klasifikasi Bahaya
Bahaya di lingkungan kerja dapat didefinisikan sebagai segala kondisi yang dapat
memberi pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan atau kesejahteraan orang yang
terpajan.
Faktor bahaya di lingkungan kerja meliputi faktor Kimia, Biologi, Fisika, Fisiologi
dan Psikologi

BAHAYA KIMIA
Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh:
o Pernapasan ( inhalation ),
o Kulit (skin absorption )
o Tertelan ( ingestion )
 Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut,kronis atau kedua-duanya.

Korosi

Bahan kimia yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat
dimana terjadi kontak. Kulit, mata dan sistem pencernaan adalah bagain tubuh yang
paling umum terkena.
Contoh : konsentrat asam dan basa , fosfor.

Iritasi

Iritasi menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. Iritasi kulit bisa
menyebabkan reaksi seperti eksim atau dermatitis. Iritasi pada alat-alat pernapasan
yang hebat dapat menyebabkan sesak napas, peradangan dan oedema ( bengkak )
Contoh :
o Kulit : asam, basa,pelarut, minyak .
o Pernapasan : aldehydes, alkaline dusts, amonia, nitrogen dioxide, phosgene,
chlorine ,bromine, ozone.

Reaksi Alergi

Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau
organ pernapasan
Contoh :
o Kulit : colophony ( rosin), formaldehyde, logam seperti chromium atau nickel,
epoxy hardeners, turpentine.
o Pernapasan : isocyanates, fibre-reactive dyes, formaldehyde, nickel.

Asfiksiasi


Asfiksian yang sederhana adalah inert gas yang mengencerkan atmosfer yang ada,
misalnya pada kapal, silo, atau tambang bawah tanah. Konsentrasi oksigen pada udara
normal tidak boleh kurang dari 19,5% volume udara.
Asfiksian kimia mencegah transport oksigen dan oksigenasi normal pada darah atau
mencegah oksigenasi normal pada kulit.
Contoh :
o Asfiksian sederhana : methane, ethane, hydrogen, helium
o Asfiksian kimia : carbon monoxide, nitrobenzene, hydrogen cyanide, hidrogen
sulphide

Kanker


Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada
manusia.
Kemungkinan karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas sudah
terbukti menyebabkan kanker pada hewan .
Contoh :
o Terbukti karsinogen pada manusia : benzene ( leukaemia); vinylchloride (
liver angiosarcoma); 2-naphthylamine, benzidine (kanker kandung kemih );
asbestos (kanker paru-paru , mesothelioma);
o Kemungkinan karsinogen pada manusia : formaldehyde, carbon tetrachloride,
dichromates, beryllium

Efek Reproduksi


Bahan-bahan beracun mempengaruhi fungsi reproduksi dan seksual dari seorang
manusia.
Perkembangan bahan-bahan racun adalah faktor yang dapat memberikan pengaruh
negatif pada keturunan orang yang terpapar, sebagai contoh :aborsi spontan.
Contoh :
o Manganese, carbondisulphide, monomethyl dan ethyl ethers dari ethylene
glycol, mercury. Organic mercury compounds, carbonmonoxide, lead,
thalidomide, pelarut.

Racun Sistemik

Racun sistemik adalah agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem
tubuh.
Contoh :
o Otak : pelarut, lead,mercury, manganese
o Sistem syaraf peripheral : n-hexane,lead,arsenic,carbon disulphide
o Sistem pembentukan darah : benzene,ethylene glycol ethers
o Ginjal : cadmium,lead,mercury,chlorinated hydrocarbons
o Paru-paru : silica,asbestos, debu batubara ( pneumoconiosis )

BAHAYA BIOLOGI

Bahaya biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang berasal dari sumbersumber biologi yang berbeda seperti virus, bakteri, jamur, protein dari binatang atau
bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegradasi.
Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu yang menyebabkan infeksi dan noninfeksi. Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi organisme
viable, racun biogenik dan alergi biogenik.

Bahaya infeksi

Penyakit akibat kerja karena infeksi relatif tidak umum dijumpai. Pekerja yang
potensial mengalaminya a.l.: pekerja di rumah sakit, laboratorium, jurumasak, penjaga
binatang, dokter hewan dll.
Contoh : Hepatitis B, tuberculosis, anthrax, brucella, tetanus, salmonella, chlamydia, psittaci

Organisme viable dan racun biogenic.

kertas. Bahan alergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit binatang. “grain fever”. Pada orang yang sensitif. kelembapan dan media dimana mereka tumbuh. butir gandum. Bahan-bahan alergen pada industri berasal dari proses fermentasi. turunnya konsentrasi. tekstil. juga dijumpai di bioteknologi ( enzim. dll. proses pengolahan kayu . yang pada akhirnya mengganggu job performance tenaga kerja. BAHAYA FISIKA Kebisingan       Kebisingan dapat diartikan sebagai segala bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun suatu populasi. Contoh : o Occupational asthma : wool.Legionnaire’s disease Alergi Biogenik      Termasuk didalamnya adalah: jamur. Pekerjaan manual menggunakan “powered tool” berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang dikenal sebagai ” Raynaud’s phenomenon ” atau ” vibration-induced white fingers”(VWF). distribusi frekuensi. bakery. pembuatan obat. vaksin dan kultur jaringan). pekerja pada sewage & sludge treatment. conjunctivitis atau asma. spora dan mycotoxins. Pajanan kebisingan yang tinggi (biasanya >85 dBA) pada jangka waktu tertentu dapat menyebabkan tuli yang bersifat sementara maupun kronis. Contoh : Pengolahan kayu. Tuli permanen adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak di klaim . Contoh : Loaders. chain saws. bulu. Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara lain : jumlah energi bunyi. tepung bawang dsb. Contoh : Byssinosis. rambut dari bulu dan protein dari urine dan feaces binatang. Racun biogenik termasuk endotoxins. Radiasi Non Mengion .   Organisme viable termasukdi dalamnya jamur. animal-derived protein. dan lama pajanan. lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang. amplitudo. dll. enzim. metal. Kebisingan dapat menghasilkan efek akut seperti masalah komunikasi. Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikan efek yang berbahaya. forklift truck. pemajanan alergen dapat menimbulkan gejala alergi seperti rinitis. pneumatic tools. Pekerja yang beresiko: pekerja pada silo bahan pangan. Getaran     Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi. aflatoxin dan bakteri. Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu.

