BAB I

PENDAHULUAN
Industri pariwisata telah berkembang sebagai sumber devisa negara
sejak tahun 1970-an. Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan
dan Sulawesi Utara merupakan tujuan wisata yang paling sering
dikunjungi, baik oleh wisatawan asing maupun wisatawan lokal.
Sejak tahun 1986, pertumbuhan industri pariwisata meningkat tajam.
Pada tahun 1987 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia
mencapai 1,06 juta dengan pemasukan devisa sekitar US$ 955 juta.
Selanjutnya, di tahun 1991, jumlah wisatawan yang berkunjung telah
mencapai 2,58 juta dengan pemasukan devisa sebesar US$ US$ 2,1
milyar. Pada tahun 1994, jumlah wisatawan telah mencapai angka 4 juta
dengan pemasukan devisa sekitar US$ 5,2 milyar, atau setara dengan
sekitar 40% dari total penerimaan devisa negara pada saat itu.
Para wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah untuk menikmati
obyek - obyek wisata selain memerlukan alat transportasi, makanan /
minuman, pemandu wisata / guide juga memerlukan sarana
penginapan.
Jasa yang disediakan dalam usaha perhotelan biasanya meliputi jasa
pelayanan penginapan, makanan-minum serta jasa lainnya bagi umum
dengan menggunakan sebagian atau seluruh bagian bangunan.
Industri perhotelan termasuk industri yang padat modal. Syarat penting
yang harus diperhatikan dalam memasuki industri ini adalah tingkat
struktur modalnya. Modal awal industri ini sangat bervariasi dan bisa
mencapai Rp.500 milyar untuk hotel berbintang lima.
1.1

Pengertian Umum tentang Hotel
Definisi secara jelas mengenai usaha penginapan tidak dapat
dilakukan walaupun terdapat perbedaan antara hotel, motel, villa,
inn sweet hotel, cottage dan jenis penginapan lainnya. Secara
harfiah pengertian hotel adalah: sebuah gedung yang digunakan
untuk tempat penginapan dengan tujuan komersil dan menyediakan
jasa pelayanan profesional bagi tamu termasuk menyediakan
makanan, minuman dan fasilitas lainnya.

1.2

Jenis / Klasifikasi Hotel
Dalam menentukan jenis / klasifikasi hotel, dapat ditinjau dari
berbagai faktor yang satu sama lain ada kaitannya. Faktor - faktor
tersebut antara lain berdasarkan faktor tingkatan atau bintang dari
hotel, faktor tujuan pemakaian, faktor lokasi hotel, faktor daya jual
dan perencanaan penggunaan (hotel plan usage), faktor ukuran
hotel, faktor lamanya tamu menginap, faktor kegiatan tamu selama
menginap, faktor jenis tamu yang menginap, faktor tingkat
1

pelayanan dan faktor tingkat kepemilikan / afiliasi.

1.2.1

Faktor tingkatan atau bintang dari hotel
Tingkatan atau kelas hotel umumnya di bedakan antara lain
sebagai berikut:
a. Hotel Melati
Pada umumnya hotel melati hanya memiliki fasilitas
seperti kamar mandi dan televisi.
b. Hotel Berbintang Satu (*)
Persyaratan minimal:
1. Jumlah kamar standar, minimal 15 kamar
2. Kamar mandi di dalam
3. Ada TV di dalam
4. Luas kamar standar, minimum 20 M2
c. Hotel Berbintang Dua (**)
Persyaratan minimal:
1. Jumlah kamar standar, minimal 20 kamar
2. Kamar suite, minimum 1 kamar
3. Kamar mandi di dalam
4. TV di dalam
5. Luas kamar standar, minimum 22 m 2
6. Luas kamar suite, minimum 44 M2
d. Hotel Berbintang Tiga (***)
Persyaratan minimal:
1. Jumlah kamar standar, minimal 30 kamar
2. Kamar suite, minimum 2 kamar
3. Kamar mandi di dalam
4. TV di dalam
5. Ada lemari es
6. Luas kamar standar, minimum 24 M2
7. Lues kamar suite, minimum 48 M2
e. Hotel Berbintang Empat (****)
Persyaratan minimal:
1. Jumlah kamar standar, minimal 50 kamar
2. Kamar suite, minimum 3 kamar
3. Kamar mandi di dalam
4. TV di dalam
5. Ada lemari es
2

6. Luas kamar standar, minimum 24 &
7. Luas kamar suite, minimum 48 m 2
f. Hotel Berbintang Lima (*****)
Persyaratan minimal:
1. Jumlah kamar standar, minimal 100 kamar
2. Kamar suite, minimum 4 kamar
3. Kamar mandi di dalam
4. TV di dalam
5. Ada lemari es
6. Luas kamar standar, minimum 26 M2
7. Luas kamar suite, minimum 52 m2
1.2.2 Faktor tujuan pemakaian
Klasifikasi hotel berdasarkan faktor tujuan pemakaian adalah
sebagai berikut:
a. Business Hotel
Hotel yang banyak digunakan oleh para usahawan
b. Recreational Hotel
Hotel yang digunakan untuk orang - orang yang akan
berekreasi atau santai
1.2.3

Faktor lokasi hotel
Klasifikasi hotel berdasarkan faktor lokasi adalah sebagai
berikut:
a. City Hotel
Hotel yang terletak di dalam kota
b. Resort Hotel
Hotel yang terletak di kawasan wisata yang antara lain:
berada di pegunungan, berada di pinggir pantai, berada di
tepi danau dan lain – lain.
c. Suburb Hotel
Hotel yang terletak di pinggiran kota, yaitu pertemuan
antara dua kotamadya
d. Urban Hotel
Hotel yang terletak di pedesaan dan jauh dari kota besar
e. Airport Hotel
Hotel yang terletak dalam area bandar udara

1.2.4

Faktor daya jual dan perencanaan penggunaan
( Hotel Plan Usege)
Klasifikasi hotel berdasarkan daya jual dan perencanaan
penggunaan antara lain sebagai berikut:
a. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa kamar hanya
untuk harga kamar saja ( Europeon Plan )
b. Biaya yang dikeluarkan adalah harga kamar itu sendiri
ditambah dengan harga makan (American Plan )
3

c. Biaya yang dikeluarkan adalah harga kamar termasuk juga
makan pagi (Continental Plan )
1.2.5 Faktor ukuran hotel
Klasifikasi hotel berdasarkan faktor ukuran hotel adalah
sebagai berikut:
a. Small Hotel
Hotel kecil yang memiliki kamar di bawah 100 kamar.
b. Medium Hotel
Hotel dengan ukuran sedang yang memiliki kamar antara
100 hingga 300
Kamar.
c. Large Hotel
Hotel dengan ukuran besar yang memiliki kamar diatas
300 kamar.
1.2.6 Faktor lamanya tamu menginap
Klasifikasi hotel berdasarkan faktor lamanya tamu menginap
digolongkan dalam 3 bagian yaitu:
a. Transit Hotel
Tamu yang menginap rata - rata hanya semalam
b. Semi - Residental Hotel
Tamu yang menginap rata - rata berkisar antara seminggu
sampai satu bulan
c. Residental
Tamu yang menginap rata - rata lebih dari satu bulan
1.2.7 Faktor kegiatan tamu selama menginap
Klasifikasi hotel berdasarkan faktor kegiatan tamu selama
menginap antara lain:
a. Sport Hotel
Hotel yang berada pada komplek kegiatan olah raga
b. Convention Hotel
Hotel yang menyediakan fasilitas kegiatan konvensi
c. Casino Hotel
Hotel yang menyediakan fasilitas kegiatan bermain judi
1.2.8 Faktor jenis tamu yang menginap
Klasifikasi hotel berdasarkan faktor jenis tamu yang menginap
antara lain adalah sebagai berikut:
a. Familiy Hotel
Hotel untuk tamu yang menginap bersama keluarganya
b. Business Hotel
Hotel untuk tamu yang menginap para usahawan
c. Tourist Hotel
Hotel untuk tamu yang menginap para wisatawan
4

9 Faktor tingkat pelayanan Klasifikasi hotel berdasarkan faktor tingkat pelayanan dibagi dalam 3 bagian yaitu: a. Hotel ini kadang . Ukuran hotel untuk tingkat pelayanan kelas menengah ini adalah hotel berukuran menengah / sedang. politisi kelas satu dan orang kaya raya.pasan.1. yang mengutamakan kebersihan. b. artis kelas satu. Hotel ini umumnya dikunjungi oleh tamu yang memiliki keuangan pas . b. kenyamanan dan harga yang relatif murah. World Class Service Hotel yang menawarkan pelayanan kelas dunia.10 Faktor tingkat kepemilikan / Afiliasi Klasifikasi hotel berdasarkan faktor tingkat kepemilikan / afiliasi adalah sebagai berikut: a.2. Bentuk hubungan atau kerjasama ini ada 3 macam yaitu:  Parent Company Hotel yang berada di bawah kepemilikan pihak / hotel lain atau merupakan unit perusahaan tersebut. tamu rombongan dan tamu keluarga. c. Induk perusahaan menentukan standar dan prosedur serta kebijaksanaan pengelolaan hotel tersebut.  Management Contract Hotel yang memisahkan antara kepemilikan dengan manajemennya. Chain Hotel Hotel ini tidek berdiri sendiri yang mempunyai hubungan dalam kepemilikan dan cara pengelolaannya dengan pihak / hotel lain. terutama untuk para eksekutif kelas satu. Independent Hotel Hotel ini tidak memiliki hubungan kepemilikan atau kerjasama dalam pengelolaan dengan pihak hotel lainnya. Mid-Range Service Hotel yang menawarkan pelayanan kelas menengah. Hotel tersebut menyediakan fasilitas kelas satu dan mewah untuk para tamunya.2. Economy / Limited Service Hotel yang menawarkan pelayanan kelas ekonomi. 1. Pemilik hotel melakukan kontrak dalam hal pengelolaan hotel dan membayar sesuai dengan 5 .kadang memberikan potongan harga bagi tamu yang sudah sering menginap.

