You are on page 1of 22

1

Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
Keterampilan Klinik Pertama
ANAMNESIS PENAKIT MATA
I! PENDA"ULUAN
Penyakit mata merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan di
masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)
beberapa tahun terakhir, dimana sekitar 11 % dari seluruh kasus yang datang berbat
ke berbagai sarana pelayanan kesehatan adalah penyakit mata, baik berupa gangguan
penglihatan, maupun penyakit mata lainnya.
!ntuk membantu dkter dalam menegakkan berbagai diagnsis penyakit mata
dengan tingkat ketepatan yang "ukup tinggi, diperlukan anamnesis yang baik, "ermat,
dan terstruktur. Seperti halnya pada sistem rgan lainnya, anamnesis pada penyakit
mata dilakukan se"ara sistematis, dan dengan sikap yang men"erminkan
pr#esinalitas sebagai serang dkter. $namnesis dimulai dengan menentukan
keluhan utama pasien, menentukan berbagai diagnsis banding yang mungkin
berdasarkan keluhan utama tersebut, kemudian dilan%utkan dengan menggali
in#rmasi sebanyak mungkin dengan menggunakan pertanyaan terbuka atau tertutup,
berdasarkan sistematika anamnesis, dan pengetahuan klinis yang dimiliki leh dkter.
$namnesis yang baik memiliki kerangka yang terdiri dari beberapa kmpnen
yaitu anamnesis pribadi, anamnesis keluhan utama, anamnesis ri&ayat penyakit
sekarang, anamnesis ri&ayat penyakit terdahulu, anamnesis rgan, anamnesis ri&ayat
pribadi, anamnesis ri&ayat penyakit keluarga, anamnesis ssial eknmi, dan
anamnesis gi'i.
(n#rmasi yang terdapat pada kmpnen)kmpnen ini haruslah digali dengan
seksama dan saling dihubungkan satu sama lain, dengan tetap menga"u pada
pengetahuan klinis yang dimiliki. *erikut ini akan diuraikan kmpnen)kmpnen
anamnesis penyakit mata beserta "ara)"ara menggali in#rmasi yang terkandung di
dalamnya.
#!# Anamnesis Priba$i
$namnesis pribadi pada penyakit mata memiliki kmpnen yang sama dengan
anamnesis penyakit lainnya. Hal)hal yang harus ditanyakan pada anamnesis pribadi
antara lain+
 ,ama
 !mur
 -enis Kelamin
 $lamat
 $gama
 *angsa . Suku
 Status Perka&inan
 Peker%aan
/ata)data tersebut merupakan identitas pasien dan penting untuk diketahui karena
pada penyakit gangguan mata terkadang terdapat hubungan antara data identitas
dengan epidemilgi, atau insidensi (angka ke%adian) penyakit.
Pengaruh umur terhadap insidensi penyakit mata dapat dilihat pada kasus katarak
senilis, yang insidensinya semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Pada
rentang usia 01)02 tahun, 30% telah mengalami kekeruhan lensa. Persentase
kekeruhan lensa men%adi 111% pada usia di atas 41 tahun.
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
<
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
Pengaruh %enis kelamin terhadap insidensi penyakit mata misalnya dapat dilihat
pada kasus glaukma, yang lebih banyak diderita pasien pria dibandingkan &anita,
pada rentang usia di atas =1 tahun.
#!% Anamnesis Kelu&an Utama
Keluhan utama adalah keluhan yang dirasakan pasien sehingga dirinya datang
berbat. Pengertian ini haruslah di"ermati dengan baik, karena seringkali keluhan
utama tidak dapat ditentukan dengan baik karena kesalahan se&aktu menanyakannya
pada pasien.
Serang dkter harus mampu mengelabrasi keterangan pasien yang paling
signi#ikan, yang membuat pasien men"ari pertlngan dan keluhan ini ditetapkan
sebagai keluhan utama. *eberapa keluhan utama penyakit mata yang sering
diutarakan pasien menurut Knsil Kedkteran (ndnesia, tahun <113 adalah +
 Mata mera& 'atal $an berair
5ata gatal dan berair merupakan salah satu keluhan yang paling sering diutarakan
pasien. Keluhan ini didapatkan pada berbagai kelainan pada mata akibat peradangan
(kn%ungtivitis, ble#aritis, keratitis, skleritis), trauma mata, atau ter%adinya iritasi mata
akibat mata kering, trikiasis, entrpin, lag#talms, dan benda asing.
 Mata mera& $an belekan
Keluhan mata merah dan belekan, atau keluar ktran yang berlebihan pada mata
pada umumnya ditemukan pada kasus kn%ungtivitis. Pada keluhan ini perlu
ditanyakan, apakah ktran banyak atau sedikit, dan bagaimana bentuk ktran mata.
Kedua pertanyaan ini dapat membantu dkter untuk menentukan kemungkinan
penyebab kn%ungtivitis.
*ila kn%ungtivitis disebabkan leh in#eksi bakteri dan klamidia, ktran mata
biasanya banyak dan dapat kental seperti nanah (purulen atau mukpurulen). *ila
disebabkan in#eksi gnkk atau meningkk, ktran dapat sangat kental
(hiperpurulen). Pada kn%ungtivitis viral, ktran mata seperti air (serus) dan sedikit.
Pada kn%ungtivitis karena reaksi alergi, ktran mata umumnya tidak banyak, seperti
air, sedikit lengket, dengan ge%ala gatal pada mata yang menn%l.
>ambar 1. Kn%ungtivitis *akteri (sekret purulen) >ambar <. Kn%ungtivitis ?iral 5ata Kiri
 Foto(obia )perasaan silau $an sakit*
;t#bia disebabakan leh terlalu sensiti#nya mata terhadap "ahaya, sehingga
mun"ul perasaan silau disertai dengan rasa sakit.
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
@
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
Keluhan ini sering disebabkan leh adanya peradangan mata pada struktur luar
seperti kn%ungtivitis, keratitis, maupun struktur dalam mata, misalnya uveitis.
Kelainan mata lainnya yang dapat menyebabkan #t#bia antara lain adalah neuritis
retrbulbar, trikisasis, katarak, edema krnea, midriasis pupil karena berbagai sebab,
albin, dan kekeruhan krnea.
