LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA FARMASI ANALISIS KUALITATIF
IDENTIFIKASI GOLONGAN ASAM, BARBITAL dan SULFONAMIDA

Maya Ismayani
31112092
Farmasi 3B

PRODI FARMASI
STIKES BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA
2014

I.

Tujuan Percobaan
Untuk mengidentifikasi senyawa golongan fenol yang terdapat pada

sampel nomor sampel 28 dan 29.

II.

Dasar Teori
A. Golongan Asam
Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang biladilarutkan
dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7.
Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat menerima
pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan
suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh
asam yaitu asam asetat, asam borat, asam salisilat, asam benzoat dan
lain-lain.
B. Golongan Barbiturat
Barbiturat

adalah

zat

induk

barbital-barbital

yang

sendirinya tidak bersifat hipnotik. Sifat ini baru nampak jika atomatom hydrogen pada C 5 dari inti pirimidinnya digantikan oleh
gugusan alkil atau aril. Barbital-barbital semuanya bersifat lipofil,
sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam pelarut-pelarut
nonpolar seperti minyak, kloroform dan sebagainya. Sifat lipofil ini
dimiliki oleh kebanyakan obat yang mampu menekan ssp. Dengan
meningkatnya sifat lipofi ini, misalnya denganmengganti atom
oksigen pada atom C 2 menjadi atom belerang, maka efeknya dan
lama kerjanya dipercepat dan seringkali daya hipnotiknya
diperkuat pula. Barbiturat mempunyai inti hasil kondensasi
etilester dan asam dietilmalonal dengan ureum. Rumus umum : R1,
R2, R3 dan R4 adalah subtitusi-subtitusi yang menentukan struktur
barbiturat.
Secara kimia, barbiturat merupakan derivat asam barbiturat.
Asam barbiturat merupakan hasil reaksi kondensasi antara urea
dengan asam malonat. Adapun psikotropika merupakan suatu zat

atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf
pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan
prilaku.
C. Golongan Sulfonamida
Sulfonamida memiliki rumus dasar yang sama yaitu H2NC6H4-SO2NHR

dan R adalah berbagai

macam

subtituen.

Sulfonamida bersifat amfoter yang artinya dapat membentuk
garam dengan asam maupun dengan basa. Dan larutnya dalam air
sangat kecil, garam alkaline lebih baik walaupun larutan ini tidak
stabil karena mudah terurai.

III.

Alat dan Bahan
A. Alat :
a.

Tabung reaksi

b.

Rak tabung reaksi

c.

Gelas ukur

d.

Batang pengaduk

e.

Spirtus

f.

Gelas kimia

g.

Pipet tetes

B. Bahan :
a. Etanol
b. Metanol
c. H2SO4 pekat
d. Aquadest
e. HCl
f. CaCl2
g. CH3COOH
h. Gliserin

i. Resorsin
j. KmnO4
k. NaOH
l. FeCl3
m. Kloroform
n. CaCO3

IV.

Prosedur

Sampel

Isolasi

Serbuk (air,
eter,
metanol)

Salep
(kloroform+
etanol+air)

Larutan
(langsung
identifikasi)

Uji Golongan

Uji Esterifikasi

Gol. Asam
(Tercium
Bau)

Gol. Barbital
(Tidak Berbau)

+ (H2SO4+£-naftol)
Ungu sampai
biru

Gol.
Sulfonamida
(Tidak berbau)

+ (Parry)
Hijau-ungu

A. Golongan Asam
+ (CaCO3 +
FeCl3) Kuning
(Asam
Benzoat)
+ (reaksi
cuprifil) hijau
(Asam Sitrat)

+ (methanol+
H2SO4 pekat)
bakar, nyala
hijau (asam
Borat)
Uji Identifikasi

+( FeCl3) ungu (
Gol. Salisilat)

+(FeCl3) merah
coklat (Asam
Asetat)

+(Reagen
Roux) coklat
ungu (Asam
Sulfanilat)

+ (Cu asetat)
endapan biru
muda (Asam
Nikotinat)
+
(resorsin+H2S
O4+gliserin)
ungu merah )
Asam Oksalat

+(HCl Pekat)
biru kuat (Asam
Mefenamat)

+(KmnO4+NaO
H) Hijau (Asam
Folat)

+(Marquis)
merah darah)
(acetosal)

+(NH4OH+
FeCl3) coklat
(Asam
Suksinat)

B. Golongan Barbital
Uji Identifikasi

Zwikker
Veronal (Biruungu)

Luminal (Hijau
tua)

C. Golongan Sulfonamida

Sulfadiazin
(+reaksi diazo)
kuning-orange

Uji identifikasi

Sufacetamid
(+pereaksi roux)
hijau zamrud

Sulfamerazin
(+pereaksi roux)
kuning Hijau

Bromeval (Biru
terang)

V.

Hasil Pengamatan
a. Sampel no. 28
No
1.

Cara Kerja
Uji Organoleptik
- Bentuk
- Rasa
- Warna
-

2.

Bau
kelarutan

Uji Golongan
a. Golongan Asam

b. Golongan Barbital

c. Golongan

3.

Uji Penegasan
a.

b.

Hasil
pengamatan
Salep
putih
tidak berbau
Larut dalam
air

Dugaan

Kesimpulan