You are on page 1of 29

Kisah-Kisah Nabi Yang Tak Pernah Tahu

1. KISAH NABI MUSA MENAMPAR MALAIKAT
Kisah Islamiah malam ini sangat menarik untuk
dibaca dan sekaligus sebagai renungan malam.
Sungguh yang demikian ini mungkin hanya bisa
dilakukan oleh kekasih Allah SWT semata
menurut admin.
Nabi Musa as pernah berseteru dengan malaikat
Maut yang menyamar sebagai manusia. Pada
saat itu, Malaikat Maut yang hendak mencabut
nyawa Nabi Musa as, ditampar hingga kedua
mata malaikat itu buta.
Berikut ini Kisahnya.
Pedoman kisah dari kitab karya Imam Bukhari
tentang kisah akan wafatnya Nabi Musa as.
Diceritakan bahwa pada suatu saat Malaikat Maut
mendatangi Nabi Musa as.
“Wahai Nabiyulah, penuhilah panggilan Rabb-
Mu,” kata Malaikat Maut yang menyamar sebagai
manusia biasa.
Ketika mendengar perkataan tersebut, Nabi Musa
as tiba-tiba saja menampar malaikat Maut itu
hingga kedua matanya buta. Malaikat Maut itu
kebingungan dan akhirnya kembali lagi
menghadap kepada Allah SWT.
“Ya Allah, Engkau telah mengutusku kepada
seorang hamba yang tidak menginginkan
kematian,” kata Malaikat.
Malaikat Yang Menyerupai Manusia.
Setelah kejadian itu, kemudian Allah SWT
mengembalikan penglihatan malaikat tersebut dan
menyuruhnya untuk kembali menemui Nabi
Musa as.
Dengan perantaraan malaikat tersebut, Allah SWT
meminta Nabi Musa as jika ingin menunda
kematian, ada syarat yang harus dipenuhi.
“Wahai Nabiyullah, Allah SWT telah menyuruhku
agar menyampaikan berita ini. Kalau engkau ingin
menunda kematian, maka engkau harus
meletakkan tanganmu di punggung sapi jantan,
kemudian sejumlah bulu yang tertutupi tangan itu
engkau akan diperpanjang umurnya selama 1
tahun,” kata Malaikat Maut.
“Wahai malaikat, kemudian apa setelah hitungan
itu?” tanya Nabi Musa as.
“Kemudian kematian,” jawab malaikat.
Mendengar penjelasan itu, Nabi Musa as memilih
untuk tidak menunda kematian.
“Maka sekarang saja kematianku datang tanpa
diundur lagi,” ujar Nabi Musa as.
Selanjutnya Nabi Musa as berdoa kepada Allah
SWT untuk mendekatkan dirinya kepada Tanah
Suci (Baitul Maqdis) sejarak lemparan batu. Di
tempat itulah Nabi Musa as meninggal dunia.
Hadits Nabi tentang Wafatnya Nabi Musa as.
Mengenai tempat wafatnya Nabi Musa as
tersebut, dalam sebuah hadits, Rasululah SAW
bersabda,
“Seandainya aku di sana (Baitul Maqdis), maka
sungguh akan aku perlihatkan kepada kalian
kuburan Musa as, yaitu di sebelah jalan di
gundukan pasir merah.”
Menurut Ibnu Hibban mengenai Tamparan
Nabi Musa kepada Malaikat Maut .
Mengenai kisah itu, Ibnu Hibban menjelaskan
bahwa pada saat Nabi Musa as menampar wajah
malaikat maut, Nabi Musa as tidak mengenali
malaikat yang tengah berwujud sebagai manusia
itu.
Malaikat maut itu berwujud sebagai manusia
yang tidak dikenal oleh Nabi Musa as. Malaikat itu
memasuki rumah Nabi Musa as tanpa permisi
lagi.
Karena kedatangannya kepada sang Nabi dalam
wujud yang tidak dikenal, dari itu maka Nabi
Musa as menampar sang malaikat hingga keuda
matanya buta.
Menurut Imam Al-Qurthubi.
Dalam kitabnya at Tadzkirah fiiAhwaalil Mautaa wa
Umuuril Aakhirah, kebutaan yang dialami oleh
malaikat maut tersbut bukanlah dalam arti yang
sebenarnya. Hal senada juga dikatakan oleh Ibnu
Mahdi ra.
Malaikat diberi kemampuan untuk berwujud apa
saja yang dikehendaki Allah SWT.
Maka sepertinya Nabi Musa as menamparnya
sewaktu malaikat menyamar sebagai wujud yang
lain, karena setelah itu Nabi Musa as dapat melihat
malikat tersebut bermata.
Wallahu A’lam

2. Kisah Kematian Nabi Adam A.S
Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa‟di berkata, "Aku melihat seorang Syaikh di Madinah sedang
berbicara. Lalu aku bertanya tentangnya." Mereka menjawab, "Itu adalah Ubay bin Ka‟ab."
Ubay berkata, "Ketika maut datang menjemput Adam, dia berkata kepada anak-anaknya,
‟Wahai anak-anakku, aku ingin makan buah surga.‟ Lalu anak-anaknya pergi mencari
untuknya. Mereka disambut oleh para malaikat yang telah membawa kafan Adam dan
wewangiannya. Mereka juga membawa kapak, sekop, dan cangkul.

Para Malaikat bertanya, ‟Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? Atau apa yang kalian
mau? Dan ke mana kalian pergi?‟ Mereka menjawab, ‟Bapak kami sakit, dia ingin makan
buah dari surga.‟ Para malaikat menjawab, ‟Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian
telah tiba.‟ Lalu para malaikat datang. Hawa melihat dan mengenali mereka, maka dia
berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa, ‟Menjauhlah dariku. Aku pernah
melakukan kesalahan karenamu. Biarkan aku dengan Malaikat Tuhanku Tabaraka wa Taala.‟
Lalu para malaikat mencabut nyawanya, memandikannya, mengkafaninya, memberinya
wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya, menshalatinya.
Mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan Adam di dalamnya, lalu mereka meletakkan bata
di atasnya. Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya dengan batu. Lalu
mereka berkata, ‟Wahai Bani Adam, ini adalah sunnah kalian.‟"

Takhrij Hadis
Hadis ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawaidul Musnad, 5/ 136.
Ibnu Katsir setelah menyebutkan hadis ini berkata, "Sanadnya shahih kepadanya." (Yakni
kepada Ubay bin Ka‟ab). (Al-Bidayah wan Nihayah, 1/98).

Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad. Rawi-rawinya adalah rawi-
rawi Hadis shahih, kecuali Uttiy bin Dhamurah. Dia adalah rawi tsiqah." (Majmauz Zawaid,
8/199).

Hadis ini walaupun mauquf(sanadnya tidak sampai pada Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam)
pada Ubay bin Kaab, tetapi mempunyai kekuatan hadis marfu‟, karena perkara seperti ini
tidak membuka peluang bagi akal untuk mengakalinya.

Penjelasan Hadis
Hadis ini menceritakan tentang bapak kita, Adam, manakala maut datang menjemputnya,
Adam rindu buah surga. Ini menunjukkan betapa cinta Adam kepada surga dan kerinduannya
untuk kembali kepadanya. Bagaimana dia tidak rindu surga, sementara dia pernah tinggal di
dalamnya, merasakan kenikmatan dan keenakannya untuk beberapa saat.

Bisa jadi keinginan Adam untuk makan buah surga merupakan tanda dekatnya ajal. Sebagian
hadis menyatakan bahwa Adam mengetahui hitungan tahun-tahun umurnya. Dia mengitung
umurnya yang telah berlalu. Nampaknya dia mengetahui bahwa tahun-tahun umurnya telah
habis. Perpindahannya ke alam akhirat telah dekat. Dan tanpa ragu, Adam mengetahui bahwa
anak-anaknya tidak mungkin memenuhi permintaannya. Mana mungkin mereka bisa
menembus surga lalu memetik buahnya. Anak-anak Adam juga menyadari hal itu. Akan
tetapi, karena rasa bakti mereka kepada bapak mereka, hal itulah yang mendorong mereka
untuk berangkat mencari.

Belum jauh anak-anak Adam meninggalkan bapaknya mereka telah dihadang oleh beberapa
malaikat yang menjelma dalam wujud orang laki-laki. Mereka telah membawa perlengkapan
untuk menyiapkan orang mati. Para malaikat memperagakan apa yang dilakukan oleh kaum
muslimin terhadap jenazah seperti pada hari ini. Mereka membawa kafan, wewangian, juga
membawa kapak, cangkul, dan sekop yang lazim diperlukan untuk menggali kubur.

Ketika anak-anak Adam menyampaikan tujuan mereka dan apa yang mereka cari, para
malaikat meminta mereka untuk pulang kepada bapak mereka, karena bapak mereka telah
habis umurnya dan ditetapkan ajalnya.
Manakala para malaikat maut datang kepada Adam, Hawa mengenalinya sehingga dia
berlindung kepada Adam. Sepertinya Hawa hendak membujuk Adam agar memilih hidup di
dunia, karena para rasul tidak diambil nyawanya sebelum mereka diberi pilihan (antara
kehidupan dunia dan akhirat-pent) sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah
Shallallahu Alahi wa Sallam kepada kita. Adam tidak menggubris dan menghardiknya
dengan berkata, "Menjauhlah dariku, karena aku pernah melakukan dosa karenamu." Adam
mengisyaratkan rayuan Hawa untuk makan pohon yang dilarang semasa keduanya berada di
Surga.

Para Malaikat mengambil ruh Adam. Mereka sendirilah yang mengurusi jenazahnya dan
menguburkannya, sementara anak-anak Adam melihat mereka. Para malaikat itu
memandikannya, mengkafaninya, memberinya wangi-wangian, menggali kuburnya,
membuat liang lahat, menshalatinya, masuk ke kuburnya, meletakkannya di dalamnya, lalu
mereka menutupnya dengan bata. Kemudian mereka keluar dari kubur dan menimbunkan
tanah kepadanya. Para Malaikat mengajarkan semua itu kepada anak-anak Adam. Mereka
berkata, "Wahai Bani Adam, ini adalah sunnah kalian." Yakni, cara yang Allah pilih untuk
kalian dalam hal mayat kalian.