 Kelilipan )terasa sesuatu men''an+al $i mata*
Keluhan ini dapat ditemukan pada kasus adanya benda asing pada mata, trikiasis,
entrpin, hrdelum internum, pterigium, pinguekulum dan lain sebagainya.
 Kelopak mata ben'kak )e$ema palpebra*
Pembengkakan kelpak mata dapat disebabkan leh adanya peradangan, maupun
bukan peradangan. 9dema palpebra karena sebab peradangan dapat ditemukan pada
hrdelum, ble#aritis, kn%ungtivitis, dan selulitis. 9dema palpebra bukan peradangan
dapat ditemukan pada kala'in, penyakit gin%al, dan gagal %antung kanan.
 Sakit kepala
Keluhan sakit kepala dapat disebabkan leh adanya kelainan pada mata, atau
penyebab lainnya. Kelainan)kelainan pada mata yang dapat menyebabkan sakit kepala
antara lain adalah glaukma akut, uveitis, selulitis rbita, end#talmitis, neuritis,
benda asing, semua kelainan yang dapat menimbulkan #t#bia, kelainan re#raksi
yang tidak dikreksi, dan strabismus.
Sakit kepala dapat disebabkan leh kelainan di luar mata seperti sinusitis, migren,
neuralgia trigeminus, sakit gigi, peninggian tekanan intrakranial, dan meningitis.
Pada keluhan sakit kepala perlu diperhatikan apakah keluhan sakit kepala disertai
penurunan ta%am penglihatan, mata yang memerah, mual dan muntah, kaku tengkuk,
pembengkakan kn%ungtiva dan palpebra, serta kelumpuhan tt.
 Sakit pa$a per'erakan bola mata
Keluhan ini dapat ditemukan pada kasus neuritis ptik, in#luen'a, selulitis rbita,
dan akibat ketegangan pada tt)tt mata.
 ,ulu mata rontok
*ulu mata rntk atau madarsis, dapat disebabkan leh peradangan kelpak
(ble#aritis, herpes 'ster), hipertiridisme (penyakit >raveAs), dan kmplikasi dari
pengbatan epine#rin krnik.
 Kelopak mata berke$ut )t-it.&*
Kedutan pada kelpak mata dapat disebabkan leh kelelahan yang berat, kurang
tidur, iritasi krnea, iritasi kn%ungtiva, atau pada anemia.
 Terli&at pelan'i )&alo* sekitar sumber .a&a/a
Hal, atau terlihatnya pelangi di sekitar sumber "ahaya, menandakan adanya
kelainan seperti glaukma, katarak, serta kmplikasi pemakaian digitalis, dan kinina.
 Kelela&an se-aktu memba.a )astenopia*
$stenpia didapatkan pada kelainan re#raksi yang tidak dikreksi dengan benar,
presbipia, kelemahan (paresis) tt penggerak bla mata, dan penerangan ruang ba"a
yang tidak baik.
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
=
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
 Pen'li&atan turun pa$a satu mata
Pada keluhan ini perlu ditanyakan apakah ter%adinya se"ara mendadak, atau
perlahan)lahan, dan apakah disertai leh rasa sakit pada mata atau tidak.
Penglihatan yang turun mendadak pada salah satu mata dapat disebabkan leh
glaukma akut sudut tertutup, uveitis, neuritis ptik, ablasi retina, trauma mata, dan
lain sebagainya.
Penglihatan turun perlahan)perlahan pada salah satu mata, tanpa rasa sakit, dapat
disebabkan leh katarak, glaukma sudut terbuka, dan retinpati menahun.
Penglihatan turun mendadak pada salah satu mata, disertai dengan rasa sakit yang
hebat disebabkan leh glaukma akut sudut tertutup, uveitis, dan neuritis ptik.

>ambar @. >laukma $kut >ambar =. !veitis (iritis)
 Pen'li&atan turun men$a$ak pa$a ke$ua mata
Penglihatan turun se"ara mendadak pada kedua mata dapat disebabkan leh
cerebrovascular accident dengan perdarahan ksipital, hipertensi maligna, trauma
belakang kepala, dan histeria yang berat.
 ,uta sen+a
*uta sen%a, atau dinamakan %uga dengan rabun ayam, adalah penurunan
penglihatan pada saat pen"ahayaan berkurang, misalnya pada saat sen%a, atau malam
hari. Keluhan ini umumnya disebabkan leh de#isiensi berat vitamin $, terutama pada
pasien kanak)kanak.
Kelainan lain yang dapat menyebabkan timbulnya rabun sen%a antara lain
glaukma krnik, atr#i papil berat, retinitis pigmentsa, dan akibat kmplikasi
pemakaian bat klrkuin, atau kinina.
/alam penulisan keluhan utama %uga harus ditanyakan sudah berapa lama pasien
mengalami keluhan tersebut. 5isalnya penglihatan kabur se%ak 0 bulan terakhir.
Selain menanyakan keluhan utama, tanyakan %uga apakah ada keluhan lain yang
dirasakan pasien yang merupakan keluhan tambahan, misalnya pembengkakan
kelpak mata, muntah, mata terasa panas, dan lain sebagainya.
Sebagaimana telah di%elaskan pada anamnesis sistem rgan pada blk)blk
sebelumnya, setelah menentukan keluhan utama, langkah selan%utnya yang dilakukan
dkter adalah memikirkan diagnsis banding, dimana dkter harus memikirkan segala
kemungkinan penyakit yang mungkin, berdasarkan keluhan utama pasien.
$lur pla ber#ikir di ba&ah ini penting untuk diketahui, agar anamnesis dapat
dilakukan dengan terstruktur.
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
0
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
Alur ,er(ikir Pene'akkan Dia'nosis Pasti Pen/akit Mata
>ambar 0. $lur Pla *er#ikir Penegakkan /iagnsis Pasti Penyakit >angguan 5ata
/ari berbagai ma"am keluhan yang diutarakan pasien, ada tidaknya mata merah
dan penurunan penglihatan merupakan dua keluhan yang harus ditanyakan karena
hampir selalu terdapat pada penyakit mata. $da tidaknya kedua keluhan ini dapat
di%adikan pedman sistematika, dalam menentukan diagnsis)diagnsis banding apa
sa%a yang mungkin dapat dipikirkan. Sistematika tersebut adalah sebagai berikut +
 Mata mera& $en'an pen'li&atan normal
/apat dibedakan men%adi dua yaitu mata merah dengan penglihatan (visus)
nrmal dan tidak ktr, dan mata merah dengan penglihatan nrmal, dan ktr.
