Air Tanah

Kelompok 4:
Annisa Novidya U. (03)
Nadya Ferina N. A. (22)
Nur Qum Irfan (23)
Zulfikar Rizky A. (31)
Shintya Fuadiah (35)
X-7

SMA Negeri 1 Malang
Jl. Tugu Utara No. 1, Malang
Air Tanah

A. Air Tanah

Air tanah adalah air yang
terdapat dalam lapisan tanah atau
bebatuan di bawah permukaan tanah.
Air tanah merupakan salah satu sumber
daya air yang keberadaannya terbatas
dan kerusakannya dapat mengakibatkan
dampak yang luas serta pemulihannya
sulit dilakukan.
Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang
sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan
baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan
industri. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah
mencapai ± 70%.
Lapisan yang mudah dilalui oleh air tanah disebut lapisan permeable, seperti
lapisan yang terdapat pada pasir atau kerikil, sedangkan lapisan yang sulit dilalui air
tanah disebut lapisan impermeable, seperti lapisan lempung atau geluh. Lapisan
yang dapat menangkap dan meloloskan air disebut akuifer. Menurut Krussman dan
Ridder (1970) dalam Utaya (1990) bahwa macam-macam akifer sebagai berikut:
a. Akifer Bebas (Unconfined Aquifer)
yaitu lapisan lolos air yang hanya
sebagian terisi oleh air dan berada
di atas lapisan kedap air.
Permukaan tanah pada aquifer ini
disebut dengan water table
(preatiklevel), yaitu permukaan air
yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.
b. Akifer Tertekan (Confined Aquifer) yaitu aquifer yang seluruh jumlahnya air yang
dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai
tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.
c. Akifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer) yaitu aquifer yang seluruhnya jenuh
air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan semi lolos air dibagian bawahnya
merupakan lapisan kedap air.
d. Akifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer) yaitu aquifer yang bagian bawahnya
yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material
berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya
gerakan air. Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer bebas
dengan aquifer semi tertekan.
Tolman (1937) dalam Wiwoho (1999) mengemukakan bahwa air tanah
dangkal pada akifer dengan material yang belum termampatkan di daerah beriklim
kering menunjukan konsentrasi unsur-unsur kimia yang tinggi terutama musim
kemarau. Hal ini disebabkan oleh adanya gerakan kapiler air tanah dan tingkat
evaporasi yang cukup besar. Besar kecilnya material terlarut tergantung pada
lamanya air kontak dengan batuan. Semakin lama air kontak dengan batuan semakin
tinggi unsur-unsur yang terlarut di dalamnya. Disamping itu umur batuan juga
mempengaruhi tingkat kegaraman air, sebab semakin tua umur batuan, maka
semakin tinggi pula kadar garam-garam yang terlarut di dalamnya.
Todd (1980) dalam Hartono (1999) menyatakan tidak semua formasi litologi
dan kondisi geomorfologi merupakan akifer yang baik. Berdasarkan pengamatan
lapangan, akifer dijumpai pada bentuk lahan sebagai berikut:
a. Lintasan air (water course), materialnya terdiri dari aluvium yang mengendap di
sepanjang alur sungai sebagai bentuk lahan dataran banjir serta tanggul alam. Bahan
aluvium itu biasanya berupa pasir dan karikil.
b. Lembah yang terkubur (burried valley) atau lembah yang ditinggalkan
(abandoned valley), tersusun oleh materi lepas-lepas yang berupa pasir halus sampai
kasar.
c. Dataran (plain), ialah bentuk lahan berstruktur datar dan tersusun atas bahan
aluvium yang berasal dari berbagai bahan induk sehingga merupakan akifer yang
baik.
d. Lembah antar pegunungan (intermontane valley), yaitu lembah yang berada
diantara dua pegunungan, materialnya berasal dari hasil erosi dan gerak massa
batuan dari pegunungan di sekitarnya.
e. Batu gamping (limestone), air tanah terperangkap dalam retakan-retakan atau
diaklas-diaklas. Porositas batu gamping ini bersifat sekunder.

B. Macam-Macam Air Tanah
Air tanah dapat kita bagi lagi menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air
tanah artesis.
a. Air Tanah Preatis
Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan
tanah serta berada di atas lapisan kedap air/impermeable.
b. Air Tanah Artesis
Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara
dua lapisan kedap air.


