You are on page 1of 17

ma : Hapsari Kurnia Putri

NIM : 115020307111054
Mata Kuliah : Praktikum Auditing
Kelas : CH

KASUS 5
PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN
(SIKLUS PENDAPATAN DAN PENERIMAAN KAS)


PERTANYAAN DISKUSI
1. Dalam PSA no. 07 tersebut menyatakan bahwa:
Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan,
permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan
pendapat atas laporan keuangan auditan. Untuk dapat dikatakan kompeten, bukti audit,
terlepas bentuknya, harus sah dan relevan. Keabsahan sangat tergantung atas keadaan
yang berkaitan dengan pemerolehan bukti tersebut. Dengan demikian penarikan
kesimpulan secara umum mengenai dapat diandalkannya berbagai macam bukti audit,
tergantung pada pengecualian penting yang ada.
Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa wawancara dengan Agus Kuncoro merupakan
salah satu bentuk usaha pengumpulan bukti audit. Bukti tersebut sifatnya hanya
merupakan bukti pendukung dari bukti-bukti lain yang telah dikumpulkan perusahaan.
Penjelasannya, bukti wawancara tersebut sebenarnya dapat dikatakan kompetensinya
cukup. Hanya saja tidak dapat digantungkan penuh kebenarannya.

2. Kecurangan piutang usaha biasanya terkait dengan kecurangan dalam penjualan
(penjualan fiktif). Selain itu, piutang usaha juga merupakan salah satu komponen aset
lancar, sehingga tak jarang piutang usaha sebagai sasaran kecurangan untuk
memperbaiki rasio perusahaan. alasan lain adalah karena piutang usaha dapat dijadikan
agunan saat meminjam di bank. Beberapa cara dapat dilakukan untuk membentuk suatu
piutang usaha fiktif, yaitu:
a. Melakukan penghapusan piutang besar-besaran (big bath). Namun, cara ini masih
legal dan hanya besifat manajemen laba saja
b. Melakukan penjualan fiktif dengan menerbitkan faktur penjualan palsu / otorisasi
palsu/ membentuk EBK
c. Merubah dengan sengaja angka-angka dalam dokumen keuangan, seperti buku
besar, faktur, jurnal, dll.

3. Kenaikan piutang usaha dalam jumlah yang signifikan memang dapat mengindikasikan
terjadinya fraud dalam akun piutang usaha tersebut. Hal tersebut kemungkinan besar
dilakukan dengan skema penerbitan faktur penjualan palsu atau pemalsuan tanda tangan
dari pihak-pihak terkait lainnya. Pelaku menerbitkan faktur penjualan dengan pelanggan
yang telah memiliki riwayat kredit baik, dimana pada kenyataannya pelanggan tersebut
tidak melakukan pemesanan apapun. Pelaku kemudian dapat dengan mudah
mendapatkan otorisasi berbagai pihak, sehingga piutang pun meningkat, namun tidak
pernah ada pembayaran. . Hal ini bisa terjadi apabila tidak terdapat review atas
pengendalian yang ada dan adanya tekanan dan kesempatan bagi pelaku.
Alasan mengapa perusahaan melakukan pencatatan atas penjualan fiktif yaitu:
a. Meningkatkan kinerja penjualan dan kinerja laba perusahaan agar dinilai sebagai
perusahaan berprospek baik oleh investor nantinya
b. Meningkatkan pendapatan bagi staf karyawan perusahaan karena gaji didasarkan
pada bonus atas penjualan

4. Informasi yang diberikan (atau gagal diberikan) yang dapat menyebabkan masalah bagi
auditor yaitu :
a. Semua orang yang membutuhkan informasi tentang buku besar pembantu piutang
usaha dapat masuk dan melihatnya.
b. Perhitungan umur piutang usaha hanya dilakukan pada akhir tahun.
c. Tidak ada pihak intern yang independen memeriksa buku besar pembantu, hanya
diperiksa oleh auditor independen sekali dalam setahun
d. Penyelesaian komplain dari pelanggan semua diterima di kantor departemen
trasurer, mereka membuka surat lalu memberikan kepada asisten presiden kemudian
diselesaikan secara personal.
e. Pada proses penggajian tidak dilakukan review terhadap laporan kredit, jika
pembayaran telah dilakukan perusahaan menganggap resiko kreditnya baik.
f. Asisten presiden tidak tahu pasti mengapa terjadi banyak penghapusan piutang di
tahun 2010.
g. Penerapan angka 0,7% estimasi piutang tak tertagih pada akhir tahun selama ini
tidak diketahui oleh asisten presiden darimana angkanya.