 ,ila mata mera& $en'an pen'li&atan normal $an ti$ak kotor
Kemungkinan diagnsis)diagnsis banding yang dapat dipikirkan antara lain
adalah pterigium, entrpin, trikiasis, pinguekulum, hematma subkn%ungtiva,
ble#aritis, episkleritis, dan skleritis.
 ,ila mata mera& $en'an pen'li&atan normal $an kotor )belekan*
Kemungkinan diagnsis)diagnsis banding yang dapat di#ikirkan antara lain
adalah kn%ungtivitis, misalnya kn%ungtivitis bakteri, viral, %amur, parasit, dan alergi.
 Mata mera& $en'an pen'li&atan turun men$a$ak
Kemungkinan)kemungkinan diagnsis)diagnsis banding yang dapat dipikirkan
adalah glaukma akut, keratitis, ulkus krnea, uveitis, iritis, end#talmitis, dan
pan#talmitis.
 Pen'li&atan turun men$a$ak tanpa mata mera&
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
/iagnsis Sementara Penyakit >angguan 5ata
5emikirkan /iagnsis)/iagnsis *anding yang mungkin
$namnesis B Keluhan Tambahan
/iagnsis Pasti Penyakit >angguan 5ata
Pemeriksaan ;isik B Pemeriksaan Penun%ang
Keluhan !tama
3
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
Kemungkinan diagnsis banding yang dapat dipikirkan antara lain adalah neuritis
ptik, ablasi retina, bstruksi vena retina sentral, klusi arteri retina sentral,
kekeruhan dan perdarahan badan ka"a, amblipia tksik, dan kriditis.
 Pen'li&atan turun perla&an tanpa mata mera&
Keluhan penglihatan (visus) turun perlahan)lahan tanpa mata merah dapat
ditemukan pada katarak (katarak kngenital, katarak %uvenil, katarak senilis, dan
katarak kmplikata), glaukma sudut terbuka, kelainan re#raksi, dan retinpati.
Katarak kngenital adalah katarak yang ter%adi sebelum lahir, segera setelah lahir,
atau ter%adi pada usia kurang dari 1 tahun.
Katarak %uvenil adalah katarak yang terdapat pada rang usia muda, dan mulai
terbentuk pada usia kurang dari 2 tahun. Katarak ini pada umumnya merupakan
kelan%utan dari katarak kngenital.
Katarak senilis merupakan katarak yang paling sering ditemukan, yaitu kekeruhan
lensa yang terdapat pada usia lan%ut, yaitu di atas 01 tahun. Katarak senilis dapat
dibedakan men%adi beberapa stadium, dimulai dari katarak insipien, katarak
intumesen, katarak imatur, katarak matur, dan terakhir katarak hipermatur.
Katarak kmplikata adalah katarak yang disebabkan leh penyakit mata lain
seperti peradangan, glaukma, ablasi retina dan lain sebagainya. /apat %uga
disebabkan leh trauma, atau pas"a bedah mata. Katarak kmplikata dapat disebabkan
%uga leh penyakit sistemik endkrin, seperti diabetes melitus, hipparatiridisme,
dan galaktsemia.
>ambar 3. Katarak Senilis >ambar C. Katarak Kngenital
!ntuk membantu dkter dalam menyingkirkan diagnsis banding, dan
menegakkan diagnsis pasti, in#rmasi)in#rmasi yang terkandung di dalam keluhan
utama, haruslah digali sedalam mungkin dengan menggunakan pertanyaan)pertanyaan
yang terdapat di dalam kmpnen)kmpnen anamnesis lainnya.
#!0 Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Sekaran'
Ri&ayat penyakit sekarang atau ri&ayat per%alanan penyakit merupakan uraian
rin"i mengenai keadaan kesehatan pasien se%ak sebelum keluhan utama, sampai saat
pasien datang berbat. Sebagaimana anamnesis pada sistem rgan lainnya, untuk
menggali in#rmasi lebih dalam terutama yang berkaitan dengan keluhan utama, dapat
digunakan kmpnen)kmpnen pertanyaan yang berpedman kepada 5a"ledAs
:lini"al 9Daminatin (metde 87/:$RT dan 8PERST).
Pemilihan dan penggunaan kedua metde ini, disesuaikan dengan keluhan utama
yang diutarakan pasien, dan tidak bersi#at mengikat. $rtinya kita bleh memasukkan
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
C
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
kmpnen pertanyaan metde lain selain metde yang kita pilih, untuk memperleh
in#rmasi sebanyak mungkin. $dakalanya tidak semua kmpnen)kmpnen
pertanyaan pada metde 87/:$RT, atau 8PERST, terdapat dalam suatu kasus
penyakit, sehingga tidak perlu ditanyakan saat menggali in#rmasi.
:nth penggunaan metde 87/:$RT untuk menggali in#rmasi. 1) /apat
ditanyakan bagaimana mula ter%adinya keluhan atau ge%ala klinis (onset). <) 7kasi
dimana pasien merasakan keluhan (lo.ation). @) Sudah berapa lama keluhan
dirasakan leh pasien ($uration). =) *agaimana si#at keluhan yang dirasakan pasien
(.&ara.ter). 0) $dakah #aktr)#aktr yang dapat memperberat atau meringankan
keluhan (alleviatin' atau a''ravatin' (a.tor). 3) $pakah keluhan hanya terbatas
pada rgan tubuh tertentu, atau menyebar ke bagian)bagian tubuh lainnya (ra$iation).
C) $pakah keluhan timbul pada &aktu)&aktu tertentu, atau ter%adi setiap saat, atau
tidak menentu (time).
Selain metde 87/:$RT, dapat digunakan metde 8PERST untuk menggali
in#rmasi pada keluhan utama. :nth penggunaan metde 8PERST, 1) Keluhan
atau ge%ala klinis ter%adi se"ara tiba)tiba atau perlahan)lahan (onset). <) $dakah
pen"etus yang menimbulkan keluhan (palliatin'1provokin' (a.tor). @) Si#at dan
beratnya serangan atau ge%ala klinis yang ter%adi, apakah ter%adi se"ara terus menerus
atau hilang timbul, apakah ge%ala klinis yang timbul "enderung bertambah berat atau
berkurang (2uality). =) Penyebaran dari keluhan (ra$iation*. 0) $pakah keluhan
timbul saat pasien berada pada tempat tertentu (site). 3) Kapan keluhan timbul,
apakah keluhan paling dirasakan pada &aktu tertentu, misalnya pada pagi, atau
malam, setiap saat, atau tidak menentu (time).