Cara ini adalah syariat umum yang berlaku untuk seluruh rasul dan semua orang beriman di
bumi ini, mulai sejak saat itu sampai sekarang. Dan cara apa pun yang menyelisihinya berarti
menyimpang dri petunjuk Allah, yang besar kecilnya tergantung pada kadar
penyimpangannya. Barangsiapa melihat tuntunan kaum muslimin dalam urusan jenazah yang
diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam, niscaya dia pasti melihat kesamaan
antara hal itu dengan perlakuan para malaikat kepada Adam.

Sepanjang sejarah, petunjuk ini telah banyak diselisihi oleh sebagian besar umat manusia.
Ada yang membakar orang mati. Ada yang membangun bangunan-bangunan megah, seperti
pyramid, untuk mengubur orang mati dengan meletakkan makanan, minuman, mutiara dan
perhiasan bersamanya. Ada yang meletakkan mayit di kotak batu atau kayu. Semua itu
menuntut biaya yang mahal dan hanya membuang-buang energi untuk sesuatu yang tidak
berguna. Dan yang paling utama, semua itu telah menyelisihi petunjuk yang Allah syariatkan
kepada mayit Bani Adam.

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis
1. Disyariatkan menyiapkan mayit dan menguburkannya seperti disebutkan di dalam
hadis.
2. Sunnah-sunnah terhadap mayit yang demikian itu adalah petunjuk semua rasul dalam
setiap syariat mereka.
3. Pengajaran malaikat kepada anak-anak Adam tentang sunnah ini dengan ucapan dan
perbuatan.
4. Semua cara menangani mayit selain cara yang disebutkan di dalam hadis di atas
adalah penyimpangan dari manhaj dan petunjuk Allah.
5. Keutamaan bapak kita Adam, di mana para malaikat mengurusi jenazahnya,
menshalatkannya dan menguburkannya.
6. Kemampuan para malaikat untuk menjelma menjadi manusia dan melakukan sesuatu
yang dilakukan oleh manusia.
7. Sudah munculnya beberapa peralatan sejak zaman manusia pertama, seperti kapak,
cangkul dan sekop.
8. Seseorang harus berhati-hati terhadap isterinya yang bisa menjadi penyebab
penyimpangannya. Adam memakan buah karena hasutan Hawa. Dan Allah telah
meminta kita agar berhati-hati terhadap sebagian isteri dan anak-anak kita,
"Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh
bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka." (At-Taghabun:14).

Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin
Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka
Yassir, 2008), hlm. 39-43.
3. Kisah Singa yang Tunduk kepada Nabi Daniyal & Nabi Yeremia

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa
Allah memerintahkan si raja hutan tersebut untuk tunduk dan patuh.

Dua singa buas berputarputar di dalam lubang. Sesekali, para raja hutan itu mendongak ke
atas, menunggu mangsa masuk ke kandang. Mata mereka awas, taring mereka tajam. Tiba-
tiba, kandang dibuka, seorang pria hendak dilemparkan ke dalam lubang. Maka, singa-singa
itu pun langsung beringas, siap menerkam. Apa pun yang masuk ke markas mereka akan
tamat, bahkan sebelum mencapai dasar lubang. Mereka pasti akan langsung mencabiknya.

Bukan sembarang orang, pria yang hendak dilempar ke lubang singa itu merupakan seorang
nabiyullah. Daniyal, sang utusan Allah bagi Bani Israil itu telah siap menerima hukuman.
Tapi, sebenarnya hukuman itu hanya mengada-ada karena sang nabi tak melakukan
pelanggaran ataupun kesalahan. Ia pun tak gentar, lisannya terus memohon pertolongan
Allah.

Perkara Daniyal bermula ketika Raja Babylonia (Babel, sekarang Irak), Nebukadnezar,
membutuhkan seorang penafsir mimpi. Sang raja bermimpi melihat sebuah patung raksasa
yang setiap bagian tubuhnya terbuat dari logam yang berbeda.

Kepalanya terbuat dari emas, dada dan lengannya dari perak, perutnya terbuat dari tembaga,
pahanya dari besi dan kakinya terbuat dari besi dan tanah liat. Tapi, kemudian sebuah batu
menghancurkan patung tersebut hingga semuanya hancur luluh dan menjadi sebuah gunung.
Tak ada yang mampu menafsirkan mimpi tersebut hingga kemudian raja dipertemukan
dengan sang nabi.

Nabi Daniyal pun kemudian menafsirkan mimpi tersebut. Patung tersebut menunjukkan
kekuasaan yang silih berganti. Emas mewakili Babylonia yang kemudian akan hancur diganti
Kerajaan Persia yang diwakili perak. Kemudian, beralih ke Yunani dengan tembaga, lalu
Romawi dengan besi. Tapi, semua kekuasaan itu akan hancur dan luluh lantak. Mendapat
jawaban tafsir mimpi yang memuaskan, raja pun mengangkat Nabi Daniyal menjadi
penasihatnya.

Namun, bukan hal baik yang didapat. Jabatan tersebut justru mela hir kan petaka. Para
pejabat kerajaan merasa iri hati dan terus memfitnah. Hingga, mereka pun memengaruhi raja
agar membenci Daniyaal. Terdapat fitnah yang mengatakan, Daniyal telah mencela raja.
Fitnah lain menguak ibadah Daniyal ke Yerusalem yang rutin melanggar ketentuan raja.
Fitnah lain mengatakan, kerajaan Babel akan hancur kecuali sang penafsir mimpi harus
dibunuh. Berhasil dengan beragam fitnah yang diberikan, sang raja pun kemudian membenci
Daniyal.

Raja kemudian memerintahkan pengawal membuat lubang dan me masukkan dua ekor singa
ke dalamnya. Setelah itu, Daniyal pun segera diseret dan dimasukkan ke dalam kandang
singa. Dua ekor singa pun telah siap menerkam. Tapi, Nabi Daniyal tetap sabar dan
memohon pertolongan Allah. Ajaib, singasinga yang lapar itu membungkam mulut mereka.
Tak sedikitpun taring tajam diperlihatkan dihadapan sang nabi. Saat Daniyal dimasukkan ke
dalam kandang mereka, singa-singa itu justru menjilati sang nabi. Singa yang garang berubah
menjadi hewan yang patuh. Sungguh tak masuk diakal kecuali memang karena kekuasaan-
Nya. Allah memerintahkan singasinga tersebut agar patuh.

Beberapa hari dikurung di kan dang singa, Daniyal tetap selamat. Ia hidup bersama para
singa. Hingga, kemudian rasa lapar dirasa kan sang nabi. Allah pun kembali memberi
pertolongan. Allah me wahyukan kepada seorang nabi lain yang berada di Syam (kini Su
riah, Yordania, dan Palestina), yakni nabi Yeremia (Jeremia) untuk menyiapkan makanan
bagi Daniyal.

Namun, Yeremia kebingungan, “Ya Tuhan, saya sekarang ini berada di Yerussalem,
sementara Daniyal ada di Babel,” ujarnya. Allah pun mewahyukan, “Lakukanlah apa yang
Saya perintahkan dan Saya akan mengirimkan sesuatu yang akan membawamu ke sana,”
firman Allah kepada nabinya.

Maka, Yeremia pun segera menyiap kan makanan. Nyata, Allah mengirimkan sesuatu yang
kemudian mengantarkan Yeremia menuju Babel. Saat ia telah tiba di ambang lubang, Da
niyal pun terkejut. “Siapakah itu?” kata Daniyaal. “Saya Yeremia, Tuhan mengutusku
kepadamu” jawabnya.

Kemudian, terjadilah interaksi antara dua nabi tersebut. Daniyal pun sangat gembira dan
bersyukur atas pertolongan Allah yang senantiasa diterimanya. “Segala puji bagi Allah yang
tak pernah lupa kepada para hamba-Nya, Ia menghalau bahaya setelah kesulitan, menghargai
kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kewalahan, dan memberikan harapan atas
ditengah keputusasaan,” kata Daniyal bersyukur tanpa henti.

Versi lain dalam kitab Yahudi dan Nasrani dikisahkan, fitnah yang menimpa nabi Daniyal
terjadi di masa kekuasaan Parsi. Sang raja yang dekat dengan Daniyal bernama Dairus.
Karena mendapat tekanan dari pejabatnya, Dairus terpaksa memasukkan Daniyal, penasihat
kesayangannya, ke dalam lubang singa. Tapi, Darius justru terus gelisah dan terus menengok
kondisi sang nabi.

Kisah Nabi Daniyaal memang terdapat dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani. Kisahnya
ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aramia dalam kitab Tanakh milik umat Yahudi, serta dalam
perjanjian lama milik Nash rani. Adapun bagi Musli min, kisah Daniyal tak disebutkan di
dalam Al quran. Hanya saja, terdapat hadis dari para sahabat Rasulullah yang membenarkan
sebagian kisah tersebut.

