BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Mikrobiologi adalah Telaah mengenai organisme hidup
berukuran mikroskopis yang meliputi: virus, bakteri, archaea,
protozoa, algae, dan fungi. Beberapa mikroba (algae dan fungi) yang
berukuran cukup besar dan dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi
masih dimasukan dalam kajian mikrobiologi, karena teknik yang sama
(isolasi, sterilisasi, penumbuhan pada media artifisial) digunakan
untuk mempelajarinya. Mikroba adalah Organisme yang sangat kecil
sehingga untuk
mengamatinya
diperlukan alat bantuan.
Mikroorganisme
disebut
juga
organisme
mikroskopik.
Mikroorganisme berbeda dengan sel makroorganisme. Sel
makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi
bagian dari struktur multiseluler yang membentuk jaringan, organ dan
sistem organ. Sementara itu, mikroorganisme dapat hidup mandiri,
dapat menghasilkan energi sendiri dan bereproduksi secara
independen
tanpa
bantuan
sel
lain.
Mikroorganisme tidak secara instan dapat terbunuh ketika
diberi agen letal; namun penurunan populasi sedikit konstan dengan
interval konstan (kematian eksponensial). Mikroorganisme biasanya
benar-benar mati ketika mereka tidak dapat tumbuh pada kondisi yang
secara normal biasanya mendukung pertumbuhan dan reproduksi.
Mikroorganisme biasanya benar-benar mati ketika mereka tidak dapat
tumbuh pada kondisi yang secara normal biasanya mendukung
pertumbuhan dan reproduksi
B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, dapat di tarik rumusan
masalah,bagaimana cara pengendalian Mikroba secara kimiawi.

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari Penulisan Makalah adalah Mengetahui Cara
Pengendalian Mikroba secara Kimiawi
BAB II. KAJIAN TEORI
STERILISASI-pemusnahan atau penyingkiran semua organisme
hidup dari benda atau dari partikel lingkungannya
DISINFEKSI-pembasmian, penghambatan, atau penyingkiran
mikroorganisme patogen (biasanya pada benda-benda mati)
SANITASI-pengurangan populasi bakteri hingga tingkat aman sesuai
dengan standar umum kesehatan
ANTISEPSIS-pencegahan dari infeksi jaringan hidup oleh
mikroorganisme
Agen antimikroba termasuk dalam satu dari dua kategori besar yang
ditunjukkan dengan akhiran indikasi pengaruh
1. -CIDE – akhiran mengindikasikan bahwa agen akan membunuh
semacam organisme yang tertulis didepannya (misalnya , viricide,
fungicide)
2. -STATIC – akhiran mengindikasikan bahwa agen akan mencegah
pertumbuhan tipe organisme yang tertulis didepannya (misalnya,
bacteriostatic, fungistatic)
KONDISI YANG MEMPENGARUHI KEEFEKTIFAN AKTIVITAS
AGEN ANTIMIKROBA
1. Ukuran Populasi size-populasi besar memerlukan waktu yang lama
untuk membunuhnya dibandingkan dengan populasi kecil
2. Populasi terdiri dari spesies atau sel berbeda dengan fase pertumbuhan
yang berbeda pula (seperti, endospora vs sel vegetatif atau sel muda
vd sel tua) perbedaan ditandai dengan sensitivitas mereka pada
bermacam-macam agen

Konsentrasi atau intensitas antimikroba-konsentrasi atau intensitas
lebih tinggi biasanya lebih efisien, namun hubungannya tidak linier
4. Lama waktu pemaparan-semakin lama pemaparan, memperbanyak
jumlah organisme yang terbunuh
5. Temperatur-temperatur lebih tinggi biasanya (namun tidak selalu)
meningkatkan efektivitas pembunuhan
6. Lingkungan sekitarnya-faktor lingkungan, seperti pH, viskositas, dan
konsentrsi bahan organik dapat sangat mempengaruhi efektivitas
partikel egen antimikroba
3.

BAB III. METODE PENGUMPULAN DATA
A. Pendekatan Teoritis
Upaya perolehan data dari penelitian ini dilakukan dengan
tinjauan antara lain:
• Buku – buku referensi
• Perpustakaan
• Internet
B. Desain Penelitian
Untuk melakukan kegiatan penelitian ini dilaksanakan 3 tahap,
yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengolahan data.
1. Tahap persiapan
• Memilih informasi yang dibutuhkan
2. Tahap pelaksanaan
• Mencari data – data dari buku referensi
• Mencari data – data dari internet
3. Tahap pengolahan data
• Mengevaluasi data yang diperoleh
• Membahas dan mengkaji seluruh data
• Menyaji data dalam bentuk makalah
C. Teknik pengumpulan Data

Untuk mendapatkan dan pengolahan data dalam penulisan ini
digunakan metode deduksi.

-

-

·
·
-

BAB IV. PEMBAHASAN
Pengendalian Mikroorganisme
Secara kimiaà desinfeksi
Secara fisikà sterilisasi
Sterilisasi dan Disinfeksi
à Pengawasan terhadap mikroorganisme penyebab penyakit.
Pengawasan dalam batas usaha pemilihan yang tepat dalam rangka
menghilangkan pencemaran/ kontaminan
Bahan dan cara:
à tergantung * efektivitas ( efek yang dikehendaki )
* tujuan yang dicapai
konsep antiseptic à tidak ada yang idealà ragam banyak, baru
syarat :
dapat terjadi kontak pada seluruh permukaan alat atau bahan/ benda
bersifat germisid
lama kontak harus tepat
pengenceran harus tepat
pelarut untuk spora biasanya volatile sehingga keadaan ruangan
diperhatikan
seringkali merusak tangan, perlu perawatan lainnya, contohnya
dengan hand lotion
Desinfektan dan Antisepik Kimia
ALKOHOL
à Isopropil alcohol 70-90%
termurah, sangat efektif
ditambah I à daya lebih kuat
bukan untuk sporaà ditambah formaldehid (terlalu toksik)
mendenaturasi proteinà dehidrasi
melarutkan lemak
Dikenal 3 jenis : methanol, etanol dan isopropilalkohol( daya
bakteriosidnya paling kuat)
Dalam praktek 70-80% dalam air, 90% dan <50%
Waktu : 10 menit à sel vegetatif
HALOGEN
klorin dan yodium (organic dan anorganik )

-

·
-

·
·
-

·
-

·
-

membunuh sel hidup à mengoksidasi protein à - membrane
- enzim
- yodium, ditambah air/ ditambah alcoholà sangat
antisepticà kulit sebelum pembedahan
efektif untuk protozoaà amuba disenteri
klorin, deodorant dan PAM
diinaktifkan oleh logam dan bahan-bahan organic
digunakan untuk ruangan, permukaan2 dan alat2 non bedah
contoh yang sering digunakan halazonà disinfeksi 30 menit untuk
Salmonella typhi
FENOL
dikenalkan oleh Listerà germisid ruangan bedah menurunkan
tegangan permukaan (membran sel )
digunakan sebagai standar pembanding untuk menentukan aktifitas
desinfektan
Kresol à bau khas : korosif terhadap jaringan, tidak efektif thd spora
Halogenà lebih efektif (heksaklorofen)
PEROKSIDA
H2O2 àantiseptik efektif non toksik
Tidak stabil, dipanaskanà 2H2O +O2
0,3-6% à disinfektan
6-25% à sterilisasi
H2O2 10% à virusid dan sporosid
DETERGEN
ada dua macam : ionic yang -, lemah bakterisidnya
+, kuat bakterisidnya
nonionicà bukan disinfektan
pro pertumbuhan kuman
ZAT WARNA
Bakteriostatik
Contoh: acrydin, rosalin
Acrydin à mampu bereaksi dengan DNA
Ungu kristal à gram + dihambat = penisilinàpenghambatan
dinding sel
kandidiosisà vaginitis (trichomonas)
LOGAM BERAT
zat antimikrobaà mempresipitasikan protein
Hg, Ag, As, Zn, Cu à daya oligodinamik
Hg à HgCl2 ;

aureus . jaringan dan serum bentuk uap non toksik.· - · · - Ag à AgNO3 ALDEHID mendenaturasikan protein glutaraldehid = formaldehid pH : 7. 12% t‟. mati t‟: 5 menit M.5 à S. 600Cà alat-alat optic BETA PROPIOLAKTON (BPL) untuk sterilisasi vaksin . mati t‟: 3-12 jam non toksik & non iritasi uap formaldehid dalam air 37% / formalin à sangat efektif untuk spora OKSIDA ETILEN semalam. tuberculosis. bentuk cair karsinogenik Transport via membran Prinsip-prinsip pengendalian . mati t‟: 10 menit Spora .

Merusak membrane dan dinding sel Bahan kimia yang terkonsentrasi pada permukaan membrane selà dapat mengubah sifat fisik maupun chemis dari membrane sel mo. Ada empat macam mekanisme : 1. personal Rumkit dan penderita Mekanisme pengendalian Mikroorganisme Pengendalian (fisik.Sterilisasi: proses destruksi terhadap semua bentuk kehidupan mikroorganisme termasuk sporanya.Metode yang digunakan Dengan bahan kimiaà desinfektan dilakukan pada benda mati Antisepsis Adalah proses desinfeksi yang dilakukan terhadap permukaan jaringan hidup.Bebas dari kontaminasi yang signifikan. Metode yang sering digunakan adalah metode pemanasan Desinfeksi: Proses destruksi mikroorganisme bentuk vegetatif. Untuk tindakan pembedahanàmeminimalkan kontaminasi yg berasal dari instrument. (yunani : pembusukan ). karena akan mencegah terjadinya fungsi normal dan mengakibatkan lisisnya mo Ex: lisozimà dinding sel dirusak Penisilin à mencegah sintesis dinding sel . Bahan yang digunakan : antiseptic Degerming adalah Mekanisme penghilangan mikroorganisme yang lebih merupakan proses mekanisme daripada proses mematikan mikroorganisme Sanitasi adalah Proses menurunkan jumlah mikroorganisme pada alat-alat makanan dan minuman sehingga aman untuk masyarakatà bertujuan untuk meminimalkan penularan penyakit. Metode yang dilakukan dg pencucian suhu tinggi dan desinfeksi Sepsis. kimia atau kemoterapeutik) berpengaruh terhadap mekanisme dan tindakan .

Denaturasi protein Rusaknya struktur tertier dari protein Sifat fungsional protein àbentuk tiga dimensinya.2. Merusak gugus sulfihidril bebas oksidatorà mengganggu metabolisme sel mo dengan cara mengoksidasi gugus sulfihidrilà ikatan disulfide Kematian mikroorganisme Faktor . dimana bentuk2 ini dipertahankan oleh ikatan-ikatan kimia. bila dengan pemanasan akan lebih efektif .faktor yang mempengaruhi ¯ Jumlah mikroorganisme Makin banyak jumlah mikroorganisme. makin lama waktu yang diperlukan untuk membunuhnya ¯ Bentuk kehidupan Spora > sulit bila dibandingkan bentuk vegetatifnya bila untuk membunuhnya dan mempunyai kepekaan yang bervariasi terhadap control fisik dan kimia ¯ Lingkungan * Bahan-bahan organik (darah. ikatan kovalen disulfide dan ikatan non kovalen (ionic.hidrofobik dan hydrogen) 3. pus. * Kondisi asam . saliva atau feses) sering menghambat kerja pengendalian. Merusak asam nukleat Rusaknya asam nukleat( DNA/RNA) à menyebabkan kematian sel à sel tidak mampu mengadakan replikasi maupun sintesis enzim Ex : Radiasi uv àcrosslingking diantara pirimidin dalam ½ rantai polinukleotida à pirimidin dimmers Radiasi pengion à pecah rantai nukleotida Alklylating agent à gugus alkyl dari bahan kimiawi bereaksi secasra kovalen dengan basa purin dan pirimidin 4.

