You are on page 1of 11

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

KIMIA ANALISIS DASAR
PENENTUAN ASAM LEMAK BEBAS(ALB) PADA MINYAK GORENG

Oleh:
Kelompok 1
Nama : 1. Anggik Pratama (061330400289)
2. Astri Handayani (061330400290)
3. Bella Anggraini (061330400291)
4. Beryl Kholif Arrahman (061330400292)
5. Deka Pitaloka (061330400293)
6. Diah Lestari (061330400294)
7. Dorie Kartika (061330400295)
Kelas : 1.Ka
Jurusan : Teknik Kimia (DIII)
Dosen Pembimbing : Ir.Nyayu Zubaidah,M.Si.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN AKADEMIK
2013-2014

PENENTUAN ASAM LEMAK BEBAS(ALB) PADA MINYAK GORENG

I. TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa dapat melakukan penentuan asam lemak bebas pada minyak goreng
dengan cara titrasi

II. RINCIAN KERJA
 Standardisasi larutan baku KOH
 Penentuan kadar asam lemak bebas pada CPO

III. TEORI
Minyak kelapa sawit mempunyai peranan penting dalam perdagangan dunia. Berbagai
industri, baik pangan maupun non pangan banyak yang menggunakannya sebagai bahan baku
. Berdasarkan peran dan kegunaan minyak sawit itu, maka mutu dan kualitasnya harus
diperhatikan sebab sangat menentukan harga dan nilai komoditas ini. Dalam hal ini syarat
mutu diukur berdasarkan spesifikasi standar mutu internasional, yang meliputi kadar ALB,
air , kotoran, logam, peroksida, dan ukuran pemucatan.
ALB dengan konsentrasi tinggi dalam minyak sawit sangat merugikan. Tingginya
ALB ini mengakibatkan rendemen minyak turun sehingga mutu minyak menjadi menurun.
Apabila kadar ALB pada CPO meningkat melebihi standar mut yang telah ditetapkan maka
CPO tersebut tidak dapat dijual. Hal ii menyebabkan kerugian pada perusahaan penghasil
CPO.
Kenaikan kadar ALB ditentukan mulai dari saat tanda buah sawit dipanen sampai
tandan diolah di pabrik. Pembentukan ALB pada buah disebabkan pecahnya membrane
vacuola (yang memisahkan minyak dari komponen sel) sehingga minyak bercampur dengan
air sel. Dengan dikatalisir oleh enzim lipase , lemak terhidrolisa membentuk ALB dan
gliserol. Semakin lama reaksi ini berlangsung, maka semakin banyak ALB yang terbentuk.







Reaksi hidrolisis pada minyak sawit:

O O
R C H + KOH R C OK + H
2
O
Penentuan ALB pada CPO menggunakan metoda titrasi asam basa, dengan
menggunakan titran larutan KOH dengan indicator thymol blue. Sebelumnya larutan baku
KOH distandardisasi terlebih dahulu dengan asam palmitat.
Asam Palmitat

Salah satu asam lemak yang paling mudah diperoleh adalah asam palmitat atau asam
heksadekanoat. Tumbuh-tumbuhan dari famili palmaceae, seperti kelapa (Cocos nucifera)
dan kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan sumber utama asam lemak ini. Minyak
kelapa bahkan mengandung hampir semuanya palmitat (92%). Minyak sawit mengandung
sekitar 50% palmitat. Produk hewani juga banyak mengandung asam lemak ini (dari
mentega, keju, susu, dan juga daging).
Asam palmitat adalah asam lemak jenuh yang tersusun dari 16 atom karbon
(CH
3
(CH
2
)14COOH). Pada suhu ruang, asam palmitat berwujud padar berwarna putih. Titik
leburnya 63,1OC.
Dalam industri, asam palmitat banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan
pewarnaan. Dari segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting namun memiliki
daya antioksidasi yang rendah.



IV. ALAT YANG DIGUNAKAN
 Kaca arloji
 Erlenmeyer 250 ml
 Buret 50 ml
 Pipet ukur 25 ml, 10 ml
 Gelas kimia 100 ml, 250 ml
 Labu takar 100 ml, 250 ml
 Spatula
 Bola karet

V. GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)

VI. BAHAN YANG DIGUNAKAN
 Minyak goreng sebagai cuplikan
 KOH
 Asam palmitat
 Indikator thymol blue
 Aquadest

VII. LANGKAH KERJA
7.1 Standardisasi Larutan Baku KOH dengan Asam Palmitat
 Membuat larutan 0,1 N KOH sebanyak 250 ml dalam labu takar
 Di tempatkan di dalam buret 50 ml
 Menimbang 1 gram asam palmitat yang telah dilarutkan dengan etanol 96% 50 ml ke
dalam erlenmeyer 250 ml
 Menambahkan indikator thymol blue
 Dititrasikan dengan KOH , mencatat volume titran
 Menghitung normalitas larutan KOH
7.2 Penentuan kadar ALB pada CPO
 1 gram CPO ditempatkan di dalam erlenmeyer 250 ml
 Dilarutkan dengan etanol 96% 50 ml
 Menambahkan 2-3 tetes indikator thymol blue

 Dititrasi dengan KOH samapai terjadi perubahan warna dari kuning bening menkadi
kebiru-biruan
 Diulang masing-masing percobaan 3x

