -ementukan
gel(mang > -at(l(gis -ada )K/. /amaran klinis ,ang khas adalah n,eri dada atau rasa
tidak enak di dada ,ang erlangsung sekitar %0-#0 menit. =(kasi n,eri isa juga
die-igastrik atau ska-ula. Petunjuk -enting lainn,a adalah adan,a -enjalaran ke rahang
4 | P a g e
a!ah atau lengan kiri dan ada ri!a,at -en,akit jantung k(r(ner. Pada (rang tua dan
-enderita diaetes maka gejala menjadi tidak s-esi1ik 8sesak0 lemas0 dan -using9.
"ekaman )K/ harus diuat sesegera mungkin. Pada keadaan a!al )K/ isa tidak
s-esi1ik sehingga -erlu diulang lagi dan diandingkan dengan rekaman seelumn,a.
Adan,a gamaran Bl(k Berkas 6aang Kiri aru 8ne! le1t undle ran5h l(5k 9 adalah
termasuk gamaran ST)M*. Pada keadaan khusus -erludiuat rekaman )K/ -(steri(r
8lead ?@-?.9 atau sanda-an kanan8?&"-?4"9.
Pemeriksaan darah untuk -etanda jantung 85ardia5 i(markers9 harus dilakukan
sesegera mungkin !alau-un -emerian tera-i re-er1usi tidak -erlu menunggu hasil darah.
Pemeriksaan e5h(kardi(gra1i 8ultras(und jantung9 erman1aat ila diagn(sis ST)M* tidak
-asti dan untuk men,ingkirkan diagn(sis anding ,ang lain se-erti -erikarditis0 diseksi
a(rta0 em(li -aru0 dan e11usi -erikard.
,. Path!a,
5 | P a g e
.. Diagno#i# / ro0i#ional ) &inal
%. 6lini5al 'iagn(sis
Pada kasus -asien dengan iskemi0 5edera0 dan in1ark0 terjadi -eruahan -ada
gel(mang T0 segmen ST0 dan gel(mang > -ada -emeriksaan )K/ Pasien. Tiga area
terseut isa tidak mun5ul se5ara tia-tia0 teta-i ertaha-. Eang -ertama adalah area ,ang
terluar0 ,aitu area iskemi dan iasan,a ,ang -ertama kali eruah. /el(mang T iasan,a
melengkung ke a!ah karena kekurangan (ksigen dan -(tasium akiat dari adan,a
kerusakan di sel (t(t jantung. N(rmaln,a0 gel(mang T ke atas0 leih esar dari
gel(mang P dan asimetris. Peruahan ,ang terjadi erikutn,a adalah ele7asi segmen ST0
,aitu segmen ST iasan,a is(elektrik dan tinggin,a leih esar dari %mm.
)le7asi segmen ST ini mengindikasikan adan,a -r(l(nged0 se7ere injur, -ada sel
mi(kardium. Segmen ST da-at erele7asi egitu tinggi ,ang kemudian men,eakan
gel(mang T tidak terlihat sam-ai eera-a hari. Adan,a ele7asi segmen ST
mengindikasikan adan,a 5edera akut. 'isinilah inter7ensi harus dilakukan. Jika ada
gel(mang > tan-a adan,a ele7asi -ada gel(mang ST0 maka in1ark tidak akut. Peruahan
terakhir ,ang terjadi adalah -ada gel(mang >. Se5ara ersamaan0 gel(mang T ,ang
melengkung ke a!ah0 ele7asi segmen ST0 dan adan,a gel(mang > meru-akan tanda-
tanda terjadin,a nekr(sis mi(kardium ,ang irre7ersile. /el(mang > harus leih esar
dari 0004 sek(n -ada learn,a dan leih esar #2F tinggi dari gel(mang " untuk
terjadin,a -eruahan -at(l(gis. Adan,a -eruahan )K/ juga menunjukkan area in1ark.
Pada )K/ -asien dengan M* akan memiliki tiga -eruahan -ada **0 ***0 A?1.
'inding in1eri(r M* diseakan (leh adan,a -eml(kkan -ada Arteri k(r(ner dekstra.
-asien ,ang menderita in1eri(r M* memiliki l(k jantung karena arteri k(r(ner dekstra
memerikan su-lai -ada n(dus sin(atrial dan antri(7entrikular dengan -resentase ,ang
esar.
#. =a(rat(r, and (ther studies
o The(r, -
Tale %.=a(rat(r, and (ther studies 1(r e7aluating ST)M*
)lektr(kardi(gra1i Pada )K/ %# lead0 jaringan iskemik teta-i masih er1ungsi
akan menghasilkan -eruahan gel(mang T0 men,eakan
iner7asi saat aliran listrik diarahkan menjauh dari jaringan
iskemik0 leih serius lagi0 jaringan iskemik akan menguah
segmen ST men,eakan de-resi ST. Pada in1ark0 mi(kard
,ang mati tidak mengk(nduksi listrik dan gagal untuk
re-(larisasi se5ara n(rmal0 mengakiatkan ele7asi segmen ST.
Saat nekr(sis terentuk0 dengan -en,emuhan 5in5in iskemik
disekitar area nekr(tik0 gel(mang > terentuk. Area nekr(tik
adalah jaringan -arut ,ang tak akti1 se5ara elektrikal0 teta-i
:(na nekr(tik akan menggamarkan -eruahan gel(mang T
6 | P a g e
saat iskemik terjasi lagi. Pada a!al in1ark mi(kard0 ele7asi ST
disertai dengan gel(mang T tinggi. Selama erjam-jam atau
erhari-hari erikutn,a0 gel(mang T memalik. Sesuai
dengan umur in1ark mi(kard0 gel(mang > meneta- dan
segmen ST kemali n(rmal.
)k(kardi(gra1i
)k(kardi(gra1i digunakan untuk e7aluasi leih jauh mengenai
1ungsi jantung0 khususn,a 1ungsi 7entrikel. +raksi l(n5atan
da-at ditentukan dengan ek(kardi(gra1i.
)n:im jantung
Pemeriksaan seri en:im-en:im jantung di-er(leh dari
gamaran 5(nt(h darah tia- A jam selama % sam-ai # hari.
Ketika terjadi 5edera jaringan maka an,ak -r(tein terle-as
dari agian dalam sel (t(t jantung ke dalam sirkulasi0 en:im-
en:im ,ang harus di(ser7asi adalah kreatinkinase 86K-MB90
laktat dehidr(genase 8='B9 dan transaminase (ksal(asetat
glutamik serum 8S/4T9
?ekt(kardi(gra1i
Pengukuran n(nin7asi1 aksis listrik untuk ke5e-atan dan arah
k(nduksi dan gangguan se-erti hi-ertr(-i 7entrikel kanan dan
7entrikel jantung serta l(k jantung.
Angi(gra1i
Tes diagn(stik in7asi1 dengan memasukan katerterisasi
jantung ,ang memungkinkan 7isualisasi langsung terhada-
arteri k(r(ner esar dan -engukuran langsung terhada-
7entrikel kiri.
Skintigra1i talium
Memungkinkan untuk imaging mi(kard setelah injeksi talium-
#0%0 suatu G5(ld s-(tH terjadi -ada gamaran ,ang
menunjukan area iskemia.
H. Treat%ent
Untuk kasus dengan gamaran kilinis ST)M* dengan mula terjadi 8(nset9 I %# jam dan
-ada )K/ terlihat ST ele7asi -ersisten atau diduga ada =BBB aru maka harus segera
dilakukan re-er1usi aik mekanik mau-un 1armak(l(gik. "e-er1usi mekanik dengan
-er5utane(us 5(r(nar, translumnal angi(-last, 8PT6A9 adalah tera-i -ilihan ila sarana
memungkinkan.
Seelum tera-i re-er1usi0 tera-i a!al ,ang dierikan adalah -enghilang n,eri 8analgetik9
g(l(ngan (-iates se-erti m(r-hine 8*? 4-A mg dengan d(sis tamahan # mg setia- %2
menit9. *ni -enting untuk menghilangkan n,eri dan menenangkan -asien karena ila
-asien kesakitan dan 5emas maka akan terjadi takikardia ,ang da-at meningkatkan ean
kerja jantung. Tera-i a!al lain adalah -emerian (ksigen.
A. "e-er1usi +armak(l(gik
7 | P a g e
'ierikan -ada -asien ST)M* ,ang tidak mungkin atau tidakada 1asilitas untuk
re-er1usi mekanik 8-rimar, PT6A9. 4at-(at tr(m(litik ,ang da-at dierikan :
%. Stre-t(kinase : %02 juta unit intra7ena dalam &0-<0 menit
#. Alte-lase 8t-PA9: %2 mg (lus intra7ena dan dilanjutkan(0@2 mg$kgBB dalam &0
menit0 lalu 002 mg$kgBB dalam <0menit
K(ntraindikasi as(lut -emerian tr(m(litik adalah str(ke hem(ragik0 str(ke iskemik
dalam < ulan terakhir0 ne(-lasma dan trauma intrakranial0 (-erasi esar dalam & ulan
terakhir0 ri!a,at -erdarahan lamung dalam % ulan terkahir0 diseksia(rta0 dan
gangguan k(agulasi. Sedangkan k(ntra indikasi relati1 adalah tera-i (ral antik(agulan0
T*A dalam < ulanterakhir0 kehamilan atau -(st -artum % minggu0 hi-ertensi re1rakter
8T' sist(lik J%A0 mmBg0 diast(lik J %%0 mmBg90 dan end(karditis in1ekti1.
B. "e-er1usi Mekanik
"e-er1usi mekanik dengan PT6A leih unggul dalamkeerhasilan melna5arkan
kemali aliran k(r(nerdiandingkan dengan re-er1usi 1armak(l(gik. Ada tiga
jenisre-er1usi mekanik
%. PT6A -rimer
Pelearan arteri k(r(ner dgn PT6A -ada ST)M* denganmula terjadi I %# jam
dengan rentang !aktu antara -asiendatang ke rumahsakit sam-ai al(n k(r(ner
dikemangkan8d((r t( all((n time9 I # jam. Biasan,a diindikasikan -ada-asien
dengan renjatan 8s,(k9 atau k(ntraindikasi terhada-tr(m(litik.
#. "es5ue PT6A
Bila tr(m(litik gagal -ada -asien dengan in1ark luas dan(nset I %# jam. Parameter
klinik kegagalan tr(m(litikadalah turunn,a ele7asi segment ST I20F dalam <0-
.0menit -as5a -emerian tr(m(litik
&. +a5ilitated PT6A
Untuk mengurangi e1ek keterlamatan tindakan PT6A0dierikan tr(m(litik d(sis
-enuh seelum dilakukan PT6Ateren5ana.
6. Anti-latelet
Pemerian tera-i anti-latelet dikel(m-(kkan dalam tigakateg(ri seagai erikut:
%. Bila dilakukan PT6A Primer
a. As-irin (ral dengan d(sis %20-&#2 mg
. 6l(-id(grel d(sis -emeanan 8l(ading d(se9 &00-<00mg
5. /P**$***a inhiit(r 8a5i3ima9
#. Bila dierikan tr(m(litik
a. As-irin (ral d(sis %20-&#2 mg
. 6l(-id(grel &00 mg ila usia I @2 thn dan @2 mg ilausia J @2 thn
&. Bila tidak dierikan tr(m(litik
a. As-irin (ral dgn d(sis %20-&#2 mg
. 6l(-id(grel (ral @2 mg
'. Antik(agulan 8Antitr(min9
8 | P a g e
%. Bila dilakukan PT6A Primer
'ierikan he-arin (lus %00 U*$kgBB dan selama tindakanA6T di-ertahankan
sekitar #20-&00. Bi7alirudin dierikan (lus 00@2 mg kgBB intra7ena dan diteruskan
in1us 00@2mg$KgBB$jam.
#. Bila dierikan tr(m(litik
a. )n(3a-arin Bila usia I@2 thn dan kreatinin I #02 mg$d= makadierikan (lus
intra7ena &0 mg dan dilanjukan %mg$kgBB -er %# jam. Bila usia di atas @2 thn
dan 66T I&0 ml maka d(sis (lus 00@2 mg$kgBB dan d(sis-emeliharaan
dierikan satu kali sehari.
. Be-arinB(lus <0 U*$kgBB dengan d(sis maksimum 4000U* dandiikuti dengan
in1us dri- %# U*$kgBB maksimum %000U*$jam diteruskan selama #4-4A jam.
5. +(nda-arinu3'ierikan #02 mg (lus intra7ena dan diikuti d(sis-emeliharaan #02
mg -er hari selama A hari.
&. Bila tidak dierikan tr(m(litik
Semua (at antik(agulan d(sisn,a sama se-erti jika dierikan tr(m(litik
4at-(at tamahan lain ,ang harus dierikan untuk men5egah rem(delling 7entrikel dan
serangan ulang antara lain adalah A6) inhiit(rs0 Angi(tensin re5e-t(r l(5kers0 eta
l(5kers0anti k(lester(l0 dan anti diaetes. Pengendalian 1akt(r risik( juga amat -enting
untuk ditangani se5ara aik
I. $o%li(ation ) Progno#i#
%. 'is1ungsi 7entrikuler
Setelah ST)M*0 7entrikel kiri akan mengalami -eruahan serial dalam entuk0 ukuran0
dan ketealan -ada segmen ,ang mengalami in1ark dan n(n in1ark. Pr(ses inid iseut
rem(deling 7entikuler dan umumn,a mendahului erkemangn,a gagal jantung se5ara
klinis dalam hitungan ulan atau tahun -as5a in1ark. Segera setelah in1ark 7entrikel kiri
mengalami dilatasi. Se5ara akut0 hasil ini erasal dari eks-ansi in1ark al K slippage serat
(t(t0 disru-si sel mi(kardial n(rmal dan hilangn,a jaringan dalam :(na nekr(tik.
