BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Saat ini aborsi menjadi salah satu masalah yang cukup serius, dilihat dari
tingginya angka aborsi yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia
sendiri, angka pembunuhan janin per tahun sudah mencapai 3 juta. Angka
yang tidak sedikit mengingat besarnya tingkat kehamilan di Indonesia. Selain
itu, ada yang mengkatagorikan aborsi itu pembunuhan. Ada yang melarang
atas nama agama. Ada yang menyatakan bahwa jabang bayi juga punya hak
hidup sehingga harus dipertahankan, dan lain-lain.
Aborsi merupakan Masalah kesehatan masyarakat karena memberikan
dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Sebagaimana diketahui penyebab
utama kematian ibu hamil dan melahirkan adalah perdarahan, infeksi dan
eklamsia.
Aborsi merupakan salah satu penyebab kematian ibu yang disebabkan
karena perdarahan yang dialami pada saat dilakukannya aborsi ataupun sepsis.
Menurut data WHO & Bank Dunia (1997) : Unsafe Abortion (aborsi yang
tidak aman) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu (13%),
disamping berbagai penyebab langsung dan tak langsung lainnya.
Diperkirakan di seluruh dunia setiap tahun dilakukan 20 juta aborsi tidak
aman, 70.000 wanita meninggal akibat aborsi tidak aman, dan 1 dari 8
kematian ibu disebabkan oleh aborsi tidak aman.

Di Asia Tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap
tahunnya, diantaranya 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia. Risiko
kematian akibat aborsi tidak aman di Wilayah Asia diperkirakan antara 1 dari
250 negara, maju hanya 1 dari 3700. Angka tersebut memberikan gambaran
bahwa masalah aborsi di Indonesia masih cukup besar.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, Penyusun memutuskan
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan unsafe abortion ?
2. Apa penyebab dari unsafe abortion ?
3. Bagaimana gambaran angka kejadiab unsafe abortion ?
4. Bagaimana dampak dari unsafem abortion ?
5. Bagaimana peran bidan terhadap kejadian unsafe abortion ?

1.3 Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan
tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan.
1. Pengertian unsafe abortion;
2. Penyebab dari unsafe abortion;
3. Gambaran angka kejadian;
4. Dampak unsafe abortion;
5. Peran bidan terhadap kejadian unsafe abortion.

Penulis. . artinya Penyusun mengambil data melalui mkegiatan membaca berbagai literature yang relevan dengan tema makalah. Secara teoritis. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah.5 Prosedur Makalah Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. mkakalah ini diharapkan bermanfaat bagi : 1. Melalui metode ini penulisan akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan konprehensif. makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep Unsafe Abortion. sebagai media informasi tentang unsafe abortion baik secara teoritis maupun secara praktis. sebagai wahana penambahan dan konsep keilmuan khususnya tentang unsafe abortion. 2.1. 1. Data teoritis dalam makalan ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka.4 Kegunaan Masalah Makalah ini disusun dengan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Pembaca/dosen. Secara praktis.

baik itu secara sengaja maupun tidak. melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). hepatitis .1 Maternal Penyebab secara umum 1. sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu. yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya. Secara umum. rubella. misalnya cacar.2. Info Kit on Women’s Health oleh Institute for Social.BAB II TINJAUAN TEORI 2. Maret 1991. istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan. 2.2 Penyebab Aborsi 2. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan). dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus). Infeksi akut Virus.1 Pengertian Aborsi Pengertian Aborsi Menurut Fact About Abortion. Jadi. gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah terjadi keguguran janin. Studies and Action.

2. embrio. janin maupun placenta. misalnya malaria 3.3. 2. Infeksi kronis Sifilis. baik dalam bentuk Zygote. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma. bidan atau dukun beranak).3. Sebagai contoh. Infeksi bakteri misalnya streptokokus • Parasit.1 Aborsi spontan / alamiah Aborsi spontan / alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun.2 Aborsi buatan / sengaja Aborsi buata/sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter. calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau . 2.2 Janin Penyebab paling sering terjadinya abortus dini adalah kelainan pertumbuhan hasil konsepsi (pembuahan). 2.3 Aborsi terapeutik / medis Aborsi terapeutik/medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. biasanya menyebabkan abortus pada trimester 2.3 Jenis-jenis Aborsi 2.3.2.

Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa. .penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya.

kegagalan alat kontrasepsi dan lain-lain. Umumnya aborsi yang tidak aman terjadi karena tidak tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai. hamil diluar nikah. alat tidak memadai. Ketakutan dari calon ibu dan pandangan negatif dari keluarga atau masyarakat akhirnya menuntut calon ibu untuk melakukan pengguguran kandungan secara diam-diam tanpa memperhatikan resikonya. . Jadi unasef abortion adalah usaha yang dilakukan untuk mengahiri kehamilan yang tidak diingini baik oleh tenaga medis maupun non medis dengan menggunakan sarana dan lingkungan yang tidak memadai sehingga dapat menimbulkan komplikasi bahkan kematian serta bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku. 1998). lingkungan tidak memenuhi syarat kesehatan (WHO. seperti korban perkosaan.1 Pengertian Unsafe Abortion Unsafe abortion adalah upaya untuk terminasi kehamilan muda dimana pelaksanaan tindakan tersebut tidak mempunyai cukup keahlian dan prosedur standar yang aman sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa pasien.BAB III PEMBAHASAN 3. Unsafe abortion adalah prosedur penghentian kehamilan oleh tenaga kurang terampil (tenaga medis/non medis). Apalagi bila aborsi dikategorikan tanpa indikasi medis.

dimana ibu tidak sendiri tidak punya anak lagi. Kegagalan pemakaian alat kontrasepsi. 4. Masalah ekonomi. Alasan psikososial. Apalagi bila aborsi dikategorikan tanpa indikasi medis. seperti : 1. Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan. 7. dimana ibu tidak cukup sehat untuk hamil. Aborsi tidak aman merupakan urutan ketiga penyebab kematian ibu di dunia (WHO 2000). Masalah sosial. misalnya khawatir adanya penyakit turunan. 5. 3.3 Gambaran Kejadian Unasef Abortion Didunia setiap tahunnya diperkirakan 600. Kehamilan di luar nikah. menambah anak akan menambah beban ekonomi. 2. Meski pengguguran kandungan (aborsi) dilarang oleh hukum. 3. Sekitar 13% (78.000 perempuan meninggal dunia karena sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. 6. tetapi kenyataannya terdapat 23 juta perempuan melakukan aborsi (Kompas. Masalahnya tiap perempuan mempunyai alasan tersendiri untuk melakukan aborsi dan hukum pun terlihat akomodatif terhadap alasan-alasan .000) dari kematian ibu karena tindakan aborsi yang tidak aman (The Alan Guttmacher Institut 1999).3. 3 Maret 2000). Alasan kesehatan.2 Penyebab Unsafe Abortion Umumnya aborsi yang tidak aman terjadi karena tidak tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai.

di Indonesia diperkirakan ada 20-60% kasus aborsi yang disengaja (Induced Abortion).tersebut. . Jurnalis memaparkan.000 perempuan meninggal dunia. Akibatnya. dua katagori penyebab yang menyebabkan lebih dari separuh (55%) kematian ibu. sejak awal 2008 hingga kini. sehingga tidak dapat dilakukan pencatatan data mengenai tindakan aborsi terutama yang diselenggarakan secara tidak aman. Dari 20 juta pengguguran kandungan tidak aman yang dilakukan tiap tahun. dengan 50% terjadi di perkotaan. ditemukan 70. dari hasil penelitian di beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan lembaga kesehatan lain. Penelitian di 10 kota besar dan enam Kabupaten di Indonesia juga memperkirakan sekitar 2 juta kasus aborsi. misalnya dalam masalah kehamilan paksa akibatn perkosaan atau bentuk kekerasan lain termasuk kegagalan KB. Larangan aborsi berakibat pada banyaknya terjadi aborsi tidak aman (Unasef Abortion). 15-50% kematian ibu disebabkan oleh pengguguran kandungan yang tidak aman. fenomena aborsi di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Artiunya 1 – 8 ibu meninggal akibat aborsi yang tidak aman. Berdasarkan penelitian WHO. Tidak pernah tersedia data yang pasti mengenai jumlah aborsi di Indonesia disebabkan tidak adanya ketetapan hukum . Data WHO menyebutkan. karena terselubung dalam perdarahan dan infeksi. aborsi tidak aman tidak pernah tercatat sebagai penyebab resmi kematian ibu. yang mengakibatkan kematian.