5. Auditor tidak dapat mengabaikan tes efektivitas pengendalian. Tes Efektivitas
pengendalian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar risiko pengendalian klien.
Namun, tes ini dapat dikurangi untuk meningkatkan efisiensi waktu. Pengurangan
tersebut dapat dilakukan apabila risiko inheren rendah dan compliance test menunjukkan
hasil yang cukup baik.

6. Dalam menjawab kasus ini, sebaiknya kembali pada rumus :
AR = DR X IR X CR
yang dapat pula disebutkan sebagai
DR=AR/(IRXCR)
Sehingga, berdasarkan formulasi tersebut, dapat diketahui bahwa apabila perusahaan
memiliki risiko pengendalian yang lebih tinggi daripada yang diharapkan auditor, maka
risiko deteksi yang diharapkan pun akan menurun. Hal tersebut juga berlaku apabila
risiko inheren tinggi. Semakin tinggi risiko inheren dan risiko pengendalian, maka
seharusnya risiko deteksi seharusnya semakin rendah.

7. Berdasarkan PSA No. 07 SA Seksi 330 paragraf 17 sampai 22 dijelaskan bahwa terdapat
dua bentuk permintaan konfirmasi:
a. Bentuk positif
Beberapa konfirmasi bentuk positif meminta responden untuk menunjukkan apakah
ia setuju dengan informasi yang dicantumkan atau meminta responden untuk
mengisi saldo atau informasi lain pada ruang kosong yang disediakan dalam
formulir permintaan konfirmasi. Bentuk konfirmasi positif menyediakan bukti hanya
jika jawaban diterima oleh auditor dari penerima permintaan konfirmasi.
Permintaan konfirmasi yang tidak dijawab tidak memberikan bukti audit mengenai
asersi laporan keuangan yang dituju oleh prosedur konfirmasi.
b. Bentuk negatif.
Bentuk konfirmasi negatif meminta penerima konfirmasi untuk memberikan
jawaban hanya jika ia tidak setuju dengan informasi yang disebutkan dalam
permintaan konfirmasi. Permintaan konfirmasi negatif dapat digunakan untuk
mengurangi risiko audit ke tingkat yang dapat diterima jika:
Gabungan tingkat risiko bawaan dan risiko pengendalian taksiran adalah rendah,
Terdapat sejumlah besar saldo akun yang kecil,
Auditor tidak yakin bahwa penerima permintaan konfirmasi akan
mempertimbangkan permintaan tersebut.
Permintaan konfirmasi negatif dapat menghasilkan jawaban yang menunjukkan adanya
salah saji, dan kemungkinan besar akan terjadi demikian jika auditor mengirim
permintaan konfirmasi negatif dalam jumlah yang banyak dan tersebar secara luas.
Auditor harus menyelidiki informasi relevan yang dihasilkan dari konfirmasi negatif
yang diterima oleh auditor untuk menentukan kemungkinan dampak informasi tersebut
terhadap auditnya. Jika penyelidikan auditor terhadap jawaban permintaan konfirmasi
negatif menunjukkan suatu pola salah saji, auditor harus mempertimbangkan gabungan
tingkat risiko bawaan dan risiko pengendalian taksiran dan mempertimbangkan
dampaknya terhadap prosedur audit yang telah direncanakan. Konfirmasi negatif yang
tidak kembali jarang memberikan bukti signifikan tentang asersi laporan keuangan selain
aspek tertentu asersi keberadaan.