¯ Waktu * Reaksi kimia à berjalan lebih cepat bila pada suhu lebih tinggi. * Radiasi efektif à waktu yang lebih lama BAB V. Kesimpulan Ada empat macam mekanisme : ¯ Merusak membran dan dinding sel Bahan kimia yang terkonsentrasi pada permukaan membran sel à dapat mengubah sifat fisik maupun chemis dari membran sel mikroorganisme. dimana bentuk-bentuk ini dipertahankan oleh ikatan. karena akan mencegah terjadinya fungsi normal dan mengakibatkan lisisnya mikroorganisme ¯ Denaturasi protein Rusaknya struktur tertier dari protein Sifat fungsional protein à bentuk tiga dimensinya. Suhu rendah . hidrofobik dan hydrogen) ¯ Merusak asam nukleat Rusaknya asam nukleat ( DNA/RNA) à menyebabkan kematian sel à sel tidak mampu mengadakan replikasi maupun sintesis enzim ¯ Merusak gugus sulfihidril bebas * oksidator à mengganggu metabolisme sel mikroorganisme dengan cara mengoksidasi gugus sulfihidrilà ikatan disulfide * logam berat à mengikat gugus sulfihidril. makalah mikrobiologi terapan BAB I PENDAHULUAN . KESIMPULAN DAN SARAN A. ikatan kovalen disulfide dan ikatan non kovalen (ionic.ikatan kimia. waktu lebih lama.

Mikroorganisme tidak selamanya berdampak negatif bagi kita.Untuk mempelajari antibiotik-antibiotik apa saja yang dimanfaatkan pada era sekarang dan resistensinya terhadap mikroba-mikroba maka kami menyusun makalah ini. Selain antibiotik pada makalah ini juga dibahas zat-zat kemoterapeutik lainnya sebagai pengetahuan kita untuk mengendalikan mikroorganisme-mikroorganisme patogen. penggunaan antibiotika seharusnya digunakan jika terdapat indikasi yang jelas. Antibiotika banyak digunakan secara luas pada kehamilan. pemberian obat-obat antibiotik kepada ibu hamil dengan ketuban pecah dini dapat memperlambat kelahiran dan menurunkan insidens infeksi. Mikroorganisme terdapat di air. Walaupun di era-sekarang Antibiotik juga ada yang sintetik. tanah. Karena adanya efek samping yang potensial bagi ibu maupun janinnya. Di dalam makanan-makanan yang tidak higienis juga banyak terdapat mikroorganisme. LATAR BELAKANG Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai mikroorganisme walaupun tidak kasat mata. Meskipun terapi profilaksis antibiotik belum terbukti bermanfaat. Kehamilan akan mempengaruhi pemilihan antibiotik.A. Umumnya penisilin dan sefalosporin dianggap sebagai preparat pilihan pertama pada kehamilan. Selain sebagai tugas mata kuliah Mikrobiologi Terapan makalah ini juga bermanfaat bagi siapa saja yang haus akan pengetahuan mengenai antibiotik dan peranannya. bahkan kalau kita lupa cuci tangan sehabis berjabat tangan atau dalam interaksi lainnya dengan sesama manusia maka mikroorganisme cepat masuk ke tubuh kita. dan udara bahkan di dalam tubuh kitapun terdapat mikroorganisme. Mikroorganisme baik ini dinamakan Antibiotik. karena pemberian sebagian besar antibiotik lainnya berkaitan dengan peningkatan risiko . dan untuk alasan inilah prinsip yang kedua adalah mengevaluasi keamanan obat bagi ibu dan janinnya. Justru mikroorganisme baik. Infeksi merupakan penyebab utama kematian prematur pada bayi. dapat dimanfaatkan untuk mengatasi mikrooganisme patogen di dalam tubuh. Prinsip utama pengobatan wanita hamil dengan penyakit adalah dengan memikirkan pengobatan apakah yang tepat jika wanita tersebut tidak dalam keadaan hamil. Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk memberantas infeksi mikroba pada manusia. Sedang antibiotika adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme (khususnya dihasilkan oleh fungi) atau dihasilkan secara sintetik yang dapat membunuh atau menghambat perkembangan bakteri dan organisme lain. Biasanya terdapat berbagai macam pilihan.

ac. Zat kemoterpeutik ialah zat kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit menular (kemoterapi) atau mencegah penyakit (kemoprofilaksis). zat tersebut harus dapat menghambat atau mematikan parasit (atau sel ganas) seraya menyebabkan kerusakan yang kecil saja terhadap sel inang atau sama sekali tidak merusak. zat kimia demikian yang terdapat dialam dapat dibedakan dari persenyawaan sintetik dengann digunakannya nama antibiotic. sekitar 70% lainnya tidak diketahui. seperti eritromisin. dangenesis yang berarti asal. Bagi beberapa obat antibiotik. Perlu diingat bahwa hanya sekitar 2%-3% kejadian teratogenik berhubungan dengan pajanan obat-obatan. Sumber: Staf pengajar UNSRI http://digilib. Zat ini diperoleh dari mikroorganisme atau tumbuhan atau disentesis di dalam laboratorium kimia. Sisanya kemungkinan berhubungan dengan kelainan genetik atau pajanan lainnya. Beberapa jenis antibiotika dapat menyebabkan kelainan pada janin.pdf diakses tgl 04 Oktober 2011.id/download/ANTIBIOTIKA%20DALAM%20KEHAMILAN.malformasi pada janin. Jadi teratogenesis didefinisikan sebagai asal terjadinya monster atau proses gangguan proses pertumbuhan yang menghasilkan monster. Artinya. periode terjadinya teratogenesis adalah mulai hari ke 17 sampai hari ke 54 post konsepsi. risiko tersebut rendah dan kadang-kadang setiap risiko pada janin harus dipertimbangkan terhadap keseriusan infeksi pada ibu. lama dan saat pemberian serta sifat genetik ibu dan janin. Definisi teratogen adalah suatu obat atau zat yang menyebabkan pertumbuhan janin yang abnormal. Antibiotika yang demikian itu disebut teratogen. lama dan saat pemberian serta sifatgenetik ibu dan janin. Besarnya reaksi toksik atau kelainan yang ditimbulkan oleh antibiotika dipengaruhi oleh besarnya dosis yang diberikan. Kata teratogen berasal dari bahasa Yunani teras. Pada manusia. yang berarti monster. Persyaratan lain bagi zat kemoterpeutik yang praktis ialah harus mampu menembus sel dan jaringan inang . Zat kimia haruslah memiliki tosisitas yang selektif untuk dapat digunakan sebagai zat kemoterapeutik. Hal ini terjadi karena antibiotika yang diberikan kepada wanita hamil dapat mempengaruhi janin yang dikandungnya melalui plasenta. Besarnya reaksi toksik atau kelainan yang ditimbulkan oleh antibiotika dipengaruhi oleh besarnya dosis yang diberikan. Secara umum.unsri.

d) Macam-macam antibiotic dan zat kemoterapeutik. BAB II ISI MAKALAH . 508-509). c) Sifat-sifat zat antibiotik kemoterapeutik. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah: a) Pengertian pengendalian mikroorganisme secara antibiotik dan zat kemoterapeutik. (Michael J. Metode yang kami gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan mencari dari buku-buku Mikrobiologi dan buku-buku bacaan lainnya serta Browsing lewat internet.serta tidak mengubah mekanisme pertahanan alamiah sel inang tersebut. e) Mekanisme kerja antibiotik dan zat kemoterapeutik. b) Tujuan pengendalian mikroorganisme secara antibiotik dan kemoterpeutik . Pelczar. hal.

antibiotic merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang menghambat mikroorganisme lain. senyawa sintetik atau anti biotik diresepkan secara luas untuk mengobati infeksi dan sebagai kemoprofilaksis (pencegahan infeksi dengan memberikan antibiotik sebelum gejala dan tanda muncul).html diakses 01 Oktober 2011. Dengan perkataan lain. cacing). Namun pada perkembangannya. http://wempigembul. namun kata lain sekarang digunakan untuk menyebut semua obat kemoterapetik anti mikroba. http://wempigembul. 2009. Antibiotik yang menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme terdapat pada gambar berikut: . Sumber: Burner.com/2009/10/antibiotik. Pengertian Pengendalian Mikroorganisme Secara Antibiotik dan Zat Kemoterapeutik Pada awalnya istilah yang digunakan adalah antibiosis yang berarti substansi yang dapat menghambat pertumbuhan organisme hidup yang lain.blogspot. dan berasal dari mikroorganisme. Pelczar. 511).com/2009/10/antibiotik. Promote. dibedakan antara antibiotic terhadap sel prokariotik (bakteri) dan antibiotic dalam sel eukariotik (fungi.blogspot. Hal.1.html diakses 01 Oktober 2011. Sumber: Burner. Promote. Baik yang diproduksi secara alamiah. Kata antibiotik diberikan pada produk metabolic yang dihasilkan suatu organisme tertentu. Dalam penemuan dan perkembangan antibiotik selajutnya. (Michael J. 2009. protozoa. yang dalam jumlah amat kecil bersifat merusak atau menghambat mikroorganisme lain. Secara sempit antibiotik adalah zat kimia yang secara alamiah dihasilkan oleh organisme hidup yang mampu menghambat pertumbuhan organisme lain. antibiosis ini disebut antibiotik dan istilah ini tidak hanya terbatas untuk substansi yang berasal dari mikroorganisme melainkan semua substansi yang diketahui memiliki kemampuan untuk menghalangi pertumbuhan organisme lain khususnya mikroorganisme.