Saat ini, banyak negara mengaku memiliki makam Nabi Daniyal. Sedikitnya ada enam lokasi
yang mengaku memiliki makamnya. Tapi, hanya Allah yang tahu ke benarannya. Mengenai
ki sah para sahabat nabi yang menemukan kabar Nabi Daniyal tersebut dikabar kan oleh Ibnu
Katsir. Rujuklah kitab Story of the Prophet karya Ibnu Kat sir untuk mengetahui detailnya.
Wallahua‟lam bish shawab

4. Kisah nabi Samson / Sam‟un Nabi Samson, Nabi Yang Tidak Memiliki Pengikut 1
Orang-pun .
Kisah Nabi Sam‟un Ghozi AS ( Samson ) salah satu dari 124.000 Nabi .
Seperti yang diketahui di dalam ajaran Islam, bahwa Jumlah Nabi menurut hadits yaitu
124.000 Orang, dan Rasul berjumlah 312 Orang, sesuai rukun iman ke-4 di dalam rukun
iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang nabi dan rasul .
Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda ketika ditanya
tentang jumlah para nabi,
” Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu ( 124.000 ) nabi.”
” Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka ? ”
Beliau menjawab, ” Tiga ratus dua belas ( 312 ) Orang . ”
( Hadits Riwayat At-Turmuzy )
Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan
nama Nabi Sam‟un Ghozi AS .
Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab
Qishashul Anbiyaa . Nabi Sam‟un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan
besi, dan dapat merobohkan istana .
Cerita Nabi Sam‟un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di
jazirah Arab . Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir .
Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah
berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan .
Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam‟un Ghozi AS, beliau
adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi .
Dikisahkan Nabi Sam‟un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan
Allah Subhanahu wa Ta‟ala . Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam‟un dipergunakan
untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil .
Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam‟un. Berbagai upaya
pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah,
barang siapa yang dapat menangkap Sam‟un Ghozi, akan
mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah .
Singkat cerita Nabi Sam‟un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan
cintanya kepada isterinya, nabi Sam‟un berkata kepada isterinya,
” Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan
potongan rambutku . ”
Akhirnya Nabi Sam‟um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke
hadapan sang raja .
Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.
Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam‟un Ghozi AS berdoa kepada
Allah Subhanahu wa Ta‟ala .
Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas
kebesaran Allah. Do‟a Nabi Sam‟un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh
masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya .
Kemudian nabi bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala, akan menebus semua dosa-
dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000
bulan tanpa henti . Semua itu atas Hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta‟ala .
Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam‟un Ghozi AS yang berjuang
fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata :
” Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam‟un Ghozi AS . Kemudian
Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam, diam sejenak .
Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan
Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan .
Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad shallallahu „alaihi
wasallam tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya,
” Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah ? ”
Rasullah menjawab, ” Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia
dikumpulkan di mahsyar . Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-
masing, masuk ke dalam surga .
Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut
satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam‟un . ”
Demikian kisah Nabi Sam‟un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan
Samson atau Simson .
Semoga dari kisah ini, dapat kita petik sebuah pelajaran di dalamnya .
Wassalam . ( ^ _ ^ )/
5. Kisah Nabi Ilyas as dan Orang Buta

Kisah hikmah dari dialog antara seorang Nabi mulia Ilyas as dengan seorang yg buta matanya. Kisah
ini diungkapkan oleh seorang Nabi mulia yg lain yg datang berabad-abad setelahnya, yaitu Isa as
kepada para sahabat beliau. Berikut dibawah ini uraian-uraian dari Sang Ruhullah :
Seorang yg hidup di sebuah kota, itu harus laksana seorang prajurit yg kotanya sedang dikepung
musuh, ia harus menangkis setiap serangan dari luar dan harus mengkhawatirkan munculnya
pengkhianatan-pengkhianatan dari dalam kota itu sendiri.
Demikianlah, ia wajib menahan setiap serangan dari luar berupa dosa, dan ia harus waspada
terhadap perasaan-perasaan yg muncul dari dalam dirinya karena perasaan-perasaan tsb
mempunyai kegandrungan yg sangat besar kepada segala kekotoran.
Akan tetapi, bagaimana ia dapat menjaga dirinya apabila ia tidak dapat menjaga matanya, yg
merupakan pangkal dari segala kejahatan badaniah .
Demi Allah, aku yg berdiri di hadhirat-Nya, bahwa seorang yg badannya tidak memiliki dua mata
akan lebih selamat dari azab kecuali hingga tingkat ke-tiga, tetapi seorang yg memiliki kedua mata
bisa ditimpa azab hingga tingkat yg ke-tujuh .
Pernah terjadi di zaman Nabi Ilyas as, ketika Ilyas telah melihat seorang shalih yg buta dimana ia
sedang menangis. Maka ditanyalah ia oleh Ilyas: “Mengapa engkau menangis wahai saudara?”. Si
buta menjawab: “Aku menangis karena aku tidak dapat melihat Nabi Ilyas, Kudus Allah itu …”
Maka ditegurlah ia oleh Ilyas, katanya: “Hentikanlah tangisanmu wahai lelaki, karena engkau dengan
tangisanmu telah berbuat dosa!”. Si buta itu berkata: “Wahai katakanlah kepadaku, apakah melihat
seorang Nabi Allah yg telah membangkitkan orang yg mati dan menurunkan api dari langit itu suatu
dosa?”
Ilyas menjawab: “Engkau tidak berkata benar wahai saudara, karena Ilyas sama sekali tidak bisa
melakukan sesuatu apa pun seperti yg engkau ungkapkan tadi. Karena ia seorang yg seperti engkau
juga, bahkan seluruh penduduk bumi ini tidak mampu untuk menciptakan seekor lalat pun.”
Si buta menjawab: “Engkau mengatakan demikian wahai lelaki, karena barangkali engkau pernah
ditegur oleh Ilyas atas sebagian dari dosa-dosamu, karena itu engkau membencinya!”
Ilyas menjawab: “Semoga engkau telah bertutur benar, karena apabila aku membenci Ilyas wahai
saudara, niscaya aku akan bertambah dalam mencintai Allah, dan setiap aku bertambah benci
kepada Ilyas, bertambahlah cintaku kepada Allah …”
Kemudian marahlah si buta itu dengan sangatnya, katanya: “Demi Allah engkau seorang yg durhaka!,
dapatkah seseorang mencintai Allah tetapi membenci Nabi-Nya? Pergilah dari sini, karena aku tidak
sudi lagi mendengarkan omonganmu.”
Ilyas menjawab: “Wahai saudaraku, sesungguhnya kini engkau telah melihat dengan fikiranmu,
betapa besarnya bahaya penglihatan badan itu, karena engkau menginginkan cahaya untuk melihat
Ilyas sementara engkau membenci Ilyas dengan jiwamu”
Si buta menjawab: “Wahai, enyahlah!, karena engkau ini seorang setan yg menghendaki agar aku
berdosa kepada Kudus Allah!”
Kemudian Ilyas menarik nafas, kemudian ia bertutur dengan air mata yg berlinang: “Sesungguhnya
engkau telah bertutur benar wahai saudara, karena tubuhku ini yg engkau ingin melihatnya telah
memisahkanku dari Allah.”
Si buta menjawab: “Sungguh aku tidak ingin melihatmu, bahkan andai aku memiliki dua mata pun,
akan kupejamkan keduanya agar tidak melihatmu!”
Ketika itu Ilyas mengatakan: “Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa sebenarnya aku ini adalah Ilyas”.
Si buta menjawab: “Sungguh engkau telah berkata tidak benar!”
Di waktu itu berkatalah murid-murid Ilyas: “Wahai saudara, sungguh ia ini adalah Nabi Allah Ilyas
sendiri.”
Maka si buta berkata: “Jika ia betul Nabi Ilyas, maka hendaklah ia terangkan kepadaku, dari
keturunan siapakah aku ini? Dan, bagaimana sampai aku bisa menjadi buta?”
Ilyas menjawab: “Engkau adalah dari keturunan Levi (ket:salah seorang dari putra Nabi mulia Ya’qub
as), dan tentang butamu, ketika engkau berada di dalam rumah peribadatan Allah, dekat dengan yg
Maha Kudus, engkau telah memandang kepada seorang perempuan dengan syahwat, maka Rabb
kita telah menghilangkan penglihatanmu .”
Maka menangislah si buta itu dan berkata: “Ampunilah aku yaa Nabi Allah yang suci, karena aku
telah bersalah dalam pembicaraan tadi, dan andaikata aku dapat melihatmu niscaya aku tidak
berbuat kesalahan seperti tadi.”
Ilyas menjawab: “Semoga Rabb kita mengampuni engkau wahai saudara. Karena aku mengetahui
bahwa engkau telah bertutur benar tentang apa yg menyangkut diriku. Oleh karena, kian aku
membenci diriku kian aku bertambah kecintaan kepada Allah. Dan jika engkau melihat aku, niscaya
padamlah keinginanmu yg tidak diridhai Allah itu. Karena Ilyas bukanlah yg menciptakanmu, tetapi
Allah-lah yg menciptamu .”
Kemudian Ilyas menyambung uraiannya sambil menangis: “Sungguh aku ini adalah seorang setan
terhadap yang menyangkut dirimu, karena aku telah memalingkan engkau dari Pencipta-mu. Jika
demikian, maka menangislah wahai saudara, karena tiada cahaya bagimu yg memperlihatkan
kepada engkau antara Kebenaran dengan kebathilan. Andaikan ada cahaya itu padamu, niscaya
engkau tidak akan meremehkan ajaranku. Dari itu kukatakan kepadamu, bahwa banyak yg ingin
melihatku, dan mereka datang dari tempat yg jauh untuk sekedar melihatku, sementara mereka
melalaikan nasihat-nasihatku. Karenanya, demi keselamatan mereka, lebih baik mereka tidak
mempunyai mata. Karena, barangsiapa merasa senang dengan suatu makhluk, apapun ia itu,
sementara ia tidak bersungguh-sungguh dalam mencari kepuasan bersama Allah, maka ia adalah
orang yg telah membuat berhala dalam hatinya dan telah meninggalkan Allah.”
Kemudian Nabi mulia Isa as sambil bernafas panjang berkata: “Sudahkah kalian memahami segala
apa yang dikatakan Ilyas?”
Para murid menjawab: “Sungguh kami telah memahami, dan kami heran setelah mengetahui bahwa
di bumi ini tiada yg tidak menyembah berhala kecuali sedikit saja.”
Di kutip dari Injil Barnabas, Fasal 116-117, yang di kisahkan kembali oleh Zam Zam

6. Nabi Yushwa' bin Nun
Siapakah Nabi Yushwa' bin Nun. Seorang Nabi diantara nabi-nabi yang nama dan kisah
hidupnya tidak disebut dalam Al-Quran. Kisah Nabi Yushwa', selepas kewafatan Nabi Musa
as dan Nabi Harun, dakwah kepada Bani Israel di padang Tieh telah dipimpin oleh Nabi
Yushwa' as bin Nun bin Ifra'him bin Yusof bin Yaakub bin Ishak bin Ibrahim as.
Yushwa' bin Nun juga selalu disebut dengan nama Nabi Yasyu' yang mempunyai pertalian
dari Puak Afrathim, salah satu puak daripada 12 Puak dalam Bani Israel.