8. Dalam PSA nomor 7 SA Seksi 330 dijelaskan dalam paragraf 34 dan 35 dijelaskan
secara khusu tentang konfirmasi piutang usaha. Piutang usaha adalah:
a. Klaim entitas terhadap pelanggan yang timbul sebagai akibat penjualan barang atau
jasa dalam kegiatan bisnis normal, dan
b. Pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan.
Konfirmasi piutang merupakan prosedur audit yang umum berlaku. Umumnya dianggap
bahwa bukti yang diperoleh dari pihak ketiga akan memberikan bukti audit yang bermutu
lebih tinggi kepada auditor dibandingkan dengan bukti yang diperoleh dari dalam entitas
yang diaudit. Oleh karena itu, terdapat anggapan bahwa auditor akan meminta
konfirmasi piutang usaha dalam suatu audit, jika terdapat salah satu dari keadaan berikut
ini, yang mana sekaligus menjawab atribut apa yng menunjukkan piutang usaha harus
dikonfirmasi:
a. Piutang usaha merupakan jumlah yang material dalam laporan keuangan
b. Penggunaan konfirmasi akan efektif.
c. Gabungan tingkat risiko bawaan dan risiko pengendalian taksiran sedemikian tinggi,
dan tingkat risiko taksiran tersebut, bersamaan dengan bukti yang diharapkan untuk
diperoleh dari prosedur analitik atau pengujian substantif rinci, adalah kurang untuk
mengurangi risiko audit ke tingkat yang cukup rendah untuk asersi laporan keuangan
yang bersangkutan. Dalam banyak situasi, baik konfirmasi piutang usaha maupun
pengujian substantif rinci diperlukan untuk mengurangi risiko audit ke tingkat yang
cukup rendah bagi asersi laporan keuangan yang bersangkutan.
Perlu ditekankan dalam hal ini yaitu seorang auditor yang tidak meminta konfirmasi
dalam pemeriksaan terhadap piutang usaha harus mendokumentasikan bagaimana ia
mengatasi anggapan tersebut.

9. Sisi debit piutang menunjukkan bahwa pelanggan melakukan suatu pembelian barang
dengan cara kredit. Berdasarkan alur yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, angka
Rp22.400.000 itu seharusnya memiliki bukti yang memiliki angka tersebut berupa:
5 rangkap faktur penjualan yang dikeluarkan oleh divisi penjualan dan telah
diotorisasi oleh pihak-pihak berwenang
3 lembar bill of lading yang ada di perusahaan.
Posting buku besar yang dilakukan oleh Agus Kuncoro
Hasil konfirmasi yang dikirimkan auditor kepada pelanggan
Jurnal penjualan yang dilakukan oleh Ratih Wulandari dan catatan perusahaan pada
tanggal terkait.

