You are on page 1of 10

TUGAS TERSTRUKTUR

MATA KULIAH DASAR EPIDEMIOLOGI
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI





Disusun oleh :
1. Arya Adhi Nugraha G1B013044
2. Afaf Dwi Luthfiyah G1B013099







KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
PURWOKERTO
2014
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perkembangan epidemiologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari
keadaan dan karakteristik suatu kelompok penduduk tertentu, dengan
memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi pada penduduk tersebut yang
mempengaruhi derajat kesehatan dan kehidupan sosialnya. Berbagai definisi
dan pengertian telah dikemukakan oleh para ahli epidemiologi yang pada
dasarnya memiliki persamaan pengertian yakni epidemiologi adalah suatu
ilmu yang mempelajari, menganalisis, serta berusaha memecahkan berbagai
masalah kesehatan maupun masalah yang erat hubungannya dengan
kesehatan pada suatu kelompok penduduk tertentu (Noor Nasri Noor, 1997).
Hingga dewasa ini epidemiologi dapat di artikan sebagai ilmu tentang
distribusi (penyebaran) dan determinan (faktor-fator penentu) masalah
kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pembuatan perencanaan dan
pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah kesehatan. Dengan
demikian, disini tampak bahwa epidemiologi tidak hanya mempelajari
tentang penyakit dan epideminya saja, tetapi juga menyangkut masalah
kesehatan secara keseluruhan.
B. Rumusan masalah
1. Apakah pengertian epidemiologi?
2. Jelaskan ruang lingkup dari epidemiologi?
3. Apa tujuan dari epidemiologi?
4. Apa manfaat dari epidemiologi?
5. Apa peran dari epidemiologi di bidang kesehatan masyarakat?
6. Apa saja macam-macam epidemiologi?
C. Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami pengertian, ruang lingkup, tujuan,
manfaat, dan macam-macam dari epidemiologi, serta peran epidemiologi di
bidang kesehatan masyarakat.