Misi Mencari Nabi Khidir
Kisah Nabi Yushwa'. Sebelum menjadi Nabi, beliau antara sahabat Nabi Musa yang
dipercayai dan pernah mengembara bersama Nabi Musa dalam Misi mencari Nabi Khidir.
Setelah menjadi Nabi, Yasyu' menyambung tugasan Nabi Musa as, mengecilkan bilangan
keanggotaan tenteranya bagi satu kumpulan dan melatih pemuda-pemuda berumur 20 tahun
ke atas supaya mahir menunggang unta dan bermain senjata. Siapakah Nabi Yushwa' bin
Nun, Kisah nabi yang tidak diceritakan dalam Al-Quran., sepertimana Kisah Mimpi Raja
Nebuchadnezzar dan Nabi Daniel.

Nabi Yushwa' Menawan Baitul Maqdis Jurusalem
Di bawah pimpinan Nabi Yushwa', jumlah seramai 600 ribu anggota tentera yang gagah
perkasa. Kesetiaan 600 ribu bala tentera tidak berbelah bagi. Mereka dipimpin oleh pemimpin
yang sangat dipercayai, tinggi ketaqwaannya, membenci rasuah dan tidak mengkhianati
saudara sendiri. Nabi Yushwa' seorang pemimpin yang dihormati. Bersama bala tentera,
beliau bergerak ke Kanaan melintasi sungai Jordan, menyerang, memusnah dan berkumpul
seketika di Bandar Jereicho yang dikenali sebagai Ariha. Serangan tubi angkatan perang
Bani Israel ke atas tentera Kaum Jabbarin iaitu etnik Heets, Faazar dan Kanaan diteruskan
tanpa mempedulikan gangguan Wabak Epidemik dan Godaan Pelacur Cantik, akhirnya
membuahkan kejayaan buat bala tentera Nabi Yushwa'

Hari Jumaat Menjadi Panjang
Pada zaman Nabi Yushwa' Hari Sabtu adalah hari diharamkan Perang. Pada petang Hari
Jumaat Menjadi Panjang, dengan kekuasaan Allah, Waktu Menjadi Perlahan hingga
Nabi Yushwa' dan tenteranya berjaya menawan Jurusalem sebelum terbenamnya matahari.
Bala tentera Nabi Yushwa' dengan bantuan Kalik bin Yofane telah menawan Baitul Maqdis.
Sampailah matlamat Bani Israel untuk mendiami tanah moyangnya, hakmilik keturunan Nabi
Yaakub as setelah hampir 500 tahun ditindas, dibunuh dan terbuang hingga menumpang di
negara jiran.

باوـصـلاب
ُ
ملعأ او
Wallahu‟alam bissawab - Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya - Allah knows the
right

7. Kisah Nabi Musa dengan 'Auj Bin Unuq sang gergasi gagah


'Auj bin Unuq adalah manusia yang berumur sehingga 4,500 tahun. Tinggi tubuh badannya di waktu
berdiri adalah seperti ketinggian air yang dapat menenggelamkan negeri pada zaman Nabi Nuh a.s.

Ketinggian air tersebut tidak dapat melebihi lututnya. Ada yang mengatakan bahawa dia tinggal di
gunung. Apabila dia merasa lapar, dia akan menghulurkan tangannya ke dasar laut untuk
menangkap ikan kemudian memanggangnya dengan panas matahari.

Apabila dia marah atas sesebuah negeri, maka dia akan mengencingi negeri tersebut hinggalah
penduduk negeri itu tenggelam di dalam air kencingnya.

Apabila Nabi Musa bersama kaumnya tersesat di kebun teh, maka 'Auj bermaksud untuk
membinasakan Nabi Musa bersama kaumnya itu.

Kemudian 'Auj datang untuk memeriksa tempat kediaman askar Nabi Musa a.s., maka dia mendapati
beberapa tempat kediaman askar Nabi Musa itu tidak jauh dari tempatnya.

Kemudian dia mencabut gunung-gunung yang ada di sekitarnya dan diletakkan di atas kepalanya
supaya mudah untuk dicampakkan kepada askar-askar Nabi Musa a.s.

Sebelum sempat 'Auj mencampakkan gunung-gunung yang dijunjung di atas kepalanya kepada
askar-askar Nabi Musa a.s, Allah telah mengutuskan burung hud-hud dengan membawa batu berlian
dan meletakkannya di atas gunung yang dijunjung oleh 'Auj.Dengan kekuasaan Allah, berlian
tersebut menembusi gunung yang dijunjung oleh 'Auj sehinggalah sampai ke tengkuknya.

'Auj tidak sanggup menghilangkan berlian itu, akhirnya 'Auj binasa disebabkan batu berlian itu.

Dikatakan bahawa ketinggian Nabi Musa a.s adalah empat puluh hasta dan panjang tongkatnya juga
empat puluh hasta. Baginda memukulkan tongkatnya kepada 'Auj tepat mengenai mata dan
kakinya. Ketika itu jatuhlah 'Auj dengan kehendak Allah S.W.T dan akhirnya tidak dapat lari daripada
kematian sekalipun badannya tinggi serta memiliki kekuatan yang hebat.
8. Kisah Mimpi Raja Nebuchadnezzar dan Nabi Daniel

Kisah Mimpi Raja Nebuchadnezzar dan Nabi Daniel. Dalam satu riwayat mengatakan
bahawa pada satu ketika raja Nebuchadnezzar telah bermimpi sesuatu yang menakutkan
sehingga dia telah meminta para ahli nujum untuk menafsirkan mimpinya namun dia sendiri
tidak tahu apa yang dimimpikan olehnya. Raja Nebuchadnezzar mengancam untuk
menjatuhkan hukuman bunuh kepada para ahli nujum sekiranya mereka tidak dapat
menafsirkan mimpinya sehinggalah salah seorang daripada tawanan penjara memberitahu
raja bahawa Nabi Daniel boleh menafsirkan mimpi raja itu.

Pada ketika itu Nabi Daniel dalam tahanan penjara, Nabi Daniel bersama-sama rakannya
tidak menjamah sedikit pun makanan yang diberikan oleh tentera Babylon sebaliknya hanya
makan sayur dan minum air sahaja. Nabi Daniel telah menafsirkan mimpi raja itu mengenai
sebuah patung besar yang mana setiap bentuk pada tubuh patung itu adalah daripada pelbagai
logam iaitu kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya
dari tembaga sedang pehanya dari besi dengan kakinya sebahagian daripada besi dan
sebahagian lagi dari tanah liat.

Demi menghargai bantuan Nabi Daniel, Maka selepas itu, Nabi Daniel telah dilantik oleh
Raja Nebuchadnezzar itu untuk menjadi orang kanannya kerana raja itu kagum dengan
kehebatan Nabi Daniel, namun para menteri yang lain berasa cemburu lalu mereka telah
mengadakan pelbagai cara untuk membunuh Nabi Daniel. Digalilah sebuah lubang besar,
kemudian Nabi Daniel dimasukkan ke dalamnya bersama-sama dengan binatang-binatang
buas dan berbisa. Namun, setelah beberapa hari lamanya Nabi Daniel berada di lubang
tersebut, Nebuchadnezzar mendapatkan Nabi Daniel dalam keadaan sihat serta tidak luka
sedikitpun.

Para menteri itu terus membuat perancangan untuk membunuh Nabi Daniel sehinggakan
mereka telah menghasut raja Nebuchadnezzar bahawa Nabi Daniel telah "buang air"
terhadap raja itu ketika sedang tidur. Raja yang mendengar hasutan itu berasa geram lalu
Nabi Daniel telah dipanggil oleh raja terbabit untuk tidur dibiliknya. Nebuchadnezzar telah
memberitahu pengawalnya sekiranya terdapat orang yang ingin masuk ke biliknya walaupun
dia mengaku sebagai raja, pengawal itu perlu membunuh orang itu. Nabi Daniel tidak keluar
daripada bilik itu sebaliknya raja itu yang keluar kerana hendak membuang air sehinggakan
pengawal yang berkawal itu tidak percaya sedikitpun kepada Nebuchadnezzar walaupun dia
memberitahu dia adalah raja. Akhirnya dia telah dibunuh oleh pengawalnya sendiri.
Begitulah Allah S.W.T. hendak menyelamatkan nabi-Nya daripada kezaliman
Nebuchadnezzar.

Kisah Mimpi Raja Nebuchadnezzar dan Nabi Daniel ini diambil dari pelbagai sumber di
internet dan tidak pasti mengenai kesahihan kisah ini. Namun saya agak kurang jelas pada
hasutan menteri "mereka telah menghasut raja Nebuchadnezzar bahawa Nabi Daniel telah
"buang air" terhadap raja itu ketika sedang tidur." Jika sesiapa ada penerangan lanjut, harap
dapat dikongsi bersama di Kisah Mimpi Raja Nebuchadnezzar dan Nabi Daniel.
9. Kisah Nabi Muhammad dicaci maki seorang nenek

Berikut adalah kisah mengenai Nabi Muhammad SAW dan seorang nenek. Beliau dicaci
maki oleh seorang nenek, akan tetapi beliau tetap sabar dan begitu senyum terus megembang
dibibirnya. Berikut kisahnya

Di atas padang pasir yang tandus seorang perempuan berusia nenek-nenek tampak sedang berjalan
sendirian. Beban berat tergambar jelas di pundaknya. Sengatan matahari gurun dan barang bawaan
yang ia pikul cukup membuat lutut rentanya lemas kepayahan.