10. Pengujian yang harus dilakukan untuk menguatkan taksiran akuntansi klien adalah
berdasarkan SA Seksi 342 , PSA No. 37 tentang Audit atas Estimasi Akuntansi
dijelaskan bahwa kisaran itu dianggap kurang rasional dan menimbulkan permasalahan
bagi auditor dikarenakan:
Par 4: Auditor bertanggung jawab untuk mengevaluasi kepantasan estimasi akuntansi
yang dibuat oleh manajemen dalam konteks laporan keuangan secara keseluruhan.
Karena estimasi didasarkan atas faktor-faktor subjektif dan objektif, sulit bagi
manajemen untuk menetapkan cara pengendalian untuk itu. Meskipun di dalam proses
estimasi manajemen melibatkan karyawan kompeten yang menggunakan data relevan
dan andal, terdapat kemungkinan masuknya faktor subjektif dalam estimasi tersebut.
Oleh karena itu, pada waktu merencanakan dan melaksanakan prosedur untuk
mengevaluasi estimasi akuntansi, auditor harus mempertimbangkan, baik faktor subjektif
maupun objektif, dengan suatu sikap skeptisme professional.
Sehingga sudah jelas dikatakan bahwa angka itu seharusnya diperoleh oleh pertimbangan
profesional manajemen bukan berdasarkan kesepakatan yang tidak jelas, yang telah
terjadi dari masa lampau dan berulang hingga sekarang. Memukul rata semua piutang
tidak tertagih sebesar 0,7% dari penjualan kredit secara langsung adalah tidak relevan
menurut saya karena ada faktor lama jangka waktu jatuh tempo hutang yang juga perlu
dipertimbangkan. Itu tidak bisa dipukul rata dan dianggap remeh, ingat piutang
menguasai 20% aset perusahaan.
Paragraph 11 seksi 342 menjelaskan bahwa dalam banyak keadaan, auditor menentukan
kepantasan suatu estimasi akuntansi dengan melaksanakan prosedur pengujian terhadap
proses yang digunakan oleh manajemen dalam membuat estimasi. Bila auditor
menggunakan pendekatan ini, prosedur yang ditempuh adalah sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi apakah terdapat pengendalian terhadap persiapan estimasi
akuntansi dan data pendukung yang dapat digunakan untuk evaluasi.
b. Mengidentifikasi sumber data dan faktor yang digunakan oleh manajemen dalam
merumuskan asumsi, dan mempertimbangkan apakah data dan faktor tersebut
relevan, andal, dan cukup untuk tujuan estimasi akuntansi atas dasar informasi yang
dikumpulkan dalam pengujian audit yang lain.
c. Mempertimbangkan apakah terdapat faktor kunci tambahan atau asumsi alternatif
tentang faktor-faktor tersebut.
d. Melakukan penilaian apakah asumsi tersebut konsisten satu sama lain, data
pendukung, data historis yang relevan, dan data industri.
e. Melakukan analisis terhadap data historis yang dipakai untuk mengembangkan
asumsi untuk menentukan apakah data tersebut dapat dibandingkan dan konsisten
dengan data dalam periode yang diaudit, dan mempertimbangkan apakah data
tersebut cukup andal untuk tujuan tersebut.
f. Mempertimbangkan apakah perubahan dalam bisnis dan industri dapat
menyebabkan faktor lain menjadi signifikan terhadap asumsi tersebut.
g. Me-review dokumentasi yang tersedia tentang asumsi yang digunakan untuk
menyusun estimasi akuntansi dan dapatkan rencana lain, tujuan, dan sasaran entitas,
dan pertimbangkan hubungannya dengan asumsi tersebut.
h. Mempertimbangkan pekerjaan spesialis yang bersangkutan dengan asumsi tertentu
(SA Seksi 336 [PSA No. 39] Penggunaan Pekerjaan Spesialis).
i. Melakukan pengujian perhitungan yang digunakan oleh manajemen untuk
menerjemahkan asumsi dan faktor kunci ke dalam estimasi akuntansi.

11. Konfimasi piutang usaha memang sebaiknya dilakukan berdasarkan data terkini
pelanggan, yaitu 31 Desember 2010. Namun, pelaksanaan konfirmasi ini membutuhkan
waktu yang cukup lama. Sehingga dikhawatirkan proses konfirmasi ini tidak berjalan
maksimal apabila dilaksanakan tanggal 31 Desember 2010. Selain itu, auditor hanya
bertugas untuk memeriksa hal-hal yang material sehingga mendapatkan kewajaran atas
laporan keuangan, bukan KEBENARAN atas laporan keuangan. Sehingga, menurut
saya, konfirmasi sebaiknya dilakukan tanggal 30 November 2010. Selain itu, apabila
konfirmasi dilakukan pada tanggal 31 Desember 2010, maka angka yang ada sudah
merupakan hasil penyesuaian akibat basis akrual akuntansi

12. Tidak, masih banyak keputusan desain sistem dan kewenangan Agus Kuncoro yang
memiliki kelemahan dalam hal kaitannya dengan tanggungjawabnya atas pekerjaannya.
Terbukti dalam hal seperti update informasi yang terlalu dianggap remeh yang hanya
dilakukan setahun sekali dan bila dibutuhkan langsung diestimasi sendiri olehnya. Selain
itu penyelesaian komplain pelanggan pun juga tidak jelas atau terkesan bahwa dia
melempar tanggung jawab. Begitu pula kaitannya dengan persetujuan atas daftar
pelanggan potensial yang mana saya kira kurang tepat melempar tanggungjawab itu pada
agen penjualan yang pasti dapat melakukan fraud. Dan masih banyak kelemahan lainnya
sehingga PT Maju Makmur masih perlu memperbaiki sistem, tanggungjawab dan
wewenang masing-masing pihak dalam perusahaan.