Selanjutn,a0 terjadi -ula -emanjangan segmen n(n in1ark0 mengakiatkan -eni-isan ,ang
didis-r(si(nal dan el(ngasi :(na in1ark. Pemesaran ruang jantung se5ara keseluruhan
,ang terjadi dikaitkan ukuran dan l(kasi in1ark0 dengan dilatasi tersear -as5a in1ark -ada
a-eks 7entikrel kiri ,ang ,ang mengakiatkan -enurunan hem(dinamik ,ang n,ata0 leih
sering terjadi gagal jantung dan -r(gn(sis leih uruk. Pr(gresi7itas dilatasi dan
k(nsekuensi klinisn,a da-at dihamat dengan tera-i inhiit(r A6) dan 7as(dilat(r lain.
Pada -asien dengan 1raksi ejeksi I 40 F tan-a melihat ada tidakn,a gagal jantung0
inhiit(r A6) harus dierikan.
#. /angguan hem(dinamik
/agal -em(m-aan 8 -uum- 1ailure 9 meru-akan -en,ea utama kematian di rumah
sakit -ada ST)M*. Perluasaan nekr(sis iskemia mem-un,ai k(relasi ,ang aik dengan
tingkat gagal -(m-a dan m(rtalitas0 aik -ada a!al 8 %0 hari in1ark 9 dan sesudahn,a.
9 | P a g e
Tanda klinis ,ang sering dijum-ai adalah r(nkhi asah di -aru dan un,i jantung S& dan S4
gall(-. Pada -emeriksaan r(ntgen dijum-ai k(ngesti -aru.
1. Mana2e%en 3eera4atan
Prinsi- -era!atan -ada -asien Sindr(me K(r(ner Akut adalah untuk mendukung
-eningkatan su-la, darah ke mi(kard dan menurunkan ean kerja jantung dengan tujuan
untuk :
a. Menurunkan n,eri.
. Men5egah -erkemangan mi(kard in1ark.
5. Menerima -eng(atan segera dan te-at.
d. Mengatasi ke5emasan.
e. Bekerjasama dalam -r(gram rehailitasi.
1. Mem(di1ikasi atau menguah 1akt(r resik(.
K. Re!abilita#i Pa#(a Ste%i
Pr(gram latihan 1isik rehailitatati1 agi -enderita gangguan jantung ertujuan untuk
meng(-timalkan ka-asitas 1isik tuuh0 memeri -en,uluhan -ada -asien dan keluarga
dalam men5egah -erurukan dan memantu -asien untuk kemali da-at erakti7itas 1isik
se-erti seelum mengalami gangguan jantung.
%. Man1aat =atihan +isik Pada Penderita /angguan Jantung.
a. Mengurangi e1ek sam-ing 1isi(l(gis dan -sik(l(gis tirah aring di rumah sakit.
. 'a-at diman1aatkan untuk mem(nit(r k(ndisi 1isi(l(gis -enderita
c. Mem-er5e-at -r(ses -emulihan dan kemam-uan untuk kemali -ada le7el akti7itas
seelum serangan jantung .
#. K(ntraindikasi =atihan +isik
a. Angina tidak stail
. Tekanan darah sist(lik istirahat J #00 mm Bg atau diast(lik istirahat J%00 mmBg
5. Bi-(tensi (rth(statik seesar D #0 mmBg
d. Sten(sis a(rta sedang sam-ai erat
e. /angguan sistemik akut atau demam
1. 'isritmia 7entrikel atau atrium tidak terk(ntr(l
g. Sinus takikardia 8J%#0 den,ut$menit
h. /angguan jantung k(ngesti1 tidak terk(ntr(l
i. Bl(k Atri( ?entrikular
j. M,(5arditis dan -eri5arditis akti1
k. )m(lisme
l. Tr(m(-leitis
m. Peruahan gel(mang ST 8J&mm9
n. 'iaetes tidak terk(ntr(l
(. Pr(lem (rt(-edis ,ang menganggu istirahat.
&. Struktur Pr(gram "ehailitasi
Se5ara tradisi(nal -r(gram rehailitasi diagi menjadi :
10 | P a g e
• +ase * : Inpatient 8di dalam rumah sakit9
• +ase ** : Out-Patient 8-ulang dari rumah sakit sam-ai dengan %# mingg meru-akan
-r(gram dengan -enga!asan
• +ase *** : Pemeliharaan
Se5ara umum0 -r(gram latihan diagi menjadi inpatient dan out-patient. =atihan harus
diatasi dengan intensitas ,ang rendah 8sekitar # sam-ai & M)Ts9. Pada umumn,a
akti7itas mengurangi resik(.
a. Pr(gram Inpatient
Pr(gram latihan inpatient da-at dilakukan sejak 4A jam setelah gangguan jantung
se-anjang tidak terda-at ada k(ntraindikasi. =atihan 1isik ,ang dilakukan teratas -ada
akti7itas sehari-hari misaln,a gerakan tangan dan kaki dan -enguahan -(stur. Pr(gram
latihan iasan,a eru-a tera-i 1isik amnulat(r, ,ang dia!asi. Pada 1ase ini -erlu
dilakukan m(nit(ring )6/ untuk menilai res-(n terhada- latihan. =atihan -ada 1ase ini
harus menuntut kesia-an tim ,ang da-at mengatasi keadaan ga!at darurat a-aila -ada
saat latihan terjadi serangan jantung. Man1aat dari latihan 1isik -ada 1ase ini adalah
seagai ahan sur7ailan5e tamahan0 melatih -asien untuk da-at mejalankan akti7itas
-ada akti7itas sehari-hari0 dan untuk menghindari e1ek 1isi(l(gis dan -sik(l(gis negati1
-ada edrest. Tujuan dari latihan 1sik 1ase -ertama ini harus disesuaikan dengan
keutuhan -asien. Pasien dengan akti7itas rendah mungkin han,a memerlukan latihan
1isik untuk menunjang kegiatan sehari-hari 8A'=: activity of daily life9. Pasien dengan
ka-asitas 1isik ,ang leih aik da-at menjalankan -r(gram letihan untuk -en5egahan
tertier dan mengikuti -r(gram jangka -anjang untuk meningkatkan ketahanan
kardi(res-irasi0 k(m-(sisi tuuh0 1leksiilitas dan ketahanan (t(t .
Pemantauan leih lanjut -erlu dilakukan -ada -asien dengan tanda dan gejala :
-eningkatan den,ut andi meleihi atas ,ang diteta-kan0 -eningkatan tekanan darah
seagai res-(n latihan0 sesak na-as0 iskemia m,(5ardial0 disritmia0 angina -e5t(ris dan
kelelahan erat. Pada 1ase initial 8 % sam-ai & hari -aska in1ark -(st m,(5ardial atau
-r(sedur edah9 -ada -asien di rumah sakit ,ang menjalankan -r(gram latihan0
akti7itas timuln,a tr(m(sis. Pr(gram latihan meli-uti akti7itas sehari-hari dan latihan
-ada kaki dan lengan untuk mem-ertahankan t(nus (t(t0 hi-(tensi (rth(statik dan
ka-asitas sendi. Pasien da-at memulai latihan dari eraring menuju ke duduk dan
11 | P a g e
kemudian erdiri. =atihan (rt(statik -erlu dilakukan dalam -r(gram latihan. =atihan
(rt(statik meli-uti erdiri dengan gerakan (t(t selama% sam-ai # menit dengan m(nit(r
den,ut nadi dan tekanan darah. "es-(n terhada- latihan ini di-erlukan untuk menilai
res-(n tuuh terhada- eragai jenis 7as(dilatat(r dan eta l(ker. Pada hari ke &
sam-ai 2 -aska in1ark -(st 5ardial atau gangguan kardi(7askular lain0 mulai da-at
dilakukan latihan dengan erjalan0 treadmill0 atau erg(metri.
Beera-a 5(nt(h akti7itas ringan ,ang da-at dilakukan (leh -enderita :

.
Peren5anaan -ulang 8 'is5harge Planning9
Pada -eren5anaan -emulangan -asien jantung eera-a hal harus di-erhitungkan ,akni
k(ndisi klinis0 akti7itas 1isik sehari-hari0 akti7itas -ada !aktu luang0 istirahat0 ekerja0
akti7itas seksual0 gejala dan rujukan -ada 1ase rehailitasi dengan -enga!asan. Pada
saat -emulangan0 -asien harus menda-atkan in1(rmasi tentang kerja dan karakteristik
arteria k(r(naria jantung dan gangguan ,ang dialamin,a sehingga da-at memahami
gangguan jantung ,ang terjadi -ada dirin,a dan keadaan-keadaan ,ang da-at
mem-engaruhi terjadin,a ather(skler(sis. Pada saat -emulangan0 seaikn,a hal hal
-era!atan diri mendasar se-erti mandi0 mengenakan aju makan dan minum sudah
da-at dilakukan se5ara mandiri. Pada saat -emulangan -asien juga dierikan -engertian
agar menghindari suhu dan kelemaan udara ,ang terlalu ekstrim. Jumlah !aktu
istirahat juga harus se5ara jelas disam-aikan. *stirahat ,ang dianjurkan da-at meli-uti
tidur dan atau istirahat eraring atau duduk tenang. Jenis -ekerjaan ,ang tidak
disarankan adalah ,ang meli-uti mengangkat ean dan menahan na1as. Pasien ,ang
merasakan gejala -al-itasi0 d,s-nea0 tidak isa tidur0 kelelahan erat harus
12 | P a g e
KELAS .ERAKAN
I 'uduk di tem-at tidur dengan antuan
'uduk di kursi %2-&0 menit0 #-& kali sehari
II 'uduk di tem-at tidur tan-a antuan
Berjalan di dalam ruangan
III 'uduk dan erdiri se5ara mandiri
Berjalan dengan jarak %2-&0 meter dengan antuan & 3 sehari
IV Melakukan -era!atan diri se5ara mandiri
Berjalan dengan jarak 20-@0 meter dengan antuan &-4 3 sehari
V Kelas ? Berjalan dengan jarak A0-%20 meter mandiri &-4 3 sehari
erk(nsultasi ke-ada d(kter. Seelum 1ase * erakhir0 -asien harus sudah menda-atkan
-enjelasan tentang -r(gram 1ase selanjutn,a
c. Progra% Out-patient
Pr(gram out-patient dilakukan segera setelah ke-ulangan -asien dari rumah sakit.
Tujuan utama dari -r(gram ini adalah untuk mengemalikan kemam-uan 1isik -asien
-ada keadaan seelum sakit. Pasien ,ang -ernah mengalami infark myocard dan atau
(-erasi bypass arteri memiliki resik( ,ang leih esar untuk mengalami d,sritmia0
d,-nea dan angina. Pada -asien ,ang -ernah menjalani (-erasi bypass sering terjadi
rasa -using dan di,rrhitmia su-ra7entri5ular sedangkan -asien ,ang -ernah mengalami
in1ark m,(5ard sering mengalami -eruahan segmen ST -ada )K/. Bal inilah ,ang
mend(r(ng -erlun,a -enga!asan -r(gram latihan -ada (rang dengan ri!a,at
gangguan jantung terseut Se-erti ,ang telah dikemukakan -r(gram rehailiatasi
seaikn,a dia!ali eera-a hari seelum 1ase * erakhir. Biasan,a 1ase ** dimulai -ada
minggu kedua atau ketiga setelahserangan m,(5ardial in1ark. Pr(gram ini dihara-kan
da-at memeri dukungan dan da-at memiming -enderita gangguan jantung untuk
mengatasi masalah-masalah kesehatann,a. *dealn,a0 -r(gram 1ase ** dijalankan di
1asil(itas kesehatan ,ang memiliki 1asilitas )K/ untuk -enga!asan latihan0 -eralatan
dan sta1 ,ang da-at mengatasi k(ndisi darurat. A-aila 1ase rehailitasi ini ter-aksa
dijalankan di rumah atau-un di tem-at dengan sarana minimal0 se,(g,an,a teta-
dilakukan -emeriksaan -eri(dik -ada -usat -usat kesehatan. Pada -rinsi-n,a0 tujuan
dari 1ase ini adalah untuk memeri latihan rehailitasi 1isik sese(rang -enderita
gangguan jantung agar da-at kemali melakukan akti7itas sehari-hari se-erti sedia kala.
Pr(gram ini seaikn,a dike-alai (leh d(kter ,ang da-at melakukan k(ntak se5ara
teratur dengan -asien0 da-at mela,ani -anggilan rumah atau da-at melakukan
-enga!asan -ada -r(gram latihan . Beera-a 5(nt(h kegiatan ,ang da-at dilakukan
se5ara mandiri terda-at -ada gamar # sam-ai %0. Pada tia- latihan dilakukan
-engulangan sean,ak %0 kali dan dilakukan dua kali sehari. Pada tia- latihan
dilakukan -engaturan na1as ,ang aik karena a-aila dilakukan -enahanan na1as da-at
terjadi -eningkatan tekanan darah dan meningkatkan ean kerja jantung. Pada hari ke
4 dan ke 2 da-at ditamahkan ean seesar #20 gram -ada tangan. Pada hari ke <
ean da-at ditingkatkan menjadi 200 gram.