Sumber : Utomo. baik alami maupun sintetik. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus.Gambar 1 : Antibiotika adalah segolongan senyawa. Khalifan. Khalifan. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.2011. Desifektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup. ada pula yang spektrumnya lebih luas. dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi. yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. Sumber : Utomo. antibiotika dijuluki “peluru ajaib”: obat yang membidik penyakit tanpa melukai tuannya. hanya saja targetnya adalah bakteri. Tidak seperti perawatan infeksi sebelumnya. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif. . atau nonbakteri lainnya. jamur..umm.umm.http://khalifan2011. dan Setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri.ac. http://khalifan2011. Antibiotika kadangkala dapat digunakan setempat. seperti tetes mata dan salep. yang menggunakan racun seperti strychnine.2011. Antibiotika oral (yang dimakan) mudah digunakan bila efektif.student.id/2011/08/12/ant ibiotik/ diakses tanggal 10 Oktober 2011. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Antibiotika bekerja seperti pestisidadengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme. Desifektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.ac.student.id/2011/08/12/anti biotik/ diakses tanggal 10 Oktober 2011. meskipun dalam bioteknologi dan RekayasaGenetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri..

lupa membersihkan sediaan bakteri pada cawan petri dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan.a. ia melihat sebagian kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang ‘bersih’ dari bakteri yang sebelumnya memenuhi media. yang ternyata adalah Penicillium chrysogenum syn. Karena tertarik dengan kenyataan ini. Gambar 2. Riwayat Singkat Penemuan Antibiotika Modern Penemuan antibiotika terjadi secara ‘tidak sengaja’ ketika Alexander Fleming. ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan. Sir Alexsander Flemming menemukan bahwa suatu produk metabolic Penisilium notatummempunyai sifat menghambat bakteri ia menamakan substansi ini penisilin. Penemuan efek antibakteri dari Penicillium sebelumnya sudah diketahui oleh peneliti-peneliti dari Institut Pasteur di Perancis pada akhir abad ke-19 namun hasilnya tidak diakui oleh lembaganya sendiri dan tidak dipublikasi. Pada hari Senin. Florey. Ia lalu mendapat hasil positif dalam pengujian pengaruh ekstrak kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia diakui menemukan antibiotik alami pertama: penicillin G. pada tahun 1928. P. menerima hadiah Nobel pada tahun 1945. notatum (kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan pada roti yang dibiarkan lembab beberapa hari). . ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut. chain serta seorang dokter bernama Sir Howard W. Untuk sumbangannya ini Flemming dianugrahi gelar bangsawan dan bersama-sama dengan seorang ahli kimia bernama Ernest B. Pada tahun1929 penemuan ini membuka era antibiotic.

sejak 1940. Praktik penggunaan antibiotika ini dikritik tajam oleh para aktivis lingkungan karena kekhawatiran akan munculnya hama yang tahan antibiotika.id/2011/08/12/anti biotik/ diakses tanggal 10 Oktober 2011. banyak antibiotic kemoterpeutik yang amat berharga telah diisolasi dari aktinomisetes. Walaupun ia telah mengisolasi dan mengidentifikasi kapang tersebut serta mempelajari aktivitasnya. Penelitian tersebut menghasilkan penemuan aktinomisetin pada galur-galur aktinomisetes. yang merupakan salah satu kelompok utamam bakteri penting yang terdapat dalam tanah. b. Namun demikian.umm. hal. ketika timbul kebutuhan yang amat mendesak .2011. Khalifan. Pelczar. pemberian antibiotika biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Sumber : Utomo. Gratia dan S.http://khalifan2011.ac. Karena setelah diidentifikasi. Alexsander Fleming memperlihatkan bahwa suatu cawan agar diinokulasi dengan Staphylococus aureus telah terkontaminasi oleh sejenis kapang dan bahwa koloni kapang tersebut dikelilingi oleh suatu zone yang jernih. mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri memungkinkan munculnya strain bakteri yang ‘kebal’ terhadap antibiotika.(Michael J. namun dalam bioteknologipemakaiannya cukup luas untuk menyeleksi sel-sel yang mengandung gen baru.student. Itulah sebabnya. ka[pang tersebut ternyata adalah suatu spesies Penicillium.. maka Fleming menamakan antibiotic itu penisilin. Penggunaan Antibiotika Karena biasanya antibiotika bekerja sangat spesifik pada suatu proses. menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan bakteri. Aktinomisetin tidak pernah digunakan untuk mengobati pasien tetapi untuk melisis kultur bakteri dalam pembuatan vaksin. Penggunaan antibiotika yang ‘tanggung’ hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang ‘kebal’. 512). hasil pengamatannya yang penting itu belum disadari sampai pecahnya perang dunia II. Penelitian sistematik pertama yang menyelidiki serta mempelajari antibiotic dilakukan oleh A. Pada tahun 1929. Datn sekitar tahun 1924. Pemakaian antibiotika di bidang pertaniansebagai antibakteri umumnya terbatas karena dianggap mahal.

Pelczar. 511). ada zat-zat kimia lain yang seluruhnya disintesis di dalam laborotorium . substansi efektif yang hanya sedikit jumlahnya itu sudah mampu mengakibatkan perubahan radikal dibidang medis dalam usaha pengobatan penyakit menular. (Michael J. Rene Dubos telah mengisolasi dari tanah Nfew Jersey suatu kultur Bacillus brevis yang membentuk suatu substansi yang mampu mematikan banyak bakteri gram positif. yang seluruhnya atau sebagian disintesis oleh sel hidup. Hal. Artinya. Hal. (Michael J. zat kimia demikian yang terdapat di alam dapat dibedakan dari persenyawaan sintetik dengan digunakannya nama antibiotik.. zat tersebut harus dapat menghambat atau mematikanparasit (sel ganas) seraya menyebabkan kerusakan yang kecil saja terhadap sel inangatau sama sekali tidak merusak. 508-509). Ekstrak bebas sel yang diperoleh dari B.2011. Sumber : Utomo.ac. difteri. Persyaratan lain bagi zat kemoterapeutik yang praktis adalah harus mampu menembus sel dan jaringan inang serta tidak mengubah mekanisme pertahanan alamiah sel inang tersebut.http://khalifan2011. Penggunaan penisilin dan antibiotic telah mengakibatkan berkurangnya secara dramatris penderita penyakit menular. brevis ditemukan mengandung dua bahan aktif. Pelczar. tetapi hanya sejumlah kecil dari antaranya telah terbukti bermanfaat untuk mengobati penyakit. Dulu. terapi untuk penyakit kelamin seperti sifilis dan gonoria. 513).student. Suatu zat kimia haruslah memiliki toksisitas yang selektif untuk dapat sebagaizat kemoterapeutik.id/2011/08/12/anti biotik/ diakses tanggal 10 Oktober 2011. beberapa ribu substansi antibiotic telah diisolasi dan diidentifikasi. membutuhkan waktu lama dan masih belum mantap. pada awal abad itu penyebab utama kematian meliputi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti pneumonia. Berlawanan dengan antibiotik. yang sekarang dikenal dengan nama gramisidin dan terosidin keberhasilin ini segera disusul oleh penemuan streptomisin oleh Selman Waksman dan rekan-rekannya. Namun demikian. tuberkulosis dan disentris. Zat kemoterapeutik ialah zat kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit menular (kemoterapi) atau mencegah penyakit (kemoprofilaksis). Khalifan. Zat ini diperoleh dari mikroorganisme atau tumbuhan atau disintesis di dalam laboratorium kimia. Hal.akan adanya cara-cara yang lebih baik untuk mencegah akibat fatal yang disebabkan luka-luka perang. Secara umum. Pelczar. Sejak tahun 1940 . (Michael J.umm. Pada tahun 1939.

seperti Gram-Negatif atau Gram-Positif bakteri. yang berguna untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu. . Kelompok pertama zat kemoterapeutik sintesis itu ialah sulfonamide. Di pihak lain. Antibiotik adalah satu kelas antimicrobials. Sebagai contoh. ‘narrow-spectrum’ adalah antibiotik untuk target jenis bakteri tertentu. antifungal. Sumber: Sasika. http://novelss. Tidak sama dengan perawatan sebelumnya untuk infeksi yang mencakup racun seperti arsenik dan strychnine. Antibiotik adalah suatu zat pembunuh bakteri yang merupakan suatu obat yang dapat membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri. atau benalu. mungkin satu organisme di antara seratus juta adalah mutan yang resisten terhadap penisilin.kimia. Antibiotik individu bertukar-tukar secara luas di dalam efektivitas pada berbagai jenis bakteri. c. dan infeksi nonbacterial lain. Sinta.wordpress. Antibiotik dapat digolongkan berdasarkan ketepatan target yang akan dihambat oleh antibakteri tersebut.com/2009/05/15/antibiotik/ diakses tanggal 01 Oktober 2011. dan yang kedua ialah nitrofuran. suatu enzim yang menginaftikan penisilin. fungi. jamur. ‘wide-spectrum’ merupakan antibiotik yang mempengaruhi suatu cakupan bakteri luas. Beberapa persenyawaan spesifik yang lain meliputi hidrazide asam isonikotinat (isoniazid) dan asam nalidiksat. beberapa galur bakteri yang biasanya rentan dapat memilki resitensi terhadap penisilin. Resistensi Terhadap Antibiotik Berkembangnya resistensi terhadap obat-obatan hanyalah salah satu contoh proses alamiah yang tak pernah ada akhirnya yang dolakukan oleh organisme untuk mengembangkan toleransi terhadap keadaan lingkungan yang baru. Resistensi terhadap obat pada suatu mikroorganisme dapat disebabkan oleh suatu faktor yang memang sudah ada pada mikroorganisme itu sebelumnya atau mungkin juga faktor itu diperoleh kemudian. Antibiotik konvensional tidak efektif dalam membasmi penyakit yang disebabkan oleh virus. Resistensi yang diperoleh inipun disebabkan oleh produksi penisilinase oleh galur-galur mikrooorganisme yang secara genetis telah beradaptasi. suatu kelompok lebih besar yang juga meliputi anti-viral. dan obat anti-parasitik. 2009. Dalam kultur bakteri yang peka terhadap penisilin. antibiotik berlabel “magic bullets” obat yang menargetkan penyakit tanpa merugikan orang yang menggunakannya. Antibiotik tidak punya efek melawan virus. resistensi terhadap penisilin pada suatu organisme dapat disebabkan oleh produksi penisilinase.

Hal. Jakarta. Bila ada penisilin.Biasanya nisbah (rasio) antara organisme yang sensitif terhadap yang resisten itu terjaga. .com/2011/04/antibiotik-tak-rasional-bisa-ada. Sumber: Mujab. 69 persen Streptococcus pneumoniae penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) resisten terhadap penisilin. Masalah ini menimbulkan ancaman pandemi. ada kuman penyebab kolera yang resisten terhadap kotrimoksazol dan tetrasiklin. ”Resistensi obat dapat mengakibatkan ledakan kasus dan ancaman pandemi. Kuman yang resisten menyebar melintasi batas-batas negara.” kata dia. 531:532). http://asm-web. Antibiotik Tak Rasional. Kompas . maka maka galur yang sensitif tidak bereproduksi. Resistensi bakteri terhadap antibiotik lihat gambar berikut: Gambar 3 : Terjadi resistensi bakteri terhadap antibiotic. Hal itu mengemuka dalam seminar Antimicrobial Resistance-Containment and Prevention di Jakarta.blogspot. Tetapi. d. Selain itu.Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik mendorong terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik di dunia. dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Sedunia. Hal ini berarti organisme tersebut memiliki lintasan metabolik pilihan atau reaksi-reaksi enzim yang tidak rentan terhadap panghambatan oleh penisilin. dan pada akhirnya akan mendominasi populasi. mutan yang resisten itu akan beproduksi. Banyak organisme yang tidak membentuk penisilinase juga resisten terhadap penisilin.html) diakses tanggal 10 oktober 2011. (Michael J.000 kasus tuberkulosis resisten obat (MDR-TB) per tahun. Bila ada penisilin. di dunia ada sekitar 180. Di Thailand. Kamis (7/4). Hal ini mempunyai Implikasi klinis yang penting serta merupakan salah satu alasan praktis bagi dilakukannya penelitian ekstensif untuk mendapatkan penisilin sintetis yang tidak rentan terhadap penisilinase. Pelczar. Agus Saeful Mujab. 2011. sehingga tidak menimbulkan masalah.

