V.

PEMBAHASAN
Praktikum yang dilaksanakan pada 9 Mei 2011 mengenai uji amilolitik.
Praktikum ini dilaksanakan dengan tujuan agar praktikan dapat membedakan
jenis-jenis mikroba amilolitik dari berbagai tepung serta praktikan dapat
mengerjakan penguji sifat amilolitik mikroorganisme. Karbohidrat terdiri dari
monosakarida, disakarida dan polisakarida. Bentuk monosakarida
menghasilkan glukosa, disakarida seperti fruktosa, galaktosa dan sukrosa, dan
polisakarida. Polisakarida dalam bahan pangan berfungsi sebagai penguat
tekstur dan sebagai sumber energi. Beberapa polisakarida ialah selulosa, kitin,
glikogen dan pati. Amilum merupakan karbohidrat yang masuk dalam jenis
polisakarida. Polisakarida merupakan makromolekul, polimer dengan
beberapa monosakarida yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik.
Beberapa polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan yang
nantinya ketika diperlukan akan dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi sel.
Kemampuan untuk memanfaatkan gula atau unsur yang berhubungan dengan
konfigurasi yang berbeda dari glukosa merupakan hasil kemampuan
organisme untuk mengubah substrat menjadi perantara-perantara sebagai jalur
untuk fermentasi glukosa. Amilum terdapat pada pati. Pati merupakan
homopolimer glukosa dengan glukosa dengan ikatan α-glikosidik. Saat terjadi
reaksi hidrolisis, pati akan mencair dan pada akhirnya mengakibatkan
perubahan cita rasa dan tekstur dari makanan tersebut. Pati merupakan salah
satu karbohidrat kompleks terdapat dalam jumlah tinggi pada golongan umbi,
seperti kentang dan pada biji-bijian, seperti jagung (Lehninger, 1982). Pati
merupakan polimer molekul-molekul glukosa dengan ikatan α-glikosidik
yang dapat berantai lurus atau bercabang dan dapat dihidrolisis dengan
enzim-enzim yang spesifik kerjanya (Poedjiadi, 1994).
Kemampuan untuk menghidrolisis amilum menjadi glukosa, maltosa,
dan dekstrin karena mempunyai enzim amilase. Amilum tidak dapat langsung
digunakan, sehingga bakteri harus menghidrolisis amilum terlebih dahulu
menjadi molekul sederhana dan masuk ke dalam sel. Fungsi uji positif
hidrolisis amilum pada bakteri ditandai dengan tampaknya area jernih di
Nova Nurfauziawati
240210100003
sekitar pertumbuhan bakteri yang digoreskan. Adanya daerah jernih tersebut
disebabkan eksoenzim dan organisme menghidrolisis amilum dalam medium
agar. Fungi atau bakteri memproduksi α-amilase sehingga mampu
menguraikan amilum dengan eksoenzim amilolitik tersebut amat luas antara
mikroorganisme, diantaranya bakteri Bacillus macerans, Bacillus polimexa,
dan Bacillus subtilis. Bakteri amilolitik adalah bakteri yang dapat memecah
pati menjadi polimer yang lebih sederhana (Fardiaz,1992).
Pada praktikum kali ini, pengujian bakteri amilolitik dilakukan terhadap
sampel tepung tapioka, tepung terigu, tepung beras dan tepung maizena
dengan media NA. Tepung adalah partikel padat yang berbentuk butiran halus
atau sangat halus tergantung pemakaiannya. Biasanya digunakan untuk
keperluan penelitian, rumah tangga, dan bahan baku industri.