13 | P a g e
5. Lati!an I 'Lati!an Si3*+
$ara -
• Berdiri dengan siku menekuk dan dikatu-kan -ada dada
• =uruskan siku ke arah de-an.
• Tekuk kemali siku.
• Ulangi sam-ai dengan %0 kali.

.a%bar 5. Lati!an Si3*
6. Lati!an Ele0a#i Lengan
$ara -
• Berdiri dengan siku menekuk di dada.
• =uruskan siku dan lengan ke arah atas
• Tekuk kemali ke -(sisi semula.
• Ulangi sam-ai dengan %0 kali
.a%bar 6. Lati!an lengan
7. Lati!an E3#ten#i lengan
$ara -
• Berdiri dengan siku menekuk ke arah dada.
• =engan direntangkan ke arah disam-ing -inggang.
• Katu-kan kemali lengan -ada dada
14 | P a g e
• Ulangi sam-ai dengan %0 kali.
.a%bar 7. Lati!an E3ten#i Lengan
8. Lati!an Ele0a#i Lengan II
$ara -
L Berdiri dengan kaki memuka selear ahu dan lengan disam-ing adan.
L 'engan teta- meluruskan siku angkat lengan keatas ke-ala.
L Turunkan lengan kemali ke sam-ing adan.
L Ulangi sam-ai dengan %0 kali.
.a%bar 8. Lati!an Ele0a#i Lengan II
9. Lati!an Lengan .era3 Meling3ar
$ara -
• Berdiri dengan kaki memuka selear ahu dan lengan disam-ing adan.
• "entangkan tangan setinggi ahu.
• /erakakan se5ara melingkar tangan dan lengan dengan arah de-an dengan teta-
meluruskan siku.
• Ulangi sam-ai dengan %0 kali.
15 | P a g e
• =akukan gerakan memutar keelakang sam-ai dengan %0 kali
.a%bar 9. Lati!an Lengan .era3 Meling3ar
:. Lati!an 1alan Di Te%at 'M*lai !ari 3e;9+
$ara-
L Berdiri dengan kaki memuka selear ahu dengan lengan ditekuk ke de-an
L Angkat satu kaki dengan menekuk lutut se-erti saat eraris.
L A,unkan lengan untuk memantu menjaga keseimangan
L Ulangi sam-ai dengan %0 kali.
.a%bar :. Lati!an 2alan di te%at
<. Lati!an Mene3*3 Pinggang
$ara -
L Berdiri dengan kaki memuka selear ahu
L Tekuk lengan sehingga tangan men,entuh -inggang kanan
L Pertahankan kaki dan -unggung teta- lurus.
L Ulangi sam-ai dengan %0 kali.
L Tekuk lengan sehingga tangan men,entuh -inggang kiri.
L Ulangi sam-ai %0 kali
16 | P a g e
.a%bar <. Lati!an Mene3*3 Pinggang
=. Lati!an Me%*tar Pinggang
$ara-
• Berdiri dengan kaki memuka selear ahu0 tekuk lengan dan tem-atkan tangan
di -inggang
• Putar tuuh ke kanan dan kemudian kemali.
• Putar tuuh ke kiri dan kemudian kemali
• Ulangi sam-ai dengan %0 kali.
.a%bar =. Lati!an Me%*tar Pinggang
>. Lati!an Men"ent*! L*t*t 'M*lai !ari 3e <+
$ara-
L Berdiri dengan kaki memuka selear ahu0 lengan diangkat diatas ke-ala.
L Tekuk -unggung sam-ai tangan men,entuh lutut.
L Angkat kemali lengan keatas ke-ala
L Putar tuuh ke kiri dan kemudian kemali
L Ulangi sam-ai dengan %0 kali.
17 | P a g e
.a%bar =. Lati!an Men"ent*! L*t*t
5?. Lati!an Mene3*3 L*t*t 'M*lai Mingg* 3e;7+
$ara-
L Berdiri dengan kaki memuka selear ahu0 tangan men,entuh -inggang.
L Tekuk -unggung ke de-an dengan lutut juga menekuk.
L Kemali luruskan -unggung
L Ulangi sam-ai dengan %0 kali.

.a%bar 5?. Lati!an Mene3*3 L*t*t
d. ,a#e Pe%eli!araan
Beera-a hal ,ang harus di-erhatikan untuk melanjutkan ke 1ase -emeliharaan adalah
ka-asitas 1ungsi(nal -asien0 status klinis serta tingkat -engetahuan -asien tentang
gangguan jantung ,ang dialamin,a. Ka-asitas 1ungsi(nal minimal ,ang dimiliki (leh
-asien adalah sekitar 2 M)Ts ,ang memungkinkan sese(rang da-at menjalankan
akti7itas sehari-hari tan-a kesulitan ,ang erarti. Se5ara klinis0 -asien harus sudah
memiliki res-(n hem(dinamik dan kardi(7askular ,ang stail. Pasien juga dihara-akn
18 | P a g e
sudah memiliki -engetahuan dasar tentang gejala-gejala ,ang dialami0 -ilihan tera-i
,ang da-at dilakukan0 karakteristik -erjalanan alamiah -en,akit serta rentang akti7itas
,ang aman untuk dilakukan.
Pr(gram latihan -ada 1ase -emeliharaan -ada dasarn,a sama dengan indi7idu n(rmal
dengan -enekanan -ada latihan jenis aer(ik. Pada -asien dengan ka-asitas 1ungsi(nal
diatas 2 M)TS0 -emr(graman latihan dengan menggunakan 1rekuensi den,ut jantung
dan "P) 8rating of perceived exertion9 da-at dilakukan. +rekuensi latihan seaikna,
erkisar & sam-ai 4 kali dalam seminggu. 'urasi latihan da-at dimuai dari %0 menit an
kemudian da-at ditingkatkan se5ara ertaha- sam-ai dengan men5a-ai <0 menit. Pada
saat terjadi -eningkatan ka-asitas 1ungsi(nal dan status klinis. Beera-a met(de latihan
,ang da-at dijalankan -ada -enderita gangguan jantung adalah latihan inter7al0 sirkuit0
sirkuit-inter7al dan k(ntin,u:
• =atihan inter7al dide1inisikan seagai latihan ,ang kemudian diikuti (leh -eri(de
istirahat. Beera-a man1aat dari jenis latihan ini adalah 8%9 da-at dilakukann,a
latihan 1isik dengan intensitas tinggi -ada 1ase akti1 dan 8#9 se5ara keseluruhan
intensitas latihan rata-rata meningkat.
• =atihan sirkuit meru-akan latihan dengan melakukan eera-a jenis akti7itas 1isik
tan-a istirahat. =atihan sirkuit iasan,a meli-uti latihan ean dengan sasaran (t(t
tangan dan kaki. Man1aat dari latihan jenis ini adalah da-at melatih (t(t tangan dan
kaki.
• =atihan sirkuit inter7al meru-akan latihan ti-e sirkuit dimana sese(rang
menjalankan eera-a akti7itas akan teta-ai diselingi (leh istirahat -ada saat
dilakukan -eralihan akti7itas. Man1aat dari latihan jenis ini meli-uti man1aat ,ang
dida-at dari altihan sirkit dan inter7al.
• =atihan k(ntin,u menekankan -enggunaan energi sumaksimal ,ang diajaga terus
sama-ai dengan latihan erakhir.
VI. In0e#tigation
No Tanggal Para%eter Ha#il Nilai Nor%al Keterangan
%. #%$%0$#0%& MB6
B/B
"B6
B6T
%00#
%200
20%0
440A
40A N %00A
%4 N %A
40@ N <0%
4# N 2#
N(rmal
N(rmal
N(rmal
N(rmal
19 | P a g e
M6?
M6B
M6B6
P=T
"'M
P'M
MP?
P-=6"
A@0A
#.04
&&02
%@2
4A0&
%%0.
.0@
#&0#
A0 N .4
#@ N &%
&& N &@
%20 N 420
&2 N 42
. N %&
@0# N %%0%
%2 N #2
N(rmal
N(rmal
N(rmal
N(rmal
N(rmal
N(rmal
N(rmal
N(rmal
#. #%$%0$#0%& Ureum
6reatinin
S/4T
S/PT
6KMB
Na
K
6l
PTT
*N"
APTT
&40&&
%0#0
#%0A#
##0&%
A0<
%&.
&0A
%0A
#004
%024
4.0<
%@000 N 4&
%@000 N 4&
@00 N #4
@00 N &#
<00 N %0
%&2 N %42
&02 N 402
.A N %0<
%% N %&02
%02 N #02
#0 N &2
N(rmal
N(rmal
N(rml
N(rmal
N(rmal
N(rmal
N(rmal
Tinggi
Tinggi
N(rmal
Tinggi
& ##$%0$#0%& 6B4
B'=
='=
T/
%.&0<
%##0A
%%20@
%2<0<
000 N #00
200 N %&2
%0 N %20
%0 - %20
N(rmal
N(rmal
N(rmal
Tinggi
EK.
No Tanggal Ha#il
5 65@5?@6?57 Sebelum streptase jam 02.50 wib
Mulai streptase 03.20 wib
20 | P a g e
Streptase selesai jam 04.00 wib
1 jam setelah streptase jam 05.00
6 jam setelah streptase jam 10.00
21 | P a g e
6 67@5?@6?57
7 69@5?@6?57
8 6:@5?@6?57
VII. Manage%ent
A. Treatment
%. 'rug and Medi5ati(n
#%$%0$#0%& ##$%0$#0%& #&$%0$#0%& #4$%0$#0%&
• *S'N 2 mg
• 6a-t(-ril
• 6P/ % 3 @2 mg
• As-ilet % 3 A0 mg
• Sim7astatin
• Al-ra:(lam
• =a3adine
• As-ilet % 3 A0 mg
• *S'N & 3 2 mg
• 6P/ % 3 @2 mg
• 6a-t(-ril % 3 %#02
• =a3adine s, # 3 5i
• Sim7astatin
• *nj. Ari3tra #02 mg$#4
• As-ilet % 3 A0 mg
• *S'N & 3 2 mg
• 6P/ % 3 @2 mg
• 6a-t(-ril
• =a3adine s, # 3
5i
• As-ilet % 3 A0
mg
• *S'N & 3 2 mg
• 6P/ % 3 @2 mg
• 6a-t(-ril
• =a3adine s, # 3
22 | P a g e
• =an(-ra:(le
Bis(-r(l(l % 3 #2 mg
jam • Sim7astatin
• *nj. Ari3tra #02
mg$#4 jam
• Bis(-r(l(l % 3 #2
mg
5i
• Sim7astatin
• *nj. Ari3tra #02
mg$#4 jam
• Bis(-r(l(l % 3 #2
mg
#. 'rug Stud,
N( 'rugs 'es5ri-ti(n
% Ari3tra De#3ri#i : anti5(agulant 8-engen5er darah9 ,ang men5egah -ementukan
gum-alan darah. +(nda-arinu3 juga digunakan ersamaan dengan Mar1arin
86(umadin9 untuk men5egah '?T0 termasuk -ulm(nar, em(lism 8-en,umatan
-emuluh darah -aru--aru9
Do#i# - UA$NST)M* 8Unstale Angina$N(n ST-)le7ati(n M,(5ardial *n1ar5ti(n9:
#.2 mg S6 sehari % kali hingga A hari atau sam-ai keluar dari rumah sakit.
Indi3a#i : 'igunakan untuk men5egah jenis gum-alan darah ,ang diseut dee-
7ein thr(m(sis 8'?T90 ,ang isa men,eakan gum-alan darah dalam -aru--aru
8-ulm(nar, em(lism9. '?T da-at terjadi setelah jenis -emedahan tertentu.
E&e3 #a%ing : )1ek Bemat(l(gis 8-erdarahan0 anemia9K )1ek /* 8N$?0
k(nsti-asi0 diare9K )1ek 6? 8edema0 hi-(tensi0 he-ertensi0 angina0 P6* ,ang
mengarah -ada 5atheter thr(m(sis9K )1ek 6NS 8ins(mnia0 sakit ke-ala0 -using0
keingungan9K )1ek 'ermat(l(gis 8ruam0 -ur-ura9.
In#tr*3#i K!*#*# :
1. Jangan diberikan melalui rute intramuskular (IM route).
2. Berkontra-indikasi pada pasien dengan perdarahan yang
signifikan,endocarditis bacterial akut, hipersensitif terhadap obat,
kerusakan ginal akut, dan pasien dengan berat badan kurang dari !"
kg.
#. $unakan dengan hati-hati pada pasien yang lebih tua dan dalam
keadaan kerusakan ginal sedang.
%. &indari penggunaan 2% am sebelum dan %' am setelah
pembedahan ()B$ (Coronary Artery Bypass Grafting).
!. Monitoring (B( (Complete Blood Count) dan kreatinin se*ara
berkala, dan direkomendasikan untuk melakukan tes umlah darah.
# Aset(sal KANDUN.AN
As-irin $ A5et,lsali5,li5 a5id 8Asam asetilsalisilat9 $ Aset(sal
INDIKASI
Men5aegah agregasi -laletet -ada in1ark mi(kard dan angina tdak stail.
Men5egah serangan iskemik (tak se-intas.
KONTRA INDIKASI
Bi-ersensiti7itas0 termasuk asma.
Tukak -e-tik0 7arisela dan gejala in1luen:a.