fasilitas yang tersedia di dalam kamar. 1. perjanjian. Ijin tempat usaha ini diajukan ke Pemerintah Daerah TK. sebelum kita membangun / menjalankan bisnis hotel para pengusaha harus mengantungi / mempunyai ijin terlebih dahulu. Standart Room / Regular Room b.4.2 Ijin Usaha Tempat Usaha Setelah pengusaha mempunyai bentuk badan hukum mereka mengajukan ijin tempat usaha. Franchise and Refferal Group Hotel yang melakukan kerjasama dalam hal pengelolaan yang mana pemilik hotel menggunakan cara atau pola yang diciptakan serta dikembangkan oleh hotel lainnya. Gambar lokasi tempat usaha b.4 Perijinan Usaha Hotel Seperti pada dunia usaha lainnya. Adapun prosedur / ijin yang harus dimiliki pengusaha adalah sebagai berikut: 1.4. Deluxe / Superior Room c. Penamaan kamar tergantung pada kebijaksanaan dan manajemen hotel tersebut. Dalam formulir ini juga dilampirkan: a. Adapun jenis penamaan kamar yang menunjang ada pada hotel adalah sebagai berikut: a. perusahaan terbatas / perseroan terbatas Bentuk badan usaha ini dibuat dihadapan notaris dan setelah itu dikirim ke Departemen kehakiman dan HAM. Perbedaan dalam penamaan kamar antara lain dikarenakan atas dasar tingkat kenyamanan dan kemewahan. Uraian Rencana kegiatan usaha c. Pernyataan tidak keberatan dari para tetangga d. perusahaan komanditer / CV c. Kartu Tanda Penduduk 6 . 1. bentuk badan usaha dapat berupa: a.II setempat dengan cara mengisi formulir yang sudah disediakan. Suite Room 1.1 Bentuk Badan Hukum Para pengusaha yang akan menjalankan bisnis hotel ini perlu membuat suatu nama dan bentuk perusahaan. perusahaan perorangan b.3 Jenis Penamaan Kamar pada Hotel Penamaan kamar pada hotel berbeda antara satu hotel dengan hotel yang lain. luas kamar dan kelengkapan isi dalam suatu kamar.

sewa. Gambar ini biasanya dibuat oleh arsitek atau diborongkan sekaligus dengan pendirian bangunannya. para pengusaha hotel terlebih dahulu harus mengajukan permohonan persetujuan prinsip membangun hotel. instalasi listrik. Permohonan ini antara lain berisi data mengenai: fisik bangunan. 1.II & Dinas Dinas Cipta Karya.4. 1.II & Kepala Dinas Pariwisata.e.(upaya pengelolaan lingkungan) dan UPL (upaya pemantauan lingkungan).6 Permohonan Ijin Mendirikan Bangunan Setelah persiapan gambar. atau BOT. rencana penyerapan / penggunaan tenaga kerja. Sewa. Persetujuan prinsip dari pejabat berwenang atau kegiatan usaha h.5 Persiapan gambar-gambar hotel Gambar / maket hotel yang akan dibangun diperlukan sebagai pelengkap dalam mengajukan ijin mendirikan bangunan ( IMB ). i.3 Sertifikat tanah (Status. Dokumen Amdal yang telah disahkan dan atau UKL.4. Permohonan ini diajukan ke Kepala Daerah TK. Akte pendirian perusahaan k. sertifikat tanah dan ijin tempat usaha lengkap maka diajukan surat permohonan untuk ijin mendirikan bangunan kepada Pemda TK.4. 1. & BOT) Harus dijelaskan juga status tanah yang akan dibangun hotel tersebut apakah statusnya hak milik. Sebelum mengajukan ijin mendirikan bangunan. Surat keterangan WNI (bagi WNI keturunan) j. IMB g. Dalam mengurus ini biasanya dibebani biaya yang besarnya ditetapkan oleh Pemda TK. Status tanah yang akan digunakan f. SHM.4. dan air.II setempat & Dinas Cipta Karya. 1. Neraca. rencana pembiayaan untuk membangun hotel dan rencana waktu penyelesaian bangunan hotel. 7 .4 Permohonan persetujuan prinsip membangun hotel & pembuatan UKL / UPL atau Amdal.

1 Penentuan Tarif Sewa Kamar Penentuan tarif sewa kamar ditentukan sendiri oleh pihak manajemen hotel dan pemilik hotel berdasarkan: a. Lokasi / Letak Hotel Berada d. dengan harga kesepakatan sebelumnya c. Tingkat Persaingan untuk hotel yang sejenis e. Biasanya rate ini dikenakan oleh hotel yang ada tempat wisatanya. Basic Rates Tarif dasar dalam perhitungan tarif atas suatu kamar sebelum ditambah pajak dan pelayanan (Tax & Service). Airline Rates Tarif yang diberlakukan kepada crew penerbangan atau penumpang yang dikirim oleh penerbangan. b. yang diperkenankan oleh Pimpinan FO pada reception Sedangkan tarif khusus yang umumnya berlaku antara lain adalah: a. c. Fasilitas yang dimiliki 2. Week-End Rates Harga kamar khusus untuk akhir pekan.1. Season Rates Tarif yang diberlakukan berubah-ubah sesuai dengan musim.1. tapi kalau lagi paceklik maka tarifnya jauh dibawah harga b. Rack Rates Tarif dasar atau tarif penawaran bagi setiap tamu yang akan menginap di hotel.BAB II POLA KEGIATAN USAHA 2. 8 .1 Tarif Sewa Kamar 2. Dapat diketahui melalui lembaran brosur tersedia di FO. Perhitungan jumlah Kedatangan Tamu dan jumlah Hotel / Kamar yang ada di daerah itu c. Perhitungan Harga Pokok b. Rock Bottom Rates Tarif terendah yong dapat ditolelir dikenakan bagi tamu. Published Rates Tarif yang diperlukan kepada seorang tamu sesuai dengan informasi yang telah dipublikasikan secara umum. misalnya saat liburan hotel tarifnya naik.2 Jenis Tarif Sewa Kamar Pada umumnya tarif sewa kamar dibagi menjadi dua bagian yaitu tarif biasa dan tarif khusus. d. Adapun tarif biasa yang umumnya berlaku antara lain adalah: a.

Commercial Rates Tarif yang digunakan tamu reguler atau tamu langganan di hotel yang biasanya diberikan discount ataupun potongan harga tetap. f. Day Rates Tarif yang dikenakan biasanya antara 40 .6 jam). Christmast rates.2 Struktur Organisasi dan tugas / fungsinya 2. dan lain-lainnya. h. karena penggunaan kamar hanya bersifat sementara atau short time (4 . Tarif ini lebih murah dari tarif dasar dan bahkan termasuk makan / paket fasilitas lainnya. terpaksa mencari hotel lain bagi tamu langganannya). biasa mengikuti tarif yang sudah disepakati dengan pengirimnya.d. Dan masih banyak jenis rates yang dapat diberlakukan. Flint Rates Tarif kamar merata tanpa memandang jumlah penghuni atau tanpa memandang jenis kamarnya. biasanya tergantung pada sistem manajemen yang dianut dan kemampuan tenaga kerja.1 Struktur Organisasi pada Hotel Berbintang antara satu hotel dengan hotel yang lain tidak sama. 2. Over Flow Rates Tarif khusus. Group Rates Tarif untuk rombongon dan biasanya tour leader (kepala rombongan) dikenakan gratis.60 % tarif dasar. General Manager membawahi bagian / departemen yang dipimpin Manager yaitu:  Front Office Manager  House Keeping and Laundry Manager  Food and Beverages Manager  Accounting Manager  Marketing Manager  Power Mechanical / Engineering Manager  Human Resources Manager  Minor Operating Manager 9 . tarif tahun baru biasanya ditambah dengan paket liburan tahun baru & door price.2. e. Namun demikian secara garis besar terdapat beberapa bagian / departemen yang lazim yaitu: a. Tarif ini juga biasa digunakan bagi biro perjalanan / instansi yang biasa menangani rombongan. g. i. tarif khusus natal. misalnya family rates yaitu kamar biasa ditambah bed tanpa sewa. (Misal hotel yong full house.

Tiap-tiap manager membawahi asisten manager c. Tiap-tiap supervisor membawahi karyawan.  Memasukkan data registrasi ke dalam computer  Mempersiapkan bill untuk tamu yang akan check out  Memberikan informasi kepada tamu.2. welcome drink dan memberikan kunci kamar. breakfast coupon.2 Tugas fungsinya Tugas fungsi dari masing . welcome drink.  Memeriksa Reservasi baik untuk tamu VIP.  Memberikan Quest Card. memberi salam dan melayani tamu yang akan cheek in  Memeriksa daftar revervasi tamu dan mencarikan kamar yang sesuai dengan pesanan  Memberikan formulir registrasi dan membantu mengisinya  Menanyakan / meminta identitas tamu  Menanyakan sistem pembayaran/ meminta kartu kreditnya untuk meminta persetujuan dari yang menerbitkannya ini dilakukan sebagai garansi pembayaran. group maupun perorangan dan mempersiapkan kamar-kamarnya setelah kamarnya diblok.b. 2.  Memerintahkan kepada bell boy agar mengatur tamu ke kamarnya  Melayani tamu-tamu yang komplain atau ingin pindah kamar  Membuat pesan dalam Log book / flog apabila waktu kerja sudah habis  Memberitahukan kepada house keeping kamar-kamar yang baru cheek in. Tiap-tiap asisten manager membawahi supervisor d. Front Office Tugasnya antara lain:  Menyambut. yang pindah kamar atau tamu yang akan check out.masing bagian tersebut adalah sebagai berikut: a.  Menerima & mencatat semua beban dari tamu  Hanya menerima pembayaran dari tamu  Mengkredit atau uang muka yang dibayar tamu  Memperhitungkan dan mencocokkan pembayaran dimuka tamu  Menerima pembayaran baik pembayaran uang muka / garansi kartu kredit 10 .

ruang pertemuan dan seterusnya  Menyimpan Linen  Pelayanan laundry termasuk mencuci pakaian karyawan  Membuat laporan harian tentang penjualan laundry ke front office dan accounting departemen. dan berkaitan langsung dengan individu-individu kas. penguraian serta pengawasan seluruh data keuangan dan dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat. oleh sebab itu di dalam ini dibagi lagi dalam beberapa sub bagian. Transaksi-transaksi dalam usaha perhotelan berlangsung setiap hari dan dalam waktu yang relatif singkat. antara lain meliputi:  Restoran  Dining Room  Coffee shop  Specialist restaurant (restaurant yang menyajikan makanan khusus). d.b. Sehubungan dengan hal tersebut. penyajian makanan dan minuman. maka pada umumnya dalam suatu perusahaan perhotelan akan dijumpai beberapa sub bagian yang menyelenggarakan pembukuan. dan kredit. sehingga membutuhkan suatu sistem akuntansi tertentu yang mampu melakukan pencatatan. sebagai berikut: 11 . c. secara keseluruhan pada bagian ini akan terlibat semua proses pembukuan dan keuangan perusahan termasuk semua aktiva dan inventarisnya. pengklasifikasian. baik yang beralkohol maupun tidak. restaurant. House Keeping dan Laundry Tugasnya antara lain:  Memelihara seluruh bangunan hotel  Memelihara seluruh tangga & koridor setiap lantai  Memelihara seluruh lobby. Food & Beverage Bagian ini merupakan bagian yang terpenting dan sangat besar pengaruhnya dalam menjaga citra hotel. Accounting Bagian akuntasi dalam suatu hotel merupakan inti dari operasional hotel. Bagian ini bertanggung jawab atas penyiapan pengolahan.  Bar adalah tempat dimana tamu-tamu dapat memesan dan menikmati minuman.

