PERCOBAAN I

Judul

: Analisis Gravimetri

Tujuan

: 1. Mengendapkan barium kromat dan menentukan persentase
hasil dari barium kromat.
2. Mendalami dan menggunakan hukum stoikiometri dalam reaksi
kimia.
3. Mengembangkan ketrampilan menyaring dan memindahkan
endapan.

Hari/ Tanggal : Kamis/ 3 Oktober 2013
Tempat

I.

: Laboratorium Kimia FKIP UNLAM Banjarmasin.

DASAR TEORI
Suatu zat akan mengendap apabila hasil kali kelarutan ion-ionnya lebih

besar daripada harga Ksp. (Sholahuddin dkk, 2012:21). Endapan adalah zat yang
memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan. Endapan mungkin
berupa kristal (kristalin) atau koloid, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan
penyaringan atau pemusingan (centrifuge). Endapan terbentuk jika larutan
menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan (S) suatu endapan,
menurut definisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya.
Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi, seperti suhu, tekanan, konsentrasi
bahan-bahan lain dalam larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya. Kelarutan
bergantung juga pada sifat dan konsentrasi zat-zat lain, terutama ion-ion seperti
ion-sekutu dan ion-asing. (Vogel, 1990:72-73).
Apabila suatu zat yang mempunyai kelarutan kecil ada di dalam larutan
jenuhnya, maka tercapailah suatu kesetimbangan, misalnya:
XAy+ + YBx-

AxBy

Tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini pada temperatur yang tetap dapat
dinyatakan sebagai:
=K

yiatu dengan membandingkan hasil kali ion dengan hasil kali kelarutan (Ksp). ekstraksi . 1980) Analisis gravimetri merupakan salah satu divisi dari kimia analitik. apakah belum jenuh. Ksp. Ksp AxBy = [Ay+]x + [Bx-]y (Achmad. tepat jenuh. Tahap pengukuran dalam metode gravimetri adalah penimbangan. 1993:69) Nilai Ksp berguna untuk menentukan keadaan senyawa ion dalam larutan. (Syukri. Elektrolisis. [Ay+]x [Bx-]y < Ksp AxBy Larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan) c. Tetapan ini (yang bergantung langsung pada rapat massa AxBy). dan pada akhirnya didapat suatu tetapan yang disebut hasil kali kelarutan. maka (AxBy) adalah suatu tetapan. Analitnya secara fisik dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu maupun dari pelarutnya. Pengendapan merupakan teknik yang paling meluas penggunaannya untuk memisahkan analit dari pengganggu-pengganggunya. atau lewat jenuh. [Ay+]x [Bx-]y = Ksp AxBy Larutan tepat jenuh ( tidak terjadi endapan) b. [Ay+]x [Bx-]y > Ksp AxBy Larutan lewat jenuh (terjadi pengendapan) (Keenan dkk. 1999:436) Secara umum hubungan antara kelarutan (S) dengan tetapan hasil Ksp dinyatakan sebagai berikut: Ksp = (n-1)n-1Sn Dimana n adalah jumlah ion elektrolit Jika diketahui konsentrasinya maka: AxBy XAy+ + YBx- Ksp AxBy = [Ay+]x + [Bx-]y Jika harga: a.Akan tetapi apabila semua AxBy berada dalam bentuk padat dan terdisosiasi seluruhnya dalam bentuk ion-ion di dalam larutannya. Secara normal telah termasuk dalam tetapan kesetimbangan yang berlaku untuk jenis sistem kimia yang semacam ini.