Perdarahan su kutan0 tera-i antik(agulan.
Bem(1ilia dan tr(m(sit(-enia.
Anak-anak usia kurang dari %# tahun.
E,EK SAMPIN.
*ritasi -en5ernaan0 mual0 muntah0 -erdarahan -en5ernaan0 tukak -e-tik0 serangan
dis-neu0 reaksi kulit0 tr(m(sit(-enia.
& *S'N De#3ri#i -
23 | P a g e
*s(s(ride dinitrate adalah jenis 7as(dilat(r. 4at ini mengendurkan -emuluh
darah0 meningkatkan -ersediaan darah dan (ksigen ke jantung. 4at ini digunakan
untuk men5egah sakit di dada ,ang diseakan (leh angina.
*ndikasi:
- Untuk men5egah sakit di dada ,ang diseakan (leh angina
- /agal jantung kiri
Kontraindi3a#i-
Bi-ersensiti7itas terhada- nitrat0 hi-(tensi dan hi-(7(lemia0 kardi(-ati (strukti1
hi-ertr(1ik0 sten(sis a(rta0 tam-(nade jantung0 -erikarditis k(nstrikti10 sten(sis
mitral0 anemia erat0 trauma ke-ala0 -erdarahan (tak0 glauk(ma sudut sem-it.
Do#i#-
• Sulingual : 2-%0 mg
• 4ral : sehari dalam d(sis teragi0 angina &0-%#0 mg0 d(sis maksimum #40
mg$hr
• *n1us *ntra7ena : #-%0 mg$jamK d(sis leih tinggi sam-ai #0 mg$jam mungkin
di-erlukan
Peringatan dan Per!atian-
- /angguan he-ar atau ginjal eratK hi-(tir(idisme0 malnutrisi0 atau hi-(termiaK
in1ark mi(kard ,ang masih aruK sistem transdermal ,ang mengandung l(gam
harus diamil seelum kardi(7ersi atau diatermi.
- Sen,a!a nitrat kerja -anjang atau transdermal da-at mengakiatkan t(leransi
8e1ek tera-i erkurang9. Jika t(leransi di-erkirakan setelah -enggunaan
sediaan transdermal0 sediaan terseut harus dile-as selama eera-a jam
erurutan dalam setia- kurun !aktu #4 jam.
E&e3 Sa%ing-
Sakit ke-ala erden,ut0 muka merah0 -using0 hi-(tensi -(stural0 takikardi 8da-at
terjadi radikardi -arad(ksikal9. )1ek sam-ing ,ang khas setelah injeksi meli-uti
hi-(tensi erat0 mual dan muntah0 dia1(resis0 kuatir0 gelisah0 kedutan (t(t0
-al-itasi0 n,eri -erut0 sink(-0 -emerian jangka -anjang disertai dengan
methem(gl(inemia.
6l(-id(grel 'eskri-si : 6l(-id(grel adalah (at g(l(ngan antiagregasi tr(m(sit atau
anti-latelet ,ang ekerja se5ara selekti1 menghamat ikatan Aden(sine 'i-
Ph(s-hate 8A'P9 -ada rese-t(r A'P di -latelet0 ,ang sekaligus da-at
menghamat akti7asi k(m-leks glik(-r(tein /P**$***a ,ang dimediasi (leh A'P0
,ang da-at menimulkan -enghamatan terhada- agregasi -latelet
*ndikasi : Untuk menghamat -ementukan ekuan di -emuluh darah sehingga
da-at men5egah terjadin,a serangan jantung dan str(ke ,ang diakiatkan dari
-en,umatan -emuluh darah.
)1ek sam-ing :
• )1ek /* 8N$?0 gangguan -en5ernaan0 gastritis0 diare dan
k(nsti-asi9
• )1ek Bemat(l(gis 8-erdarahan /*0 -erdarahan intrakranial0
memar0 -ur-ura0 e-istaksis0 hemat(ma0 hematuria9.
• 'ermat(l(gis 8ruam dan gatal-gatal9
'(sis : Melalui mulut 8-er (ral9. &00 mg dan diikuti dengan @2 mg.
'iminum sehari % kali.
1. *nstruksi khusus : +enggunaan obat se*ara bersamaan harus
dihindari (misalnya,omeprazole, esomeprazole, cimetidine,
fluconazole, ketoconazole, voriconazole, etravine,
24 | P a g e
felbamate, fluoxetine, fluvoxamine & ticlodipine).
Memisahkan ,aktu pemberian obat tidak mengurangi
kesempatan obat tersebut untuk berinteraksi.
2. +erhatian-
#. +asien yang mungkin dalam resiko peningkatan perdarahan
dari *edera, pembedahan, atau kondisi patologis lainnya.
%. +asien dengan penyakit hati atau gagal ginal yang
mempengaruhi perdarahan diatheses.
!. +enggabungan penggunaan obat dengan .arfarin,
&eparin, thrombolytics, /0)I1s dan obat lainnya yang
meningkatkan risiko perdarahan.
VIII. N*r#ing $are Plan
Peng3a2ian Pe%en*!an Keb*t*!an Da#ar Man*#ia Men*r*t .ordon '55 Pola+
%. P(la -erse-si dan -emeliharaan kesehatan
seelum masuk "S keiasaan mer(k(k # ungkus$hari dan mengk(nsumsi al5(h(l. 4lah
raga dan gerak adan tidak -ernah dilakukan. Saat di "S klien tidak mer(k(k dan tidak
mengk(nsumsi al5(h(l dan -ematasan akti7itas. Klien tam-ak 5emas dan lemas serta takut
dengan -en,akit ,ang ddi deritan,a. Pasien erhara- setelah di ra!at0 -en,akitn,a akan
semuh.
#. P(la nutrisi
Pasien mengatakan na1su makan aik keiasaan makan sehari &3 dengan nasi dan lauk seadan,a.
Saat ini makan sudah disediakan rumah sakit ,aitu diet jantung **. Saat ini tidak mengalami
-eruahan erat adan ,ang signi1ikan. BB : <@ kg. TB : %<. 5m.
&. P(la eliminasi
Pasien mengatakan BAB dan BAK lan5ar0 ter-asang '6 dank lien menda-atkan la3adin
4. Akti7itas dan latihan
No A3ti0ita#
Penilaian
? 5 6 7 8
% Kemam-uan melakukan "4M O
# Kemam-uan m(ilitas ditem-at tidur O
& Kemam-uan makan dan minum O
4 Kemam-uan t(ileting O
2 Kemam-uan mandi O
< Kemam-uan er-indah O
@ Kemam-uan er-akaian O
Keterangan
25 | P a g e
0 : Mandiri
% : 'engan alat antu
# : 'iantu (rang lain
&: 'engan antuan alat dan (rang lain
4. Tergantung t(tal
2. Tidur dan *stirahat
Seelum masuk "S Pasien tidur %-#3$hari <-A jam$hari. Keluhan tidak ada. Saat di "S tidur
#-&3$hari A-%# jam. Tidak ada keluhan. da-at tidur dengan 5uku-
<. Sens(ri0 -rese-si dan k(gniti1
Pasien da-at erk(munikasi dengan aik0 -andangan -asien aik dan jelas0 -asien da-at
menja!a -ertan,aan -era!at0 namun -asien masih elum mengerti tentang -en,akit ,ang
dideritan,a.
@. K(nse- diri
*dentitas diri : Pasien mam-u mengenali dirin,a seagai se(rang ke-ala keluarga. Pekerjaan
klien adalah uruh
 /amaran diri : Pasien mengerti ah!a dirin,a sekarang sedang sakit dan harus di
ra!at di "S
 *deal diri : Pasien mengatakan sem(ga -en,akitn,a segera semuh dan kemali ke
rumah dan da-at ekerja se-erti seelumn,a.
 Barga diri : klien tam-ak k((-erati1 dan tidak merasa minder dengan keadaan ,ang
sekarang
 Peran diri : Selama ini -asien er-eran seagai ke-ala rumah tangga agi keluargan,a.
A. Seksual dan "e-ruduksi
Seelum masuk "S klien mengatakan jarang melakukan huungan seksual0 han,a
#3$seminggu.
.. P(la Peran Buungan
Selama di rumah sakit klien ditemani (leh anak -erem-uann,a0 tetangga dan sanak
saudaran,a juga erkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk. *nteraksi dengan -asien di
ruangan aik0 da-at mengenal disekelilingn,a.
10.Manajemen K(-ing Stress
26 | P a g e
Keluarga -asien mengatakan -asien ila ada masalah selalau memi5arakan dan
ermus,a!arah dengan angg(ta keluargan,a0 -asien tam-ak 5emas dan takut dengan
-en,akit ,ang di alamin,a karena ini -ertama kali -asien di ra!at di "S.
%%. Sistem nilai dan ke,akinan
Pasien mengatakan eragama islam namun jarang menjalankan iadah sh(lat lima !aktu0
namun dia selalu erd(Pa agar segera di eri kesemuhan.
IA. PEMERIKSAAN ,ISIK UMUM
%. Keadaan umum : Pasien lemah
#. TT? : T' : %&0$.0 mmhg0 N : .2 3$menit0 "" : #4 3$menit.
&. Neur(l(gis : )4?2M< $ %2
4. Kesadaran : 6(m-(s mentis
2. Ke-ala dan =eher :
a. Bagian ke-ala atas
. Mata : Pu-il is(k(r0 sklera tidak ikterik 8kekuningan90 5(njungti7a tidak anemis
8-u5at9
5. Telinga : ersih0 tidak ada 5erumen0 tidak ter-asang alat antu dengar
d. Bidung : tidak ada na1as 5u-ing hidung0 ter-asang alat antu na1as : (ksigen nasal
kanul 2 l$-m.
e. Biir dan Mulut : ersih0 muk(sa iir lema0 tidak ada sian(sis dll.
1. =eher : tidak ada -emesaran kelenjar tir(id0 nadi kar(tis teraa0 dan tidak ada
-elearan J?P 82-#9.
<. Th(rak
a. Jatung
 *ns-eksi : *5tus 5(rdis tidak terlihat0 tidak ada lesi
 Pal-asi: iktus 5(rdis tidak teraa0 n,eri dada seelah kiri
 Perkusi : "edu-
 Auskultasi : Bun,i S% 8lu-9 dan S# 8du-90 tidak ada suara tamahan
murmur atau gall(-.
. Pulm(nal
 *ns-eksi : dada kanan dan kiri simetris0 eks-ansi dada kanan dan kiri sama
tidak ada retraksi.
 Pal-asi : 7(5al 1remitus antara kanan dan kiri sama0 tidak ada kre-itasi.
 Perkusi : S(n(r -ada -aru kanan dan kiri 8n(rmal9
 Auskultasi : 7esikuler antara kanan dan kiri tidak ada !he:ing atau r(n5hi.
@. Ad(men
a. *ns-eksi : 'atar0 tidak ada lesi dan asites dll
. Auskultasi : Peristaltik : #4 3$menit
27 | P a g e
5. Pal-asi: tidak ada n,eri tekan0 turg(r kulit elastis.
d. Perkusi : Tim-ani
A. )kstrimitas
a. Su-eri(r 8atas9:
Ter-asang in1us Na6l -ada tangan kiri0 tidak ada udem0 nadi A#3$ menit0 kekuatan (t(t
antara tangan kanan dank kiri 8290 85a-ilarr, re1ill time9 I & detik.
. *n1eri(r 8a!ah9:
Tida ada edema kaki kanan dan kiri0 akral hangat dan kekuatan (t(t 8290 85a-ilarr,
re1ill time9 I & detik.
A. N*r#ing Diagno#i#
S,m-t(m )ti(l(g, Pr(lem
S :
• Pasien mengatakan n,eri
dada dan terasa -anas0
mejalar -unggung
P : erkurangn,a aliran dara
k(r(ner
B : n,eri0 -anas se-erti di
tusuk-tusuk
R: dada seelah kiri menjalar
ke -unggung
Berkurangn,a aliran darah
k(r(ner
N,eri akut
28 | P a g e
S : . 8%-%09
T : mendadak saat ekerja.
O :
%. Klien tam-ak menahan n,eri
#. Pain s5(re .
&. Adan,a ST ele7asi ?%0?#
dan ?&.
S :
• Pasien mengatakan n,eri
dada dan terasa -anas ,ang
menjalar ke -unggung
O :
• )K/ : ST ele7asi ?%0
?# dan ?&.
• Klien tam-ak gelisah
• Klien mengatakan sesak
na-as
• "" #4 3 $menit
• Ter-asang 4# kanul
nasal 2 lt$menit
Penurunan k(ntraktilitas
mi(5ard
Penurunan 5urah jantung
S :
• Pasien mengatakan adann,a
terasa lemah0 dan n,eri saat
ergerak
O :
• Pasien di -r(gram untuk
edrest
• Ter-asang 4#0 *? line
• Tera-i la3adin &3% 5t
Kelemahan 1isik 'e1i5it sel1 5are
S : klien mengatakan takut
dengan -en,akitn,a.
O :
%. Klien tam-ak 5emas
#. Klien tam-ak gelisah
h(s-italisasi ansietas
S - klien mengatakan tidak
mengerti tentang -en,akit ,ang
dialamin,a.
4 : klien tam-ak gelisah.
