IMPETIGO

Definisi
Merupakan pioderma superfisialis  kelainan pada kulit yang terbatas pada epidermis biasanya
disebabkan oleh Staphylococcus, Streptococcus atau keduanya.
Klasifikasi
1. Impetigo bulosa
-

Definisi :
Merupakan suatu bentuk impetigo dengan gejala utama berupa lepuh-lepuh berisi
cairan kekuningan dengan dinding tegang.

-

Etiologi :
Utamanya disebabkan oleh Staphylococcus.

-

Gejala klinis :
Lepuhan yg timbul mendadak pada kulit sehat. Ukurannya berfariasi dari milier
sampai lentikuler. Lepuhan bertahan 2-3 hari. Berdinding tebal dan ada hipopion. Jika
lepuhan pecah menimbulkan krusta yang coklat datar dan tipis. (kolerat yg dasarnya
masih eritematosa)

-

Pemeriksaan dermatologis

Predileksi : ketiak, dada, punggung, ekstremitas atas dan bawah.

Efloresensi :
Gambaran : terdapat bula dgn dinding yg tebal dan tipis
Ukuran : milier hingga lentikuler
Kulit sekitarnya tidak menunjukkan adanya peradangan. Kadang tampak

hipopion (ruangan berisi pus yg mengendap)
-

Histopatologis : Pada epidermis tampak vesikel berisi sel-sel radang (leukosit). Pada
dermis terdapat serbukan2 sel radang ringan dan pelebaran ujung-ujung pembuluh
darah.

-

Pemeriksaan laboratorium : Pemeriksaan preparat langsung cairan bula untuk mencari
Staphylococcus.

-

Diagnosa banding

dikelilingi oleh daerah eritematosa dan keadaan umum buruk. Vesikel atau bula yg pecah dapat membentuk krusta yg berlapis-lapis dan mudah dilepaskan. Lesi awal berupa makula eritematosa berukuran 1-2mm  berubah jadi vesikel atau bula Dinding vesikel tipis  mudah pecah dan mengeluarkan sekret seropurulen kuning kecoklatan. kuning kecoklatan seperti madu yg berlapis-lapis - Etiologi : Staphylococcus aureus dan Streptococcus betahemolyticus - Gejala Klinis Rasa gatal. Pemfigus : biasanya bula berdinding tebal. Menyerang bagian epidermis. Jika banyak terdapat bula yang ukurannya besar  pecahkan  dibersihkan dengan santiseptik (betadine). Beri salep antibiotik (kloramfenikol 2% atau eritromisin 3%).  Tinea sirsinata : terdapat lepuhan  bila pecah bagian tepi masih menunjukkan adanya lepuhan. gambaran yang dominan adalah krusta yg khas. Jika terdapat demam bisa di berikan antibiotik sistemik (penisilin 30-50mg/kg BB. Impetigo krustosa - Definisi : Merupakan bentuk pioderma yg paling sederjana. Terdapat daerah erosif yang mengeluarkan sekret sehingga krusta kembali menebal . 2. - Penatalaksanaan Menjaga kebersihan dan menghilangkan faktor-faktor predisposisi. tapi bagian tengah menyembuh.

Difus.- Pemeriksaan Dermatologis  Predileksi : daerah yg terpajan. Vesikel dan bula lenticular.  Efloresensi : Makula eritematosa milier sampai lentikuler. lebih dalam dan peradangan lebih berat. leher. wajah (sekitar hidung dan mulut). Jika terdapat demam beri antibiotik sistemik (penisilin. Jika krusta banyak  dilepas dengan cara mencuci menggunakan H202 dalam air. edema dan infiltrasi PMN. Beri salep antibiotik (kloramfenikol 2% atau tertamisin 3%). ekstremitas. - Pemeriksaan laboratorium : Pemeriksaan bakteriologis eksudat lesi. atau sefalosporin) .  Ektima : lesi lebih besar. anular. berbatas tegas. sirsinar. tangan. Pada daerah dermis do dapatkan daerah peradangan ringan berupa dilatasi pembuluh darah. Pustula milier sampai lenticular. Terapat debris berupa leukosit dan sel epidermis. Dan Biakan sekret dalam media agar darah - Diagnosis banding  Varisella : lesi lebih kecil. Di tutup krusta yg keras. Krusta berlapis-lapis dan mudah di lepaskan - Gambaran histopatologi : Terbentuk bula atau vesikopustula yg berisi coccus. Krusta kuning kecoklatan. - Penatalaksanaan Jaga kebersihan kulit (mandi dengan sabun 2 kali sehari). umbilikasi vesikel.

3. Topikal dapat di berikan bedak salisil 2 % . - Gejala klinis : Kelainan kulit sama seperti impetigo bulosa hanya lokasinya menyeluruh dan dapat disertai demam. Impetigo neonatorum - Definisi : Merupakan varian dari impetigo bulosa yang terdapat pada neonatus. - Pengobatan Antibiotik harus diberikan secara sistemik.