LATIHAN
1. Jawaban lampiran 5a
KAP Adi Susilo dan Rekan
Kuesioner Pengendalian Internal : Piutang Usaha
Pertanyaan Komentar atas Sistem
yang Diterapkan
Signifikansi Saran
1. Apakah pihak
independen
melakukan
rekonsiliasi secara
rutin atas buku besar
pembantu?
Auditor independen
memeriksa atau melakukan
rekonsiliasi atas buku besar
pembantu piutang hanya satu
tahun sekali
Kurang signifikan
bila waktu yang
digunakan untuk
rekonsiliasi hanya
setahun sekali
karena jumlah
piutang yang
dimiliki perusahaan
sangat besar bahkan
20% aset
Lebih kuat
pengendalian
atas buku besar
pembantu
piutang dengan
cara
pemeriksaan
atau rekonsiliasi
dilakukan
secara rutin per
bulannya.
2. Apakah untuk
penghapusan piutang
yang diragukan ada
kriteria tersendiri
yang memadai?
Terdapat kriteria piutang
dianggap tak tertagih yaitu
tidak dilakukan penghapusan
saldo sebelum mencapai
tempo waktu lima atau enam
bulan, kecuali ada alasan
jelas.
Kurang signifikan
karena penghapusan
piutang tak tertagih
tidak didasarkan
pada perhitungan
matematis dan SAK
sehingga dapat
menyebabkan
terjadinya salah saji
material.
Perusahaan
perlu melakukan
perhitungan
secara
matematis
menggunakan
dasar SAK dan
tidak didasarkan
pada estimasi
keputusan
perusahaan
sepihak saja.
3. Apakah akun
yang akan
dihapuskan telah
diperiksa secara
Tidak diotorisasi, Agus
Kuncoro diberikan
wewenang untuk mencoret
secara langsung perusahaan
Kurang signifikan
karena apabila
penghapusan hanya
dilakukan dengan
Sebaiknya,
otorisasi tetap
dilakukan oleh
Langgeng
memadai dan
diotorisasi oleh
pihak independen?
debitur yang memiliki
hutang sampai lima bulan
lamanya, dan penjualan
dihentikan sampai
pembayaran dari pelanggan
diterima.
estimasi keputusan
penghapusan setelah
5 bulan tidak dapat
membayar, maka
hasilnya akan dapat
mengakibatkan
terjadinya
kecurangan berulang
kali dalam jangka
panjang.
Santoso sebagai
pihak
independen,
bukan oleh
Agus Kuncoro
sebagai pihak
yang tidak
independen
karena dia yang
memegang dan
mencatat buku
besar pembantu
piutang.
4. Apakah tindak
lanjut yang memadai
dilakukan pada
akun-akun yang
dihapuskan?
Tidak ada tindak lanjut
artinya setelah dihapus yah
dilupakan
Kurang signifikan
karena perusahaan
dapat merugi bila
melanjutkan kerja
sama dengan
pelanggan yang
tidak memiliki
tanggung jawab
dalam pelunasan
piutang. Bila
kejadian ini terus
berulang maka
perusahaan pasti
rugi besar.
Perusahaan
sebaiknya
mengevaluasi
kembali sistem
penerimaan
pelanggan
dalam kaitannya
dengan
pelunasan
piutangnya agar
tidak dapat
merugikan
perusahaan
kembali dalam
jangka panjang.
5. Apakah
perusahaan secara
periodik melakukan
evaluasi kembali
metode yang
Tidak dilakukan, estimasi
piutang tak tertagih
dilakukan pada akhir tahun
dengan persentase rata
sebesar 0,7% dimana selalu
Kurang signifikan
karena tidak
