You are on page 1of 6

PROCEEDING SIMPOSIUM NASIONAL IATMI 2001

Yogyakarta, 3-5 Oktober 2001

PENGEMBANGAN PERAMALAN KURVA IPR DUA FASA


SECARA ANALITIS
Pudjo Sukarno, Tutuka Ariadji dan Indhira Regina
Departemen Teknik Perminyakan ITB

Kata Kunci : Inflow Performance Relationship

SARI

Peningkatan produksi kumulatif pada suatu sumur minyak akan menyebabkan terjadinya perubahan sifat fisik fluida reservoir
sebagai fungsi dari penurunan tekanan. Berdasarkan hal ini, Wiggins mengembangkan suatu metoda analitik untuk memperkirakan
kelakuan tekanan dan laju alir pada berbagai perioda deplesi dengan menggunakan konsep fungsi mobilitas, dimana bentuk integral
dari fungsi mobilitas tersebut dipecahkan dengan pendekatan deret Taylor. Berdasarkan cara pendekatan ini, maka pemecahan
persamaan diferensial aliran dua fasa dapat dilakukan secara analitis.
Mengacu pada metoda tersebut, dalam makalah ini akan diuraikan tentang pengembangan persamaan peramalan kurva IPR dua
fasa secara analitik untuk reservoir bertenaga dorong gas terlarut. Anggapan yang umum digunakan, seperti anggapan-anggapan yang
digunakan oleh Vogel, Sukarno, Klins dan Wiggins, tetap dipakai dalam pengembangan persamaan ini.
Hubungan fungsi mobilitas terhadap tekanan dicari dengan menggunakan persamaan material balance yang diturunkan oleh
Muskat. Dengan menggunakan perluasan bentuk integral menjadi deret Taylor dan hubungan antara fungsi mobilitas terhadap
tekanan, maka persamaan produktivitas sumur dapat diturunkan. Dengan menggunakan persamaan material balance Muskat tersebut,
dapat pula diperoleh fungsi mobilitas pada berbagai tingkat deplesi (revovery). Dengan demikian, peramalan produktivitas sumurpun
dapat diperoleh.
Hasil pengembangan persamaan peramalan kurva IPR tak berdimensi tersebut dibandingkan dengan metode peramalan kurva
IPR yang tersedia saat ini, yaitu Eickmeir dan Sukarno. Hasil perbandingan ini menunjukkan hasil yang konsisten sampai tekanan
reservoir yang akan datang mencapai 60% dari tekanan reservoir awal. Dibawah harga tersebut, ketiga persamaan tersebut
menunjukkan hasil yang berbeda. Dalam makalah ini akan disajikan penjelasan tentang perbedaan tersebut.

1. PENDAHULUAN Eickmer6 kemudian mengajukan suatu metoda untuk


meramalkan kurva IPR masa datang dengan menggabungkan
1.1. Latar Belakang persamaan Fetkovitch dan persamaan Vogel. Dengan
menganggap harga eksponen (n) aliran sama dengan satu maka
Sejalan dengan bertambahnya waktu produksi, setiap reservoir laju alir maksimum pada kondisi awal dapat dibandingkan
akan mengalami penurunan tekanan. Hal ini akan dengan laju alir maksimum yang akan datang. Peramalan
mengakibatkan terjadinya perubahan sifat fisik fluida maupun dengan metode ini dapat dilakukan berdasarkan satu data uji
batuan reservoir, diantaranya seperti viskositas, faktor volume produksi. Berikut adalah persamaan peramalan kurva IPR
formasi dan jumlah kelarutan gas di dalam minyak. Di metode Eickmer6 :
samping itu, penurunan tekanan reservoir dan peningkatan 3
produksi kumulatif mengakibatkan meningkatnya nilai saturasi qo,maks, f Prf (2)
air sehingga berpengaruh terhadap harga permeabilitas relatif =
q o,maks,i Pri
minyak. Dengan adanya perubahan tersebut maka akan terjadi
pula perubahan kinerja aliran fluida reservoir dari formasi
produktif menuju ke lubang sumur sehingga kinerja produksi Sukarno7 menghasilkan persamaan peramalan kurva IPR masa
dari suatu sumur secara keseluruhanpun akan berubah. datang dengan menggunakan simulator satu dimensi, tiga fasa.
Perubahan yang terjadi dalam kelakuan produksi ini dapat Dengan menggunakan simulator tersebut dapat ditentukan
diramalkan dengan membuat kurva IPR masa datang. hubungan antara perbandingan fungsi mobilitas terhadap
tekanan reservoir pada berbagai harga oAPI minyak. Melalui
Untuk meramalkan kurva IPR masa datang tersebut telah korelasi tersebut maka laju alir maksimum yang akan datang
banyak metode yang diperkenalkan antara lain metode yang dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut7 :
dikembangkan oleh Fetkovitch5) , Vogel/Eickmer6) dan
Sukarno7). Berdasarkan pada persamaan hasil analisa antara uji Untuk _ API > 40 :
back pressure pada sumur minyak dan sumur gas, Fetkovitch
mengusulkan metoda peramalan kurva IPR masa datang (qo,maks) f 3.42992
Prf
Pri
(3)
dengan menganggap harga eksponen aliran (n) konstan selama
masa produksi, sedangkan harga konstanta aliran (Jo) berubah
(qo,maks )i = 0.03321 e