VIII. DATA PENGAMATAN
8.1 Standardisasi Larutan Baku KOH dengan Asam Palmitat





8.2 Penentuan kadar ALB pada CPO
1.
No. Percobaan Volume KOH
(ml)
Perubahan Warna
I 2,5 ml Kuning bening menjadi biru
II 2,8 ml
III 3 ml
IV 2,7 ml
Volume Rata-Rata = 2,7 ml
2.
No.Percobaan Volume KOH
(ml)
Perubahan Warna
I 3,9 ml Saat di titrasi, terjadi perubahan warna
larutan dari kuning bening menjadi biru
minyak terlihat tidak larut
II 3 ml
III 3,4 ml
IV 3,4 ml
Volume Rata-Rata = 3,4 ml



No. Percobaan Volume KOH
(ml)
Perubahan Warna
I 25 ml Kuning biru setelah ditambah dengan
tymol blue, saat dititrasi berubah
menjadi putih keruh. Dan di akhir
titrasi berwarna biru metalik
II 25 ml
III 25 ml
IV 26 ml

Keterangan :
Tabel 1: merupakan tabel data pengamatan ALB pada minyak yang belum di gunakan
(minyak baru).
Tabel 2 : merupakan tabel data pengamatan ALB pada minyak jelantah (minyak bekas
penggorengan).

IX. PERHITUNGAN
 Pembuatan larutan KOH 0,1 N 250 ml
Gr = M x V x BE
= 0,1 ek/L x 0,25 L x 56,11 gr/ek
 Standardisasi larutan baku KOH dengan asam palmitat
- Teori :
V KOH x N KOH =

V KOH x 0,1 ek/L=



V KOH =



V KOH= 0,0195 L
V KOH= 19,5 ml
% Kesalahan:
V =

x 100%
=


x 100%
= 22,7 %
- Praktik:
V rata-rata =
()

=

= 25,25 ml
V KOH x N KOH =

25,25 ml x N KOH =



N KOH =




N KOH= 0,07 ek/L
%Kesalahan:
V =

x 100%
=

x 100%
= 21 %
 Penentuan ALB
a. Minyak bagus
% ALB =


x 100
=


x 100
= 1,26 %
b. Minyak Jelantah
% ALB =


x 100
=


x 100
= 1,31 %














X. PERTANYAAN
1. Dari percobaan di atas zat apakah yang merupakan:
Jawab :
 Standar primer = KOH
 Standar sekunder = asam palmitat
 Analit = minyak goreng
 Indikator = methylen blue
2. Tuliskan standar primer yang digunakan pada titrasi asam basa
Jawab :
KHP, asam palmat, natrium karbonat, kalium hidrogen, iodat
























XI. ANALISA PERCOBAAN
Praktikum kali ini bertujuan untuk menentukan kadar asam lemak bebas (ALB) dalam
minyak. Minyak yang digunakan yaitu minyak baru (belum digunakan) dan minyak jelantah.
Hal yang dilakukan sebagai langkah awal ialah membuat larutan baku KOH 0,1 N
250 ml. Banyaknya KOH yang digunakan sebanyak 1,403 gram. Kemudian larutan ini
distandardisasi dengan cara melarutkan 0,5 gram asam palmitat dalam 50 ml etanol 96% di
dalam erlenmeyer kemudian dititrasikan dengan larutan KOH tadi hingga terjadi perubahan
warna dari kuning bening menjadi biru digunakan metylen blue sebagai indikator. Tercatat
volume rata-rata KOH yang digunakan sebanyak 25,25 ml. Dari volume titran tersebut dapat
dihitung normalitas KOH sebesar 0,07 ek/L. Secara teori diketahui bahwa normalitas KOH
sebesar 0,1 ek/L, maka didapat % kesalahan sebesar 21 %.
Penentuan ALB dilakukan dengan menimbang 1 gr minyak (minyak bagus dan
minyak jelantah), lalu melarutkannya dalam erlenmeyer dengan etanol 50 ml 96%.
Digunakan metylen blue sebagai indikator sebanyak 3 tetes. Kemudian dititrasi dengan
larutan baku KOH hingga terjadi perubahan warna dari kuning bening menjadi biru. Tetesan
minyak terlihat jelas karena sifatnya yang tidak larut dalam air. Tercatat volume KOH yang
digunakan sebanyak 2,7 ml pada titrasi minyak baru dan 3,4 ml pada minyak jelantah.
Dihitung % ALB pada minyak bagus sebesar 1,26 % dan pada minyak jelantah sebesar
1,31%. Terlihat perbedaan jumlah volume KOH dan % ALB pada penentuan kadar ALB
pada minyak jelantah dan minyak bagus. Dari literatur diketahui bahwa semakin besar ALB
yang terdapat dalam suatu minyak, semakin rendah pula mutu/kualitas minyak tersebut . hal
ini terbukti,% ALB pada minyak jelantah lebih besar karena mutu minyak jelantah jauh lebih
rendah dari minyak bagus

XII. KESIMPULAN
 Asam lemak bebas (ALB) merupakan asam yang dibebaskan pada hidrolisis lemak
 Berdasarkan percobaan yang dilakukan didapakan
- V rata-rata KOH pada standardisasi sebanyak 25,25 ml
- V rata-rata KOH pada penentuan % ALB minyak bagus sebanyak 2,7 ml
- V rata-rata KOH pada penentuan % ALB minyak jelantah sebanyak 3,4 ml
- % ALB minyak bagus 1,26 %
- % kesalahan pada stamdardisasi = 21%
 Semakin besar % ALB maka mutu minyak semakin rendah

XIII. DAFTAR PUSTAKA
Tim Laboratorium Kimia. 2013. Penuntun Praktikum Kimia Analisis Dasar.
Palembang :Politeknik Negeri Sriwijaya
































XIV. GAMBAR ALAT




Kaca Arloji Spatula Neraca Analitik
Buret Bola Karet Gelas Kimia

Pipet Ukur Labu Ukur Erlenmeyer





Pengaduk