Namun, kondisi ini tak berlangsung lama. Pucuk dicinta ulam tiba. Seorang pria muda baik hati
segera menghampiri dan menawarkan bantuan. Perempuan tua itu pun menyambut tawaran
dengan perasaan senang.
Sepanjang perjalanan pria itu dihujani ceramah. Si nenek rupanya sangat gemar berbicara. Si nenek
berbicara tentang penolakkanya terhadap dakwah Rasulullah. Dia mewanti-wanti siapapun untuk
tidak mengikuti jalannya, bahkan membahasnya sekalipun.

”Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun soal Muhammad!” ujarnya.
Si anak muda hanya tersenyum diam tanpa menyela pembicaraan. Dengan setia, ia mendengarkan
perempuan tua itu bertubi-tubi mencaci-maki Rasulullah. Menurut dia, Muhammad adalah pribadi
yang amat menjengkelkan. Tidak pantas keturunan suku terhormat seperti Muhammad menyulut
permusuhan.

Si nenek terus mengomel. Dia katakan, Muhammad sudah menyesatkan banyak orang, terutama
orang-orang fakir dan kalangan budak. Kaum lemah ini diperdaya oleh ajaran-ajaran palsu yang
seolah menjaminkan kebahagiaan.
”Jadi anak muda, jangan sekali-kali berbicara soal Muhammad!”

Tanpa terasa tujuan perjalanan si nenek akhirnya sampai. Si nenek sekali lagi menampakkan rasa
senang dan syukur atas bantuan pria muda itu. ”Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi
Muhammad!” tambahnya.

Sebelum berpisah, si nenek menanyakan perihal nama laki-laki murah hati yang tulus menolongnya
itu.
”Maaf, siapa namamu?”

”Muhammad.”

”Siapa?”

”Muhammad.”

Si nenek terpaku sejenak hingga akhirnya memutuskan masuk Islam.

10. Cerita Nabi Muhammad dan Kucing peliharaan

Cerita nabi adalah cerita yang berisi kisah kisah nabi jaman dahulu. Cerita nabi harus
kita baca dengan hikmat karena cerita cerita nabi biasanya berisi kisah kisah yang
memberikan tauladan pada kehidupan kita. Pada kesempatan ini kami akan sajikan cerita
kehidupan nabi besar kita nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad adalah nabi yang sangat terkenal dengan kesabarannya. Berikut kami
sajikan cerita nabi Muhammad dengan kucing peliharaannya. Selamat mengikuti:
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi
nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza
sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan
kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebgai
balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing
itu.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong
mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah, ia selalu
mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti
lantunan suara adzan. Bahkan kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi
kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist
shahih Al bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan
kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun
menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Beberapa diantara orang terdekat nabi juga memelihara kucing. Aisyah binti abubakar
shiddiq, istri nabi amat menyayangi kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal
pergi oleh si kucing. Abdurrahman bin sakhr al Azdi. diberi julukan Abu huruyrah (bapak
para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing
jantan dirumahnya.”
Demikianlah cerita kita hari ini. Semoga cerita nabi Muhammad dan kucing di atas bisa
menjadi tauladan bagi kita untuk selalu menyayangi sesama makhluk termasuk menyayangi
kucing
11. Kisah Rasulullah Mencoret Tujuh Kata
Sepotong sejarah penting dari banyak kisah perjalanan Islam periode awal adalah perjanjian
hudaibiyah. Peristiwa ini tidak hanya menggambarkan ketegangan militer antara umat Islam
dan musyrikin Quraisy tapi juga jejak diplomasi Rasulullah SAW.

Kesepakatan yang juga dikenal dengan sebutan ”shulhul hudaibiyah” tersebut bermula dari
rencana sekitar 1400 pengikut Rasulullah untuk menunaikan ibadah haji. Kaum musyirikin
tidak rela. Mereka berupaya menghalangi pintu masuk kota Makkah dengan kekuatan militer
yang cukup besar.
Rasulullah yang tidak menginginkan peperangan pun lantas mengambil jalur perundingan.
Hasilnya, pada bulan Maret 628 M atau Dzulqaidah 6 H, perjanjian hudaibiyah diputuskan,
di antaranya menyepakati adanya gencatan senjata dan kesempatan beribadah umat Islam di
Makkah.

Hanya saja, perundingan ini sempat berlangsung alot dan cenderung merugikan umat Islam.
Contohnya, muncul penolakan-penolakan terkait dengan sebagian redaksi pembuka
perjanjian yang diusulkan Rasulullah, sebagaimana diterangkan dalam kitab Hayatus
Shahabat.
”Tulislah bismillahirrahmanirrahim (atas nama Allah yang maha rahman lagi maha rahim),”
perintah Nabi kepada juru tulisnya, Ali bin Abi Thalib.
”Ar-Rahman? Aku tak mengenal dia,” sahut perwakilan musyrikin Quraisy, Suhail bin Amr,
memberontak. ”Tulis saja bismika allahumma seperti biasanya!”
Umat Islam yang mengikuti proses perundingan tidak terima dengan protes ini. Mereka
mengotot akan tetap mencantumkan lima kata yang sangat dihormati itu (bi, ism, allah, ar-
rahman, ar-rahim).
”Tulis saja bismika allahumma,” Nabi menenangkan.
Nabi kemudian menyambung, ”Tulis lagi, hadza ma qadla ’alaih muhammad rasulullah
(Inilah ketetapan Muhammad rasulullah).”
”Sumpah, seandainya kami mengakui Engkau adalah rasulullah (utusan Allah), kami tak
akan menghalangimu mengunjungi Ka‟bah. Jadi tulis saja Muhammad bin Abdullah,” Suhail
kembali memprotes.
”Sungguh aku adalah rasulullah meskipun Kalian mengingkarinya.” Akhirnya Nabi
mengabulkan tuntutan musyrikin Quraisy untuk mencoret dua kata lagi, rasul dan allah.
”Tulislah Muhammad bin Abdullah saja,” pintanya kemudian.
Menghindari pertikaian dan pertumpahan darah adalah sikap yang dijunjung tinggi
Rasulullah. Perdamaian menjadi prioritas tujuan, meski isi kesapakatan "mengurangi"
kebesaran nama agama pada tataran simbolis.
Penggalan sejarah ini megingatkan kita pada sejarah penyusunan asas Pancasila. Demi
persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia, Piagam Jakarta yang memuat butir sila pertama
”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
akhirnya diubah. Mayoritas ulama dan umat Islam Tanah Air menyepakati pencoretan tujuh
kata dalam butir itu sehingga menjadi ”Ketuhanan Yang Maha Esa”
11. Kisah bidadari syurga yang memandikan mayat ibu Nabi Isa
Nabi Isa adalah nabi yang dilahirkan tanpa ayah dengan izin Allah dan Maryam adalah ibu yang telah
melahirkan, menjaga dan mendidik Nabi Isa dengan penuh kasih sayang.

Suatu hari Nabi Isa telah berkata kepada ibunya, “Sesungguhnya dunia ini adalah kampung yang
akan musnah dan sesungguhnya akhirat itu adalah kampung yang kekal, oleh itu, marilah ibu
bersama saya”. Setelah berkata demikian, maka berangkatlah mereka menuju ke gunungLubnan.
Apabila sampai di gunung tersebut, maka Nabi Isa dan ibunya berpuasa di siang hari dan mendirikan
solat di malam hari.
Makanan mereka terdiri daripada pohon kayu dan meminum air hujan sahaja.

Setelah sekian lama Nabi Isa dan ibunya tinggal di gunung tersebut, maka suatu hari Nabi Isa turun
dari gunung tersebut untuk mencari daun kayu untuk mereka berdua berbuka puasa. Setelah Nabi
Isa turun ke bawah, datanglah malaikat menghampiri Maryam dan berkata, “Assalamualaiki ya
Maryam, orang yang sangat patuh mengerjakan puasa pada siang hari dan mengerjakan solat pada
malam hari”.

Sebaik saja Maryam melihat orang yang memberi salam itu, maka Maryam berkata, “Siapakah kamu
ini? Badan dan seluruh anggotaku menggeletar dan berasa takut mendengar suaramu”.
Malaikat tersebut menjawab, “Aku adalah malaikat yang tidak mempunyai belas kasihan kepada
sesiapa pun baik anak kecil, orang tua atau sebagainya sebab aku adalah malaikat pencabut nyawa
(Izrail)”.

Mendengar penjelasan malaikat maut, maka Maryam bertanya,
“Wahai malaikat maut, apakah tujuan kamu ke sini?
Adakah kamu mahu menziarahi aku atau pun mencabut nyawaku?”
Izrail menjawab, “Wahai Maryam, kedatanganku adalah untuk mencabut rohmu”.
Maryam yang mengetahui ajalnya sudah hampir berkata lagi, “Wahai malaikat maut, apakah kamu
tidak mahu memberikan peluang sehingga anakku yang menjadi penawar mengubati kerisauan
hatiku?”

Malaikat maut memperjelaskan perintah Allah yang memerintahkannya untuk menjemput roh
Maryam dan beliau tak dapat mengsia-siakan walau satu saat, mendengar penjelasan Izrail, dengan
hati yang ikhlas, Maryam berkata, “Wahai malaikat maut, kamu telah menerima perintah Allah, oleh
itu laksanakanlah perintah itu dengan segera.”
Izrail segera mendekati Maryam dan mencabut rohnya.

Selesai waktu Isyak yang akhir, Nabi Isa pulang dengan mendaki gunung tersebut dan membawa
bekalan berbuka puasa.
Beliau melihat ibunya sedang berada di tempat solat dan menyangka bahawa ibunya sedang
sembahyang. Beliau meletakkan bekalan makanan untuk berbuka puasa dekat dengan ibunya lalu
beliau berdiri menghadap kiblat.
Setelah sekian lama, beliau memanggil ibunya untuk berbuka puasa dan mengerjakan ibadah tanda
syukur kepada Allah, namun beliau melihat tak sedikit pun makanan terusik oleh ibunya walau dua
pertiga malam telah berlalu.