seiring dengan terjadinya penurunan tekanan reservoir. Secara Untuk _ API < 40 :
matematis dapat dinyatakan sebagai berikut5 :
(qo,maks) f 4.152343
Prf
Pri
(4)

Prf
(qo,maks )i = 0.015215 e
q 0 = J o1
Pri
(Pr 2 Pwf )
2 n (1)

Dalam makalah ini, akan diterapkan metode pengembangan


kurva IPR analitik dua fasa oleh Wiggins. Kurva IPR yang

IATMI 2001-54
Pengaruh Tingkat Deplesi terhadap Peramalan Kurva IPR Dua Fasa Secara Analitis Pudjo Sukarno, Tutuka Ariadji, Indira Regina

bersifat dinamik karena persamaan yang dihasilkan bervariasi Wiggins. Persamaan umum tersebut dapat dituliskan sebagai
sesuai dengan tingkat deplesi dan karakteristik reservoir. berikut :
Parameter dasar dalam pengembangan kurva IPR analitik ini
Pr
adalah fungsi mobilitas minyak yang berubah seiring dengan krj
terjadinya penurunan tekanan reservoir. Secara eksplisit fungsi q j (t) = C dp (5)
mobilitas dipengaruhi oleh distribusi tekanan dan saturasi. ì jBj
Pwf
Tekanan reservoir dan saturasi minyak rata-rata akan semakin
berkurang dengan semakin tingginya tingkat deplesi. Oleh C adalah konstanta yang harganya tergantung pada geometri
karena itu untuk mengetahui kelakuan tekanan-laju alir dan daerah produksi dan jenis aliran (steady atate atau semi steady
kinerja sumur pada tingkat deplesi yang berbeda-beda state) sedangkan subskrip j menyatakan fasa yang mengalir
dikembangkan metode analitik berdasarkan konsep fungsi direservoir.
mobilitas.
Jika didefinisikan normalized pressure, Π yang
1.2. Tujuan Penulisan merepresentasikan besarnya penurunan tekanan alir dasar
sumur terhadap tekanan reservoir pada tingkat deplesi
Ruang lingkup pembahasan dalam makalah ini adalah tertentu1,2 , yang secara matematis dapat dinyatakan sebagai
pengamatan terhadap suatu sumur minyak tunggal yang berikut :
memproduksikan fluida dari reservoir terbatas bertenaga
dorong gas terlarut. Studi yang dilakukan dibatasi untuk Äp P P
reservoir yang memiliki tekanan reservoir di bawah tekanan Ð= = r (6)
Pr Pr
saturasinya sehingga fluida produksi yang mengalir di
reservoir adalah fluida dua fasa yakni minyak dan gas dengan Jika persamaan (6) disubstitusikan kedalam persamaan (5),
asumsi tidak terdapatnya sejumlah gas bebas dan fasa air maka akan dihasilkan :
bergerak di reservoir. Sejalan dengan terjadinya penurunan
tekanan reservoir maka digunakan konsep IPR analitik yang Ð
krj
dikembangkan oleh Wiggins untuk menggambarkan kinerja q j ( t ) = C Pr dÐ (7)
sumur. Konsep ini didasari oleh prinsip aliran fluida di dalam ì jBj
0
sistem multifasa. Persamaan kurva IPR analitik yang
dihasilkan akan berbeda untuk setiap reservoir dengan Laju alir minyak pada setiap harga tekanan alir dasar sumur
karakteristik batuan dan fluida yang berbeda. dapat ditentukan dengan mengeskpansikan deret Taylor pada
persamaan (7), yaitu sebagai berikut :
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah mempelajari :
1. pengaruh tingkat deplesi terhadap kurva IPR untuk '
k ro 1 kro
reservoir bertenaga dorong gas terlarut. Ð+ Ð+
2. peramalan kinerja produksi sumur di masa datang. ì o Bo 2 ì o Bo
Ð =0 Ð=0
q j (Ð) = C Pr '' '''
+å (8)
1.3. Pengembangan Produktivitas Sumur oleh Wiggins 2) 1 k ro 1 k ro
Ð+ Ð
6 ì o Bo 24 ì o Bo
Ð=0 Ð=0
Pengembangan kurva IPR analitik oleh Wiggins didasari oleh
persamaan empiris yang diajukan oleh Vogel untuk
menentukan kinerja sumur pada kondisi aliran dua fasa di Persamaan (8) diperoleh dengan anggapan bahwa laju alir
reservoir. Metode ini dihasilkan dengan mengekpansikan deret pada persamaan (7) dihitung berdasarkan ekspansi deret
Taylor dari fungsi mobilitas pada persamaan aliran fluida Taylor sampai dengan turunan ketiga. Dengan cara yang sama,
multifasa untuk reservoir terbatas dan homogen. Beberapa penentuan laju alir maksimum pada harga tekanan alir dasar
batasan yang digunakan dalam pengembangan metode ini sumur sama dengan nol atau Π sama dengan satu,
adalah : tekanan reservoir mula-mula pada kondisi awal sama menghasilkan persamaan berikut1,2 :
dengan tekanan pada titik saturasi, pada kondisi awal tidak
terdapat fasa gas bebas, tidak terdapat fasa air bergerak dan gas '
terlarut di dalam fasa air di reservoir, berlaku hukum Darcy kro 1 kro
+ +
untuk aliran multifasa, kondisi reservoir isothermal, tidak ì o Bo 2 ì o Bo (9)
Ð =0 Ð =0
terjadi reaksi antara fluida reservoir dengan batuan reservoir, q j ,maks = C Pr '' '''
gaya gravitasi dapat diabaikan, dan lubang sumur dipenetrasi 1 kro 1 k ro
seluruhnya +
6 ì o Bo 24 ì o Bo
Ð =0 Ð =0