berkurangnya kemampuan melihat. dan menyebabkan kecelakaan. kenyamanan lingkungan kerja. luka usus besar. gangguan pencernaan.dll. Bila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali maka beban maksimum tersebut harus disesuaikan. laser. tekanan darah tinggi. Penyakit-penyakit psikosomatis antara lain : jantung koroner. asma bronkial. visible radiation. produktivitas. mengurangi kecelakaan kerja. o Radiasi Inframerah : furnacesn/ tungku pembakaran o Laser : komunikasi. pembedahan . Laser berkekuatan besar dapat merusak mata dan kulit.     Radiasi non mengion antara lain : radiasi ultraviolet. medan elektromagnetik (microwave dan frekuensi radio) . . Manakala tuntutan terhadap tubuh itu berlebihan. mengurangi kesalahan. Medan elektromagnetik tingkat rendah dapat menyebabkan kanker. beban untuk tenaga Indonesia adalah 40 kg. Radiasi infra merah dapat menyebabkan katarak. gangguan pernapasan. penyimpangan seksual. Pembebanan tidak melebihi 30 – 40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam jangka waktu 8 jam sehari. Keuntungan pencahayaan yang baik : meningkatkan semangat kerja. Gangguan emosional yang di timbulkan : cemas. penyakit kulit seperti eksim. parameter praktis yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 3040 permenit di atas denyut nadi sebelum bekerja. Berdasarkan hasil beberapa observasi. gelisah. BAHAYA FISIOLOGI Pembebanan Kerja Fisik     Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim.  BAHAYA PSIKOLOGI Stress    Stress adalah tanggapan tubuh (respon) yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan atasnya. Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimum sangat sulit. inframerah. Contoh : o Radiasi ultraviolet : pengelasan. maka hal ini dinamakan stress. sakit kepala. meningkatkan housekeeping. ketagihan alkohol dan psikotropika. mata lelah. sosial ekonomi dan derajat kesehatan. Pencahayaan ( Illuminasi )    Tujuan pencahayaan : o Memberi kenyamanan dan efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan o Memberi lingkungan kerja yang aman Efek pencahayaan yang buruk: mata tidak nyaman. gangguan kepribadian.

shok karena listrik. Cutting. terbakar. namun akibat dari padanya tergantung pada banyak faktor seperti halnya . fume. Bahaya Listrik Listrik yang mengalir dalam suatu sirkuit disebut arus listrik (I) dan diukur dengan satuan ampere (A). sebagai contoh : Bekerja dengan menggunakan alat yang tidak biasa dipergunakan atau bukan menjadi tanggung jawabnya. api/ panas (terbakar). Menurut CAN/ CSA W 117. Teganan yang dibutuhkan pada terminal output alat las biasanya sekitar 80 volt bila tidak ada arus (OCV. arus dapat mengalir dan dapat menimbulkan kejut. dibagian mana arus listrik mengenai bagian tubuh ataupun seberapa efektif kontak dengan tegangan listrik tersebut. Bahaya ikutan yang dapat terjadi akibat shok yang sebenarnya hanya mengejutkan dapat menjadi fatal karena posisi kerja juru las. Pada beberapa peralatan tegangan listrik ini diturunkan dengan mempergunakan transformer untuk memperoleh tegangan sekundair yang lebih rendah. namun tegangan pada sisi sekundair pun tidak boleh diabaikan karena dapat pula menyebabkan kejut (shock) yang seruis. Tegangan ini sering disebut sebagai tegangan primair. Tegangan listrik (voltage) induk yang masuk ke peralatan listrik pada bengkel biasanya sebesar 480 volt untuk 3 phase dan 240 atau 120 volt untuk single phase. Logam panas tanpa tanda. Tegangan tinggi pada sisi primair dari mesin las sangat berbahaya. tangki. misalnya juru las berada ditempat yang tinggi dapat terjatuh dan lain sebagainya. dan tegangan akan menjadi 20 – 30 volt bila arus mengalir dan nyala busur las di bentuk. Tegangan listrik yang tidak terlalu tinggi pun dapat menyebabkan kasus tersebut di atas. . dll) Koneksi listrik atau gas yang kurang baik. Namun secara umum bahaya dapat dibedakan menjadi bahaya karena sifat pekerjaannya seperti operasi mesin. kelumpuhan atau kematian. Sehingga apabila tegangan listrik terkena bagian badan. Disamping itu masih terdapat bahaya yang bersifat laten (tersembunyi). dll A.2-M87 Safety in Welding. Beberapa type mesin las seperti halnya plasma welding mempunyai tegangan sekundair cukup tinggi. bising juga karena kendaraan/ alat angkat serta gerakan material. and Allied Processes bahaya secara umum dapat dibedakan berdasarkan proses pengelasannya. radiasi busur las. yang secara umum kurang menjadi perhatian juru las walaupun sebenarnya merupakan bahaya yang cukup potensial. Sedangkan tegangan yang menyebabkan adanya aliran dalam suatu sirkuit diukur dengan volt (V).BAHAYA PENGELASAN SECARA UMUM DAN PENGENDALIANNYA - Bahaya pengelasan dapat terjadi dalam berbagai situasi yang mungkin berbeda. Bekerja pada lingkungan yang terbatas (ruang tertutup. Perbedaan teganan listrik bagian primair dan sekundair ini sangat penting untuk diketahui. open circuit voltage). tubuh manusia dapat dikatakan sebagai bahan yang konduktif.

arus listrik dapat melewati struktur yang di las. Rangka mesin las atau sumber arus listrik. 1. Misalnya dengan melindungi diri dari kemungkinan tertimpa logam/ baja atau terinjak kendaraan. Letakkan korban pada posisi horizontal dan usahakan tetap hangat. ia harus mempergunakan insulasi bagi dirinya missal sarung tangan atau proteksi lain yang sejenis. Untuk menghindari terjadinya bahaya akibat listrik yang mungkin terjadi disarankan agar : Tidak mengerjakan pekerjaan yang bukan menjadi bidang kerjanya atau karena tidak berkualifikasi dalam bidangnya. . beberapa langkah yang harus diambil antara lain adalah : 1. Dalam proses pengelasan salah satu kabel dari mesin las dihubungkan dengan pegangan elektroda (electrode holder) dan arus dari sumber listrik akan mengalir melewati kabel ini untuk diloncatkan sehingga terjadi busur las yang kemudian melewati material dan kembali ke mesin las. Grounding material kerja harus terpisah tetapi dapat pula dihubungkan degan grounding mesin las. Jangan mencoba menarik korban dari kontak (kecuali tidak ada alternative lain). 3. 5. Penggunaan kabel yang lebih kecil dari yang telah direkomendasikan akan dapat membawa akibat panas yang berlebihan pada kabel (over heating) dan menyala yang pada akhirnya akan terbakar. Bila terpaksa penolong harus menarij korban dari kontak. material kerja dan lain-lain harus di hubungkan dengan grounding. Misalnya untuk pekerjaan penyambungan instalasi haruslah dikerjakan oleh ahli listrik yang berkualifikasi. 5. Kabel tegangan tinggi harus selalu dijaga dan diusahakan sependek mungkin serta setiap saat mendapat perlindungan yang cukup. Yakinkanlah bahwa koneksi kabel mesin las dalam kondisi yang baik.Apabila terjadi kecelakaan karena listrik. Untuk mendapat hasil pengelasan yang baik. Putus aliran dan matikan sumber dahulu baru kemudian pindahkan korban dari kontak. Bila korban tidak bernafas berikan CPR (cardiopulmonary resuscitation/ rangsangan jantung dan paru-paru). Pekerjaan seperti ini harus mendapat perhatian khusus terutama apabila di dalam pipa terdapat cairan mudah terbakar atau gas. Material kerja hendaknya dapat diletakkan pada meja baja atau yang sejenis agar dapat dilewati arus balik ke mesin las. Minta segera bantuan dokter terdekat. Sebelum memasang atau melepaskan koneksi (Steker) arus listrik harus dimatikan terlebih dahulu. Bila menghidupkan tombol (switch) harus dari sisi yang sama. Pada pengelasan saluran pipa. 4. yang perlu mendapat perhatian adalah kabel kerja harus mempunyai hubungan yang baik dengan material kerja. 4. 2. 2. Besar diameter kabel grounding harus disesuaikan dengan besarnya arus. 3. panel control.