meninggal dunia sekitar September 2010 lalu. tingkat aborsi di Jabar masih tergolong tinggi. warga Desa Leuwibudah Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. . kasus ini baru terungkap Selasa (18/1). Menurutnya. Drs. Namun demikian. Bahkan kasus aborsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang ditemukan sekitar 100 kasus aborsi. Korban bernama Tia Setiawati (19 tahun).Tingkat aborsi (Menggugurkan kandungan.” ujar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jabar.Budjamin pada Seminar dan Population Award di Balai Gazzebo Bandung.” Katanya. Seorang remaja putri meninggal dunia bersama janin yang dikandungnya usai melakukan aborsi. tingginya angka kasus aborsi tersebut lebih disebabkan oleh alasan medis (perempuan mengandung di atas usia 35 tahun atau di bawah 20 tahun)”Namun di luar medis pun. Jumat (26/9/08).”Ini menunjukkan masih kurang sadarnya masyarakat Jawa Barat terhadap kesehatan reproduksi. rata-rata kasus aborsi di setiap rumah sakit di Jawa Barat mencapai 200 kasus setiap bulan. Praktik aborsi kriminalis yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi menyulitkan pemerintah untuk mendapatkan data jumlah warga Tasikmalaya yang menggugurkan kandungan. H. Namun. Meninggalnya Tia Setiawati (19) akibat praktik aborsi ilegal empat bulan lalu seolah membukakan “mata” Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya bahwa praktik pengguguran kandungan masih terjadi dan sulit dilacak. red) di Jawa Barat masih tergolong cukup tinggi.

500 13 13 9.000 900.000. Hal itu.900. untuk mendata pelaku aborsi ilegal membutuhkan intensitas dan kedejatan secara emosional karena pelaku aborsi pasti tertutup “Sulit mendata pelaku aborsi.000 2. jelas menunjukkan gambaran bahwa kasus unasef abortion masih sangat tinggi baik di dunia maupun di Indonesia begitu pula di Propinsi Jawa Barat. Program Manager Mitra Citra Remaja (MCR) Tasikmalaya mengakui bahwa memang untuk mendata pelaku aborsi sangatlah sulit sehingga junlahnya tidak bisa didata.000.000 77. Asep mengatakan kematian perempuan muda itu diduga disebabkan pendarahan rahim saat melahirkan tapi plasentanya tertinggal. 1998 Jumlah kematian % kematian ibu akibat aborsi yang akibat aborsi yang tidak aman tidak aman 20.Berdasarkan gambaran di atas. kata dia.” Tabel Aborsi yang Tidak Aman : Perkiraan per Wilayah. per tahun Wilayah Jumlah aborsi yang tidak aman Dunia Negara Berkembang Asia Asia Tenggara Negara Maju Sumber : WHO.800.000 38. Dalam kesempatan berbeda Iwan Triswan.500 8.100 500 12 15 13 . Menanggapi tewasnya Tia Setiawai.000 78. karena mereka melakukan tersebut secara sembunyi dan tertutup rapat.000 19. diakibatkan proses kehamilannya tidak dilakukan tim medis kesehatan dengan alasan tidak mau diketahui orang lain.

Ini juga dapat mengakibatkan dilatasi saluran cerviks. teman. Aspirasi jarum suntik. kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk merobek kantong kehamilan. yang melakukan mempunyai pengetahuan anatomi dan menggunakan alat yang steril maka resikonya . Memasukkan alat-alat seperti pensil. Metode hisapan sering digunakan pada aborsi yang merupakan cara yang ilegal secara medis walaupun dilakukan oleh tenaga medis.3. Paramedis yang melakukan abortus suka menggunakan kateter yang kaku. atau tetangga yang menolong atau oleh wanita hamil itu sendiri. jika penghisapan tidak lengkap dan masih ada sisa dari hasil konsepsi maka dapat mengakibatkan infeksi. Tabung suntik yang besar dilekatkan pada ujung kateter yang dapat dilakukan penghisapan yang berakibat ruptur dari chorionic sac dan mengakibatkan abortus. alat merenda. 2. dari metode teknik medis lanjut yang digunakan oleh dokter sampai teknik tradisional berbahaya yang digunakan oleh dukun. Cara ini aman asalkan metode aseptic dijalankan. yang dapat mengakhiri kehamilan. paku. jeruji sepeda. Semua alat dapat digunakan dari pembuka operasi sampai jari-jari dari ban sepeda. Jika digunakan oleh dokter maupun suster. Tujuannya adalah jika kantong kehamilan sudah rusak maka secara otomatis janin akan dikeluarkan oleh kontraksi uterus. 1.4 Metode Unasef Abortion Metode aborsi yang tidak aman yang umumnya digunakan di berbagai negara bervariasi.