Keberhasilan penjualan produk hotel tergantung dari usaha bagian pemasaran. Marketing Pemasaran merupakan fungsi yang sangat penting dalam dunia perhotelan dan menjadi tangan dari manajemen dalam usaha untuk menjual produknya ke masyarakat di dalam atau diluar negeri. mesin. Personalia / Human Resources Management sumber daya manusia menyangkut masalah penggunaan SDM secara optimal. dengan penempatan SDM yang layak dan menjamin kerja yang meliputi 12 . Power Mechanical / Engineering Dalam operasionalnya hotel banyak menggunakan berbagai peralatan. instalasi.        Ruang Bagian Akuntansi terdiri dari: General cashier Payroll / penggajian Pengendalian biaya Bagian penerimaan Bagian pembayaran Bagian Pemeriksaan intern Ruang Akuntansi yang berada di area tamu lobby terdiri dari:  Front office  Restaurant cashier  Coffe shop cashier  Bar cashier  Store cashier  dan cashier bagian / outlet lainnya Semua cashier ini wajib melaksanakan prosedur administrasi yang telah ditentukan dengan baik dan benar. ini dapat dilihat dari biaya pemasaran di luar negeri. f. g. mulai dari pelayanan pemesanan sampai dengan penerimaan pembayaran atau pencatatan piutang serta pelaporan setiap transaksi yang terjadi. oleh karena itu setiap hotel harus menjalin kerjasama dengan perusahaan travel agent yang ada di dalam maupun di luar negeri. Khusus untuk daerah di Pulau Bali dapat dikatakan bahwa sebagian besar hotel mempunyai akses dengan travel agent yang ada di luar negeri. listrik dan ini merupakan tanggung jawab bagian power mechanical engineering untuk mengawasi dan memeliharanya. e.

Adapun tugas dan tanggung jawab bagian personalia adalah:  Pengadaan dan penempatan pegawai  Pelaksanakan promosi. parasailing. pemberhentian pegawai  Penyiapan sistem penggajian dan tunjangan  Pengembangan SDM dan pelatihan pegawai  Memberikan sanksi kepada yang melanggar ketentuan dan memberikan penghargaan kepada karyawan yang bekerja dengan baik. mutasi. kebutuhan perorangan dan kebutuhan kelompok sehingga setiap tenaga kerja terdorong untuk selalu memberikan tenaga dan pikirannya sebaik mungkin demi effektifitas pekerjaan dan operasional hotel. antara lain: a.  Metode akuntansi yang dipakai pada umumnya adalah "Accrual Basis" biaya yang menjadi beban suatu periode akan dicatat pada periode tersebut. Minor Operating Pada umumnya hotel menyediakan beberapa fasilitas penunjang seperti fitness centre. diskotik. dsbnya. Bentuk Formulir untuk Laporan Dalam sistem akuntansi ini juga ditetapkan beberapa kebijaksanaan akuntansi umum.kerjasama antar manusia. toko/outlet. Chart of Accounts c.transaksi keuangan yang mendukung penyusunan laporan keuangan perusahaan. h. seperti:  Periode akuntansi meliputi bulan dalam kalender sehingga ada 12 periode bulan dalam satu tahun fiskal. tempat bermain anak-anak. meskipun pembayarannya 13 . Laporan Keuangan Perusahaan d. Fasilitas tersebut umumnya ditangani oleh bagian Minor Operating. pencatatan serta pengikhtisaran semua transaksi . Bagan Akuntansi Umum b. 2.3 Sistem Akuntansi Penyusunan manual sistem akuntansi ini ditujukan agar diperoleh dasar yang menjamin ketetapan penggolongan. Tahun fiskal umumnya berakhir tiap tanggal 31 Desember setiap tahunnya. Sistem ini mencakup uraian.  Nilai aktiva diperhitungkan atas dasar nilai perolehan yang mencakup semua biaya yang berhubungan dengan pembelian.

transaksi perusahaan.transaksi perusahaan tersebut walaupun individu .transaksi harian tersebut dicatat kedalam buku . umumnya dipakai 5 buah saja.catatan dan analisa .baik secara tunai maupun kredit. Capital atau Net Worth) serta untuk menunjukkan bagaimana milik dan hak . dalam sistem akuntansi hotel. untuk mengecek segera kebenarannya.buku memorialnya masing . Jadi tujuan akuntansi secara umum.proses auditing terlebih dahulu.aktivitas perusahaan. Tugas akuntansi disini.kebijakan akuntansi yang diterima umum serta peraturan pemerintah yang berhubungan. Sistem Akuntansi Hotel ini sangat mengutamakan tegaknya "Control System" maka sebelum transaksi .proses auditing tersebut.masing. Buku Discounts (Allowance Book): catatan mengenai discounts / 14 . Demikian pula halnya dengan penghasilan.individu yang terlibat secara langsung dengan aktivitas dimaksud. dengan maksud untuk memberikan informasi dan interprestasi yang berhubungan dengan milik dan hak milik (Assets don Proprietorship. bukan saja dilaksanakan oleh para pemegang buku memorialnya masing . maka pedoman akuntansi ini akan sangat berguna sebagai alat yang menjamin kelancaran serta ketertiban administrasi dan keuangan perusahaan. Apabila pedoman akuntansi ini secara berkala diperbaharui sesuai dengan perkembangan perusahaan.analisa akibat dari transaksi . adalah membuat catatan . Buku Utang/Biaya (Payable Book/Expense Book): catatan mengenai transaksi-transaksi pembelanjaan atau pengeluaran hotel. yakni: 1. 2. 5.buku memorialnya. termasuk receivable. Buku Pendapatan Hotel (Sales Book): catatan mengenai pendapatan hotel. ialah mencatat dan menganalisa akibat dari segala transaksi .masing. maka haruslah melalui proses . Kebijakan . dilakukan sebelum / sesudah periode tersebut. atau segala pembayaran-pembayaran yang dilakukan oleh hotel. Sebagai buku . Proses . Perubahan pedoman ini dapat diusulkan oleh para Manager. 4. tidak selamanya merupakan individu yang bertanggung jawab untuk akuntansi.haknya dipengaruhi oleh aktivitas . 3. tetapi juga dilaksanakan oleh seksi lainnya yang memang telah ditugaskan untuk mengadakan countered checked. Buku Penarikan Check (Cash Disbursement Book): catatan mengenai checkcheck yang ditarik. Buku Penerimaan Kas (Cash Receipt Book): catatan mengenai penerimaan kas.

Advanced Payment Reservation Advanced Payment reservation adalah suatu pemesanan kamar yang dilakukan sebelumnya dimana tamu membayar uang muka dahulu. b.Rabat dan pengurangan – pengurangan pendapatan hotel Disamping menuntut tegaknya control system. Pembatalan berlaku hingga jam 18.buku memorial kedalam Ledger. c. sedangkan khusus untuk rombongan. dilaksanakan melalui proses penjurnalan (Journalizing).4 Prosedur / Sistem Pemesanan Kamar Pemesanan kamar biasanya ditangani oleh bagian front office yang menangani pesanan perorangan baik langsung maupun telepon. pembatalan berlaku hingga jam check in yang telah disepakati. Untuk itu.buku memorial kedalam Ledger Book.4.pos transaksi dari buku . oleh karena untuk rombongan. maka didalam memindahkan pos . maka Journal dapat diartikan sebagai "Jembatan Penyeberangan" guna memindahkan segala catatan transaksi . Adapun pengelompokan katagori tersebut adalah sebagai berikut: a.cara pelaksanaan kerja yang "Akurat". Sesuai dengan fungsinya tersebut.00 dan bila tidak ada pemberitahuan akan dikenakan biaya dengan tarif satu malam. sistem akuntansi hotel inipun menghendaki cara . 2. guna menghindari kesalahan didalam membukukan (Misposted). grup atau dari travel memerlukan negosiasi mengenai tarif & fasilitas lainnya yang diberikan oleh pihak hotel. Apabila tamu tidak datang dan tidak memberikan sesuai jam yang disepakati maka tamu hotel dikenakan biaya selama satu malam.transaksi yang terdapat dalam buku . grup atau dari agen perjalanan ditangani oleh bagian marketing. Guaranted Reservation Adalah suatu pesanan kamar yang sudah dijamin oleh tamu yang bersangkutan. 2. Confirmed Reservation Confirmed Reservation adalah pemesanan kamar yang sudah disetujui oleh pihak hotel dengan bukti confirmation letter dan dikirim kepada tamu yang bersangkutan dan apabila ada pembatalan harus diberitahukan tamu kepada pihak hotel.1 Jenis kategori pemesanan kamar Jenis / Kategori pemesanan kamar adalah suatu kekuatan yang berguna baik bagi manajemen hotel maupun bagi tamu hotel itu sendiri. 15 .