#!3 Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu
Pada bagian ini ditanyakan kepada pasien tentang penyakit yang telah pernah
dideritanya se%ak masih kanak)kanak sampai de&asa (saat sebelum menderita
penyakit sekarang ini) yang mungkin mempunyai hubungan dengan penyakit yang
dialami pasien saat ini.
5isalnya pada kasus kn%ungtivitis alergi, dapat ditanyakan ada tidaknya ri&ayat
alergi terhadap makanan, atau paparan terhadap benda, dan keadaan "ua"a tertentu
(ri&ayat atpi). :nth lainnya adalah ri&ayat diabetes melitus yang merupakan salah
satu #aktr resik ter%adinya katarak, dan retinpati.
#!4 Anamnesis Ri-a/at Priba$i
Pada anamnesis ri&ayat pribadi pasien, dkter menggali in#rmasi)in#rmasi
mengenai kebiasaan hidup pasien yang mungkin memiliki hubungan dengan penyakit
mata yang dideritanya.
Sebagai "nth adalah ri&ayat merkk, pada kasus retinpati hipertensi, dimana
hipertensi merupakan #aktr resik dari penyakit ini. *ila ditemukan adanya ri&ayat
merkk, diperlukan pertanyaan)pertanyaan untuk mendapatkan in#rmasi lebih
banyak tentang kebiasaan merkk tersebut, seperti sudah berapa lama merkk,
berapa batang atau bungkus rkk yang dihabiskan setiap harinya, atau apakah pasien
masih merkk, atau sudah berhenti.
#!5 Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Keluar'a
/alam anamnesis ri&ayat penyakit keluarga, dkter menanyakan ada tidaknya
anggta keluarga dekat pasien (sedarah) se"ara garis keturunan vertikal, seperti ayah
kandung, ibu kandung, kakek, nenek, paman, dan bibi, yang menderita penyakit yang
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
4
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
sama dengan penyakit yang diderita pasien. Hal ini ditanyakan pada kasus penyakit
mata yang dapat diturunkan se"ara genetik, misalnya pada kn%ungtivitis alergi
Pada anamnesis ini, dapat %uga ditanyakan kepada pasien adakah anggta
keluarganya yang menderita penyakit yang penularannya melalui kntak langsung,
misalnya pada kasus kn%ungtivitis terutama kn%ungtivitis bakteri.
#!6 Anamnesis Sosial Ekonomi
Pada anamnesis ssial eknmi, dkter menanyakan keadaaan keluarga pasien
terutama mengenai perumahan, dan lingkungan sekitar tempat tinggal pasien.
Penyakit in#eksi mata misalnya kn%ungtivitis bakteri memiliki angka ke%adian
yang lebih tinggi pada pasien yang bertempat tinggal di daerah yang kumuh, padat
penduduk, dengan tingkat ssial eknmi yang rendah.
#!7 Anamnesis 8i9i
Pada anamnesis gi'i dkter menanyakan pada pasien tentang makanan yang
diknsumsi setiap hari, seberapa banyak prsinya serta #rekuensi makan. /apat
ditanyakan %uga, apakah pasien merasa berat badannya berkurang, bertambah, atau
tetap dan di"ari apakah ada hubungannya dengan penyakit yang diderita leh pasien.
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
2
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
Simulasi Kasus Anamnesis Pen/akit Mata
#! Kon+un'tivitis Aler'i
 Anamnesis Priba$i + Pria + Fanita 1+1, Segala usia.
 Kelu&an Utama + 5ata merah dan terasa gatal.
 Kelu&an Tamba&an + 5ata terasa panas.
 Dia'nosis ,an$in'. 5ata merah dengan visus nrmal (kn%ungtivitis alergi,
kn%ungtivitis viral, kn%ungtivitis %amur, kn%ungtivitis bakteri, ble#aritis,
skleritis, trauma mata, atau ter%adinya iritasi mata akibat benda asing, mata kering,
trikiasis, entrpin, dan lag#talms), mata merah dengan visus turun mendadak
(glaukma akut, keratitis, ulkus krnea, uveitis, iritis, end#talmitis, dan
pan#talmitis).
 Onset. Keluhan mata merah dan terasa gatal, timbul setelah mata terpapar dengan
#aktr pen"etus.
 Provokin' Fa.tor. /ebu, udara dingin, bulu binatang, serbuk sari, benda asing,
reaksi alergi terhadap bat, dan lain sebagainya.
 Lo.ation. Keluhan dapat ter%adi pada salah satu, atau kedua mata.
 :&ara.ter ; <ualit/. Rasa gatal dirasakan bertambah hebat terutama bila
mata digsk)gsk. Rasa gatal disertai dengan timbulnya rasa panas pada mata,
dan mata dirasakan berair. Ktran mata bisa ada, atau tidak. *ila ada, hanya
sedikit, %ernih, dan tidak kental seperti nanah. Ta%am penglihatan (visus) tidak
terganggu.
 Alleviatin' Fa.tor. Rasa gatal pada mata terasa berkurang bila mata ditutup.
 Time. Keluhan dapat ter%adi kapan sa%a, tergantung dengan paparan dengan
#aktr pen"etus. ,amun biasanya keluhan lebih sering ter%adi pada saat suhu udara
lebih dingin dari suhu nrmal harian, yaitu pada saat malam hari, atau men%elang
pagi.
 Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu. *erisi pertanyaan tentang ada
tidaknya ri&ayat alergi terhadap makanan, benda=benda, atau keadaan "ua"a
tertentu (ri&ayat atpi). Kn%ungtivitis alergi pada umumnya telah pernah dialami
pada &aktu)&aktu sebelumnya, dengan didahului paparan mata dengan pen"etus.
Ri&ayat mata terasa kering, ri&ayat trauma, dan ri&ayat kemasukan benda asing
pada mata, dapat ditanyakan untuk membantu menyingkirkan diagnsis banding.
 Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Keluar'a. *erisi pertanyaan tentang ada
tidaknya anggta keluarga dekat pasien (sedarah) se"ara garis keturunan vertikal,
seperti ayah kandung, ibu kandung, kakek, nenek, paman, dan bibi, yang
menderita penyakit yang sama dengan penyakit yang diderita pasien. Seperti
halnya rhinitis alergi, kn%ungtivitis alergi memiliki ke"enderungan diturunkan
se"ara genetik.
 Anamnesis Ri-a/at Sosial Ekonomi. *erisi penggalian in#rmasi tentang
keadaaan keluarga pasien, terutama mengenai perumahan, penghasilan, dan
lingkungan, atau daerah sekitar tempat tinggal pasien. 5isalnya keadaan rumah,
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
11
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
atau kamar tidur yang %arang dibersihkan sehingga berdebu, atau memakai karpet
yang %arang dibersihkan, sehingga berdebu, dan penuh dengan tungau.
 Anamnesis 8i9i. Pada anamnesis gi'i dkter menanyakan pada pasien tentang
makanan yang diknsumsi setiap hari, seberapa banyak prsinya, serta #rekuensi
makan. /apat ditanyakan %uga, apakah pasien merasa berat badannya berkurang,
bertambah, atau tetap, dan di"ari apakah ada hubungannya dengan penyakit yang
diderita leh pasien. $namnesis ini tidak terlalu penting untuk ditanyakan.
%! 8laukoma Su$ut Tertutup Akut
 Anamnesis Priba$i + Pria G &anita, rentang usia G =1 tahun.
 Kelu&an Utama + 5ata terasa sakit, dan penglihatan mendadak kabur.
 Kelu&an Tamba&an + Timbulnya rasa mual dan muntah.
 Dia'nosis ,an$in'. 5ata merah dengan visus turun mendadak (glaukma sudut
tertutup akut, keratitis, ulkus krnea, iridsiklitis, end#talmitis, dan
pan#talmitis). 5ata nrmal dengan visus turun mendadak (neuritis ptik, ablasi
retina, bstruksi vena retina sentral, klusi arteri retina sentral, kekeruhan dan
perdarahan badan ka"a, amblipia tksik, dan kriditis).
 Onset. Keluhan mun"ul se"ara mendadak. Serangan akut dapat disebabkan
perasaan emsi yang berlebihan seperti marah, bingung, atau takut.
 Lo.ation. Keluhan dapat ter%adi pada salah satu, atau kedua mata.
 Duration. Keluhan dapat dirasakan selama beberapa %am.
 :&ara.ter. Rasa sakit pada mata dirasakan sangat hebat tak tertahankan,
dirasakan terus menerus. Keluhan disertai dengan memerahnya mata, tanpa
disertai dengan ktran mata. Pasien merasa seperti melihat pelangi disekeliling
bla lampu yang menyala. Ta%am penglihatan sangat turun. Pada keratitis, ulkus
krnea, dan uveitis ta%am penglihatan %uga menurun, namun biasanya tidak berat.
 Ra$iation. Rasa sakit pada mata dapat menyebar ke kepala, menyebabkan
sakit kepala hebat yang dapat menimbulkan muntah.
 Time. Keluhan terutama ter%adi pada malam hari, yaitu pada saat pupil
setengah melebar.
 Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu ; Alleviatin' Fa.tor. *erisi
pertanyaan tentang ada tidaknya ri&ayat penyakit dengan keluhan yang sama
sebelumnya. Pada glaukma sudut tertutup akut, keluhan mungkin pernah ter%adi
sebelumnya, dan akan terasa mereda bila pasien tidur sebentar. Perlu ditanyakan
%uga apakah pasien adalah penderita hipermetrpia (rabun dekat), yang merupakan
salah satu #aktr resik ter%adinya glaukma sudut tertutup akut. Ri&ayat in#eksi
mata, trauma pada mata, atau pemakaian lensa kntak, dapat ditanyakan untuk
menyingkirkan diagnsis banding.
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
11
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara


>ambar 4. >laukma Sudut Tertutup $kut >ambar 2. Penggaungan Papil Sara# 8ptik
0! Katarak Senilis
 Anamnesis Priba$i + Pria H &anita, rentang usia G 01 tahun.
 Kelu&an Utama + Penglihatan mata kiri terasa kabur.
 Kelu&an Tamba&an + Penglihatan ganda pada mata kiri pasien.
 Dia'nosis ,an$in'. 5ata nrmal visus turun perlahan (katarak, glaukma sudut
terbuka, dan retinpati), kelainan re#raksi (presbipia, mipia, hipermetrpia),
mata nrmal dengan visus turun mendadak (neuritis ptik, ablasi retina, bstruksi
vena retina sentral, klusi arteri retina sentral, kekeruhan dan perdarahan badan
ka"a, amblipia tksik, dan kriditis.
 Onset. Penglihatan kabur se"ara perlahan=lahan.
 Lo.ation. Keluhan dapat ter%adi pada salah satu, atau kedua mata.
 Duration. Keluhan sudah dialami dalam %angka &aktu yang lama (beberapa
bulan, atau tahun).
 :&ara.ter. Pasien mengeluh penglihatannya seperti berkabut, dan semakin
lama semakin kabur. Pada a&alnya pasien seperti melihat kabut tipis, yang lama
kelamaan terlihat semakin tebal, sehingga dapat mengganggu akti#itas sehari)hari
pasien. Keluhan tanpa disertai rasa sakit pada mata, yang ditemukan pada kasus
glaukma.
 Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu. *erisi pertanyaan tentang ada
tidaknya ri&ayat diabetes melitus, trauma pada mata, dan ri&ayat penggunaan
sterid dalam %angka &aktu lama, baik se"ara tpikal maupun ral, yang
merupakan #aktr resik ter%adinya katarak.
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
1<
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
II! RAN:AN8AN A:ARA PEM,ELA>ARAN
?aktu Aktivitas Keteran'an
10 menit
Tiap kelmpk ke"il didampingi leh
serang instruktur
(nstruktur
(ntrduksi dan Penyampaian Pengantar
(overview) ran"angan kegiatan pelatihan
=0 menit
/emnstrasi leh (nstruktur, (nstruktur
memperlihatkan kepada mahasis&a "ara
melakukan anamnesis penyakit mata dan
"ara menggali in#rmasi yang didapatkan
dari anamnesis se"ara deskripti# dan
krnlgis
5ahasis&a melakukan latihan role play
se"ara bergantian dengan dibimbing leh
instruktur (coaching)
(nstruktur
dan
5ahasis&a
@1 menit
5ahasis&a melakukan latihan mandiri
dia&asi leh instruktur.