Nabi Isa memanggil lagi ibunya, “Assalamualaiki ya Ummaahu”.
Oleh kerana fajar telah menjelma dan ibunya tidak lagi bangun, maka beliau menghampiri ibunya
dan meletakkan pipinya pada pipi ibunya lalu menciumnya sambil menangis dan berkata,
“Assalamualaiki ya Ummaahu.
Malam telah berlalu dan fajar telah menjelma, ini adalah masa untuk menunaikan fardhu yang telah
diwajibkan oleh Allah”.

Setelah Nabi Isa berkata demikian, maka menangislah para malaikat dan para jin yang berada di
sekitarnya dan bergoncanglah gunung di bawahnya.
Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat,
“Apakah yang menyebabkan kamu semua menangis?”
Para malaikat berkata,
“Tuhan kami, Engkau Maha Mengetahui”.
Setelah itu tiba-tiba kedengaran satu suara berbunyi,
“Wahai Isa, angkatlah kepalamu itu, sesungguhnya ibumu telah meninggal dunia dan Allah telah
melipatgandakan pahalamu”.

Sebaik sahaja Nabi Isa mendengar suara tersebut, maka beliau sambil menangis berkata,
“Siapakah yang akan menjadi temanku tatkala aku sunyi dan di kala aku menangis?
Siapakah yang dapat aku ajak berkata-kata dan siapakah yang dapat membantu aku dalam
ibadahku?” Kemudian Allah mewahyukan kepada gunung yang bermaksud,
“Wahai gunung, nasihatilah Ruh-Ku (Isa A.S.)”.

Berkata-katalah gunung tersebut dengan izin Allah, “Wahai Ruh Allah, apakah erti kesusahanmu itu,
ataukah kamu mahu Allah sebagai pendampingmu yang menggembirakan?”
Setelah mendengar nasihat gunung, lalu Nabi Isa turun ke sebuah desa tempat tinggal Bani Israil dan
meminta pertolongan mereka untuk menguruskan jenazah ibunya.
Namun mereka tak mahu menolong Nabi Isa kerana takut pada ular-ular besar yang ada di gunung
tersebut.

Nabi Isa dengan perasaan hampa naik kembali ke gunung dan beliau melihat dua orang pemuda
yang sangat kacak rupa parasnya lalu beliau memberi salam dan meminta pertolongan mereka
untuk memakamkan jenazah ibunya.
Lalu berkata salah seorang dari pemuda itu, “Aku ini sebenarnya adalah malaikat Mikail dan
sahabatku ini adalah malaikat Jibril.
Aku ada membawa ubat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu dan para bidadari jelita sekarang
sedang turun dari syurga untuk memandikan dan mengkafankan ibumu”.

Setelah itu, malaikat Jibril pun menggali kubur di atas gunung. Selesai sahaja kerja memandi dan
mengkafankan dilakukan oleh para bidadari syurga, mereka menyembahyangkan jenazah Maryam
dan mengebumikannya. Lalu Nabi Isa berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau
mengetahui tempatku dan Engkau mendengar kata-kataku dan tidak sedikit pun urusanku yang
tersembunyi dariMu. Ibuku telah meninggal dunia sedang aku tidak menyaksikannya sewaktu dia
wafat. Oleh itu izinkanlah dia berkata sesuatu kepadaku”.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Isa, “Sesungguhnya aku telah memberi izin kepadanya”.
Nabi Isa lalu pergi ke kubur ibunya dan berkata, “Assalamualaiki ya ibu, bagaimanakah dengan
tempat pembaringanmu dan tempat kembalimu dan bagaimanakah pula kedatangan Tuhanmu?”
Dengan izin Allah Maryam berkata, “Tempat pembaringanku dan tempat kembaliku adalah sebaik-
baik tempat, sedang aku mengadap kepada Tuhanku, aku tahu bahawa Dia telah menerimaku
dengan rela”.

Berkata Nabi Isa lagi, “Wahai ibu, bagaimanakah rasa sakitnya mati?”
Ibunya menjawab, “Demi Allah yang telah mengutuskanmu sebagai nabi dengan sebenar-benarnya,
belum hilang lagi rasa pedihnya mati, demikian juga dengan rupa malaikat maut yang belum hilang
dari pandangan mataku.
Alaikas salam wahai kasih sayangku sampai hari kiamat“.

WALLAHU A'LAM
12. Kisah Nabi Muhammad SAW Dengan Seorang Yahudi

Utbah bin Abi Mu`id (kafir Quraisy ) membawa sekantung kotoran unta yang telah tersimpan
selama tiga hari tiga malam lalu mengangkatnya tepat di atas kepala Nabi SAW dan
merobeknya sehingga mengotori kepala dan wajah Nabi SAW.

Suatu ketika orang-orang kafir Quraisy menyewa seorang Yahudi untuk menyakiti Nabi. Di
lorong yang biasa di lewati Nabi SAW untuk menuju Ka`bah, orang Yahudi itu berdiri untuk
menunggu Nabi SAW. Di saat Nabi lewat, dia memanggil Nabi.

Beliau pun menengok, karena beliau tidak pernah mengecewakan siapa pun yang
memanggilnya. Di saat itulah Yahudi tadi meludahi wajah Rasulullah SAW.
Nabi tidak sedikit pun marah atau menghardik Yahudi itu.
Keesokan harinya, Nabi kembali berjalan di tempat yang sama. Tidak sedikit pun beliau
merasa dendam atau berusaha untuk menjauhi jalan tersebut. Sesampainya di tempat yang
sama, Nabi pun kembali dipanggil dan diludahi seperti sebelumnya.

Demikianlah kejadian itu terus berulang selama beberapa hari hingga pada suatu hari Nabi
tidak mendapati lagi orang yang meludahinya selama itu. Nabi pun bertanya dalam hatinya,
“Ke mana gerangan orang yang selalu meludahiku?”
Setelah menanyakannya, tahulah Nabi bahwa orang tersebut jatuh sakit.
Nabi pun pulang ke rumah untuk mengambil makanan yang ada dan tak lupa pula mampir ke
pasar, membeli buah-buahan, untuk menjenguk Yahudi yang tengah sakit itu.
Sesampainya di rumah si Yahudi, Nabi mengetuk pintu.
Dari dalam rumah, terdengar suara lirih Yahudi yang tengah sakit mendekati pintu sembari
bertanya, “Siapa yang datang?”
“Saya, Muhammad,” jawab Nabi SAW.
“Muhammad siapa?” terdengar suara Yahudi itu kembali bertanya.
“Muhammad Rasulullah,” jawab Nabi lagi.
Setelah pintu dibuka, alangkah terkejutnya si Yahudi, menyaksikan sosok yang datang adalah
orang yang selama itu disakitinya dan diludahi wajahnya.
“Untuk apa engkau datang kemari?” tanya Yahudi itu lagi.
“Aku datang untuk menjengukmu, wahai saudaraku, karena aku mendengar engkau jatuh
sakit,” jawab Nabi SAW dengan suara yang lembut.

“Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa sejak aku jatuh sakit, belum ada seorang pun datang
menjengukku, bahkan Abu Jahal sekalipun, yang telah menyewaku untuk menyakitimu,
padahal aku telah beberapa kali mengutus orang kepadanya agar ia segera datang
memberikan sesuatu kepadaku. Namun engkau, yang telah aku sakiti selama ini dan aku
ludahi berkali-kali, justru engkau yang pertama kali datang menjengukku,” kata Yahudi itu
dengan nada terharu.

Keagungan akhlaq Nabi SAW telah meluluhkan hatinya. Ia pun memeluk Nabi dan
menyatakan dirinya masuk Islam.

13. 7 Hewan Unik Berkaitan Dengan Kisah Nabi

7 Hewan unik berkaitan dengan kisah nabi - Keberadaan hewan dimuka bumi ini
diketahui telah ada, bahkan sebelum manusia diciptakan. sehingga tak heran bila hewan
termasuk makhluk paling tua di dunia ini. Bahkan di zaman Nabi banyak juga hewan yang
terkait dalam kisah-kisah Nabi, seperti hewan-hewan berikut ini.

1. Ikan Paus dalam kisah Nabi Yunus. as

Dalam kisahnya, Nabi Yunus. as adalah
salah seorang dari Nabi-nabi Ilahi yang pernah mengalami putus asa karena dakwahnya yang
terus-menerus, bahkan bertahun tahun itu ditolak oleh warga Ninawa, Iraq. Hingga ia
akhirnya naik kapal laut dan dimakan oleh seekor ikan yang bernama ikan Nun (sejenis ikan
paus besar). Dengan kekuasaan Ilahi, seekor ikan besar itu membuka mulutnya dan menelan
Nabi Yunus.

Selama 40 hari, Nabi Yunus. as terkurung di perut ikan paus tersebut tanpa dikunyah
olehnya. Naum sang Nabi menyadari bahwa ini adalah balasan perbuatan kepada beliau yang
melepaskan tugas yang diembannya tanpa seizin Allah. SWT. Ikan Nun (ikan paus besar)
merupakan penghuni lautan terbesar, dan jenis ikan paus yang dikenal sebagai Ikan paus biru
mempunyai berat lebih dari 150 ribu kilogram yang memiliki ukuran tubuh dengan panjang
30 meter.

Ukuran ikan paus ini dapat diperkirakan dengan bangunan bertingkat lima, sementara
beratnya sama dengan berat 25 sampai 30 ekor gajah, sehingga tak heran bila hewan ini dapat
melahap sebuah perahu besar. Ikan paus menggunakan hidungnya hanya untuk bernafas dan
ikan paus melepaskan udara dari dalam paru-parunya dengan menyemburkan air dari lubang
yang ada di atas kepalanya tersebut. Karena udara ini mengandung uap air dan suhunya lebih
panas daripada udara luar, semburan paus tersebut tampak sebagai air dari kejauhan..