Metode pengembangan persamaan kurva IPR tak berdimensi Perbandingan antara laju alir pada harga tekanan tertentu
secara analitik oleh Wiggins didasarkan pada solusi integral terhadap laju alir maksimum diperoleh dari hasil perbandingan
ekspansi deret Taylor terhadap fungsi mobilitas pada persamaan (8) dan (9), sehingga 1,2 :
persamaan aliran fluida dua fasa. Pengembangan metode
analitik ini mengacu pada model matematik yang qo C Pwf C2 Pwf C3 Pwf C 4 Pwf
menggambarkan aliran fluida dua fasa dalam media berpori = 1+ 1 + + + (10)
seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Solusi model qo,maks D Pr D Pr D Pr D Pr
matematik untuk aliran fluida pada kondisi reservoir isotropik,
homogen dan terbatas dijadikan sebagai persamaan umum
dalam pengembangan persamaan IPR secara analitik oleh

IATMI 2001-54
Pengaruh Tingkat Deplesi terhadap Peramalan Kurva IPR Dua Fasa Secara Analitis Pudjo Sukarno, Tutuka Ariadji, Indira Regina

Koefisien C1 , C2, C3 dan C4 merupakan hasil penurunan fungsi Np Bo


mobilitas pada harga Π = 0. Masing – masing koefisien S L = S w + (1 S w ) 1 (17)
N Boi
tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut :
 ' ''  dimana SL didefinisikan sebagai : S L = S w + S o atau 1- Sg
 k ro  +
 k ro  1  k
+  ro 

+
  µ o B o  
 µ o B o

 2  µ o B o  
 Π =0 Π =0 Π=0  (11) Untuk kasus reservoir ini Sw = Swc maka Np/N dapat
C1 = −  
'' '
 1  k ro   ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut :
   
 6  µ o B o   Np  S o  Boi
 Π= 0  = 1 −  
 (18)
N  1 − S wc  Bo
' '' '' '
1  k ro  1 k  1  k 
C2 =   +  ro  +  ro  (12)
2  µ o Bo  2  µ o B o  4  µ o B o 
Π= 0 Π= 0 Π= 0
Persamaan (18) diaplikasikan secara langsung pada program
1  k 
''
1  k  
  (13) perhitungan untuk menentukan nilai faktor perolehan pada
C 3 = −   ro  +  ro  
6 µ
  o o  Π = 0
B 6 µ
 o o  Π = 0 
B setiap tingkat deplesi reservoir bertenaga dorong gas terlarut