d. 3. sehingga tamu dapat mencari hotel lain.2 Prosedur Pemesanan Kamar Ada dua jenis prosedur pemesanan kamar yaitu: a. Adapun prosedur pemesanan non kamar antara lain sebagai berikut: 1. adapun tahap-tahap prosedurnya adalah sebagai berikut:  Semua pesanan kamar dicatat dalam buku pesanan kamar.data fasilitas yang akan dipakai tersebut termasuk juga mengenai harganya dan sistem pembayarannya. Memberikan informasi kepada pemesan tentang data . Menerima pesanan pemakaian fasilitas non kamar seperti ruang pertemuan 2. Prosedur sistem pesanan kamar dengan komputer Prosedur sistem pesanan kamar dengan menggunakan komputerisasi adalah sebagai berikut:  Semua pesanan dicatat pada buku / agenda reservasi  Dari agenda reservasi dipindahkan ke dalam reservasi form  Semua data setelah dilengkapi dengan nama & no kamar yang akan ditempati dientry dikomputer kemudian disimpan.  Dari buku pesanan kamar dipindahkan ke formulir reservasi  Kemudian data dari formulir resevasi dipindahkan ke reservasi slip  Letakkan reservasi slip pada reservesi rack b. Apabila pemesan tersebut setuju dengan butir 2 diatas.5 Prosedur Pemesanan Non Kamar Pemesanan non kamar biasanya ditangani oleh Marketing yang menangani pesanan perorangan maupun rombongan atau grup. Prosedur Pemesanan kamar secara manual Pada sistem ini operasional hotel masih menggunakan tenaga manusia secara penuh (manual).4.  Pada saat tamu akan datang maka data atas tamu tersebut dicetak dan nantinya akan diisi secara lengkap oleh tamu yang bersangkutan (bila perorangan) atau diisi oleh agen bila menggunakan travel agent. 2. Waiting List Reservation Pada sistem ini pihak hotel tidak menjamin tamu akan memperoleh kamar pada saat check in dan biasanya ini akan diberitahu pihak hotel kepada tamu. maka 16 . 2.

Memasang iklan pada Mass Media yang berisikan informasi tentang hotel berikut fasilitasnya. 17 . Prosedur pemasaran hotel antara lain sebagai berikut: 1. Adapun prosedurnya antara lain adalah sebagai berikut: 1. 2. Mendatangi travel agent atau perusahaan dengan memperkenalkan produk hotelnya berikut fasilitasnya dan kemudian melakukan kerjasama dalam pengiriman tamunya. Pada saat tamu datang. Mengadakan pembicaraan antar kedua belah pihak tersebut 3. termasuk sistem pembayarannya. 3.pihak hotel akan mencatat pesanan tersebut nama pemesan dan tanggal pemakaiannya. 4. Mencari dan mendatangi konsultan perhotelan atau Manager Hotel yang sudah berpengalaman atau berkelas international. Bila ada kesepakatan. Keberhasilan penjualan fasilitas hotel atau produk hotel tergantung dari usaha bagian pemasaran (Marketing). 2. 4. Membuat brosur atau katalog untuk disebarluaskan kepada masyarakat umum atau perusahaan 2. 2. Umumnya yang menangani penggunaan tenaga asing ini dilakukan langsung oleh pemilik hotel dan / atau General Manager. maka disiapkan formulir yang harus diisi oleh tamu yang bersangkutan tersebut. membuat kontrak manajemen yang berisikan tugas dan tanggung jawabnya dan persyaratan lain. Memelihara hubungan kerjasama dengan travel agent baik dalam negeri maupun luar negeri yang sudah mengadakan kontrak kerjasama.6 Prosedur Penggunaan Tenaga Asing Dalam Mengelola Hotel Penggunaan tenaga asing dalam mengelola hotel umumnya dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu manajemen dan mutu pelayanan hotel.7 Prosedur Pemasaran Hotel Pemasaran hotel merupakan hal yang sangat penting dalam dunia perhotelan.

 Tarif kamar c.8. b. 228 unit hotel berbintang dua. daerah yang tingkat aktivitasnya sangat tinggi baik dari turis maupun kunjungan bisnis meningkatkan permintaan terhadap jasa perhotelan. biasanya tergantung dari 2 kelompok tujuan pemakaian jasa hotel. konferensi. Struktur Biaya Untuk tahun 2002. konvensi Kontribusi masing-masing pasar ini dalam penyewaan hotel. 142 unit hotel berbintang empat. Hotel-hotel berbintang tersebut terdiri dari 74 unit hotel berbintang lima. yaitu:  Turis. a. khususnya hotel bintang empat dan bintang lima. b. Nilai ini menunjukkan kontribusi industri hotel berbintang terhadap GDP pada tahun 2002 adalah sebesar 0.600 tenaga kerja.  Fasilitas yang ditawarkan. liburan. Hotel Berbintang Kondisi Industri Hotel Berbintang Untuk periode tahun 2002 dan 2003 diperkirakan terdapat 960 hotel berbintang yang mempekerjakan 129.02 triliun dihasilkan dari jasa hotel berbintang. bersenang-senang  Bisnis.  Kualitas service yang diberikan. 228 unit hotel berbintang tiga. struktur/komposisi biaya pada bisnis hotel berbintang dapat dikelompokkan sebagai berikut: Jenis Persentase Sales dari 18 . dan 228 unit hotel berbintang satu.BAB TAMBAHAN KONDISI INDUSTRI PERHOTELAN 1. adalah 40 persen untuk turis dan 60 persen untuk bisnis. khususnya di daerah perkotaan.  Brand dan Image. Kontribusi Pasar Mayoritas penyewaan hotel-hotel berbintang. Persaingan Pasar Faktor-faktor yang diperhatikan dalam persaingan pasar hotel berbintang.45 persen dari ekonomi Indonesia. antara lain:  Lokasi.  Lokasi dalam hubungannya dengan tariff hotel lainnya. Selama tahun 2002 diperkirakan sekitar Rp.

0 2. Mayoritas jasa hotel-hotel melati digunakan untuk oleh wisatawan.9 29. 21 persen digunakan untuk kepentingan bisnis. antara lain:  Harga  Kualitas.8 dari 19 .8 Hotel Melati Kondisi Industri Hotel Melati Selama tahun 2002 diperkirakan sekitar Rp. 458.8 milyar atau setara dengan 0.7 16. c. Kontribusi Pasar Mayoritas penyewaan hotel-hotel melati sangat tergantung pada:  Perubahan jumlah pengeluaran rumah tangga  Industri akomodasi  Harga sewa hotel dan fasilitas dari service yang diberikan dengan harga sewa tersebut.6 19.04 persen dari ekonomi Indonesia. dan kepuasan  Lokasi yang dekat dengan tempattempat wisata. Struktur Biaya Untuk tahun 2002. sedangkan sisanya. d. kenyamanan. b. Nilai ini menunjukkan kontribusi industri hotel berbintang terhadap GDP pada tahun 2002 adalah sebesar Rp.9 2. struktur/komposisi biaya pada bisnis hotel melati dapat dikelompokkan sebagai berikut: Jenis Profit Biaya Operasi Depresiasi Persentase Sales 27. Persaingan Pasar Faktor-faktor yang diperhatikan dalam persaingan pasar hotel melati.6 milyar. 31.9 19. yaitu sekitar 79 persen. a.Profit Biaya Operasi Depresiasi Biaya Tenaga Kerja Biaya Lain 2.858.

9 Biaya 10. Selain kedua pos tersebut.Biaya Tenaga 22.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1. Berikut ini program pemeriksaan yang umumnya dilakukan.2 pengurusan Biaya Utility 4. 3.5 BAB III PROGRAM PEMERIKSAAN Pemeriksaan untuk industri perhotelan memiliki kekhususan tersendiri.1. secara umum pemeriksaan untuk industri perhotelan tidak jauh berbeda dengan industri lainnya.8 Kerja Biaya Sewa 11. 20 . terutama untuk pemeriksaan pos peredaran usaha/penghasilan lain-lain serta pos harga pokok penjualan. Saldo kas dan bank yang disajikan dalam neraca benar-benar dimiliki oleh Wajib Pajak dan dinyatakan dalam jumlah yang benar.1 Program Pemeriksaan Kas/Bank 3.

1. pilih transaksi-transaksi kas pada periode tertentu. bilamana dipandang perlu. dengan siapa Wajib Pajak mempunyai rekening koran.pengeluaran kas = saldo kas akhir tahun. Kirim permintaan konfirmasi positip kepada semua bank. 4. 3. lakukan pengujian arus uang sebagai berikut: Saldo kas awal tahun + penerimaan kas . 2. Jika memungkinkan. 3.2 Program Pemeriksaan Investasi Sementara 3. Seluruh transaksi Kas dan Bank untuk tahun Pajak yang bersangkutan telah dicatat dalam pembukuan Wajib Pajak 3.2. 2. Periksa bukti setoran bank untuk meyakinkan bahwa dana tersebut benar-benar disetorkan pada atau sebelum tanggal neraca. Saldo Bank 1. Secara uji petik. Apabila terdapat saldo kas dan bank dalam mata uang asing. Periksa seluruh penyetoran dalam perjalanan (deposit in transit) yong tercantum pada rekonsiliasi bank ke Rekening Koran yang diperoleh dan Buku Bank. Jika laporan tersebut tidak ada. Dapatkan salinan seluruh rekonsiliasi bank pada tanggal neraca 3. 6. Minta laporan Kas Opname yang dilakukan oleh Wajib Pajak pada akhir tahun buku.2. Lakukan pemeriksaan atas transaksi kas dan bank untuk periode 7 hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan periksa jumlah yang material dari pos-pos yang sifatnya tidak umum. Saldo Kas 1. lakukan kas opname dan buat Berita Acara Pemeriksan Kas. 4.1 Tujuan Pemeriksaan 21 . buku besar dan neraca. 5. misalnya pembayaran kepada pegawai tertentu.2 Prosedur Pemeriksaan a. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dijabarkan atau kurs tetap yang dilakukan secara taat azas. Bandingkan saldo kas menurut laporan kas opname tersebut dengan saldo kas menurut buku harian. b.