Akan tetapi orang awam tidak mengetahui hubungan antara uterus dan vagina. kemudian memasukkan alat atau kawat melalui plastik tersebut untuk mengorek rongga rahim. Metode lain yang relatif lebih berbahaya adalah memasukan benda asing ke dalam rongga rahim.5 Komplikasi dari Unsafe Abortion Komplikasi yang sering terjadi akibat tindakan-tindakan yang tidak aman terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Di Amerika latin. dengan meminum jamu-jamuan. . Di India digunakan pucuk wortel yang telah dikeringkan.semakin kecil. 4. Jenis lain adalah tanaman Jatropha yang mengandung bahan kimia korosif yang dapat menyebabkan abortus. ada juga para wanita yang melakukan sendiri dengan memasukkan plastik berongga ke dalam rongga rahim. di Philipina alat tersebut adalah pisang atau daun tumbuhtumbuhan lokal kalachjulchi. ujung yang lain diikatkan di pangkal paha. wanita terserbut kemudian disuruh berjalan sehingga ujung kateter yang berada di dalam rongga rahim bergoyang-goyang mengganggu isi rahim dan merangsang abortus. misalnya dengan melakukan abortus provokatus oleh dukun. digunakan ranting pohon comelina yang jika dimasukkan ke dalam rahium akan menyerap air dan mengembang membuka leher rahim serta menyebabkan abortus. Di Ghana. 3. 3. ramuan. upaya abortus dilakukan dengan memasukan ujung kateter yang lentur ke dalam rongga rahim. Adapula yang mnenggunakan cairan kina yang toksik pada bayi dan si ibu.

sisa hasil konsepsi yang tertinggal di dalam rahim dan perforasi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian apabila tidak mendapatkan pertolongan yang segera. dilakukan secara sembunyi-sembunyi 2.Pengakhiran kehamilan yang tidak aman menurut WHO yaitu pengakhiran kehamilan yang tidak dikehendaki dengan cara yang mempunyai resiko tinggi nterhadap keselamatanj jiwa perempuan tersebut sebab dilakukan oleh individu yang tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang sangat diperlukan. perdarahan.6 Hubungan antara Unsafe Abortion dengan Kematian Ibu Hubungan kejadian unsafe abortion dengan angka kematian ibu yang terus meningkat. jelaslah sangat ada kaitannya karena semakin banyak wanita yang melakukan unsafe abortion maka semakin tinggi pula resiko terjadinya kematian ibu baik yang disebabkan karena perdarahan maupun sepsis. Adapun dampak dari dilakukannya unsafe abortion adalah sebagai berikut : 1. Dampak kesehatan Bahaya bagi ibu bisa terjadi perdarahan dan infeksi 3. . Dampak psikologis Trauma 3. Akibat dari tindakkan yang tidak aman tersebut akan memberikan resiko infeksi. serta memakai peralatan yang tidak memenuhi persyaratan minimal bagi suatu tindakkan medis tersebut. Dampak Sosial Biaya lebih banyak.

jadi kalau kita tidak mengarahkan para remaja ke arah yang benar maka para remaja akan salah dalam mengambil jalan dan mengartikan serta mengaplikasikannya ke dalam hal yang salah. dia melakukan unsafe abortion berarti sudah ada satu kemungkinan lagi untuk menambah angka kematian ibu. Contohnya seorang remaja yang melakukan hubungan di luar ikatan pernikahan. 3.1 Sex Education Bidan harus berperan penting dalam upaya pencegahan terjadinya unsafe abortion karena ini juga merupakan salah satu upaya untuk mkenurunkan angka kematian ibu yang salah satu penyebabnya adalah karena tindakan unsafe abortion. Disini bidan sebagai tenaga kesehatan harus melakukan penyuluhan kepada para remaja sampai mereka benar-benar mengerti dan tidak . Zaman sekarang sex sudah bukan hal yang tabu lagi. kemudian hamil setelah itu karena dia tidak siap untuk menerima kehamilannya. seorang wanita menggugurkan kandungannya dengan cara yang tidak aman dan terjadi perdarahan dengan kata lain berarti bertambah pula angka kematian ibu.7.7 Peran Bidan dalam Mencegah Kejadian Unsafe Abortion 3.3 juta wanita Indonesia melakukan aborsi. Dengan adanya penyuluhan tentang sex education kepada para remaja yang ada di sekitar wilayah tempat bidan bertugas diharapkan para remaja mengerti dan benar-benar memahami dengan apa yang disebut sex. belum lagi jika pertaruhannya ada 2.Sebagai contoh.

salah mengartikan serta mengaplikasikan ke dalam perbuatan yang negatif. Abortus memang boleh dilakukan asalkan ada indikasi kuiat untuk dilakukannya aborsi. diharapkan dengan ada kegiatan agama yang dilaksanakan dapat membhuat pondasi atau benteng bagi para remaja sehingga tidak melakukan perilaku yang amoral. serta penanganan aborsinya pun harus secara aman dan menggunakan alat-alat yang memadai.7.2 Bekerjasama dengan Tokoh Agama dalam Pendidikan Keagamaan Bidan harus bekerjasama dengan tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat untuk mkeningkatkan kegiatan atau pendidikan keagamaan. Misalnya mengadakan pengajian mingguan. . pengajian bulanan lomba-lomba keagamaan ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang positif. 3.7. 3.3 Penyuluhan tentang Abortus dan Bahayanya Bidan juga berperan penting untuk menyampaikan kepada masyarakat apa itu abortus dan bagaimana bahayanya jika kita melakukan abortus yang tidak aman.