''' dengan kondisi aliran dua fasa seperti halnya kasus reservoir
1  k ro  yang diteliti dalam penulisan ini..
C2 =   (14)
24  µ o B o 
Π=0

 ' ''  Untuk menyelesaikan persamaan (16) tersebut, diperlukan data


 1 k  1  k 
  k ro  +  ro  +  ro  + sifat fisik fluida yang dibutuhkan antara lain data kelarutan gas
  µ o B o  2  µ o Bo  6  µ o B o  
 Π =0 Π= 0 Π =0  (15) di dalam minyak (Rs), faktor volume formasi (Bo dan Bg),
D= 
 1  k ro 
' ''

viskositas (µo dan µg) serta data permeabilitas relatif (kro dan
    krg). Keseluruhan data sifat fisik fluida tersebut diperoleh dari
 24  µ o B o  
Π =0 perhitungan dengan menggunakan korelasi Standing, dan Lee
Gozales untuk perhitungan kelarutan gas dan viskositas gas.
Pada persamaan (10), penentuan laju produksi pada harga Sedangkan data permeabilitas relatif untuk minyak dan gas
suatu tekanan tertentu secara ekspilisit tidak dipengaruhi oleh dibangun dari hasil perhitungan dengan menggunakan korelasi
geometri reservoir, tipe aliran serta kehadiran zona skin tetapi Corey. Berikut ini adalah data dasar yang digunakan dalam
hanya tergantung pada sifat fisik fluida yang direpresentasikan penelitian ini.
sebagai fungsi mobilitas.
Sifat fisik fluida
Persamaan kurva IPR tak berdimensi analitik yang dihasilkan Specific Gravity Gas = 0.6
dari persamaan (10) bersifat dinamik karena mampu API Gravity = 35
memperkirakan kelakuan tekanan-laju alir dan kinerja Tekanan Saturasi = 2500 psia
produksi pada berbagai tingkat deplesi dengan persamaan Sifat fisik batuan
yang spesifik untuk karakterisitik reservoir yang berbeda. Porositas = 0.23
Permeabilitas Absolut = 150 md
Untuk menyelesaikan persamaan (10), diperlukan fungsi Kompresibilitas total = 3 x 10 -6 psi-1
mobilitas, sehingga turunan dari fungsi mobilitas tersebut Saturasi air irreducible = 0.20
dapat ditentukan. Untuk tujuan tersebut, persamaan saturasi- Saturasi minyak sisa = 0.15
tekanan yang diturunkan oleh Muskat akan digunakan untuk Saturasi gas kritik = 0.05
tujuan tersebut. Persamaan saturasi-tekanan oleh Muskat Tekanan dan dimensi reservoir
tersebut merupa-kan persamaan ordinary diferensial, yang Tekanan reservoir awal= 2500 psia
ditunjukkan pada persamaan (16) berikut ini : Jari-jari pengurasan = 1085 ft
Jari-jari lubang sumur = 0.328 ft
S o B g dRso S o k r g ì dB Ketebalan formasi = 45 ft
o o
+ Temperatur reservoir = 150 °F
dSo 1 Bo dp Bo kr o ì g dp
= + Faktor skin = 0
dp
1+
kr g ì g (1 S o S w dBg)
k ro ì o Bg dp 3. KURVA IPR TAK BERDIMENSI PADA BERBAGAI
TINGKAT DEPLESI
kr g ì
Cf (1 So Sw ) So o
(16) Pada persamaan Wiggins terlihat bahwa konsep fungsi
k ro ì g
mobilitas merupakan parameter utama dalam membangun
persamaan kurva IPR sehingga dapat diperkirakan kelakuan
tekanan-laju alir pada tingkat deplesi tertentu.
Pemecahan persamaan (16) tersebut dapat dilakukan secara
numerik, dengan metoda Runge-Kutta orde keempat. Data pada kasus reservoir yang telah dikemukakan di atas
dijadikan sebagai data masukan pada program perhitungan
Untuk tujuan peramalan, maka diperlukan fungsi mobilitas untuk menentukan profil fungsi mobilitas terhadap tekanan.
sebagai fungsi dari faktor perolehan, dimana faktor perolehan Perioda deplesi yang diaplikasikan pada kasus reservoir
ini adalah persamaan material balance untuk penentuan tersebut adalah perioda 0.1 %, 1 %, 2 %, 3 %, 4 % 5 %, 6 %, 7
saturasi fluida pada kondisi saturated reservoir (dua fasa) yaitu % dan 8 %. Hasil plot antara fungsi mobilitas minyak terhadap
sebagai berikut : tekanan akan menghasilkan kecenderungan bentuk kurva yang
berbeda-beda untuk tingkat deplesi reservoir yang semakin
meningkat. Plot kurva ini kemudian di normalisasi dalam