Kurang -engetahuan Keteratasan k(gniti1
Pr(rit, N*r#ing Diagno#i#
% N,eri akut .d Berkurangn,a aliran darah k(r(ner
# Penurunan 5urah jantung .d Penurunan k(ntraktilitas mi(5ard
29 | P a g e
& Ansietas .d h(s-italisasi
4 'e1i5it sel1 5are .d kelemahan 1isik
2 Kurang -engetahuan .d keteratasan k(gniti1
30 | P a g e
AI. N*r#ing (are lan
N( Nursing 'iagn(sis Nursing 4ut5(mes 8N469 Nursing *nter7enti(n 8N*69
% N,eri akut .d
Berkurangn,a aliran
darah k(r(ner
N46 :
 Pain =e7el0
 Pain 5(ntr(l0
 6(m1(rt le7el
Kriteria Basil :
 Mam-u meng(ntr(l
n,eri 8tahu -en,ea n,eri0
mam-u menggunakan tehnik
n(n1armak(l(gi untuk
mengurangi n,eri0 men5ari
antuan9
 Mela-(rkan ah!a
n,eri erkurang dengan
menggunakan manajemen
n,eri
 Mam-u mengenali
n,eri 8skala0 intensitas0
1rekuensi dan tanda n,eri9
 Men,atakan rasa
n,aman setelah n,eri
erkurang
 Tanda 7ital dalam
rentang n(rmal
Pain Manage%ent
 =akukan -engkajian n,eri se5ara
k(m-rehensi1 termasuk l(kasi0
karakteristik0 durasi0 1rekuensi0 kualitas dan
1akt(r -resi-itasi
 4ser7asi reaksi n(n7eral dari
ketidakn,amanan
 /unakan teknik k(munikasi tera-eutik
untuk mengetahui -engalaman n,eri -asien
 Kaji kultur ,ang mem-engaruhi res-(n
n,eri
 )7aluasi -engalaman n,eri masa
lam-au
 )7aluasi ersama -asien dan tim
kesehatan lain tentang ketidake1ekti1an
k(ntr(l n,eri masa lam-au
 Bantu -asien dan keluarga untuk
men5ari dan menemukan dukungan
 K(ntr(l lingkungan ,ang da-at
mem-engaruhi n,eri se-erti suhu ruangan0
-en5aha,aan dan keisingan
 Kurangi 1akt(r -resi-itasi n,eri
 Pilih dan lakukan -enanganan n,eri
81armak(l(gi0 n(n 1armak(l(gi dan inter
-ers(nal9
 Kaji ti-e dan sumer n,eri untuk
menentukan inter7ensi
 Ajarkan tentang teknik n(n 1armak(l(gi
 Berikan analgetik untuk mengurangi
n,eri
 )7aluasi kee1ekti1an k(ntr(l n,eri
 Tingkatkan istirahat
 K(la(rasikan dengan d(kter jika ada
keluhan dan tindakan n,eri tidak erhasil
 M(nit(r -enerimaan -asien tentang
manajemen n,eri
31 | P a g e
Analge#i( Ad%ini#tration
 Tentukan l(kasi0 karakteristik0 kualitas0
dan derajat n,eri seelum -emerian (at
 6ek instruksi d(kter tentang jenis (at0
d(sis0 dan 1rekuensi
 6ek ri!a,at alergi
 Pilih analgesik ,ang di-erlukan atau
k(minasi dari analgesik ketika -emerian
leih dari satu
 Tentukan -ilihan analgesik tergantung
ti-e dan eratn,a n,eri
 Tentukan analgesik -ilihan0 rute
-emerian0 dan d(sis (-timal
 Pilih rute -emerian se5ara *?0 *M
untuk -eng(atan n,eri se5ara teratur
 M(nit(r 7ital sign seelum dan sesudah
-emerian analgesik -ertama kali
 Berikan analgesik te-at !aktu terutama
saat n,eri heat
 )7aluasi e1ekti7itas analgesik0 tanda
dan gejala 8e1ek sam-ing9
# Penurunan 5urah jantung
.dPenurunan
k(ntraktilitas mi(5ard
N46 :
L 6ardia5 Pum-
e11e5ti7eness
L 6ir5ulati(n Status
L ?ital Sign Status
Kriteria Basil:
 Tanda ?ital dalam
rentang n(rmal 8Tekanan
darah0 Nadi0 res-irasi9
 'a-at ment(leransi
akti7itas0 tidak ada
kelelahan
 Tidak ada edema -aru0
Cardiac Care
 Evaluasi adanya nyeri dada ( intensitas,lokasi,
durasi)
 Catat adanya disritmia jantung
 Catat adanya tanda dan gejala penurunan
cardiac putput
 Monitor status kardiovaskuler
 Monitor status pernafasan yang menandakan
gagal jantung
 Monitor abdomen sebagai indicator penurunan
perfusi
32 | P a g e
-eri1er0 dan tidak ada asites
 Tidak ada -enurunan
kesadaran
 Monitor balance cairan
 Monitor adanya perubahan tekanan darah
 Monitor respon pasien terhadap efek
pengobatan antiaritmia
 Atur periode latihan dan istirahat untuk
menghindari kelelahan
 Monitor toleransi aktivitas pasien
 Monitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan
ortopneu
 Anjurkan untuk menurunkan stress
Vital Sign Monitoring
 Monitor T, nadi, suhu, dan !!
 Catat adanya fluktuasi tekanan darah
 Monitor "# saat pasien berbaring, duduk, atau
berdiri
 Auskultasi T pada kedua lengan dan
bandingkan
 Monitor T, nadi, !!, sebelum, selama, dan
setelah aktivitas
 Monitor kualitas dari nadi
 Monitor adanya pulsus paradoksus
 Monitor adanya pulsus alterans
 Monitor jumlah dan irama jantung
 Monitor bunyi jantung
 Monitor frekuensi dan irama pernapasan
 Monitor suara paru
 Monitor pola pernapasan abnormal
 Monitor suhu, $arna, dan kelembaban kulit
 Monitor sianosis perifer
 Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi
yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
%dentifikasi penyebab dari perubahan vital sign
33 | P a g e
& 1efisit pera,atan diri
b2d kelemahan fisik
NOC :
 #elf care & Activity of aily
'iving (A's)
Kriteria Hasil :
 (lien terbebas dari bau
badan
 Menyatakan kenyamanan
terhadap kemampuan
untuk melakukan A's
 apat melakukan A'#
dengan bantuan
NIC :
#elf Care assistane : ADLs
)* Monitor kemempuan klien untuk pera$atan diri
yang mandiri*
+* Monitor kebutuhan klien untuk alat,alat bantu
untuk kebersihan diri, berpakaian, berhias,
toileting dan makan*
-* #ediakan bantuan sampai klien mampu secara
utuh untuk melakukan self,care*
.* orong klien untuk melakukan aktivitas sehari,
hari yang normal sesuai kemampuan yang
dimiliki*
/* orong untuk melakukan secara mandiri, tapi
beri bantuan ketika klien tidak mampu
melakukannya*
0* Ajarkan klien1 keluarga untuk mendorong
kemandirian, untuk memberikan bantuan hanya
jika pasien tidak mampu untuk melakukannya*
2* 3erikan aktivitas rutin sehari, hari sesuai
kemampuan*
4* 5ertimbangkan usia klien jika mendorong
pelaksanaan aktivitas sehari,hari*
4 (emas b.d
hospitalisasi
NOC :
 An6iety control
 Coping
 %mpulse control
Kriteria Hasil :
 (lien mampu
mengidentifikasi dan
mengungkapkan gejala
cemas
 Mengidentifikasi,
mengungkapkan dan
menunjukkan tehnik untuk
mengontol cemas
An6iety !eduction (penurunan kecemasan)
• 7unakan pendekatan yang menenangkan
• 8yatakan dengan jelas harapan terhadap
pelaku pasien
• 9elaskan semua prosedur dan apa yang
dirasakan selama prosedur
• 5ahami prespektif pasien terhdap situasi stres
• Temani pasien untuk memberikan keamanan
dan mengurangi takut
• 3erikan informasi faktual mengenai diagnosis,
tindakan prognosis
• orong keluarga untuk menemani anak
34 | P a g e
 "ital sign dalam batas
normal
 5ostur tubuh, ekspresi
$ajah, bahasa tubuh dan
tingkat aktivitas
menunjukkan
berkurangnya kecemasan
• 'akukan back 1 neck rub
• engarkan dengan penuh perhatian
• %dentifikasi tingkat kecemasan
• 3antu pasien mengenal situasi yang
menimbulkan kecemasan
• orong pasien untuk mengungkapkan
perasaan, ketakutan, persepsi
• %nstruksikan pasien menggunakan teknik
relaksasi
• 3arikan obat untuk mengurangi kecemasan
2 3urang pengetahuan NOC :
 (o$l$dge & disease
process
 (o$ledge & health
3ehavior
Kriteria Hasil :
 5asien dan keluarga
menyatakan pemahaman
tentang penyakit, kondisi,
prognosis dan program
pengobatan
 5asien dan keluarga
mampu melaksanakan
prosedur yang dijelaskan
secara benar
 5asien dan keluarga
mampu menjelaskan
kembali apa yang
dijelaskan pera$at1tim
kesehatan lainnya*
NIC :
Teaching & disease 5rocess
)* 3erikan penilaian tentang tingkat pengetahuan
pasien tentang proses penyakit yang spesifik
+* 9elaskan patofisiologi dari penyakit dan
bagaimana hal ini berhubungan dengan
anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat*
-* 7ambarkan tanda dan gejala yang biasa
muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat
.* 7ambarkan proses penyakit, dengan cara yang
tepat
/* %dentifikasi kemungkinan penyebab, dengna
cara yang tepat
0* #ediakan informasi pada pasien tentang
kondisi, dengan cara yang tepat
2* :indari harapan yang kosong
4* #ediakan bagi keluarga atau #; informasi
tentang kemajuan pasien dengan cara yang
tepat
<* iskusikan perubahan gaya hidup yang
mungkin diperlukan untuk mencegah
komplikasi di masa yang akan datang dan atau
proses pengontrolan penyakit
)=* iskusikan pilihan terapi atau penanganan
))* ukung pasien untuk mengeksplorasi atau
35 | P a g e
mendapatkan second opinion dengan cara
yang tepat atau diindikasikan
)+* Eksplorasi kemungkinan sumber atau
dukungan, dengan cara yang tepat
)-* !ujuk pasien pada grup atau agensi di
komunitas lokal, dengan cara yang tepat
).* %nstruksikan pasien mengenai tanda dan gejala
untuk melaporkan pada pemberi pera$atan
kesehatan, dengan cara yang tepat
36 | P a g e
NO Diagno#a
Keera4atan
I%le%enta#i E0al*a#i TTD
% N,eri .d Berkurangn,a aliran
darah k(r(ner
ICU ( 21 Okt 2013)
%. Melakukan -engkajian n,eri
se5ara k(m-rehensi1
#. menggunakan teknik k(munikasi
tera-eutik untuk mengetahui
-engalaman n,eri -asien
&. Mengajarkan teknik reduksi n,eri
dengan na-as dalam
4. meningkatkan istirahat klien
2. k(la(rasi -emerian nitrat
I$U ' 66 O3t 6?57+
I$U ' 65 O3t 6?57 1a% 5 ? .89WIB+
S: klien mengatakan masih n,eri -ada
dada seelah kiri
4:
- Pasien tam-ak erkeringat dingin
- N: %0% 3$menit
- T' : %#%$A& mmBg
- Sk(re n,eri @
- Klien tam-ak menahan n,eri
A: Masalah Belum teratasi
P: =anjutkan inter7ensi di-indahkan ke
*6U
%. M(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
#. M(nit(r skala n,eri
&. M(nit(r -nggunaan reduksi
n,eri dengan na-as dalam.
4. K(la(rasi -emerian *S'N
2. Berikan m(r1in % am- dalam
%0 55 jika sangat n,eri.
I$U ' 66 O3t 6?57C 1a% 57.7? WIB+
37 | P a g e
%. Mem(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan ""
#. Mem(nit(r skala n,eri
&. Mem(nit(r -nggunaan reduksi
n,eri dengan na-as dalam
4. Berk(la(rasi -emerian *S'N
2. Menganjurkan klien untuk ed rest
I$U ' 67 O3t 6?57+
%. Mem(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan ""
#. Mem(nit(r skala n,eri
&. Mem(nit(r -nggunaan reduksi n,eri
dengan na-as dalam
4. Menganjurkan untuk edrest
2. Berk(la(rasi -emerian *S'N
S- -asien mengatakan n,erin,a
dadan,a sudah erkurang
O-
N: %0< 3$menit
- T' : %%<$@A mmBg
- "": ## r-m
- skala n,eri 4
- klien tam-ak rileks
A: Masalah teratasi seagian
P: =anjutkan inter7ensi
%. M(nit(r
T'0 nadi0 suhu0 dan ""
#. M(nit(r
skala n,eri
&. M(nit(r
-nggunaan reduksi n,eri dengan
na-as dalam.
4. K(la(rasi
-emerian *S'N
I$U ' 67 O3t 6?57C 1a% 57.?? WIB+
S- klien mengatakan n,erin,a mulai
hilang.
O-
N: @@ 3$menit
- T' : .%$<& mmBg
- "": #0 r-m
- klien tam-ak rileks
- skala n,eri I &
A: Masalah teratasi seagian.