. yang mengakibatkan kematian. ditemukan 70.BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4. Tapi bila itu memang menjadi jalan yang terakhir. 15-50% kematian ibu disebabkan oleh pengguguran kandungan yang tidak aman. Artinya 1 dari 8 ibu meninggal akibat aborsi yang tidak aman. Melakukan aborsi pasti merupakan keputusan yang sangat berat dirasakan oleh perempuan yang bersangkutan begitu juga dengan pihak keluarganya.1 Simpulan Meski pengguguran kandungan (aborsi) dilarang oleh hukum.3 juta perempuan melakukan aborsi. Larangan aborsi berakibat pada banyaknya terjadi aborsi tidak aman (Unsafe Abortion). Dari 20 juta pengguguran kandungan tidak aman yang dilakukan tiap tahun. Masalahnya tiap perempuan mempunyai alasan tersendiri untuk melakukan aborsi dan hukumpun nterlihat tidak akomodatif terhadap alasan-alasan tersebut. yang harus diparhatikan adalah persiapan secara fisik dan mental juga informasi yang cfukup mengenai bagaimana agar aborsi bida berlangsung aman. Data WHO menyebutkan. misalnya dalam masalah kehamilan paksa akibat perkosaan atau bentuk kekerasan lain termasuk kegagalan KB. tetapi kenyataannya terdapat 2.000 perempuan meninggal dunia.

2. Aborsi bukanlah suatu solusi sama sekali karena mungkin malah timbul rasa bersalah seumur hidup serta akan timbul masalah-masalah baru yang bahkan akan lebih besar baik itu di dunia maupun di akhirat.4 Bagi para remaja Remaja disarankan untuk mengisi waktu luangnya dengan hal-hal yang positif agar tidak melakukan perbuatan yang amoral. 4.2. 4.2.2 Saran Dari simpulan di atas.2 Bagi orang tua Orang tua harus berperan aktif dalam mendidik anak-anaknya. 4. Lebih selektif .3 Bagi para pendidik Pendidik ataupun pengajar di sekolah harus mengajarkan tentang sex aducation kepada pelajarnya.1 Bagi wanita Jika anda dihadapkan pada masalah misalnya kehamilan yang tidak diinginkan dan anda terpikir untuk melakukan aborsi. tenangkan pikiran anda. serta tidak menyalah artikan dari apa yang dinamakan seksual. Penyusun menyarankan : 4. agar para pelajar mendapatkan sex education yang benar dan tidak salah dalam mengartikan dari sex education itu sendiri.2. mengenal sex education kepada anaknya kalau bisa sedini mungkin agar ketika anak-anaknya beranjak remaja tidak mendapatkan penjelasan sex education yang salah dari lingkungannya.4.

karena justru kebanyakan dari teman lah para remaja mendapatkan pendidikan sex education yang salah.2. .dalam memilih teman. 4. untuk menghindari peningkatan terjadi unsafe abortion serta mempertegas kembali sanksi pidana bagi pihak-pihak yang mmelakukan tindakan unsafe abortion.5 Bagi Pemerintah Harus membuat kebijakan atau mempertegas kembali tentang peraturan perundang-undangan mengenai aborsi.

www.html http://stevan777.wordpress.aborsi.ac.com/medicine-and-health/genetics/2071366-pengertian-aborsi/ http://.wordpress.pdf.id/msg02178.com/unair@itb.DAFTAR PUTAKA http://WWW.go.com/2009/03/hukum-aborsi-menurut-islam.html http://denet.html http://kabariberita.shvoong.or.org/ http://dikti.biz/t286-bahaya-aborsi-bagi-cewek .com/2008/01/02/makalah-aborsi-untuk-pelajar-smamahasiswa/ http://setia-ceritahati/blogspot.com/rubrik/0ne_news_print.asp?IDNews=527-17khttp://mail-archive.id/fact-32.majalahfarmacia.lbh-apik.com/2010/03/29/inilah-bahaya-terjadi-akibatmelakukan-aborsi-perempuan-wajib-baca/ http://id.hforum.id/pkm/pkmi_award_2006/pdf/pkm06_016.