” kata Endang. untuk penyakit yang membutuhkan antibiotik justru hanya 20 persen yang mendapatkan antibiotik. http://asm-web. Iwan menduga. 60 persen anak yang tidak membutuhkan diresepkan antibiotik. Agus Saeful Mujab.html) diakses tanggal 10 oktober 2011. kesadaran akan penggunaan antibiotik secara rasional minim.blogspot.com/2011/04/antibiotik-tak-rasional-bisa-ada. sementara jumlah organisme yang resisten dapat bertambah dengan bebasnya. Bukti bahwa hal ini terjadi selama terapi dengan sulfonamide tidak dipertanyakan.Menurut Iwan. Resistensi baru merupakan masalah setelah pemakaian antibiotik secara luas menuntun kearah pelenyapan organisme-organisme yang rentan dari populasi. ”Kalau ada dokter yang melanggar pedoman pemberian antibiotik atau obat keras lain akan diberikan sanksi mulai dari peringatan. Dokter diharapkan rasional dalam meresepkan obat. Nusa Tenggara Timur. sampai kini tidak banyak perubahan. penggunaan antibiotik tidak rasional dalam kasus ISPA mencapai 94 persen dan diare 87 persen. (INE). terbentuknya resistensi pada bakteri amat jarang terjadi. hingga pembekuan izin praktik. Ketika zat-zat kemoterapeutik seperti sulfonamide dan antibiotik pertama kali digunakan. Untuk mencegah pandemi. tenaga kesehatan. 2011. Penjelasan lain yang lebih mutakhir mengenai terbentuknya resistensi. setidak-tidaknya pada beberapa bakteri gram negatif.Di Indonesia. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengimbau kerja sama berbagai pihak mulai pengelola fasilitas kesehatan. ialah bahwa . Hasil penelitian lain yang dilakukan di 56 puskesmas di 3 distrik di Aceh tahun 2010 menunjukkan. Antibiotik itu tersisa dalam telur dan daging sehingga manusia tanpa sadar mengonsumsi. hingga masyarakat. Sebaliknya. e. Sumatera Barat. Pemindah Sebaran (penularan) Resistensi Terhadap Obat. Jawa Timur. Sumber: Mujab. yakni Kalimantan Timur. Data tersebut hasil riset yang diselenggarakan di lima provinsi. sanksi administrasi. dan Kalimantan Barat oleh Universitas Gadjah Mada tahun 2004. Dulu dikira bahwa munculnya mula-mula orgnisme resisten merupakan akibat terjadinya perubahan dalam satu gen bakteri yang menjadikan bakteri tersebut resisten. Guru Besar Farmakologi dari Universitas Gadjah Mada Iwan Dwiprahasto mengatakan. ada penggunaan antibiotik lewat pakan untuk unggas sekitar 20-25 persen. Apotek juga diminta tidak sembarangan memberikan antibiotik.

. Misalnya. transduksi atau konjugasi. sedangkan galur-galur yang sensitif terhambat atau mati. atau kloramfenikol. Pelczar. Ulkus Kemoterapeutik Ulkus kemoterapeutik merupakan ulser mulut multiple yang terbentuk sebagai akibat efek samping penggunaan obat antikanker (Lynch et al. Perpindahan gen di antara sel. Mereka mengisolasi dua macam organisme baik yang sensitif maupun yang resisten terhadap antibiotik berserotipe sama dari seorang pasien yang menderita infeksi enterik yang di obati dengan sulfonamide.. kemudian memperbanyak diri. Obat antikanker yang biasanya menyebabkan ulser mulut meliputi methotrexate.orginisme resisten mempunyai gen yang berfungsi melindungi bakteri tersebut dari pengaruh bakterisidal satu obat atau antibiotik. Transfer resistensi antibiotik paling sering berlangsung dengan cara konjugasi. mereka mendemonstrasikan bahwa resistensi terhadap antibiotik disebabkan oleh gen-gen resisten Escherichia coli dalam reservoir saluran pencernaan yang ditransfer ke dalam bakteri shigella dysenteriae. hydroxyurea. merupakan unit-unit DNA berukuran kecil. dan ekstranuklir atau di luar nukleus. Gen resisten ini dapat pula dipindahsebarkan melalui konjugasi. Fenomena ini pertama kali dilaporkan secara terpisah oleh dua orang ilmuan jepang pada tahun 1958. tetrasiklin. 1994). dapat dilakukan dengan cara transrormasi. sejak itu transfer resistensi antibiotik melalui konjugasi bakteri telah di amati pula terjadi pada organisme-organisme lain di Negara-negara lain. Beberapa individu dalam suatu spesies bakteri membawa gen resisten sewaktu terjadi infeksi. dan daunorubicin. 5fluorouracil. stertomisin. 532-533). Hal. 1994). actinomycin D. Sekarang kita telah mengetahui bahwa resistensi itu atau faktor R ada dalam plasmid. vinblastine dan procarbazine (Lynch et al. penyebab infeksi itu. (Michael J. ekstrakromosomal dapat memperbanyak diri. adriamycin. bleomycin. Obat-obatan yang menyebabkan stomatitis secara tidak langsung akan mendepresi sumsum tulang dan respon imun yang menyebabkan suatu infeksi invasif pada mukosa rongga mulut. f. Obatobatan yang terkadang menyebabkan ulser antara lain 6-mecaptopurine. transformasi atau transduksi dari bakteri lain selama berlangsungnya pengobatan dengan antibiotik. Obat anti kanker dapat menyebabkan ulser mulut secara langsung atau tidak langsung. Selanjutnya. . gen semacam itulah yang menghasilkan penisilinase pada stafilokokus yang resisten terhadap penesilin.

Lesi ulser multiple di mulut sebagai akibat tak langsung obat kemoterapeutik ditandai dengan ulser nekrotik yang besar dan dalam.com/2011/04/16/ulkus-kemoterapeutik/ diakses tanggal 10 Oktober 2011. lidah dasar mulut. dan palatum (Gambar 1) (Langlais & Miller..wordpress. 2. 2011. sangat khas. 2011 Antibiotik biasanya digunakan untuk: .wordpress.com/2011/04/16/ulkus-kemoterapeutik/ diakses tanggal 10 Oktober 2011. dan pada mukosa bukal (pipi) (Treister. http://dentosca. Langlais & Miller. 2010). mukosa pipi. seperti methotrexate menyebabkan ulser melalui efek langsung pada replikasi dan pertumbuhan dari sel-sel epitel mulut dengan menghambat sintesa protein dan asam nukleat sehingga mengakibatkan penipisan serta ulserasi mukosa rongga mulut. Beberapa jenis obat. 2000). Gambaran klinis ulkus kemoterapeutik berupa ulser pada lateral lidah. Ulkus sering terjadi pada bibir.. mukosa labial (bibir).(Sumber: Dentosca. Sedangkan alkaloid seperti cyclophosphamide mengakibatkan leucopenia dan pembentukan ulkus sekunder (Lynch et al. yang dapat menyerang semua permukaan mukosa (Lynch et al. 2011. 1994. 1994) Gambar 4. Tujuan Pengendalian Mikroorganisme Secara Antibiotik dan Zat Kemoterapeutik Menurut Desi Desanti. 2000). Gambaran Klinis Lesi timbul pada minggu kedua dari terapi dan biasanya menetap selama 2 minggu. tanpa disertai koyakan jaringan dan dengan dasar yang mengalami peradangan minimal. http://dentosca. Sumber : Dentosca.

Mekanisme kerja antibiotic memang diakui untuk mempercepat matinya sel kuman atau bakteri penyebab penyakit. Dampak Penggunaan Antibiotic Penggunaan antibiotic yang sembarang dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan.html.blogspot. 3. 2009. air. 4. Membantu menghambat atau merusak asam nukleat sel kuman. Dapat mengatur populasi mikroba dalam tanah. 6. http://lenaunindrabio2a. Antibiotik membantu menghambat sintesis dinding bakteri/sel kuman. Sifat-Sifat Zat Antibiotik Kemoterapeutik Suatu zat antibiotik kemoterapeutik yang ideal hendaknya memiliki sifat-sifat sebagai berikut: . Maksudnya adalah bakteri atau kuman sumber penyakit sudah tidak mempan lagiatau kebal terhadap suatu antibiotic. 3. Walaupun penyakit cepat sembuh. b) Resistensi terhadap antibiotic. diakses tanggal 05 Oktober 2011. namun efek yang ditimbulkan dibalik pengguanaan antibiotic yang tidak sesuai aturan dapat membahayakan kesehatan. Beberapa dampak terhadap penggunaan antibiotic : a) Melemahnya daya tahan tubuh. Antibiotic membantu menghambat sel kuman dalam mensintesis protein. limbah dan kompos 8. Dengan memberikan antibiotic dapat mencegah terjadinya infeksi. Antibiotic menghambat pertumbuhan mikroorganisme atau bakteri yang merupakan penyebab utama suatu penyakit. Antibiotik merusak permeabilitas membrane atau mekanisme pengangkut sel kuman/bakteri. Antibiotic bekerja dengan menghambat metabolisme sel kuman/bakteri. 2. Mizz. Sumber : Nha. sehingga diperlukan obat antibiotic yang dosisnya lebih tinggi untuk membunuh kuman penyakit tersebut. Salah satunya dapat mempengaruhi system imun tubuh.1.. 7. 5. namun pasien juga dapat terserang penyakit yang sama dalam jarak waktu yang relative singkat.com/2009/05/genetika-danpengendalian mikrobiologi.

c. Tidak menimbulkan efek sampingan yang tidak dikehendaki pada inang. Makin besar jumlah dan macam mikroorganisme yang dipengaruhi. (Michael J. Gunakan jenis antibiotik yang efektif melawan organisme penyebab.1. dan d. Tidak mengakibatkan berkembangnya bentuk-bentuk resisten parasit. Konsentrasi antibiotik di dalam jaringan atau darah harus dapat mencapai taraf cukup tinggi sehingga mampu menghambat atau mematikan penyebab infeksi. makin baik. Meniadakan efek toksik dari antibiotik. dapat melenyapkan flora bakteri normal tetapi tidak melenyapkan monilia (cendawan) dari saluran pencernaan. 5. Kontak yang adekuat antara antibiotik dengan organisme. 3. Memiliki taraf kelarutan yang tinggi dalam zat alir tubuh. b. Prinsip dasar pengunaan antibiotik adalah: a. iritasi pada ginjal atau salurangastrointestin. Promote.com/2009/10/antibiotik. Penggunaan antibiotik berspektrum luas untuk waktu lama misalnya.blogspot. meningkatkan pertahanan pejamu untuk memperbesar efek antibakteri.html diakses tanggal 01 Oktober 2011. untuk menimbulkan infeksi baru. Tidak melenyapkan flora mikroba normal pada inang. Zat Kemoterapeutik . 514-515). sehingga memungkinkan mikroba yang biasanya nonpatogenik atau bentuk-bentuk patogenik yang semula dikendalikan oleh flora normal. Gangguan terhadap floranormal dapat mengacaukan “keseimbangan alamiah”. kerusakan pada saraf.http://wempigembul. sepertireaksi alergis. Sumber : Burner. Pelczar. 2. 4. 7. Harus dapat diberikan melalui mulut tanpa diinaktifkan oleh asam lambung. 2009. Antibiotik berspektrum luas efektif terhadap banyak spesies. Harus mempunyai kemampuan untuk merusak atau menghambat mikroorganisme patogen spesifik. Monilia dapat menimbulkan Infeksi. Hal. atau melalui suntikan (parental) tanpa terjadi pengikatan dengan protein darah. 6.