2. Laba-laba dalam kisah Nabi Muhammad. SAW

Pada saat kaum kafir Quraisy melakukan
segala upaya untuk mengejar dan menemukan Rasulullah SAW dengan iming-iming 100
ekor unta bagi siapa saja yang berhasil membunuh Rasulullah SAW dalam hijrahnya ke kota
Madinah. Muncullah kisah menakjubkan di sebuah gua bukit Tsur. Ternyata Allah SWT telah
mengutus laba-laba kecil untuk hinggap di mulut Gua dan membuat jaring yang sempurna
untuk menutupi mulut Gua Tsur tersebut, sehingga seperti sarang laba-laba yang sudah cukup
lama dibuat.

Jaring laba-laba tersebut berhasil mengelabui para kaum kafir Quraisy untuk tidak memasuki
Gua tempat persembunyian Rasulullah SAW. Dan ternyata, jaring sutra laba-laba dikenal
karena kekuatan dan keelastisitasannya, hingga bisa menghentikan sebuah pesawat Boeing
747 mati di udara. Bahkan jaring laba-laba diyakini lebih kuat daripada baja, sehingga
menginspirasi para militer Amerika Serikat untuk membuat jaket anti peluru yang dibuat dari
pintalan jaring laba-laba. Sementara itu, laba-laba penenun di daerah tropis diketahui mampu
memintal jaring yang melintang melebihi 18 kaki atau sama dengan 5, 49 meter.

3. Semut dalam kisah Nabi Sulaiman. as

Ketika suatu hari Nabi Sulaiman. as selesai menunaikan shalat di tepi pantai, padangan
pandangan beliau tertuju pada pasir-pasir yang ada di pantai tersebut, dimana Nabi Sulaiman.
as yang memiliki mukjizat dapat memahami bahasa hewan, melihat kawanan semut yang
sedang membawa selembar daun hijau. Ternyata daun tersebut dibawanya menggunakan jasa
seekor katak ke dasar laut untuk memberi makan seekor ulat yang terjepit di sebuah batu.
Semut dikenal memiliki solidaritas dan ukhuwah yang tinggi antar sesamanya, merupakan
salah satu spesies serangga tercanggih di muka bumi ini, dan hampir tak ada serangga yang
sekuat semut.

Semut juga merupakan hewan dengan otak peling besar proposinya jika dibandingkan dengan
keseluruhan tubuhnya dan dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-
serangga lainnya, karena mereka memiliki sekitar 250 ribu sel otak di kepalanya. Namun
sayangnya, untuk semut pekerja hanya mampu bertahan hidup selama 45 hingga 60 hari, jika
dibandingkan dengan sang ratu semut yang dapat bertahan hidup hingga 20 tahun.

4. Burung Hud Hud dalam kisah Nabi Sulaiman. as

Selain manusia dan jin, Nabi Sulaiman. as juga memiliki pengikut dari kalangan hewan yang
shaleh, yang salah satunya ditunjukkan oleh burung hud hud. Dalam kisah ini, burung hud
hud merupakan sejenis burung pelatuk ini digambarkan sebagai burung setia yang
mempunyai kecerdasan dan kecemerlangan berpikir, sehingga pengembaraannya dalam
mencari makanan tak semata-mata hanya untuk tujuan duniawi, melainkan untuk penyebaran
agama.

Burung ini mempunyai panjang 25 hingga 29 sentimeter (cm), dengan lebar sayap 44 hingga
48 sentimeter (cm). Namun ada fakta lain dari burung sejenis pelatuk ini, yaitu burung
pelatuk mampu membenturkan paruhnya hingga 20 ketukan setiap detik yang mungkin
dibutuhkan kepala yang keras untuk bertahan. Akan tetapi, faktanya kepala mereka justru
terbilang lunak pada bagian belakang kepala yang terdapat bagian seperti spons yang berguna
untuk menyerap benturan yang diakibatkan oleh gaya mematuk burung tersebut.

5. Ular dalam kisah Nabi Musa. as

Pada zaman Nabi Musa. as, orang-orang yang tak beriman menuduh Nabi Musa. as sebagai
seorang ahli sihir yang handal, hingga suatu ketika Nabi Musa. as melemparkan tongkatnya
dan berubah menjadi seekor ular. Dan aksi itu rupanya juga dilakukan oleh para ahli sihir lain
yang merubah tongkat mereka menjadi ular. Namun sebenarnya tidak sama sekali. Ular dari
tongkat ahli sihir sebenarnya tak bertukar menjadi ular yang nyata, melainkan hanya ilusi
penglihatan orang-orang yang melihatnya seperti ular.

Akan tetapi, tongkat Nabi Musa. as lah yang sebenarnya berubah nyata menjadi seekor ular.
Tak hanya itu, ular dari tongkat Nabi Musa. as itu bahkan menelan ular dari para ahli sihir
lain, sehingga menjadikan para ahli sihir itu beriman, karena melihat mukjizat sang Nabi
Musa. as. Sementara itu, faktanya ular mampu hidup selama berbulan-bulan tanpa makan dan
dapat terbang dengan membentuk huruf S, serta ular bisa membidik mata manusia dengan
tepat.

Selain itu, ular jenis Rattlesnake betina akan memakan anak-anaknya yang dirasa tak mampu
bertahan hidup untuk mengembalikan energinya setelah melahirkan tanpa perlu berburu atau
melakukan suatu aktifitas berbahaya yang membutuhkan waktu dan tenaga yang besar.
Di dalam sebuah penelitian mendapati induk ular telah memakan sekitar 11% dari telurnya
beserta anaknya yang mati.

6. Unta dalam kisah Nabi Muhammad. SAW

Pada zaman Rasulullah SAW, unta biasanya digunakan sebagai kendaraan, termasuk sebagai
kendaraan perang. Tenaganya yang kuat yang berjalan di tengah gurun pasir menjadi nilai
positif dari hewan tersebut. Meskipun demikian, hewan tersebut tak bisa berlari kencang
seperti kuda, kecuali unta yang dimiliki oleh Jabril bin Abdullah tersebut yang setelah
didoakan oleh Rasulullah. SAW, unta tersebut dapat berlari secepat kilat.

Kejadian itu bermula ketika Jabril turut berperang dalam membela Islam. Jabril bercerita
bahwa dirinya pernah keluar bersama Rasulullah. SAW dalam sebuah peperangan, namun
unta yang ditungganginya berjalan lambat sehingga membuatnya terletih sebelum berperang.
Lalu Rasulullah. SAW menghampirinya dan membacakannya doa sehingga dapat berjalan
dengan kencang.

Faktanya tubuh unta memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan unta dapat
bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, serta mampu mengangkut beban ratusan
kilogram selama berhari-hari. Uniknya lagi bahwa unta dapat bertahan hidup tanpa makanan
dan air selama 8 hari pada suhu 50° Celcius. Unta mampu mengkonsumsi air hingga 30 liter,
yaitu sepertiga dari berat badannya dalam waktu kurang dari 10 menit. Setelah itu, mata unta
memiliki 2 lapisan bulu mata yang saling berkait seperti perangkap dan melindungi mata dari
badai pasir yang kuat.

7. Kambing dalam kisah Nabi Ibrahim. as

Dalam kisah ini Nabi Ibrahim. as yang dikatakan memiliki kekuatan sama dengan kekuatan
40 kali dari manusia biasa dengan pisau yang tajam, telah diperintahkan oleh Allah. SWT
untuk menyembelih anaknya yakni Nabi Ismail. as, untuk menunjukkan ketaatannya pada
perintah Allah. SWT. Melihat kepatuhan Nabi Ibrahim. as, maka Allah. SWT mengirimkan
malaikat Jibril untuk menggantikan posisi Nabi Ismail.as dengan kambing gibas yang gemuk.

Dalam sekejap saja, Nabi Ismail. as pun lolos dari maut karena ternyata yang disembelih
adalah kambing gibas tersebut. Kambing diketahui sebagai hewan tertua yang telah ada di
muka bumi ini sejak 7000 tahun sebelum masehi. Hewan ini juga merupakan hewan yang
pilih-pilih dalam soal makanan, karena mereka hanya memiliki gigi depan, bawah, dan
samping. Uniknya lagi, kambing memiliki mata berbentuk segi empat yang memungkinkan
mereka dapat melihat dengan baik dalam gelap.