Endapan yang ditimbang harus mempunyai susunan stoikiometrik tertentu (dapat diubah menjadi sistem senyawa tertentu) dan harus bersifat murni atau dapat dimurnikan lebih lanjut . b. BaCI2 (aq) + K2CrO4 (aq) BaCrO4 (s) + 2 KCI (aq) . Mengatur keadaan c. jika persyaratan berikut dapat terpenuhi : a. 2007) Pada percobaan ini larutan barium klorida diendapkan dengan larutan kalium kromat. Endapan yang terbentuk harus dapat dipisahkan dengan mudah dari larutan (dengan penyaringan). (Day dan Underwood. Memenaskan atau memijarkan untuk memperoleh endapan kering dan dengan susunan tertentu juga untuk menghilangkan kertas saring g. Adapun proses analisis gravimetri ini terdiri dari beberapa tahap: a. Zat yang akan ditentukan harus dapat diendapkan secara terhitung(sekurangnya 99. Mengatur endapan d. Menyaring dan mencuci endapan f. Mendinginkan atau menimbang endapan Analisis gravimetri dapat berlangsung baik. 2001:67-68). Komponen yang ditentukan harus dapat mengendap secara sempurna (sisa analit yang tertinggal dalam larutan harus cukup kecil. e. d. Endapan yang terbentuk harus cukup murni dan dapat diperoleh dalam bentuk yang cocok untk pengolahan selanjutnya. Menumbuhkan kristal-kristal endapan e. (Khopkar. Melarutkan analit. dan pengatsirian (volatilisasi) merupakan metode penting lain untuk pemisahan itu. sehingga dapat diabaikan).pelarut. b. c. endapan yang dihasilkan stabil dan sukar larut.9% kesempurnaan pengendapannya). Ini berarti bahwa endapan yang terbentuk harus sukar larut. kromatografi.

Gelas erlenmeyer : 1 buah . Corong kaca : 1 buah 10. Kaca arloji : 1 buah 6. ALAT DAN BAHAN A. Neraca analitik : 1 buah 3. Hotplate : 1 buah 4.Endapan barium kromat disaring. hasil teoritis barium kromat dihitung dari endapan yang terbentuk. 2012:21) Dalam prosedur gravimetri yang lazim. Pipet tetes : 1 buah 8. 2001:69) Sehingga jika persamaan 2 disubstitusikan ke persamaan 1. Semua barium klorida dianggap berubah menjadi hasil. (Sholahuddin. 2001:69) II. 1999) Penggunaan faktor gravimetri dalam perhitungan gravimetri adalah sebagai berikut. Hasil teoritis ditentukan dari stoikiometri reaksi. Spatula : 1 buah 7. suatu endapan ditimbang dan nilai analit dalam sampel dihitung. Gelas ukur 50 mL : 1 buah 9. Batang pengaduk : 1 buah 5. Bobot A = bobot P(endapan) x faktor gravimetri (persamaan 2) (Day dan Underwood. Gelas kimia 250 mL : 1 buah 2. maka: %A = x 100% (persamaan 3) (Day dan Underwood. maka persentase analit A adalah: %A = x 100% (persamaan 1) (Syukri. Alat yang digunakan: 1.

Memanaskan sampai mendidih. 5. . Bahan yang digunakan: 1. mengaduk-aduk dan mengamati endapan yang terbentuk. K2CrO4 0. 4. menimbang dan mencatat bobotnya.B. Memasukkan kira-kira 1. Jika masih membentuk endapan dari BaCrO4. 6. BaCl2 padat 2. dan menyaring dengan kertas saring whatman yang bobotnya telah diketahui.2 M 3. Akuades 4.2 M sebanyak 25 mL. mengalihkan dari api. Kemudian menambahkan 25 mL air suling. 7. mengeringkan. Menguji larutan dengan beberapa tetes larutan K2CrO4 apakah masih membentuk endapan. Mengambil kertas saring beserta endapannya. Menimbang gelas kimia 250 mL dan mencatat bobotnya. 3. Menghitung hasil teoritis endapan BaCrO4 dan menentukan juga persen hasil. menambahkan terus K2CrO4 sampai tidak membentuk endpaan BaCrO4 lagi. PROSEDUR KERJA Persentase hasil barium kromat 1. sesudah itu memasukkan lagi larutan K2CrO4 0. mengaduk-aduk sampai larutan homogen. 2.2 g BaCl2 ke dalam gelas kimia dan menimbang kembali. Kertas saring : 2 lembar III.

