You are on page 1of 3

NIA DAMAYANTI (I0210033

)
EKOLOGI ARSITEKTUR
Merupakan wadah bagi kebutuhan manusia yang mencakup keselarasan antara manusia,alam
dan lingkungannya secara holistic.

Perbandingan siklus energi, materi pada rumah biasa dan rumah ekologis
Sumber : Heinz Frick

Pada rumah biasa, sumber energy alami yang gratis, tidak dimanfaatkan secara optimal,
bahkan sumber energy tersebut akhirnya hanya menghasilkan limbah yang dapat mencemari
lingkungan.
Sedangkan pada rumah yang bersifat ekologis, sumber energy alami tersebut,dimanfaatkan
seoptimal mungkin, sehingga yang terjadi adalah sebuah siklus pembaharuan dan limbah
yang dihasilkanpun sedikit atau bahkan tidak ada, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Dalam ekologi aesitekturpun, menekankan
beberapa integrasi, seperti integrasi fisik dengan
karakter fisik ekologi setempat, berupa
iklim,topografi,keadaan tanah dan lain-lain.
integrasi sistim di alam dan sistim bangunan,
misalnya cara pelepasan panas dari bangunan
melalui penghawaan alami, orientasi bangunan
terhadap sinar matahari dan sebagainya.
integrasi penggunaan sumber daya yang
mencakup penggunaan sumber daya alam yang
berkelanjutan

Integrasi sistim di alam dan sistim bangunan
Sumber : http://fportfolio.petra.ac.id

NIA DAMAYANTI (I0210033)
MANFAAT EKOLOGI ARSITEKTUR
 Bangunan lebih ramah lingkungan
 Bangunan dapat bertahan lama, karena dibangun berdasarkan iklim dan topografi
yang sesuai
KENDALA EKOLOGI ARSITEKTUR
 Kurangnya pengetahuan tiap individu mengenai pentingnya hubungan antara
lingkungan, manusia dan arsitektur (wadah kegiatan)
 Kurangnya kesadaran manusia akan lingkungan disekitarnya

BANGUNAN YANG BERKELANJUTAN
Merupakan bangunan yang selain dapat memenuhi kebutuhan generasi saat ini, juga mampu
memenuhi kebutuhan generasi masa depan.
Bangunan berkelanjutan dapat berupa green building ataupun zero energy building, keduanya
bertujuan sama, yaitu menggunakan sumber daya secara efisien selama daur hidup bangunan
sejak perencanaan, pembangunan, operasional, pemeliharaan, renovasi bahkan hingga
pembongkaran.
Pada green building, prinsipnya adalah menyerap panas matahari, memanfaatkan
pencahayaan alami untuk mengurangi penggunaan energy, memperbaharui udara segar
melalui pemanfaatan tanaman/tumbuhan

European Investment Bank di Luxembourg
Sumber: Michael Bauer

Bangunan ini memanfaatkan pencahayaan alami seoptimal mungkin dengan cara membagi 2
atrium yang berbeda, atrium pertama akan membuat udara hangat masuk pada saat musim
dingin, sedangkan atrium kedua tidak akan membuat ruang didalamnya panas saat musim
panas.
Di dalam bangunan juga terdapat pohon-pohon
sebagai penyuplai udara segar di dalam ruang.
Bentuk bangunan inipun aerodinamis, sehingga
angin dapat bergerak dengan mudah tanpa
menggangu bangunan.
Sumber: Michael Bauer

NIA DAMAYANTI (I0210033)
Sama halnya dengan green building, zero energy building juga berupaya untuk meminimalisir
penggunaan energy sesedikit mungkin.

dengan cara menggunakan solar
power untuk listrik, memanfaatkan
sumber daya alami secara optimal,
seperti penghawaan dan penerangan
alami dari angin dan matahari,
mengolah kembali limbah air kotor
untuk menyiram tanaman dan lain-
lain, sehingga penggunaan air
menjadi efisien, penggunaan
peralatan yang efisien juga
menunjang, misalnya lebih memilih
menggunakan lampu LED yang
dayanya lebih kecil dari lampu pijar.



Cara untuk mencapai zero energy
Sumber : www.meditchmurphy.com


MANFAAT BANGUNAN YANG BERKELANJUTAN
 meningkatkan dan melindungi keragaman ekosistem
 efisiensi energi
 memperbaiki kualitas udara
 memperbaiki kualitas air
 mereduksi limbah
 konservasi sumber daya alam
 Meningkatkan kesehatan dan kenyamanan penghuni
KENDALA BANGUNAN YANG BERKELANJUTAN
 Biaya terlalu tinggi
 Pengerjaan sulit
SUMBER :
www.meditchmurphy.com
http://fportfolio.petra.ac.id
Frick H, FX Bambang Suskiyanto, (1998), Dasar-dasar Eko-arsitektur, Penerbit
Kanisius,Yogyakarta.
Bauer, Michael,dkk,(2007), Green Building Guidebook for Sustainable Architecture,
Springer, New York.