memiliki dasar
estimasi piutang tak
tertagih yang tepat.
Evaluasi
penetapan
besaran estimasi
dan metode
yang digunakan
digunakan untuk
mengestimasi
piutang tak tertagih?
digunakan estimasi sebesar
itu karena sudah kesepakatan
dari beberapa tahun lalu.
Hal ini dapat
menimbulkan salah
saji material dan
dapat
mempengaruhi
laporan keuangan
perusahaan. Selain
itu
ketidaksignifikannya
krn tidak melihat
umur jatuh tempo
masing piutang.
akan lebih baik
jika dilakukan
setiap akhir
periode karena
setiap periode
selalu terdapat
perubahan
tingkat
penjualan serta
saldo piutang
baik yang
tertagih maupun
yang tak
tertagih.
6. Apakah penagihan
pada pelanggan
dilakukan oleh pihak
yang terpisah dari
bagian buku besar
pembantu piutang?
Tidak, pada akhirnya Agus
lah yang nantinya akan
melakukan penagihan
terakhir kepada pelanggan.
Kurang tepat jika
penagihan
pelanggan
perusahan dilakukan
langsung oleh Agus
K. Hal ini
dikarenakan Agus K
ini yang memegang
buku besar
pembantu piutang
Penagihan
pelanggan
sebaiknya
dilakukan oleh
pihak yang tidak
berhubungan
dengan buku
besar pembantu
piutang karena
memungkinkan
terjadi fraud dgn
alasan
pelanggan tdk
bayar
7. Apakah terdapat
pemeriksaan
independen
mengenai komplain
yang disampaikan
Ya, jika ada complain
pelanggan, kantor treasurer
membuka surat, lalu
mengirimkan complain ke
asisten presiden. Dan
Kurang tepat karena
apabila penyelesaian
atas komplain yang
diterima dilakukan
secara personal akan
Perusahaan
sebaiknya tidak
menyelesikan
komplain secara
personal, namun
pelanggan atas
tagihan yang
diterima?
dilakukan pengecekan atas
file faktur penjualan guna
mencari letak permasalahan.
dapat menyebabkan
kecurangan (fraud)
yang terjadi antara
pelanggan dengan
pihak di dalam
perusahaan.
sebaiknya
menyelesaikan
komplain
dengan
menindaklanjuti
alasan atas
masalah yang
ada sesuai
prosedur sistem
yang ada
8. Apakah kebijakan
perusahaan
mengenai
persetujuan kredit
tahun lalu berubah?
Tidak, peningkatan
penjualan lebih dikarenakan
agen penjualan telah
melaksanakan tugasnya
dengan baik dan
mendapatkan sekumpulan
pelanggan baru
Kebijakan
persetujuan kredit
perusahaan perlu di-
review kembali agar
mendapat kejelasan
atas kebijakan yang
telah dilakukan.
Perubahan atas
kebijakan
pemberian
kredit akan
diperlukan oleh
perusahaan
sebagai salah
satu alternatif
apabila ingin
menaikkan
tingkat
penjualan kredit
yang tetap aman
9. Dapatkah
penjualan secara
kredit dilakukan
tanpa persetujuan
kredit di awal?
Tidak, terdapat kebijakan
dimana faktur penjualan dari
divisi penjualan akan
dikirimkan ke Agus Kuncoro
untuk dilakukan pengecekan
apakah pelanggan tersebut
masuk ke dalam daftar
pelanggan diterima, jika iya
maka penjualan kredit
dilakukan. Jika tidak, akan
Sudah tepat atas
kebijakan tersebut
karena memang
sudah seharusnya
penjualan kredit