Berbagai gas berbahaya terkandung dalam fume yang terjadi pada pekerjaan pengelasan antara lain adalah karbon monoksida. ozon. Fume dapat juga di hasilkan dari pelapisan residu pada logam. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi . Fume (debu/ asap las) Fume biasanya terlihat pada setiap operasi pengelasan. Efek tidak dapat hilang dalam beberapa jam setelah terekspose. oleh sebab itu mata harus dilindungi dengan kaca gelap yang sesuai. Diameter debu dalam asap las (fume) berkisar antara 0. loga. Penggunaan kabel yang terlalu panjang hendaknya dihindari dan agar praktis gunakan kabel sependek mungkin.2 mikrometer s/d 3 mikrometer. welder’s eye atau arc flash. Radiasi Radiasi pada pengelasan dapat dikategorikan radiasi non ionizing. B. Bahaya radiasi non ionizing pada proses pengelasan dapat menimbulkan luka terbakar. C. Sebagai contoh logam yang di galvanis (pelapisan seng) akan menghasilkan asap pada saat di las. karbon dioksida. sedangkan sebagian lain akan tertinggal dan melekat pada kantong udara dalam paru-paru (alveoli) sehingga bila sudah terakumulasi akan dapat menimbulkan berbagai penyakit pernapasan. Pekerja tersebut dapat juga terpapar sinar yang dipantulkan dari dinding atau permukaan lain.5 mikrometer bila terhisap akan tertahan oleh bulu hidung dan bulu pada pipa pernapasan. Butiran debu dengan ukuran > 0. dasar dan flux pada saat operasi. sedangkan yang lebih halus akan terbawa masuk ke dalam paru-paru. karat dan lain-lain. ultra violet dan infra merah. Misalnya pada pengelasan dengan menggunakan elektroda jenis law hydrogen maka di dalam asap las akan terdapat fluor (F) dan oksida kalium dan sebagainya. dan nitrogen dioksida. Komposisi kimia fume tergantung dari proses pengelasan dan elektrodanya. Sebagian akan dihembuskan kembali.Penggunaan kabel yang panjang harus dengan ukuran lebih besar disbanding kabel pendek. Kerusakan mata karena radiasi sinar ultra violet ini disebut arc-eye. Radiasi yang ditimbulkan oleh busur las ini mem[unyai sifat dapat dilihat. Pengelasan juga merupakan sumber bahaya bagi pekerja lain yang berada di dekat pekerjaan las sebagaimana juru las itu sendiri. Agar tidak membahayakan lingkungan setiap aktivitas pengelasan yang berada di dekat lokasi kerja yang lain agar mempergunakan partisi yang dibuat dari bahan tahan api dan harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi pantulan atau refleksi ataupun melindungi spatter keluar dari ruangan. Pantulan atau radiasi sinar ultra violet yang besar ini biasanya dari pengelasan dengan proses gas tungsten atau gas metal arc welding yang dipergunakan untuk pengelasan aluminium atau baja stainless. disamping gas-gas lain yang terbentuk dari penguraian bahan pelapis. Usaha untuk mengurangi pengaruh fume ini secara praktis adalah apabila fume masih dapat terlihat bernafaslah di luar kepulan fume tersebut. Elektroda merupakan penghasil fume yang paling utama. Fume ini terdiri dari komponen yang dihasilkan dari elektroda. kerusakan kulit dan mata.

acetylene. Kecepatan udara yang ditiupkan atau disedot kira-kira 0. gas alam. Gas yang dipergunakan untuk keperluan pengelasan. Beberapa peraturan di Negara maju mempersyaratkan kandungan oksigen dalam udara yang baik adalah 19. . Gas ozon ini terjadi karena reaksi foto kimia dari sinar ultra violet.juru las. Gas ozon. Gas ini dapat memberikan rangsangan yang kuat terhadap mata dan pernapasan Udara mengandung kurang lebih 21 % oksigen dan campuran kurang lebih 79% nitrogen dengan sejumlah kecil gas-gas lain. Gas karbon monoksida mempunyai sifat afinitas yang tinggi terhadap hemoglobin yang dengan sendirinya akan mengurangi daya penyerapan oksigen. Gas karbon dioksida. Untuk itu haruslah diingat pada saat pengelasan di dalam ruangan tertutup atau tida cukup sirkulasi udaranya. Di dalam udara sudah terdapat gas ini dengan konsentrasi sebesar 300 ppm. GAS Terdapat 2 (dua) tipe gas yang perlu mendapat perhatian. Gas karbon dioksida ini sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh manusia bila konsentrasinya tidak terlalu tinggi. Tetapi ikatan gas nitrogen monoksida dengan Hb jauh lebih kuat dan tidak mudah terlepas bahkan akan mengikat oksigen yang dibawa oleh Hb. Gas ini bila masuk ke dalam saluran pernapasan tidak merangsang tetapi akan bereaksi dengan haemoglobin seperti halnya gas carbon monoksida. propan. karbon dioksida. karbon monoksida.5 %. pemotongan. 4. Gas karbon dioksida diubah menjadi karbon monoksida dengan konsentrasi yang menurun pada jarak semakin jauh dari tempat pengelasan. 2.5 ppm ozon selama 3 jam akan merasa sesak nafas. Pada konsentrasi 1 – 2 ppm dalam waktu 2 jam orang akan merasakan pusing. 3. diperlukan adanya ventilasi mekanik. namun usaha ini sangatlah sulit untuk dilaksanakan terutama pada pengelasan ditempat yang tertutup/ kurang ventilasi. Gas nitrogen dioksida. Bila seseorang bernafas dalam udara yang mengandung 0. Hal ini akan dapat menyebabkan kekurangan oksigen dalam darah yang membahayakan system syaraf. Pengaruh gas-gas tersebut diatas terhadap tubuh manusia adalah sebagai berikut : Gas karbon monoksida. Gas yang ditimbulkan selama proses pengelasan. 5. antara lain ozon.5 meter per detik atau 100 feet per menit. pingsan atau bahkan kematian. butan dan gas untuk pelindung seperti argon. 1. carbon monoksida. nitrogen dioksida. hydrogen. antara lain oksigen. Sebagai gambaran kasar kebutuhan udara segar tiap juru las adalah 2000 cuft per menit. sakit dada dan kekeringan pada saluran nafas. Gas nitrogen monoksida. helium. Sedangkan kalau kurang dari persentase tersebut akan dapat mengakibatkan pusing-pusing. Untuk dapat bernafas dengan baik diperlukan minimum 18 % oksigen. 2. yaitu : 1. hydrogen chloride dan phosgene. Namun kandungan oksigen besar dari 21 % juga sangat berbahaya karena akan dapat meningkatkan bahaya kebakaran atau peledakan. D. carbon dioksida dan nitrogen.