(www.wikipedia.com, 2011). Beberapa jenis tepung diantaranya yaitu:
Tapioca adalah tepung atau bubuk halus yang berasal pati singkong
Maizena adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari pati jagung

Bila polimernya kurang dari dua puluh seperti amilopektin. Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum. areal berwarna biru yang menunjukkan bahwa pati tidak terhidrolisis Perekasi yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya pati adalah larutan yodium 1%. 1992). (www.yang sangat terkenal di Mexico. 7. areal berwarna coklat kemerahan yang menunjukkan pati telah terhidrolisis sebagian. Sedangkan dekstrin dengan polimer 6. misalnya molekul amilosa.com. pada pengenceran 10-2 terdapat 5 koloni mikroorganisme yang tumbuh. Kemudian diinkubasikan pada suhu 30o C selama 2 hari. Hal ini menunjukkan bahwa pada sampel ini terdapat bakteri .wikipedia. setelah ditetesi dengan larutan iodium 1% koloni yang tumbuh pada pengenceran ini berwarna bening dan coklat kemerahan. pepton 5 gram. koloni yang terbentuk ditetesi dengan larutan iodium 1%. Penambahan larutan iodium 1% pada koloni yang terbentuk Nova Nurfauziawati 240210100003 bertujuan untuk mendeteksi terjadinya hidrolisis pati atau tidak pada media tersebut tersebut. Tepung Beras adalah tepung yang dibuat dari beras yang dihaluskan. Pada sampel tepung tapioka. Hal ini disebabkan oleh struktur molekul pati yang berbentuk spiral. 2011) NA merupakan medium semisintetik. menunjukkan bahwa pati telah terhidrolisis seluruhnya karena adanya enzim amilase yang dihasilkan oleh bakteri amilolitik. Pati yang berikatan dengan Iodin (I2) akan menghasilkan warna biru. Hal ini terjadi karena semakin tinggi pengenceran maka suspensi sampel yang terdapat semakin sedikit sehingga pertumbuhan mikroorganisme pun lebih sedikir dari pada pengenceran yang rendah. maka akan dapat dihasilkan warna merah. Selanjutnya dilakukan pengenceran hingga 10-3. Hasil dari hidrolilis pati tersebut dibagi menjadi tiga golongan. Komposisi NA adalah beef extract 3 gram. yaitu medium yang komponen dan takarannya sebagian diketahui dan sebagian lagi tidak diketahui secara pasti. yaitu: areal sekelilingnya bening. Pengenceran yang digunakan adalah pengenceran 10-2 dan 10-3 yang selanjutnya dimasukkan ke dalam cawan petri dan ditambahkan media NA. da 8 membentuk warna coklat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pati akan merefleksikan warna biru bila berupa polimer glukosa yang lebih dari dua puluh. Pada saat pengamatan. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa pertumbuhan koloni mikroorganisme yang berupa bakteri pada pengenceran 10-2 lebih banyak dari pada pengenceran 10-3. NA pun merupakan medium yang dapat ditumbuhi berbagai jenis mikroorganisme. Polimer yang lebih kecil dari lima tidak akan memberikan warna dengan Iodin (Winarno. Langkah-langkah yang dilakukan untuk pengujian bakteri amiolitik diawali dengan pengambil 1 gram bahan sampel kemudian dicampur dengan NaCl fisiologis 9 ml di dalam tabung reaksi steril. bacto agar 15 gram dan aquades 1 liter. sehingga akan mengikat molekul Iodin dan terbentuklah warna biru.