II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Epidemiologi
Secara etimologis, epidemiologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata
epi atau upon yang berarti pada atau tentang, demos = people yang berarti
penduduk, dan logia = knowledge yang berarti ilmu. Jadi, epidemologi berarti
ilmu mengenai kejadian yang menimpa penduduk.
Pada awal perkembangannya, epidemiologi mempunyai pengertian yang
sempit, dibatas sebagai ilmu tetang epidemi. Hal ini berarti epidemiologi
hanya mempelajari penyakit menular saja, namun dalam perkembangannya
epidemiologi juga mempelajari penyakit non infeksi. Saat ini epidemiologi
dapat diartikan sebagai studi tentang penyebaran penyakit pada manusia
didalam konteks lingkunganya. Mencakup juga studi tentang pola-pola
penyakit serta pencarian determinan-determinan penyakit tersebut. Dapat
disimpulkan bahwa epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
penyebaran penyakit serta determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut
(Notoatmodjo, 2011).
Berbagai definisi dan pengertian telah dikemukakan oleh para ahli
epidemiologi, diantaranya:
a. Greenwood ( 1934 )
Mengatakan bahwa Epidemiologi mempelajari tentang penyakit dan segala
macam kejadian yang mengenai kelompok ( herd ) penduduk.
Kelebihannya adalah adanya penekanan pada Kelompok Penduduk yang
mengarah kepada Distribusi suatu penyakit.
b. Moris ( 1964 )
Epidemiologi adalah suatu pengetahuan tentang sehat dan sakit dari suatu
penduduk.
c. Brian Mac Mahon ( 1970 )
Epidemiologi adalah Studi tentang penyebaran dan penyebab frekwensi
penyakit pada manusia dan mengapa terjadi distribusi semacam itu.
d. Wade Hampton Frost ( 1972 )
Mendefinisikan Epidemiologi sebagai Suatu pengetahuan tentang
fenomena massal (Mass Phenomen) penyakit infeksi atau sebagai riwayat
alamiah (Natural History) penyakit menular. Di sini tampak bahwa pada
waktu itu perhatian epidemiologi hanya ditujukan kepada masalah
penyakit infeksi yang terjadi/mengenai masyarakat/massa.
e. Abdel R. Omran ( 1974 )
Epidemiologi adalah suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi
keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga
determinannya serta akibat – akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.
f. Hirsch ( 1883 )
Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, penyebaran dari jenis –
jenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi
dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal.
g. Last (1988)
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi
(penyebaran) dan determinan (faktor penentu) masalah kesehatan atau
yang berkaitan dengan status atau kejadian spesipik pada populasi serta
ilmu yang menjelaskan kejadian suatu penyakit di masyarakat.
h. Anders Ahlbom & Staffan Norel ( 1989 )
Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada
populasi manusia.
i. Robert H. Fletcher ( 1991 )
Epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan
determinan penyakit dalam populasi.
j. Lilienfeld ( 1977 )
Epidemiologi adalah suatu metode pemikiran tentang penyakit yang
berkaitan dengan penilaian biologis dan berasal dari pengamatan suatu
tingkat kesehatan populasi.
B. Ruang Lingkup Epidemiologi
Masalah yang timbul dalam masyarakat, baik yang berhubungan erat
dengan bidang kesehatan maupun dengan berbagai bidang kehidupan sosial,
telah mendorong perkembangan epidemiologi dala berbagai bidang. Nasri
Noor, 1997:11 menjelaskan dalam bukunya, adapun ruang lingkup
epidemiologi diantaranya:
1. Epidemiologi penyakit menular, memberikan peluang dalam usaha
pencegahan dan penanggulangan penyakit menular tertentu.
2. Epidemiologi penyakit tidak menular, mencari berbagai faktor yang
memegang peranan dalam timbulnya berbagai masalah penyakit tidak
menular seperti kanker, penyakit sistemik, penyakit menahun serta
masalah kecelakaan lalu lintas dan penyalahgunaan obat-obatan.
3. Epidemiologi klinik, bertujuan untuk membekali para klinis/dokter tentang
cara pendekatan masalah melalui disiplin ilmu epidemiologi. Para
klinis.dokter lebih berorientasi pada penyebab penyakit dan cara
mengatasinya terhadap kasus secara individu.
4. Epidemiologi kependudukan, cabang epidemiologi yang menggunakan
sistem pendekatan epidemiologi dalam menganalisis berbagai
permasalahan yang berkaitan dengan bidang demografi serta faktor yang
mempengaruhi berbagai perubahan demografis yang terjadi di masyarakat.
5. Epidemiologi pengolahan pelayanan kesehatan, sistem pendekatan
manajemen dalam menganalisis masalah, mencari faktor penyebab
timbulnya suatu masalah serta penyusunan pemecahan masalah tersebut
secara menyeluruh dan terpadu.
6. Epidemiologi lingkungan dan kesehatan kerja, bagian epidemiologi yang
mempelajari serta menganalisis keadaan kesehatan tenaga kerja akibat
pengaruh keterpaparan pada lingkungan kerja.
7. Epidemiologi kesehatan jiwa, salah satu dasar pendekatan dan analisis
masalah gangguan jiwa dalam masyarakat, baik keadaan kelainan jiwa
maupun analisis berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan
jiwa.
8. Epidemiologi gizi, bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang
berhubungan erat dengan timbulnya masalah gizi masyarakat.
Dari berbagai contoh ruang lingkup penggunaan epidemiologi bahwa
sebagai ilmu dasar kesehatan masyarakat, epidemiologi harus berusaha untuk
memahami kesehatan dan penyakit dari masyarakat dan perspektif ekologis
sebagai konsekuensi dari bagaimana masyarakat diatur dan berperilaku, apa
dampak sosial dan kekuatan ekonomi terhadap tingkat kejadian penyakit, dan
tindakan apa masyarakat akan efektif dalam mengubah tingkat insiden.
Epidemiologi harus melintasi batas-batas ilmu populasi lain dan
menambah ruang lingkup makro-epidemiologi, penelitian penyebab dari
perspektif populasi yang benar-benar, mengingat kesehatan dan penyakit
dalam konteks keseluruhan lingkungan manusia. (The Johns Hopkins
University School of Hygiene and Public Health, 1997).
C. Tujuan dan Manfaat Epidemiologi
Secara umum, dapat dikatakan bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam
epidemiologi adalah memperoleh data frekuensi, distribusi dan determinan
penyakit atau fenomena lain yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Adapun tujuan yang akan dicapai dari epidemiologi meliputi;
1. Menentukan agen primer atau memastikan faktor penyebab
2. Memahami penyebab penyakit, cacat, atau kondisi
3. Menentukan karakteristik agens atau faktor penyebab
4. Menentukan cara penularan
5. Menentukan dan menetapkan faktor kontribusi
6. Mengidentifikasi dan mnejelaskan pola penyakit secara geografis
7. Menentukan, mendeskripsikan, dan melaporkan perjalanan alami penyakit,
ketidakmampuan, cedera, dan kematian
8. Menentukan metode pengendalian
9. Menentukan langkah-langkah pencegahan
10. Membantu dalam perencanaan dan pengembangan pelayanan kesehatan
11. Menyediakan data-data administrasi dan perencanaan.
Apabila epidemiologi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik, akan
diperoleh berbagai manfaat sebagai berikut :
1. Untuk mempelajari riwayat penyakit
Epidemiologi mempelajari pola penyakit yang mungkin terjadi. Hasil
penelitian epidemiologi dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan
kesehatan dan kesehatan masyarakat
2. Diagnosis masyarakat
Penyakit, kondisi, cidera, gangguan, ketidakmampuan, defek/cacat apa
sajakah yang menyebabkan kesakitan, masalah kesehatan, atau kematian
di dalam suatu komunitas atau wilayah.
3. Mengkaji risiko yang ada pada setiap individu, karena mereka dapan
mempengaruhi kelompok maupun populasi
4. Pengkajian, evaluasi dan penelitian. Sebaik apa pelayanan kesehatan
masyarakat dalam mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan populasi
atau kelompok.
5. Melengkapi gambaran klinis. Proses identifikasi dan diagnosis untuk
menetapkan bahwa suatu kondisi memang ada atau bahwa seseorang
menderita penyakit.
6. Menentukan penyebab dan sumber penyakit
Temuan epidemiologi memungkinkan dilakukannya pengendalian,
pencegahan, dan pemusnahan penyebab penyakit, kondisi, cidera,
ketidakmampuan, atau kematian.
D. Peran dan Fungsi Epidemiologi Kesehatan Masyarakat
Peranan epidemiologi, khususnya dalam pemecahan masalah kesehatan
adalah sebagai tool (alat) dan sebagai metode atau pendekatan. Epidemiologi
sebagai alat diartikan bahwa dalam melihat suatu masalah kesehatan,
epidemilogi selalu mempertanyakan siapa yang terkena masalah, di mana dan
bagaimana penyebaran masalah, serta kapan penyebaran masalah tersebut
terjadi.
Epidemiologi umumnya dianggap sebagai tulang punggung
metodelogi untuk bidang kesehatan masyarakat dan penelitian hasil karena
praktisi menjelaskan pola terjadinya penyakit, mengidentifikasi faktor risiko
dan faktor penentu etiologi, dan menunjukkan kegunaan dari intervensi.
Epidemiologi memberikan dasar bukti untuk intervensi pencegahan (Roberta
B. Ness dkk, 2009).
Epidemiologi memiliki tiga fungsi utama dalam bidang kesehatan
masyarakat, yaitu:
1. Menerangkan tentang besarnya masalah dan gangguan kesehatan serta
penyebarannya dalam suatu penduduk
2. Menyiapkan data/informasi yang esensial untuk keperluan perencanaan,
pelaksanaan program, serta evaluasi berbagai kegiatan pelayanan
kesehatan pada masyarakat.
3. Mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penyebab masalah atau
faktor yang berhubungan dengan terjadinya masalah tersebut.
E. Macam-macam Epidemiologi
Epidemiologi dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Epidemiologi Deskriptif
Epidemiologi deskriptif adalah epidemiologi yang mempelajari tentang
frekuensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan tanpa memandang
perlu mencari jawaban terhadap faktor-faktor penyebab timbulnya masalah
kesehatan tersebut.
Dalam epidemiologi deskriptif akan menjawab pertanyaan-pertanyaan
sebagai berikut:
a. Siapa (who), kelompok mana yang terserang
b. Di mana (where), serangan itu terjadi
c. Kapan (when), waktu serangan itu.
2. Epidemiologi Analitik
Adalah epidemiologi yang menekankan pada pencarian jawaban
terhadap penyebab terjadinya frekuensi, penyebaran serta munculnya suatu
masalah kesehatan. Epidemiologi analitik merupakan studi lanjutan dari
studi deskriptif dan dilakukan untuk membuktikan sebuah hipotesa.
Cirinya mempelajari dua kelompok atau lebih (ada kelompok
pembanding).
Dalam epidemiologi analitik diupayakan untuk mencari jawaban
“mengapa” (why), kemudian dianalisa hubungannya dengan akibat yang
ditimbulkan, sedangkan faktor penyebab diarahkan kepada faktor-faktor
yang mempengaruhi.