Pengelasan dengan SMAW 62 – 82 dB . Gas argon lebih berat dari pada udara sehingga cenderung akan berada di bagian bawah lantai kerja atau akan terakumulasi di dalam suatu cekungan.Pengelasan dengan GMAW 70 – 82 dB . 2. Gas berbahaya lain yang ditimbulkan dalam proses pengelasan antara lain adalah gas dari pelapis logam dan pelarut Pada beberapa kasus pengelasan tanpa menghilangkan pelapis logam tidak diijinkan karena disamping menghasilkan hasil yang kurang baik juga pelapis logam dapat menimbulkan gasgas beracun. Untuk menghindari hal ini sebelum melakukan pengelasan jangan membersihkan logam dengan solven. E. Guna mengurangi pengaruh bahaya terhadap juru las atau orang yang bekerja di dekat pekerjaan pengelasan disarankan penggunaan pelindung telinga. Silinder gas pelindung jangan ditempatkan di ruangan terbatas 4. Ozon akan menjadi probem utama dalam pengelasan. Ozon ini mempunyai bau yang sangat menyengat dan dapat menimbulkan iritasi saluran pernafasan. atau campuran cat sendiri dapat menghasilkan phosgene dan hydrogen chloride yang sangat berbahaya bila terkena sinar ultraviolet. Uap dari solven yang menimbulkan dipergunakan untuk membersihkan cat. jangan mengelas di dekat pekerjaan pengecatan yang menggunakan solven dan jauhkanlah kaleng-kalen penyimpanan solven dari daerah pengelasan.Air carbon arc 96 – 116 dB . Gas helium lebih ringan dari pada udara sehingga mempunyai tendensi akan terkumpul di bagian atas ruang kerja. helium atau argon akan bercampur dengan udara bebas setelah dipergunakan dalam proses pengelasan. Ozon dapat timbul sebagai interaksi sinar ultraviolet yang dipancarkan dari busur las dengan oksigen di udara. terutama alluminium silicon filler alloy 4043.Pengelasan dengan GTAW 50 – 60 dB . 3.Pengelasan dengan Oxyfuel < 70 dB . Sebelum memulai suatu pekerjaan yakinkanlah bahwa di tempat tersebut cukup mempunyai ventilasi.Gas pelindung seperti halnya karbon dioksida. Untuk mengantisipasi hal tersebut di dalam pekerjaan pengelasan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Bunyi / Suara Tingkat bising yang tinggi dalam pekerjaan pengelasan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. GMAW alluminium.Pengelasan dengan FCAW 50 – 86 dB . Tingkat kebisingan yang dihasilkan dalam pekerjaan pengalasan adalah sebagai berikut : . Apabila gas-gas ini berada dalam jumlah yang sangat besar akan sangat berpengaruh pada udara yaitu dengan berkurangnya kadar oksigen dalam udara. busur las sebaiknya ditutup dengan kaca atau plastic yang dapat mengabsobsi radiasi sinar ultra violet. namun pada pengelasan otomatik.

higienis industri berangkat dari ancaman bahaya terhadap manusia. ergonomi. Disarankan tidak memakai cincin pada waktu bekerja (mengelas). Perbedaannya hanyalah titik berangkatnya. Kesehatan Kerja Kesehatan kerja mempelajari keterkaitan antara kesehatan dan pekerjan. Tujuan umum dari ergonomi di berbagai macam profesi tersebut adalah sama yakni mencapai kesehatan kerja. psikologi (ergonomi kognitif). yaitu: keselamatan kerja (safety). F. Harus selalu diingat bahwa di dalam pekerjaan pengelasan api sewaktu-waktu dapat timbul di sekeliling lokasi sehingga APAR harus selalu tersedia dan pekerja harus diberi tahu cara penggunaannya. Bahaya Lain - Bahaya lain yang dapat terjadi misalnya : Material panas akibat proses pengelasan. kognitif. . higienis industri maupun kedokteran kerja. Untuk sebelum melakukan pengelasan harus diyakinkan tidak ada material yang mudah terbakar di sekeliling tempat kerja termasuk korek api gas.Pelindung telinga harus dipergunakan pada waktu mengerjakan arc gauging atau pekerjaan lain yang menimbulkan tingkat kebisingan (dB) yang cukup tinggi. Setelah pekerjaan pengelasan selesai periksa apakah di daerah tersebut tidak ada api atau material panas yang ditinggalkan. Ergonomi bisa dikuasai baik oleh berbagai background pendidikan atau profesi seperti insinyur. Spark atau spatter yaitu titik kecil material cair yang memercik dari daerah pengelasan dan menyebar cukup jauh. dan Higiene Industri Ergonomi merupakan ilmu yang cakupannya luas dan multidisipliner. Karena luasnya maka ilmu ini dipelajari oleh berbagai disiplin ilmu mulai dari teknik industri (ergonomi secara keseluruhan: fisik. hukum. misalnya oleh dokter saja atau oleh insinyur saja. Bidang ini harus ditangani oleh berbagai disiplin ilmu. Kedokteran Kerja. Spatter ini akan menimbulkan bahaya terbakar bila terkena kulit yang tak terlindungi atau menimbulkan bahaya api bila kontak dengan material yang mudah terbakar. Karena peliknya permasalahan bidang ini tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Pada pengelasan di tempat tinggi perlu diperhatikan bahwa spatter kemungkinan jatuh ditempat yang cukup jauh. Jika insinyur berangkat dari keselamatan / kecelakaan dan produktivitas. sosial. higiene industri dan kedokteran kerja. Keselamatan Kerja. dan pekerjaan dapat pula menimbulkan terganggunya kesehatan. lingkungan. seperti: higiene industri. dan kesehatan masyarakat atau kedokteran (ergonomi fisik dan lingkungan). sedangkan kedokteran kerja biasanya berangkat dari terjadinya gangguan kesehatan pada manusia. Kesehatan yang kurang baik akan dapat mengganggu produktivitas pekerjaan. Paling sedikit ada tiga bidang ilmu besar yang mencakup kesehatan kerja secara keseluruhan. dan organisasi). kedokteran kerja. psikologi dan lainlain. Guna mengurangi akibat bahaya karena material panas juru las harus dilengkapi dengan baju dan sarung tangan pelindung dan baju pelindung yang sesuai.