dilakukan atas
persetujuan kredit di
awal.
Agus memang
orang tepat
untuk
memberikan
otorisasi atas
penjualan kredit
dilakukan review dan
diambil keputusan langsung
oleh Langgeng Santoso.
10. Apakah file
kredit dicatat dengan
lengkap dan
direview secara
periodik?
Ya, setiap prosedur
penjualan akan selalu
dibuatkan formulir bukti
dengan lengkap sehingga
pencatatan dapat dilakukan
secara lengkap pula. Review
dilakukan setiap akhir tahun.
Kurang signifikan
karena tidak di
review secara
periodik. Hanya
sebatas menganggap
risiko kredit baik
bila pembayaran
dilakukan dan
sebaliknya.
Perusahaan
perlu melakukan
review secara
periodik agar
pihak-pihak
yang
membutuhkan
informasi dapat
segera
didapatkan.
Presiden juga
dapat melihat
tingkat
kelancaran arus
kas
11. Apakah faktur
diperiksa sesuai
dengan barang yang
dikirimkan dan
harga barangnya?
Ya, ketika lembar keempat
Bill of Lading sampai pada
Divisi Penjualan, dilakukan
pencocokkan dengan tiga
lembaran faktur penjualan
terhadap jumlah dan
deskripsi antara permintaan
dengan barang yang
dikirimkan. Lalu,
memberikan harga yang
update.
Sudah tepat karena
sebelum melakukan
pengiriman barang,
memang harus
dilakukan
pengecekan
terhadap kuantitas
barang dan harga.
Harus terus
dilakukan
kebijakan ini
12. Apakah
perkalian dan
penjumlahan
diperiksa kembali?
Ya, divisi penjualan
memeriksa kembali kuantitas
dan deskripsi barang,
sedangkan asisten presiden
Sudah tepat karena
telah melakukan
pemeriksaan atas
perkalian dan
Harus tetap
dilakukan
prosedur ini
mengingat
memeriksa harga dan
perhitungan kembali ketika
menerima salinan faktur
penjualan.
penjumlahan
sebelum dilakukan
pengiriman sehingga
tidak akan terjadi
kesalahan
perhitungan saat
barang akan
dikirimkan.
sistem yang
belum
terkomputerisasi
secara maksimal
13. Apakah diskon
kas diperhitungkan
kembali dan selalu
diupdate secara
aktual?
Ya, perusahaan sangat teliti
masalah diskon dimana dept.
penjualan akan menghitung
kembali semua diskon dan
menyetujui kredit sepanjang
hal tersebut layak.
Sudah tepat karena
diskon harus
diperhitungkan
kembali agar tidak
terjadi kesalahan
perhitungan.
Harus tetap
dilakukan
prosedur ini
mengingat
sistem yang
belum
terkomputerisasi
secara maksimal
14. Dapatkah
penjualan dilakukan
dan barang
dikirimkan tanpa
faktur yang dicatat
dan dikirimkan?
Tidak, barang dapat dikirim
setelah ada persetujuan
kredit dimana Langgeng
Santoso sendiri atau asisten
presiden harus
menandatangani terlebih
dahulu faktur penjualan dan
memberikan ke divisi
Sudah tepat karena
barang memang
seharusnya dapat
dikirimkan bila
terdapat faktur yang
telah ditorisasi oleh
Presiden atau asisten
presiden. Hal ini
akan menghindari
terjadinya
kecurangan (fraud).
Harus tetap
dilakukan
prosedur ini
mengingat
sistem yang
belum
terkomputerisasi
maksimal