IV. 3.6 g Memasukkan ± 1.2 M. 1.8 g 2.Menyaring Residu: Endapan kuning muda Filtrat: Larutan kuning.Mengeringkan residu Endapan kering bening berbias . 6. Menimbang gelas kimia 400 mL 157. K2CrO4 0. Perlakuan Hasil Pengamatan 1. dalam gelas kimia dan menimbang kembali. Larutan BaCl2 bening + 25 mL Larutan berwarna kuning keruh. Residu + 5 tetes BaCl2 .2 g BaCl2 + 25 mL air suling Larutan BaCl2 bening 4. HASIL PENGAMATAN No. . Lapisan bawah: endapan kuning muda. Menambahkan 6 tetes K2CrO4 Endapan pada lapisan atas tidak 0.2 g BaCl2 ke 158. 5.2 M terbentuk lagi. - Mendiamkan Terbentuk dua lapisan Lapisan atas: larutan bening berbias kuning.Mendidihkan Campuran mendidih .

2 M yang berwarna kuning. hal ini disebabkan karena hampir sebagian besar garam larut dalam air kecuali garam dengan kation logam alkali. Seharusnya larutan KCl berwarna bening. . Pada proses pelarutan ini dihasilkan larutan tidak berwarna (bening). Pencampuran ini menghasilkan larutan berawarna kuning keruh. Untuk membuat larutan barium klorida maka sebanyak 1. Senyawa Zn2+ juga tidak berwarna karena subkulit 3d-nya terisi penuh. karena dalam larutan tidak terdapat ion-ion yang menimbulkan warna. sedangkan larutan bening berbias kuning adalah larutan KCl. Reaksinya yaitu: BaCl2.2 g V. Senyawa K2CrO4 merupakan salah satu senyawa dari unsur transisi periode keempat.2 g kristal BaCl2 dilarutkan ke dalam 25 mL aquades yang menghasilkan larutan homogen yang tidak berwarna (bening).. Setelah larutan didiamkan beberapa saat.Menimbang endapan Massa endapan = 1. larutan BaCl2 ditambahkan dengan 25 mL larutan K2CrO4 0. ANALISIS DATA Percobaan ini bertujuan untuk menentukan persentase hasil barium kromat yang diperoleh dari pereaksian antara larutan barium klorida dengan larutan kalium kromat.2H2O(s) H2O Ba2+(aq) + 2Cl-(aq) Setelah itu. terbentuk dua lapisan di mana pada bagian dasar gelas kimia berupa endapan berwarna kuning muda sedangkan pada bagian atas adalah larutan bening berbias kuning. karena adanya ion kromat (CrO42-) pada larutan K2CrO4. maka larutan KCl berwarna bening berbias kuning. Endapan kuning muda tersebut merupakan barium kromat (BaCrO4). di mana setiap unsurnya memiliki warna yang khas kecuali senyawa dari Sc dan Ti yang tidak berwarna karena subkulit 3d-nya kosong. Hal ini menunjukkan bahwa BaCl2 dapat larut sempurna dalam air. Dalam proses pelarutan pelarut yang sering digunakan adalah aquades. namun karena endapan BaCrO4 belum semuanya turun ke dasar gelas kimia.