waktu kerja. insinyur teknik kimia (keselamatan kimia). Bahasa higiene industri mencakup kedua disiplin itu. melakukan evaluasi dengan menetapkan skala prioritas dan melakukan pengendalian berbagai bahaya tadi. Kedokteran Kerja Kedokteran kerja atau kedokteran okupasi biasanya bekerja menangani diagnosis penyakit akibat kerja dan terapi penyakit akibat kerja serta cacat yang dikibatkannya. Intervensi teknis akan mudah dikomunikasikan dan dilakukan oleh higienis industri. mesin. melakukan pengukuran tingkat bahaya itu. Risk . kedokteran kerja lebih mengarah ke pengawasan dan suatu tindakan jika gangguan kesehatan telah terjadi dan usahanya untuk mengembalikan kondisi kesehatan kerja kembali sedia kala. alat pelindung diri. Masalah rekayasa (engineering) yang sukar dikuasai oleh para dokter dapat dikomunikasikan dengan higienis industri yang banyak barasal dari insinyur. Bidang kedokteran kerja sering disebut sebagai hospital based. dll) yang baik. ergonomi. Intinya keselamatan kerja ’mencegah’ munculnya gangguan kesehatan kerja. insinyur teknik industri (bidang teknik yang sangat concern dengan ergonomi industri kaitannya dengan keselamatan kerja secara keseluruhan). Higiene Industri Higiene industri adalah suatu ilmu dalam mengenal berbagai bahaya dalam pekerjaan (fisika. manajemen resiko dll bahkan sampai tingkat sosial seperti desain organisasi kerja. kimia. Intinya kedokteran kerja ’mengobati’ gangguan kesehatan kerja. Karena itu bidang garapannya meliputi ancaman bahaya kebakaran.Keselamatan Kerja Disiplin keselamatan kerja lebih banyak ditujukan kepada masalah terjadinya kecelakaan dan kehilangan harta benda. nyaris celaka dan lingkungan. dll. Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa bidang keselamatan kerja mempunyai tujuan untuk mencegah atau mengurangi resiko terjadinya gangguan kesehatan melalui perancangan sistem kerja (contoh: desain alat. dan psikososial). sebab pada umumnya penyakit akibat kerja akan berbentuk sama dengan penyakit lainnya yang ada di rumah sakit. kecelakaan. insinyur teknik elektro (keselamatan listrik). tumpahan. biologi. Higiene industri dapat dikatakan sebagai juru bicara antara profesi keselamatan (insinyur) dan kedokteran. Keselamatan kerja banyak dikuasai oleh insinyur baik insinyur keselamatan. Health surveillance biasa dikerjakan baik oleh dokter okupasi maupun sarjana kesehatan masyarakat. Jadi berbeda dengan keselamatan kerja.

000 pekerja terluka di tempat kerja. dengan usaha preventif dan kuratif. gang pertambangan ambruk.(12) Di negara kecil seperti Belgia setiap tahun kira-kira 175 orang mati karena kecelakaan kerja dan lebih dari 165. kalau bebas dari risiko terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan si pekerja cedera atau bahkan mati. di sini kita pun membahas keselamatan dan kesehatan kerja bersama-sama. tetapi dapat diperkirakan bahwa persentase kecelakaan kerja di Indonesia juga banyak. Sering terjadi kecelakaan yang sebetulnya tidak perlu terjadi.Tempat kerja bisa dianggap sehat. perusakan mata bagi montir las. jika peraturan keselamatan diterapkan dengan konsekuen. Tentang pulau Batam pernah dilaporkan bahwa selama 1996 terjadi 921 kasus kecelakaan pada 1126 perusahaan yang tercatat di sana (Kompas 6-1-1997). mental. Yang minta banyak korban adalah kecelakaan industri di pabrikpabrik atau tempat industri lain: tangki meledak.” Di Indonesia masalah keselamatan dan kesehatan kerja dikenal sebagai K3 dan banyak perusahaan mempunyai Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Beberapa aspek keselamatan kerja Sebagaimana biasa dilakukan. Tidak dapat diragukan. kalau bebas dari risiko terjadinya gangguan kesehatan atau penyakit (occupational diseases) sebagai akibat kondisi kurang baik di tempat kerja. pada saat pembangunannya belum selesai. Dalam surat kabar kadang-kadang dilaporkan kejadian. baik fisik. pekerja kena mesin. Mau tidak mau.assessment juga umumnya dikerjakan oleh para higienis industri. Ada aneka macam kecelakaan kerja. di Amerika Serikat setiap hari rata-rata 32 orang tewas di tempat kerja dan 5500 orang mengalami cedera yang mengakibatkan mereka tidak bisa bekerja. serta penyakit umum. Data-data lengkap tidak ditemukan. dan banyak lain lagi. hal itu akan tercermin dalam harga yang lebih tinggi untuk banyak produk dan jasa. terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakihatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan keija. pasti tidak kurang dibandingkan dengan negaranegara maju. Di seluruh dunia terjadi banyak kecelakaan di tempat kerja. Referensi: Program Pelatihan dan Sertifikasi Higienis Industri Muda (HIMU). Dari Amerika Serikat dilaporkan bahwa 7 juta lebih pekerja dari angkatan kerja 80 juta orang setiap tahun mengalami penyakit dan cedera yang disebabkan karena pekerjaannya dan beberapa juta di antaranya mengakibatkan orang bersangkutan tidak bisa bekerja lagi atau malah mati. Kesehatan kerja dapat direalisasikan karena tempat kerja dalam kondisi sehat. Asosiasi Hiperkes dan Keselamatan Kerja Indonesia (AHKKI) Pengertian Kesehatan Kerja Sebelum menelusuri aspek etik dan hukum kesehatan kerja. Keselamatan kerja bisa terwujud bilamana tempat kerja itu aman. hal itu merupakan akibat langsung dari cara berproduksi yang disebut industri dan penggunaan teknologi canggih. Biaya finansial diperkirakan 48 milyar dollar setiap tahun untuk kompensasi para korban dan jauh lebih banyak lagi untuk pembayaran jaminan sosial dan perawatan medis. maupun sosial. Dan tempat kerja adalah aman. Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta praktiknya yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. harus dipahami terlebih dahulu tentang pengertian kesehatan kerja. Beberapa tahun lalu dapat dibaca bahwa pembangunan sebuah mal besar di Jakarta sudah menelan 19 korban jiwa. Tetapi walaupun pasti ada hubungan erat antara kesehatan kerja dan keselamatan kerja. seperti pekerja bangunan . ada alasan juga untuk membedakan dua masalah itu. Menurut National Institute of Occupational Safety and Health.