IATMI 2001-54
Pengaruh Tingkat Deplesi terhadap Peramalan Kurva IPR Dua Fasa Secara Analitis Pudjo Sukarno, Tutuka Ariadji, Indira Regina

bentuk hubungan antara fungsi mobilitas dengan normalized penurunan persamaan polinomial yang dimodifikasi.
pressure yang merepresentasikan besarnya penurunan tekanan Persamaan kurva IPR tak berdimensi analitik yang dihasilkan
alir dasar sumur terhadap tekanan reservoir pada perioda dari ketiga pendekatan polinomial, yaitu berderajat dua, tiga
deplesi yang terjadi. Kurva yang dihasilkan oleh plot antara dan empat. Berdasarkan hasil perbandingan dari ketiga kurva
fungsi mobilitas dengan normalized pressure memberikan IPR tak berdimensi hasil pendekatan tersebut, terhadap kurva
persamaan yang spesifik bagi setiap tingkat deplesi. IPR Vogel. dapat disimpulkan bahwa persamaan polinomial
berderajat dua memberikan hasil yang paling mendekati.
Untuk memperoleh persamaan kurva IPR analitik yang paling Persamaan tersebut ditunjukkan pada persamaan (20) berikut
representatif maka plot antara fungsi mobilitas terhadap ini :
normalized pressure dikembangkan dalam bentuk persamaan qo Pwf  Pwf 
polinomial berderajat dua, tiga dan empat. Sebagai analogi = 1 − 0 .2953 − 0. 7047   (20)
qo, maks  P 
yang mewakili harga rentang tekanan reservoir secara
Pr  r 
keseluruhan, digunakan persamaan kurva pada perioda deplesi
Np/N = 0.1%, 1%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Sedangkan kurva IPR tak berdimensi yang dikembangkan dari
persamaan polinomial berderajat tiga dan empat cenderung
Pada dasarnya, ketiga derajat polinomial tersebut memberikan lebih lurus dan bergerak menjauhi kurva IPR acuan dengan
hasil yang hampir mendekati dengan kurva Wiggins, tetapi koefisien persamaan yang berbeda cukup jauh dengan
setelah dilakukan modifikasi terhadap ketiga derajat koefisien persamaan empiris hasil pengembangan Vogel.
polinomial tersebut yakni dengan mengeliminasi varibel
pangkat dua, tiga dan empat dari masing-masing persamaan Dengan demikian, persamaan polinom berderajat dua yang
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa persamaan polinomial merepresentasikan hubungan antara fungsi mobilitas dengan
pangkat dua memberikan hasil yang paling konsisten terhadap normalized pressure dijadikan sebagai dasar pengembangan
kurva Wiggins dari plot berbagai periode deplesi (0.1%, 1%, untuk menentukan persamaan kurva IPR analitik pada tingkat
2%, 4%, 6% dan 8%) yang diuji dibandingkan dengan deplesi lebih lanjut sehubungan tujuan peramalan kelakukan
persamaan polinomial berderajat tiga dan empat. tekanan-laju alir pada kasus reservoir tersebut di atas.
Penyimpangan nilai fungsi mobilitas terjauh dari hasil
perhitungan dengan menggunakan modifikasi persamaan 4. PERAMALAN KURVA IPR
polinomial berderajat dua terhadap kurva Wiggins adalah
berkisar antara 0.002 – 0.008. Perbedaan ini masih berada Deplesi reservoir merupakan faktor yang secara langsung
dalam batas toleransi terhadap kurva Wiggins. mempengaruhi profil fungsi mobilitas terhadap tekanan seperti
yang telah diulas sebelumnya. Dalam membuktikan hal ini,
3.1. Validasi Hasil Berdasarkan kurva IPR Vogel maka diturunkan persamaan polinomial berderajat dua untuk
masing-masing tingkat deplesi, sehingga dihasilkan persamaan
Pada bagian ini akan dilakukan validasi hasil berdasarkan pada kurva IPR analitik yang spesifik bagi setiap perioda deplesi.
persamaan empiris yang dikembangkan oleh Vogel. Untuk
mempertahan-kan sifat realistis dari persamaan analitik yang Persamaan kurva IPR analitik yang dihasilkan merupakan
divalidasikan maka pengujian hanya dilakukan pada periode persamaan usulan yang digunakan untuk membangun kurva
awal deplesi yakni pada Np/N = 0.1%. Mengingat bahwa IPR tak berdimensi untuk setiap perioda deplesi. Persamaan
persamaan Vogel tidak dapat digunakan untuk memperkira- kurva IPR analitik pada metode ini diperoleh melalui
kan kurva IPR pada periode deplesi lanjut. pengembangan dan penurunan fungsi mobilitas minyak
terhadap tekanan pada rentang tekanan reservoir yang berbeda-
Sebelum langkah validasi dilakukan maka masing-masing beda.
persamaan polinomial di atas didiferensialisasikan hingga
penurunan ketiga (pada harga normalized pressure sama Pada tingkat deplesi 0.1 % s/d 4%, dapat ditunjukkan bahwa
dengan nol) dengan tujuan untuk menentukan koefisien C1, bentuk kurva hampir sama antara satu dengan yang lainnya.
C2 , C3, C4 dan D yang dibutuhkan dalam membangun Sedangkan pada tingkat deplesi 6% dan 8%, persamaan IPR
persamaan IPR analitik. Dari persamaan tersebut, dihasilkan usulan menghasilkan bentuk kurva IPR tak berdimensi yang
kurva IPR tak berdimensi untuk masing-masing tingkat lebih lurus. Persamaan (20) adalah kurva IPR tak berdimensi
deplesi. pada perioda deplesi 0.1%, sedangkan untuk tingkat deplesi
8% dihasilkan persamaan sebagai berikut :
Persamaan kurva IPR tak berdimensi yang dihasilkan dalam Pwf  Pwf 
2
qo
makalah ini berbeda dengan persamaan hasil pengembangan = 1 − 0. 5055 − 0. 4945   (21)
qo, maks  P 
Wiggins. Karena pada penelitian ini, didalam menentukan Pr  r 
sebuah persamaan kurva IPR tak berdimensi analitik,
koefisien C3 dan C4 tidak diikut sertakan atau dengan kata lain Fenomena ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Harga tekanan
nilai koefisien C3 dan C4 sama dengan nol. Sehingga bentuk reservoir rata-rata pada awal deplesi memiliki nilai yang
umum persamaan kurva IPR analitik yang diperoleh adalah : mendekati harga tekanan reservoir mula-mula. Apabila
2 penentuan fungsi mobilitas untuk laju alir maksimum pada
qo C1 Pwf C2  Pwf 