maka larutan pun menjadi jenuh.dengan endapan BaCrO4 : Ba2+(aq) + 2CrO42-(aq) ↔ BaCrO4(s)↓ Dengan adanya penambahan ion maka kesetimbangan reaksi akan bergerak ke kanan dan jumlah endapan yang diperoleh semakin banyak.yang pada penambahan tertentu menyebabkan kejenuhan. Dalam hal ini kelarutan K2Cro4 lah yang semakin kecil dengan penambahan ion CrO42. Penetesan kembali K2CrO4 ini adalah untuk mengetahui apakah akan terbentuk lagi endapan BaCrO4 atau tidak. Pada percobaan ini K2CrO4 yang ditambahkan sekitar 6 tetes. Hasilnya. .namun jika ion Ba2+ yang berasal dari BaCl2 telah habis. Adapun reaksi kesetimbangan antara ion CrO42.0094) > Ksp BaCrO4 (1. Hal tersebut sesuai dengan asas Le Chatelier yang menyatakan bahwa penambahan ion senama/ion yang sama akan memperkecil kelarutan suatu zat.maka berarti semua BaCl2 yang ada dalam campuran tersebut telah habis bereaksi membentuk endapan BaCrO4 dan jika jumlah BaCl2 telah habis maka penambahan K2CrO4 hanya akan menambah ion CrO42.Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut: BaCl2 (aq) + K2CrO4 (aq) → BaCrO4(s)↓ + 2KCl(aq) Endapan BaCrO4 terbentuk karena hasil kelarutan ion-ion BaCrO4 lebih besar daripada tetapan hasil kali kelarutan BaCrO4. Dengan jenuhnya campuran tersebut dengan ion CrO42.karena harga Ksp-nya menjadi lebih kecil daripada hasil kali konsentrasi ion-ionnya (Qc) sehingga terbentuk endapan. yaitu Qc (0.2 x 10-10). Dalam keadaan ini. Penambahan K2CrO4 harus dilakukan sedikit demi sedikit agar saat tidak terbentuk endapan lagi pada lapisan larutan KCl dapat teramati dengan jelas. setelah ditambahkan 6 tetes K2CrO4 tidak terbentuk lagi endapan dan nampak endapan terpisah secara nyata. dapat dikatakan bahwa BaCrO4 sudah jenuh dalam campuran dengan K2CrO4. Kemudian campuran ditambahkan lagi dengan beberapa tetes larutan K2CrO4 untuk memastikan kejenuhan larutan tersebut akan ion CrO42-. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam campuran tersebut sudah jenuh dengan ion CrO42-.

Penyaringan dilakukan selagi panas agar campuran tidak mengendap dan mudah melewati kertas saring. Selain itu. Hal ini sesuai dengan perhitungan di mana masih terdapat 0. Sedangkan menurut perhitungan . Setelah dilakukan penimbangan diperoleh endapan kering BaCrO4 seberat 1.00016 mol K2CrO4 yang tidak bereaksi dengan BaCl2. sehingga diperoleh endapan BaCrO4 murni. kenaikan temperatur juga akan mempercepat reaksi dan bertujuan untuk memperoleh struktur endapan yang lebih baik akibat pembesaran partikel karena penumpukan partikel.dari K2CrO4 yang tidak habis bereaksi dengan BaCl2 membentuk BaCrO4. Pengeringan dilakukan selama kurang lebih dua hari. Apabila sudah dingin. Setelah campuran mendidih. Padahal seharusnya filtrat hasil penyaringan berwarna bening. Kemudian melakukan proses pengeringan yang bertujuan agar molekulmolekul air yang terikat dapat terlepas melalui penguapan. Penyaringan dilakukan berkali-kali agar menghasilkan filtrat bening dan juga dimaksudkan agar tidak ada endapan yang tertinggal pada gelas kimia. Hal ini terjadi karena kesalahan praktikan yang meneteskan K2CrO4 sedikit berlebihan. karena filtrat tersebut merupakan larutan KCl. kemungkinan dapat menurunkan kelarutan dan terbentuk endapan kembali dalam kondisi tertentu. Filtrat bening berbias kuning tersebut menunjukkan bahwa dalam filtrat tidak hanya mengandung senyawa KCl tetapi juga masih terdapat ion CrO42. sehingga mudah disaring.2 g. dilakukan proses pemanasan sampai campuran mendidih yang bertujuan untuk memekatkan larutan dan meningkatkan konsentrasi larutan. Dari percobaan saat campuran disaring ternyata dihasilkan filtrat bening berbias kuning dan residu berwarna kuning muda yang masih basah yang merupakan endapan BaCrO4.Setelah pencampuran BaCl2 dan K2CrO4. serta untuk memastikan agar BaCl2 habis bereaksi dengan K2CrO4. Pengeringan ini akan menyebabkan air elektrolit dan kotoran-kotoran menguap lepasd ari endapan. yang merupakan berat nyata (sampel). campuran disaring selagi panas dengan kertas saring Whatman.