yang meliputi jumlah harga beli ditambah biaya-biaya yang berhubungan dengan transaksi pembelian. Piutang pendapatan investasi sementara pada akhir tahun 2. Efek dicatat berdasarkan harga perolehan. 22 . Pendapatan investasi yang dicatat dan diterima selama tahun berjalan i. Penambahan selama tahun berjalan e. Investasi sementara yang disajikan pada neraca dimiliki oleh Wajib Pajak 2. Yakinkan bahwa pencatatan atas penambahan investasi sementara tersebut telah sesuai dengan kriteria yang berlaku yaitu: a. Minta daftar investasi sementara yang ada per tanggal neraca minimal dengan dilengkapi informasi berikut ini: a. Jumlah investasi sementara pada akhir tahun g. Jenis dari investasi sementara  wesel tagih di luar piutang usaha  deposito berjangka  sertifikat deposito dan sejenisnya  efek surat berharga lainnya.2 Prosedur Pemeriksaan 1. b. seperti komisi piutang.Untuk meyakinkan: 1. Surat berharga lainnya seperti wesel tagih di luar piutang usaha. Investasi sementara telah dicatat sebagaimana mestinya 3.2. Penjualan selama tahun berjalan f. Jumlah investasi sementara pada awal tahun d. Laba / Rugi dari penjualan investasi sementara dan pendapatan dari investasi sementara telah dibukukan 4. b. Deposito berjangka dan sejenisnya dicatat sebesar nilai nominalnya sesuai dengan jumlah yang tercantum pada sertifikat deposito dan surat promes yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan bukan bank. Piutang pendapatan investasi sementara pada awal tahun h. Suku bunga c. Pajak Penghasilan pasal 23/24 yang dipotong oleh pihak ketiga telah dicatat dengan benar dalam pembukuan Wajib Pajak. 3.

3.3. periksa bukti-bukti pendukung piutang tersebut atau pelunasan piutang setelah tanggal neraca.3.3. Piutang usaha yang dijaminkan maupun peranjakan piutang (factoring atau piutang yang ditunaikan kepada pihak ketiga sebelum jatuh tempo) telah diungkapken secara jelas. Rasio piutang yang dihapuskan terhadap total piutang usaha 3. Piutang yang dihapuskan didukung oleh bukti-bukti sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan. Bandingkan pula rasio dibawah ini dengan rasio yang sama pada tahun yang lalu dan dapatkan penjelasan jika terdapat perbedaan yang material: a. Tingkat perputaran piutang b. 3. yakinkan bahwa selisih antara harga perolehan dengan harga pasar merupakan rugi / laba kena Pajak. Untuk permintaaan konfirmasi yang tidak diterima jawabannya. Nama debitur ( travel agent dan sejenisnya) b. Apabila efek dilakukan berdasarkan harga pasar.2 Prossedur Pemeriksaan 1. Piutang usaha telah dicatat dan disajikan secara benar dalam neraca 2. 3. Kirimkan permintaan konfirmasi positif atas saldo piutang usaha. Dapatkan daftar rincian piutang usaha per tanggal neraca minimal dengan informasi berikut ini: a. Travel agent / biro perjalanan dinas 2. Periksa pendapatan investasi yang dicatat dan diterima selama tahun berjalan (lihat tata cara pemeriksaan penghasilan di luar usaha).3 Program Pemeriksaan Piutang Usaha 3. 4. 4. 5.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1. Periksa piutang yang dihapuskan selama tahun berjalan apakah sudah sesuai dengan Ketentuan Peraturan 23 .

3. Semua persediaan baik yang ada dalam gudang Wajib Pajak. Periksa perjanjian kredit. ataupun yang ada di tempat pihak ketiga sebagai barang konsinyasi (consignment out) benar-benar ada secara fisik pada tanggal neraca dan dimiliki oleh Wajib Pajak.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan bahwa Piutang diluar usaha telah dicatat dan disajikan secara benar dalam neraca.2 Prosedur Pemeriksaan 1. Dapatkan daftar rincian piutang di luar usaha per tanggal neraca./ + nota kredit = piutang usaha akhir tahun. 6. Periksa piutang di luar usaha yang dihapuskan selama tahun berjalan ke bukti pendukungnya. 5.piutang yang dihapuskan .1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1. Apabila terdapat piutang lain-lain dalam mata uang asing. 6. Periksa piutang kepada pemegang saham dan bandingkan dengan besarnya pinjaman dari pihak ketiga.Perundang-undangan Perpajakan. maupun yang ada dalam perjalanan. periksa bukti-bukti pendukung piutang tersebut atau pelunasan piutang setelah tanggal neraca. jawaban konfirmasi dan dokumen lain untuk menentukan apakah ada piutang usaha yang digunakan sebagai jaminan dan cadangan peranjakan piutang dengan tanggung jawob penuh pada Wajib Pajak. Penilaian atas persediaan telah dilakukan dengan menggunakan metode rata-rata ataupun dengan 24 . 3. Lakukan pengujian arus piutang: Piutang usaha awal tahun + penjualan kredit . Pisah batas (cut-off) atas persediaan telah dilakukan secara tepat. 7. Untuk permintaan konfirmasi yang tidak diterima jawabannya.4 Program Pemeriksaan Piutang di Luar Usaha 3. 3. 3.4.4.pelunasan piutang .5 Program Pemeriksaan Persediaan 3. 3. risalah rapat. 4.5. Kirimkan permintaan konfirmasi positip atas saldo piutang di luar usaha. 2. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dijabarkan dengan rnenggunakan kurs pada tanggal neraca atau kurs tetap yang dilakukan secara taat azas. 2.

(masing-masing divisi seperti untuk makanan. Lakukan observasi penghitungan fisik dan yakinkan bahwa Pedoman Penghitungan Persediaan telah dilaksanakan dengan baik 5. first-out) 4.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan bahwa biaya dibayar di muka telah dicatat dan dilaporkan sebagaimana mestinya. 3. 6. minuman). Bandingkan hasil penghitungan persediaan dengan pencatatan persediaan di gudang dan di bagian akuntansi. Minta daftar persediaan yang akan dihitung 4. Surat jalan / bukti pengiriman barang atas retur pembelian 9.6. Yakinkan bahwa prosentase persediaan yang susut adalah wajar dengan memperhatikan perbandingannya dengan tahun yang lalu. 3. Persediaan barang yang dihapuskan didukung oleh berita acara penghapusan.6 Program Pemeriksaan Biaya Dibayar di Muka 3. Tentukan beberapa jenis persediaan barang utama untuk dihitung secara terpisah.2 Prosedur Pemeriksaan 1.2 Prosedur Pemeriksaan 1. Periksa dokumen-dokumen berikut ini dan tanggal pencatatannya untuk transaksi selama 7 hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan yakinkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat dalam periode yang tepat: a.5. 3.mendahulukan persediaan yang didapat pertama (first-in. 10. Minta keterangan tentang lokasi penyimpanan persediaan 2. Pisah batas (cut-off) 8. Pelajari efektivitas Pedoman Penghitungan Persediaan 3.6. Bukti penerimaan pembelian barang b. Bandingkan persediaan dan tingkat perputaran persediaan per tanggal neraca dengan saldo dan rasio tahun sebelumnya dan dapatkan penjelasan bila terdapat perbedaan yang material. Periksa tambahan biaya dibayar di muka ke dokumen 25 . 7.

Periksa faktur dari kantor pengacara dan notaris untuk mengidentifikasikan adanya hubungan istimewa c. Transaksi hubungan istimewa telah dilakukan pada tingkat harga yang wajar. 2. Periksa daftar pemegang saham Wajib Pajak untuk mengidentifikasikan pemegang saham utama. periksa sifat dan hubungan antara penjamin dengan Wajib Pajak. Evaluasi prosedur untuk mengidentifikasikan transaksi hubungan istimewa dan akuntansi yang tepat untuk transaksi tersebut.2 Prosedur Pemeriksaan 1.7. Periksa balasan konfirmasi pinjaman. 3. Prosedur untuk menentukan adanya hubungan istimewa yang belum diketahui a. Periksa catatan akuntansi untuk transaksi atau saldo yang material atau transaksi yang tidak umum.pendukungnya 2. 26 . Berikan perhatian khusus pada transaksi yang terjadi pada atau dekat tanggal neraca. 2. Transaksi dalam hubungan istimewa telah diungkapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan. Berdasarkan informasi ini. Wajib Pajak telah melakukan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23/26 dengan memeriksa Surat Setoran Pajak dan Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23/26.7 Program Pemeriksaan atas Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 3. Yakinkan bahwa atas pembayaran biaya sewa dibayar di muka. c. b.7. Minta dari manajemen (termasuk pimpinan senior dan direksi) daftar dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1. dengan siapa Wajib Pajak melakukan hubungan usaha. Prosedur untuk mengidentifikasi transaksi hubungan istimewa yang material a. b. 3. piutang maupun hutang sebagai petunjuk adanya garansi dari atau kepada pihak ketiga.