C. Pembentukan Air Tanah
Air tanah adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah pada
lajur/zona jenuh air (zone of saturation). Air tanah terbentuk berasal dari air hujan
dan air permukan , yang meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of
aeration) dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona
jenuh air dan menjadi air tanah. Air
tanah adalah salah satu faset dalam
daur hidrologi , yakni suatu peristiwa
yang selalu berulang dari urutan
tahap yang dilalui air dari atmosfer ke
bumi dan kembali ke atmosfer;
penguapan dari darat atau laut atau
air pedalaman, pengembunan
membentuk awan, pencurahan,
pelonggokan dalam tanih atau badan
air dan penguapan kembali (Kamus
Hidrologi, 1987). Dari daur hidrologi
tersebut dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi dengan air permukaan serta
komponen-komponen lain yang terlibat dalam daur hidrologi termasuk bentuk
topografi, jenis batuan penutup, penggunaan lahan, tetumbuhan penutup, serta
manusia yang berada di permiukaan. Air tanah dan air permukaan saling berkaitan
dan berinteraksi. Setiap aksi (pemompaan, pencemaran dll) terhadap air tanah akan
memberikan reaksi terhadap air permukaan, demikian sebaliknya.

D. Kerusakan Air Tanah
Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di
sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal
tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi
tersebut diatas tentu saja perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan
kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Beberapa faktor yang menyebabkan
timbulnya permasalahan adalah:
 Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan
pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air
tanah.
 Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara
memperoleh sumber air.
 Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam
pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.
air tanah juga dapat di artikan semua air yang berapa di bawah permukaan tanah
merupakan air tanah.

E. Gerakan Air Tanah
Disamping air tanah bergerak dari atas ke bawah, air tanah juga bergerak dari
bawah ke atas (gaya kapiler). Air bergerak horisontal pada dasarnya mengikuti
hukum hidrolika, air bergerak horisontal karena adanya perbedaan gradien hidrolik.
Gerakan air tanah mengikuti hukum Darcy yang berbunyi “volume air tanah yang
melalui batuan berbanding lurus dengan tekanan dan berbanding terbalik dengan
tebal lapisan (Utaya, 1990).



Gerakan air tanah dan jenis lapisannya


F. Permasalahan Air Tanah
Air tanah, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah
urban dan dataran rendah memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi
atau asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang
secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau
diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam
organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang
kaya akan kandungan senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi
tinggi atau kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :
a. Air mengandung zat besi
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna
kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa
saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang
berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+,
setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna
kuning.
b. Air kuning permanen
Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut
yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat
kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama
keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap
berwarna kuning.

G. Keuntungan dan Kerugian yang Ditimbulkan Air Tanah
Menurut Hanafiah (2005), air merupakan komponen penting dalam tanah
yang dapat menguntungkan dan sering pula merugikan. Beberapa peranan yang
menguntungkan dari air dalam tanah adalah:
(1) sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar tanaman.
(2) sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk, perkembangan tanah, dan
differensi horison.
(3) sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimia dalam penyediaan hara, yaitu dari hara
tidak tersedia menjadi hara yang tersedia bagi akar tanaman.
(4) sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara yang semula
tidak tersedia menjadi tersedia bagi akar tanaman.
(5) sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah.
(6) sebagai stabilisator temperatur tanah.
(7) mempermudah dalam pengolahan tanah.
(8) kebutuhan rumah tangga, yaitu untuk mandi, mencuci, memasak, dan air minum.
(9) irigasi, yaitu sumber air bagi pertanian, misalnya sumur bor di daerah Indramayu,
Jawa Barat.
(10) perindustrian, yaitu dimanfaatkan sebagai sumber air industri, misalnya industri
tekstil dimanfaatkan untuk pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan
lain-lain.
Selain beberapa peranan yang menguntungkan diatas, air tanah juga
menyebabkan beberapa hal yang merugikan, yaitu:
(1) mempercepat proses pemiskinan hara dalam tanah akibat proses pencucian
(perlin-dian/leaching) yang terjadi secara intensif.
(2) mempercepat proses perubahan horizon dalam tanah akibat terjadinya eluviasi
dari lapisan tanah atas ke lapisan tanah bawah.
(3) kondisi jenuh air menjadikan ruang pori secara keseluruhan terisi air sehingga
menghambat aliran udara ke dalam tanah, sehingga mengganggu respirasi dan
serapan hara oleh akar tanaman, serta menyebabkan perubahan reaksi tanah dari
reaksi aerob menjadi reaksi anaerob.