=1+ + (19) kondisi ini dilakukan, maka profil fungsi mobilitas yang
qo , maks D Pr D  Pr 
 diperoleh akan meliputi hampir sebahagian besar dari rentang
tekanan reservoir menuju harga tekanan sama dengan nol di
Format persamaan (19) secara umum mirip dengan persamaan lubang sumur. Dengan demikian, profil fungsi mobilitas akan
kurva IPR Vogel. Oleh karena itu kurva IPR Vogel dijadikan memberikan bentuk yang non-linier apabila diterjemahkan
sebagai acuan untuk menentukan validitas persamaan kurva dalam kurva IPR tak berdimensi analitik dalam
IPR tak berdimensi analitik yang diperoleh dari penjabaran dan

IATMI 2001-54
Pengaruh Tingkat Deplesi terhadap Peramalan Kurva IPR Dua Fasa Secara Analitis Pudjo Sukarno, Tutuka Ariadji, Indira Regina

mempresentasikan kelakuan tekanan dan laju alir pada kondisi 4 3


q o , maksf  Pr   Pr 
ini.  f   f 
= 1 .7016   − 1 . 9073  
q o , maksi  Pri P
Pada tingkat deplesi lebih lanjut, tekanan reservoir rata-rata    ri 
2
(24)
semakin menurun seiring dengan terjadinya kenaikan produksi  Pr   Pr 
kumulatif. Fungsi mobilitas yang dihasilkan pada tingkat  f   f 
+ 1 .2591   − 0 . 0535  
deplesi ini hanya mewakili rentang tekanan reservoir setelah  Pri P
terjadinya deplesi. Apabila diterjemahkan dalam bentuk kurva    ri 
IPR analitik, maka persamaan yang dihasilkan akan mewakili
perkiraan kelakuan tekanan dan laju alir, terbatas untuk suatu Jika tekanan reservoir rata-rata dan laju alir maksimum pada
tingkat deplesi, dianalisa dengan kecenderungan kurva yang kondisi awal deplesi diketahui, maka persamaan (24) dapat
lebih linier. digunakan untuk menentukan laju alir maksimum pada perioda
deplesi di masa yang akan datang.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa profil fungsi
mobilitas yang dikembangkan pada awal deplesi akan 5. PERBANDINGAN PERSAMAAN PERAMALAN
memberikan perkiraan kelakuan tekanan dan laju alir yang KURVA IPR TAK BERDIMENSI
lebih realistis. Dengan demikian persamaan kurva IPR analitik
yang dihasilkan pada tingkat deplesi awal dapat dijadikan Persamaan peramalan kurva IPR tak berdimensi yang
sebagai persamaan dasar untuk meramalkan kinerja produksi dihasilkan dalam penelitian ini akan dibandingkan dengan
pada tingkat deplesi selanjutnya. metoda peramalan kurva IPR tak berdimensi yang lain, yang
menggunakan pendekatan yang sama, yaitu metode Eickmer6
Penentuan laju alir maksimum untuk setiap perioda deplesi dan Sukarno7. Ketiga pendekatan ini berdasarkan hubungan
dapat dilakukan dengan mengaplikasikan persamaan (9). antara perbandingan laju produksi maksimum pada keadaan
Persamaan tersebut adalah sebagai berikut : yang akan datang dengan keadaan sekarang dengan