Prosedur untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti sehubungan dengan transaksi hubungan istimewa yang telah diketahui a. Jumlah investasi dan nilainya pada awal tahun f. Nama perusahaan yang mengeluarkan surat berharga b. Minta daftar investasi jangka panjang yang ada pada tanggal neraca dengan dilengkapi informasi berikut ini: a. Pajak penghasilan Pasal 23/Pasal 24 yang dipotong oleh pihak ke tiga telah dicatat dengan benar. 3.3. g. Dapatkan rekening koran (statement of account) dari pihak yang rnempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak. Besarnya kepemilikan (bila investasi tersebut dalam bentuk saham) d.8. Investasi jangka panjang telah dicatat dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. c. 3. b. bila ada. 2. obligasi. Minta konfirmasi deri seluruh pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan wajib Pajak. Laba-rugi atas penjualan investasi jangka panjang dan pendapatan hasil penanaman dalam investasi tersebut telah dibukukan. bila ada.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1. jenis dan tujuan dari transaksi hubungan istimewa tersebut. termasuk jaminannya.8.2 Prosedur Pemeriksaan 1. Jumlah investasi dan nilainya pada akhir tahun 27 . biaya dan keuntungan/ kerugian dari penjualan tersebut selama tahun berjalan. 3. harta lain lain c. jika ada e. harga jual.8 Program Pemeriksaan Investasi Jangka Panjang 3. Jenis investasi: saham. Jumlah investasi yang dijual. Hubungan usaha dengan Wajib Pajak. Dapatkan pengertian mengenai sifat hubungan.

bukti pembayaran kas/bank. Harta tetap yang dimiliki oleh Wajib Pajak telah tercatat semuanya.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1.h. 2. 5. 7. 2. faktur. 4. Penambahan harta tetap telah dicatat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dan pengeluaran yang besar yang seharusnya dikapita1isasi tidak dibebankan sebagai biaya. Piutang penghasilan investasi pada awal tahun i.9.9 Penghasilan investasi yang diperoleh selama tahun berjalan j. 3. 3.04/1999 & M. Harta yang dapat disusutkan dikelompokkon ke dalam golongon yang sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Yakinkan bahwa surat-surat berharga itu dimiliki Wajib Pajak. 3. Periksa risalah rapat direksi atau dewan komisaris mengenai pembelian dan penjualan surat berharga untuk melihat kebenaran penghitungan laba atau rugi penjualan surat berharga dan apakah penetapan harga beli dan jual tersebut layak.17 Tahun 2000. dan sebagainya. 28 .138. 6. Yakinkan bahwa tambahan investasi telah dicatat sebesar harga perolehan Teliti kebenaran pencatatan laba/rugi atas penjualan investasi dan cocokkan jumlahnya dengan jumlah pada perhitungan Rugi-Laba.08/02. Periksa Pajak Penghasilan Pasal 23/26 atas penghasilan dari investasi jangka panjang ke bukti pemotongan Pajak penghasilan Pasal 23/Pasal 26 Program Pemeriksaan Harta Tetap 3. Penarikan harta yang dapat disusutkan dilakukan sesuai dengan Pasal 11 ayat 7 Undang-Undang No.82/KMK.04/1995 & Nomor 450 M. Piutang penghasilan investasi pada akhir tahun Teliti kebenaran jumlah pembelian investasi selama tahun berjalan dengan memeriksa kwitansi. 4. M. Penghasilan investasi yang diterima selama tahun berjalan k.

17 Tahun 2000. Tambahan tersebut dicatat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. e. Tidak terjadi kemungkinan adanya mark up atas nilai aktiva. 3. Akumulasi penyusutan (khusus untuk golongan bangunan) f.2 Prosedur Pemeriksaan 1. 9. Harta yang tidak dapat disusutkan dikeluarkan dari penghitungan penyusutan. Dapatkan daftar harta tetap yang dirinci menurut golongannya dengan informasi sebagai berikut: a. BPKB. 8. Nilai buku pada awal tahun b.9. Periksa Pembayaran tambahan harta tetap ke dokumen pendukungnya. sedangkan laba diakui. Penambahan selama tahun berjalan c. Dasar Penyusutan dan tarif penyusutan telah dihitung sesuai dengan Pasal 11 ayat 6 dan Pasal 11 A ayat 2 Undang-Undang No. 7. Kelengkapan surat-surat atau dokumen kepemilikan misalnya sertifikat tanah. Pemindahan dari bangunan dalam pengerjaan. akta jual beli dan lain-lain. Tarif Penyusutan h. Jumlah bunga yang dikapitalisasi dalam suatu periode akuntansi ditentukan dengan menerapkan tingkat 29 . Periksa penambahan harta tetap dalam tahun berjalan mengenai hal-hal berikut: a. Penyusutan Tahun berjalan i. d.5. yakinkan bahwa biaya bunga yang dikapitalisasi adalah bagian dari biaya bunga selama periode konstruksi yang secara teoritis dapat dihindarkan bila pembangunan harta tidak dilakukan. 6. bila ada d. Jika biaya bunga yang dikapitalisasi untuk harta yang dibangun sendiri. misalnya bukti pembayaran kas/bank. c. Nilai buku pada akhir tahun 2. Rugi Penjualan harta yang tidak dapat disusutkan tidak diakui. Tambahan harta tersebut benar ada secara fisik dan telah dikelompokkan sesuai dengan golongannya. b. Penarikan selama tahun berjalan. faktur den sebagainya. kwitansi. Harta tetap yang digunakan sebagai jaminan di luar usaha Wajib Pajak telah diungkapkan secara jelas dalam Penjelasan Laporan Keuangan. karena sebab biasa dan luar biasa e. Dasar Penyusutan g.

8. 5. apakah karena sebab biasa atau luar biasa b. seperti kwitansi. Dapatkan buku besar yang memuat pos-pos yang ada hubungannya dengan pengeluaran yang berhubungan dengan harta tetap (misalnya pos perbaikan dan pemeliharaan) dan periksa apakah ada pengeluaran tertentu yang seharusnya dikapitalisasi tetapi dibebankan sebagai biaya. risalah rapat. catat nama dan alamat pembeli.  Bila pinjaman tertentu berhubungan dengan harta yang memenuhi persyaratan kapitalisasi bunga. maka untuk pinjaman lainnya (diluar pinjaman khusus) digunakan tarif bunga rata-rata tertimbang. maka tingkat bunga pinjaman tersebut digunakan sebagai tarif kapitalisasi. Perhatikan bahwa untuk golongan bangunan. f. khususnya mengenai: a.17 Tahun 2000. Kebenaran nilai penarikan harta tetap tersebut c.  Bila akumulasi pengeluaran rata-rata untuk harta melebihi jumlah pinjaman yang khusus diperuntukkan bagi harta tersebut. Lakukan perhitungan kembali jumlah penyusutan dengan mengalikan dasar penyusutan dengan tarif penyusutan dan cocokkan jumlah yang diperoleh dengan jumlah yang tercantum pada Perhitungan Rugi-Laba Fiskal. Periksa dokumen pendukung penarikan harta tetap. Yakinkan bahwa tarif penyusutan yang digunakan telah sesuai dengan Pasal 11 ayat 6 UU No. Periksa pengurangan harta tetap dalam tahun berjalan. jawaban 30 . Periksa perjanjian kredit. 4. dan sebagainya d. Hal ini berkaitan dengan penyusutan Yakinkan bahwa pemindahan dari pos bangunan dalam pengerjaan dilakukan setelah selesainya pembangunan dan dilakukan cross check mengenai PPN. Sifat dari pengurangan tersebut. 7.3. Yakinkan bahwa dasar penyusutan untuk golongan bukan bangunan telah dihitung secara benar dan bahwa harta yang tidak dapat disusutkan telah dikeluarkan dari perhitungan penyusutan. 6. Atas penarikan tanah dan bangunan. bunga atas jumlah akumulasi pengeluaran rata-rata untuk harta selama periode yang bersangkutan. Periksa kewajaran harga perolehannya apakah ada mark up atau tidek atas aktiva tersebut. 9. bukti penerimaan kas / bank. dasar penyusutan yang digunakan adalah harga perolehan.

4. Pengurangan selama tahun berjalan d. Penilaian dan amortisasi harta yang tidak berwujud dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. 31 . Yakinkan bahwa pengurangan selama tahun berjalan hanya dilakukan untuk biaya dibayar di muka yang tidak memberi manfaat lagi di masa yang akan datang dan dicatat sebesar sisa nilai buku pada tahun terakhir. Tarif amortisasi f.17/2000. Penambahan selama tehun berjalan c.1 Tujuan Pemeriksaan: Untuk meyakinkan: 1.10. Yakinkan bahwa tarif amortisasi telah diterapkan sesuai dengan Pasal 11 A ayat 2 UU No. Harta yang tidak berwujud telah digolongkan sesuai dengan Pasal 11 A ayat no. 3. Yakinkan bahwa dasar amortisasi telah dihitung secara benar. 3. Dasar amortisasi e. catat harta tetap yang dijaminkan dan nama yang dijamin. 7. Yakinkan kebenaran perhitungan amortisasi dan cocokkan dengan jumlah yang tercantum pada Perhitungan Rugi-Laba. 2. Jangka waktu harta tidak berwujud 2. Bila ada. 6. Periksa penambahan harta tidak berwujud dan yakinkan bahwa pencatatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan.10. Nilai buku pada akhir tahun h. 3. Dapatkan rincian harta tidak berwujud yang memuat informasi sebagai berikut: a.2 UU No. Penjelasan yang diperlukan telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan. Yakinkan bahwa atas pembayaran sewa dibayar di muka. 3. 5.10 Program Pemeriksaan Harta Yang Tidak Berwujud 3.2 Prosedur Pemeriksaan 1.17/2000. Nilai buku pada awal tahun b. Amortisasi tahun berjalan g.konfirmasi dan dokumen lain untuk menentukan apakah ada harta tetap Wajib Pajak yang digunakan sebagai jaminan di luar usaha Wajib Pajak.

termasuk imbalan karena jaminan pengembalian hutang ke luar negeri. Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas bunga. 3. Tambahan selama tahun berjalan c. 5. Periksa pelunasan atau perpanjangan hutang pokok ke dokumen pendukung seperti nota debet dari bank. 2. 4. 4. 3. dengan rincian sebagai berikut: a. bunga (suku bunga dan jumlah yang belum dibayar/ dibayar di muka) serta jaminan atas pinjaman tersebut.2 Prosedur Pemeriksaan  HUTANG BANK/LKBB 1. nama dan alamat pihak lain yang menjamin hutang. dan sebagainya. 3. Perubahan selama tahun berjalan didukung olah bukti yang kompeten. Pelunasan atau perpanjangan hutang selama tahun berjalan d. 3. Kirim permintaan konfirmasi dari para kreditur mengenai jumlah pokok hutang. Periksa penambahan pinjaman ke dokumen pendukungnya seperti perjanjian kredit.11. telah dihitung dan dicatat dengan benar.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1. jumlah dan satuan mata uang pinjaman.Wajib Pajak telah melakukan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 dengan memeriksa Surat Setoran Pajak dan Bukti Pemotongon Pajak Penghasilan Pasal 23. Biaya bunga dan bunga yang masih harus dibayar/pembayaran bunga di muka telah dicatat secara benar. Biaya bunga selama tahun berjalan 32 . Dapatkan daftar bunga dengan rincian sebagai berikut: a. jangka waktu. dan sebagainya.11. Hutang bunga /bunga dibayar di muka pada awal tahun b. suku bunga. Hutang bank/LKBB dan cerukan yang dicatat dan dilaporkan rnerupakan kewajiban yang sah. bukti transfer. Dapatkan daftar hutang bank/LKBB per tanggal neraca yang memuat informasi mengenai nama kreditur.11 Program Pemeriksaan Hutang Bank/Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan Cerukan (Overdraft) 3. Saldo pada awal tahun b. Saldo pada akhir tahun 2. nota bank.