38 | P a g e
P: inter7ensi dihentikan

#. Penurunan 5urah jantung
erhuungan dengan Penurunan
k(ntraktilitas mi(5ard
ICU ( 21 Okt 2013) jam
08.30 – 12.00 WIB
%. melakukan T'0 nadi0 suhu0 dan ""
#. melakukan auskultasi un,i jantung
&. mengukur 1rekuensi dan irama
-erna-asan
4. Melakukan )K/
2. Berk(la(rasi -emerian stre-tase
<. Memantau )K/ % jam0 < jam0 dan
%# jam setelah stre-tase
@. M(nit(r adan,a -erdarahan
A. Memerikan 4# nasal kanul 2l$-m
.. Menganjurkan klien untuk an,ak
istirahat
I$U ' 66 O3t 6?57+
%. Mem(nit(r )K/
#. Mem(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
&. Melakukan auskultasi un,i
jantung
I$U ' 65 O3t 6?57 1a% 5 7 .?? WIB+
S: -
4:
- Pasien tam-ak erkeringat dingin
- Urin er!arna merah 8hematuria9
- Basil la PTT : #0040 *N" : %0240
APTT : 4.0<.
- )K/ : 'a-at dilihat adan,a ST
ele7asi -ada ?%0 ?# dan ?&.
- N: %0% 3$menit
- T' : %#%$A& mmBg
A: Masalah Belum teratasi
P: =anjutkan inter7ensi di-indahkan ke
*6U
%. 6atat adan,a tanda dan gejala
-enurunan 5ardia5 -ut-ut
#. M(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
&. M(nit(r un,i jantung
4. M(nit(r 1rekuensi dan irama
-erna-asan
2. K(la(rasi -emerian (at
ari3tra #02 ml$#4 jam
39 | P a g e
4. Menganjurkan -asien untuk
istirahat
2. Memerikan 4# nasal kanul &
l$-m
<. Melakukan k(la(rasi
-emerian ari3tra #02ml$#4
jam0 6P/0 *S'N
@. Mem(nit(r adan,a -erdarahan
I$U ' 67 O3t 6?57+
%. Mem(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
#. Mmelakukan auskultasi un,i
jantung
&. Mem(nit(r )K/
4. Menganjurkan klien untuk
m(ilisasi duduk.
2. Memerikan 4# nasal kanul &
l$mnt
<. Melakukan k(la(rasi
-emerian ari3tra #02 mg$#4
jam.
Melati 8 ' 68 O3t 6?57+
%. Mem(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
#. Mmelakukan auskultasi un,i
jantung
&. Memantu m(ilisasi -asien
4. Melakukan k(la(rasi
I$U ' 66 O3t 6?57 1a% 57.7? WIB+
S-;
O- adana"a #eg%en ST ele0a#i ada
V5C V6C dan V7.
N: %0< 3$menit
- T' : %%<$@A mmBg
- "": ## r-m
- Bun,i jantung S%0 S# "eguler
A: Masalah Belum teratasi
P: =anjutkan inter7ensi
%. 6atat adan,a tanda dan gejala
-enurunan 5ardia5 -ut-ut
#. M(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan ""
&. M(nit(r un,i jantung
4. K(la(rasi -emerian ari3tra #02
ml$#4 jam
I$U ' 67 O3t 6?57C 1a% 57.7? WIB+
S-;
O- adana"a #eg%en ST ele0a#i.
!" 77 #$me%it
&' " 91$63 mm(g
))" 20 rpm
*lie% mampu m+bilisasi
,u,u*.
-u%.i ja%tu%g S1/ S2 )eguler
A: Masalah teratasi seagian
P: =anjutkan inter7ensi
%. 6atat adan,a tanda dan gejala
-enurunan 5ardia5 -ut-ut
#. M(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
&. M(nit(r un,i jantung
4. K(la(rasi -emerian (at
40 | P a g e
-emerian ari3tra #02 mg$#4
jam.
2. Memerikan 4# nasal kanul &
l$ -m
Melati 8 ' 69 O3t 6?57+
%. Mem(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
#. Melakukan auskultasi un,i
jantung
&. Mem(nit(r )K/
4. Mendam-ingi -asien dalam
melakukan m(ilisasi
2. Memerikan 4# & l$-m
<. Melakukan k(la(rasi
-emerian ari3tra #02 ml$#4
jam.
Melati 8 ' 6: O3t 6?57
%. Mem(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
#. Memerikan 4# & l $ -m
&. Mem(nit(r m(ilisasi -asien
4. Mem(nit(r )K/
ari3tra #02 ml$#4 jam
Melati 8 ' 68 O3t 6?57C 1a% 57.??
WIB+
S-
O-
N: A4 3$menit
- T' : %%0$@0 mmBg
- "": %. r-m
- Bun,i jantung S%0 S# "eguler
- klien mam-u duduk di tem-at tidur
se5ara mandiri
A: Masalah teratasi seagian
P: =anjutkan inter7ensi
%. 6atat adan,a tanda dan gejala
-enurunan 5ardia5 -ut-ut
#. M(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan
""
&. M(nit(r un,i jantung
4. K(la(rasi -emerian ari3tra
#02 ml$#4 jam
Melati 8 ' 69 O3t 6?57C 1a% 57.??
WIB+
S-;
O-
N: A0 3$menit
- T' : %00$A0 mmBg
- "": #4 r-m
- Bun,i jantung S%0 S# "eguler
- klien mam-u erjalan keluar ruangan
A: Masalah teratasi seagian
P: =anjutkan inter7ensi
%. M(nit(r T'0 nadi0 suhu0 dan ""
#. K(la(rasi -emerian (at
ari3tra #02 ml$#4 jam.
41 | P a g e
Melati 8 ' 6: O3t 6?57C 1a% 57.??
WIB+
S-
; Keadaan umum -asien aik
O-
!" 90 #$me%it
&' " 120$90 mm(g
))" 24 rpm
-u%.i ja%tu%g S1/ S2 )eguler
*lie% mampu berjala% *eluar
rua%ga%
S& ele0asi pa,a 14.
A: Masalah teratasi seagian
P: =anjutkan inter7ensi
'ischarge pla%%i%g pasie%
pula%g
& 'e1i5it sel1 5are erhuungan
dengan kelemahan 1isik

I $U ' 65 O3t 6?57+
%. Mem(nit(r kemem-uan klien
untuk -era!atan diri ,ang
mandiri.
#. Memantu klien memersihkan
tem-at tidur0 mengganti linen
&. Memantu dalam keersihan diri
8mandi90 er-akaian0 t(ileting dan
makan.
4. Men,ediakan antuan sam-ai
klien mam-u se5ara utuh untuk
melakukan sel1-5are.
I$U ' 65 O3t 6?57 1a% 56.89WIB+
S"
Pasie% me%gata*a% merasa
segar
2"
- Pasie% tampa* bersih ,a%
wa%gi
- 3lie% tampa* %.ama%
A: Masalah teratasi seagian
P: =anjutkan inter7ensi
%. Bantu keutuhan klien untuk alat-
alat antu untuk keersihan diri0
er-akaian0 erhias0 t(ileting dan
makan.
#. Sediakan antuan sam-ai klien
mam-u se5ara utuh untuk
melakukan sel1-5are.
42 | P a g e
I$U ' 66 O3t 6?57+
%. Mem(nit(r kemem-uan klien untuk
-era!atan diri ,ang mandiri.
#. Memantu klien memersihkan
tem-at tidur0 mengganti linen
&. Memantu dalam keersihan diri
8mandi90 er-akaian0 t(ileting.
4. Men,ediakan antuan sam-ai klien
mam-u se5ara utuh untuk
melakukan sel1-5are.
I$U ' 66 O3t 6?57 2a% 57.7? WIB+
S:
- Pasien mengatakan adann,a terasa
segar
4:
- Pasien mulai mam-u makan se5ara
mandiri
- Klien tam-ak ersih
A: Masalah Belum teratasi
P: =anjutkan inter7ensi *
%. Bantu keutuhan klien untuk
alat-alat antu untuk
keersihan diri0 er-akaian0
erhias0 t(ileting.
#. Sediakan antuan sam-ai klien
mam-u se5ara utuh untuk
melakukan sel1-5are
4 3ura%g pe%getahua% Meat! " ( 2# Okt 2013) Melati 8 ' 6: O3t 6?57 2a% 57.??
43 | P a g e
te%ta%g berhubu%ga%
,e%ga%
*eterbatasa% *+g%iti4

%. Menjelaskan ke-ada -asien
tentang -engertian tanda dan gejala
,ang iasa mun5ul -ada ST)M*
#. Menjelaskan -r(ses -en,akit -ada
ST)M*
&. Mendiskusikan dengan -asien
-eruahan ga,a hidu- ,ang
mungkin di-erlukan untuk
men5egah k(m-likasi di masa ,ang
akan datang dan atau -r(ses
-eng(ntr(lan -en,akit
4. Memeri !aktu -ada -asien untuk
ertan,a
WIB+
S"
Pasien mengatan mengerti tentan
ST)M*
- Pasien mengatakan akan selalu
menjaga kesehatann,a dengan
melakukan -(la hidu- ,ang sehat
diantaran,a mengurangi mer(k(k0
minum alk(h(l.
'2"
- Pasien tam-ak mengerti dan akti1
ertan,a
A: Masalah teratasi
P: inter7ensi dihentikan
44 | P a g e
AII. Di#(!arge Planning
%. Pasien di anjurkan untuk meminum (at ,ang di a!akan -ulang se5ara teratur dan di
erikan -emahaman mengenai 1ungsi (at ,ang di minum -asien. Keluarga di erikan
-enjelasan agar ikut mengingatkan -asien untuk minum (at.
#. Pasien di eri -enjelasan ka-an harus k(ntr(l ke d(kter0 dan di jelaskan mengenai k(ndisi-
k(ndisi se-erti a-a ,ang mengharuskan dia mengunjungi -etugas kesehatan seelum
jad!al k(ntr(l.
&. Pasien di ajarkan mengenai durasi dan t(leransi latihan 1isik ,ang isa di lakukan di
rumah. Keluarga di erikan -enjelasan mengenai kegiatan 1isik -asien ,ang memang di
atasi dan di latih akti7itas 1isik taha--demi taha-.
4. Pasien di ajarkan mengenai ga,a hidu- dan diet ,ang te-at untuk -enderita jantung
khususn,a ST)M* 8rendah k(lester(l0 erhenti mer(k(k9. Keluarga -asien di anjurkan
untuk men,ia-kan makanan ,ang rendah k(lester(l0 menghindari -enggunaan min,ak
erulang untuk memasak makanan -asien a-aila di rumah nanti. Selain itu keluarga
-asien di anjurkan untuk selalu mengingatkan -asien untuk menghindari mer(k(k0
mengendalikan em(si0 hindari stress0 mengatur tidur dan istirahat
2. Memagi -ekerjaan sehari-hari dan memuat jad!al kegiatan tia- minggun,a agar tidak
ekerja terus-menerus0 hindari akti7itas ,ang meregangkan atau harus menahan na-as
se-erti mengejan !aktu uang air esar0 mengangkat$menarik$mend(r(ng enda erat0
memuka jendela ,ang ma5et.
Eang -erlu di-erhatikan:
%. Bila timul n,eri dada
• Bentikan akti1itas dan istirahat0 tidur telantang
• Bila n,eri tidak hilang dengan memakai (at 8NT/9 di a!ah lidah0 segera ke
d(kter
#. Na-as -endek
• Bentikan akti1itas dan istirahat
• Bila tidak hilang dengan (at 8nitr(gliserin9 dia!ah lidah0 atau sesak na-as erat
atau sesak na-as timul tan-a sea0 a!a ke d(kter
&. Kegiatan seksual
• Bila sudah diijinkan (leh d(kter dan sesuai -etunjuk.
4. K(nsulasi seelum -ulang dari rumah sakit0 ,aitu tentang
%. Akti1itas sehari-hari di rumah.
#. Akti1itas h(i
&. Akti1itas ekerja
4. Akti1itas seksual
2. Akti1itas -r(gram nutrisi.
<. Menghindari dan mem-eraiki 1a5t(r resik(.
45 | P a g e
AIII. Re#ear(! e0iden(e
%. Jurnal ke-era!atan
Kete$ka!ata% &e%'a% Ka()( *%+B+ &e%'a% &!a'%,(a me&!( S*EMI
-a%' mem!!k! ke.ema(a% &e%'a% /e%-ak!t -a%' &!&e$!ta%-a.
0)&) $e(ea$.1 2 Peredaan tingkat ke5emasan -ada -asien in1ark mi(kar akut
seelum dan sesudah -emerian relaksasi (t(t -r(gresi1 di "SU' Tugurej( Semarang .
Peneliti : Bari muktisehati0 *sm(nah0 Mulandari Meika!ati
Latar Bela3ang - -en,akit jantung meru-akan -en,akit -en,ea kematian ,ang esar
terjadi di *nd(nesia. Sehingga ketika sese(rang didiagn(sa dengan in1ark mi(kard salah
satu tanda dan gejalan,a adalah -asien mengalami ke5emasan. Salah satu mekanisme
5emas adalah suatu keadaan ,ang diatur (leh 5(rte3 te-atn,a di -usat 5emas. Perasaan
5emas akan menimlkan -eningkatan rangsang sim-atis eru-a meningkatn,a den,ut
jantung0 t(nus (t(t0 dan tekanan darah. Pemerian teknik relaksasi (t(t -r(gresi1 ini akan
menekan rangsangan sim-atis sehingga den,ut jantung0 t(nus (t(t dan tekanan darah
menurun. Sehingga -asein akan menjadi relaks0 n,aman dan terjadilah rangsangan ke
k(rteks ,ang menjadikan rangsangan menurun.