Misalnya. dan perusahaan. Tetapi dalam industri modern. batu alam. Salah satu contoh adalah asbes. kependekan dari higiene perusahaan dan kesehatan kerja. Undang-undang kesehatan kerja ini semakin penting diatur sejalan dengan semakin meningkatnya pembangunan di segala bidang. khususnya bahan artifisial. Namun demikian. bahan kimia. kondisi medis ini banyak ditemukan. Dengan demikian. akan sulit membicarakan kesehatan kerja tanpa membicarakan kesehatan lingkungan sebab hakikat dari kedua disiplin ini adalah: 1. bahan nuklir. Menurut penelitian di Amerika. dan sebagainya. Juga penggunaan pestisida di sektor pertanian banyak merugikan kesehatan para pekerja pertanian. Kalau dihirup dalam kuantitas besar. di sini tanggung jawab perusahaan tidak selalu jelas. Sasaran higiene perusahaan adalah lingkungan kerja dan bersifat teknik. pegawai negeri. Pada saat itu si pekerja barangkali sudah masuk masa pensiunnya. 2. sedangkan sasaran kesehatan keda adalah manusia dan bersifat medik. Penggabungan yang serasi ini membuka kemungkinan sebesar-besarnya untuk kesempurnaan penyelenggaraan higiene perusahaan dan kesehatan kerja. Sama halnya dengan kesehatan lingkungan. dengan kemajuan di bidang yang satu memerlukan kemajuan atau bergantung pada bidang yang lain. nelayan. maka occupational diseases atau penyakit akibat pekerjaan baru tampak sesudah si karyawan bekerja cukup lama. helm pengaman. dan sebagainya. Sebagai alat untuk meningkatkan produksi melalui efisiensi dan daya produktivitas manusia. pekerja terkena benda yang jatuh. Selalu sudah diketahui bahwa beberapa macam pekerjaan mempunyai faktor risiko khusus untuk kesehatan si karyawan. dan sebagainya. baik buruh. atau setiap ruang kerja mempunyai pintu dan tangga darurat. kanker akibat kontak intensif dengan ashes baru tampak sesudah 30 atau 40 tahun.atau tenaga kebersihan jatuh dari gedung tinggi. menghirup debu di atas ambang toleransi dalam periode lama. Contoh yang sudah dikenal lama adalah penyakit paru-paru (pneumocosiosis atau silicosis. Kini. khususnya di bidang industri yang memerlukan tenaga kerja yang . keluhan jantung. para pekerja menjumpai jauh lebih banyak faktor risiko untuk kesehatan. dalam waktu singkat asbes bisa mengakibatkan penyakit paru-paru kronis yang disebut asbestosis dan dalam waktu panjang penyakit kanker paru-paru. Karena alasan itu para pengusaha dulu kurang merasa bertanggung jawab atas penyakit yang diakibatkan pekerjaan. batu bara. hakikat kedua disiplin ini dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja. Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja setinggi-tingginya. banyak kecelakaan semacam itu bisa dihindarkan. Kalau kecelakaan kerja hampir selalu terjadi secara mendadak dan langsung mengakibatkan kerugiannya. Ini perbedaan besar dengan kecelakaan di tempat kerja yang langsung memperlihatkan efeknya dan karena itu hubungan dengan pekerjaan tidak bisa diragukan. di dunia kesehatan dikenal istilah hiperkes. dalam bahasa Inggris disebut black lung) yang diakibatkan karena pekerja di pertambangan kapur. Kasus penyakit yang lebih sulit untuk diidentifikasi dan ditangani adalah stress on the job: stress (dengan berbagai akibat fisik.” Karena penyakit yang disebabkan pekerjaan berkembang perlahan-lahan dan baru menyatakan diri sesudah periode cukup lama. Seandainya dilaksanakan peraturan keselamatan yang mewajibkan memakai sabuk pengaman. dan sebagainya) yang disebabkan oleh pekerjaan. pekerja tewas karena kebakaran di tempat kerja. Dengan demikian. pengetahuan tentang kesehatan kerja juga akan lebih banyak melibatkan kalangan kedokteran/kesehatan yang menangani kesehatan pekerja di pabrik. seperti sakit kepala. petani. pertambangan. maupun pekerja lepas. Penggabungan dua disiplin yang berbeda ini dalam praktiknya seperti conditio sine qua non. malah tiga per empat pekerja Amerika mengeluh tentang stress yang disebabkan oleh pekerjaan.

Dokter kesehatan kerja bertanggung jawab terhadap peningkatan derajat kesehatan tenaga kerja sesuai perkembangan iptek kedokteran mutakhir. Dokter kesehatan kerja hams menghindari diri dari setiap pertimbangan atau kegiatan yang dapat mengurangi intensitas dan kemandirian atau kebebasan profesi dan tetap memelihara komunikasi yang serasi dengan tenaga kerja dan manajernen perusahaan. untuk menyelesaikan masalah kesehatan kerja dari segi etik lebih tepat diterapkan etika biomedis (bioetika). b. Dalam setiap pertentangan kepentingan. Aspek Hukum Kesehatan Kerja Pengetahuan tentang aspek hukum ini perlu dipahami karena atas kekuatan undang-undanglah para pejabat departemen tenaga kerja atau departemen kesehatan dapat melakukan inspeksi dan memaksakan segala sesuatu yang diatur dalam undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah ke perusahaan-perusahaan. sosial budaya. c. hukum. Bila nasihat dan peringatan demikian tidak dihiraukan. ekonomi. b. 2.tidak saja terampil di bidangnya. Perlindungan terhadap tenaga kerja a. dan meningkatkan derajat kesehatan. guna mencegah bahaya pekerjaan. Hal-hal yang menuntut perhatian dokter kesehatan kerja meliputi: 1. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja Melaksanakan secara berkala pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dengan baik dan benar dan memberikan penjelasan manfaat serta tujuan pemeriksaan kesehatan dalam rangka perlindungan kesehatan tenaga kerja dengan fbkus pada upaya pencegahan. Kontrak kerja dan pelaksanaan fungsi profesi a. Profesi dokter kesehatan kerja di Indonesia akan terus berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan industrialisasi. dokter kesehatan kerja tidak boleh memihak manajemen perusahaan. Berbagai upaya peningkatan kerja mengandung komponen bioetika. Melaksanakan profesi berlandaskan KODEKI. Memberi penyuluhan kesehatan untuk kepentingan kesehatan tenaga kerja. atas kekuatan undangundang dapat dipaksakan sanksi hukum yang diatur dalam undang-undang. dan cabang-cabang ilmu kesehatan. Memelihara. 4. tetapi juga mempunyai derajat kesehatan yang baik. mengenal dan memahami pekerjaan dan lingkungan kerjanya serta masalahmasalah yang mungkin timbul. Aspek Etik Kesehatan Kerja Oleh karena dalam upaya kesehatan kerja tercakup berbagai disiplin ilmu seperti disiplin rekayasa. membina. dan para dokter yang mengelola kesehatan kerja dituntut mempedomani Kode Etik Dokter Kesehatan Kerja (KEDKI). Pengembangan kebijakan dan program kerja Dokter kesehatan kerja bersama-sama pengusaha dan wakil tenaga kerja membuat rencana pengembangan kebijakan program kesehatan kerja di tempatnya sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan serta sesuai perkembangan iptek kedokteran mutakhir dan berpartisipasi dalam upaya perlindungan komunitas dan lingkungan. Hal ini perlu diketahui kalangan kedokteran/kesehatan karena tugas utama kalangan kedokteran/kesehatan adalah membina agar kesehatan kerja dan kesehatan lingkungan dapat . 5. c. Mengikuti perkembangan iptek. produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja baik perseorangan maupun kelompok. 3.