3.(berkaitan dengan pembebanan biaya bunga bank)  CERUKAN (Lihat Tata Cara pemeriksaan Saldo bank) 3. 7.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1. yang dilakukan secara taat azas. Periksa kebenaran perhitungan dari hutang bunga yang masih harus dibayar/bunga dibayar dirnuka pada akhir tahun. 11. 10.12 Program Pemeriksaan Hutang Usaha 3. Hutang bunga/bunga dibayar di muka pada akhir tahun 6. Atas pembayaran bunga dan imbalan karena jaminan pengembalian hutang yang dibayarkan kepada kreditur luar negeri.2 Prosedur Pemeriksaan 33 . nota debet dan bukti pendukung lainnya. yakinkan bahwa Pajak Penghasilan Pasal 26 yang bersangkutan telah dihitung dan dicatat dengan benar. Hutang yang dicatat dan dilaporkan merupakan kewajiban yang sah 2. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca atau kurs tetap. Prosedur pisah batas (cut-off) telah dilakukan dengan baik. Periksa kebenaran perhitungan biaya bunga pada tahun berjalan dan cocokkan dengan jumlah yang tercantum pada perhitungan Rugi-Laba.12.12.c. Periksa pembayaran bunga selama tahun berjalan ke bukti pembayaran kas/bank. Pembayaran bunga selama tahun berjalan d. Apabila terdapat hutang bank/LKBB dalam mata uang asing. 8. 9. Teliti atas pemanfaatan/penggunaan hutang apakah digunakan seluruhnya untuk operasional hotel atau hanya sebagian saja.

Faktur pembelian barang / jasa c. Apabila atas hutang usaha dikenakan bunga.1. Periksa apakah pada daftar butir 3 terdapat hutang kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak. 34 . Perjanjian-perjanjian e. Retur pembelian barang Periksa pencatatan pembelian dan pengeluaran kas untuk transaksi selama 7 hari setelah tanggal neraca untuk meyakinkan bahwa faktur. 2. Nama kreditur / supplier b. 9. Faktur pembelian c. 3. lakukan prosedur alternatif dengan memeriksa pelunasan yang dilakukan setelah tanggal neraca atau ke dokumen pendukungnya. periksa kebenaran perhitungan bunga dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 yang bersangkutan. 5. Apabila terdapat saldo hutang usaha dalam mata uang asing. Apabila pembelian telah dicatat untuk barang-barang yang masih berada pada gudang penjual. debet memo atau kredit memo yang tercatat atau dibayar pada tanggal-tanggal tersebut bukan merupakan transaksi sehubungan untuk tahun yang diperiksa. lihat Tata Cara Pemeriksaan Atas Transaksi dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa). (Apabila ada. seperti: a. 6. periksa kontrak pembeliannya dan kirim permintaan konfirmasi kepada penjual. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dijabarkan secara taat azas dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca atau kurs tetap. 8. Jumlah dan satuan mata uang hutang usaha Apabila jawaban konfirmasi tidak diperoleh. 7. Yakinkan bahwa penghapusan hutang. dan sebagainya Periksa dokumen berikut dan pencatatannya untuk transaksi selama 7 hari sebelum dan sesudah tanggal neraca: a. Dapatkan daftar hutang usaha per tanggal neraca yang menunjukkan: a. 4. telah dilaporkan sebagai pendapatan pada Perhitungan Rugi-Laba. Surat pesanan pembelian b. Bukti penerimaan barang d. Laporan penerimaan barang b. jika ada.

Jangka waktu d. 2. 3. Bilamana Wajib Pajak mempunyai hutang di luar usaha dalam mata uang asing. dapatkan keterangan mengenai: a. 3.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan bahwa hutang di luar usaha telah dicatat dan dilaporkan dengan benar. bila diperoleh dari luar negeri b. Dapatkan rincian hutang di luar usaha per tanggal neraca menurut jenisnya. 2. Jaminan hutang 2.13.13 Program Pemeriksaan Hutang Di Luar Usaha 3. Nama kreditur yang mencakup nama dan negara. 3.2 Prosedur Pemeriksaan 1.14. Suku bunga e. Hutang jangka panjang telah dicatat dan dilaporkan secara benar pada tanggal neraca.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan: 1.14 Program Pemeriksaan Hutang Jangka Panjang 3. 3.3. yakinkan bahwa jumlah tersebut telah dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal neraca atau kurs tetap secara taat azas.2 Prosedur Pemeriksaan 1. Jumlah dan satuan mata uang hutang jangka panjang c.14.13. Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26 yang dipotong oleh pihak ketiga telah dicatat dengan benar dalam pembukuan Wajib Pajak. Saldo pada awal tahun 35 . Berkenaan dengan hutang pokok. Periksa penerimaan pembayaran setelah tanggal neraca atau dokumen pendukung lainnya. Biaya bunga dan bunga yang masih harus dibayar/pembayaran bunga di muka telah dicatat secara benar. 3. Dapatkan daftar hutang yang memperlihatkan informasi berikut ini a.

bukti transfer. Hutang bunga / bunga dibayar di muka pada awal tahun b. dan sebagainya. Periksa pembaharuan pinjaman ke dokumen pendukung g. 3. Bunga yang dibayar selama tahun berjalan d. Biaya bunga selama tahun berjalan c. h. Jumlah yang dikklasifikasikan sebagai hutang lancar. nota debet dan bukti pendukung lainnya.b. dan sebagainya f.  Periksa pembayaran bunga selama tahun berjalan ke bukti pembayaran kas/bank. Saldo pada akhir tahun d. dapatkan daftar dengan rincian sebagai berikut: a. Lakukan pemeriksaan berikut ini: 36 . Berkenaan dengan bunga dapatkan daftar dengan rincian sebagai berikut: a. Pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26 selama tahun berjalan d. Berkenan dengan Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26 atas pembayaran bunga kepada Wajib Pajak bukan bank atau lembaga keuangan dalam negeri. Bandingkan data yang tertera pada daftar butir 1 dengan perjanjian tersebut. Laksanakan langkah.langkah berikut ini:  Periksa kebenaran perhitungan biaya bunga pada tahun tersebut dan bandingkan dengan jumlah yang tercantum pada perhitungan Rugi-Laba Fiskal. Periksa penambahan pinjaman ke dokumen pendukungnya seperti nota bank. Periksa pelunasan hutang pokok ke dokumen pendukung seperti nota debet dari bank. pembayaran atau pembaharuan selama tahun tersebut c. Hutang Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26 pada akhir tahun e. maupun tidak lancar e. Penambahan hutang Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26 selama tahun berjalan c. Tambahan. Dapatkan salinan atau kutipan dari seluruh perjanjian pinjaman. Hutang Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26 pada awal tahun b. Hutang bunga/bunga dibayar di muka pada akhir tahun e.  Periksa kebenaran perhitungan dari hutang bunga yang masih harus dibayar / bunga dibayar di muka pada akhir tahun 4.

atau saat musim ramai. Untuk melengkapi hasil pada butir 10. 9. lakukan juga 37 . 3. Teliti apakah terdapat pelayanan jasa tambahan terhadap para tamu seperti makan. Pelajari dan pahami siklus akuntansi (accounting cycle) Wajib Pajak.   Hitung kebenaran penambahan hutang Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26 selama tahun berjalan dengan menggunakan tarif 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri. 3. Apabila terdapat penjualan kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 10.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan bahwa seluruh peredaran usaha telah dicatat dan dilaporkan dalam tahun berjalan. Dapatkan data mengenai jumlah kamar beserta kelas – kelasnya. 20% atau tarif menurut tax treaty untuk Wajib Pajak luar negeri. 6. 8. 4.15. minum dan sebagainya. atau dapat juga dengan hotel sejenis. Periksa pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 23 / Pasal 26 ke bukti Surat Setoran Pajak dan Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23/Pasal 26. Dapatkan data mengenai tarif kamar berikut pelayanannya serta discount biasa / khusus. Periksa potongan penjualan berikut bukti-buktinya. periksa dasar penetapan harga jualnya serta volume transaksinya. 3. pemesanan tempat (booking). Bandingkan peredaran usaha tahun yang diperiksa dengan tahun sebelumnya. Bandingkan buku penerimaan tamu dengan laporan night audit dan dapatkan penjelasan apabila terdapat perbedaan. Periksa kebenaran perhitungan hutang Pajak Penghasilan Pasal 23 / Pasal 26 pada akhir tahun. Analisis prosentase tingkat hunian hotel / penginapan dengan cara membandingkan dengan tahun sebelumnya. 5.15. 11.2 Prosedur Pemeriksaan 1. dan buku harian telepon. Teliti buku penerimaan tamu. Perhatikan kesesuaian pemberian potongan dengan kebijakan Wajib Pajak dan pengesahan dari pejabat yang berwenang.15 Program Pemeriksaan Peredaran Usaha 3. 7. 2.