qo ,maks = C Prp [D]Π p = 0


perbandingan antara tekanan reservoir pada keadaan yang akan
(22) datang dengan keadaan sekarang. Hubungan tersebut, untuk
dimana D merupakan koefisien hasil penurunan fungsi metode Eickmeir dan Sukarno masing-masing ditunjukkan
mobilitas terhadap normalized pressure, seperti yang telah pada persamaan (2) dan (3). Sedangkan persamaan (24) adalah
didefinisikan oleh persamaaan (15). Subskrip p pada hasil penelitian ini.
persamaan (22) menyata-kan kondisi pada suatu perioda
deplesi tertentu. Perbandingan plot tersebut ditunjukkan pada Gambar-1, dan
berdasarkan hasil plot tersebut dapat dilakukan analisis sebagai
Perbandingan antara laju alir maksimum pada masa yang akan berikut :
datang dengan laju alir alir maksimum pada suatu kondisi • Persamaan Eickmier mulai menunjukkan perbedaan
tertentu menghasilkan persamaan berikut : dengan persamaan (24), pada waktu perbandingan
Pr f [D]Π
tekanan reservoir mencapai 60%. Pada harga
qo, maks f =0 perbandingan tekanan reservoir dibawah 60%, maka
=
f
(23)
Prp [D]Π p = 0
qo ,maks p terjadi penyimpangan, dimana persamaan Eickmeir akan
memperkirakan laju produksi maksimum yang lebih
subskrip f pada persamaan di atas mewakili kondisi pada masa rendah. Hal ini dapat dimengerti, oleh karena persamaan
yang akan datang atau pada tingkat deplesi lanjut. Eickmeir dikembangkan berdasarkan persamaan Vogel,
yang telah terbukti berlaku pada tingkat deplesi awal
Persamaan (23) menunjukkan bahwa perbandingan laju alir (kurang dari 0.1%). Sedangkan pada perbandingan
maksimum pada dua kondisi yang berbeda (sekarang dan masa tekanan reservoir yang rendah, yang tercapai pada tingkat
datang) sebanding dengan koefisien fungsi mobilitas, harga D deplesi tinggi (diatas 4%), persamaan Vogel tidak sesuai
dan perbandingan antara tekanan reservoir rata-rata pada kedua dengan kenyataan sebenarnya. Selain itu, pendekatan
kondisi tersebut. Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan yang dilakukan oleh Eickmeir (dan juga Fetkovich)
bahwa fungsi mobilitas merupakan fungsi dari tekanan adalah bahwa fungsi mobilitas dianggap linier, sehingga
reservoir rata-rata sehingga persamaan (23) dapat dituliskan memungkinkan memperoleh persamaan sederhana, dalam
dalam bentuk persamaan polinomial perbandingan tekanan bentuk perbandingan tekanan reservoir berpangkat tiga.
reservoir rata-rata. • Persamaan (24) dan persamaan Sukarno dikembangkan
dengan menggunakan anggapan yang sama yaitu fungsi
Dengan mengaplikasikan data parameter reservoir pada mobilitas tidak linier, sesuai dengan kenyataan dari hasil
penelitian ini ke dalam persamaan (22) dan (23) maka simulasi. Persamaan (24) dihasilkan dengan
diperoleh persamaan peramalan laju alir maksimum di masa menggunakan oAPI minyak 35, sedangkan persamaan
yang akan datang berdasarkan kurva yang dihasilkan dari plot Sukarno dibuat pada rentang oAPI antara 25-60. Plot
(qomaks) f/(qomaks)i terhadap (P r) f/(P r)I pada berbagai perioda menunjukkan bahwa persamaan (24) berada diantara
deplesi. Hasil regresi dari plot tersebut adalah, sebagai berikut : kurva persamaan Sukarno, untuk oAPI >40 dan oAPI<40.
Dengan demikian hasil penelitian ini secara kualitatif
sesuai dengan hasil Sukarno. Pengembangan persamaan
Sukarno, oleh karena keterbatasan simulator, tidak dapat
menghasilkan ketelitian yang tinggi pada harga
perbandingan tekanan reservoir yang rendah. Hal ini
ditunjukkan dengan tidak sesuainya harga perbandingan
laju produksi maksimum dengan harga perbandingan