T*2*an : mengetahui -eredaan tingkat ke5emasan -ada -asien mi(kard in1ark seelum
dan sesudah -emerian teknik relaksasi (t(t -r(gresi1.
Met,&e " Jurnal ini menggunakan disain -enelitian pra-experimental design one group
pre- post test.
Ha#il : Basil res-(nden seelum dilakukan tera-i (t(t -r(gresi1 ah!a res-(nden
mengalami -eruahan tingkat ke5emasan ,aitu seelum tingkat ke5emasan erat dialami
. (rang0 dan sesudah inter7ensi menjadi & (rang. Basil uji Beda dengan -Q0000# I 0002.
'a-at disim-ulkan -ada tingkat signi1ikan 2F terukti ada -eredaan ke5emasan ,ang
dimiliki -asin -ada seelum an sesudah -emerian teknik relaksasi -r(gresi1.
Pe%ba!a#an : Salah satu mekanisme 5emas adalah suatu keadaan ,ang diatur (leh
5(rte3 te-atn,a di -usat 5emas. Perasaan 5emas akan menimlkan -eningkatan rangsang
sim-atis eru-a meningkatn,a den,ut jantung0 t(nus (t(t0 dan tekanan darah. Pemerian
teknik relaksasi (t(t -r(gresi1 ini akan menekan rangsangan sim-atis sehingga den,ut
jantung0 t(nus (t(t dan tekanan darah menurun. Sehingga -asein akan menjadi relaks0
n,aman dan terjadilah rangsangan ke k(rteks ,ang menjadikan ke5emasan menurun.
46 | P a g e
Teknik relaksasi ini akan menghamat -r(duksi adren(5(rti5(tr(-hin h(rm(ne 8A6TB9.
Karena -ele-asan h(rm(ne terseut da-at merangsang -eningkatan kerja s,stem sara1
sim-atis susunan sara1 (t(n(m.
Ke#i%*lan : teknik relaksasi (t(t -r(gresi1 e1ekti1 da-at menurunkan ke5emasan -ada
-sien dengan akut mi(kard in1ark.
Rele0an#i ter!ada 3a#*#: Penelitian ini da-at mendukung -ada kasus -asien Tn GBH
,aitu diagn(sa medis ST)M*0 dimana da-at mendukung diangn(sa ke-era!atan ,ang
diangkat ,aitu 5emas ,ang salah satu inter7ensi ke-era!atan ,aitu dengan tehnik
relaksasi (t(t -r(gresi1 .
#. Jurnal medi50 med h(s- #0%#. ?(l % 8#9.: %&. N %4# 1akultas ked(kteran uni7ersitas
di-(neg(r(.
1*d*l: -rimar, -er5utan(us 5(r(nar, inter7enti(n 8P6*9 0 senjata aru untuk mela!an
serangan jantung.
Pen*li# : s(diCur ri1ki
Latar bela3ang : -rimar, P6* adalah suatu tindakan untuk mngalirkan kemali atreri
k(r(ner ,ang tersumat thr(mus0 ,ang men,eakan in1ark mi(kard dengan ST ele7asi
8ST)M*90 dengan menggunakan al(n kateter k(r(rner0 aik diikuti dengan -emasangan
stent mau-un tidak. Pasien ,ang sedang mengalami serangan jantung ti-e ST)M* segera
dilakukan angi(gra1i k(r(ner0 lalu setelah diidenti1ikasi arteri k(r(ner ,ag tersumat0
dilanjutkan dengan u-a,a memuka sumatan terseut dengan 5ara dimasukkan ka!at
-enuntun dari metal dengan ujung ,ang 1l(--, untuk menemus sumatan thr(mus
terseut lalu dilearkan dengan al(n dan kalau -erlu di-asang stent. Bila gum-alan ,ang
men,umat terlalu an,ak da-at dias-irasi dulu dengan kateter as-irasi seelum dial(n
atau di-asang stent.
Pe%ba!a#an : -enelitian menunjukkan ah!a -enatalaksanaan ST)M* dengan tera-i
1irin(litik intra7en(us 8*?9 leih aik diandingkan se5ara k(nser7ati10 dimana rerata
angka kematian -ada &2 hari adalah .0<F -ada su,ek ,ang menda-at tera-i 1irin(litik0
diandingkan %%02 F -ada 5(ntr(l. *delan,a -ada 1irin(litik *? da-at dierikan dalam
!aktu &0 menit terhitung sejak -asien masuk -intu rumah sakit 8d((r-t(( needle time90
untuk mnda-atkan man1aat (-timal tera-i ini. Meski-un terukti sangat rman1aat0 teta-i
tera-i 1irin(litik *? memiliki keteratasan0 antara lain ham-er &0F -asien ST)M*
k(ntraindikasi dierikan tera-i 1irin(l(itik0 #2F -asien mengalami sumatan kemali
47 | P a g e
8re-(klusi9 dalam !aktu & ulan. Keteratasan ini sedikit terjadi -ada tera-, dengan
-rimar, P6*. Metaanalisis dari #& -enelitian memandingkan antara -rimar, P6* 8&A@#
-asien9 dengan 1irin(litik 8&A<@ -asien90 rerata risik( kematian -ada 4-< minggu setelah
-era!atan leih rendah se5ara signi1ikan -ada -asien ST)M* ,ang meda-atkan tera-i
Primar, P6* 8@F 7s .F9. "erata in1ark erulang dan str(ke juga erkurang.
Ke#i%*lan : -rimar, P6* e1ekti1 digunakan -ada -enatalaksanaan in1ark mi(kard
ST)M* diandingkan dengan tera-i 1irin(litik.
Rele0an#i ter!ada 3a#*#: Salah satu entuk k(la(rati1 Ners dengan tim medis ,aitu
-emerian tehnik 1armak(l(gi -ada kasus -asien ST)M*0 ,aitu -ada Tn GBH tera-i
1armak(l(gi ,ang dierikan 1irin(litik. Pada k(nse- ,ang di jelaskan -ada jurnal diatas
ah!a tera-i 1irin(litik memang aik digunakan -ada -asien ST)M* namun memiliki
keteratasan dimana kemungkinan terjadi re(klusi atau terjadi sumatan kemali.
Pe%!a#an 3a#*#
Pasien Tn GBH datang ke *"' "SUP 'r S(eradji Tirt(neg(r( Klaten0 -ada tanggal #%
4kt(er #0%& jam ##.## M*B dengan keluhan dan n,eri dada0 terasa -anas seelah kiri
sejak & jam ,ang lalu0 n,eri terjadi terus menerus dan menjalar ke lengan -unggung0
durasi n,eri kurang leih 4-< menit dengan sekala n,eri .0 Pasien tam-ak lemah0 gelisah
dan meringis kesakitan0 dengan diagn(sa medis ST )le7asi Mi(5ard *n1ark 8ST)M*9.
'engan N .23$menit0 "" #4 3$menit T' : %&0$.0 mmBg. 'iangn(sa ke-era!atan di
,ang diangkat di U/' diantaran,a n,eri erhuungan dengan rkurangn,a aliran darah
k(r(ner0 Penurunan 5urah jantung erhuungan dengan -enurunan k(ntraktilitas0.
Tindakan ,ang dilakukan adala -emerian 4# nasal kanu & l$-m0 -emeriksaan )K/0 dan
k(la(rati1 ,ang dilakukan diantaran,a -emerian *S'N0 as-ilet0 dan 6P/ dengan in1use
Na6l0kemudian setelah itu -asien di -indahkan di *6U.
Pasien dira!at dia *6U dengan lanjutan inter7ensi ,ang elum teratasi dari *"'
diantaran,a diagn(sa ke-era!atan n,eri erhuungan dengan rkurangn,a aliran darah
k(r(ner0 Penurunan 5urah jantung erhuungan dengan -enurunan k(ntraktilitas0 de1i5it
48 | P a g e
sel1 5are erhuungan denga kelemahan 1isik. *nter7ensi ke-era!atan dari masing-
masing diagn(sa ke-era!atan da-at teratasi seagaian ,aitu dengan -emerian tera-i
stre-tase dan dilanjutkan dengan -emeria ari3tra #02 mg$#4 jam selama 2 hari. data N:
%0% 3$menit0 T' : %#%$A& mmBg0 "": #4 r-m0 Bun,i jantung S%0 S# "eguler0 Pasien
mengatakan n,eri dada seelah kiri sudah mulai erkurang dan teratasi dengan skala
n,eri I &0 Pasien tam-ak melakukan tehnik na1as dalam dengan imingan0 Keluarga
tam-ak k((-erati1 mera!at -asien. Berdasarkan hasil e7aluasi terseut -asien di
-indahkan ke ruang ra!at *na- Melati 4 -ada tanggal #4 (kt(er #0%&.
Tindakan ke-era!atan -ada -asie TnHBH ,aitu inter7ensi ,ang dilakukan dengan
diagn(sa ke-era!atan diantaran,a -enurunan 5urah jantung erhuungan dengan
-enurunan k(ntraktilitas (t(t jantung0 serta erdasarkan hasil anamnese maka mun5ul
maslah ke-era!atan aru kurang -engetahuan tentang ST)M* erhuungan dengan
keteratasan k(gniti1.
Pada masing-masing diagn(sa ke-era!atan ,ang Pertama -enurunan 5urah jantung
erhuungan dengan -enurunan k(ntraktilitas mi(5ard0 -eningkatan 1rekuensi dilakukan
tindakan ke-era!atan ,aitu dengan stre-tase dan dilanjutkan dengan -emerian ari3tra
#02 mg$ #4 jam0 dengan demikian masalah teratasi seagian dan tidakan ke-era!atan
,ang dilakukan sam-ai tanggal #< (kt(er diantaran,a keadaan umum -asien aik0 N:
.03$menit0 T' : %#0$.0 mmBg0 "": #0 r-m0 hasil e7aluasi terseut masih memerlukan
(ser7asi lanjutan terhada- -asien.
'iagn(sa ke-era!atan kedua ,aitu n,eri erhuungan dengan erkurangn,a aliran darah
k(r(ner0 -ada masalah ke-era!atan terseut dengan -r(gram inter7ensi ke-era!atan
dengan dilakukan e7aluasi -ada -asien tanggal #& 4kt #0%& jam %&.00 M*B ,aitu -asien
mengatakan n,eri sudah mulai erkurang0 dan terkadang hilang0 -asien tam-ak
melakukan tehnik na1as dalam dengan imingan0 N: @@ 3$menit0 T' : .%$<& mmBg0 "":
#0 r-m0 sehingga hasil e7aluasi terseut telah memenuhi tujuan ,ang rinren5anakan
semula ,ang artin,a masalah da-at teratasi.
'iagn(sa ke-era!atan ketiga ,aitu de1i5it sel1 5are erhuungan dengan kelemahan 1isik
masalah terseut da-at teratasi -ada tanggal #4 4kt #0%& jam %&.00 M*B ,aitu -asien
mengatakan sudah melakukan akti7itas mandi0 makan0 BAB0 BAK se5ara mandiri.
Sedangkan -ada diagn(sa ke-era!atan ,ang ke em-at ,aitu kurang -engetahuan
erhuungan keteratasan k(gniti10 dimana dengan -r(gram inter7ensi ke-era!atan ,ang
49 | P a g e
dilakukan selama % 3 #4 jam masalah terseut da-at teratasi -ada tanggal #< 4kt #0%&0
Jam %&.00 M*B9 dengan hasil e7aluasi ,aitu -asien mengatakan mengetahui dan
mengerti -en,ea terjadin,a ST)M*0 Pasien mengatakan akan selalu menjaga
kesehatann,a dengan melaukukan -(la hidu- ,ang sehat diantaran,a tidak mer(k(k0
minum alk(h(l dan lai-lain0 Pasien k((-erati1 dalam melakukan diskusi.
'alam kasus ini terda-at a,ak -eredaan dengan te(ri-te(ri ,ang ada mulai dari
-engkajian0 -erumusan diagn(sa ke-era!atan0 -eren5anaan0 -elaksanaan dan e7aluasi.
Bal ini dikarenakan manusia itu unik0 ,aitu manusia itu ereda-eda antara satu dengan
,ang lainn,a.
AIV. T)4"* K)P)"AMATAN
Te(ri ke-era!atan ,ang da-at di gunakan -ada -asien dengan -en,akit jantung
terutama dengan ST ele7asi mi(5ard in1ark 8ST)M*9 adalah salah satun,a te(ri ke-era!atan
Jean Mats(n. 'alam -andangan ke-era!atan menurut Jean Mats(n ah!a manusia di,akini
seagai person as a whole, as a fully functional integrated self. 'alam k(nse- h(lism ini0
manusia dilihat seagai s(s(k ,ang utuh0 R.. the human is viewed as greater than, and
different from, the sum of his or her parts R. 8Mats(n0%.A2:%49 ,ang ermakna ah!a
keeradaan eragai as-ek dari diri se(rang manusia0 se5ara ersama-sama er1ungsi dan
eres-(n untuk me!ujudkan keutuhann,a. Karena keutuhan ini maka manusia itu unik0
ereda dari manusia lain. Manusia juga di,akini seagai sistem teruka 8openned system90
,ang erinteraksi dengan manusia lain dan lingkungann,a se5ara dinamis0
erkesinamungan dan itu semua -enting untuk -erkemangan -ers(naln,a. Beera-a
-asien sengan diagn(sa -en,akit jantung akan mengalami ke5emasan dan ketakutan akan
kematian sehingga te(ri GcaringH ,aitu -era!atan kesehatan ,ang h(listik dalam
meningkatkan k(ntr(l0 -engetahuan dan -r(m(si kesehatan0 akan meningkatkan
-engetahuan dan menurunkan ke5emasan -asien dengan -en,akit jantung terutama
8ST)M*9.