III. PENUTUP
Kesimpulan
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian epidemiologi
adalah ilmu yang mengenai kejadian kesehatan yang menimpa sekelompok
penduduk, mencakup juga studi tentang pola-pola penyakit serta pencarian
determinan-determinan penyakit tersebut.
Ruang lingkup epidemiologi meliputi; epidemiologi penyakit menular,
epidemiologi penyakit tidak menular, epidemiologi klinik, epidemiologi
kependudukan, epidemiologi pengolahan pelayanan kesehatan, epidemiologi
lingkungan dan kesehatan kerja, epidemiologi kesehatan jiwa, dan epidemiologi
gizi.
Sebagai ilmu dasar kesehatan masyarakat, epidemiologi harus berusaha
untuk memahami kesehatan dan penyakit dari masyarakat dan perspektif ekologi.
Oleh karena itu dalam memecahkan masalah kesehatan epidemiologi selalu
mempertanyakan siapa yang terkena masalah, di mana dan bagaimana penyebaran
masalah, serta kapan penyebaran masalah tersebut terjadi.


DAFTAR PUSTAKA
Mubarak, Iqbal W, dkk. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi.
Salemba Medika : Jakarta.
Nasri Noor, N. 1997. Dasar Epidemiologi. Rineka Cipta : Jakarta.
Ness. Roberta B, Elizabeth B. Andrews,
James A. Gaudino, Anne B. Newman, Colin L. Soskolne, Daniel E. Wartenberg,
and Stanley H. Weiss. 2009. The Future of Epidemiology. Academic
Medicine, Vol. 84, No. 11.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2011. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni Edisi Revisi.
Rineka Cipta : Jakarta.
The Johns Hopkins University School of Hygiene and Public Health. 1997. The
Failure of Academic Epidemiology: Witness for the Prosecution.
American Journal of Epidemiology Volume 145 No 6.