Muhammad. Hal. amoxisilin. beberapa turunan pinisilin (ampisilin.Berlawanan dengan antibiotik. turunan miklorida.Infeksi campuran kuman aerob . http://www. Contoh: Penggunaan Antibiotic Berdasarkan Jenis Infeksi serta pilihan Antibiotik yang dapat mengobati penyakit pada saluran cerna. dan yang kedua ialah nitrofuran.C albicans . Antibiotik yang aktivitasnya lebih dominan terhadap bakteri gram positif. sebagian besar turunan penisilin seperti benzil penisilin. Macam-Macam Antibiotik dan Zat Kemoterapeutik Antibiotik dapat digolongkan berdasarkan atas tempat kerja. kloksasili. kanamisin. Sebagai contohnya adalah: basitrin.Nistatin . Pelczar. turunan amfenikol. turunan aminoglikosida. 2. bekampisin. 4. ada zat-zat kimia lain yang seluruhnya disintesis di dalam laborotorium kimia. Diakses tanggal 04 Oktober 2011. Sebagai contoh adalah kolistin. yang berguna untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu. Beberapa persenyawaan spesifik yang lain meliputi hidrazide asam isonikotinat (isoniazid) dan asam nalidiksat. Jenis Infeksi Penyebab Tersering Pilihan Antibiotik Ginggivitis dan abese gigi . yang seluruhnya atau sebagian disintesis oleh sel hidup.com/2010/06/03/antibiotik/. sikloserin. efektif terhadap gram positif maupun gram negatif. penisilin G prokain dan beberapa turunan sefalosporin 3. vimisin dan lain-lain Tabel 1 Zainal Abidin. rifamfisin.Penisilin G prokain/ penisilin + anarob V Kandidiasis oral . Penggolongan antibiotik berdasarkan atas spektrum aktivitasnya dapat dibagi atas beberapa golongan yaitu: 1. eritrosimin. karbenisilin. Antibiotik yang aktivitas dominan pada Mycobacteriae sebagai contoh adalah streptomisin.masbied. polimiksin B sulfat dan sulfomisin 4. Antibiotik dengan spektrum luas. 524). dan lain-lain dan sebagian besar turunan xefalosporin). 2010. Sebagai contoh adalah turunan tetrasiklin. (Michael J. Antibiotik yang aktivitasnya lebih dominan terhadap bakteri gram negatif. spektrum aktivitas dan struktur kimianya. hetasilin. Kelompok pertama zat kemoterapeutik sintesis itu ialah sulfonamide.

bleomisin.V cholerae . Antibiotik yang aktif terhadap neoplasma (anti kanker). Coli berbagai Kuman enterik . Turunan tetrasiklin 4. Sebagai contoh adalah grisofulvin.Metronidazol .C jejuni . Berdasarkan atas struktur kimianya antibiotik di bagi menjadi 10 kelompok yaitu: 1. selazolin Perintis karena proporasi . Contohnya adalah aktinomisin. Antibiotik linkosamida 8. mitomisin. Aminoglikosida 5. sefoksilin 1.E. B frogilis ampisilin sulbaktam.Ampisilin + gentamisin + Gram negatif. Coli berbagai Kuman enterik .E. gentamisin + metronidazol/klindamisin. mitramisin.Umumnya tidak memerlukan antimikroba Kolestitis akut . Antibiotik polien 9. Antibiotik ansamisi .Enteritis infekslosa . Antibiotik makrolida 6. Antibiotik b-laktam (turunan penisilin. Turunan amfenikol 3. sefalosporin dan b-laktam non klasik) 2. dan lain-lain.E histolytica . antibiotik polien (nistatin. amfoterisin B).Tetrasiklin Kotrimokzasol .Shingella .Eritromisin/fluorokuinolon tetrasiklin .………. . Antibiotik yang aktif terhadap jamur. Antibiotik polipeptida 7.Kotrimokzaso/ fluorokuinolon/ampisilin .Berbagai kuman enterik gram . 2.Virus . kuman anaerob metronidasol.Ampisilin + gentamisin + usus Gram negatif.

Tabel 2 : Zainal Abidin. .C.Amoksisilin.10. Eritromisin . Contoh : Penggunaan Antibiotic Berdasarkan Jenis Infeksi serta pilihan Antibiotik yang dapat mengobati panyakit saluran nafas. streepmisin. Pneumoniae. catarrhalis (jarang) . Eritromisin.Str.S. Pneumoniae.Doksisilin . pneoumeniae Eksaserbasi Akut Bronkis kronis Eritromisin . H Influenza . kuman Anaerob .Asam Klavulonat Kotrimoksazol .B.Penisilin G. Diakses tanggal 04 Oktober 2011. Eritromisin Kotrimoksazol . pneoumeniae . Penisilin G .Asam Klavulonat Kotrimoksazol Eritromisin . Pnemoniea.M.Asam Klavulonat . Aureus.Eritromisin . Diphtheria . Antibiotik antrasiklin Berdasarkan kegiatannya.Virus .……. antibiotik dibagi dalam mikroba tersebut: a) Antibiotik yang mempunyai kegiatan luas (Broad Spectrum) yaitu: antibiotik yang dapat mematikan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. . Jenis Infeksi Penyebab Tersering Pilihan Antibiotik .Farigitis . Contoh: tetrasiklin dan derivatnya.Str.Amoksisilin. Pyogenes . contoh: penisilin. neomisin dan sebagainya.Otitis Media dan Sinusitis . kloramfenikol. 2010.Amoksisilin/Ampisilin . ampisilin dan lain-lain b) Antibiotik yang mempunyai kegiatan sempit (Narrow Spectrum) antibiotik golongan ini hanya aktif terhadap beberapa jenis bakteri. http://www.com/2010/06/03/antibiotik/.……….Str.Pensilin V.Amoksisilin/Ampisilin.Virus .Bronkis Akut . H influenza .masbied.M.Str.Amoksisilin. Muhammad. H influenza .

M. Penicillin Penisilin G P. 1988. Eritromisin Kotrimoksazol. kloramfenikol. ECs. .Amoksisilin/Ampisilin.Eritromisin.Virus influenza A atau B Pneumonise Bakteri . Sumber : (Pelczar. Michael dan Chan. Bakteri pengahasil penisilinase Chepalosporium sp Bakteri gram negatif dan positif Metisilin Sefalosporin Sefalotin Sefaloridin Menghambat sintesis dinding sel . Hal : 525) Antibiotik Dihasilkan oleh Aktif terhadap Mekanisme kerja Penisilium chrysogenium Bakteri gram positif Menghambat sintesis dinding sel. Pneumoniae. Penisillium sp.M. .………………. Flukorokulnolon .Lozaid + Rifampisin + pirazinamid/etambutol Table 3: Produk metabolik bakteri dan cendawan yang berguna sebagai antibiotik.Str.S. Sevalosporin Generasi I . Tuberclosis .Influenza . doksisiklin .selafosporin Tuberkolosis Paru . Eritromisin. Auereus . pneumoniae . Emulsi-Subaktan.chrysogenium Ampisilin Bakteri gram negatif yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan dan kemih.Penisilin V.H influenza .

Berspektrum luas banyak Menganggu bakteri gram positif dan sintesis gram negatif. juga protein. Aktif terhadap berbagai macam bakteri gram positif dan gram negatif termasukpseudomonas. rimosus Eritromisin Streptomyceserytreus Bakteri gram positif yang umum dijumpai Menganggu sintesis proteins Kloramfenikol Streptomycetes venezuelae Berspektrum luas. kanamyceticus Gentamisin Micromonospora purpurea Tetrasiklin Klortetrasiklin Tetrasiklin Oksitetrasiklin Streptomyces aureofaciens S. S. fradiae Menghambat bakteri usus Kanamisin S.Sefaloglisin Sefaleksin Aminoglikan Streptomisin Streptomycetesgriseus Infeksi tuberculosis Spektinomisin Streptomycetes griseus Neisseria gonorrhoeae yang resisten terhadap penisilin Neomisin S. rickettsia. organisme seperti mycoplasma. dan Chlamydia. infeksi parah oleh bakteri gram negatif Menganggu sintesis protein (Kloromisetin) . aureofaciens Menginduki sintesis protein abnormal Kebanyakan bakteri gram negatif kecualiPseudomonas.

Polipeptide Kolistin (Polimiksin E) Basilus colistinus Polimiksin B Basitrasin B. keefektifannya lebih rendah dari kolistin Bakteri gram positif namun tidak gram negatif Merusak membran sel Menghambat pembentukan dinding sel Linkomisin Streptomyceslincolnesis Bakteri gram positif yang umum di jumpai Mengganggu sintesis protein Vankomisin Streptomyces orientalis Bakteri gram positif. subtilis Sebagian besar bakteri Merusak gram negatif termasuk membran sel pseudomonas aeruginosa Bakteri gram negatif. khususnya infeksi pada mulut. Merusak membran sel Streptomyces nodosus Infeksi mikotik yang dalam Mekanisme Kerja Antibiotik dan Zat Kemoterapeutik Mengganggu fungsi membran . polymyxa C. kulit. termasuk stafilokokus dan enterokoki penghasil penisilinase Mengganggu sintetis protein Rifamisin Streptomycesmediterranei Infeksi tuberkulosis Mengganggu sintetis protein Streptomyces nourse Infeksi fungal. usus dan vagina yang disebabkan oleh Candida Merusak membran sel Penicillium griseofulvin Infeksi oleh cendawan Antibiotik Antifugal Nistatin Griseofulvin Amfoterisin 5.

dan kloramfenikol – mencegah bakeri berkembang biak tetapi tidak mematikannya Banyak antibiotik yang bekerja terutama sebagai obat bakteriostatik dapat menjadi bakterisid pada keadaan yang memungkinkan. tetrasiklin. eritromisin menembus dinding sel bakteri positif gram dan efektif dalam pengobtan beberapa infeksi stafilokokus dan streptokokus. tetapi struktur halus tergantung pada apakah mereka termasuk positif gram atau negatif gram. contohnya hanya mampu menghambat atau membunuh bakteri Gram negatif saja atau Gram positif saja. dinding sel terdiri dari lapisan molekul protein yang disatukan oleh ikatan-ikatan silang. mematikan bakteri dengan cepat b) Agens bakteriostatik – misalnya sulfonamid.mekanisme aksi. cara biosintesis maupun berdasarkan struktur biokimianya. maka suatu obat misalnya psnisilin yang biasanya bakteriostatik dapat menjadi bakterisidal. Antibiotik berspektrum sempit hanya mampu menghambat segolongan jenis bakteri saja. Antibiotik mematikan bakteri atau mencegahnya berkembang biak: a) Agens bakterisid – misalnya aminoglikosida. Pada semua bakteri. Sedangkan antibiotik berspektrum luas dapat menghambat atau membunuh bakteri dari golongan Gram negatif saja maupun Gram positif. Pada pengobatan yang tidak cukup yaitu terlalu singkat waktunya atau terlampau lama dengan dosis rendah atau digunakan pada pengobatan yang tidak perlu misalnya pada luka kecil dan sebagainya dapat mengakibatkan . Apabila hanya ada sedikit bakteri yang sangat peka dengan dan obat diberikan dalam dosis tinggi. dimana hal ini mempengaruhi kepekaan terhadap berbagai golongan antibiotik. Antibiotik menimbulkan efek secara langsung pada dinding sel bakteri atau menembusnya untuk mengganggu mekanisme di taingkat intrasel. tetapi obat ini tidak berefek pada bakteri negatif gram. Berdasarkan spektrum atau kisaran kerjanya antibiotik dapat dibedakan menjadi antibiotik berspektrum sempit (narrow spectrum) dan antibiotik berspektrumluas (broad spectrum). sefalospirin dan polimisin. strain penghasil. Sebagai contoh. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain adalah konsentrasi obat dan jumlah serta jenis bakteri yang ada.Antibiotik dapat diklasifikasikan berdasarkan spektrum atau kisaran kerja. Efek samping dari Penggunaan Antibiotik: (+) Gejala Resistensi Adalah suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel mikroba oleh antimikroba.