50 | P a g e
+(kus inter7ensi ke-era!atan ,ang terkait dengan -era!atan manusia ditujukan -ada
-r(m(si kesehatan dan -en,emuhan -en,akit diseut factor carative0 ,ang meli-uti %0
1akt(r,aitu :
%. Pementukan sistem humanisti5 dan altruisti5
Pementukan s,stem nilai humanisti5 dan altruisti5 dalam diri sese(rang da-at dinilai
-ada usia dini. 'imana nilai-nilai ini dida-atkan dari (rang tua. Sistem nilai humanisti5
dan altruisti5 ditingkatkan melalui -engalaman hidu- sese(rang0 -r(ses -emelajaran dan
-a-aran terhada- nilai-nilai kemanusiaan.Berkaitan dengan ke-uasan melalui memeri
dan mem-erluas rasa diri8 sense (1 sel1 9.
#. Penanaman 8melalui -endidikan 9 1aith- B(-e 8ke,akinan dan hara-an 9
Bal ini da-at meningkatkan kesehatan dengan 5ara memantu klien untuk mengad(-si
-erilaku menda-atkan kesehatan. 'engan mengemangkan huungan -era!at klien ,ang
e1ekti10 -era!at mem1asilitasi -erasaan (-timisme0 hara-an dan rasa -er5a,a. Bal ,ang
sangat -enting dalam 5arati1 dan 5urati7e adalah -era!at -erlu selalu memiliki -(siti1
thingking sehingga da-at memantu meningkatkan kesemuhan dan kesejahteraan klien.
&. Pengemangan dan menanamkan sensiti7itas ke-ada diri sendiri dan (rang lain
Pera!at ,ang mam-u men,adari dan mengeks-resikan -erasaan mereka 0leih mam-u
memerikan kesem-atan -ada (rang lain untuk mengeks-resikan -erasaan mereka karena
-ikiran dan em(si sese(rang adalah jendela ji!a.
4. Memina huungan ,ang ersi1at memantu dan saling -er5a,a 8a hel-ing trust
relati(nshi- (r human 5are9.
Seuah huungan saling -er5a,a digamarkan seagai huungan ,ang mem1asilitasi
untuk -enerimaan -erasaan -(siti1 dan negati7e0 termasuk kejujuran0 em-ati0 kehangatan
dan k(munikasi e1ekti1.
2. Meningkatkan dan saling menerima -engungka-an eks-resi -erasaan aik eks-resi
-erasaan -(siti1 mau -un negati7e
Beragi -erasaan duka 5ita0 5inta dan kesedihan adalah -engalaman ,ang -enuh resik(.
Pera!at harus sia- untuk menerima -erasaan negati7e.
<. Menggunakan met(de ilmiah 8-r(ses 5aring 9 dan men,elesaikan masalah dan
-engamilan ke-utusan8-eme5ahan masalah 5reati7e 9
6aring ,ang erhuungan dengan -r(ses ke-era!atan er-eran -ada -endekatan
-eme5ahan masalah dalam asuhan ke-era!atan.
@. Meningkatkan dan mem1asilitasi -r(ses elajar mengajar ,ang ersi1at trans-ers(nal
+akt(r ini memedakan antara 5aring dan 5uring dan menggeser tanggung ja!a
kesehatan ke klien.
51 | P a g e
A. Men5i-takan lingkungan ,ang mendukung 8su-(rti190 melindungi 8-r(tekti1 dan
meningkatkan atau mem-eraiki keadaan mental0s(5ial0 5ultural dan lingkungan s-iritual
Klien da-at mengalami -eruahan aik dalam as-ek lingkungan internal dan eksternal0
-era!at harus mengkaji dan mem1asilitasi kemam-uan klien untuk mengatasi -eruahan
mental 0em(si(nal dan 1isik.
.. Memantu -emenuhan keutuhan dasar manusia dengan antusias 8keutuhan-keutuhan
sur7i7al0 1ungsi(nal0 integrati7e dan gr(u-9
6aring disam-aikan dengan mengenali dan memenuhi keutuhan 1isik 0em(si0 s(5ial dan
s-iritual klien.
%0. Mengemangkan kekuatan 1a5t(r e35istensial- -hen(men(l(gi5 N s-iritual.
+en(men(l(gi menggamarkan data mengenai situasi segera ,ang memantu sese(rang
memahami k(nse- atau kejadian ,ang menjadi masalah. =a-ang 1en(menal adalah
kerangka re1erensi indi7idual0 meliatkan an,ak tingkat kesadaran0 se-erti !as-ada0
-erse-si diri0 sensasi tuuh0 -emikiran0 nilai0 -erasaan0 da,a tilik intuiti10 ke,akinan dan
hara-an. Saat -era!at dan klien erkum-ul0 dua la-ang 1en(menal ersatu dan keduan,a
erada dalam -r(ses sedang0 menjadi0 dan mengemangkan -emahaman trans-ers(nal.
%. Kon#e Caring Science D1ean Wat#onE
Caring science meru-akan suatu (rientasi human science dan kemanusiaan terhada-
-r(ses0 1en(mena0 dan -engalaman human caring. Caring s5ien5e0 se-erti juga s5ien5e
lainn,a0 meli-uti seni dan kemanusiaan. ranspersonal Caring mengakui kesatuan dalam
hidu- dan huungan-huungan ,ang terda-at dalam lingkaran 5aring ,ang k(nsentrik N
dari indi7idu0 -ada (rang lain0 -ada mas,arakat0 -ada dunia0 -ada -lanet Bumi0 -ada alam
semesta 8Mats(n0 #0049
Mats(n 8%.AA9 dalam /e(rge 8%..09 mende1inisikan caring leih dari seuah
exisestensial philosophy0 ia memandang seagai dasar s-iritual0 agin,a caring adalah
ideal m(ral dari ke-era!atan. Manusia akan eksistensi ila dimensi s-iritualn,a meningkat
ditunjukkan dengan -enerimaan diri0 tingkat kesadaran diri ,ang tinggi0 kekuatan dari
dalam diri 8intuiti19. Caring seagai esensi dari ke-era!atan erarti juga
-ertanggungja!aan huungan antara -era!at-klien0 dimana -era!at memantu -artisi-si
klien0 memantu mem-er(leh -engetahuan dan meningkatkan kesehatan. Te(ri human
caring ,ang dikemangkan (leh Mats(n antara tahun %.@2-%.@.0 han,a erkisar -ada
se-uluh carative factors seagai suatu kerangka untuk memerikan suatu entuk dan 1(kus
52 | P a g e
terhada- 1en(mena ke-era!atan. Mats(n mengangga- istilah GfactorsH terlalu stagnant
terhada- sensiilitasn,a di masa kini. *a -un kemudian mena!arkan suatu k(nse- ,ang
leih sesuai dengan e7(lusi te(rin,a dan arahn,a di masa de-an. K(nse- terseut adalah
Gclinical caritasH dan Gcaritas processesH0 ,ang diangga-n,a leih 5(5(k dengan ide-ide
dan arah -erkemangan te(rin,a 8Mats(n0 #0049.
#. Skema Ke3)t)1a% 4a(a$ Ma%)(!a Me%)$)t 50ea% Wat(,%+
7. Pro#e# Keera4atan dala% Teori $aring
Jean Mats(n 8%.@.9 menekankan ah!a -r(ses ke-era!atan memiliki langkah-
langkah ,ang sama dengan -r(ses riset ilmiah0 karena kedua -r(ses terseut men5(a
untuk men,elesaikan masalah dan menemukan s(lusi ,ang teraik. =eih lanjut Mats(n
menggamarkan kedua -r(ses terseut seagai erikut: 8Muhlisin0 Ai0 ; Burhannnudin
*5hsan. htt-:$$e-rints.ums.a5.id$%%#&$%$&i.-d1. 'iakses tanggal %@Se-temer #0%#9
a. Peng3a2ian
Meli-uti (ser7asi0 identi1ikasi0 dan re7ie! masalahK menggunakan -engetahuan dari
literatur ,ang da-at ditera-kan0 meliatkan-engetahuan k(nse-tual untuk
-ementukan dan k(nse-tualisasi kerangka kerja,ang digunakanuntuk memandang
dan mengkaji masalah dan -engkajian juga meli-uti pendefinisian variabel ,ang akan
diteliti dalam meme5ahkan masalah. Mats(n 8%.@.9 dalam Julia 8%..29
menjelaskankeutuhan ,ang harus dikaji (leh -era!at ,aitu:
15 !ower order needs "biophysical needs# ,aitukeutuhan untuk teta- hidu- meli-uti
keutuhan nutrisi0 5airan0 eliminasi0 daan (ksigenisasi.
25 !ower order needs "psychophysical needs# ,aitu keutuhan untuk er1ungsi0
meli-utikeutuhan akti1itas0 aman0 n,aman0seksualitas.
53 | P a g e
Keb*t*!an
Bio!"#i(al
Keb*t*!an
P#i3o&i#i3al
Keb*t*!an
P#i3o#o#ial
Keb*t*!an
Intraer#onal )
Interer#onal
Keb*t*!an %a3an dan
(airan
Keb*t*!an eli%ina#i
Keb*t*!an 0entila#i
Keb*t*!an a3ti&ita# )
i#tira!at
Keb*t*!an #eF*alita#
Keb*t*!an berre#ta#i
Keb*t*!an berorgani#a#i
Keb*t*!an a3t*ali#a#i diri
35 $igher order needs "psychosocial needs#, ,aitu keutuhan integritas ,ang
meli-utikeutuhan akan -enghargaan dan era11iliasi.
45 $igher order needs "intrapersonal % interpersonal needs#0 ,aitu keutuhan
untukaktualisasi diri.
b. Peren(anaan-
Peren5anaan memantu untuk menentukan agaimana variabel-variabel akan diteliti
atau diukur0 meli-uti suatu pendekatan konseptual atau design untuk meme5ahkan
masalah ,ang menga5u -ada asuhan ke-era!atan serta meli-uti -enentuan data a-a
,ang akan dikum-ulkan dan -ada sia-a dan agaimana data akan dikum-ulkan.
B. I%le%enta#i-
Meru-akan tindakan langsung dan im-lementasi dari ren5ana serta meli-uti
-engum-ulan data.
$. E0al*a#i-
Meru-akan met(da dan -r(ses untuk menganalisa data0 juga untuk meneliti e1ek dari
inter7ensi erdasarkan data serta meli-uti interpretasi hasil0 tingkat dimana suatu
tujuan ,ang -(siti1 ter5a-ai0 dan a-akah hasil terseut da-at digeneralisasikan
Da&tar P*#ta3a
A5kle, et al.0 8#00A9 )7iden5e Based Nursing 6are /uidlines : Medi5al-surgi5al *nter7enti(n.
)lse7ier : M(s,0 *n5.
Brunner ; suddarthPs 8#00%9 Medi5al Surgi5al Nursing0 )d.A0 =i--in5(rt0 Philadel-ia
54 | P a g e
Bl(5k0 J(,5er M and )sther Matassarin. %..&.Medi5al Surgi5al Nursing. A Ps,5h(-h, si(l(gi5
A--r(a5h0 +(urt )diti(n B((k #. Philladel-ia : MB S(unders 6(m-an,.
6ar-enit(0 =,nda Juall. #000.'iagn(sa Ke-era!atan.A-likasi -ada -raktek klinik. )d. <. Jakarta :
)/6.
'i-ir(0 J.T et al 8#0029 Pharma5(thera-, : A Path(-h,si(l(gi5 A--r(a5h0 )d.<0 The M5/ra!-Bill
6(m-anies0 *n5.
/ulani5k0 M et al0 8#00@9 Nursing 6are Plans0 )d.<0 )lse7ier Pt5 =td.
Ba:inski0 M.+ et all 8#0%09 )mergen5, 6ardi(7askular 6are 1(r Bealth5are Pr(7iders0 Ameri5a
Bearth ass(siati(n.
*ngnata7ius0 '(nna '. M. =inda Maikman. %..2. Medikal Surgi5al Nursing.A. Nursing Pr(5es
A--r(5ah. #nd )diti(n. Philladel-ia : MB S(under 5(m-an,
Kas-er0 '.= et al 8#0029 Barris(nPs Prin5i-les (1 *nternal Medi5ine0 )d.%<0 The M5/ra!-Bill
6(m-anies0 *n5.
=e!is0 S.M et al 8#0049 Medi5al Surgi5al nursing : Assesment And Management 41 6lini5al
Pr(lems0 )d.<0 M(s,0 *n5.
=inn0 M.' et al 8#00A9 Pharma5(thera-, in Primar, 6are0 The M5/ra!-Bill 6(m-anies0 *n5.
Mansj(er. Ari1. #00%. Ka-ita Selekta Ked(kteran. )d& .Jilid #. Jakarta : +KU*.
S(-earman. #00%.*lmu Pen,akit 'alam. Jilid %%. )d. &. Jakarta : +KU*
T(me, A.M0 Allig((d M." 8%..A9. &ursing theorists and their work. 4
ed
. USA : M(s, *n5
55 | P a g e