penyaringan. Berat teoritis dapat dihitung menggunakan konsep stoikiometri reaksi.77%. Sedangkan berat nyata berdasarkan hasil penimbangan (hasil percobaan). kemudian penimbangan dan menghitung presentase hasil. pencucian endapan. Sehingga diperoleh persentase hasil endapan BaCrO4 sebesar 96.77 % (terlampir). Metode dalam analisis gravimetri meliputi pelarutan sampel.24 g. pengeringan. KESIMPULAN 1. Q[Ba2+] [CrO42-] > Ksp BaCrO4. 4. dapat dikatakan bahwa percobaan yang dilakukan cukup berhasil. pengendapan. . Presentase hasil dari barium kromat adalah 96. pemanasan. 2. VI. Dilihat dari persentase randemen yang mendekati 100%. Endapan BaCrO4 terjadi karena hasil kali kelarutan ion-ionnya lebih besar daripada harga Ksp-nya.berat teoritisnya yaitu 1. 3.

Penuntun Dasar Praktikum-Praktikum Kimia. Arif. S. Kimia Dasar 2. 1999. Sholahuddin. Keenan. L. 2001. 2012. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi Kelima. Bandung : Penerbit ITB. Kleinfelter dan Wood. 1980. Konsep Dasar Kimia Analitik.DAFTAR PUSTAKA Achmad. M. Panduan Praktikum Kimia Analisis. Banjarmasin: Kimia FKIP Unlam. Syukri. R. A. dan Underwood. Kimia untuk Universitas Edisi keenam Jilid 2. . Jakarta: Erlangga. Jakarta : UI. A. Hiskia. 2007. 1993. Analisis Kimia Kuantitatif. S. Khopkar. 1990. Vogel. Bambang Suharto dan Abdul Hamid. Jakarta: Kalman Media Pustaka. Jakarta: Erlangga. Depdikbud Day.

H2O = 1.LAMPIRAN A.2 M Ditanya : % hasil BaCrO4 Jawab : Berat teoritis BaCrO4 n BaCl2.2 M = 5.9 n K2CrO4 = M K2CrO4 = 0.2 gram Massa BaCl2.3 mL M K2CrO4 = 0.H2O = = = 4.2 gram Mr BaCl2.34 g/mol V k2CrO4 = 25 mL + 6 tetes = 25.H2O = 244.06 V K2CrO4 25.3 mL mol . PERHITUNGAN a) Persentase Hasil Barium Kromat (BaCrO4) Diketahui : Berat nyata BaCrO4 = 1.

9 mol : 9.9 mol : 9.8 mol Hasil teoritis endapan BaCrO4 = n BaCrO4 = 4.9 mol : 5.16 mol : 4.77% b) Perhitunngan Qc BaCrO4 Diketahui : Mol BaCrO4 = 4.34 g/mol = 1.9 : 4.24 gram Persentase hasil endapan barium kromat (BaCrO4) % hasil = 96.3 mL K2CrO4 = 50.06 Reaksi mol :4. persentase hasil endapan BaCrO4 dari percobaan adalah 96.097 M .Reaksi yang terjadi : BaCl2 (aq) + K2CrO4 (aq)  BaCrO4 (S) + 2KCl (aq) Mula-mula: 4.9 Mr BaCrO4 mol 253.77% Jadi.3 mL Ditanya : Qc Jawab : M BaCrO4 = = = 0.9 : - : mol : 4.8 mol Sisa : - :0.9 mmol V total = 25 mL H2O + 25.

097 [CrO42-] 0. Untuk memperoleh endapan / partikel yang relatif kasar.2 Maka.0094 > 1. 2. Tentukan berapa gram K2CrO4 yang diperlukan agar terbentuk endapan BaCrO4 Jawaban Pertanyaan: 1. b) Pemilihan keadaan untuk pengendapan. PERTANYAAN DAN JAWABAN Pertanyaan: 1.0094 Qc > Ksp 0. Faktor yang harus dikontrol pada praktek agar menghasilkan endapan yang mudah disaring dengan partikel yang relatif kasar yaitu: a) Penentuan selang waktu pada saat pengendapan selanjutnya yang akan membentuk partikel dengan ukuran yang cukup besar untuk mengendap ke dasar wadah.097 Qc = [Ba2+] = 0. BaCrO4 mengendap.097 : 0.097 = 0. B.01 M diendapkan dengan K2CrO4.Ba2+ + CrO42- BaCrO4 0. yang perlu diperhatikan dalam proses pengendapan adalah kelewat jenuhan nisbi (R) yang dirumuskan dengan: R= R QS S = Kelewat jenuhan nisbi . Jelaskan faktor apa saja yang harus dikontrol pada praktek agar menghasilkan endapan yang mudah disaring dengan partikel yang relatif kasar. Jika 100 mL larutan BaCl2 0.097 : 0.