Hampir semua antibiotik dapat menimbulkan resistensi. karena kegiatannya demikian luasnya sehingga flora bakteri usus juga dimatikan. Diakses tanggal 04 Oktober 2011. 2010.resistensi artinya bakteri akan memberikan perlawanan terhadap kerja antibiotik. (+) Super Infeksi Yaitu infeksi baru yang terjadi akibat terapi infeksi primer dengan suatu antibiotik. Sumber: Zainal Abidin. sehingga khasiat ini akan menjadi berkurang atau tidak berkhasiat sama sekali. penghambatan sintesis asam nukleat. http://www. tetapi sifat ini relatif dalam menimbulkan efek toksik. Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel. perusakan membran plasma. Contoh: golongan tetrasiklin dapat mengganggu pertumbuhan jaringan tulang termasuk gigi akibat deposisi kompleks tetrasiklin kalsium ortofospat.masbied. Muhammad. penghambatan sintesis protein. . gatal-gatal bahkan dapat menimbulkan anafilaksis.com/2010/06/03/antibiotik/. Ini terutama terjadi pada pemakaian antibiotik broad spectrum. dan penghambatan sintesis metabolit esensial. yaitu antibiotik dengan mekanisme penghambatan sintesis dinding sel. Jika terjadi super infeksi tindakan yang tidak perlu diambil untuk mengatasinya ialah: a) Menghentikan terapi antibiotik yang sedang digunakan b) Melakukan biakan mikroba penyebab super infeksi c) Memberikan suatu antibiotik yang efektif terhadap mikroba tersebut Berdasarkan mekanisme aksinya. antibiotik dibedakan menjadi lima. Dan keseimbangan bakteri normal juga tergganggu. Misalnya pada pemberioan penisilin bila diberikan pada pada seseorang yang tidak tahan (peka) dapat menimbulkan bintik-bintik merah. (+) Gejala Kepekaan Reaksi alergi dapat ditimbulkan oleh semua antibiotik dengan melibatkan sistem imun tubuh hospes. masing-masing antibiotik dapat memiliki terhadap organ atau sistem tertentu pada tubuh horpes. (+) Reaksi Toksik Antibiotik pada umumnya bersifat toksik selektif. a.

Gambar struktur penisilin . yangmelindungi membran protoplasma di bawahnya terhadap trauma. Protein ini merupakan enzim dalam membran plasma sel bakteri yang secara normal terlibat dalam penambahan asam amino yang berikatan silang dengan peptidoglikan dinding sel bakteri.Sel kuman dikelilingi oleh struktur kaku yang disebut dinding sel. 1993: 48). Antibiotik ini adalah antibiotik yang merusak lapisan peptidoglikan yang menyusun dinding sel bakteri Gram negatif. akan membentuk sel-sel yang maupun mekanik. Penisilin memiliki struktur yang mengandung inti berupa cincin laktam. baik osmotik. Mekanisme kerjanya adalah dengan mencegah ikatan silang peptidoglikan pada tahap akhir sintesis dinding sel. setiap zat yang mampu merusak dinding sel ataumencegah sintesisnya peka terhadap tekanan osmotik (Staf pengajar FK UI. yaitu dengan cara menghambat protein pengikat pensilin (penicillin dinding protein).Terdapat sekitar 50 macam antibiotik penisilin beserta turunannya. Penisilin diproduksi secara alami ataupun semisintetik. Karena itu. Molekul-molekulnya dibedakan oleh rantai samping kimia yang melekat pada intinya. dan mengeblok aktivitas enzim transpeptidase yang membungkus ikatan silang polimer-polimer gula panjang yang membentuk dinding sel bakteri sehingga dinding sel menjadi rapuh dan mudah lisis. contohnya penisilin.

Penisilin alami yang paling sering digunakan adalan penisilin G. asam 6-aminopenicillanic. yang merupakan gabungan antaraprocaine dan penisilin G. Dari fermentasi masakan penicillium. Dari penisilin G ini dikembangkan menjadi sangat banyak jenis penisilin dengan cara menggabungkan grup amino bebas. Sedangkan benzathine penicillin yang merupakan gabungan antara benzathine dan penisilin G memiliki waktu retensi selama 4 bulan. Kelemahan penisilin alami adalah sifatnya yang berspektrum sempit dan pekaterhadap penisilinase (β-laktamase). . memiliki konsentrasi yang tetap tinggi selama 24 jam dengan puncak sekitar 4 jam setelah dikonsumsi. Dari asam penisilanat dengan grup karboksil dari senyawa yang berbeda Procaine penicillin. maka diproduksi penisilin semisintetik. yaitu enzim yang diproduksi oleh bakteri terutama Staphylococcus yang dapat mematahkan cincin β-laktam pada molekul penisilin.Penisilin diperoleh dari jamur genus penisilin (Penicillium notatum) dan diperoleh dari ekstraksi kultur gabungan yang ditumbuhkan dalam media tertentu. Akibat adanya kekurangan penisilin alami tersebut.

yang ketiganya merupakan antifungi yang bekerja dengan cara berkombinasi dengan sterol pada membran plasma fungi. Contohnya adalah polimiksin B yang melekat pada posfolipidmembran. amfoterisin B. . yang berperan sebagai barier permeabilitas selektif. yaitu bagian yang diproduksi secara alami oleh Penicillium dan bagian yang ditambahkan secara sintetik. Contoh antibiotik yang memiliki mekanisme penghambatan sintesis dinding sel yang lain adalah monobaktam. vankomisin. karbapenem. oxasilin. karboksipenisilin (karbenisilin. dan kemudian mengontrol komposisi internal sel. azlosilin). c. dan dengan memindahkan atau menghilangkan rantai samping dari molekul alami yang lengkap. b. Contoh penisilin adalah metisilin. Sitoplasma semua sel hidup dibatasi oleh membran sitoplasma.amoksisilin). Antibiotik yang bersifat merusak membran plasma umumnya terdapat pada antibiotik golongan polipeptida yang bekerja dengan mengubah permeabilitas membran plasma sel bakteri. Antibiotik yang menghambat sintesis protein Aminoglikosida merupkan kelompok antibiotik yang gula aminonya tergabung dalam ikatan glikosida. dan ketokonazol.. aminopenisilin (ampisilin. dan isoniazid (INH). sefalosporin. Antibiotik ini memiliki spektrum luas dan bersifat berterisidal dengan mekanisme penghambatan sintesis protein. Antibiotik yang merusak membran plasma. Dengan demikian. serta menambahkan rantai samping lain secara kimiawi yang lebih resisten terhadap penisilinase. Antibiotik ini berikatan pada subunit 30S ribosom bakteri (beberapa terikat juga pada subunit 50S ribiosom) dan menghambat translokasi peptidil-tRNA dari situs A ke situs P. mikonazol. dan menyebabkan kesalahan pembacaan mRNA dan mengakibatkan bakteri tidak mampu menyintesis protein vital untuk pertumbuhannya. membawa fungsi transpor aktif. pada penisilin semisintetik terhadap dua bagian.Produksi penisilin semisintetik ini dilakukan dengan cara menghentikan sintesis molekul oleh penicilum sehingga hanya diperoleh inti penisilin. tikarsilin) dan ureidopenisilin (mezlosilin. Adanya gangguan atau kerusakan struktur pada membran plasma dapat menghambat atau merusak kemampuan membran plasma sebagai penghalang (barrier) osmosis dan mengganggu sejumlah proses biosintesis yang diperlukan dalam membran. basitrasin.

Antibiotik ini digunakan untuk melawan Mycrobacteria pada TBC dan lepra. . PABA merupkan sustrat untuk reaksi enzimatik sintesis asam folat. Hal ini menjelaskansifat toksisitas selektif sulfa drug bagi bakteri. Dengan demikian. Asam folat merupakan vitamin bagi mikroorganisme yaitu sebagai koenzim untuk sintesis purindan pirimidin. yaitu substansi yang secara kompetitif penghambat metabolit mikroorganisme. Antibiotik yang mnghambat sistesis asam nukleat (DNA / RNA) Penghambatan pada sintesis asam nukleat berupa penghambatan terhadaptranskripsi dan replikasi mikroorganisme. bekerja dengan cara menghambat DNA girase pada replikasi DNA. Antibiotik yang sering digunakan adalah kombinasi antara trimetoprim dengan sulfametoksazol (TMP/SMZ) yang berspektrum luas kecuali pada Pseudomonas. Contohnya adalah antimetabolit sulfanilamid (sulfa drug) dan para amino benzoic acid (PABA). Rifampin merupakan turunan rifamisin. Antibiotik ini hanya digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kencing. Contohnya adalah nofloksasin dan siprofloksasin yang berspektrum luas dan mampu mempenetrasi jaringan. Antibiotik yang menghambat sintesis metabolit essensial. Struktur sulfa drug serupa dengan PABA sehingga sulfa drug merupakan inhibitor kompetitif PABA dalam hal berikatan dengan enzim. Antibiotik fluorokuinolon dibuat tahun 1980. yang termasuk antibiotik penghambat sintesis asam nukleat ini adalah antibiotik golongan kuinolon dan rifampin.Contohnya adalah streptomisin sebagai obatalternatif TBC. Rifamipin penghambat sintesis mRNAdengan cara mengikat subunit β– RNA polimerase bakteri sehingga menghambat transkripsi mRNA. Rifampin dapat mempenetrasi jaringan. d. Penghambatan terhadap sintesis metabolit essensial antara lain dengan adanya kompetitor berupa antimetabolit. Antibiotik kuinolon. namun memiliki kelemahan berupa resistensi bakteri yang cukup tinggi serta adanya efek toksik. Contoh lainnya adalah gentamisin yang berasal dari Mikromonospora yang efektif untuk infeksiPseudomonas dan tobramisin yang berupa sediaan aerosol untuk mengontrol infeksi pada pasien sistik fibrosis. sehingga akan menghambat proses replikasi DNA dan trasnskripsi mRNA. e. dibuat pada tahun1960) yang bersifat bakterisidal. Folat tidak disintesis pada sel mamalia dan di peroleh hanya melalui makanan. karena memiliki struktur yang mirip dangan substrat normal bagi enzim metabolisme. maka tidak akan terbentuk komplek enzim-substrat dan tidak akan terbentuk produk berupa asam folat. misalnya asam nalidiksat (sintetik. bila sulfa drug berikatan dengan enzim.

