RSCM

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional
Dr. Cipto Mangunkusumo
Disiapkan oleh :
Nama
Jabatan

Dr.Susilo, SpAn.FRCA
Kepala Dept. Anestesiologi
dan Intensif Care

INTUBASI ENDOTRAKEAL
Nomor Dokumen:

No. Revisi :

Halaman :

No. Dokumen Unit:

01

1/3

ANS.ICU.SPO.010
Disetujui Oleh :
DR.dr.C.H.Soedjono,SpPD
(K)Ger
Direktur Medik dan
Keperawatan

Tanda
Tangan

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan oleh:
Direktur Utama

Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Sp.U(K)
NIP. 195507271980101001
Tanggal Terbit :
5 Maret 2012

Unit Kerja :
Intensive Care Unit

Pengertian :
Intubasi adalah tindakan pemasangan pipa endotrakea ke dalam saluran nafas (trakea). Untuk menjaga dan
mempertahankan kepatenan jalan nafas.
Tujuan :
1. Untuk menjaga dan mempertahankan kepatenan jalan nafas.
2. Menjamin terpenuhinya kebutuhan oksigenasi
3. Mencegah terjadinya aspirasi
4. Mempermudah penghisapan sekresi
5. Sebagai sarana untuk memudahkan pemasangan ventilator, bronkoskopi, pengambilan spesimen dari
saluran napas.
Kebijakan :
1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 290/Menkes/Per/III/2008 Tentang Persetujuan
Tindakan Kedokteran
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011 Tentang
Keselamatan Pasien Rumah Sakit
3. Dilakukan oleh dokter Anestesia, dokter Konsultan Intensif, atau tenaga dokter yang kompeten untuk
melakukan tindakan intubasi.
4. Persiapan pasien, pemantauan pasien dan persiapan alat dilakukan oleh perawat ICU atau perawat yang
terlatih untuk tugas tersebut.
5. Untuk tindakan yang termasuk prosedur invasif berlaku prosedur protokol universal.
Prosedur :
1. DPJP/dokter melakukan penilaian klinis pada pasien dan menyatakan indikasi untuk dilakukan
intubasi.
2. Pemberian Informed Consent pada pasien (bila memungkinkan) dan keluarga pasien tentang alasan
prosedur dan resiko tindakan intubasi, termasuk juga kemungkinan dilakukan restrain untuk
mencegah pasien mencabut ETT.
3. Keluarga diminta menandatangani surat persetujuan tindakan (informed consent) jika keluarga
menyetujui tindakan tersebut, bila tidak setuju diminta untuk menandatangani formulir penolakan
tindakan.
4. Perawat PJ pasien mengklarifikasi indikasi intubasi kepada DPJP / dokter Anestesia / Konsultan
Intensif / Tenaga dokter yang kompeten dan mempersiapkan alat – alat yang dibutuhkan untuk
tindakan dan juga mempersiapkan pasien. ( IK Pemasangan Pipa Endotrakeal )

RSCM
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional
Dr. Cipto Mangunkusumo

INTUBASI ENDOTRAKEAL
Nomor Dokumen:

No. Revisi :

Halaman :

No. Dokumen Unit:

01

2/3

ANS.ICU.SPO.010
5. DPJP / Dokter Anestesia / Konsultan Intensif / Tenaga Dokter yang kompeten, melakukan tindakan
intubasi pada pasien. ( IK Pemasangan Pipa Endotrakeal ).
6. Dokter memastikan Pipa Endotrakeal (ETT) sudah terpasang dengan baik dan benar secara klinis
dan dikonfirmasi dengan melakukan auskultasi, dan juga memeriksa kembali tanda – tanda vital
pasien.
7. Bila diperlukan maka ETT dapat disambungkan dengan alat ventilasi mekanis yang sudah
disiapkan terlebih dahulu, atau dengan ambu bag bila akan dilakukan bantuan ventilasi secara
manual.
8. Konfirmasi letak ETT dengan Rӧ Thorak.
9. Monitoring setelah intubasi dan dokumentasi pada status pasien dilakukan oleh perawat PJ pasien.
Unit terkait :
1. ICU Dewasa
2. ICU Kencana
3. ICU IGD
4. HCU
5. IGD
6. Kamar Operasi
7. Ruang Rawat Inap

8. Unit Terkait Lainnya

INTUBASI ENDOTRAKEAL

RSCM
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional
Dr. Cipto Mangunkusumo

Nomor Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

No. Dokumen Unit

01

3/3

ANS.ICU.SPO.010
Flow Chart :
Aktivitas

Dokumen / Catatan Mutu

Mulai

DPJP/Dokter Yang Mewakili
Melakukan penilaian klinis
dan menyatakan indikasi
intubasi

Dokter / Perawat
Memberikan Informed
Consent Pada Pasien
& Keluarga

Tidak
Setuju

Keluarga
tanda
tangan
surat
penolakan
tindakan

Observasi

Setuju

Formulir persetujuan
dan penolakan
tindakan

Perawat
Menyiapkan
peralatan
intubasi

Dokter
Melakukan
Intubasi

IK Pemasangan Pipa
Endotrakeal (ETT)


Thorak

Dokumentasikan

Selesai

IK Pengisian Lembar
Observasi dan
Implementasi Harian
ICU

Keterangan