Bacillus polimexa. bersifat anaerob sampai anaerob fakultatif. 1992). Clostridium dibedakan menjadi tiga macam yaitu : Grup butirat. Bacillus polimexa dan Clostridium. pada pengenceran 10-2 terbentuk koloni berwarna coklat kemerahan. Bacillus macerans. Kemungkinan sedikitnya mikroorganisme yang tumbuh karena pada saat praktikum dilakukan secara aseptis. katalase negatif dan beberapa spesiesnya membentuk spora dengan sporangium yang membengkak pada bagian tengah dan bakteri ini merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan kebusukan dan keracunan pada makanan. jumlah mikroorganisme yang tumbuh pada pengenceran 10-2 sebanyak 6 koloni dan pada pengenceran 10-3 terdapat 4 koloni. Dugaan bakteri yang tumbuh adalah Bacillus subtilis. Bacillus macerans yang kinerjanya dalah menghidrolisis pati menjadi suatu oligosakarida yang disebut dekstrin Schardinger yang sering digunakan sebagai zat aditif pada makanan (Winarno. Bacillus macerans. Bakteri kelompok ini berkatalase positif dan membentuk spora. misalnya Clostridium butyricium dan Clostridium acetobutylicium yang memfermentasi karbohidrat menjadi asam butirat . bakteri yang tumbuh berbentuk basil. Sedangkan pada sampel terakhir yaitu tapung maizena terdapat 2 koloni pada pengenceran 10-2 dan terdapat 1 koloni yang tumbuh pada pengenceran 10-3. Sedangkan pada pengenceran 10-3 tidak ditemukan koloni mikroorganisme yang tumbuh. berbentuk spiral dan gram negatif. dugaan bakteri yang tumbuh adalah Bacillus subtilis. Dari hasil tersebut. Setelah dilakukan perhitungan jumlah koloni. Juga ditemukan koloni berwarna bening. Sedangkan pada pengenceran 10-3 terdapat 28 koloni. Sedangkan pada pengenceran 10-3 tidak terdapat mikroorganisme yang tumbuh. Selain itu pada pengenceran ini pun terdapat koloni berwarna bening. Pada sampel tepung terigu. Bacillus subtilis dapat memproduksi enzim amylase dan memecah pati diluar sel. Bacillus polimexa menghasilkan polimixin. Pada sampel yang selanjutnya yaitu tepung beras. Bacillus merupakan bakteri berbentuk batang gram positif. selanjutnya dilakukan pembuatan film. Jumlah koloni yang tumbuh pada sampel ini lebih banyak dari pada sampel tepung tapioka. pewarnaan gram. dimungkinkan bakteri pada tepung tapioka merupakan bakteri kontaminan atau terjadinya kesalahan dalam melakukan pewarnaan gram sehingga bakteri yang tumbuh bukanlah bakteri amilolitik. lalu pengamatan Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa pada sampel tepung tapioka pada pengenceran 10-2 terbentuk koloni berwarna coklat kemerahan. Clostridium adalah bakteri berbentuk batang bergram positif. Sedangkan pada pengenceran 10-3 ditemukan koloni berwarna coklat kemerahan. gram positif. gram negatif. Pada sampel tepung terigu terdapat 56 koloni yang tumbuh pada pengenceran 10-2 dan setelah ditetesi dengan larutan iodium 1% koloni yang tumbuh pada pengenceran ini berwarna bening dan coklat yang menyatakan bahwa pada sampel ini terdapat enzim amilase yang dihasilkan oleh bakteri amilolitik. Kemungkinan sedikitnya jumlah mikroorganisme yang tumbuh pada sampel ini karena pada saat praktikum dikakukan secara aseptis.amilolitik yang dapat menghidrolisis pati. gram negatif. berbentuk basil. dan bakteri yang tumbuh berbentuk coccus. berbentuk coccus. gram positif.