14. Kisah Nabi Idris v.s. Dengan Iblis
Dirujuk dari Ust. Abu Basyer

ْ
نُ كْ ي
َ
لَ ع
ُ
مَلَ سل
ً
أ

ِ
ا
ِ
نْ س
ِ
ب
ِ
نْ ي
ِ
حَ رلا
ِ
نم ْ حَ رلا
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi
Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti
baginda hingga ke hari kiamat.
Sahabat yang dirahmati Allah,
Iblis akan datang menggoda dan menghasut anak Adam dalam semua peringka. Tetapi Iblis
amat sukar untuk menggoda para rasul dan para nabi yang bersifat maksum dan sentiasa
didalam pemeliharaan Allah SWT.
Iblis berusaha untuk menggoda Nabi Idris a.s. ternyata usaha-usahanya gagal kerana
kedatangan Iblis sudah diketahui oleh Nabi Idris a.s. terlebih dahulu.
Pada suatu hari Nabi Idris a.s. didatangi seorang lelaki yang membawa sebiji telor. Ketika itu
Nabi Idris a.s. sedang menjahit bajunya. Tanpa ucapan salam, lelaki itu terus menegur Nabi
Idris, “Wahai Idris, bolehkah Tuhan kamu memasukkan dunia ke dalam telor yang sedang
aku pegang ini?”
Dengan izin Allah SWT. Nabi Idris tahu dengan siapa dia sedang berhadapan. Lalu berkata
Nabi Idris, “Datanglah dekat denganku dan tanyalah apa yang engkau hendak tanya.” Lelaki
itu pun mendekati Nabi Idris yang masih sedang menjahit.
“Bolehkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?” Lelaki asing itu mengulangi
pertanyaannya.
“Tuhanku boleh memasukkan dunia ke mana sahaja, jangankan ke dalam telur yang engkau
pegang itu, bahkan Dia boleh masukkan dunia ke dalam lubang jarum yang aku pegang ini.”
kata Nabi Idris a.s.
Kemudian dengan pantas sekali baginda bingkas mencucuk mata lelaki itu dengan jarum
yang ada di tangannya. Terperanjat lelaki asing itu dan dia tidak sempat berbuat apa-apa.
Kelam-kabut dia melarikan diri meninggalkan Nabi Idris a.s. yang telah membutakan
matanya.
Lelaki yang menganggu Nabi Idris a.s adalah Iblis laknatullah.
Pengajarannya :
1. Iblis akan datang untuk menggoda anak Adam, samaada terdiri daripada para Nabi atau
manusia biasa dengan berbagai helah dan tipu daya. Oleh itu kita hendaklah berhati-hati
dengan tipu muslihat Iblis.
2. Tips yang diajarkan oleh ulama untuk menghindari hasutan Iblis ini iaitu apabila ada
keraguan atau was-was dalam hati cepat-cepat tinggalkan was-was tersebut dan terus ambil
tindakkan yang pasti. Contoh jika kita terlupa bilangan rekaat dalam solat samaada rekaat ke3
atau ke 4, ambil sebagai rekaat ke3 dan tambah satu lagi rekaat dan diakhiri dengan sujud
sahwi.
3. Apabila berhajat untuk bersedekah atau ingin membuat sesuatu amal soleh, terus
dilaksanakan jangan di tangguh-tangguh lagi kerana yang cuba melenggah-lenggahkannya
adalah dari bisikan Iblis.
4. Senjata yang dapat menghancurkan Iblis :
Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :”Wahai Iblis, apakah senjata yang dapat
menghancurkan engkau?”
Berkata Iblis, “Ya Nabi Allah. Orang-orang yang banyak berzikir dan banyak bersedekah
dengan bersembunyi (ikhlas hati) serta berbanyak-banyak taubat dan banyak membaca al-
Qur‟an Kalam Allah, dan banyak sembahyang di tengah malam. Itu semua akan
menghancurkan aku”.

15. Mengapa Kisah Nabi Musa Paling Banyak Dalam Al-Quran
Saat diskusi dengan Akhuna @nf_rom, beliau melemparkan sebuah pertanyaan menarik.
Pertanyaannya adalah “mengapa dalam Al-Quran, kisah yang terbanyak adalah kisah nabi
musa?” Menarik, karena kami sama-sama berpandangan bahwa setiap penulisan dalam Al-
Quran itu memiliki maksud dan tujuan yang khusus. Namun, pertanyaan itu kemudian saya
kembangkan menjadi, “kenapa sebagian besar sejarah dalam Al-Quran itu berkaitan dengan
Bani Israil?” Kita bisa lihat bahwa kisah Bani Israil itu lengkap yakni terbentuknya yakni
kisah Nabi Ya‟qub as (Jacob dalam Kristen), masa kejayaan pertama pada Nabi Yusuf
(Yosep), masa paling hina pada masa Nabi Musa (Moses), berjaya penuh pada masa Nabi
Sulaiman (Salomon) dan masa-masa lainnya seperti masa Nabi Daud (David).
Masa yang paling menarik bagi sejarah Bani Israil menurut saya adalah masa Nabi Yusuf,
Musa, dan Sulaiman. Kalau kita menyaksikan film-film dan analisis tentang Illuminaty dan
New World Order sampai dengan Dajjal, semua menjadi terkait. Ah, jawaban dari pertanyaan
mengapa kisah Bani Israil dan lebih spesifik pada kisah Nabi Musa as banyak tercantum
dalam Al-Quran adalah karena kisah ini adalah kisah yang “sama” yang dihadapi manusia
pada akhir zaman.
Kita mulai dari zaman Nabi Yusuf as. Kisah ada dalam satu surat saja dan urut dari ayat
pertama sampai teraikhir. Kisah ini adalah kisah terbaik yang pernah ada di bumi. Bani Israil
telah menunjukkan wataknya yakni kekuatan dan kekuasaan. Bahwa 10 Saudara Yusuf
membenci Yusuf karena mereka merasa anak-anak yang kuat satu sama lain, sedangkan
Yusuf adalah seorang yang lemah secara fisik (dalam hal kekuatan otot jasad). Buktinya
adalah bahwa Yusuf dijual murah sebagai budak sementara ketika meminta jabatan, Yusuf
adalah Hafidzun Alim. Jadi memang sejak awal, bangsa Israil adalah bangsa yang kuat.
Namun, ada kelemahannya yakni mudah dengki hingga menyingkirkan Yusuf. Akhir kisah,
Yusuf memaafkan dan Bani Israil memiliki tempat yang tinggi di Mesir.
Beralih kepada kisah Nabi Musa as. Kisahnya adalah kisah paling panjang dan terpencar-
pencar dalam Al-Quran. Namun, kita tarik garis besarnya dalam sejarah Nabi Musa. Israil
berada dalam posisi yang sangat hina, dijadikan Budak pada masa Fir‟aun (Ramses II).
Menariknya, bahwa Fir‟aun percaya dengan ramalan bahwa ada anak laki-laki yang akan
menggulingkannya. Ini poin penting yang harus kita pelajari bersama-sama. Musa
berhadapan dengan paling tidak 4 kekuatan besar pada saat itu Yakni Fir‟aun (Kekuasaan),
Qorun (Kekayaan), Hamman (Intelektual), dan Bani Israil sendiri (Internal).
Fir‟aun adalah kaum Pagan, ia membuat Piramida untuk melihat tuhan Musa. Disekelilingnya
adalah para penyihir-penyihir. Kembali, Fir‟aun mempercayai ramalan yang akan datang.
Fir‟aun mengaku sebagai tuhan, obsesiny sebagai tuhan. Menurut informasi, katanya mereka
melakukan incest (pernikahan sedarah). Dengan kata lain, ada keturunan Fir‟aun. Pertanyaan
menarik, apakah seluruh pengikut Fir‟aun mati di Laut Merah? Saya kira tidak. Masih ada
pengikut dan keturunannya di Mesir. Bukti sejarahnya adalah Piramida dan catatan-catatan
sejarahnya tidak pernah terhapus bahkan tidak pernah sekali pun hilang atau ditemukan
kembali. Bahkan, film-film selalu mencari tahu apa yang ada dalam piramida seperti film
scorpion king. Berbeda dengan Borobudur yang pernah hilang yang artinya kebudayaannya
pernah ditinggalkan.
Lanjut kepada Nabi Sulaiman. Masa ini adalah masa Bani Israil berkuasa penuh. Martabatnya
luar biasa besar. Lahan kekuasaannya adalah di Palestina, bukan di Mesir. Tidak banyak yang
ingin saya jelaskan mengenai Nabi Sulaiman kecuali inilah masa terbaik yang pernah
dirasakan oleh Bani Israil.
Mari kita pelajari masa kita hari ini. Kita berada pada masa seperti Nabi Musa as dimana
ummat Islam itu seperti budak, di bawah dan dihinakan. Pun, kita menghadapi 4 kekuatan
yang dihadapi juga oleh Nabi Musa as yakni kekuatan Kekuasaan yang didalangi oleh
Amerika Serikat, Kekuatan Finansial yang dicetuskan oleh Negara yang sama beserta
sekutunya, Kekuatan Intelektual yang lagi-lagi ada Amerika dan sekutunya dan factor
kelemahan internal kita umat Islam.
Ah, ada yang menarik, dari semua kekuatan tadi, terselip sebuah rahasia kekuatan tadi yakni
kembalinya masa Fir‟aun yang bermarkas di Amerika Serikat. Ada kesamaan antara Amerika
Serikat dan pengikutnya yakni mereka sama-sama kaum pagan dan mempercayai adanya
ramalan yang akan datang. Buktinya adalah simbol pagan yang banyak beredar di dunia
seperti simbol piramida, dewa ra, baphomet, dan lain sebagainya. Oh iya, Amerika ini
bukanlah keturunan Bani Israil atau Israel. Kaum pagan kemudian menumpang nama dengan
Israil untuk maksud dan tujuan tertentu. Oleh karena itu ada sebuah perkataan dari kalangan
orang-orang Israel yaitu “Kami Yahudi Israel tapi kami bukan Zionis.” Artinya Zionis dan
Israel adalah komunitas yang berbeda. Sementara Amerika Serikat adalah pendukung utama
Zionisme.
Tujuan utama mereka menumpangi sejarah Israel adalah untuk kepentingan sebuah ramalan
yang ummat Islam, Kristen, Yahudi, dan Pagan ini sama-sama percaya yakni munculnya Al-
Masih Ad-Dajjal. bedanya dengan masa Fir‟aun adalah bahwa masa Fir‟aun kedatangan
musuh yakni Musa as sehingga ia persiapkan dengan baik dengan membunuh semua anak
laki-laki, sedangkan masa kini adalah sedang disiapkan Nabi bagi mereka yakni Dajjal.
Sama, mereka memiliki kepercayaan yang sama terhadap ramalan.
Sejarah Israil kemudian digunakan untuk mewujudkan ambisinya bahwa masa kejayaan
Israel ada di Palestina yang disana terdapat Tabut dan juga merupakan kerajaan Nabi
Sulaiman. Sehingga sangat wajar jika pada penyambutan Dajjal menggunakan Salomon
Tample atau Kuil Sulaiman yang telah dijelaskan di muka bahwa Sulaiman adalah masa
terbaik bagi Israel. Selain itu, tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan yakni tanah
Kanaan.
Sihir-sihir dan tipu daya kaum pagan ini juga berkembang dari mulai industry music,
pornografi, sex bebas, alcohol, narkotika, dan macam-macam tipu daya lainnya. Mereka
menipu kita dengan kesenangan neraka. Mirip dengan kedatangan Dajjal yang membawa roti
neraka dan api surga.
Dari bahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kita sedang menghadapi musuh yang sama
dengan Musa as yakni bangsa penyihir dan penyembah benda yang memiliki kekuatan
kekuasaan, kekayaan, dan intelektual. Mungkin, inilah hikmah dari pertanyaan “Mengapa
Kisah Nabi Musa as paling banyak terdapat dalam Al-Quran?”