TMP–SMZ bekerja sinergis (saling menguatkan) dengan cara menghambat sintesis prekursor DNA. RNA.Kombinasi ini bertujuan untuk mengurangi efek resistensi bakteri. Selanjutnya trimetroprim yang secara struktural analog dengan asam dihidrofolat secara kompetitif menghambat sintesis asam tetrahidrofolat. Secara sempit antibiotik adalah zat kimia yang secara alamiah dihasilkan oleh organisme hidup yang mampu menghambat pertumbuhan organisme lain. 1998. . dan protein yaitu asam folat yang memiliki struktur analog PABA secara kompetitif menghambat sintesis asam dihidrofolat dari PABA. BAB III KESIMPULAN 1. Sumber: Staf pengajar Universitas Indonesia.

d) Antibiotic membantu menghambat sel kuman dalam mensintesis protein. Zat ini diperoleh dari mikroorganisme atau tumbuhan atau disentesis di dalam laboratorium kimia 3. beberapa diantaranya mengubah struktur dinding sel atau membran sel yang lain menghambat sintetis komponenkomponen seluler yang vital atau yang mengubah keadaan fisik bahan selular. Antibiotik dapat diklasifikasikan berdasarkan spektrum atau kisaran kerja. bahan bakterisidal secara aktif membunuh bakteri. Mekanisme kerja antibiotic kerja antibiotic terdiri dari beberapa kelompok antara lain adalah : a) Antibiotic bekerja dengan menghambat metabolisme sel kuman/bakteri. 6. 4. Antibiotik adalah bahan kemoterapeutik yang secara primer bekerja melawan organisme parasit dan hukan terhadap pejamu. c) Merusak permeabilitas membrane atau mekanisme pengangkut sel kuman/bakteri. Banyak antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel bakteri. Bahan ini secara luas dapat diklasifikasikan menjadi bakterisidal dan bakteriostatik. Antibiotik memiliki bermacam-macam mekanisme kerja biologis sesuai grupnya. b) Antibiotk membantu menghambat sintesis dinding bakteri/sel kuman.mekanisme aksi. strain penghasil.2. Cara kerja zat-zat kimia dalam menghambat atau mematikan mikroorganisme itu berbeda-beda. Jenis antibiotik lainnya mengganggu replikasi DNA bakteri. Bahan bakteriostatik menghambat pertumbuhan organisme tapi sesungguhnya tidak membunuhnya. dan yang lain merusak fungsi sawar membran sel. Pengetahuan mengenai perilaku khusus tentang bagaimana suatu zat kimia menghasilkan efek anti mikroba sangat berguna baik untuk mempertimbangkan kemungkinannya bagi penggunaan praktis maupun untuk mengusulkan perbaikan-perbaikan apa yang mungkin dilakukan untuk merancang bahan bahan kimia baru. Berdasarkan spektrum atau kisaran kerjanya antibiotik dapat dibedakanmenjadi antibiotik berspektrum sempit (narrow spectrum) dan antibiotik berspektrumluas (broad spectrum). sementara yang lain merusak sintesis protein oleh ribosom bakteri. Zat kemoterpeutik ialah zat kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit menular (kemoterapi) atau mencegah penyakit (kemoprofilaksis). . 5. cara biosintesis maupun berdasarkan struktur biokimianya. 7.

com/2011/04/16/ulkus-kemoterapeutik/ diakses tanggal 10 Oktober 2011. 2011.e) Membantu menghambat atau merusak asam nukleat sel kuman. 2011. Desi.anneahira. Nha. 2011. . diakses tanggal 04 Oktober 2011. Agus Saeful Mujab. Mujab.umm. Desanti.student. http://dentosca.id/2011/08/12/antibiotik/ diakses tanggal 10 oktober 2011. Khalifan Utomo.htm. Mizz.2011.blogspot.com/2011/04/antibiotik-tak-rasional-bisa-ada. http://khalifan2011. http://www. http://asm-web. DAFTAR PUSTAKA Dentosca.wordpress.com/mekanisme-kerja-antibiotik. 2009.html) diakses tanggal 10 oktober 2011.ac.

Di dalam makananmakanan yang tidak higienis juga banyak terdapat mikroorganisme.http://lena-unindrabio2a. dan udara bahkan di dalam tubuh kitapun terdapat mikroorganisme. 2010. Sinta. 1998.unsri. 2009. ECs.com/2009/05/15/antibiotik/ diakses tanggal 01 Oktober 2011. Jakarta: Universitas Indonesia.id/download/ANTIBIOTIKA%20DALAM%20KEHAMIL AN.24 Tidak ada komentar: MIKROBIOLOGI 14 MARET 2014 ABDULRACHMAT92 TINGGALKAN KOMENTAR BAB I PENDAHULUAN 1. Jakarta: Bina Rupa Aksara. 1988.com/2009/05/genetika-danpengendalian-mikrobiologi. bahkan kalau kita lupa cuci tangan sehabis berjabat tangan atau dalam interaksi . Staf pengajar Universitas Indonesia.com/2010/06/03/antibiotik/.com/2009/10/antibiotik.html. 2009. Promote Burner.pdfdiakses tanggal 04 Oktober 2011. Pelczar.htmldiakses tanggal 01 Oktober 2011. http://novelss. Michael dan Chan.blogspot.wordpress.blogspot. Dasar-dasar Mikro Biologi. Diposkan oleh cha f bio Hernizah di 19. Mikroorganisme terdapat di air. Sasika.ac. tanah. Staf pengajar UNSRIhttp://digilib. Buku Ajar Mikro Biologi Kedokteran.masbied. Muhammad. Diakses tanggal 04 Oktober 2011. Zainal Abidin. http://www.com . diakses tanggal 05 Oktober 2011. http://wempigembul. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai mikroorganisme walaupun tidak kasat mata.

4. macammacam. Infeksi merupakan penyebab utama kematian prematur pada bayi. Sifat-sifat zat antibiotik 3. Macam-macam antibiotik . 1. Hal ini terjadi karena antibiotik yang diberikan kepada wanita hamil dapat mempengaruhi janin yang dikandungnya melalui plasenta. Oleh karena itu dengan di tulisnya makalah ini maka kita lebih mengetahui sifat. dan mekanisme kerja antibiotik dalam tubuh kita. Mikroorganisme baik ini dinamakan Antibiotik. Meskipun terapi profilaksis antibiotik belum terbukti bermanfaat.lainnya dengan sesama manusia maka mikroorganisme cepat masuk ke tubuh kita. Untuk mengetahui pengertian pengendalian mikroorganisme secara antibiotik Untuk mengetahui sifat-sifat zat antibiotik Untuk mengetahui macam-macam antibiotik Untuk mengetahui mekanisme kerja antibiotik 1. pemberian obat-obat antibiotik kepada ibu hamil dengan ketuban pecah dini dapat memperlambat kelahiran dan menurunkan insidens infeksi. Beberapa jenis antibiotika dapat menyebabkan kelainan pada janin. Tujuan Adapun tujuan di sususnnya makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Mikroorganisme tidak selamanya berdampak negatif bagi kita. Pengertian pengendalian mikro organisme secara antibiotik 2. dapat dimanfaatkan untuk mengatasi mikrooganisme patogen di dalam tubuh. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Justru mikroorganisme baik. 3. 2. Sedang antibiotika adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme (khususnya dihasilkan oleh fungi) atau dihasilkan secara sintetik yang dapat membunuh atau menghambat perkembangan bakteri dan organisme lain. Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk memberantas infeksi mikroba pada manusia.

A. Pengertian Pengendalian Mikroorganisme Secara Antibiotik Pada awalnya istilah yang digunakan adalah antibiosis yang berarti substansi yang dapat menghambat pertumbuhan organisme hidup yang lain. Mekanisme kerja antibiotik BAB II PEMBAHASAN 1. antibiosis ini disebut antibiotik dan istilah ini tidak hanya terbatas untuk substansi yang berasal dari mikroorganisme melainkan semua substansi yang diketahui memiliki kemampuan untuk menghalangi pertumbuhan organisme lain khususnya mikroorganisme. dan berasal dari mikroorganisme. Namun pada perkembangannya. .4.

suatu enzim yang menginaftikan penisilin. fungi. 1. dan infeksi nonbacterial lain. suatu kelompok lebih besar yang juga meliputi antiviral. antibiotik berlabel “magic bullets” obat yang menargetkan penyakit tanpa merugikan orang yang menggunakannya. Di pihak lain. Sebagai contoh. Antibiotik adalah satu kelas antimicrobials. „widespectrum‟ merupakan antibiotik yang mempengaruhi suatu cakupan bakteri luas. anti-fungal. mungkin satu organisme di antara seratus juta adalah mutan yang resisten terhadap penisilin. seperti Gram-Negatif atau Gram-Positif bakteri. beberapa galur bakteri yang biasanya rentan dapat memilki resitensi terhadap penisilin. Tidak sama dengan perawatan sebelumnya untuk infeksi yang mencakup racun seperti arsenik dan strychnine. Resistensi yang diperoleh inipun disebabkan oleh produksi penisilinase oleh galur-galur mikrooorganisme yang secara genetis telah beradaptasi. Antibiotik konvensional tidak efektif dalam membasmi penyakit yang disebabkan oleh virus. B. Antibiotik tidak punya efek melawan virus. resistensi terhadap penisilin pada suatu organisme dapat disebabkan oleh produksi penisilinase. „narrow-spectrum‟ adalah antibiotik untuk target jenis bakteri tertentu. Sifat-Sifat Zat Antibiotik . atau benalu. Berkembangnya resistensi terhadap obat-obatan hanyalah salah satu contoh proses alamiah yang tak pernah ada akhirnya yang dolakukan oleh organisme untuk mengembangkan toleransi terhadap keadaan lingkungan yang baru. dan obat anti-parasitik. Antibiotik individu bertukartukar secara luas di dalam efektivitas pada berbagai jenis bakteri. Dalam kultur bakteri yang peka terhadap penisilin. jamur. Antibiotik dapat digolongkan berdasarkan ketepatan target yang akan dihambat oleh antibakteri tersebut. Resistensi terhadap obat pada suatu mikroorganisme dapat disebabkan oleh suatu faktor yang memang sudah ada pada mikroorganisme itu sebelumnya atau mungkin juga faktor itu diperoleh kemudian.Antibiotik adalah suatu zat pembunuh bakteri yang merupakan suatu obat yang dapat membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri.

2. sehingga memungkinkan mikroba yang biasanya nonpatogenik atau bentuk-bentuk patogenik yang semula dikendalikan oleh flora normal. Macam-macam Antibiotik . 3. Meniadakan efek toksik dari antibiotik. Gangguan terhadap floranormal dapat mengacaukan “keseimbangan alamiah”. Penggunaan antibiotik berspektrum luas untuk waktu lama misalnya. 5. Harus dapat diberikan melalui mulut tanpa diinaktifkan oleh asam lambung. iritasi pada ginjal atau salurangastrointestin. 2. Konsentrasi antibiotik di dalam jaringan atau darah harus dapat mencapai taraf cukup tinggi sehingga mampu menghambat atau mematikan penyebab infeksi. Memiliki taraf kelarutan yang tinggi dalam zat alir tubuh. Tidak mengakibatkan berkembangnya bentuk-bentuk resisten parasit. kerusakan pada saraf. untuk menimbulkan infeksi baru. makin baik. dapat melenyapkan flora bakteri normal tetapi tidak melenyapkan monilia (cendawan) dari saluran pencernaan. Prinsip dasar pengunaan antibiotik adalah: 1. 7. Harus mempunyai kemampuan untuk merusak atau menghambat mikroorganisme patogen spesifik. Kontak yang adekuat antara antibiotik dengan organisme. Meningkatkan pertahanan pejamu untuk memperbesar efek antibakteri. 1. 3. Monilia dapat menimbulkan Infeksi. Gunakan jenis antibiotik yang efektif melawan organisme penyebab. 6.Suatu zat antibiotik kemoterapeutik yang ideal hendaknya memiliki sifatsifat sebagai berikut: 1. dan 4. atau melalui suntikan (parental) tanpa terjadi pengikatan dengan protein darah. 4. Tidak melenyapkan flora mikroba normal pada inang. Tidak menimbulkan efek sampingan yang tidak dikehendaki pada inang. sepertireaksi alergis. Antibiotik berspektrum luas efektif terhadap banyak spesies. Makin besar jumlah dan macam mikroorganisme yang dipengaruhi. C.