gram positif. atau membentuk rantai pendek dan panjang. KESIMPULAN Bakteri amilolitik adalah bakteri yang mempunyai kemampuan tuntuk memecah pati yang terdapat dalam makanan menjadi senyawa yang lebih . Nova Nurfauziawati 240210100003 Grup sakarolitik dan termofilik. yaitu tergantung dari sesies dan kondisi pertumbuhannya. Clostridium butyricium dapat memproduksi enzim amylase dan memecah pati diluar sel. misalnya Clostridium putrefaciens dan Clostridium putrescens yang dapat memfermentasi asam amino menghasilkan produk-produk yang menyebabkan bau busuk (Fardiaz. berbentuk basil dan gram negatif. Escherichia coli merupakan bakteri kontaminan. Semua sampel terdapat koloni berwarna coklat kemerahan. Bakteri ini sering digunakan sebagai indikator kontaminasi kotoran. 1992). Bakteri lain yang diduga tumbuh adalah Escherichia coli yang merupakan bakteri kontaminan. Dari sisi yang merugikan. Sedangkan pada pengenceran 10-3 ditemukan koloni berwarna coklat kemerahan. Terjadinya hidrolisis pada pati sebagian ada yang Nova Nurfauziawati 240210100003 menguntungkan dan merugikan. Sampel yang terakhir dari praktikum ini adalah tepung maizena. dan biasanya bersifat lipolitik seperti Streptococcus aureus yang memiliki kemampuan menghasilkan enzim amylase yang digunakan untuk mendapatkan energi dari amilum (Fardiaz. dan disebut koliform fekal karena ditemukan di dalam saluran usus hewan dan manusia. Grup mesofilik dan proteolitik. Pada pengenceran 10-2 terbentuk koloni berwarna coklat kemerahan. 1992). Hal ini menunjukkan polimer pada sampel sebagian telah terhidrolisis menjadi unitunit yang lebih sederhana. adanya hidrolisis ini dapat menyebabkan terbentuknya lendir. Dugaan bakteri yang tumbuh adalah Escherichia coli.dan CO2 serta H2. gram negatif. Kebanyakan spesies bakteri ini bersifat proteolitik. Pada pengenceran 10-2 terbentuk koloni berbentuk basil. sehingga sering terdapat dalam feses. bakteri yang tumbuh berbentuk coccus. 1992). Dugaan bakteri yang tumbuh adalah Clostridium butyricium dan Streptococcus aureus. Streptococcus merupakan bakteri berbentuk bulat yang hidup secara berpasangan. dugaan bakteri yang tumbuh adalah Escherichia coli. misalnya pada beras (Winarno. gram negatif. yaitu tepung beras. VII. Sampel yang ke tiga. Sedangkan pada pengenceran 10-3 ditemukan koloni berbentuk coccus. Salah satu mikroorganisme yang berperan sebagai enzim transglukosidase adalah Bacillus macerans yang kinerjanya dalah menghidrolisis pati menjadi suatu oligosakarida yang disebut dekstrin Schardinger yang sering digunakan sebagai zat aditif pada makanan. seperti Clostridium thermosaccharolyticum menyebabkan kerusakan disertai pertukaran gas pada produk buah-buahan dalam kaleng.

org / Tepung (diakses 13 Mei 2011)). PT. S. areal berwarna coklat kemerahan yang menunjukkan pati telah terhidrolisis sebagian. Dugaan bakteri yang tumbuh pada tepung beras adalah Clostridium butyricium. Fardiaz. Gramedia Pustaka Utama.org / Tepungterigu (diakses 13 Mei 2011)). Wikipedia .sederhana. Dugaan bakteri yang tumbuh pada tepung maizena adalah Escherichia coli. 2008. 1992. Bacillus macerans. (Available at http:// id. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). 1982. F. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Hidrolilis pati tersebut dibagi menjadi tiga golongan. areal sekelilingnya bening. Bacillus polimexa dan Clostridium. 2008. Jakarta Poedjiadi. Dasar-dasar Biokimia. Anna.G. yaitu: 1. 1994. 2. menunjukkan bahwa pati telah terhidrolisis seluruhnya karena adanya enzim amilase yang dihasilkan oleh bakteri amilolitik. dugaan bakteri yang tumbuh pada tepung tapioka merupakan bakteri kontaminan. Kimia Pangan dan Gizi. Anonimb. Tepung. Mikrobiologi Pangan. 3. Jakarta Lehninger. Albert L. Tepung terigu. Jakarta . Dasar-Dasar Biokimia. terutama dalam bentuk glukosa. Dugaan bakteri yang tumbuh pada tepung terigu adalah Bacillus subtilis. Nova Nurfauziawati 240210100003 DAFTAR PUSTAKA Anonima. Jakarta Winarno. Gelora Aksara Pratama. 1992. areal berwarna biru yang menunjukkan bahwa pati tidak terhidrolisis Berdasarkan hasil dari praktikum. Wikipedia . Streptococcus aureus dan Escherichia coli. (Available at http:// id.