5ahasis&a
11 menit
(nstruktur memberikan masukan)masukan
(feedback) kepada mahasis&a.
(nstruktur
III! PEDOMAN INSTRUKTUR
0!# TU>UAN PEM,ELA>ARAN
Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan mahasis&a +
1. 5emahami kerangka anamnesis penyakit mata, mampu menggali in#rmasi
yang didapatkan dari anamnesis se"ara deskripti# dan krnlgis, dan mampu
melakukan anamnesis penyakit mata yang terdiri dari anamnesis pribadi,
anamnesis keluhan utama, anamnesis penyakit sekarang, anamnesis penyakit
terdahulu, anamnesis rgan, anamnesis ri&ayat pribadi, anamnesis ri&ayat
penyakit keluarga, anamnesis ssial eknmi dan anamnesis gi'i
<. 5ampu melakukan anamnesis penyakit mata yang sering di%umpai dengan
"nth simulasi kasus+
 Kn%ungtivitis alergi (=).
 >laukma sudut tertutup akut (@$).
 Katarak Senilis (@$).
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
1@
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
0!% PELAKSANAAN
1. 7atihan dan diskusi tiap kelmpk dipimpin leh serang instruktur yang telah
ditetapkan leh bagian S/5 59! ;K !(S!
<. :ara dan alkasi &aktu pelaksanaan kegiatan +
?aktu Aktivitas Keteran'an
10 menit Pembukaan
Perkenalan
(nstruktur
Pengantar (overview)
10 menit
Lati&an
/emnstrasi
(nstruktur
dan
5ahasis&a
@1 menit Coaching
@1 menit 7atihan 5andiri
11 menit Penutupan
Feed Back
(nstruktur
Penutup
@. Faktu pelaksanaan +
Setiap kegiatan latihan dilaksanakan selama < D 01 menit (111 menit).
=. Tempat pelaksanaan kegiatan + /i ruangan Skills Lab (lantai @)
0. $lat dan *ahan yang diperlukan +
 5e%a
 Kursi 4
 Pasien Simulasi (instruktur)
3. 5ateri Kegiatan . 7atihan +
 5emahami kerangka anamnesis penyakit mata, mampu menggali in#rmasi
yang didapatkan dari anamnesis se"ara deskripti# dan krnlgis, dan mampu
melakukan anamnesis penyakit mata dengan baik dan benar, yang terdiri dari +
 $namnesis Pribadi
 $namnesis Keluhan !tama
 $namnesis Penyakit Sekarang
 $namnesis Penyakit Terdahulu
 $namnesis 8rgan.Sistem
 $namnesis Ri&ayat Pribadi
 $namnesis Ri&ayat Penyakit Keluarga
 $namnesis Ssial.9knmi
 $namnesis >i'i
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
1=
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
RU>UKAN
1. (lyas S. Keluhan Penderita /engan Kelainan 5ata. (lmu Penyakit 5ata. @
rd
editn. -akarta + *alai Penerbit ;akultas Kedkteran !niversitas (ndnesia I <114.
p. 00)31.
<. ?aughan /.>, $sbury T, Rirdan)9va P. 8phthalmlgi" 9Daminatin. (n +
Reinhardt S, 7angari", eds. >eneral 8phthalmlgy. 1=
th
editin. 9ast ,r&alk
:nne"ti"ut + $ppletn J 7ange I 1220. p. <2)31.
@. 9lkingtn $.R, Kha& P.T. Ri&ayat Sakit /an Pemeriksaan. Petun%uk Penting
Kelainan 5ata ($*: # 9yes). (n + Faliban, ed. 1
st
editin. -akarta + Penerbit
*uku Kedkteran 9>: I 1220. p. 1)=.
=. Tierney 7.5, 5" Phee S.-, Papadakis 5.$. :urrent 5edi"al /iagnsis J
Treatment. @4
th
editin. :nne"ti"ut + $ppletn 7ange. 122C
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
10
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
LEM,AR PEN8AMATAN INSTRUKTUR )#* @ Untuk Lati&an
No!
Lan'ka& 1 Tu'as Pen'amatan
ANAMNESIS PENAKIT MATA a Ti$ak
#! Kon+un'tivitis Aler'i
/kter mengu"apkan salam, dan mempersilahkan pasien untuk
duduk.
/kter memperkenalkan dirinya kepada pasien dan keluarganya.
/kter menanyakan nama, usia, agama, status pernikahan, suku
bangsa, alamat dan peker%aan pasien. (pasien ber+enis kelamin
laki=lakiA $en'an usia %# ta&un* Anamnesis Priba$i
/kter menanyakan keluhan yang dirasakan pasien sangat
mengganggu sehingga dirinya datang berbat, dan sudah berapa
lama keluhan dirasakan. (ke$ua mata terasa 'atalA kelu&an
$irasakan se+ak 0 +am /an' lalu) Kelu&an Utama
/kter meminta pasien men"eritakan, bagaimana mula ter%adinya
keluhan yang dialami pasien, dan apakah rasa gatal tersebut ada
yang men"etuskannya. )pa$a a-aln/a pasien men'elu& 'i'in/a
sakit! Karena sampai pa'i sakit 'i'in/a tak +u'a re$aA pasien
meminum Antal'inB! Sekitar seten'a& +am setela& minum obat
itula& pasien merasa ke$ua matan/a terasa 'atal* OnsetA
Provokin' Fa.tor
/kter menanyakan mata sebelah mana yang pertama kali dirasa
pasien gatalK )pasien merasa mata sebela& kanann/a /an'
pertama kali terasa 'atalA tak lama kemu$ian mata sebela&
kirin/a +u'a terasa 'atal* Lo.ation
/kter meminta pasien men%elaskan si#at dari rasa gatal yang
dirasakan, apakah rasa gatal dirasakan semakin berat, atau tidak.