15. jumlah PPb I yang dibayarkan kepada pemerintah daerah setempat. Periksa buku / daftar penjualan makanan den minuman beserta tagihannya dari departemen food & beverage.16. 3. 23. 20. minta surat perjanjiannya. resepsi dan sebagainya. Periksa buku harian kas. Periksa apakah ada penerimaan dari jasa rent car dan apakah mobil yang digunakan milik pihak lain atau milik 38 . 13.pengujian kaitan (verband controle) misalnya dengan jumlah service charge yang dibayarkan kepada karyawan. 16. Periksa perjanjian management fee dengan international chain (bila ada). Bila ada. Periksa buku / daftar pemakaian telepon yang dibebankan kepada tamu beserta tagihannya dari departemen telephone. Dapatkan daftar tarif laundry. dengan perhatian musim ramai. Teliti apakah ada pesanan kamar untuk pertemuan. Dapatkan daftar menu food dan beverage beserta harganya. Periksa perjanjian mengenai tarif antara hotel dengan biro perjalanan. 12. Periksa tagihan-tagihan dari semua departemen yang dibebankan kepada tamu.2 Prosedur Pemeriksaan 1. 14. 3. biaya kebersihan dan sebagainya. 22. Minta surat perjanjian sewa menyewa dengan perusahaan rent car. Periksa buku / daftar tagihan laundry dari departemen laundry.16 Program Pemeriksaan Penghasilan Lain-lain 3. 25. 2. Periksa agenda surat menyurat dengan biro perjalanan atau pihak lain yang sering menggunakan hotel / penginapan. 17. 18. 19.1 Tujuan Pemeriksaan: Untuk meyakinkan bahwa seluruh penghasilan di luar usaha telah dicatat dan dilaporkan pada tahun berjalan. Teliti dan analisa pemakaian sprei/handuk dan sabun serta cross check dengan pemakaian kamar untuk mengetahui tingkat hunian. 21.16. Periksa apakah di dalam lokasi terdapat tempat penjualan / toko / outlet yang dikelola oleh pihak lain. 24. Minta surat perjanjian sewa menyewa toko yang ada di dalam hotel.

5. 8. apakah dikelola sendiri atau kerjasama dengan pihak ketiga.17. salon dan lain lain. 2. Dapatkan perkiraan prosentase laba kotor untuk masing-masing department /revenue center. beserta harga tiket masuknya. Kalau ada. Dapatkan data . rekening telepon dan sebagainya.17 Program Pemeriksaan Harga Pokok Penjualan 3. Periksa jumlah pendapatan yang diterima ke dokumen pendukungnya. Bandingkan harga pokok penjualan tahun berjalan dengan tahun sebelumnya dan dapatkan penjelasan bila terdapat perubahan yang material. 9. Periksa apakah dalam hotel terdapat fasilitas kebugaran. 3. seperti buku persediaan bahan-bahan. mintalah surat perjanjian tentang pengelolaan rent car ini. 39 . 3.17. seperti perayaan tahun baru (old& new) dan sebagainya. 4. 7.komponen harga pokok penjualan.event besar yang diselenggarakan oleh pihak hotel. pembelian bahan-bahan untuk makan dan minum. 4. mintalah surat perjanjian kerjasama tersebut dan bandingkan dengan laporan keuangannya. Bila milik pihak lain. Bila ada kerjasama dengan pihak ketiga. 6. Periksa apakah dalam hotel terdapat convention centre / ruang pertemuan. Teliti pembentukan cadangan loss & breakage dan bandingkan dengan pemakaian atas cadangan tersebut (bila ada sisa tidak dipakai menjadi penghasilan lainnya) 3.2 Prosedur Pemeriksaan 1.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan bahwa harga pokok penjualan telah dicatat dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan perundang undangan perpajakan. Bila ada dapatkan tarif pemakaian convention centre / ruang pertemuan dan periksa buku penjualan / pemakaian convention centre / ruang pertemuan. sauna. Pelajari dan pahami komponen . hotel sendiri.3. Periksa bukti pemotongan PPh Pasal 23 dan yakinkan bahwa jumlah penghasilan yang tercantum sesuai dengan penerimaan imbalan jasa / sewa yang dicatat. Periksa buku pendapatan lainnya atas pemakaian fasilitas hotel oleh publik.data yang menjadi komponen harga pokok penjualan. Teliti event .

3. 7. Hitung kembali harga pokok untuk masing . perlu diperhatikan: a. Untuk mengetahui pembebanan biaya pegawai pada pos pengurangan penghasilan bruto. Lakukan equalisasi biaya pegawai dengan SPT PPh pasal 21 2.benar terjadi pada tahun yang diperiksa baik yang sudah dibayar maupun belum dibayar dan berkaitan dengan jenis kegiatan usaha perusahaan. Hitung perkiraan harga pokok penjualan per department berdasarkan perkiraan prosentase laba kotor tersebut. Lakukan equalisasi service charge yang dipungut dengan yang dibagikan kepada karyawan c. apakah bunga pinjaman yang dibiayakan merupakan bunga dari pinjaman untuk operasional hotel.1 Tujuan Pemeriksaan Untuk meyakinkan bahwa biaya tersebut benar . Dapatkan perhitungan service charge yang dibagikan kepada karyawan b. apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.18 Program Pemeriksaan Pengurangan Penghasilan Bruto 3. 6. 8. prosedur yang perlu diperhatikan adalah: 1. 3. royalty dan imbalan lainnya: Periksa pembebanan bunga pinjaman. dan teliti pos-pos aktiva lancar "Deposito/Tabungan" serta bandingkan dengan pos pasiva “Hutang Bank”. Lakukan penelitian mendalam apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil butir 5 dengan butir 6 dan dapatkan penjelasan dari wajib Pajak.18. Periksa rekening telepon dan lakukan pemisahan antara harga pokok penjualan dan biaya umum. 3.5. Dan perhatikan pembebanan biaya bunga 40 .18. Dapatkan perjanjian / kontrak kerja untuk tenaga kerja asing d.2 Prosedur Pemeriksaan Pada dasarnya tidak ada perbedaan antara perusahaan perhotelan dengan perusahaan lain pada umumnya. Dapatkan daftar aktiva tetap dan perhitungan penyusutan.masing department. Bunga pinjaman .

Dapatkan perjanjian pengelolaan hotel antara pemilik dengan management hotel dan teliti kewajiban yang harus dibayar oleh Wajib Pajak serta bandingkan dengan pembebanan biaya yang dilaporkan dalam SPT.biaya yang timbul secara mencolok. 1 Tahap Kegiatan Pembebasan tanah Permasalahan Potensi Pajak beli . pendapatan penjualan makanan & minuman. 4.PPh Final Penjual Tanah - Jual 41 . jasa persewaan kamar. perlu kita dapatkan sumber .sumber biaya dari masing masing Departement. Adapun aspek / potensi Pajak yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pemeriksaan adalah sebagai berikut: No . Untuk biaya lain . kegiatan usaha di bidang Perhotelan yang meliputi: pembebasan tanah.BPHTB dan PBB tanah .pinjaman apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. a. Buatkan equalisasi biaya . d. Periksa rugi/laba selisih kurs apakah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dilakukan dengan taat asas. Lakukan "Tracing" ke bukti apabila memungkinkan. BAB IV ASPEK PERPAJAKAN / POTENSI PERPAJAKAN Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya. pembangunan hotel.lain. b. pendapatan sewa ruangan. atas biaya . jasa kesehatan / olahraga / SPA kerja sama penjualan / pemasaran dengan pihak ketiga. c.biaya yang merupakan objek Pajak lainnya. Dapatkan data pengeluaran untuk Owner departement atau bagian pemilik (di luar Management Hotel). apakah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Jasa catering maka nan .PPh pasal 26 PPN jasa luar negeri .PPN .PPh pasal 4 (2) pihak ke III Dilaksanakan PPh pasal 21 sendiri PPN Dilaksanakan membangun sendiri pihak ke III .PPN .Milik sendiri .Sewa dengan .Milik sendiri (service charge) .PPN Tamu hotel PPh pasal 21 Pihak luar / (service charge) bukan tamu .Gaji karyawan PPN .PPh pasal 25 (other income) .PPh pasal 23 .Komisi (other income) PPN Tamu hotel PPh pasal 21 (service charge) Pihak luar / bukan tamu hotel .Kerjasama dengan pihak ke – III 10 Pemakaian jasa audit / konsultan Dilaksanakan PPh pasal 21 sendiri PPh pasal Dilaksanakan 23/26 pihak III PPN / PPN jasa luar negeri .PPh pasal 25 .2 Tahap survey pembuatan Amdal 3 Penggunaan tanah 4 Pembuatan gambar dan pelaksanaan pembangunan hotel 5 Persewaan bangunan hotel Penjualan pendapatan penjualan minuman 6 dan ruangan / kamar / makanan & 7 Pemakaian SPA / jasa SPA dan Fitness .PBB .PPN sebagainya .Milik pihak ketiga 8 Pemakaian jasa parasailing .Tamu hotel PPh pasal 21 .Sewa untuk toko / .Milik sendiri .PPh pasal 23 42 .Milik sendiri (service charge) .PPh pasal 23 Dilaksanakan oleh : PPh pasal 21 Wajib Pajak .PPh pasal 4 (2) kios dan .PPh pasal 25 Komisi (other income) Sewa peralatan golf .Service charge PPh pasal 21 .PPN .Kerjasama dengan pihak ke – III 9 Pemakaian lapangan golf .PPN Komisi .Pihak luar / bukan (service charge) tamu hotel PPN .

DN 11 Jasa kebersihan control / pest 12 Tenaga kerja asing 13 Pembayaran royalty jasa manajemen pemakaian merk ates / 14 Jasa Laundry PPh pasal 21 Milik sendiri Kerjasama dengan pihak ke .PPh pasal 23 Wajib Pajak LN Dilaksanakan oleh: Wajib Pajak DN . store.PPh pasal 25 (other income) .PPh pasal 23 PPN  Management Fee  Marketing Fee  Technical Fee  Advisory Fee  Royalty Wajib Pajak LN .Pihak luar / bukan (service charge) tamu hotel .III 15 Jasa perbaikan / renovasi hotel 16 Acara .acara khusus ( pembayaran untuk artis ) 17 Penjualan melalui toko (drug.Berdomisili tidak .PPh pasal 23 Dilakukan .PPN jasa luar negeri .PPN Komisi .PPN - - PPh pasal 21 43 .PPh pasal 26 lebih dari 183 hari PPh pasal 21 dalam masa 12 bulan .Dilakukan pihak ketiga .Berdomisili lebih dari 183 hari dalam masa 12 bulan .PPh pasal 26 .PPN Dilakukan PPh pasal 21 sendiri .Milik sendiri .PPh pasal 26 pihak ketiga Dilakukan PPh pasal 21 sendiri .PPh pasal 23 .PPh pasal 26  Management PPN jasa luar Fee negeri  Marketing Fee  Technical Fee  Advisory Fee  Royalty Tamu hotel PPh pasal 21 . dll) Pemakaian pemandu wisata 18 .Wajib Pajak DN .

44 .