2. Jawaban lampiran 5b
STEP HASIL YANG DIHARAPKAN MASALAH POTENSIAL
1-A Jumlah total yang ditunjukkan pada
faktur penjualan harus sama dengan
jumlah total pada slip penagihan. Harus
Jika ada ketidak cocokkan pada kedua
formulir tersebut muncul kemungkinan
terjadi pencatatan penjualan fiktif atau
ada bukti bahwa karyawan PT. Maju
Makmur telah membandingkan kedua
formulir tersebut.
salah saji. Kurangnya bukti yang nyata
(seperti tanda tangan) sesuai prosedur
mengindikasikan bahwa karyawan
melanggar sistem yang telah dibuat.
1-B Jumlah yang ada pada faktur penjualan
dan bill of lading ini haruslah sama.
Harus ada yang mengotorisasi ketika
faktur itu dibuat
Jika ada ketidak cocokkan pada kedua
formulir tersebut muncul kemungkinan
adanya penjualan yang belum ditagih
kepada pelanggan atau lupa mencatat.
Kurangnya bukti yang nyata (seperti tanda
tangan) yang menandakan otorisasi pihak
berwenang sesuai prosedur
mengindikasikan bahwa karyawan
melanggar sistem
1-C Jumlah penerimaan uang harus sama
dengan bukti pembayaran
Hampir tidak mungkin kas yang diterima
tidak sama dengan bukti pembayaran yang
dibuat
1-D Jumlah diskon yang diberikan harus
sesuai kebijakan dalam daftar
pembayaran
Diskon bisa jadi diberikan kelebihan
sehingga merugikan perusahaan
1-E Penetapan harga di faktur harus sesuai
dengan harga yang disetujui
Kesalahan pemberian harga dapat
menimbulkan dugaan kesengajaan oleh
karyawan bekerjasama dgn pelanggan
1-F Penjumlahan yang ada di setiap faktur
ini harus diperiksa dan menunjukkan
nominal yang tepat.
Jika ada yang tidak sesuai dengan
perhitungannya, maka terdapat
kemungkinan adanya salah hitung.
1-G Jumlah yang ada pada bukti
pembayaran dengan slip deposit bank
yang diarsip haruslah sama. Harus ada
bukti bahwa karyawan PT Maju
Makmur telah membandingkan kedua
formulir tesebut.
Jika ada ketidakcocokkan maka
dikhawatirkan adanya kecurangan ataupun
kesalahan yang dilakukan baik oleh pihak
bank maupun oleh asisten presiden.
1-H Jumlah yang ada pada bukti
pembayaran dengan buku besar
Jika tidak ada kesesuaian maka akan
diperkirakan adanya kecurangan ataupun
pembantu piutang usaha. Harus ada
bukti bahwa karyawan PT Maju
Makmur telah membandingkan kedua
formulir tesebut.
kesalahan yang dilakukan baik oleh pihak
bank dan asisten
1-I Persetujuan kredit harus ada tanda
tangan Agus Kuncoro. Harus ada
prosedur pengecekan random berkala
Jika tidak maka bisa jadi agen penjualan
melakukan mark up dengan membuat
persetujuan kredit penjualan palsu
2.1 Semua angka harus sesuai, bila debit
artinya piutang benar-benar bertambah
dan bila kredit piutang benar-benar
telah berkurang karena dibayar atau
memang dihapus.
Jika tidak sesuai maka ada indikasi orang
dalam perusahaan yang bebas mengakses
saldo piutang pelanggan telah melakukan
manipulasi atas saldo tersebut
2.2 Jumlah bukti pengeluaran kas harus
dicek bahwa benar-benar kas yang
dikeluarkan perusahaan sejumlah sesuai
dengan keperluan yang dikeluarkan
perusahaan
Jika tidak maka ada kemungkinan
pengeluaran kas adalah manipulasi yang
dilakukan oleh orang dalam perusahaan
yang tidak diperhatikan controller
2.3 Jumlah yang di deposit dan slip deposit
bank harus sama dan harus ada validasi
dari bank terkait
Jika tidak maka ada dugaan pihak yang
melakukan transfer ke bank telah
melakukan penggelapan kas perusahaan.
3 Harus memang dapat dibuktikan bahwa
pelanggan yang disetujui merupakan
pelanggan yang memiliki jejak kredit
yang baik dalam hal pelunasan yang
lancar
Bila tidak artinya ada yang salah entah
pada sistem yang menerima dan
menyetujui pelanggan dgn ada prosedur yg
salah atau bisa jadi orang yang
menjalankan itu sengaja tidak megikuti
prosedur
4 Jumlah yang dicatat harus sama dengan
bukti pembayaran kas yang terarsip
dengan baik di dalam perusahaan
Jika tidak sama maka kemungkinan ada
salah catat dalam jurnal penerimaan kas
baik itu disengaja atau tidak. Atau bisa jadi
bukti pembayarannya yang keliru