Etika kedokteran dan hukum kesehatan ed 4 Oleh Prof.000 pemeriksaan kesehatan setahun dikerjakan oleh dokter yang diangkat oleh perusahaan yang ditunjuk oleh EMAS untuk melaksanakan pemeriksaan tersebut. Ada lagi sejumlah 90. Masalah hukum dalam kesehatan kerja untuk dapat melakukan pemeriksaan seleksi pada calon pekerja muda dan pemeriksaan wajib bagi pekerja di tempat yang berbahaya atau yang bertugas di tempat yang membahayakan. • memberi nasihat kepada serikat pekerja.Kesehatan Kerja . Tugas khususnya meliputi: • memberikan nasihat medik kepada orang muda untuk mencari pekerjaan. survei asbestos. SH . seperti survei industri keramik. • pemeriksaan kesehatan orang muda jika bila dipandang perlu oleh Pelayanan Kesehatan Sekolah.dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sp. pengusaha. Sp. • penyelidikan kecelakaan kerja. dan • hasil pemeriksaan kesehatan harus ditulis di catatan kesehatan yang dijaga oleh pengusaha. • pemeriksaan kesehatan wajib. . Mereka disebut sebagai “dokter yang ditunjuk”. dan • survei-survei pilot kecil untuk mengenal bahaya baru atau untuk menilai ketepatan nilai ambang batas yang berlaku. Dr. dan dokter. seperti pekerjaan dengan timbal. Badan ini merupakan suatu jaringan nasional yang terdiri dari sekitar 140 tenaga dokter dan perawat yang bertanggung jawab kepada sembilan Dokter Penasihat Kepegawaian Senior. • pekerja mempunyai kewajiban untuk menjalani pemeriksaan. dan dikepalai oleh Direktur Pelayanan Medik HSE. M. Intl dari pelayanan itu ialah Bagian Layanan Medis dari Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan (HSE). • memberikan nasihat kepada pengawas pabrik. Jusuf Hanafiah. • pekerja harus dipindahkan dari pekerjaan tertentu untuk masa yang ditentukan dan dipindahkan ke pekerjaan lain jika dimungkinkan.OG(K) & Prof.000 pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Pelayanan Nasihat Kedokteran Bagi Pegawai setiap tahunnya. rig minyak. Kees Bertens. dr. Biaya untuk pemeriksaan ini dapat diatur secara bersama antara dokter dan pengusaha yang bersangkutan. pekerjaan kimia. Pemeriksaan Kesehatan Wajib Ada lebih dari 20. Amri Amir. Referensi . MSC. Diwajibkan oleh undang-undang bahwa: • pengusaha secara resmi diberitahu mengenai kebugaran pekerja untuk melakukan tugasnya. dr.F(K). yang mendapatkan nasihat dari satu tim spesialis. • pengusaha dilarang terus mempekerjakan setiap pekerja yang telah dinyatakan tidak sehat.Pengantar Etika Bisnis Oleh Prof. • melakukan survei nasional dan lokal.

Jenis Alat Pelindung Diri di bagi menjadi 3 kelompok yaitu: 1. 8. namun sebagai usaha akhir. Face Shields. Tujuan. 1991). Tutup Kepala.2. Alat Pelindung Diri harus mampu melindungi pemakainya dari bahaya-bahaya kecelakaan yang mungkin ditimbulkan.Jenis dan Kegunaan dari Alat Pelindung Diri 1. oleh karena itu.1 Pengertian Alat Pelindung Diri Alat Pelindung Diri adalah alat-alat yang mampu memberikan perlindungan terhadap bahayabahaya kecelakaan (Suma’mur. 7. Tujuan  Melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak dapat dilakukan dengan baik. APD dipilih secara hati-hati agar dapat memenuhi beberapa ketentuan yang diperlukan. 4. Namun pemakaian APD bukanlah pengganti dari usaha tersebut. Suku cadangnya harus mudah didapat guna mempermudah pemeliharaannya.  Alat Pelindung Muka : Safety Glasses. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel. 2. Manfaat. Alat tersebut tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya. 6. Bentuknya harus cukup menarik. Goggles. Manfaat  Untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja. Alat tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya yang dikarenakan bentuk dan bahayanya yang tidak tepat atau karena salah dalam menggunakannya. APD harus dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya yang dihadapi oleh tenaga kerja. Hats/cap. 5. Menurut ketentuan Balai Hiperkes. APD bagian kepala meliputi :  Alat Pelindung Kepala : Alat ini adalah kombiansi dari alat pelindung mata. Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama. 2. Atau bisa juga disebut alat kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.  Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja. Topi pengaman. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan.  Menciptakan lingkungan kerja yang aman. syarat-syarat Alat Pelindung Diri adalah : 1. 3.pernapasan dan mata contohnya Topi Pelindung/Pengaman (Safety Helmet). APD dipakai sebagai upaya terakhir dalam usaha melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak dapat dilakukan dengan baik.  Alat Pelindung Kepala Bagian Atas : Topi Pelindung/Pengaman (Safety Helmet). 2.  Alat Pelindung Pengliahatan : Kaca Mata .  Mengurangi resiko akibat kecelakaan.2. Alat pelindung harus memenuhi standar yang telah ada. 9. 3.