Selain perubahan ukuran partikel endapan menjadi lebih besar. maka jumlah inti yang terbentuk juga akan rendah yang memungkinkan terbentuknya endapan kasar. juga penting karena dapat menghindarkan terjadinya kelewatjenuhan setempat dalam larutan. f) Dengan pemeraman endapan dalam cairan induknya. dan dapat diperoleh endapan yang lebih besar. tapi belum timbul endapan. jika kelewatjenuhan nisbinya rendah (Q rendah. yang mengelompok dengan cepat menjadi endapan halus atau endapan tak bebentuk. S = Kelarutan molar endapan. endapan BaCrO4 akan lebih kecil bila diendapkan dari larutan pekat dan akan menghasilkan endapan BaCrO4 akan lebih kecil bila diendapkan dari larutan encer. cara ini dapat merubah . Sebaliknya. maka larutan yang digunakan sebaiknya larutan encer. Untuk menjaga agar perbedaan Q – S selalu kecil. tapi s tinggi). sehingga sejumlah besar inti akan terbentuk. maka kelewat jenuhan nisbinya akan tinggi. Pemeraman endapan adalah pendiaman endapan dalam cairan induknya. e) Pengadukan. Jika endapan mempunyai hasil kali kelarutan yang rendah (S yang rendah) dan endapan itu terbentuk dari larutan yang agak pekat (Q tinggi).Pemeraman ini menyebabkan luas permukaan endapan berkurang karena partikel endapan yang lebih besar muncul menggantikan partikel-partikel yang lebih kecil. d) Pemanasan atau kadang-kadang dengan pengasaman larutan tempat berlangsungnya pengendapan. sehingga akan tercapai kelewatjenuhan nisbi yang rendah. Jadi.Q = Kepekatan molar larutan setelah dicampur. c) Laju pengendapan Pengendapan zat mempertahankan pengendap harga (Q secara perlahan-lahan S)rendah.

bentuk yang kurang mantap menjadi lebih mantap. Pada umumnya. g) Pengeringan dan pemijaran endapan untuk mendapatkan bentuktimbang yang sesuai.001 mol = 0. endapan yang lebih besar dan lebih murni dapat diperoleh dengan cara ini.2 g mol = 1. FOTO PRAKTIKUM . Diketahui : BaCl2.001 mol m K2CrO4 = n x Mr = 0.001 mol x 194. 2. 0.1942 gram. perubahan susunan kimia endapan dan penghabluran kembali. V = 100 mL = 0. C.01 M .1 L M = 0.1 L = 0.942 gram Jadi massa K2CrO4 yan diperlukan agar terbentuk endapan BaCrO4 adalah 0.01 M Ditanya : m K2CrO4 agar terbentuk endapan BaCrO4 ? Penyelesaian : BaCI2 (aq) + K2CrO4 BaCrO4 (s) + 2 KCl n BaCl2 = M . V = 0.001 mol n K2CrO4 yang diperlukan = 1/1 x 0.

Mengamati endapan yang terbentuk .Menambahkan terus K2CrO4 sampai endapan BaCrO4 tidak terbentuk lagi ** Larutan + endapan ** Larutan + endapan .Menimbang Endapan NB : Mencatat bobotnya .Memanaskan sampai mendidih .2 gram BaCl2(s) + 25 mL H2O (air suling) .Menyaring dengan kertas saring Whatman Larutan Larutan + Endapan . FLOWCHART ± 1.Memasukkan ke dalam gelas kimia 100 ml .Mengeringkan .Mengaduk-aduk sampai larutan homogen * Larutan * Larutan + 25 mL K2CrO4 2M .D.