Sedangkan antibiotik berspektrum luas dapat menghambat atau membunuh bakteri dari golongan Gram negatif saja maupun Gram positif. turunan miklorida. mematikan bakteri dengan cepat. dan lain-lain dan sebagian besar turunan xefalosporin).mekanisme aksi. Antibiotik yang aktivitasnya lebih dominan terhadap bakteri gram negatif. contohnya hanya mampu menghambat atau membunuh bakteri Gram negatif saja atau Gram positif saja. Berdasarkan spektrum atau kisaran kerjanya antibiotik dapat dibedakan menjadi antibiotik berspektrum sempit (narrow spectrum) dan antibiotik berspektrumluas (broad spectrum). bekampisin. eritrosimin. 3. . Antibiotik yang aktivitas dominan pada Mycobacteriae sebagai contoh adalah streptomisin. sebagian besar turunan penisilin seperti benzil penisilin. sikloserin. turunan amfenikol. penisilin G prokain dan beberapa turunan sefalosporin. Antibiotik yang aktivitasnya lebih dominan terhadap bakteri gram positif. Mekanisme Kerja Antibiotik Antibiotik dapat diklasifikasikan berdasarkan spektrum atau kisaran kerja. Sebagai contohnya adalah: basitrin. Agens bakterisid – misalnya aminoglikosida. rifamfisin. 1. 2.Antibiotik dapat digolongkan berdasarkan atas tempat kerja. vimisin dan lain-lain. hetasilin. D. polimiksin B sulfat dan sulfomisin. sefalospirin dan polimisin. Sebagai contoh adalah turunan tetrasiklin. Antibiotik dengan spektrum luas. strain penghasil. Penggolongan antibiotik berdasarkan atas spektrum aktivitasnya dapat dibagi atas beberapa golongan yaitu: 1. Antibiotik mematikan bakteri atau mencegahnya berkembang biak: 1. efektif terhadap gram positif maupun gram negatif. cara biosintesis maupun berdasarkan struktur biokimianya. spektrum aktivitas dan struktur kimianya. turunan aminoglikosida. beberapa turunan pinisilin (ampisilin. Antibiotik berspektrum sempit hanya mampu menghambat segolongan jenis bakteri saja. Sebagai contoh adalah kolistin. karbenisilin. amoxisilin. kanamisin. kloksasili. 4.

sehingga khasiat ini akan menjadi berkurang atau tidak berkhasiat sama sekali. 1. Apabila hanya ada sedikit bakteri yang sangat peka dengan dan obat diberikan dalam dosis tinggi. Hampir semua antibiotik dapat menimbulkan resistensi. Gejala Kepekaan Reaksi alergi dapat ditimbulkan oleh semua antibiotik dengan melibatkan sistem imun tubuh hospes. Antibiotik menimbulkan efek secara langsung pada dinding sel bakteri atau menembusnya untuk mengganggu mekanisme di taingkat intrasel. dimana hal ini mempengaruhi kepekaan terhadap berbagai golongan antibiotik. Pada pengobatan yang tidak cukup yaitu terlalu singkat waktunya atau terlampau lama dengan dosis rendah atau digunakan pada pengobatan yang tidak perlu misalnya pada luka kecil dan sebagainya dapat mengakibatkan resistensi artinya bakteri akan memberikan perlawanan terhadap kerja antibiotik. tetapi obat ini tidak berefek pada bakteri negatif gram. Efek samping dari Penggunaan Antibiotik: 1. Gejala Resistensi Gejala resistensi adalah suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel mikroba oleh antimikroba. dan kloramfenikol – mencegah bakeri berkembang biak tetapi tidak mematikannya Banyak antibiotik yang bekerja terutama sebagai obat bakteriostatik dapat menjadi bakterisid pada keadaan yang memungkinkan.2. tetapi struktur halus tergantung pada apakah mereka termasuk positif gram atau negatif gram. eritromisin menembus dinding sel bakteri positif gram dan efektif dalam pengobtan beberapa infeksi stafilokokus dan streptokokus. Agens bakteriostatik – misalnya sulfonamid. Pada semua bakteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain adalah konsentrasi obat dan jumlah serta jenis bakteri yang ada. dinding sel terdiri dari lapisan molekul protein yang disatukan oleh ikatan-ikatan silang. maka suatu obat misalnya psnisilin yang biasanya bakteriostatik dapat menjadi bakterisidal. Misalnya pada pemberioan penisilin bila . Sebagai contoh. tetrasiklin.

Super Infeksi Yaitu infeksi baru yang terjadi akibat terapi infeksi primer dengan suatu antibiotik. tetapi sifat ini relatif dalam menimbulkan efek toksik. 1. Ini terutama terjadi pada pemakaian antibiotik broad spectrum. Reaksi Toksik Antibiotik pada umumnya bersifat toksik selektif.diberikan pada pada seseorang yang tidak tahan (peka) dapat menimbulkan bintik-bintik merah. karena kegiatannya demikian luasnya sehingga flora bakteri usus juga dimatikan. gatal-gatal bahkan dapat menimbulkan anafilaksis. masing-masing antibiotik dapat memiliki terhadap organ atau sistem tertentu pada tubuh horpes. 1. . Contoh: golongan tetrasiklin dapat mengganggu pertumbuhan jaringan tulang termasuk gigi akibat deposisi kompleks tetrasiklin kalsium ortofospat.

BAB III PENUTUP .

Kesimpulan 2. 2. 3. Zat ini diperoleh dari mikroorganisme atau tumbuhan atau disintesis di dalan laboratorium kimia. Merusak permeabilitas membrane atau mekanisme pengangkut sel kuman/bakteri. A. Membantu menghambat atau merusak asam nukleat sel kuman. Suatu zat kimiaharuslah memiliki toksisitas yang selektif untuk dapat digunakan sebagai zat kemoterapeutik. Artinya zat tersebut harusdapat menghambat atau mematikan parasit seray menyebabkan kerusakan yang kecil saja. Secara umum zat kimia demikian yang terdapat di alam dapat dibedakan dari persenyawaan sintetik dengan digunakannya nama antibiotic. Riwayat kemoterapi 1. 4. Kina . ANTIBIOTIK DAN ZAT KEMOTERAPEUTIK LAIN Zat kemoterapeutik adalah zat kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit menular (kemoterapi) atau mencegah penyakit. Secara sempit antibiotik adalah zat kimia yang secara alamiah dihasilkan oleh organisme hidup yang mampu menghambat pertumbuhan organisme lain. 3. 5. Antibiotic bekerja dengan menghambat metabolisme sel kuman/bakteri. Mekanisme kerja antibiotic kerja antibiotic terdiri dari beberapa kelompok antara lain adalah : 1. Syarat zat kemoterapeutik : • Suatu zat kimia haruslah memiliki toksisitas yang selektif untuk dapat digunakan sebagai zat kemoterapeutik • Zat kemoterapeutik harus mampu menembus sel dan jaringan inang • Zat kemoterapeutik tidak mengubah mekanisme perahanan alamiah sel inang tersebut.1. Antibiotk membantu menghambat sintesis dinding bakteri/sel kuman. Antibiotic membantu menghambat sel kuman dalam mensintesis protein.

Penelitian pertama yang mempelajari antibiotik adalah A. 3. Dath tahun 1924 ZAT ANTIBIOIK KEMOTERAPEUTIK Sifat antibiotik kemoterapeutik yang ideal 1 . serta stabilitas kimiawi yang baik.488 turunan Sulfonamide. Paul Ehrlich mensintesis persenyawaan arsen yang dikenal dengan Slavarsan.Sedini tahun 1630.Harus mempunyai kemampuan untuk merusak atau menghambatmikroorganisme . 2. Gratia dan S. orang-orang Eropa telah menggunakan kina alamiah yang diperoleh dari kulit pohon kina Amerika Selatan untuk mengobati malaria. Antibiotik Antibiotik merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang menghambat mikroorganisme lain. Tahun 1945 dibuat 5. Zat warna tersebut dapat menyebuhkan karena adanya komponen sulfonamide pada zat warna tersebut. Yang merupakan penelitian pertama yang sistematik dan sengaja dilakukan untuk mencari persenyawaan yang memiliki sifat-sifat parasidital yanga ampuh. Sulfonamide Tahun 1935. pada masa sekarang senyawa-senyawa sintesik baru telah menggantikan kina untuk mengobati penyakit malaria. Bahkan sebelumitu orang-orang Indian Amerika Selatan telah berhasil menghilangkan gejala demam malaria dengan cara mengunyah pohon kina . Salvarsan Tahun 1910. Beberapa diantranya memiliki aktivitas antibakterial yang membutnya bermanfaat sebagai zat kemoterapeutik 4. roksisitas rendah terhadap manusia dan hewan. tim peneliti jerman yang dipmpin oleh Domagk menemukan suatu zat warna tertentu (Prontosil) dapat menyembuhkan mencit yang telah diberi dosis letal bakteri Streptokokus hemolitik.

ampisilin 3. Penisilin terbagi atas 2 kenis: 1. Penisilin alamiah: dihasilkan oleh pertumbuhan dan metabilisme cendawan tertentu seperti Penicilium notatum.metisilin. Tidak melenyapkan flora mikroba normal pada inang 5. . Memiliki taraf kelarutan yang tinggi dalam zat alir tubuh 7.2. Konsentrasi antibiotik dalam jaringan atau darah harus dapat mencapai taraf cukup tingi PENISILIN Semua penisilin mempunyai inti yang sama yaitu cincin β-laktam thiazolidin. Ex: fenetisilin. Tidak mengakibatkan berkembangnya bentuk-bentuk resisten parasit 3. Menghasilkan inti βaminopenisilanat 2. Tidak menimbilkan efek samping yang tidak dikehendaki pada inang 4. Penisilin semisintetis: teknik pembiakan untuk dapat menghasilkan persenyawaan inti β-aminopenisilanat dalam jumlah yang banyak melalui reaksi kimiawi. Penisilin menghambat pembentukan dinding sel bakteri dengan cara mencegah digabungkannya asam N-asetilmuramat yang di bentuk dalam sel ke dalam struktur mukopeptida yang biasanya memberi bentuk kaku pada dinding sel bakteri. Harus dapat diberikan melalui mulut danta di-inaktifkan oleh asam lambung atau melalui suntikan tanpa tejadi peningkatan deengan protein darah 6.