IATMI 2001-54
Pengaruh Tingkat Deplesi terhadap Peramalan Kurva IPR Dua Fasa Secara Analitis Pudjo Sukarno, Tutuka Ariadji, Indira Regina

tekanan reservoir, yaitu pada harga perbandingan tekanan 7. DAFTAR PUSTAKA


reservoir sama dengan nol, harga perbandingan laju
produksi maksimum tidak sama dengan nol. Namun untuk 1. Wiggins, M.L.: "Inflow Performance of Oil Wells
tingkat deplesi yang tinggi, yang ditandai dengan Producing Water," PhD Disertation, Texas A&M
perbandingan tekanan reservoir yang masih besar, diatas University, College Station, Texas, TX (1991) 126-139.
0.40, kurva persamaan (24), dengan oAPI = 35, secara 2. Wiggins, M.L., Russel, J.E., and Jennings, J.W.:
konsisten berada diantara kurva Sukarno, antara oAP = 60 “Analytical Development of Vogel Type Inflow
dan oAPI = 20. Performance Relationships,” paper SPE 23580
3. Evinger, H.H and Muskat, J: “Calculation of Theoretical
6. KESIMPULAN Productivity Factors,” Trans., AIME (1942) 146, 126-139.
4. Vogel, J.V.: “Inflow Performance Relationships for
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka dapat disimpulkan Solution Gas Drive Wells,” JPT, (Jan. 1968) 83-92.
beberapa hal berikut ini : 5. Fetkovitch, M.J.: “The Isochronal Testing of Oil Wells,”
1. Selama proses deplesi reservoir, kurva IPR tak berdimensi paper SPE 4529
akan berubah, dan perubahan ini terlihat makin besar, 6. Eickmer, J.R.: “How to Acurately Predict Future Well
setelah reservoir mencapai tingkat deplesi diatas 6%. Productivities,” Word Oil (May 1968).
2. Kurva IPR tak berdimensi yang diturunkan oleh Vogel, 7. Sukarno, P.: "Inflow Performance Relation-ships Curve in
sangat sesuai pada tingkat deplesi 0.1%. Dengan demikian Two and Three Phase Flow Conditions," PhD Disertation,
kurva IPR tak berdimensi Vogel, berlaku untuk tingkat The University of Tulsa, OK (1986).
deplesi rendah. 8. Muskat, M. and Meres, M.W.: “The Flow of
3. Pada tingkat deplesi antara 0.1%, hingga mencapai 4%, Heteregenous Fluid Through Porous Media,” Physics
perubahan kurva IPR tak berdimensi adalah kecil, dan (Sept.1936)7,346-363.
dapat diwakili oleh persamaan kurva IPR tak berdimensi 9. Camacho-V R.G. and Raghavan, R.: “Inflow Performance
pada tingkat deplesi 0.1%. Relationships for Solution Gas Drive Reservoirs,” JPT
4. Pada tingkat deplesi diatas 6%, kurva IPR tak berdimensi (May 1989) 541-550.
cenderung membentuk hubungan yang linier, dan tidak 10. Cadena T, J.R., Schiozer, D.J.,Triggia, A.A.: “A Simple
dapat diwakili oleh kurva IPR tak berdimensi pada tingkat Procedure to Develop Analytical Curves of IPR from
deplesi 0.1% (persamaan Vogel). Reservoir Simulators with Application in Production
5. Dengan membandingkan kurva IPR tak berdimensi pada Optimization,” Paper SPE 36139
berbagai tingkat deplesi, maka dapat diturunkan
persamaan yang dapat digunakan untuk meramalkan
kurva IPR di masa datang.

1.00

0.80
Eickmeir
Sukarno : API>40
Sukarno : API<40
Qmaxf/Qmaxp

0.60 Penelitian

0.40

0.20

0.00
0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00

Prf/Prp

Gambar -1.
Perbandingan Persamaan Peramalan Kurva IPR

IATMI 2001-54