terjatuh dan terkena arus listrik. Sumbat Telinga (Ear plugs). kabut.  Alat Pelindung Telinga : Tutup Telinga (Ear muff ). APD bagian badan meliputi :  Alat Pelindung Seluruh Badan : jas laboratorium  Alat Pelindung Badan Bagian Muka : Apron  Alat Pelindung Bagian Dada : Rompi Pelindung 1. Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi.  Alat Pelindung Muka Dan Mata o Melindungi muka dan mata dari:  Lemparan benda-benda kecil. o Tutup Telinga (Ear muff ) frekuensi 2800–4000 Hz sampai 42 dB (35–45 dB) Untuk frekuensi biasa 25-30 dB. Alat Pelindung Pernafasan : Masker. Biasanya digunakan oleh pemadam kebakaran.  Alat Pelindung Pernafasan o Memberikan perlindungan terhadap sumber-sumber bahaya seperti: o Kekurangan oksigen o Pencemaran oleh partikel (debu. APD bagian anggota badan meliputi :  Alat Pelindung Tangan : Sarung Tangan (Safety Gloves). o Tutup Kepala : Melindungi kepala dari kebakaran. sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu. asap dan uap logam) o Pencemaran oleh gas atau uap  Alat Pelindung Tangan  Sarung Tangan (Gloves) Jenis pekerjaan yang membutuhkan sarung tangan : .karena hantaran suara melalui tulang masih ada. o Topi pengaman : untuk penggunaan yang bersifat umum dan pengaman dari tegangan listrik yang terbatas. Tahan terhadap tegangan listrik. korosif.  Alat Pelindung Kaki : sepatu bot. 1. Kegunaan  Alat Pelindung Kepala o Alat Pelindung Kepala Topi Pelindung/Pengaman (Safety Helmet) : Melindungi kepala dari benda keras. uap-uap. 4.  Lemparan benda-benda panas  Pengaruh cahaya  Alat Pelindung Telinga o Sumbat Telinga (Ear plugs ) yang baik adalah menahan frekuensi Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 dB. tapi tak lebih dari 50 dB. Respirator. panas/dingin. o Hats/cap : Melindungi kepala dari kotoran debu atau tangkapan mesin-mesin berputar. pukulan dan benturan.

asap. dsb.  Alat pelindung diri untuk tugas khusus o Apron untuk bekerja dengan bahan kimia ataupun pekerjaan pengelasan. o Beberapa pekerjaan perawatan. Kekurangan o Kemampuan perlindungan yang tak sempurna karena memakai Alat pelindung diri yang kurang tepat o Fungsi dari Alat Pelindung Diri ini hanya untuk menguragi akibat dari kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.24 meter. o Memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di tempat kerja.  Safety Belt Berguna untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjatuh. . o Alat Pelindung Diri tak memenuhi persyaratan standar) o Alat Pelindung Diri yang sangat sensitive terhadap perubahan tertentu. o Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan o Cara pemakaian Alat Pelindung Diri yang salah. o Alat Pelindung Diri yang mempunyai masa kerja tertentu seperti kanister. o Full body harness untuk bekerja di ketinggian melebihi 1. benda yang sisinya tajam dlsb. o Tutup telinga (ear plugs) untuk bekerja di tempat dengan kebisingan melebihi 85 dB. 2. o Sepatu boot karet (rubber boot) untuk semua pekerjaan di kebun yang dimulai dari survey lahan. bakteri.o Pengelasan/ pemotongan (bahan kulit) o Bekerja dengan bahan kimia (bahan karet) o Beberapa pekerjaan mekanikal di workshop dimana ada potensi cedera bila tidak menggunakan sarung tangan (seperti benda yang masih panas. pembibitan. misal api.  Alat Pelindung Kaki o Untuk mencegah tusukan o Untuk mencegah tergelincir o Tahan terhadap bahaya listrik  Alat Pelindung Badan o Pakaian Pelindung: digunakan untuk melindungi tubuh dari benda berbahaya. o Alat Pelindung Diri dapat menularkan penyakit.). zat-zat kimia.bila dipakai berganti-ganti. penanaman hingga panen. Kelebihan o Mengurangi resiko akibat kecelakan o Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya pada kecelakaan o Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan administrasi tidak berfungsi dengan baik. biasanya digunakan pada pekerjaan konstruksi dan memanjat serta tempat tertutup atau boiler.3 Kekurangan dan Kelebihan Alat Pelindung Diri 1. 2. filter dan penyerap (cartridge).

Setiap manajemen lini harus memiliki catatan jumlah karyawan yang memiliki helm kerja dan telah mengikuti training. 2. o Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan o Secara spesifik sebagai berikut  Helm Safety/ Helm Kerja (Hard hat) 1. 2. kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin). Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan (retak-retak. atau tempat-tempat yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya.  Kacamata Safety (Safety Glasses) 1.4 Cara Memilih dan Merawat Alat Pelindung Diri 1. Kacamata safety dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. 4. o Melakukan pembersihan secara berkala. o Memeriksa Alat pelindung diri sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai.2. Penyimpanan masker harus terjamin sehingga terhindar dari debu. ruang istirahat. Cara merawat o Meletakkan Alat pelindung diri pada tempatnya setelah selesai digunakan. o Alat Pelindung Diri yang sesuai standar serta sesuai dengan jenis pekerjaannya harus selalu digunakan selama mengerjakan tugas tersebut atau selama berada di areal pekerjaan tersebut dilaksanakan. kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya. 3. 3.  Sepatu Safety (Safety Shoes) . 2. proses. kebersihan serta kondisinya. kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kacamata safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini. o Memastikan Alat pelindung diri yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru. Cara memilih o Sesuai dengan jenis pekerjaan dan dalam jumlah yang memadai. o Dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. o Melalui pengamatan operasi. o Alat Pelindung Diri tidak dibutuhkan apabila sedang berada dalam kantor. bolong atau tanpa system suspensinya). dan jenis material yang dipakai. Setiap manajemen lini harus memiliki catatan jumlah karyawan yang memiliki kacamata safety dan telah mengikuti training. Helm kerja dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan.

 Masker/ Perlindungan Pernafasan (Mask/ Respiratory Protection) 1. Sarung tangan 1. . Sepatu safety dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. 2. 3. Pelindung pernafasan dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. 3. kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin). kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya. 2. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sepatu safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. Sarung tangan dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan. kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini. Penyimpanan sarung tangan harus terjamin sehingga terhindar dari debu. Kondisi dan kebersihan alat pelindung pernafasan menjadi tanggung jawab karyawan yang bersangkutan.1. kebersihan serta kondisinya. kebersihan serta kondisinya oleh manajemen lini. 4. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat pelindung pernafasan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. Setiap manajemen lini harus memiliki catatan jumlah karyawan yang memiliki sepatu safety dan telah mengikuti training. Kontrol terhadap kebersihan alat tersebut akan selalu dilakukan oleh managemen lini. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sarung tangan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan. 3. 2.