)pa$a a-aln/a rasa 'atal pa$a ke$ua mata ti$ak terlalu &ebatA
pasien kemu$ian men''osok='osok ke$ua matan/a untuk
men'&ilan'kan rasa 'atal! Akan tetapiA rasa 'atal ti$ak mere$a
setela& $i'osok='osokA rasa 'atal +ustru $irasakan bertamba&
&ebat* :&ara.terA <ualit/
/kter menanyakan apakah keluhan disertai dengan rasa panas dan
bengkak pada mata. )pasien merasa matan/a ben'kak $an
tern/ata se-aktu pasien ber.erminA tern/ata meman' ke$ua
matan/a ben'kakA terasa panasA $an memera&* Kelu&an
Tamba&an
/kter menanyakan apakah keluhan pasien diikuti dengan
keluarnya ktran mata. *ila terdapat ktran mata, dkter meminta
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
13
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
pasien men%elaskan bagaimana si#at dari ktran matanya, apakah
seperti air, en"er, atau kental seperti nanah. (kelu&an ti$ak $isertai
$en'an keluarn/a kotoran mataA namun pasien men'elu&
matan/a se$ikit berair* :&ara.ter
/kter menanyakan apakah keluhan disertai penglihatan yang terasa
kabur, atau gelap )pen'li&atan pasien ti$ak ter'an''u* :&ara.ter
/kter menanyakan apakah keluhan dirasakan dapat mereda bila
minum bat, atau melakukan sesuatu (rasa 'atal pa$a ke$ua mata
pasien $irasakan berkuran' kalau matan/a tersebut $itutup*
Alleviatin' Fa.tor
/kter menanyakan apakah keluhan seperti ini sudah pernah
dialami pasien sebelumnya )serin'A namun baru kali ini pasien
merasa 'ataln/a san'at berat* Anamnesis Ri-a/at Pen/akit
Ter$a&ulu
/kter menanyakan apakah keluhan sebelumnya %uga timbul setelah
makan bat tersebut. (pasien baru pertama kali meminum obat
tersebut! ,iasan/a kelu&an 'atal pa$a ke$ua mata mun.ul
setiap pa'i! ,ila u$ara terasa san'at $in'inA atau terkena $ebuA
pasien biasan/a bersin=bersin /an' $iikuti $en'an rasa 'atal
pa$a mata* Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu
/kter menanyakan apakah ada anggta keluarga dekat pasien
(sedarah), yang %uga menderita penyakit dengan keluhan yang sama
dengan pasien. )ibu pasien +u'a men$erita pen/akit /an' samaA
$imana kelu&an mun.ul bila ibu pasien terpapar ole& $ebu*
Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Keluar'a
/kter menanyakan bagaimana keadaan tempat tinggal pasien,
apakah memungkinkan dirinya terpapar dengan #aktr pen"etus.
)kamar $an seprai tempat ti$ur pasien +aran' $ibersi&kanA $an
$i'anti se&in''a ber$ebuA $an 'atal bila $iti$uri* Anamnesis
Ri-a/at Sosial Ekonomi
Keteran'an @ Tulisan /an' $i.etak tebal a$ala& +a-aban /an' $i&arapkan $ari pasien
Sebaikn/a ma&asis-a berperan seba'ai $okterA $an instruktur seba'ai pasien

Tanda Tangan
(nstruktur,


( )

5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
1C
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
LEM,AR PEN8AMATAN INSTRUKTUR )%* @ Untuk Lati&an
No!
Lan'ka& 1 Tu'as Pen'amatan
ANAMNESIS PENAKIT MATA a Ti$ak
%! 8laukoma Su$ut Tertutup Akut
/kter mengu"apkan salam dan mempersilahkan pasien duduk
/kter memperkenalkan dirinya kepada pasien dan keluarganya
/kter menanyakan nama, usia, agama, status pernikahan, suku
bangsa, alamat dan peker%aan pasien. (pasien ber+enis kelamin
priaA $en'an usia 44 ta&un) Anamnesis Priba$i
/kter menanyakan keluhan yang dirasakan pasien sangat
mengganggu sehingga dirinya datang berbat. (pasien merasa
mata sebela& kirin/a terasa sakitA $an pen'li&atann/a kabur)
Kelu&an Utama
/kter menanyakan sudah berapa keluhan dirasakan leh pasien
)Kelu&an $irasakan pasien se+ak % +am /an' lalu* Duration
/kter meminta pasien men"eritakan, bagaimana mula ter%adinya
keluhan yang dialami pasien, dan apakah keluhan tersebut ada yang
men"etuskannya. )a-aln/a pasien se$an' mara&=mara& karena
uan'n/a &ilan'! Tiba=tiba mata sebela& kirin/a men$a$ak
terasa n/eriA tampak memera&A $an pen'li&atann/a men+a$i
kabur* OnsetA Provokin' Fa.tor
/kter meminta pasien men%elaskan si#at dari keluhan yang
dirasakan pasien, apakah tidak terlalu sakit, atau sangat sakit. (Rasa
sakit pa$a mata $irasakan san'at &ebatA $an tak terta&ankan*
:&ara.ter
/kter menanyakan apakah keluhan mata merah disertai dengan
adanya ktran pada mata )ti$akA kelu&an ti$ak $isertai $en'an
a$an/a kotoran mata* :&ara.ter
/kter meminta pasien men%elaskan, seberapa berat gangguan
penglihatan yang dialaminya )pasien merasa mata kirin/a san'at
kaburA se&in''a &an/a $apat meli&at samar=samar) :&ara.ter
/kter menanyakan apakah pasien seperti melihat pelangi bila
melihat lampu )pasien merasa meli&at a$an/a pelan'i $isekitar
.a&a/a lampu) :&ara.ter
/kter menanyakan apakah ada pen%alaran nyeri dari mata sebelah
kiri ke anggta tubuh lainnya )/aA rasa n/eri men+alar ke kepalaA
se&in''a kepala pasien +u'a terasa san'at n/eri* Ra$iation
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
14
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
/kter menanyakan apakah penglihatan samping pasien terganggu,
pasien hanya %elas melihat ke depan )ti$akA pen'li&atan sampin'
ti$ak ter'an''u* :&ara.ter
/kter menanyakan apakah keluhan disertai dengan mual dan
muntah (rasa sakit pa$a mataA $an kepala /an' san'at &ebatA
men/ebabkan pasien merasa mualA $an munta&=munta&)
Kelu&an Tamba&an
/kter menanyakan apakah sebelumnya pasien pernah mengalami
keluhan yang sama. )/aA kira=kira # bulan /an' laluA namun pa$a
saat itu kelu&an $irasakan ti$ak terlalu sakitA $an rasa sakit
pa$a mata $apat mere$a bila pasien ti$ur*!
Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu ; Alleviatin' Fa.tor
/kter menayakan ada tidaknya ri&ayat in#eksi mata sebelum
mun"ulnya keluhan. (kelu&an ti$ak $i$a&ului ole& in(eksi pa$a
mata sebelumn/a). Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu
/kter menayakan ada tidaknya ri&ayat trauma pada mata, dan
pemakaian lensa kntak sebelum mun"ulnya keluhan. (kelu&an
ti$ak $i$a&ului ole& a$an/a trauma pa$a mata sebela& kiri!
Pasien +u'a ti$ak perna& memakai lensa kontak) Anamnesis
Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu
Keteran'an @ Tulisan /an' $i.etak tebal a$ala& +a-aban /an' $i&arapkan $ari pasien
Sebaikn/a ma&asis-a berperan seba'ai $okter $an instruktur seba'ai pasien

Tanda Tangan
(nstruktur,

( )
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
12
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
LEM,AR PEN8AMATAN INSTRUKTUR )0* @ Untuk Lati&an
No!
Lan'ka& 1 Tu'as Pen'amatan
ANAMNESIS PENAKIT MATA a Ti$ak
0! Katarak Senilis
/kter mengu"apkan salam dan mempersilahkan pasien untuk
duduk.
/kter memperkenalkan dirinya kepada pasien dan keluarganya.
/kter mengamati dengan seksama keadaan pasien se&aktu
berbat. (pasien $atan' berobatA $en'an $ibimbin' an''ota
keluar'an/a masuk ke $alam kamar periksa! Mata pasien
tampak normalA namun lensa mata sebela& kiri terli&at keru&A
ber-arna puti& susu)
/kter menanyakan nama, usia, agama, status pernikahan, suku
bangsa, alamat dan peker%aan pasien. (pasien ber+enis kelamin
priaA $en'an usia 5C ta&un) Anamnesis Priba$i
/kter menanyakan keluhan yang dirasakan pasien sangat
mengganggu, sehingga dirinya datang berbat. (pasien men'elu&
mata sebela& kirin/a kabur) Kelu&an Utama
/kter meminta pasien men"eritakan, bagaimana mula ter%adinya
keluhan yang dialami pasien, dan apakah keluhan tersebut ada yang
men"etuskannya. )pen'li&atan ke$ua mata pasien meman'
su$a& men'abur se+ak 4 ta&un /an' laluA namun $alam 4 bulan
terak&ir iniA pen'li&atan mata sebela& kiri pasien bertamba&
kabur tanpa sebab /an' +elas* OnsetA Duration
/kter menanyakan apakah penglihatan mata kiri pasien bertambah
kabur se"ara mendadak, atau perlahan. )kaburn/a pen'li&atan
pa$a mata kiri pasien $irasakan perla&an=la&an* Onset
/kter meminta pasien men"eritakan bagaimana si#at dari keluhan
yang dialaminya, dari saat pertama kali keluhan tersebut mun"ul.
)Pasien merasa pen'li&atann/a seperti berkabut! A-aln/a
pasien &an/a merasa seperti meli&at kabut tipisA namun $alam
4 bulan terak&ir iniA DkabutD /an' $ili&at pasien semakin
tebalD* :&ara.ter
/kter menanyakan apakah keluhan mata kabur pasien disertai
dengan mun"ulnya rasa sakit pada mata. )ti$akA kelu&an ti$ak
$isertai $en'an timbuln/a rasa sakit pa$a mata* :&ara.ter
/kter menanyakan apakah ada keluhan lain yang dirasakan pasien
selain penglihatan kabur. )pasien merasa apa sa+a /an' $ili&at
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
<1
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
$en'an mata sebela& kirin/a seperti men+a$i $ua* Kelu&an
Tamba&an
/kter meminta pasien men"eritakan, bagaimana mula ter%adinya
keluhan penglihatan ganda yang dialaminya. )pen'li&atan 'an$a
$irasakan pasien timbul bersamaan $en'an men'aburn/a
pan$an'an pa$a mata kirin/a* Kelu&an Tamba&anA :&ara.ter
/kter menanyakan apakah pasien memiliki ri&ayat penyakit
diabetes.)pasien a$ala& pen$erita $iabetesA pen/akit ini tela&
$i$eritan/a se+ak #C ta&un /an' lalu* Anamnesis Ri-a/at
Pen/akit Ter$a&ulu
/kter menanyakan apakah pasien berbat se"ara teratur untuk
mengbati penyakit diabetesnya. )/aA pasien setiap bulan se.ara
teratur berobat ke poliklinik ruma& sakit umumA $an minum
obat sesuai petun+uk $okter* Anamnesis Ri-a/at Pen/akit
Ter$a&ulu
/kter menanyakan apakah sebelumnya pasien memakai ka"a mata
)/aA namun ka.a mata &an/a $i'unakan untuk memba.a sa+a*
Anamnesis Ri-a/at Pen/akit Ter$a&ulu
Keteran'an @ Tulisan /an' $i.etak tebal a$ala& +a-aban /an' $i&arapkan $ari pasien
Sebaikn/a ma&asis-a berperan seba'ai $okter $an instruktur seba'ai pasien

Tanda Tangan
(nstruktur,


( )
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
<1
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
FORMULIR "ASIL LATI"AN
ANAMNESIS PENAKIT MATA
)"asil Lati&an Role Play = Ma&asis-a*
Nama Ma&asis-a @
Kelompok @
Tan''al @
Nama Instruktur @
IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien @
Umur @
>enis Kelamin @
Alamat @
A'ama @
,an'sa 1 Suku @
Status Perka-inan @
Peker+aan @
RI?AAT PENAKIT
Kelu&an Utama @
Kelu&an Tamba&an @
Telaa& @
)Ri-a/at Pen/akit Sekaran'*
Ri-a/at Pen/akit Da&ulu @
Anamnesis Or'an ; Sistem @
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata
<<
Laboratorium Keterampilan Klinik
FAKULTAS KEDOKTERAN
Universitas Islam Sumatera Utara
Anamnesis Ri-a/at Priba$i @
Anamnesis Ri-a/at Keluar'a@
Anamnesis Sosial Ekonomi @
Anamnesis 8i9i @
5dul Keterampilan Klinik (6 $namnesis Penyakit 5ata
*78K SP9:($7 S9,S9 ( Pemeriksaan ;isik 5ata